bawean ad network
iklan
bank jatim

Berita

Pendidikan

Kesehatan

Transportasi

Surat Pembaca


TERKINIindex

Turnamen Sepak Bola PORSET Cup
Hadiah Rp. 40 Juta Diikuti 64 Club

Media Bawean, 21 September 2014


Turnamen Sepak Bola PORSET Cup 2014 di Lapangan Tambak, Pulau Bawean, Gresik dimulai hari sabtu (20/9/2014).

Pertandingan yang diikuti sebanyak 64 club sepak bola se-Pulau Bawean memperebutkan total hadiah sebesar Rp.40 juta. Rinciannya, juara I memperoleh hadiah Rp. 15juta, juara II memperoleh Rp.10juta, juara III dan IV masing-masing memperoleh Rp.5 juta, sedangkan Rp.5juta untuk hadiah piala.

AKP. Susantoro, Kapolsek Tambak dalam sambutannya berpesan agar bermain sportif untuk meriah prestasi. "Hindari kerusuhan, selesaikan semua persoalan dengan penuh kebersamaan,"katanya.

"Bila terjadi kerusuhan nantinya resiko berhadapan dengan hukum akan ditanggungnya,"ujarnya.

M. Natsir Abrari, sebagai Ketua KONI Kecamatan Tambak dalam membuka Turnamen Sepak Bola PORSET Cup menyatakan selama pelaksanaan turnamen yang di gelar di Tambak selalu sukses tanpa ada permasalahan. "Marilah bertanding dengan menjunjung sportivitas yang tinggi untuk mengukir prestasi terbaik,"paparnya.

Sebagai tanda dimulainya turnamen, M. Natsir Abrari menyerahkan bola kepada wasit untuk memulainya pertandingan yang digelar selama sebulan lamanya.

Pertandingan awal, yaitu PS, Putra Bahari (Pateken) Vs Perseta (Tanah Rata). Babak pertama, Perseta mendapatkan kado tendangan pinalti tapi disayangkan tendangannya tidak berhasil bersarang ke gawang PS. Putra Bahari.

Hasil imbang 0 : 0, akhirnya pertandingan melalui adu pinalti dengan hasil PS, Putra Bahari berhasil mematahkan Perseta dengan skore 4 : 3.

Pertandingan kedua, PS. Putra Gelora (Pedalaman) berhasil mengalahkan PS. Rajawali (Pekalongan) dengan skore 2 : 1.

Umar Junaid, panitia turnamen mengatakan jumlah penonton di pertandingan perdana sudah membludak sehubungan club yang bertanding sudah mendatangkan pemain bon asal Pulau Jawa. (bst)

Meninggal Dunia Memasang Jaring
di Pantai Ria Pulau Bawean

Media Bawean, 19 September 2014


Jaring membawa maut ternyata menimpa Shaleh (64 th.) asal Dusun Laut Sawah, desa Pudakit Barat, Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik, hari jum'at (19/9/2014).

Shaleh berangkat ke laut Pantai Ria di desa Dekatagung, Sangkapura setelah shalat jum'at dengan tujuan menjaring ikan.

Setelahnya Sharir asal Pemangkon, desa Pudakit Barat, datang menyusul dibelakangnya. Sampai di Pantai Ria, Sharir mengaku terkejut melihat kondisi Shaleh sudah terapung di laut dekat tempat jaringnya dipasang.

Selanjutnya Sharir meminta bantuan Nidi untuk membawa Shaleh kepinggir laut. Setelahnya langsung berita meninggalnya Shaleh membuat heboh masyarakat sekitarnya.

AKP. Tulus, Kapolsek Sangkapura dihubungi Media Bawean membenarkan adanya warga bernama Shaleh asal Pudakit Barat telah meninggal dunia di Pantai Ria saat memasang jari mencari ikan.

Sesuai hasil pemeriksaan medis, Kapolsek menerangkan tidak ada tanda kekerasan di tubuhnya termasuk tidak ada yang luka. "Penyebabnya mati mendadak di laut, bisa disebabkan jantung,"paparnya.(bst)

Kualitas Jalan PNPM di Kumalasa
Diragukan Kontruksi Pembangunannya

Media Bawean, 19 September 2014


Pembangunan jalan rabat beton di Dusun Kumalabaru, desa Kumalasa, kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik diragukan kualitas kontruksinya sehubungan campuranya diperkirakan 1, 6, 8 dari yang seharusnya 1,4,6.

