bawean ad network
pemilu
bank jatim

Berita

Pendidikan

Kesehatan

Transportasi

Surat Pembaca


TERKINIindex

Gerakan Menurunkan Tiang Antena HP
Penggunanya Takut Disambar Petir

Media Bawean, 25 April 2013

Peristiwa sekeluarga tersambar petir di Sumbertorak, desa Sidogedungbatu, Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik, (rabu, 23/4/2013), mengakibatkan isteri dan anak meninggal dunia, sedangkat Fathur mengalami luka dibagian dagu dan lengannya. Penyebabnya antena hp yang dipasang disamping rumahnya disambar petir di siang bolong.

Pasca kejadian keluarga Fathur yang disambar petir, membuat pelajaran yang berharga kepada pengguna antena hp yang lainnya. Banyak warga sekitarnya yang sebelumnya menggunakan antena penangkap sinyal handphone, lalu akhirnya memutuskan untuk menurunkannya. "Lebih baik tidak menerima handphone daripada resiko disambar petir,"kata warga setempat.

Informasi yang dihimpun Media Bawean, menurut Nafsiyah, warga Sumber Torak menyatakan ada sekitar 20 tiang antena hp yang diturunkan oleh pemiliknya. Alasannya, khawatir disambar petir seperti milik Fathur.

"Sebagian warga masih tetap memasang antena, tapi kabelnya disimpan di luar rumahnya. Bila ingin menelepon atau menerima telepon diterima diluar rumah,"paparnya.

Badruttamam, Sekdes Sidogedungbatu, membenarkan adanya gerakan penurunan tiang antena handphone di desanya akibat adanya peristiwa yang merenggut 2 korban jiwa setelah disambar petir.

Menurutnya, sudah saatnya provider handphone di Pulau Bawean memperluas jaringannya sampai ke desa Sidoegdungbatu. "Kebutuhan jaringan seluler mutlak diperlukan untuk berkomunikasi bersama keluarga di dalam negeri ataupun di luar negeri seperti di Malaysia ataupun Singapura,"ujarnya.

"Akibat kebutuhan, akhirnya warga memasang tiang antena handphone yang berisiko seperti kejadian kemarin merenggut 2 korban jiwa, ataupun pergi mencari sinyal ke banyak tempatnya yang areanya tersedia jaringan di luar rumah,"terangnya. (bst)

Hari Anti Narkotika Internasional (HANI)
Diselenggarakan di Pulau Bawean

Media Bawean, 25 April 2014


Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gresik merencanakan akan menggelar Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) bertempat di Pulau Bawean, mulai tanggal 22 Mei 2014 sampai 23 Mei 2014.

Rencana kegiatan HANI bertempat di Pulau Bawean disampaikan oleh Ir. Eko Inda Wahjudi sebagai Kasi Pencegahan BNN Kabupaten Gresik ketika pertemuan bersama Abdul Adim, Camat Sangkapura (kamis,24/4/2014) di Kantor Kecamatan Sangkapura.

Menurut Eko, peringatan HANI bertempat di Pulau Bawean direncanakan akan dihadiri Kepala BNN Pusat dari Jakarta, Kepala BNN Provinsi Jawa Timur bersama Kepala BNN Kabupaten Gresik.

"Dalam kegiatan akan diselenggarakan penyuluhan Anti Narkoba di Pulau Bawean, menggelar jalan sehat memperebutkan banyak hadiah utama dan hiburan, serta hari puncaknya pagelaran konser musik  mendatangkan artis dari ibu kota,"katanya.

"Selain menggelar kegiatan, BNN selama di Pulau Bawean akan menikmati keindahan obyek wisatanya termasuk rencana berkunjung ke Pulau Gili dan Pulau Noko,"terangnya.

Abdul Adim, Camat Sangkapura menyambut rencana kegiatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) yang rencananya akan dipusatkan di Kecamatan Sangkapura, menyatakan siap mensukseskan dan mendukung pelaksanaan kegiatan di Pulau Bawean. (bst)

Sosialisasi Dispendukcapil Gresik
Pelayanan Gratis tanpa Pungli

Media Bawean, 24 April 2014

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Gresik melalukan sosialisasi Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2013 tentang administrasi kependudukan. UU tersebut merupakan perubahan perubahan UU Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. Kamis (24/4/2014), di Pendopo Kecamatan Sangkapura melakukan sosialisasi kepada Kepala Desa Se-Kecamatan Sangkapura dan Kecamatan Tambak di Pulau Bawean.

