Bawean Berita

Olahraga

Pendidikan

Transportasi

Kesehatan

TERKINIindex

Respon Ketua PCNU Bawean ;
Pertemuan Bhineka Tunggal Ika

Media Bawean, 30 Januari 2012

Pertemuan MWCNU Kepuhteluk dalam rangka peringatan maulid, hari minggu (29/1/2012) direspon oleh Ketua PCNU Bawean, Ir. H. Syariful Mizan dengan menyatakan pertemuan Bhineka Tunggal Ika, bukan pertemuan Nahdlatul Ulama.

Menurut H. Mizan, pertemuan yang digelar oleh MWCNU Kepuhteluk dihadiri oleh banyak warga bukan pengurus NU saja, termasuk dari berbagai macam ragam sehingga pertemuan bisa dikatakan Bhineka Tunggal Ika.

"Terusterang saya sendiri diundang ke pertemuan di Kepuhteluk, tetapi tidak hadiri disebabkan ada acara pemekaran Ranting NU di Menara,"katanya.

Perlu diketahui pertemuan dalam rangka peringatan maulid yang digelar oleh MWCNU Kepuhteluk  (minggu, 30/1/2012), menghadirkan pembicara Ali Asyhar sebagai Ketua PC. Lakpesdam NU Bawean dan Dr. Jazuni, SH. dari Jakarta.

Dalam pertemuan,  Jazuni sebagai pembicara telah membedah secara lengkap tentang kinerja  Pengurus NU Cabang Bawean. Mulai membedakan model pengurus NU tempo dahulu dengan sekarang, serta mengungkapkan banyaknya kekecewaan warga NU terhadap pengurusnya. Termasuk hubungan NU dengan politik praktis yang kecenderungan syahwatnya lebih besar.

Sukron Makmun sebagai aktivis asal Kepuhteluk, menyatakan kritik yang disampaikan oleh Jazuni semestinya dijadikan evaluasi untuk membangun organisasi NU lebih baik kedepan. "Pernyataan Jazuni, sepertinya sesuai kenyataan di masyarakat sehingga pemaparannya mendapat respon luar biasa dari peserta yang hadir,"ungkapnya. (bst)

Semua Mencintai NU

Media Bawean, 30 Januari 2012

Kemarin, Ahad 29 Januari 2012, saya menghadiri undangan MWC NU Kepuhteluk dalam rangka Maulid Nabi. Bersama Dr.Jazuni, SH , kami menyampaikan pemikiran tentang eksistensi NU, utamanya di pulau Bawean. Pokok-pokok pikiran saya adalah :

1. Islam yang masuk ke Nusantara adalah sunni. Hadratussyaikh KH.Hasyim Asy’ari dalam kitabnya Risalah Ahlisunnah Waljama’ah hal 9 menyatakan “ Kaum muslimin di nusantara pada awalnya adalah satu dalam madzhab, aqidah dan tashawuf”. Paham-paham lain baru muncul pada awal abad 20.

2. Paham-paham baru begitu mudah masuk. Pertanyaannya adalah, mengapa begitu mudah masuk. Saya menjawab karena tingkat pemahaman umat islam terhadap agamanya masih rendah. Alih-alih memahami islam secara mendalam, kewajiban shalat dan zakat saja masih banyak yang enggan. Akibatnya, jika ada faham baru yang menguntungkan dirinya atau menarik hatinya maka dengan cepat ia berubah. Contohnya adalah fahamnya Lia Eden yang masih hidup sampai hari ini. Awalnya Eden menyatakan bahwa ia adalah malaikat Jibril kemudian ia meralat bahwa ia adalah seorang nabi. Pengikutnya masih juga setia karena Eden benar-benar memperhatikan kesejahteraan pengikutnya. Sama halnya dengan Ahmad Mushadeq yang kini sudah tobat setelah kalah berdebat dengan KH. Said Aqil Siradj di mabes polri. Tidak tanggung tanggung, butuh waktu tiga jam untuk mengalahkan nabi palsu ini. Alhamdulillah, seluruh pengikutnya yang berjumlah sepuluh ribuan orang ikut bertobat. Andaikan Lia Eden mau diajak berdialog tentu jalan ceritanya mungkin akan berbeda.

