Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1439 H.

adsbybawean

TPS Unik Warna-Warni di Pulau Bawean




TPS 06 di Dusun Sawahlaut RT 03/RW 06, Desa Sawahmulya, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, punya cara unik mewarnai penyelenggaraan Pemilu 2019.

Para panitia menggunakan sampah plastik berupa plastik air mineral, kantong plastik, dan sedotan untuk menghias TPS.

Sampah plastik itu dihias menggunakan cat berwarna-warni dan diubah ke berbagai macam bentuk, Rabu (17/4/2019).

Untuk menyasar kaum milenial, petugas juga membuat spot untuk selfie, menggunakan ardus dihias dengan daun kelapa sebagai properti.

Ketua KPPS 2, Ahmad Arabi (46) mengatakan, TPS ini menampung sampah plastik dari rumah-rumah warga..

Ahmad Arabi menyebut, total ada 3 karung sampah plastik seperti botol air mineral, sendok plastik, yang dirakit selama tiga hari.

"Inisiatif dari kami, biar pesta demokrasi murah meriah," kata dia.

Camat Sangkapura, Abdul Adim mengaku, dari beberapa TPS di wilayahnya, hanya tempat ini yang paling unik.

"Kalau yang lain kebanyakan terop, terus kursi gitu saja. Kalau yang ini beda," terangnya.

TPS unik tampak menyedot perhatian masyarakat untuk datang ke TPS menggunakan hak suaranya.

Di Pulau Bawean, terdapat dua kecamatan yakni, Kecamatan Sangkapura dengan 17 desa jumlah 159 TPS dan jumlah DPT 39.857.

Sedangkan di Kecamatan Tambak memiliki 13 desa dengan jumlah 104 TPS dan 22.890 DPT. (wil)

Baru Diperbaiki, Dermaga Rusak Lagi


Breasting dholpin di Dermaga Pulau Bawean yang baru saja di perbaiki dilaporkan kembali rusak.

Hasilnya, proses perbaikan dermaga yang ditargetkan selesai pada 15 April ternyata molor.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik sudah menyurati ASDP Gili untuk kembali melakukan perbaikan.

Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dishub Gresik Roni Soebiyantoro mengatakan sebenarnya proses perbaikan dermaga Bawean sudah selesai. Pekerja ASDP juga telah pergi.

"Tetapi saat hendak diuji coba ternyata breasting dholpin rusak kembali jatuh ke laut," ujarnya.

Menurutnya, proses memindahkan breasting dholpin tersebut tidak mudah. Memerlukan alat, karena ukurannya sangat besar.

"Akibatnya kapal tidak bisa bersandar di dermaga," terangnya.

Sehingga pihaknya kembali menyurati pihak ASDP untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Menurut Roni, jika persoalan ini selesai dibenahi, pihaknya optimis dermaga bisa kembali digunakan. Kendaraan roda empat bisa kembali masuk ke Bawean.

Sementara itu, perwakilan Gili Lyang Sulaimi mengatakan proses perbaikan dermaga Bawean akan secepatnya diselesaikan.

"Kami usahakan selesai dalam waktu tiga hari ke depan," tegasnya.

Sebelumnya, transportasi Pulau Bawean kembali bermasalah. Kali ini giliran kapal barang yang dipastikan tidak bisa berlayar.

Penyebabnya pelabuhan di Bawean mengalami kerusakan setelah ditabrak Kapal Gili Iyang.

Tiang penyangga breasting dolphin hampir roboh setelah ditabrak Kapal Gili Iyang beberapa waktu yang lalu sehingga Kerusakan di breasting dolphin itu membuat pelayaran kapal di dermaga bawean terganggu.

Reporter: Surya/Willy Abraham

62.547 Pemilih Pemilu 2019 di Pulau Bawean




Pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 diselenggarakan di Pulau Bawean Kabupaten Gresik.

Sesuai pantauan Media Bawean, antusias warga untuk mengikuti pemilihan umum sangat tinggi. Dibuktikan, ketika TPS sudah mulai dbuka, banyak warga yang hadir untuk memberikan hak suaranya.