Terbukti kualitas jalan yang dibangun sepanjang 500 meter bisa dilihat melalui mata telanjang seperti terlalu muda dalam campurannya sehingga mudah untuk rusak. Warga Kumalasa yang tidak bersedia disebut namanya mengatakan pembangunan jalan di Kumalabaru menuju Kumalasa sudah diperbaiki setelah dibangun sekitar 2 bulan yang lalu. "Tapi meskipun diperbaiki tetap saja diraguan kualitasnya sehubungan kontruksi dari awal campurannya sudah tidak sesuai,"katanya.

Muhammad Yusuf, UPK PNPM di kecamatan Sangkapura dihubungi Media Bawean menuding bahwa kerusakan jalan disebabkan oleh warga Desa Kumalasa, melewati jalan yang dibangun sebelum waktunya selama 25 atau sampai 28 hari. "Yaitu ketika ada  kegiatan mahasiswa di desa Kumalasa, dan pengangkutan material untuk pembangunan jalan di desa Kumalasa,"katanya.

"Besok akan ditinjau kesana, bila ada kerusakan nantinya akan dibahas bersama desa untuk perbaikannya,"ujarnya.

Menerima tudingan UPK PNPM kecamatan Sangkapura, Kepala Desa Kumalasa, Idham Cholik mengatakan untuk mengangkut mahasiswa ke Kumalasa sudah meminta izin setelah proyek selesai dibangun selama 9 hari. "Untuk mengangkut material pembangunan di desa Kumalasa setelah proyek selesai selama 23 hari,"terangnya.

"Umumnya Jalan Poros Desa (JPD) bisa dilewati setelah dibangun selama 5 hari,"paparnya.

Jadi menurut Kades Kumalasa, melihat kondisi pembangunan PNPM yang ada sekarang ini memang sepertinya kualitas kurang sesuai seperti proyek jalan lainnya. (bst)

Warga Pulau Bawean Sambut Gembira
atas Pelayanan Dispendukcapi Gresik

Media Bawean, 19 September 2014


Guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Pulau Bawean, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Gresik membuka layanan di kecamatan Tambak dan kecamatan Sangkapura, mulai kemarin (kamis, 18/9/2014) sampai jum'at (19/9/2014).

Menurut petugas Dispendukcapil Kabupaten Gresik mengatakan seluruh layanan diberikan kepada seluruh warga Pulau Bawean dengan melengkapi seluruh persyaratan. "Jika persyaratannnya kurang lengkap, maka harus dilengkapi terlebih dahulu,"katanya.

"Dalam pelayanan semuanya diberikan gratis tanpa dipungut biaya seperesenpun,"ujarnya.

Susu Khomairoh ditemui Media Bawean mengaku senang sekali atas pelayanan Dispendukcapil Kabupaten Gresik di Pulau Bawean. "Jika mengurus sendiri ke Kantor Dispendukcapil Kabupaten Gresik tentunya membutuhkan biaya sangat besar, seperti ongkos kapal dan penginapan selama berada di Gresik,"ujarnya.

"Kedatangan petugas membuka pelayanan di Pulau Bawean, merupakan keberuntungan untuk mengurus akte kelahiran anak,"paparnya.

Apakah dikenakan biaya dalam mengurus akte kelahiran? "Tidak ada pembiayaan seperesenpun, semua gratis tanpa dipungut bayaran,"jawabnya dengan tersenyum gembira.

Susi Khomairoh mengucapkan terima kasih kepada Bupati Gresik atas pelayanan pengurusan akte kelahiran secara gratis yang membuka layanan di Pulau Bawean.

Hal senada disampaikan  Bahril Amiki menyampaikan memuaskan atas pelayanan Dispendukcapil Kabupaten Gresik di Pulau Bawean. "Berkat dibukanya pelayanan bisa mengurus akte kelahiran anak di Pulau Bawean,"ujarnya.