3. Yang harus dilakukan oleh NU. Jujur ketika menyampaikan hal yang ke tiga ini, hati terasa berat. Karena saya faham bahwa mengusulkan jauh lebih gampang daripada berbuat. Saya bisa saja mengusulkan puluhan pendapat, tetapi bagiamana melaksanakan program yang bagus-bagus di tengah SDM warga NU yang rendah? Akhirnya saya menyampaikan 6 hal yang realistis.

a. Memperkokoh dan mengembangkan faham Ahlusunah Wal-jama’ah. Sarananya sudah ada. Yaitu Pondok Pesantren, Sekolah – sekolah formal milik LP.Ma’arif, tradisi, website, jejaring social, halaqah dan penyebaran buku.

b. Membangkitkan ekonomi warga NU. Sarananya yaitu pemberdayaan LAZISNU. Saat ini LAZISNU belum berkembang.

c. Menjaga empat pilar bangsa yaitu NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika. Sarananya adalah pondok pesantren, sekolah formal, website, jejaring social, halaqah, dan penyebaran buku. Penting juga selalu menjaga silaturahim dengan elemen bangsa yang lain seperti TNI dan Polri. Jalinan silaturahim antara NU, Polri dan TNI sangat penting. Kejadian pembakaran mushala milik orang Syi’ah di Sampang Madura mengindikasikan lemahnya koordinasi. Ketika saya dan teman dari Lamongan ( Ahmad Wahib) berkunjung ke Sampang dan bertanya kepada warga mereka menjawab bahwa pemimpin mereka , Tajul Mulk, adalah orang yang baik. Ia bergaul dengan warga secara baik. Namun dalam pengajiannya sering mencaci sahabat Abu Bakar, Umar dan Usman. Cacian kepada sahabat inilah yang membuat telinga warga memerah. Sampai di sini, andaikan ada koordinasi antara ranting NU , Polri dan TNI maka kejadian tersebut bisa dihindari.

d. Mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Bawean. Pemberdayaan LP.Ma’arif cabang Bawean adalah kuncinya. Dari 44 MINU, belasan MTs Ma’arif, satu SMP dan SMA NU adalah asset besar pendidikan di Bawean. Di era kepemimpinan bapak Abdul Halim saat ini, LP.Ma’arif sudah cukup kreatif dalam programnya. Kekurangan-kekurangan yang ada harus dibenahi secara continue.

e. Advokasi sarana public. Ada banyak persoalan service public yang harus selalu diawasi. Yaitu : Jalan lingkar Bawean, PLN, Telkom dan Transportasi laut dan udara. Pada titik ini NU harus berbenah. Belum banyak yang menyadari bahwa NU sudah saatnya menjadi ormas advokasi. Advokasi yang dilakukan NU terhadap service public baru bersifat sporadic dan biasanya atas inisiatif ketua dan dilakukan oleh ketua.

f. Advokasi public. Kasus korupsi, asusila, hutan lindung, perburuan rusa Bawean, terumbu karang, hutan bakau, langkanya BBM dan sembako adalah lahan besar garapan NU.

Kerja besar ini tidak mungkin berjalan bila hanya dibebankan kepada ketua dan rois. Maka aneh sangat aneh ketika di suatu forum, ketua ranting atau MWC NU menelanjangi kekurangan pengurus cabang padahal rantingnya sendiri programnya tidak berjalan. Adalah tidak lucu bila ada pengurus cabang dan MWC NU begitu bersemangat mengkritik ketua dan rois padahal sang pengkritik dikenal pemalas. Kata pepatah gajah di pelupuk mata tak tampak tetapi kuman di seberang lautan tampak. Dari 4 MWC NU yang ada maka yang paling sehat adalah MWC NU Daun. Disusul MWC NU Tambak dan MWC NU Kepuhteluk. Sedangkan MWC NU Sangkapura hidup segan mati tak mau.