Penjelasan atas UU Nomor 24 Tahun 2013 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2006 Tentang administrasi kependudukan, ada 31 poin perubahan. Diantaranya Pasal 32 ayat (2) di UU Nomor 23 Tahun 2006 bahwa pencatatan kelahiran yang melampaui batas waktu 1 (satu) tahun sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilaksanakan berdasarkan penetapan pengadilan negeri, di dalam revisi UU Nomor 24 Tahun 2013, Pasal 32 ayat (2) ini dihapus. "Jadi sekarang tidak menggunakan penetapan dari pengadilan negeri, cukup keputusan dari Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Gresik,"kata Akhmad Muzakki selakun Bidang Kependudukan ditemui Media Bawean.

Pasal 27 ayat (1) dijelaskan bahwa setiap pelaporan kelahiran oleh penduduk dilaksanakan di instansi pelaksana tempat penduduk berdomisili. Sementara di ayat(2) dijelaskan bahwa penerbitan kutipan akta kelahiran tanpa dipungut biaya sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

"Penerbitan Akta Pencatatan Sipil yang semula dilaksanakan di tempat terjadinya peristiwa penting, diubah menjadi di tempat domisili penduduk. Jadi sekarang, orang luar Gresik lahir di sini melaporkan ke Dispendukcapil tempat di domisili penduduk tersebut. Penduduk Gresik yang kelahiran di luar Gresik melapornya ke Dispendukcapil Gresik supaya lebih mudah," jelasnya.

Lebih lanjut, Akhmad Muzakki menjelaskan, untuk pasal 32 ayat (1) UU Nomor 24 Tahun 2013 dinyatakan bahwa pelaporan kelahiran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) yang melampaui batas waktu 60 (enam puluh) hari sejak tanggal kelahiran, pencatatan dan penerbitan akta kelahiran dilaksanakan setelah mendapatkan keputusan kepala instansi pelaksana setempat.

Masa berlaku e-KTP masa berlakunya dirubah menjadi seumur hidup. Jadi, tidak perlu perpanjangan. Dan kalau e-KTP ini rusak atau hilang, penduduk pemilik e-KTP wajib melaporkan kepada instansi pelaksana melalui camat, lurah atau kepala desa, paling lambat 14 hari dan melengkapi surat pernyataan penyebab terjadinya rusak atau hilang. .

Perubahan UU Nomor 24 Tahun 2013 tentang dokumen kependudukan ini juga mengatur tentang masa berlaku KTP elektronik (e-KTP). Dinyatakan di Pasal 64 ayat (7) bahwa e-KTP untuk Warga Negara Indonesia (WNI) masa berlakunya seumur hidup dan bagi orang asing masa berlakunya disesuaikan dengan masa berlaku ijin tinggal tetap. 

Untuk pelayanan kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Gresik untuk pembuatan KK, e-KTP, Akte Kelahiran dan pelayanan lainnya kepada masyarakat digratiskan tanpa ada pungutan biaya, sebagaimana Surat Instruksi Bupati Gresik Nomor 1 Tahun 2013 tentang Pelayanan Kependudukan Gratis. 

"Termasuk pengurusan mulai dari tingkat desa, kecamatan, sampai di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Gresik seluruhnya gratis tanpa ada pembiayaan. Jika ada biaya, itu namanya pungutan liar atau disebut pungli,"tegas Akhmad Muzakki. (bst)

Antena HP Membawa Maut
Ibu dan Anak Meninggal Disambar Petir

Media Bawean, 23 April 2014


Petir disiang bolong membawa maut di Dusun Sumber Torak, desa Sidogedungbatu, kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik (rabu, 23/4/2014).

Antena HP yang dipasang disamping rumah Fathur (28 Th.) menjadi penyebab mengundang petir ketika hujan rintik-rintik waktu siang hari, tepatnya jam 10.30 WIB. Ketika sekeluarga keasyikan beristirahat didalam rumah, menikmati kebahagiaan suami bersama isteri tercintai disertai buah hatinya.

Badruttamam, Sekdes Sidoegdungbatu, menyatakan kronologi kejadian sekitar jam 10,30 WIB. ketika suasana hujan tidak deras disertai petir, Fathul (28 th.) bersama Masita (24 th.), dan Irfan (anaknya berusia 20 bulan) sedang tiduran di dekat jendela, tiba- tiba petir menyambarnya penuh kekuatan super dahsyat mengakibatkan isi didalam rumahnya gosong dan banyak yang runtuh.

"Akibatnya Masita dann anaknya bernama Irfan meninggal dunia di tempat kejadian, sedangkan Fathul mengalami luka dibagian dagu, dan lengan tangannya akibat terkena kayu dan kaca,"katanya.

"Kondisi lantai rumah dari keramik juga berantakan, dan jendelanya hancur,"tuturnya.

"Diduga petir ikut kabel antena hp kedalam rumahnya, sedangkan  hp sebelum disambar petir sudah dilepas oleh Fathur,"terangnya.

"Untuk kondisi Fathur sudah sadar tapi masih trauma dengan kondisi luka dibagian dagu agak dalam dan bagian lengan tangannya,"pungkas Sekdes Sidogedungbatu.

Korban meninggal dunia dimakamkan di Pemakaman Umum tepatnya jam 16.00 WIB. (bst)

Berita Sekolah di Pulau Bawean
SMAN I Gelar Peringatan Hari Kartini

Media Bawean, 23 April 2014


SMA Negeri 1 Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik memperingati lahirnya pelopor emansipasi wanita di Indonesia yang terkenal dengan surat-suratnya dibukukan terjemahan "Habis Gelap Terbitlah Terang", sanggul, kebaya serta kekreativitasan beliau, yakni R.A.Kartini.

Walaupun waktunya lebih 2 hari (rabu, 23 April 2014) dari semestinya, namun antusias keluarga besar SMA Negei 1 Sangkapura sangatlah meriah dan semarak. Kali ini SMA Negeri 1 Sangkapura mengangkat sebuah tema "Menyapa Kartini dengan Kreatiivitas Kaum Wanita". Hal ini terlihat jelas dari perlombaan yang diadakan, seperti merias, menyajikan menu makan siang (PKK) serta menulis surat untuk anggota dewan.

Seperti yang kita ketahui pada umumnya bahwa di Pulau Bawean mengenal sosok R.A.Kartini hanya dari sisi penampilan. Padahal dibalik sanggul dan kebaya beliau, terselip karakter, kebiasaan, kreativitas, jiwa pahlawan, serta ilmu religi beliau yang apik. 

Sekitar pukul 08.30 kegiatan tersebut dibuka oleh Bapak Swandi, S.Pd di Aula SMA Negeri 1 Sangkapura. Lomba merias dimulai dengan seorang sebagai perias, seorang siswi sebagai Kartini dan seorang siswa sebagai Kartono. Dengan 3 orang juri, dalam waktu merias 45 menit. Begitu pula dengan lomba menulis surat untuk anggota dewan. Sedangkan untuk menyajikan menu makan siang, di sajikan sekitar pukul 11.00. Seluruh kegiatan tersebut disaksikan serta diikuti oleh 15 kelas, yakni kelas X dan kelas XI. 

Perlombaan tersebut diadakan dengan maksud agar sosok Kartini dikenal dan contoh baik itu dari segi karakternya yang ingin memajukan bangsa serta kekreativitasan beliau. Semoga di Pulau Bawean dapat melahirkan Kartini muda yang dapat meneruskan apa yang sepatutnya di perjuangkan seperti halnya R.A.Kartini. (Kiriman Zuhra FN)

Nelayan desa Tambak
Amankan Perahu dari Luar Bawean

Media Bawean, 23 April 2014

Sudah habis kesabaran nelayan asal desa Tambak, Pulau Bawean, Gresik, akhirnya hari sabtu sore (19/4/2014) dengan kompak berhasil mengamankan nelayan dari luar Pulau Bawean.

Setelah berhasil mengamankan, nelayan desa Tambak menggiring perahu ketepi pantai. Selanjutnya persoalan diserahkan kepada pemerintahan desa Tambak.

Sundusiyah, Kepala Desa Tambak dihubungi Media Bawean (selasa, 22/4/2014) membenarkan adanya perahu asal dari luar Pulau Bawean yang diamankan oleh nelayan di desanya.

Alasannya menurut Kades Tambak, nelayan tersebut sudah meresahkan kepada nelayan di desa Tambak. "Alat tangkap ikan yang dipergunakan lebih canggih sehingga banyak nelayan yang merasa dirugikan,"katanya.

"Karena sudah berulang kali dilakukan, sementara nelayan disini hanya bisa menontonnya terkadang melihat seperti meremehkan. Akhirnya salah satu perahu nelayan tersebut berhasil diamankan oleh nelayan,"ujarnya.

Tujuannya menurut Kades, hanya ingin memberikan efek jera kepada nelayan dari  luar agar jangan menggunakan alat canggih yang merugikan nelayan lokal yang memakai alat tradisional. "Adapun solusi terhadap perahu yang diamankan masih akan ditempuh melalui jalur musyawarah,"paparnya.

Pol Air Pulau Bawean, Brigadir Shodiq Susanto ditemui Media Bawean membenarkan adanya perahu yang diamankan oleh nelayan desa Tambak. "Sebenarnya tidak ada masalah nelayan asal daerah luar melakukan penangkapan ikan, apalagi jaraknya sekitar 30 mil dari darat, hanya persoalannya mereka mencari ikan di dekat rumpon milik nelayan Tambak,"terangnya.

Apakah jaring yang digunakan menangkap ikan termasuk pukat harimau ataupun sejenis jaring yang dilarang? "Tidak, nelayan tersebut menggunakan jaring cantrang. Sejenis jaring yang diperbolehkan untuk dipergunakan menangkap ikan,"jawabnya. (bst)

Ganasnya Mawar Merah

Media Bawean, 23 April 2014 

Oleh : Eklis Dinika (Dosen STAIHA Bawean) 


Di Era yang semakin materialistis ini UANG dapat merubah segalanya, bahkan UANG dapat menukar keimanan seseorang inilah yang terjadi saat ini. Karena UANG hubungan keluarga jadi hancur berantakan; karena uang pula lah penyebab tidak ada bedanya orang awam dengan orang-orang yang cerdas; mengapa demikian? Fenomina yang terjadi di era politik (pileg) beberapa hari yang lalu menjawab teka-teki dalam sanubariku selama puluhan tahun, memang benar adanya dalam semalam kumbang- kumbang malam berhasil mencari mangsa yang menjadi sasaran mereka ini bukan rahasia lagi, bahkan mereka bangga memperbincangkan apa yang mereka lakukan padahal hal tersebut bertentangan dengan ajaran agama Islam, MAWAR MERAH (uang seratus ribu) dapat merubah segalanya padahal sebelum adanya serangan MAWAR MERAH mereka telah berjanji memberikan suaranya kepada seseorang yang menjadi pilihan hatinya tetapi semua itu hanya ucapan dusta belaka setelah MAWAR MERAH menghampirinya, akhirnya mereka lupa dengan kesepakatan awal sehingga suaranya tergadai selama lima tahun ke depan. Naudzubillah.

Padahal hadist yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud r.a disebutkan “Sesungguhnya kebenaran itu membawa ke surga. Dan membiasakan dirinya berkata benar tercatat di sisi Allah siddiq. Dan dusta membawa kepada lancung sedang lancung membawa ke neraka. Dan seseorang yang suka berdusta tercatat di sisi Allah sebagai pendusta”.

Hadist di atas sudah jelas bahwasanya kita sebagai umat yang beragama Islam diharapkan jangan suka berdusta karena dusta itu akan membawa kita ke neraka. Selain itu dusta juga termasuk ciri-ciri orang MUNAFIK. Selain itu orang yang berdusta atau tidak konsekwen terhadap ucapannya maka siksa Allah amatlah berat. Sebagaimana Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 44 yang artinya: “ Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebaikan, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca kitab? Tidakkah kamu mengerti?

Saudaraku, sebenarnya perkataan dusta itu ada hubungannya dengan otak kita. Selama ini, para ilmuwan tidak mengetahui di bagian otak mana pada manusia yang paling bertanggung jawab terhadap sebuah dusta atau kebohongan. Orang hanya tahu kalau dusta itu muncul dari sebuah ucapan, tapi tidak mengetahui kalau itu ada hubungannya dengan bagian tertentu dalam otak.

Setelah melakukan penelitian,akhirnya para ilmuwan menemukan sebuah kesimpulan. Bahwa, otak bagian depan yang terletak pada ubun-ubun itulah yang paling bertanggung jawab terhadap terjadinya dusta. Yang mengagumkan adalah bahwa Al-Quran sejak berabad-abad yang lalu telah berbicara tentang fungsi ubun-ubun ini ketika membicarakan Abu Jahl yang terdapat dalam Surah Al-‘Alaq ayat 15 dan 16 yang artinya: “Sekali-kali tidak! Sungguh,jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya kami tarik ubun-ubunnya (ke dalam neraka). (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan dan durhaka”.

Maksud Kami tarik ubun-ubunnya adalah memasukkannya ke dalam neraka dengan menarik kepalanya. Memang benar pepatah mengatakan “Lidah tidak bertulang” jadi dengan mudahnya mengutarakan janji ataupun memutar balikkan fakta tanpa memperdulikan apakah itu melanggar ajaran Agama ataupun tidak , tapi hanya dengan godaan Mawar Merah pengetahuannya tentang ajaran Agama yang mengajarkan larangan tentang berdusta diabaikan begitu saja, Subhanallah.

Saudaraku, bertaubatlah selama pintu taubat masih terbuka lebar untuk kita, sebelum ajal menjemput karena kebaikan apa saja yang kita kerjakan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan siapa yang berbuat kebaikan, maka keuntungannya kembali pada dirinya sendiri, itulah firman Allah SWT yang harus dikerjakan oleh umatnya. 

Rasulullah SAW, bersabda : Tiap pagi ada kewajiban bersedekah untuk tiap-tiap ruas (persendian). Maka tiap ucapan (Subhanallah) sedekah, ucapan (Alhamdulillah ) sedekah, ucapan (Laa Ilaha Illallaah) sedekah, dan tiap ucapan (Allahu Akbar) sedekah, menganjurkan kebaikan, dan mencegah dari kemungkaran sedekah, dan memadai dari semua itu shalat dhuha dua rakaat”.

Saudaraku, sebenarnya dalam tubuh manusia ada tiga ratus enam puluh (360) ruas (persendian) yang harus kita syukuri dengan cara berbuat kebaikan hanya dengan membaca kalimat thayyibah dan sholat dhuha seperti hadist Rasulullah di atas kita telah bersedekah, walaupun kita tidak bersedekah dengan meteri. Yang terpenting buat kita adalah jangan sekali-kali berdusta terhadap orang lain katakanlah kebenaran itu walaupun terasa pahit, berusahalah agar dapat bermanfaat untuk orang lain dalam setiap apaun yang kita lakukan, tanamkanlah dalam diri kita untuk berbuat baik tanpa memperhitungkan jasa, karena Allah tidak pernah tidur, Dia Maha Mengetahuai apa yang telah dan yang akan terjadi.

Peringatan Hari Kartini di Bawean
Gugus I TK Gelar Seni di Perikanan

Media Bawean, 23 April 2014


Memperingati hari Kartini oleh Gugus I TK kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik diselenggarakan kemarin (selasa, 22/4/2014), bertempat di Komplek Perikanan Bawean.

Siti Khomairoh, selaku Ketua Gugus I dalam sambutannya menyampaikan ucapakan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung terselenggaranya Peringatan Hari Kartini Gugus I TK Kecamatan Sangkapura.  'Melalui kerjasama yang kompak, Gugus I telah merayakan pernuh semarak,"katanya.

Ditengah-tengah sambutan, Ketua Gugus I TK Sangkapura memberikan penghargaan kepada TK Sidogedungbatu II atas kinerjanya yang dinilai sangat baik dalam melaksanakan tugasnya.

Selanjutnya, Imron, mewakili Kepala UPTD Pendidikan Sangkapura dalam samnbutanya mengajak kepada seluruh kaum ibu untuk meneladani perjuangan Ibu Kartini,. "Melalui buku "Habis Gelap, Terbitlah Terang," ayo kaum ibu bangkit membangun bangsa dan negara,"ujarnya.

"Siswa TK merupakan generasi penerus bangsa yang nantinya menjadi cikal bakal pemimpin bangsa tentunya layak untuk menggali sejarah bangsa seperti memperingati hari Kartini,"paparnya.

Bertempat di Komplek Perikanan Bawean, antraksi kreasi seni TK Gugus I ditampilkan, yaitu penyanyi cilik asal Kumalasa dengan membawakan tembang Cintai Aku Karena Allah, berhasil memukau seluruh yang hadir dalam acara.

Selanjutnya penampilan fashion dari TK Aisyah juga membuat seluruh penonton terhibur dengan acara peringatan Hari Kartini di Pulau Bawean. (bst)

Peringatan Hari Kartini di Bawean
Dharma Wanita Berkreasi Penuh Aksi

Media Bawean, 23 April 2014


Kemeriahan Peringatan Hari Kartini di kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik mendapat apresiasi dari Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Tambak.

Mahfud, Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Tambak, dihubungi Media Bawean mengatakan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya acara peringatan hari Kartini di Kecamatan Tambak, khususnya Dharma Wanita.

Menurutnya, kegiatan yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita mendapat sambutan hangat dari kaum ibu, termasuk kaum bapak.

"Kemampuannya dalam berkreasi seni merupakan bukti emansipasi kaum ibu untuk mengangkatnya seiring kemajuan zaman,"katanya.

"Kaum ibu bangkit sejajar dengan kaum bapak, tolak ukurnya kemampuan dirinya dalam berfikir termasuk berkreasi seni seperti dalam merayakan momentum hari kartini sebagai sejarah perjuangan perempuan di NKRI,"paparnya.

Mahfud mengharap peringatan hari kartini merupakan wujud untuk emasipasi kaum ibu untuk meningkatkan prestasi serta etos kerja yang tinggi untuk meraih kesuksesan dalam hidup.

Kemeriahan peringatan hari kartini oleh Dhama Wanita kecamatan Tambak mendapat sorotan BCW-LSM. Dari Nazar menilai kemeriahan dalam memperingati hari kartini jangan hanya ditunjukkan dalam kegiatan seremonial saja. "Perlu dikaji dan ditiru dari perjuangan Kartini untuk mengangkat kaumnya,"ujarnya. (bst)

Peringatan Hari Kartini di Bawean
Ibu Guru dan Siswa Tampil Ala Kartini

Media Bawean, 23 April 2014


Memperingati hari Kartini (21 April 2014), kaum ibu di Pulau Bawean, Gresik menunjukkan penampilan yang serba beda daripada hari biasanya. Hal ini ditunjukkan oleh ibu guru dan siswa di sekolah, terlihat memakai pakaian kebaya.

Setiap sekolah menggelar upacara hari kartini, tampil sebagai inspektur upacara berserta lainnya adalah kaum ibu. Menunjukkan emansipasi kaum ibu yang mampu menjadi tonggak pemimpin bangsa. Seperti upacara yang dilaksanakan di SDN Kotakusuma dan SDN Sungaiteluk, Sangkapura.

Setelah upacara selesai, siswa SDN Kotakusuma didampingi seluruh guru mengadakan karnaval keliling kota Sangkapura. Dengan memakai baju khas daerah, siswa terlihat lebih gagah.

Sedangkan di SDN Sungaiteluk, menurut Eko, mengatakan peringatan hari kartini dirayakan penuh semarak diikuti seluruh guru dan siswa.

Disisi lain, hari senin (21/4/2014) kota Sangkapura diguyur hujan lebat. Akhirnya agenda acara kegiatan hari kartini yang bertempat di Alun-Alun kota Sangkapura yang diselenggarakan oleh Taman Kanak-Kanak (TK) terhambat situasi dan kondisi cuaca. Akhirnya seluruh peserta beserta orang tuanya memilih berteduh daripada bertahan dibawah guyuran air hujan. (bst)

Popular Posts

 

© Copyright Media Bawean 2005 -2013 | Design by Jasa Pembuatan Blog | Support by Kang Salman | Powered by Bawean.Net.