"Termasuk tidak terbebani uang sehubungan gratis tanpa dikenakan pembiayaan,"pungkasnya dengan raut muka senang. (bst)

Jalan Maut di Sangkapura Bawean

Media Bawean, 19 September 2014


Di Sangkapura, tepat di jalan simpang 4 dari arah timur menuju Alun-Alun Sangkapura, atau menuju kantor kecamatan Sangkapura atau jalan ke Pemandian Air Panas selalunya terjadi tabrakan antara sepeda motor. Perlu kehati-hatian bagi penggunanya dalam mengendarai sepeda motor karena jalan ini sudah merenggut 2 korban jiwa.
Ramli Rachman yang rumahnya berdekatan jalan simpang 4 ditemui Media Bawean, mengatakan hampir tiap minggu terjadi kecelakaan, mulai dari kecelakaan ringan sampai merenggut korban jiwa. "Mulai terjadinya kecelakaan sejak jalan lingkar sudah dipaving,"katanya.

Menurutnya, jalan mulus tersebut dijadikan ajang kebut-kebutan oleh penggunanya tanpa memikirkan dampaknya akan mengalami kecelakaan sehubungan adanya simpangan ke 4 arah. "Jalan mulus cenderung dibuat ngebut pengendara sepeda motor. Tidak adanya traffic light dan rambu-rambu, seakan melegalkan hal tersebut,"katanya. 

Sebagai pemilik rumah yang berdekatan dengan jalan tersebut mengharap adanya solusi agar tidak terjadi kecelakaan berulang-ulang, seperti diberi polisi tidur atau jenis lainnya. "Terusterang hampir tiap malam tidak bisa tidur karena seringkali terganggu adanya kecelakaan didekat rumah,"paparnya.

Hal senada diungkapkan Nur Yasin yang pernah mengalami kecelakaan  di jalan simpang 4, sudah saatnya jalan tersebut menjadi perhatian khusus oleh pihak berwenang agar tidak memakan korban lainnya.

AKP, Tulus, Kapolsek Sangkapura membenarkan seringnya terjadi kecelakaan di jalan simpang 4 arah ke Alun-Alun dan jalan menuju kantor kecamatan. "Melihat kondisi jalan simpangan sepertinya saling tidak melihatnya sehingga rawan terjadinya kecelakaan,"ujarnya.

Untuk mencari solusi, Kapolsek Sangkapura masih melakukan koordinasi dengan pejabat terkait untuk mengatasi persoalan seringnya terjadi kecelakaan di jalan simpang 4.

Perlu diketahui, bahwa peristiwa tabrakan tadi malam telah merenggut seorang pemuda asal Dusun Boom bernama Rizki Setiawan (19 th.), sedangkan lawannya bernama Syamsul Arifin asal Pulau Gili masih dirawat di Puskesmas Sangkapura.

Informasi yang dihimpun Media Bawean, bahwa Syamsul Arifin asal Pulau Gili bekerja di area Perikanan Sangkapura, saat terjadi tabrakan setelah datang menghantarkan ikan ke rumah tunangannya di Dusun Duku Sungairujing tujuan kembali ke Perikanan. Rencananya Syamsul Arifin akan menikah setelah hari raya idul adha. (bst)

Antisipasi Kenakalan Remaja
Muspika Gelar Penyuluhan ke Daun

Media Bawean, 19 September 2014


Maraknya kenakalan remaja di bumi Pulau Bawean, Gresik, disikapi olej Muspika Sangkapura dengan menggelar penyuluhan ke desa. Tadi malam (kamis malam jum'at, 18/9/2014), bertempat di masjid Daun Barat, dihadiri Abdul Adim (Camat Sangkapura), AKP. Tulus (Kapolsek Sangkapuura), Kapten Inf. Abdul Karim (Komandan Koramil Sangkapura), H. Darnoji (Puskesmas Sangkapura), dan Abdul Aziz (Kepala Desa Daun), serta seluruh remaja di Dusun Daun Barat.

Dalam penyuluhan, Camat Sangkapura, Abdul Adim mengajak kepada suruh remaja untuk bercermin atas kejadian yang ada selama ini, agar menghindari seluruh perbuatan tidak baik di masyarakat.

"Terjadinya tabrakan membawa maut di Sangkapura tadi malam, seharusnya jadi pelajaran berharga bagi kita semuanya untuk selalu berhati-hati bila mengendarai sepeda motor di jalan,"katanya.

Selain itu, Camat mengungkapkan adanya temuan beberapa anak yang mengalami gangguan syaraf akibat oplosan, juga harus dihindari demi menyelamatkan generasi penerus bangsa.

AKP. Tulus, Kapolsek Sangkapura dalam penjelasannya menyatakan Gresik sebagai Kota Santri sudah memiliki undang-undang terhadap pengguna atau penjualan minuman keras, termasuk pengguna oplosan juga bisa dikenakan sanksi.

"Sanksinya sudah diatur dalam Perda, bila nantinya ada pelanggaran hukum untuk efek jeranya tentunya proses hukum bagi pengguna ataupun penjualnya,"tuturnya.

"Sebaiknya dihindari hal-hal yang melanggar hukum agar tidak berurusan dengan pihak berwajib,"harapnya.

Menurutnya usia remaja kecenderungan mencoba tanpa memikirkan resiko yang dihadapinya, akibatnya berdampak kepada pribadinya sendiri. Dengan tegas AKP. Tulus memperingatkan jauhi narkoba. "Jangan sekali-kali mengkonsumsi narkoba karena pengguna dan pengedarnya akan dikenakan sanksi berat bila ditangkap oleh petugas,"tegasnya.

Kapten Inf. Abdul Karim (Komandan Koramil Sangkapura) mengatakan baru bertugas selama mengabdi baru di Pulau Bawean yang penduduknya muslim. "Sebagai umat Islam tentunya menghindari adanya minuman keras ataupun sejenisnya demi menyelamatkan generasi penerus bangsa,"sarannya.

Sedangkan H. Darnoji mewakili Puskesmas Sangkapura menjelaskan dampak pengunaan narkoba sejenisnya termasuk oplosan. "Maraknya oplosan disebabkan penggunanya tidak memahami resiko yang ditanggungnya akibat pengaruh penyalahgunaan yang dikonsumsinya,"ungkapnya.

"Walaupun obat, bila disalahgunakan tentunya akan berdampak besar kepada kesehatan termasuk gangguan syaraf termasuk membawa kematian bagi penggunanya,"jelasnya.

Abdul Aziz, Kepala Desa Daun mewarning kepada seluruh remaja di Daun Barat, jangan sekali-kali terlihat dalam perbuatan melanggar hukum. "Penyuluhan ini digelar dalam rangka memberikan pemahaman serta penjelasan terkait kenakalan remaja. Jika nantinya ada kenakalan yang melanggar hukum, resikonya akan berurusan dengan pihak berwajib,"terangnya. (bst)

BPJS Sosialisasi di Pulau Bawean

Media Bawean, 19 September 2014


Sosialisasi BPJS Kesehatan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan) di kantor kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik diselenggarakan hari kamis (18/9/2014), bertempat di Pendopo kecamatan Sangkapura.

Hadir seluruh kepala desa dalam pertemuan yang dihadiri dari perwakilan BPJS, perwakilan Dinas Kesehatan Gresik dan perwakilan RSUD Ibnu Sina Gresik.

Artiah dari RSUD Ibnu Sina menjelaskan prosedur pengurusan pasien memakai BPJS, termasuk haknya setelah menjadi anggota. Lebih diperjelas BPJS Mandiri yang menurutnya dalam pelayanan menerima perlakukan sama, hanya beda dari kelas terdiri dari 3 untuk ruang inap pasien di rumah sakit.

Bidan di RSUD Ibnu Sina mengajak seluruh kepala desa untuk mensosialisasikan kepada warganya terkait adanya layanan BPJS. "Pelayanan kesehatan dijamin ringan karena seluruh pembiayaan dalam pemeriksaan, perawatan dan perobatan sudah ditanggung oleh pihak BPJS, hanya kewajibannya membayar angsuran setiap bulan sesuai kelasnya,"katanya.

"Sebaiknya mengurus BPJS sebelum masuk rumah sakit, bila proses sudah berjalan akan mengurusnya tentunya akan mempersulit dalam pengurusannya. Apalagi si pasien sudah masuk pelayanan umum dengan membayar sendiri,"ujarnya.

Miftah dari petugas BPJS Gresik menjelaskan proses pendaftaran BPJS, diantaranya persyaratan keanggotan harus dilengkapi KK, KTP dan Foto, serta membayar iuran melalui bank yang kerjasama bersama BPJS.

"Untuk mengatasi persoalan jauhnya jarak antara Gresik - Pulau Bawean, solusinya pendaftaran bisa dilakukan melalui sistem online,"tuturnya.

Abdul Aziz, kepala desa Daun meminta kepada pihak BPJS untuk melakukan pelayanan massal di Pulau Bawean, seperti layanan lainnya. "Bila mendaftar ke Gresik tentunya membutuhkan biaya mahal kepada warga, ataupun melalui online kelemahannya masyarakat masih banyak yang gaptek,"ungkapnya.

Salam dalam pertemuan meminta penjelasan adanya Kartu Sehat sebagaimana diprogramkan oleh Presiden RI yang terpilih Joko Widodo. "Selama ini sudah banyak warga menanyakan  tentang adanya Kartu Sehat,"paparnya.

Sedangkan Saufan, kades Sungairujing meminta agar pelayanan kepada warganya betul-betul serius dalam pelayanan kesehatan. "Khawatirnya nanti obat-obatannya lebih murah dibanding yang umum,"tegasnya.

Petugas BPJS dalam menjawab harapan kepala desa mengatakan masih akan mencari solusi terbaik untuk pelayanan terhadap warga Pulau Bawean. (bst)

Kecelakaan Maut di Jalan Simpang 4

Media Bawean, 18 September 2014


Kecelakaan maut kembali terjadi di Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik, yaitu sepeda motor byson tabrakan dengan sepeda motor satri F, hari rabu malam kamis (17/9/2014).

Sesuai data di kantor Polsek Sangkapura, sepeda motor satria F bernopol W 5271 SC dikendarai Rizqi Setiawan (19 th.) asal Dusun Boom, desa Sawahmulya, lawannya sepeda motor byson bernopol W 6063 KL dikendarai Syamsul Arifin (19 th.) asal Pulau Gili, desa Sidogedungbatu.

Diperkirakan tabrakan terjadi jam 21.30 WIB. (17/9/2014), tepatnya di jalan raya Nirwana, dusun Air Panas, desa Sawahmulya, Sangkapura.(jalan raya simpang empat menuju Alun-Alun, menuju kantor kecamatan, ke air panas).

Sumber sementara menyatakan Rizqi Setiawan mengendarai sepeda motor dari arah kantor kecamatan, sedangkan Syamsul Arifin dari arah timur menuju barat ke Alun-Alun, tepat posisi jalan simpang empat keduanya bertabrakan dahsyat sehingga sepeda motor yang dikendarainya terpental beberapa meter dari lokasi kejadian. 

Untuk korbannya, Rizqi Setiawan masuk kedalam parit jalan, setelah mendapatkan pertolongan dari warga sekitar ternyata korban langsung meninggal dunia di lokasi kejadian. Luka yang dialami Rizqi Setiawan yaitu pendarahan dari telinga , hidung dan mulut, serta telapak kaki kiri sobek.

Korban selamat yaitu Syamsul Arifin tergeletak di jalan raya dengan mengalami luka parah dibagian mata kiri, luka sobek bagian kepala, kaki kiri lecet dan pendarahan dari hidungnya.

AKP. Tulus, Kapolsek Sangkapura ditemui Mediia Bawean membenarkan adanya kejadian kecelakaan maut yang terjadi dijalan simpang empat kota Sangkapura. "Untuk keterangan lengkapnya belum bisa dijelaskan secara mendetail tentang kronologi kejadian, sehubungan waktu terjadi kecelakaan dijalan tersebut sangat sepi sehingga kesulitan mencari saksi. Sedangkan korban selamat masih dalam kondisi perawatan di Puskesmas Sangkapura belum bisa dimintai keterangan,"terangnya. (bst)

Waspada Penjual Obat Mata Ilegal
Bergentayangan di Pulau Bawean

Media Bawean, 17 September 2014

Sudah sebulan beroperasi penjual obat herbal untuk mata melakukan aksinya di Pulau Bawean, Gresik. Hampir seluruh kepala desa memberikan tandatangan dan stempel untuk meringankan langkah mereka keluar masuk di desa.

Menurut dr. Tony S. Hartanto (rabu, 17/9/2014), mereka penjual obat herban untuk mata telah dipanggil ke Puskesmas Sangkapura untuk dimintai katerangan. Setelah menjelaskan modus penjualannya di Pulau Bawean, maka dilarang untuk menjual kepada warga sehubungan tidak memiliki izin dari Dinas Kesehatan.

"Jika tetap melakukan penjualan maka proses hukum akan ditempuhnya,"ujarnya.

dr. Tony S. Hartanto mengaku bertemu penjual obat secara tidak sengaja waku dipanggil oleh pasien ke desa Dekatagung. Setelah sampai disana, ternyata ada acara kumpul-kumpul warga oleh penjual obat mata, disertai pemeriksaan dan lain-lainnya. "Pertama masuk mereka mengatasnamakan yayasan melakukan sosialisasi gratis, setelahnya baru menawarkan produknya agar warga membelinya,"paparnya.

Harga yang ditawarkan kepada warga berkisar antara Rp.150ribu sampai Rp.180ribu.

Kepala Puskesmas Sangkapura menyatakan untuk pemeriksaan atau tindakan medis harus seizin Dinas Kesehatan. "Yang disayangkan ternyata 6 orang penjual obat herbal untuk mata yang berasal dari Jawa Barat mendapat persetujuan dari sebagian kepala desa dengan memberikan tanda tangan dan stempel. Seharusnya sebelum memberikan izin melakukan koordinasi dengan pihak puskesmas agar warganya tidak menjadi korban penjualan bermodus obat-obatan,"terangnya.

Sebagaimana diketahui Media Bawean, hari senin (15/9/2014) ada 2 orang penjual obat-obatan herbal untuk mata mendatangai balai desa Kumalasa. Idham Cholik setelah menerima 2 tamunya meminta surat keterangan dari puskesmas bila ingin menawarkan jenis obat-obatan. Setelah diminta tidak bisa menunjukkan, justru mengaku sudah sebulan berjualan obat di Pulau Bawean dan mendapatkan izin dari sekitar 13 kepala desa di Sangkapura. (bst)

Jamaah Haji Asal Pulau Bawean
Tiba di Tanah Suci Kota Mekkah

Media Bawean, 17 September 2014

Laporan Nasichun Amin dari Mekkah


Rombongan jamaah haji dari Kabupaten  Gresik kloter SUB 11 telah tiba di Kota Suci Mekkah, hari selasa, 16 September 2014 sekitar pukul 17;00 waktu Mekkah. 

Letak rumah tinggal berada di Rumah No. C.01 wilayah Mahbazjin sekitar 2 kilo meter dari Masjidil Haram. Masuk dalam rombongan tersebut KBIH dari Pulau Bawean dan beberapa warga Bawean lainnya yang ada di beberapa KBIH di Gresik. 

Abdul Malik jamaah asal Desa Daun dari KBIH Al Jazirah Bawean menuturkan sangat bersyukur dan gembira karena telah sampai di Mekkah dalam keadaan sehat dan bugar. setelah sekitar 9 hari berada di Madinah dan menempuh 8 jam perjalanan Madinah - Mekkah. 

Begitu juga yang disampaikan oleh Zainul Abidin jamaah haji dari Kotakusuma yang ikut dalam KBIH Babussalan Gresik. 

Menurut pengamatan Nasichun Amin sebagai anggota Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH) di Arab Saudi yang ikut menyambut kedatangan jamaah bahwa jamaah haji sangat bersemangat dan berharap bisa menunaikan ibadah dengan baik. 

Kepala KUA Sangkapura sempat memberi nasehat kepada jamaah agar selalu menjaga kesehatan dan kebugaran sehingga dapat beribadah lebih sempurna.

Popular Posts

 

© Copyright Media Bawean 2005 -2013 | Design by Jasa Pembuatan Blog | Support by Kang Salman | Powered by Bawean.Net.