Sedangkan Dr.Jazuni , SH menyampaikan kritik konstruktif kepada pengurus NU, diantaranya adalah pertama manfaat NU bagi kesejahteraan warganya belum maksimal. NU sebagai kereta yang besar belum bisa membawa warganya kepada hidup yang layak. Kedua pengurus NU jangan sampai menggadaikan NU untuk kepentingan pribadi.

Sahabat Rijal yang dikenal nyentrik menuturkan bahwa NU ibarat ibu dan partai politik ibarat istri. Bila ada ketidakcocokan dengan istri maka bisa dicerai, namun bila ada ketidakcocokan dengan ibu mustahil untuk dicerai.

Pentasarrufan BAZ Sangkapura
Serahkan Bantun Hewan Ternak

Media Bawean, 30 Januari 2012


Badan Amin Zakat (BAZ) kecamatan Sangkapura mengadakan kegiatan pentassarrufan zakat produktif di desa Gunungteguh, kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik (senin, 30/1/2012). Kegiatan dipusatkan di balai desa Gunung teguh telah diserahterimakan bantuan hibah murni sebanyak 5 ekor kambing dan bantuan uang tunai sebesar Rp.500ribu untuk 2 orang penerima untuk usaha ternak ayam.

Ustadz Masykur sebagai Ketua BAZ kecamatan Sangkapura dalam sambutanya menyampaikan bantuan hibah murni berupa 5 ekor hewan kambing dan bantuan modal usaha untuk 2 orang adalah hasil pengumpulan zakat produktif melalui BAZ kecamatan Sangkapura.

"Bantuan hibah murni yang diserahterimakan adalah hak sepenuhnya penerima bantuan dengan harapan agar dikembangbiakkan sehingga banyak, bertujuan memperbaiki ekonomi para penerima,"katanya.

"Bantuan yang diserahkan akan selalu dipantau oleh petugas UPZ disetiap desa, agar memiliki kemanfaatan besar bagi penerimanya, bukan sekedar menyerahkan saja setelahnya akan terlupakan,"paparnya.

"Dikarenakan bantuan adalah hibah murni, sepenuhnya menjadi hak penerima bantuan. Seandainya akan dijual tentunya dalam kondisi darurat, agar bantuan bisa bermanfaat serta membantu memperbaiki perekonomian,"terangnya.

Adapun penerima bantuan berupa 5  kambing di desa Gunungteguh, berasal dari Dusun Gunung Soka, Dusun Balikbak Gunung, Dusun Petong Bulung, Dusun Button, dan Dusun Barat Sawah. Sedangkan bantuan modal uang sebesar Rp.500ribu sebanyak 2 orang penerima berasal dari Dusun Menur dan Dusun Kelbung. (bst)

BBM Belum Kunjung Datang
PLN Bawean Menyala 8 Jam

Media Bawean, 30 Januari 2012

PLN Bawean mulai malam ini (senin, 30/1/2012) akan mengurangi jam menyala dari 24 jam menjadi 8 jam. Pemadaman mulai jam 24.00 WIB. dan menyala kembali jam 16.00 WIB. (selasa, 31/1/2012).

Pemadaman dilakukan akibat suplai BBM dari daratan Pulau Jawa ke Pulau Bawean belum terkirim akibat gelombang tinggi di perairan laut Pulau Jawa. "Hingga saat ini kapal pengangkut BBM belum diizinkan berlayar oleh Syahbandar Tanjung Perak Surabaya,"kata H. Achmad Antono sebagai Kepala UPJ PLN Bawean ditemui Media Bawean di kantornya.

Menurut H. Achmad Antono, kekuatan menyala selama 8 jam selama 6 hari, bila suplai tetap tidak terkirim dipastikan PLN Bawean mengalami pemadaman total.