Abdul Fatah Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sangkapura mengatakan Pemilu 2019 diikuti sebanyak 39.657 pemilih, dengan rincian lelaki sebanyak 19.764 orang dan perempuan sebanyak19.893 orang.

"Alhamdulillah pelaksanaan Pemilu 2019 berjalan lancar tanpa ada permasalahan,"katanya.

Hal senada disampaikan Safir Ketua PPK Kecamatan Tambak menyatakan ada sebanyak 22. 890 orang dengan rincian lelaki sebanyak 11.413 orang dan perempuan sebanyak 11.477 orang.

Abdul Adim Camat Sangkapura yang merangkap Camat Tambak menyatakan pelaksanaan Pemilu 2019 berjalan lancar. "Setelah dilakukan pemantauan keliling Pulau Bawean, Alhamdulillah pelaksanaan pemilu berjalan dengan lancar dan aman,"tegasnya. (bst)

Kapal EB 3F Beroperasi Melayani Gresik - Bawean


Docking tahunan Kapal Express Bahari 8E tidak menghentikan beroperasinya kapal cepat yang menghubungkan Gresik - Pulau Bawean. Sehubungan pihak perusahaan PT. Pelayaran Sakti Inti Makmur (SIM) telah menyiapkan kapal penggantinya, yaitu Kapal Express Bahari 3F.

Reven Kepala Cabang PT. Pelayaran SIM Gresik membenarkan telah dilakukan pergantian kapal cepat untuk sementara waktu, sehubungan Kapal EB 8E sedang docking tahunan selama 14 hari.

Untuk melayani kelancaran transportasi ke Pulau Bawean, pihak perusahaan telah menyiapkan armada penggantinya yaitu Kapal Express Bahari 3F.

Kapasitas muat penumpang menurutnya kapal pengganti memang lebih besar dan memuat penumpang lebih dari 400 orang.

Beroperasinya kapal pengganti mulai sejak kemarin, yaitu hari selasa (16/4) rute Gresik - Pulau Bawean. Sedangkan dari Pulau Bawean, hari ini (17/4) dimundukan dari pemberangkatan jam 09.00 WIB ke jam 13.00 WIB. sehubungan pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan umum tahun 2019. (bst)

33 Personel Polres Gresik BKO Pengamanan di Pulau Bawean


Sebanyak 33 personel Polres Gresik yang di-BKO (bawah kendali operasi) di Pulau Bawean siap mengamankan pemilu serentak pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg) pada 17 April 2019.

Dari 33 personel itu, nantinya ditempatkan di dua kecamatan. Yakni, Kecamatan Sangkapura dan Tambak. Selain memberangkatkan personel dalam pengamanan pemilu serentak. Polres Gresik juga menempatkan sejumlah perwira pengendali. “Ada enam perwira pengendali yang nantinya mengatur 33 personel,” ujar Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro, Senin (15/4/2019).

Masih menurut Wahyu, personel yang diberangkatkan ke Pulau Bawean disebar ke sejumlah desa yang memiliki TPS. “Berdasarkan informasi ada 30 desa di Pulau Bawean. Sebanyak 17 desa di Kecamatan Sangkapura, dan 13 desa di Kecamatan Tambak,” ungkapnya.

Ditanya tingkat kerawanan TPS di Pulau Bawean. Dijelaskan Wahyu, nanti dilihat kondisi geografis desa yang bersangkutan. Dalam protapnya, dua personil polri jika ada ada kerawanan mengamankan 12 tempat suara (TPS). Sedangkan jika tidak rawan dua personel mengamankan 18 TPS.

“Insya Allah pelaksanaan pemilu di Pulau Bawean berjalan aman. Pasalnya, setiap personel sudah dibekali sarana dan prasana yang mencukupi serta dibekali bukun panduan,” pungkasnya. [dny/suf]

Sumber : Berita Jatim

Puluhan Personel Ditugaskan Pengamanan Pemilu di Pulau Bawean


Puluhan anggota personil dari Polres Gresik hari ini (senin, 15/4) diberangkatkan ke Pulau Bawean. Pengiriman personil itu dimaksudkan untuk pengamanan menjelang pemilihan presiden (Pilpres), dan pemilihan legislatif (Pileg) pada 17 April 2019.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro mengatakan, personil yang dikirim ke Pulau Bawean ditempatkan di dua kecamatan. Yakni, Kecamatan Sangkapura, dan Tambak. “Besok pagi 33 personil kami berangkatkan dengan kapal cepat ke Pulau Bawean. Mereka nantinya langsung ditempatkan di sejumlah desa disana,” katanya, Minggu (14/04/2019).

Berdasarkan data, ada dua kecamatan di Pulau Bawean. Sedangkan jumlah disana desa di daerah tersebut ada 30 desa. Rinciannya, 17 desa di Kecamatan Sangkapura, dan 13 desa di Kecamatan Tambak. “Satu personil mengamankan satu desa, dan dibantu oleh anggota Babinsa TNI serta Linmas,” ujar Wahyu.

Ia menambahkan, dari 33 personil yang dikirim dibagi menjadi 15 personil per kecamatan. Termasuk diantaranya pengamanan TPS serta gangguan kamtibmas di wilayah Pulau Bawean.

“Saya menghimbau kepada personil yang diberangkatkan ke Pulau Bawean yang akan melaksanakan pam pilpres dan pileg 2019 serentak agar melaksanakn tugas dengan baik, serta mengikuti instruksi arahan dari Kapolsek di daerah setempat,” tambahnya.

Selain melakukan kordinasi pengamanan lanjut Wahyu, dirinya terus menekankan agar anggota yang bertugas menjaga sikap netralitas Polri pada pemilu serentak dengan melakukan pengamanan sesuai dengan SOP yang ada, hindari penyimpangan pada saat pengamanan.

Nasib Nelayan Bawean Kian Memburuk, Seiring Maraknya Cantrang


Nasib nelayan di Pulau Bawean Kabupaten Gresik Provinsi Jawa Timur kian memburuk seiring maraknya nelayan asal luar yang mencari ikan dengan menggunakan alat tangkap cantrang.

Akibat maraknya nelayan dari luar yang beroperasi di perairan laut yang jaraknya sangat berdekatan dengan Pulau Bawean, diantaranya banyak karang yang rusak dan bubu (sarang ikan) jadi rusak berantakan.

Ahen tokoh masyarakat di Pejinggahan desa Tanjungori mengatakan banyak nelayan setempat mengeluhkan maraknya nelayan cantrang asal luar yang beroperasi di perairan laut dekat Pulau Bawean. Keluhan disampaikan menurutnya, sulitnya mencari ikan dan sarang ikan yang dimiliki juga rusak sehubungan tersapu jaring cantrang.

Ironisnya, melihat banyaknya nelayan dari luar yang beroperasi sepertinya dibiarkan oleh aparat terkait, khususnya petugas yang memiliki kewajiban menjaga keamanan laut. "Sudah seringkali dilakukan penangkapan oleh nelayan setempat, tapi kenapa bertambah kian marak sekarang ini,"katanya.

Padahal nasib nelayan setempat sudah diambang krisis tingkat tinggi untuk mencari mata pencarian sebagai pelaut.

Lebih lanjut Ahen berharap kepada aparat terkait untuk segera turun tangan membantu mengatasi persoalan masyarakat. "Jangan menunggu sampai nelayan melakukan aksi anarkis, baru turun tangan,"harapnya.

Hal senada disampaikan Asrapi anggota kelompok nelayan SEHATI asal pajinggahan, saya berharap nelayan cantrang tidak beroprasi di zone yang telah disepakati bersama. (bst)

Jejak Ulama di Pulau Bawean


Dakwah Islam di Pulau Bawean Kabupaten Gresik Provinsi Jawa Timur makin gencar setelah ulama besar bermunculan pada abad ke-19. Sejumlah tempat ibadah pun mulai bermunculan, seperti masjid, mushalla, atau langgar. Berdasarkan laporan statistik, jumlah masjid di Bawean saat ini mencapai 114 bangunan. Setiap desa rata-rata memiliki empat masjid.

Dalam buku Pesantren Hasan Jufri dari Masa ke Masa, Ali Asyhar membagi para ulama Bawean menjadi dua dua kategori. Mereka adalah ulama generasi hijaz dan generasi emas. Ulama generasi hijaz ratarata belajar agama ke Makkah.

Para ulama Bawean generasi Hijaz, di antaranya KH Muhammad Hasan Asy'ari al-Baweani al-Fasuruani yang lahir di Bawean sekitar 1820 M. Alim satu ini ini wafat pada 1921 M di Pasuruan. Makamnya berada di belakang Pondok Pesantren Besuk Kejayan Pasuruan.

Selanjutnya, muncul cendekiawan lain dari Desa Kebuntelukdalam, Sangkapura, Bawean, yaitu KH Mas Raji bin H Thayib. Ia lahir pada 1874 dan wafat pada 1964 di usia 90 tahun.

Pada 1885, kemudian lahirlah KH Dhofir bin KH Habib di Desa Kota kusu ma, Sangkapura, Bawean. Alim asal Bawean ini wafat dan dikuburkan di Jakarta pada 19 Agustus 1971 saat mengantar istrinya berangkat haji dari Singapura.

Ulama hijaz selanjutnya, yaitu KH Abdul Hamid Thabri. Dia lahir pada 20 September 1899 di Desa Sidogedungbatu, Sangkapura, Bawean. Komandan Hizbullah Bawean ini wafat pada 25 April 1981 dengan meninggalkan sembilan orang anak.

Pada 1913 Masehi, ulama hijaz juga lahir di Desa Daun Kecamatan Sangkapura, Bawean, yaitu KH Subhan bin KH Rawi. Setelah belasan tahun belajar di Makkah, dia mendiri kan Pondok Pesantren Darussalam di Desa Daun. Dia wafat pada 1978 Masehi.

Sementara, ulama Bawean yang masuk dalam kategori generasi emas adalah KH Abdul Hamid Satrean dari Desa Kebuntelukdalam. Kemudian, KH Fadlilah dan KH Khatib dari Desa Pekalongan, serta KH Hasan Jufri dan KH Yusuf Zuhri yang berasal dari Desa Lebak.

Desa Sukaoneng paling banyak melahirkan ulama generasi emas, yaitu KH Mohammad Amin, KH Manshur, dan KH Burhan Manshur. Selain itu, ada juga KH Muhammad Yasin dari Desa Kepuhteluk, KH Hatmin dari Desa Laccar, dan KH Muhammad Asyiq Mukri dari Desa Gelam.

Para ulama generasi emas tersebut rata-rata mengajarkan agama Islam melalui pondok pesantren. Hingga hari ini, pesantrenpesantren yang dibangun ulama generasi emas tersebut terus mengalami perkembangan. Pesantren-pesantren itu kini bahkan sudah menggabungkan dengan sekolah sekolah umum.

Sumber : Republika

Jejak Wali Songo di Pulau Bawean


Maulana Umar Mas'ud bukanlah yang pertama menyebarkan Islam ke Bawean. Sebelumnya, ada jejak Wali Songo yang pernah singgah di Pulau Bawean Kabupaten Gresik Provinsi Jawa Timur sekitar 1460 Masehi, yaitu Sunan Bonang. Karena itu, selain ada di Tuban, makam Sunan Bonang juga terdapat di Bawean, tepatnya di Kecamatan Tambak.

Setelah Sunan Bonang, ada juga seorang wali perempuan yang menyebarkan Islam di Bawean bagian utara, yaitu Wali yah Zainab (1580 Masehi). Dia merupakan cucu dari Sunan Sendang Dhuwur Paciran Lamongan yang menikah dengan cucu Sunan Giri yang bernama Pangeran Sedo Laut.

Waliyah Zainab awalnya datang ke Pulau Bawean bersama suami dan kerabatnya. Namun, sayangnya, suami dan kerabatnya meninggal dunia di tengah laut setelah perahunya tenggelam. Dari musibah itu yang selamat hanya dua orang, yaitu Waliyah Zainab dan seorang pembantunya yang bernama Mbah Rumbut.

Dalam buku Waliyah Zainab, Putri Pewaris Syeikh Siti Jenar: Sejarah Agama dan Peradaban Islam di Pulau Bawean, Dhiyauddin Qushwandhi menjelaskan bahwa Waliyah Zainab adalah generasi keempat penerus ajaran Syekh Siti Jenar.

Makam Waliyah Zainab kini menjadi tempat yang paling banyak diziarahi oleh masyarakat Bawean. Letaknya di Desa Diponggo, Kecamatan Tambak. Bahasa masyarakat Bawean Diponggo sendiri berbeda dengan bahasa Bawean pada umumnya. Lebih mirip bahasa Jawa yang digunakan Waliyah Zainab.

Dalam buku Pesantren Hasan Jufri dari Masa ke Masa, Ali Asyhar menuliskan bahwa pada 1743 Masehi, Bawean juga pernah berada di bawah kekuasaan Madura.

Namun, orang Bawean enggan dipanggil orang Madura meskipun bahasa kesehariannya hampir sama dengan bahasa Madura. Pasalnya, penduduk pulau ini tidak hanya merupakan keturunan orang Madura, tapi juga banyak yang memiliki nenek moyang dari Jawa, Bugis, Mandar, dan Palembang.

Sumber : Republika

Dakwah Islam di Pulau Bawean


Setelah Wali Songo berdakwah di tanah Jawa, ajaran Islam menyebar luas ke seluruh nusantara. Bahkan, hingga pulau-pulau terpencil seperti Bawean yang berada di Kabupaten Gresik Provinsi Jawa Timur.

Bawean merupakan pulau mungil yang berada di tengah Laut Jawa. Lokasinya berada sekitar 120 kilometer sebelah utara Kabupaten Gresik. Dilihat dari peta, pulau ini hanya tampak seperti titik nun huruf Arab. Karena itulah pulau ini dijuluki "Titik Nun dari Pulau Jawa".

Pulau Bawean banyak mendapatkan julukan. Kitab Negarakertagama menyebutkan bahwa pulau ini dulunya disebut dengan nama Buwun. Sementara, pemerintah kolonial Belanda dan Eropa mengenal Bawean dengan sebutan Bovian.

Masyarakat Bawean awalnya menganut ajaran anamisme dan dinamisme. Namun, setelah berabad-abad lamanya, kini masyarakat Bawean sudah 100 persen menganut agama Islam. Hal ini tak terlepas dari peran dakwah ulama nusantara.

Berdasarkan catatan dan dokumen sejarah, Islam masuk ke Pulau Bawean pada abad ke-16. Dalam buku berjudul Bawean dan Islam, Jacob Vrendenbergt mencatat, Islam masuk ke sana sejak 1511 Masehi.

Kemudian, ajaran Islam menyebar luas di Bawean setelah datangnya Syekh Umar Mas'ud, tokoh penyebar Islam yang datang dari Pulau Madura. Nama aslinya adalah Pangeran Perigi yang merupakan cucu Sunan Drajat.

Berdasarkan catatan historiografi disebutkan bahwa Umar Mas'ud baru berhasil mendirikan kerajaan Islam di Bawean setelah mengalahkan penguasa Bawean yang menganut ajaran animisme dan dinamisme, yaitu Raja Babileono.

Saat Umar Mas'ud datang ke Bawean, dakwah yang dilakukannya hampir serupa dengan yang dilakukan para Wali Songo. Dia tidak langsung mengajak masyarakat Bawean masuk Islam. Selama bertahun-tahun dia mendekati masyarakat lebih dulu.

Karena keramahan dakwahnya, akhirnya banyak masyarakat Bawean yang bersimpati kepada Umar Mas'ud. Namun, Raja Babileono justru merasa terganggu dengan dakwah Umar Mas'ud tersebut. Penguasa yang ahli sihir itu pun menantang Umar Mas'ud untuk mengadu kesaktian.

Atas pertolongan Allah, Umar Mas'ud pun berhasil mengalahkan Raja Babileono. Setelah itu, Umar Mas'ud mendirikan kerajaan Islam di Dusun Sungai Raja, Desa Lebak, dan berkuasa selama 29 tahun mulai 1601 hingga 1630 Masehi.

Selama berkuasa, Umar Mas'ud bisa dengan leluasa berdakwah di Pulau Bawean. Untuk melancarkan dakwahnya, dia pun memindahkan pusat pemerintahannya ke daerah pusat Sangkapura.

Umar Mas'ud membangun Sangkupura layaknya kota-kota Islam di Pulau Jawa. Bentuk konsepsi tata kota Islam terlihat dari penempatan keraton di pusat pemerintahan Umar Mas'ud. Keraton yang dikenal sebagai Bengko Delem itu terletak di sisi utara Alun-Alun Bawean.

Sementara, di sisi selatan alun-alun dibangun pasar terbesar yang ada di Pulau Bawean. Tidak hanya itu, Umar Mas'ud juga membangun sebuah masjid agung di sebelah barat alun-alun. Konsep tata kota Islam tersebut merupakan prakarsa dari Sunan Giri.

Umar Mas'ud wafat pada 1630 Masehi dan dimakamkan di belakang Masjid Jami' Sangkapura. Dalam buku Pesantren Hasan Jufri dari Masa ke Masa, Ali Asyhar menjelaskan bahwa kerajaan Islam tersebut diteruskan oleh para penurus Umar Mas'ud hingga generasi ketujuh, yaitu Raden Panji Prabunegoro atau Raden Tumenggung Pandji Tjokrokusumo pada 1747-1789 Masehi.

Sumber : Republika

LP Maarif NU Bawean Kembangkan Pendidikan NU Basis Kepulauan




PC LP Maarif NU Bawean Kabupaten Gresik yang dipimpin oleh H R Abd Aziz SPd, MM bersama sekretaris Syafiudin SPdI MA melakukan kunjungan ke PC LP Maarif NU Kota Surabaya dan PW LP Maarif NU Jatim, Selasa (9/4/2019).

Kegiatan kunjungan LP Maarif NU Bawean ini memiliki misi dalam rangka studi excursie tentang kiat-kiat dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan di tingkatan cabang Nahdlatul Ulama.

Sebagai salah satu cabang yang berada di kepulauan, Bawean sangat besar memiliki potensi untuk tidak tertinggal dengan cabang yang ada di daratan Jawa Timur seperti Kabupaten Gresik, Kota Surabaya dan kota-kota yang lain.

Ketua cabang Drs KH M Jalaluddin menyambut rombongan dengan hangat. Pertemuan yang dilakukan di Kantor LP Maarif NU Surabaya tersebut dilakukan dengan gayeng dan banyak ide-ide dari hasil kunjungan tersebut. Diantara manajemen pengelolaan cabang dan komunikasi efektif dengan sekolah dan madrasah serta koordinator kecamatan (MWC) .

Selanjutnya, ketika berada di Kantor Pusat PW LP Maarif NU Jawa Timur diterima oleh Sekretaris Sunan Fanani. Di kantor yang berada di JL Masjid Al Akbar Timur No 9 tersebut, PC LP Maarif NU Bawean mendapat amanat untuk mengembangkan program Smart School Maarif (SSM) 2030. Program yang mengedepankan sekolah berbasis teknologi digital.

Selain itu LP Maarif NU yang berada di kepulauan utara pulau Jawa ini juga akan mendesain rintisan madrasah berstandart ahlusunnah wal jamaah. Rencana ini akan ditindak lanjuti dengan survey dan pelatihan madrasah unggulan di Kepulauan Bawean.

H R Abdul Azis SPd MM berharap banyak hal saat di Surabaya untuk dimanfaatkan silaturrahim dengan LP Maarif NU Jatim. (*)

Susi Air Melayani Penerbangan ke Pulau Bawean


Kabar gembira bagi warga Pulau Bawean Kabupaten Gresik Provinsi Jawa Timur, mulai tanggal 10 April 2019 Bandara Harun Thohir mulai dibuka rute penerbangan Surabaya - Pulau Bawean.

Maskapai penerbangan yang melayani, yaitu Susi Air milik Susi Pujiastutik. Susi Air adalah sebuah maskapai spesialis pesawat pesawat kecil. Maskapai Pesawat yang nama lengkapnya Cessna 208B Grand Caravan ini mampu terbang dengan kecepatan jelajah sekitar 317 km/jam. Sedangkan kapasitas muat penumpang sebanyak 12 orang.

Jefriadi Kepala Santuan Pelayanan Bandara Harun Thohir Bawean mengatakan maskapai penerbangan yang melayani Susi Air dengan tipe pesawat cessna 208 grand caravan, 12 passanger, dan mesin turboprop.

Adapun penerbangan perdana yaitu uji coba akan dilalukan tanggal 10 April 2019, sedangkan penerbangan memuat penumpang diperkirakan pertengahan april. (bst)

UNBK SMA di Bawean Terkendala Jaringan Internet


Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA dan MA di Pulau Bawean Kabupaten Gresik sudah berlangsung beberapa hari yang lalu, persoalan yang dihadapi oleh panitia penyelenggara yaitu putusnya jaringan internet.

Afandi Kepala SMAN I Sangkapura mengatakan putusnya jaringan internet yang jadi persoalan utama dalam pelaksanaan UNBK di Pulau Bawean. "Dari awal sudah terkendala, akhirnya berpindah koneksi dari Telkom ke Telkomsel dan XL,"katanya.

"Menggunakan segala cara yang terpenting pelaksanaan ujian berjalan lancar tanpa hambatan,"paparnya.

Lebih lanjut Afandi berharap semua pihak mendukung terselenggaranya UNBK, seperti PT Telkom dan PT PLN.

Sela Martono Perwakilan PT Telkom membenarkan beberapa hari yang lalu jaringan kabel via bawah laut mengalami putus. "Putusnya kabel bawah laut dari Ujungpangkah yang dikelola Moratel,"ujarnya.

"Jadi PT Telkom menyewa kabel melalui moratel, tapi kedepan dijamin normal,"pungkasnya.

Wabup Gresik Sidak UNBK SMK di Bawean



Wakil Bupati Gresik Moh. Qosim di sela-sela kunjungan kerja di Pulau Bawean menyempatkan diri mengunjungi dua SMK yang tengah melaksanakan UNBK.

SMK yang dikunjungi Wabup yakni SMK Umar Mas'ud dan SMK Muhammadiyah 4 Sangkapura. "Kami kunjungi SMK untuk memastikan kelancaran UNBK dan memberi support buat anak-anak kami," ujar Wabup, Kamis (28/3).

Di SMK Umar Mas'ud, menurut Wabup, ada 34 siswa yang mengikuti UNBK. "Informasi yang kami dapatkan, ada 34 siswa yang ikut UNBK di SMK Umar Mas'ud dengan jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ)," jelasnya.

Wabup berpesan agar SMK di Bawean dapat berkembang seiring dengan kemajuan teknologi yang ada. "Jangan kalah dengan daerah lain. SMK di Bawean harus mampu bersaing dengan memaksimalkan teknologi yang semakin berkembang," pesannya.

Usai meninjau SMK Umar Mas'ud, Wabup melanjutkan peninjauannya ke SMK Muhammadiyah 4 Sangkapura. Sesampainya di SMK M 4 Sangkapura, Wabup melihat suasana UNBK dari luar kelas dengan didampingi Rahman Hakim selaku Kepala SMK M 4 Sangpkapura.

"Kami tidak memasuki ruang kelas karena takut mengganggu konsentrasi siswa. Makanya kami hanya bisa memantau dari luar kelas," terangnya.

Ia berharap pelaksanaan UNBK di Kabupaten Gresik, terlebih di Pulau Bawean berjalan aman dan lancar. "Harapan kami target kelulusan anak-anak kami di SMK dapat lulus seratus persen," pungkasnya.

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean