Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1439 H.

adsbybawean

Wilayah Bebas Korupsi, Apa Artinya?


(Oleh: Anis Hamim*) 

Bersama sekitar 200 unit kerja di Lembaga pemerintahan pusat dan daerah di Indonesia, pada 10 Desember 2018, unit pelayanan kecamatan Sangkapura telah dinyatakan sebagai sebagai wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBK dan WBBM). Pengakuan oleh pemerintah pusat yang diberikan di Jakarta ini tentu membanggakan kita semua, warga Bawean. Walau berlokasi terpisah dari daratan Gresik di pulau Jawa, kecamatan Sangkapura berhasil juga menyelenggarakan pelayanan publik yang berstandard nasional dan bebas dari praktik korupsi. 

Standard Pelayanan Publik Berkualitas 

Dengan predikat sebagai wilayah bebas korupsi dan berpelayanan memadai, kecamatan Sangkapura saat ini seharusnya sudah memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan cepat, mudah dan murah. Pegawai-pegawai yang bertugas di sana sudah melayani masyarakat dengan antusias, gesit, tuntas, dan tanpa uang tip atau pungutan liar lainnya. Wajah-wajah bahagia akan terlihat dari warga kecamatan Sangkapura yang keluar dari kantor kecamatan karena sudah merasa urusannya tertangani dengan cepat, tuntas, dan tidak kena biaya siluman. Bahkan mungkin warga jadi makin bangga kepada para petugas di kecamatan yang sudah menyapa mereka dengan sopan dan bertutur kata menyenangkan ketika memberi pelayanan. 

Ukuran Pembanding 

Di sektor swasta, standard pelayanan yang berkualitas sudah menjadi keharusan. Jika pelayanan mereka buruk, produk nya tidak akan laku dan perusahaan tidak akan punya pemasukan untuk beroperasi, termasuk membayar karyawan dan mengembangkan bisnis mereka. Dengan kata lain, pelayanan mereka harus berkualitas agar perusahaan bisa hidup dan berkembang. 

Prinsip ini juga dijalankan di perusahaan-perusahaan milik negara (BUMN). Di Bank Rakyat Indonesia (BRI) misalnya, fasilitas pelayanannya sudah menggunakan jaringan online, prosedur nya jelas dan biaya-biaya nya transparan. Secara fisik, kantor nya dibuat bersih, ruang tunggu nya nyaman, serta petugas nya ramah dan enak dipandang. Standard pelayanan ini diterapkan BRI di semua kantor nya dari pusat hingga di tingkat kecamatan. 

Maka wilayah-wilayah yang sudah berpredikat berpelayanan memadai dan bebas korupsi seperti kecamatan Sangkapura seharusnya mampu memberikan kualitas pelayanan yang selevel dengan kualitas pelayanan yang dirasakan warga ketika berurusan di kantor BRI di kecamatan Sangkapura. Jika faktanya tidak demikian, pastilah ada yang kurang dalam proses pembenahan pelayanan dan penilaian yang diberikan. 

Proses Pemberian Status Wilayah Bebas Korupsi 

Untuk mencapai predikat wilayah berpelayanan memadai dan bebas korupsi, suatu daerah perlu menjalani beberapa proses pembenahan yang cukup panjang dan berliku. Untuk membantu daerah menjalaninya, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KEMENPANRB) menerbitkan Peraturan Menteri (PERMEN) No. 52 tahun 2014. PERMEN tersebut memberikan panduan kepada setiap daerah tentang proses apa saja yang perlu dijalankan agar wilayahnya bisa mendapat predikat Wilayan Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). PERMEN adalah bagian dari pelaksanaan dua strategi nasional; Pencegahan Korupsi dan Reformasi Birokrasi. 

Ibarat dokter terhadap pasiennya, PERMEN menyarankan langkah-langkah dan resep (obat dan dosis nya) untuk dijalankan setiap daerah yang ingin bebas korupsi dan pelayanannya berkualitas memadai. Dalam PERMEN tersebut, dirinci langkah-langkah yang disarankan, aspek apa saja yang perlu dibenahi dan harus melibatkan siapa saja. Akan bersifat terlalu teknis untuk dijelaskan semuanya. Yang terutama adalah tiga pembenahan; Pertama, kompetensi para pegawai, Kedua; penegakan integritas mereka, dan Ketiga, sarana yang digunakan dalam pemberian pelayanan. Pembenahan kompetensi meliputi perekrutan dan penempatan pegawai secara tepat sesuai tugas dan fungsi yang dibebankan, dan pemberian pelatihan yang bisa mengasah kemampuan mereka secara berkala. Pembenahan integritas meliputi penerapan reward and punishment secara konsisten; yang berprestasi diakui dan diberi remunerasi memadai, yang tidak berkinerja atau menyimpang diberi sanksi yang setimpal. Di samping itu, pengawasan oleh atasan dilakukan tiada henti sehingga menghilangkan niat dan kesempatan pegawai untuk melakukan korupsi/penyimpangan. 