"Ibarat handuk sudah diperas, akhirnya akan kering juga,"ujarnya mengibaratkan kondisi BBM PLN Bawean.

Sampai kapan akan kembali normal? "Yach, menunggu sampai suplay BBM sudah tiba di Pulau Bawean,"jawabnya.

H. Achmad Antono menyampaikan maaf kepada seluruh pelanggan PT. PLN Bawean disebabkan adanya pengurangan jam menyala. "Disebabkan kondisi alam, sehingga perlu bersabar dan berdo'a agar kondisi cuaca kembali bersahabat,"terangnya. (bst)

Kursi Ketua DPRD Gresik
Digoyang Ketua Komisi D

Media Bawean, 30 Januari 2012

Zulfan dinilai tidak mampu memberi keseimbangan politik, karena sering ’miring’ ke eksekutif sehingga merugikan pencitraan DPRD

GRESIK--Kursi Ketua DPRD Kabupaten Gresik Zulfan Hasyim digoyang Khuimaidi Maun, Ketua Komisi D DPRD setempat. Khumaidi yang juga rekan separtainya, menjelaskan bahwa DPC PKB telah mengevaluasi melalui rapat pengurus Dewan Tanfidz bersama anggota dan memutuskan untuk melengserkan Zulfan sebagai Ketua DPR.

Menurut Khumaidi , sejak memimpin DPRD Gresik terhitung mulai 23 Agustus tahun 2009 hingga Januari tahun 2012 Zulfan dianggap gagal. "Surat keputusan untuk menggantikan Zulfan dari posisi Ketua DPRD segera dikirim ke DPW, dan DPP PKB. Surat itu berisikan alasan-alasan pergantian Zulfan," ungkap Khumaidi Maun, Senin (30/1)

Saat ditanya terkait nomor surat tersebut Khumaidi mengaku lupa. Tetapi ia bertanggunjawab atas statemenya tersebut. "Saya tidak ingat nomor suratnya. Tapi saya berani bertanggungjawab," tegasnya.

Ketua DPC PKB Gresik, Moch Syafik AM, yang juga Ketua F-KB DPRD Gresik dikonfirmasi terkait pernyataan Khumaidi membenarkan. Menurut dia dalam beberapa kesempatan melalui rapat anggota di Fraksi maupun Tanfidz sering muncul pendapat yang disepakati untuk melengserkan Zulfan. "Faktanya memang seperti itu baik di Fraksi maupun Dewan Tanfid," ungkap Syafik, Senin (30/1)

Salah satu alasan rencana pelengseran itu, karena Zulfan dinilai tidak mampu memberi keseimbangan politik. Zulfan dianggap terlalu ke pemerintah sehingga secara pencitraan merugikan seluruh anggota DPRD.

"Bukan hanya PKB yang dirugikan, tetapi seluruh anggota DPRD juga dirugikan karena tidak bisa memberi keseimbangan politik. Ia terlalu ke pemerintah seolah-olah anggota ini sudah dapat apa-apa. Puncaknya pembahasan FS pada sidang istimewa yang lalu, pendapat anggota yang kritis terhadap kebijakan pemerinta selalu dipotong oleh Zulfan," terang Syafik.

Sementara menanggapi isu tersebut, Zulfan mengaku siap meladeni langkah Khumaidi yang ingin melengserkan dirinya dari kursi ketua DPRD. "Silahkan Pak Khumaidi mau menurunkan (mengganti,red) saya dari kursi Ketua DPRD Gresik. Asalkan, penurunan saya itu sesuai dengan koridor hukum yang berlaku, dan sesuai dengan AD/ART PKB, " kata Zulfan saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (30/1).

Ditegaskan Zulfan, kalau benar Khumaidi, dan ada beberapa orang DPC PKB yang akan menggantikan posisinya dari Ketua DPRD Gresik, maka dirinya tidak akan tinggal diam. Sebab, menurutnya penurunan tersebut melanggar aturan. Sebab, tidak ada alasan yang dibenarkan.

"Tidak ada aturan yang saya langgar, dan saya juga tidak melanggar AD/ART PKB. Karena itu, saya akan lakukan perlawanan, bahkan hingga ke pengadilan pun akan saya ladeni. Langkah itu saya lakukan untuk menunjukkan kalau tidak ada alasan yang dibenarkan untuk menggantikan saya dari posisi Ketua DPRD," terang Zulfan.

Zulfan menambahkan, kalau benar F-KB, dan pengurus tanfidz DPC PKB Gresik melakukan rapat gabungan dengan agenda menggantikan posisinya dari jabatan Ketua DPRD, maka rapat tersebut tidak punya otoritas untuk memutuskan pergantian Ketua DPRD. Sebab, sesuai dengan AD/ART PKB, untuk pergantian Ketua DPRD, maupun PAW (pergantian antarwaktu) anggota DPRD dari PKB itu harus dilakukan melalui rapat pleno, yang dihadiri dari pengurus tanfidz, dan dewan syuro.

"Jadi, rapat pengurus tanfidz itu tidak bisa memutuskan untuk pergantian Ketua DPRD," pungkas politisi gaek PKB asal pulau Bawean ini. md6 

Sumber : Surabaya Post

Petani Terancam Gagal Panen
Akibat Kurangnya Curah Hujan

Media Bawean, 29 Januari 2012


Kurangnya curah hujan di Pulau Bawean membawa dampak banyaknya sawah milik warga yang mengalami kekurangan air. Hampir diseluruh Pulau Bawean, khususnya sawah tidak ada irigasi mengalami kekeringan.

Kesedihan dan kesusahan menghantui para petani, setelah mereka mengeluarkan modal besar untuk bercocok tanam ternyata harapannya terancam gagal panen akibat curah hujan yang minim, sementara fasilitas irigasi tidak ada.

Idam asal Tambak, sebagai petani asal Tambak yang memiliki sawah di kawasan Sungairaya Lebak mengatakan tanamannya terancam gagal panen, setelah tidak ada hujan, sedangkan irigasi didekat sawahnya tidak bisa difungsikan. "Kita hanya bisa pasrah dan berdo'a, sedangkan modalnya untuk menggarap sawah sekitar harganya sepeda motor yang baru,"katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Sudirman asal Pudakit Timur, mengatakan petani banyak resah sehubungan kurangnya curah hujan, hampir seluruh sawah dikawasan barat mengalami kekeringan tidak ada airnya.

Abd. Aziz sebagai sebagai Kepala Balai Penyuluhan Pertanian kecamatan Tambak, membenarkan adanya banyak sawah di Pulau Bawean yang mengalami kekeringan akibat kurangnya curah hujan.

"Bila kondisi kekeringan sekarang dalam berumur muda masih ada hujan, besar harapan hasil penen masih bisa diharapkan bagus, tetapi bila seminggu kedepan masih belum ada hujan tentunya berdampak untuk gagal penen,"paparnya.

Kekeringan menurut Abd. Aziz bisa diantisipasi dengan memanfaatkan air sungai melalui irigasi, tapi permasalahannya untuk pembangunan irigasi memang wewenang Dinas Pertanian, sedangkan pembangunan dam penampungan air adalah wewenang Dinas Pekerjaan Umum (DPU).

"Masalahnya di Pulau Bawean, yang banyak mengalami kerusakan adalah dam penampungan air sungai yang seharusnya segara dilakukan pembangunan oleh Dinas PU,"ujar Abd. Aziz.

Sedangkan Mardiyah sebagai Kepala Balai Penyuluhan Pertanian kecamatan Sangkapura menyatakan kondisi sawah di Sangkapura masih banyak yang berair, hanya di kawasan Pulangasih, Sungairujing yang kekurangan air.

Pernyataan Mardiyah bertolak belakang, setelah Media Bawean meninjau langsung kondisi sawah di bagian barat mulai desa Lebak hingga Pudakit Barat, (minggu, 29/1/2012), ternyata hampir seluruh sawah mengalami kekeringan tidak ada airnya. Terlihat kondisi tanah pecah-pecah kehausan ingin air.

M. Zen sebagai Kepala UPT PU Bawean dihubungi Media Bawean mengatakan hampir 60 sampai 70 % kondisi dam penampungan air sungai di Pulau Bawean mengalami rusak total. "Sudah seringkali dilaporkan kondisi setiap dam, tetapi sampai sekarang belum ada pembangunan yang berdampak merugikan kepada petani,"terangnya.

"Laporan sudah dikirim tentang kerusakan dam, tapi kapan pembangunan dilaksanakan sampai sekarang belum ada titik terang,"jelasnya.

Kepala Dinas PU Kabupaten Gresik, Tugas Husni Syarwanto dihubungi via ponselnya, menyatakan laporan tentang kerusakan dam di Pulau Bawean akan segera ditindaklanjuti. "Memang dam penampungan air sungai adalah wewenang Dinas PU, sedangkan irigasinya adalah wewenang Dinas Pertanian,"pungkasnya. (bst)

3 Dam Di Paromaan Rusak
Sawah Warga Kekurangan Air

Media Bawean, 29 Januari 2012

Pemerintah Kabupaten Gresik berencana membangun megaproyek pembangunan Stadion Gunung Lengis senilai Rp 230 miliar. Disisi lain, masih banyak infrastruktur yang dibutuhkan oleh warga di Pulau Bawean yang mengalami rusak parah tanpa ada rencana pembangunan, sedangkan pembangunan yang ada dibiarkan begitu saja tanpa ada perbaikan. Dampaknya, seperti rusakanya dam sungai sebagai tempat penampungan air mengancam kepada petani akan gagal panen.

H. Kafil Kamsidi sebagai Kepala Desa Paromaan, kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik, dihubungi Media Bawean (minggu, 29/1/2012) mengatakan ada 3 dam sungai mengalami rusak total dan tidak bisa difungsikan. "Dampaknya banyak sawah milik warga desa Paromaan termasuk warga desa lainnya yang letaknya di desa Paromaan mengalami kekeringan akibat kurangnya hujan di Pulau Bawean,"katanya.

"Sudah berulang kali membuat dan mengirim proposal, ternyata hasilnya nihil tidak ada respon dari pemerintah daerah,"ujarnya.

"Kemarin sudah menghadap ke Dinas PU Kabupaten Gresik bertemu dengan ibu Susi, ternyata jawabanya tidak ada pembangunan disebabkan masih kekurangan anggaran,"terangnya.

Harapan besar Kepala Desa Paromaan, agar pemerintah daerah segera melakukan pembangunan 3 dam yang mengalami rusak total, agar bisa difungsikan kembali oleh petani untuk mengairi sawahnya. "Jika kondisi seperti sekarang tetap tidak ada respon untuk pembangunan, dampaknya seluruh petani akan gagal panen,"paparnya.

Menurut H. Kafil Kamsidi, warga sudah berusaha membuat penampungan  air sungai memakai tumpukan pasir didalam karung, tetapi saat banjir terjadi akan hilang disebabkan tidak permanen dan kontruksinya tidak kuat. (bst)

Dam Sungai Pudakit Timur Rusak
Petani Terancam Gagal Panen

Media Bawean, 29 Januari 2012


Dampak kerusakan dam sungai di desa Pudakit Timur, kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik, mengancam gagal panen bagi petani disekitar sungai.

Nur Hasyim sebagai Kepala Desa Pudakit Timur ditemui Media Bawean (minggu, 29/1/2012) mengatakan sudah berulangkali melaporkan kondisi dam sungai kepada pejabat berwenang, tetapi tidak ada respon untuk memperbaikinya sehingga rusak total.

"Kejadian rusaknya dam penampungan air sungai sekitar 15 hari yang lalu, ketika terjadi banjir besar telah memperokporandakan bangunan yang sudah rusak,"katanya.

"Kondisi sekarang sudah tidak hancur total, sehingga pembangunan dam harus dimulai dari semula agar petani yang memiliki lahan disekitar sungai bisa mengairi sawahnya,"ujarnya.

Hancurnya dam sungai sebagai penampungan air, menurut Kades Pudakit Timur, menyatakan mengancam kepada seluruh petani di daerahnya akan gagal panen. "Harapannya kepada pemerintah daerah, agar dam sungai yang rusak total bisa dibangun kembali sehingga petani bisa memanfaatkan irigasi melalui air sungai,"jelasnya.

Setelah melihat kondisi bangunan dam sungai yang rusak total, Nur Hasyim mengajak Media Bawean membuktikan secara langsung tanaman padi milik petani disekitar sungai sudah tidak berair dan kondisi tanah sudah pecah-pecah. (bst)

KIRANA I Angkut 421 Penumpang
Kapal EB 1C Besok Berangkat

Media Bawean, 29 Januari 2012


Setelah tertahan selama kurang lebih seminggu di Gresik, penumpang tujuan Pulau Bawean sudah terangkut dengan naik kapal KIRANA I milik PT. Dharma Lautan Utama (DLU). Tepat jam 10.30 WIB. (minggu, 29/1/2012) Kapal KIRANA I sandar di dermaga Pulau Bawean mengangkut penumpang sebanyak 421 orang.

Pantauan Media Bawean di dermaga Pulau Bawean, terlihat sebagian besar penumpang adalah warga atau keturunan Bawean  asal luar negeri bertujuan menghadiri acara maulid di Pulau Bawean, serta terlihat penumpang asli Bawean yang selama ini tertahan menunggu kapal di Gresik.

Nur Saenah asal Sidogedungbatu mengatakan bersyukur bisa pulang kampung, setelah tertahan di Gresik selama seminggu menunggu kapal. "Rencananya pulang ke Pulau Bawean untuk menghadiri peringatan maulid di kampung, seandainya tidak ada kapal rencananya akan terbang kembali ke Malaysia,"katanya.

Dhaif asal Daun yang turut serta dalam pelayaran dari Gresik - Bawean, menyatakan kondisi gelombang sudah mulai bersahabat. "Hanya 1 jam saja dalam perjalanan yang merasakan adanya gelombang,"ujarnya.

Setelah menurunkan penumpang, Kapal KIRANA I melajutkan pelayarananya menuju Kalimantan.

Kapal Express Bahari 1C. Besok Berangkat
Setelah kurang lebih seminggu lamanya, kapal cepat Express Bahari 1C tidak berangkat tujuan Gresik - Bawean disebabkan kondisi cuaca buruk diperairan laut Jawa, informasi yang diterima Media Bawean dari PT. SIM Cabang Gresik dipastikan (senin, 30/1/2012) akan berangkat menuju Pulau Bawean.

Reven sebagai Kepala Cabang PT. SIM Gresik, mengatakan kondisi cuaca sesuai hasil prakiraan BMKG sudah tenang kembali. "Dipastikan besok (senin, 30/1/2012) berangkat dari Gresik, dan hari selasa (31/1/2012) dari Pulau Bawean,"jelasnya. (bst)

Jadikan Peringatan Maulid Nabi
Untuk Merangsang Ekonomi Ummat

Media Bawean, 28 Januari 2012

Mari Kita Jadikan Momen Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.
Untuk Merangsang Gerak Ekonomi Ummat

Oleh: A. Fuad Usfa
Western Australia, 27 Januari 2012

Rasulullah Muhammad SAW lahir di kala bangsa-bangsa di dunia berada di tengah keterpurukan. Diantara ajaran yang dibawanya adalah kemandirian ummat di bidang sosial ekonomi, walau eronisnya realitas yang menimpa sebagian besar ummat Islam dewasa ini masih berada pada posisi kesulitan di bidang sosial ekonomi. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Buhari dan Muslim, dari Abu Hurairah ra, dari Rasulullah SAW, bahwa beliau bersabda: ‘Orang yang mengurusi janda dan orang miskin adalah bagaikan orang yang berjuang pada jalan Alah’. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, dari Sahl bin Sa’d, Rasulullah SAW bersabda: ‘Saya dan orang yang menanggung anak yatim berada di sorga begini’. Beliau berisyarat kepada jari telunjuk dan jari tengah, serta merenggangkan sedikit antara kedua jari itu. 

Di lain hadis yang diriwayatkan oleh An-Nasa’i, dari Abu Syuraih Khuwailid bin Amr Al Khuza’i, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: ‘Wahai Allah, sesungguhnya saya menganggap dosa orang yang menyia-nyiakan hak dua macam orang yang lemah, yaitu anak yatim dan perempuan. Di lain hadis pula, yang diriwayatkan oleh Muslim, dari Anas ra, dari Nabi SAW, Beliau bersabda: ‘Barang siapa yang mengasuh dua anak perempuannya sampai dewasa maka nanti pada hari kiamat aku bersama orang seperti dua jari ini’. Beliau mendempetkan jari-jarinya. 

Di lain hadis lagi, yang diriwayatkan oleh Muslim, dari Abu Hurairah, dari Nabi, Beliau bersabda: ‘Sejelek-jelek makanan yaitu makanan walimah (pesta), di mana orang yang membutuhkan makanan itu tidak diundang dan orang yang tidak membutuhkannya malah diundang.

Adapun dalam Kitab Suci Al Qur’an al Karim Allah SWT telah berfirman yang artinya: ‘Tahukah kamu orang-orang yang mendustakan agama?, itulah orang-orang yang menghardik anak yatim dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin’. (Q.S:107:1-3). Juga Allah SWT telah berfirman yang artinya: ‘Adapun terhadap anak-anak yatim maka janganlah kamu berlaku semena-mena, dan terhadap orang yang meminta-minta maka janganlah kamu menghardiknya’. (Q.S:93:9-10). 

Dalam konsep yang lebih operasional Islam telah menentukan ajaran zakaat, infaq dan sadakah, juga ajaran tentang pembebasan hamba sahaya. Itu semua terkandung makna yang merupakan ajaran pembebasan ummat dari kemelut ketidak berdayaan sosial ekonomi.

Sebagaimana telah disebutkan di atas, fakta saat ini menunjuk akan realitas, bahwa sebagian besar ummat Islam masih hidup dalam posisi kesulitan di bidang sosial ekonomi. Maka dalam momen memperingati hari lahir (maulid) Nabi Besar Muhammad SAW semestinya indahlah manakala orientasi kita mencari alternatif solusi bagaimana upaya merangsang agar mereka ikut masuk dalam gesekan perputaran uang, bukan hanya menjadi penonton yang terpedaya atau pelaku yang sebagai obyek.
‘Suatu harapan’.

DAFTAR PUSTAKA

Muslich Shabir, 1989, Terjemah Riyadlus Shalihin, Cv. Toha Putra Semarang.
Yayasan Penyelenggara Penterjemah/Pentafsir Al-Qur’an, 1971, Al-Qur’an Al-Karim Dan Terjemahannya Ke Dalam Bahasa Indonesia.

Catatan:
Normatif dalam Al Qur’an dan Sunnah Nabi sebagai telah penulis kutip tertera perempuan, janda dan anak yatim. Itu semua menunjuk pada symbol ketidak berdayaan sosial ekonomi di saat soko guru perekonomian (-keluarga-) berada sepenuhnya di tangan kaum laki-laki. Itulah sebabnya pada masa jahiliyah kehadiran bayi perempuan dianggap nista, oleh sebab hanya akan menjadi beban di sepanjang hayat keluarga, apalagi manakala terdapat banyak anak perempuan terlebih lagi pada keluarga tidak mampu atau miskin.

Popular Posts

Video


 

© Copyright Media Bawean 2010 -2011 | Design by Jasa Pembuatan Blog | Support by Kang Salman | Powered by Bawean.Net.