Pembenahan fasilitas pelayanan berarti berinovasi dengan menambahkan sarana (hardware dan software) baru pada unit pelayanan agar urusan bisa tertangani lebih cepat dan warga bisa mengaksesnya lebih mudah. Dalam pembenahan sarana misalnya pemakaian teknologi informasi dan jaringan online dalam proses permohonan dan pencetakan E-KTP, atau pelembagaan sarana pengaduan sehingga warga bisa minta bantuan pegawai kecamatan tanpa harus datang langsung ke kecamatan. 

Pembenahan aspek-aspek ini butuh waktu dan proses yang berliku. Karenanya, PERMEN juga mensyaratkan adanya proses penilaian dan pembenahan bolak balik sebelum suatu daerah bisa dinyatakan WBK dan WBBM. Seperti penanganan orang yang sedang sakit kronis, perlu kerjasama yang erat antara dokter dan pasien agar pasien bisa sembuh. Biasanya komitmen pimpinan daerah sangat menentukan. Daerah-daerah yang pelayanan publiknya bagus seperti kota Surabaya dan kabupaten Banyuwangi tercipta berkat komitmen tinggi dan konsisten sang kepala daerah. Untuk itu, saya ucapkan selamat kepada kecamatan Sangkapura atas status nya sebagai wilayah berpelayanan memadai dan bebas korupsi. Dan kita berharap, kecamatan Tambak bisa segera mengikutinya. Sehingga semua pelayanan publik di seluruh wilayah Pulau Bawean menjadi berkualitas dan bebas korupsi.     

(*Warga Bawean Jabodetabek)

Resensi Buku Tradisi Maulid Bawean


Oleh: Siti Izzatul Istiqomah (Mahasiswa asal Pulau Bawean di Negeri Jiran Malaysia)    
                                                                                Judul Buku : Peringatan Maulid Nabi Antara Tradisi & Keharusan
Penulis : Sugriyanto, S.Pd.
Penerbit : PT Ilalang
Kota Terbit : Lamongan Jawa Timur
Tebal Buku : 204 halaman
Harga : Rp 60.000

Buku berjudul "Peringatan Maulid Nabi Antara Tradisi dan Keharusan" goresan pena Sugriyanto ini merupakan buku yang mencoba merekonstruksi tradisi atau budaya yang pernah dilakoni warga Pulau Bawean sekian abad lamanya hingga saat ini. Tradisi atau budaya berupa perayaan peringatan Maulid Nabi ini setiap tahun tepatnya pada bulan Rabiul Awal selalu diperingati oleh umat Islam di seluruh belahan dunia, tak terkecuali di Pulau Bawean. Eksotisme dan keunikan perayaan peringatan Maulid Nabi yang diselenggarakan oleh warga Pulau Bawean serasa tiada duanya di muka bumi dengan segala kekhasan pernak-perniknya. Hal itu juga diungkap oleh penulis dengan cermat hingga amat menyentuh lubuk yang paling dalam sebagai pewarisnya.

Terbitnya buku setebal 204 halaman dengan tata wajah yang elegan ini mencoba mengulas secara mendalam perihal tradisi dan budaya Maulid Nabi berdasarkan studi empirisme dan kajian filosofi mengenai adat atau budaya sebagai wujud kearifan lokal. Kekuatan buku ini, selain memaparkan tradisi yang harus dan mesti dilakukan, juga tidak mengenyampingkan hakikat fungsi bahasa sebagai alat kumunikasi. Penulis cukup piawai merangkai kata dalam kalimat, termasuk pencantuman istilah kedaerahan sehingga mampu memberikan pemerian yang konkret mengenai penuangan ide yang sesuai dengan adatnya. Selain itu, di dalam buku karya perdana dari Sugriyanto ini dilengkapi dengan gambar-gambar sebagai ikon bermakna dalam perayaan Maulid Nabi yang setiap tahunnya diperingati. Lambang-lambang atau simbol yang harus tersuguh dalam "angka'an" maulid terekam secara utuh dengan filosofi makna yang  dikandungnya teramat mendalam.   

Sisi lain dari kekuatan buku ini tetap disandarkan pada beberapa acuan yang cukup relevan sebagai sumber rujukan dengan persoalan yang dibahas. Buku dan kitab tarekh yang menjadi tumpuan utama penulisan buku ini juga menjadi dasar penguat akan adanya pengungkapan rahasia di balik peringatan perayaan peringatan Maulid Nabi.  Di awal buku ini, pembaca diajak oleh penulis untuk berkelana dalam mengenali lebih dekat keberadaan Pulau Bawean dengan segala desa dan dusunnya di dua kecamatan yakni Kecamatan Sangkapura dan Kecamatan Tambak. Sejarah kelahiran Nabi juga mendapat porsi yang seimbang dalam pemaparannya. Pembaca akan mendapat suguhan padat mengenai kelahiran Nabi serta situasi alam dan isinya kala itu terlukiskan pula dalam buku ini dengan menyertakan kutipan terjamahan kitab Al-Barzanji. Betapa istimewanya bulan Rabiul Awal ini sebagai bulan agung karena tiga peristiwa bersejarah ini terjadi dalam bulan yang sama yaitu kelahiran Nabi, hijrahnya Nabi, serta wafatnya Nabi. Semua tertuang dalam buku karya Sugriyanto --yang kalau boleh saya katakan sebagai budayawan muda Pulau Bawean dengan multitalentanya. Uniknya lagi, buku ini tersusun atas 25 (dua puluh lima) bagian menjadi penanda urutan nabi paling akhir sebagai Nabi "akhiruzzaman" yang menjadi rahmat bagi sekalian alam dalam bingkai "Uswatun Hasanah."

Kisah-kisah penuh hikmah mengenai perayaan peringatan Maulid Nabi di Pulau Bawean tertulis secara detail dari bagian ke bagian. Keunikan dari penulis sendiri terletak pada karakter gaya penulisannya yang segar dan penuh "joke-joke" menggelitik. Secara teknis penulisan boleh dikata memenuhi standard, namun masih terdapat beberapa kata yang masih terdapat salah ketik. Akan tetapi, esensi makna yang dikandung tetap masih mudah dipahami oleh kalangan pembaca dari berbagai segmen. Kenapa peringatan Maulid Nabi sebagai tradisi akhirnya menjadi sebuah keharusan untuk dirayakan bagi kaum muslimin di dunia, khususnya umat Islam di Pulau Bawean? Rahasianya juga terungkap di bagian terakhir (bagian ke-25) pembahasan  "Mutiara Hikmah" yang langka dibahas oleh para penulis lainnya. Rasanya pembaca pada umumnya dan masyarakat Pulau Bawean pada khususnya akan merasa “kehilangan” sebagian serpihan sejarahnya sendiri bila tidak membaca dan memiliki buku fenomenal karya anak pulau ini.

Catatan:
Buku dimaksud bisa didapatkan di beberapa toko buku terdekat atau pesan langsung ke alamat: Duku Desa Sungairujing Sangkapura dengan nomor hp: 082331700551 atau Langsung dapatkan di Toko Buku Bapak H, MAKMUN Pasar Sangkapura Bawean

Camat Sangkapura Terima Penghargaan Wilayah Bebas Korupsi


Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, berhasil meraih predikat zona integritas instansi pelayanan publik yang masuk dalam kategori Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Penghargaan diterima Abdul Adim Camat Sangkapura yang didampingi Mohammad Qosim Wakil Bupati Gresik di Golden Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, Senin (10/12/2018).

"Alhamdulillah berkat support dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat telah dinyatakan berhasil meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).," ujar Camat Sangkapura. (bst)

Warga Bawean se-Kota Batam Peringati Maulid Nabi Muhammad


Peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ dilakukan oleh warga Bawean se-kota Batam di Grand Ballroom 933 Gelden Prawn. Minggu (2/12/2018).

Selain peringatan Maulid Nabi juga ada acara pengukuhan Pengurusan Pemuda Bawean.

Ketua panitia acara Senin Rahmat menjelaskan acara ini bertujuan untuk membangkitkan semangat warga Bawean dalam menyonsong kehidupan yang saat ini penuh dengan krisis, mulai krisi ekonomi, kepemimpinan, moral serta prilaku masyarakat yang saat ini butuh acuan dalam menyonsong kehidupan yang baik untuk kedepannya.

“Inilah arti dari tema majelis mulia kami hari ini,” ujar ketua panitia. Minggu (2/12).

Bersamaan dengan acara Maulid Nabi ini juga diadakan pengukuhan Pengurus Pemuda Bawean yang akan melanjutkan kepengurusan yang mempersatukan warga bawean.

Ketua Umum Warga Bawean Se-Kota Batam, Aman dalam sambutanya menyampaikan majelis mulia ini tidak hanya untuk peringatan Maulid Nabi, melainkan wadah bagi warga Bawean dalam berkumpul dan menjalin silaturahmi sesama warga Bawean yang ada di Kota Batam.

“Sehingga hubungan kekeluargaan ini makin kental dan terasa kebersamaannya,” katanya.

(cr2)

Sumber : Batam Pos

Mahasiswa UNAIR Sosialisasikan Ciri Keaslian Uang Rupiah di Pulau Gili Noko



Masih dalam serangkaian kegiatan Ksatria Maritime Project (KMP), dua mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) mengadakan kegiatan sosialisasi Ciri Keaslian Uang Rupiah (Cikur) di Pulau Gili Noko, Bawean, pada Selasa (13/10). Kegiatan tersebut merupakan hasil pembekalan yang dilakukan oleh Bank Indonesia sebelum keberangkatan panitia Ksatria Maritim di Pulau Gili yang bertempat di sebelah timur Pulau Bawean.

Sufiati Alfa sebagai penanggung jawab kegiatan mengatakan latar belakang kegiatan ini berawal dari seruan Muadz Akbar Kepala Desa Sidogentung Batu ke pedagang ikan yang kesulitan dalam memahami keaslian uang.

“Sehingga pernah terjadi transaksi yang membuat masyarakat menggunakan uang palsu, terutama pada pedagang di pulau Gili Noko,” ujar Sufi

Untuk mengatasi hal itu, panitia Ksatria Maritim Project mengadakan sosialisasi Cikur agar masyarakat dapat mengetahui ciri keaslian uang rupiah dengan uang palsu.

Cara Mengetahui Keaslian Uang

Sufi mengatakan, untuk mengetahui uang palsu cukup menerapkan 3D. Dilihat, diraba dan diterawang. Jika dilihat, warna uang asli lebih cerah dari uang palsu. Kemudian, hologram yang bertuliskan Bank Indonesia punya keaslian yang tidak bisa ditiru oleh uang palsu.

Jika dilihat, gambar garuda bisa dilihat. Jika diterawang terasa ada garis timbul dibagian pinggir uang.

“Uang pecahan seratus ribu punya garis satu pasang di pinggirnya, uang lima puluh ribu punya dua pasang,” terang mahasiswa jurusan administrasi negara tersebut.

Lalu yang yang terakhir, jika diterawang ada gambar pahlawan dan logo Bank Indonesia yang terletak di bawah nominal rupiah.

Sufi berpesan kepada warga Gili, agar ciri keaslian uang tetap terjaga harus dirawat dengan menerapkan 5 J. Yaitu jangan dicoret, jangan diremas, jangan disteples, jangan dibasahi, dan jangan dilipat.

“Uang di pesisir biasanya disteples dan basah. Kemudian kami menawarkan solusi supaya disimpan dalam kantung dompet besar supaya tidak basah. Insya Allah dengan menerapkan itu nilai keaslian uang tetap utuh dan tidak cepat rusak,” pungkasnya dalam wawancara. (*)

Penulis : Fariz Ilham Rosyidi
Editor : Binti Q. Masruroh
Sumber : Unair News

Songai "Recang" dan Keajaibannya


Oleh: Sugriyanto

Berbicara soal sungai tentu identik dengan aliran air melimpah dari hulu ke hilir dengan pemberian nama di setiap batangnya berbeda-beda. Sering pemberian nama pada ruas batang sungai dikaitkan dengan nama pohon yang tumbuh di tepinya. Ada sungai Camplong, Songai Kolor, Songai Johor, Songai Pandan, serta Songai Recang, dan lain sebagainya. Sepanjang batang sungai, sepanjang batang itu pula orang memberi nama yang berbeda dengan tujuan untuk mempermudah menujunya atau mengidentifikasi letak lokasinya. Di sungai pulalah awal kehidupan manusia purba meninggalinya hingga saat ini. Lagi pula orang lebih nyaman tinggal di bantaran sungai daripada tinggal di tanah tandus penuh kegersangan.

Kebutuhan pokok manusia setelah udara berupa oksigen (O2) yakni air. Hanya saja para pakar ekonomi tidak menkategorikan air sebagai kebutuhan pokok atau primer dengan dalih dianggap sebagai barang bebas. Saat ini dan akan datang air sudah tidak bebas lagi setelah mendapat sentuhan teknologi hingga akhirnya masuk dalam kemassn dan orang harus membelinya. Para pakar ekonomi segera merevisi buku karyanya jika tidak ingin dianggap teorinya sebagai aksioma yang sudah kedaluwarsa. Apalagi kelak air akan mengalami kelangkaan akibat hutan penyangganya telah tiada. Ketergantungan manusia terhadap kebutuhan akan air telah dipengaruhi oleh pola pikir modern bahwa tidak semua sumber mata air alam akan memberikan kemanfaatan bagi kesehatan. Hasil testimoni membuktikan bahwa ada beberapa sumber mata air yang menyumbar dari dalam tanah mengandung kadar racun (timbal) dan bahan berbahaya lainnya. Namun, anehnya orang-orang terdahulu sehat-sehat dan umurnya relatif panjang-panjang. Padahal yang dikonsumsinya air rebusan dari sumber mata air alami, bahkan terkadang tanpa direbus. Faktor keyakinan kali!

Mungkin orang belum banyak mengenal keberadaan sungai Recang. Popularitas Sungai Recang tidak setenar nama Sungai Nil di Mesir, Sungai Gangga di India, Sungai Tiggris, Sungai Kalibrantas di Jawa dan sebagainya karena belum mengetahui keajaibannya. Orang India memiliki keyakinan bila berendam di Sungai Gangga sebanyak tujuh kali akan mampu melebur segala dosa dan dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Sampai sejauh itu keyakinan mereka terhadap sungainya sendiri.

Letak Sungai Recang berada di Dusun Kolpo Desa Sungairujing Kecamatan Sangkapura Bawean Gesik Jawa Timur. Kolpo itu sendiri berupa nama pohon berdahan tinggi yang buahnya menyerupai bola pingpong atau bola tenis meja berwarna kuning dengan bulu-bulu rambut putih serupa dengan rambutan. Biasanya buah kolpo dibuat mainan anak-anak di masa silam. Lokasi Sungai Recang berada di sebuah tepian persawahan warga yang tidak seberapa jauh dari Pulau Selayar sebelah barat. Posisi Kampung Kolpo yang dihuni sekitar dua puluh delapan kepala keluarga ini berada di sebuah ketinggian. Warga yang hendak menuju ke Sungai Recang harus turun menitih jalan berundak berupa tatanan batu cemper atau batu tipis dengan kerendahan mencapai lokasi sekitar dua puluh meter dari puncak ketinggian kampungnya. Sungai Recang bukan berupa aliran sungai melainkan sumber mata air yang mengalir dari bawah akar pohon Recang. Jenis pohon ini memiliki keunikan pada buahnya yang amat ditakuti oleh warga di sekitarnya. Bila buah pohon Recang sudah tua dan berwarna hitam hingga jatuh menimpah rambut di kepala maka teramat sulit untuk melepaskannya karena langsung "mbulet" (baca, Bawean: akombhel). Salah satu cara untuk melepas lekatan buah tersebut harus digunting rambutnya hingga plontos seperti rambut potongan ratentara akhirnya. Akan tetapi, secara medis buah tersebut tidak membahayakan. Justru bila seseorang pernah kejatuhan buah pohon Recang yang sudah hitam merupakan sebuah keberkahan baginya karena tidak akan pernah tumbuh uban selama hidupnya hingga akhir hayat. Hal ini merupakan pengakuan warga setempat yang memang tidak sengaja kejatuhan.

Salah seorang nenek tua berusia hampir seratus tahun ini, sebut saja Nenek Wadiyah yang tinggal di dekat Sungai Recang menuturkan bahwa usia Sungai Recang sudah ratusan tahun adanya. Ayah dari nenek Wadiyah sendiri masih menangi (baca, Bawean: kacapok) awal adanya Sungai Recang tersebut. Keajaiban air bersih dan jernih dari Sungai Recang ini yaitu apabila musim penghujan atau musim dingin tiba rasa airnya hangat sedangkan pada musim panas atau kemarau tiba airnya berasa sejuk dan dingin. Banyak warga lain sebagai tetangga kampung terdekat seperti warga Kampung Rojing-Rojing dan sekitarnya berbondong-bondong mengambilnya untuk berbagai keperluan hidup sehari-hari. Alasan yang mengemuka sebagai keutamaan sumber mata air Sungai Recang, selain tingkat kadar kejernihan dan kebersihan ternyata dipercaya sebagai air berkhasiat obat. Banyak warga luar Pulau Bawean datang mengambil air sumber mata air Sungai Recang yang konon dalam penengokan orang "pintar" merupakan sumber mata air bertuah yang dijaga oleh roh halus yang baik budi. Salah seorang anak hingga kebawa umur setelah tidak sengaja melakukan kekeliruan prilaku saat mandi di Sungai Recang tersebut. Hingga saat ini warga tidak diperkenankan mengambil air dari sumber mata air Sungai Recang dengan cara menyanyonya atau menggunakan mesin pompa air. Air sumber mata aur Sungai Recang boleh diambil sepuasnya asal dengan cara menimbanya saja. Oleh sebab itu, pihak pemerintah lewat kasun (kepala dusun) dan kades (kepala desa) segera memberikan ulran bantuan dari dana ADD (Alokasi Dana Desa) atau sumber lain yang dianggap syah untuk membangun jalan berundak dan licin dengan bangunan yang lebih baik, sebelum hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di segala musim. Selamat berkunjung ke Sungai Recang!

Tergelincir, Pesawat Terbang Patah Roda Utama


Sebuah pesawat Twin Otter milik penerbangan Air Fast rute Surabaya-Bawean, Gresik yang membawa lima penumpang, tergelincir di landasan Taxiway Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Rabu (28/11/2018).

Pesawat itu mengalami kecelakaan saat hendak lepas landas dari Bandara Internasional Juanda. Insiden itu mengakibatkan roda bagian depan pesawat patah.

Petugas juga mengalami kesulitan mengevakuasi badan pesawat karena kondisi roda pesawat yang patah.

Menurut data PT Angkasa Pura l Surabaya, insiden tergelincirnya pesawat bermula saat pesawat parkir di Apron Bandara Internasional hendak menuju runway atau landasan pacu utama untuk lepas landas.

Namun saat melaju di Taxiway menuju landasan pacu, mendadak pesawat tergelincir dan langsung mengalami patah roda utama. Sehingga penerbangan batal dilakukan pilot pesawat.

Sejumlah petugas penyelamatan dari Angkasa Pura l langsung menuju ke lokasi setelah melihat dan mendapatkan laporan. Petugas langsung melakukan penyelamatan dan evakuasi.

Lima penumpang beserta dua crew pesawat pilot dan copilot berhasil dievakuasi dari dalam pesawat dan semua kondisinya selamat.

"Semua penumpang dan crew dalam pesawat, pilot dan copilot, sudah berhasil dievakuasi keluar. Semua kondisinya selamat," kata Humas PT Angkas Pura l Surabaya Yuristo Ardi.

Sementara itu, untuk mengetahui atau memastikan penyebab kecelakaan atau tergelincirnya pesawat tersebut, hingga saat ini masih dalam penyelidikan Tim KNKT yang sudah berada di lapangan.

Seiring indisen pesawat Air Fast ini, jadwal penerbangan rute Surabaya-Bawean melalui Bandara Internasional Juanda saat ini ditutup sementara hingga batas waktu tidak ditentukan.

Pascainsiden pesawat milik penerbangan Air Fast tergelincir, aktifitas penerbangan Bandara Internasional Juanda hingga Rabu sore, masih terlihat normal.

Untuk bangkai pesawat terlihat berada di landasan Taxiway bagian utara. Hingga kini belum ada keterangan resmi dari maskapai Air Fast selaku pemilik pesawat. [isa/air]

Sumber : Berita Jatim

Pesawat Terbang Air Fast Tujuan Bawean Tergelincir, Seluruh Penumpang Selamat


Pesawat maskapai Airfast PK-OCL jenis Twin Otter rute Surabaya-Bawean tergelincir di taxiway Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur. Roda sebelah kanan pesawat rusak.

"Tadi sekitar pukul 12.00 WIB, pesawat mengalami masalah di bagian roda. Terpaksa pemberangkatan dihentikan," ujar Humas Angkasa Pura I Juanda Surabaya, Yuristo Ardhi, Rabu, 28 November 2018.

Petugas langsung mengevakuasi lima penumpang pesawat. Beruntung tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Hingga saat ini evakuasi pesawat masih berlangsung.

Pihaknya masih belum mengetahui pasti kapan penjadwalan ulang penerbangan. Petugas masih memperbaiki kerusakan pesawat.

"Yang pasti, tiket penumpang dikembalikan," singkatnya.

Editor : Surya Perkasa

Sumber Metro TV

Pesawat Terbang Tujuan Bawean Tergelincir di Bandara Juanda, 5 Penumpang Berhasil Dievakuasi


Sebuah pesawat carter Airfast Indonesia tujuan Pulau Bawean mengalami patah ban di lokasi taxiway Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Rabu (27/11/2018) siang. Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut.

Yuristo Ardi Hanggoro dari bagian Humas PT Angkasa Pura 1 Juanda yang dikonfirmasi menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB di lokasi taxiway.

"Lima penumpang pesawat selamat dan langsung dievakuasi ke terminal penumpang. Sampai saat ini evakuasi pesawat masih terus dilakukan," ujarnya.

Taxiway adalah lokasi penghubung dari runway atau landasan pacu ke tempat parkir pesawat atau apron.

"Karena lokasinya di taxiway, jadi kejadian tadi tidak mengganggu aktivitas pesawat di Bandara Juanda. Kedatangan dan keberangkatan pesawat berjalan lancar tidak ada hambatan," terangnya.

Peristiwa tersebut terjadi saat pesawat Airfast Indonesia tujuan pulau Bawean itu berjalan dari apron menuju runway.

"Pesawat akan take off dan sudah bergerak dari apron menuju runway. Tapi akhirnya batal," ujarnya.

Sumber : Kompas

Termakan Isu, Warga Tanjung Anyar Mengungsi dari Rumahnya


Warga dusun Tanjung Anyar desa Lebak kecamatan Sangkapura Pulau Bawean Gresik diresahkan dengan adanya isu akan terjadinya gempa bumi dan tsunami. Akhirnya banyak warga yang mengungsi dari rumahnya, mencari tempat yang aman di pergunungan.

Syafi'e warga Tanjung Anyar membenarkan adanya isu yang tidak jelas sumbernya. "Dampaknya banyak warga yang meninggalkan rumahnya untuk mengungsi ke tempat ke dianggapnya aman,"katanya.

Menurutnya isu ini sangat membuat banyak warga yang ketakutan dan meresahkan. "Sudah beberapa malam, banyak warga memilih mengungsi dari rumahnya,"ujarnya.

Ironisnya menurut Ketua Gerakan Pemuda Ansor Cabang Bawean, ternyata isu ini mulai menyebar dan diikuti oleh banyak warga kampung lainnya.

H. Tuffa kepala desa Lebak membenarkan adanya isu yang membuat resah warganya. "Kemarin warga sudah ditemui dan diberi arahan agar tidak percaya dengan adanya isu yang tidak jelas sumbernya,"paparnya.

Tapi warga merasa ketakutan dengan sendirinya, disebabkan adanya informasi akan adanya gelombang laut akan tinggi. "Mereka takut karena dibuat oleh dirinya sendiri, sehingga sulit diberikan masukan agar tidak percaya adanya informasi yang tidak benar,"terangnya.

Akibat adanya isu tersebut, banyak warga yang bermalam dipengungsian dengan mendirikan tenda dengan tidur bersama. (bst)

9 Bulan Beras Raskin Macet Tak Terkirim ke Pulau Bawean


Setelah selama 9 bulan, pengiriman beras prasejahtera (rastra) ke Pulau Bawean terhenti. Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik Jawa Timur, berjanji akan segera menyalurkan beras yang menjadi hak masyarakat miskin atau prasejahtera itu.

Terhentinya penyaluran rastra ke Pulau Bawean itu, karena Dinsos pada APBD tahun 2018 tidak menyiapkan anggaran untuk pendistribusian. Namun, pasca ada perubahan APBD (P-APBD) 2018 pihak Dinsos akan melakukan koordinasi dengam Bulog untuk proses penyaluran kembali.

“Benar, selama 9 bulan rastra untuk masyarakat Pulau Bawean tidak bisa didistribusikan karena tidak ada anggaran pengiriman. Namun, pada P-APBD 2018 anggarannya sudah disiapkan maka kami akan segera distribusikan pada minggu ini,” kata, Kepala Dinsos Kabupaten Gresik Jairuddin usai mengikuti apel peringatan Hari Santri, Senin (22/10/2018).

Di tambahkannya, bahwa untuk proses pendistribusian masih dalam kajian pihaknya. Sebab, dalam penyalurannya nanti apakah dilakukan dengan penunjukan langsung atau memakai sistem lelang.

“Pendistribusian rastra lewat lelang atau penunjukan langsung, ini masih harus kita tentukan. Karena, jumlah yang harus dikirim itu besar. Soalnya, rastra yang selama 9 bulan belum tersalurkan dijadikan satu. Sehingga anggaran untuk pengirimannya pun cukup besar,” ujarnya.

“Untuk mengantisipasi agar hal serupa tidak terulang kedepan, kami sudah mempersiapkan anggaran pada KUA-PPAS tahun 2019. Sehingga, rastra bisa dikirim kembali pada tiap bulannya tanpa kendala,” tutupnya. 

Bawean Berduka, Kyai Berkharismatik Tinggi Berpulang


Seminggu yang lalu, tepatnya hari selasa tanggal 16 Oktober 2019, pada waktu siang hari kita dikejutkan dengan kepergian tokoh ulama asal Pulau Bawean Gresik, yaitu KH. Ahmad Anwar bin KH. Zainuddin Hamid menghadap sang Khaliq.

Tokoh berkharismatik tinggi yang meninggal dunia dalam usia muda, dikenal sebagai sosok panutan warga Bawean. Seringkali tampil dalam kegiatan warga, beliau memimpin pembacaan Al Qur'an dengan suara yang merdu dan fasih. Selain itu, beliau juga seringkali memimpin pembacan do'a.

Adapun aktivitas sehari-hari Almarhum, aktif sebagai pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Pancur sebagai pelanjut kepemimpinan ponpes yang didirikan oleh KH. Abd. Hamid Thobri. Kesibukan beliau aktif sebagai pengajar santri di Pondok Pesantren yang diasuhnya. Disamping itu juga aktif sebagai tokoh jamaah sholawatan di Pulau Bawean dan organisasi Nahdlatul Ulama.

Kyai Sholehoddin, adik ipar KH. Ahmad Anwar mengatakan Almarhum sejak mulai usia kecil ketika belajar dibangku madrasah Ibtidaiyah sampai nyantri ke daratan Pulau Jawa selalu bersamanya. Sehingga bisa mengenal sosok Almarhum yang penyabar dan gigih dalam mencari ilmu.

KH. Ahmad Anwar belajar di Pondok Pesantren Sladi Pasuruan, terus berlanjut belajar sampai ke tanah suci Mekkah. Dan akhirnya menghafal Al Qur'an dengan berguru kepada KH. Burdah di Pulau Bawean.

Menurutnya Almarhum termasuk sosok yang sabar dan selalu mengalah. "Dibuktikan ketika menghadapi persoalan selalu memilih mengalah,"ujarnya.

Demikian juga ketika diminta tolong, ternyata selalu siap dan tak kenal waktu untuk selalu hadir.

Disamping itu penampilan keseharian penuh kesederhaan dengan pakaian khas dengan memakai sarung.

KH. Ahmad Anwar adalah pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda sebagai pelanjut dari ayahnya KH. Zainuddin yang didirikan oleh KH. Abd. Hamid Thobri di desa Sidogedungbatu kecamatan Sangkapura Kabupaten Gresik. Pondok Pesantren yang dikenal mempertahankan keshalafannya ini termasuk pondok tua berdiri di Pulau Bawean yang eksis dengan jumlah santri tergolong banyak.

Almarhum meninggal dunia dengan meninggalkan seorang isteri dan 3 anak. Semoga segala amal kebaikan Almarhum diterima disisi-Nya dan kesalahannya mendapat ampunan dari Allah SWT. Marilah kita mengirim do'a dikhususkan kepada Almarhum.... Al Fatihah.....


Angin Puting Beliung Terjang Pulau Bawean Gresik, Perahu dan Rumah Warga Porak-poranda


Bencana alam angin puting beliung menerpa beberapa rumah dan pernah nelayan milik warga Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik.

Tidak ada korban jiwa, tapi kerugian diperkirakan puluhan juta rupiah.

Dalam musibah angin puting beliung di Pulau Bawean tersebut mengakibatkan dua buah perahu nelayan rusak. Bahkan ada perahu yang terangkat ke pantai.

Selain itu, sebuah rumah tertimpa pohon kelapa dan atap rumah yang berserakan.

Warga Pulau Bawean yang juga anggota DPRD Gresik, Muhammad Subki, mengatakan bahwa beberapa perahu nelayan yang menjadi korban bencana alam angin puting beliung yaitu perahu milik Kasen dan Samyedi.

Sedangkan rumah yang tertimpa pohon kelapa di tepi pantai itu milik Rapsia. Dan rumah yang atapnya porak poranda milik Tipa. Semuanya warga Tanjungori Kecamatan Tambak Pulau Bawean.

"Pemerintah bisa memberikan pengetahuan bagi masyarakat di Pulau Bawean agar tanggap terhadap bencana."

"Selain itu juga memberikan bantuan perbaikan sarana prasarana yang rusak akibat bencana alam," kata Subki anggota DPRD Gresik.

Sementara Kepala BPBD Gresik, Tarso, menyatakan masyarakat di pesisir pantai untuk waspada adanya bencana alam angin puting beliung.

"Pemerintah daerah sudah mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di pesisir pantai agar berhati-hati saat musim panca roba. Sehingga tidak sampai ada korban jiwa," kata Tarso.

Sumber : Tribun News

Perubahan Jadwal KMP Gili Iyang Selama Seminggu


KMP Gili Iyang rute Pulau Bawean tujuan Pelabuhan Paciran Lamongan dan Pelabuhan Gresik untuk seminggu ini terjadi perubahan jadwal keberangkatan. Sesuai surat yang dikeluarkan oleh PT. Pelayaran ASDP Indonesia (Persero), perubahan menyesuaikan dengan adanya kunjungan Menteri Perhubungan RI di Pelabuhan Paciran Lamongan.

Suhaemi Petugas PT Pelayaran ASDP Indonesia (Persero) membenarkan adanya perubahan jadwal selama 1 minggu. "Setelahnya, mulai tanggal 23 oktober 2018 akan kembali ke jadwal normal,"katanya.

Jadi perubahan jadwal ini hanya satu minggu saja, setelah kegiatan kunjungan selesai maka kembali diberlakukan jadwal seperti biasanya. (bst)

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean