bawean ad network
iklan
bank jatim

Berita

Pendidikan

Kesehatan

Transportasi

Surat Pembaca


TERKINIindex

Jawa Timur Gelar Ekspedisi
Hari Nusantara di Pulau Bawean

Media Bawean, 23 Oktober 2014

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur dan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur mengadakan ekspedisi Pulau Bawean pada 23-25 Oktober 2014. “Ini pertama kalinya diadakan oleh Pemprov Jatim,” kata salah satu panitia Ekspedisi Bawean Adi Pasaribu ketika dihubungi wartawan. Rabu, 22 Oktober 2014.

Latar belakang diadakannya Ekspedisi Bawean adalah untuk mempromosikan dan menggali potensi pariwisata yang dimiliki Bawean sehingga diharapkan Provinsi Jawa Timur memiliki potensi pariwisata unggulan selain Gunung Bromo dan Gunung Ijen. Selain itu, Ekspedisi Bawean untuk mencoba membuat destinasi pariwisata seperti Bunaken maupun Raja Ampat.

Menurut Adi, wisata bahari khususnya wisata pulau kecil di Jawa Timur perlu dikembangkan. Tema yang diambil dari wisata Pulau Bawean adalah ekowisata yang akan menyuguhkan berbagai keindahan yang berada di Pulau Bawean maupun pulau-pulau kecil sekitar Pulau Bawean.

Ajang yang dihelat selama tiga hari tersebut terdiri dari berbagai rangkaian kegiatan. Untuk hari pertama yang diselenggarakan pada tanggal 23 Oktober 2014 akan diadakan beberapa kegiatan yaitu acara bersih-bersih pesisir pantai dan pelabuhan di Pulau Bawean, pameran, upacara bendera dengan inspektur upacara adalah Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Pada hari kedua akan diadakan acara yang bertajuk telusur pesisir. Dalam acara tersebut akan diadakan bakti sosial berupa pengobatan gratis di Pulau Gili salah satu pulau kecil yang dapat ditempuh selama 30 menit perjalanan dengan menggunakan kapal dari Pulau Bawean.

Untuk hari ketiga akan diadakan penyelaman massal di perairan sekitar Pulau Cina yang masih berada di sekitar Pulau Bawean dengan membentangkan bendera merah putih dan kain batik sepanjang 20 meter di bawah air. “Setelah itu acara akan dilanjutkan dengan fun dive yaitu menyelam bersama-sama untuk menikmati pemandangan laut Bawean,” ujar Adi.

Sumber : TEMPO

PT. Telkom Bawean "Manipulasi Speed"
Rugikan Pelanggan Speedy Se-Bawean

Media Bawean, 23 Oktober 2014


Pelayanan PT. Telkom di Pulau Bawean, Gresik dikeluhkan banyak pelanggannya, khususnya pengguna Speedy yang kecepatannya sangat kurang, tak sesuai promosi.

Herjadi Widodo,Kepala Bank Jatim Cabang Bawean dihubungi Media Bawean (rabu, 22/10/2014) mengatakan akses internet via speedy PT. Telkom kecepatannya sangat berkurang dan mengecewakan pelanggannya. 

"Seharusnya pelayanan ditingatkan untuk kepuasan pelanggannya di Pulau Bawean, apalagi kebutuhan internet sudah memasyarakat,"katanya.

Tapi kenyataan sekarang, menurutnya bila mengakses internet via speedy butuh waktu lumayan lama dalam pengirim data atau membuka situs akibat speednya kurang.
Kekecewaan sangat tinggi disampaikan Kika sebagai pengusaha warnet di Sangkapura, menurutnya sudah seringkali melaporkan ke kantor PT. Telkom termasuk melalui layanan 147 ternyata sampai sekarang belum ada respon untuk perbaikan layanan.

Lebih kanjut Kika menjelaskan dengan menunjukkan bukti bahwa PT. Telkom Bawean telah merugikan pelangganya, seharusnya langganan paket sosialita dengan kouta 512kbps/upload 256kbps, dengan harga Rp.199.000 sebelum PPN. Tapi kenyataannya seperti dilihat digambar tak sesuai.

"Paket sosialita dengan kuota 3GB speed download 512kbps/upload 256kbps perbulan. Tapi kenyataannya kuota masih sisa 2GB. speed tidak sesuai dengan PT. Telkom yang menjual produknya,"jelasnya.

Menurutnya, PT. Telkom Bawean telah memanipulasi speed yang merugikan kepada pelanggannya.  "Itupun PT. Telkom sudah mengetahui bila kecepatannya berkurang, sepertinya sengaja memanipulasi speed,"tuturnya.

"PT. Telkom sebagai BUMN seharusnya profesional dalam menjual produk ataupun memberikan pelayanan kepada pelanggannya. Jangan karena letaknya di Pulau Bawean lalu dibiarkan tanpa ada perbaikan layanan,"tegasnya.

"Persoalan manipulasi speed telah merugikan seluruh pelanggan speedy PT. Telkom se-Pulau Bawean, Ibarat kapasitas kapal cepat bermuatan 400 penumpang, lalu dimuati sebanyak 600 penumpang, tentunya mengurangi kecepatan kapal dan beresiko keselamatan dalam perjalanan,"ungkapnya dengan menggunakan perumpamaan.

Kepala PT.. Telkom Bawean, Bari, untuk dikonfirmasi atas keluhan pelanggannya tenyata tidak ada ditempat sedang berada di Pulau Jawa. 

Rasul sebagai pegawai PT. Telkom Bawean diminta penjelasan membenarkan bahwa kecepatan speedy berkurang sehubungan banyak pelanggan di seluruh Pulau Bawean.  "Banyak pelanggan yang berjumlah kurang lebih sebanyak 600 pelanggan ternyata tanpa ditambah speed, akhirnya mempengaruhi kecepatan bagi pengguna yang ada,"terangnya.(bst)

Warga Pulau Bawean di Malaysia
Kompak Gelar Pertandingan Kercengan

Media Bawean, 23 Oktober 2014

Laporan Kuduk-Kuduk Channels dari Kuala Lumpur, Malaysia


Warga Bawean di Malaysia, hari rabu (22/10/2014) ramai-ramai menyaksikan pertandingan kercengan yang digelar di Stadium Titiwangsa Kuala Lumpur.

Pertandingan kercengan memperebutkan piala Tan Sri Dr. Rais Yatim dihadiri banyak pengunjung sehubungan bersamaan cuti bersama di Malaysia.

Bertanding sebanyak 8 group kercengan di Malaysia, yaitu :
1. Group kercengan dari Taman Setia Balakong, Sri Kembangan,  
2. Group kercengan Miftahul Falah dari Kg. Sungai Cinicin, Batu 7, Gombak, 
3. Group kercengan Nurul Hasanah dari kampung Melayu Subang, 
4. Group kercengan Mostofa Taman Keramat, Hulu Kelang, 
5. Group kercengan Khairun Najah dari Kampung Sungai Salak, Batu 9, Gombak,  
6. Group kercengan darul Ehsan dari kampung paya Jaras hilir, Sungai Buloh, 
7. Group kercengan Jam'yah Al-Koramah dari Kampung Kubu Gajah 13, dan  
8. Group kercengan Nurul Huda dari Kampung Mampir, batu 18, hulu Langat,  

Pertandingan dimulai jam 9.00 pagi waktu Malaysia, sampai jam 12.00 tengah hari istirahat, lalu dilanjutkan lagi jam 2.00 petang sampai terakhir jam 5.00 petang. Waktu istirahan ditampilkan persembahan Qasidah group Ikkomah, kampung Segambut dalam.

Dewan juri dalam pertandingan, yaitu Tuan Haji Rahbeni Hadi dari Akademi Seni Budaya dan Warisan Kebangsaan (ASWARA), Encik Mujaheed Abdullah dari Akademi Seni Budaya dan Warisan Kebangsaan (ASWARA) dan Encik Yusof Mohd. Nor dari Jabatan Kebudayaan, Kesenian dan  Sukan Dewan Bandaraya Kuala Lumpur.

Setelah pertandingan selesai diumumkan para pemenang pertandingan kercengan remaja Bawean di Malaysia tahun 2014, yaitu Juara 1 dimenagkan group Nurul Mustofa dari Taman Keramat, Hulu Kelang, Juara II diperoleh group Darul Ehsan dari Kampung Paya Jaras Hilir, Sungai Buloh dan Juara III diraih oleh group Nurul Huda dari Kampung mampir, Bati 18, Hulu Langat.

Group Nurul Mustafa meraih sebagai juara I atas penampilannya yang terbagus, dengan gaya kercengan bercirikan khas, serta seluruh personelnya kaum laki-laki.

Setelah pertandingan selesai, dilanjutkan sambutan terima kasih oleh  Tuan Haji Ahmad Nazar Salleh, KMW, PPN, BKT. sebagai Presiden Persatuan Bawean Malaysia (PBM). Sedangkan rangkaian kegiatan ditutup  oleh Y.Bhg. Dato' Sri Kamaruddin Siaraf. sebagai Pengurus Yayasan Warisanegara. 

Tan Sri Dr. Rais Yatim tidak dapat hadir karena masih berada di luar negri. Y. Bhg. Datuk Seri Hj. Ahmad Phesal Hj. Talib -Datuk Bandar Kuala Lumpur juga tidak hadir yang digantikan oleh Adun Setiawangsa.

Gebyar diacara puncak menampilkan Daly Filsuf artis keturunan Pulau Bawean di Singapura dengan membawa lagu bejudul Eson Phebien. Spontan penampilan Daly memukau seluruh penonton yang hadir dengan bersorak gembira sambil menyanyi bersama-sama. Terlihat penonton merasa gembira, terlihat sebagian ikut berjoget ria karena keasyikan mendengar lagu Eson Phebien dari Daly.

Mengasumsikan Adanya
Situs Candi di Pulau Bawean

Media Bawean, 22 Oktober 2014

Oleh : Mahfud (Dosen STAIHA Bawean asal Balikterus Sangkapura)



Agama menjadi isu sentral dalam setiap perdebatan yang terjadi dikalangan tokoh agama. Bukan hanya pada tataran teoritisnya namun juga pada tataran praktisnya. Dalam kehidupan umat manusia tidak ada satupun manusia yang terlepas dengan hubungan primordial yang mengikat dirinya antara Tuhan dan manusia yaitu “agama”. Kita sering berpikir tentang orang yang tidak seiman dengan kita, dan mengatakan mereka “kafir”, atau bahkan ateis. Namun kita enggan mengenali perbedaan itu dengan menggunakan pendekatan kultural. Hal ini yang kemudian terjadinya pembiaran terhadap segala kemungkinan adanya situs yang amat penting dan memiliki nilai sejarah. Kalau kita mau mengenal jati diri kita sebagai orang muslim di pulau Bawean maka kita harus mengenal siapa nenek moyang kita. Hal ini bisa saja terungkap andai saja kita mau meneliti.

Dalam konteks ini, ketika kita sibuk berdebat, dan bahkan cenderung menghabiskan energi untuk meperdebatkan tentang agama dan keberagamaan yang saat ini mulai berkembang di dalam kehidupan masyarakat kita. Saat ini yang sering diperdebatkan adalah masalah kelompok atau organisasi keagamaan yang telah mulai menjamur di pulau Bawean tercinta ini. Kalau menurut saya kalau kita semua mau menghabiskan waktu, energi dan biaya yang begitu besar untuk mengurusi debat tentang agama dan keberagamaan yang berkembang di pulau Bawean. Kenapa tidak mau menghabiskan segala energi kita untuk mengungkap kemungkinan terungkapnya fakta sejarah yang masih terkait erat dengan masalah agama dan keberagamaan.

Sekarang saya ingin bertanya kepada semua masyarakat Bawean. Kenapa kita tidak berusaha memecahkan sebuah misteri yang ada di Pulau Bawean? Kenapa para penguasa yang ada hanya sibuk untuk berdebat tentang agama dan keberagamaan, apalagi sering berdebat untuk melanggengkan kekuasaan dan status seseorang di dalam masyarakat? Ada pula yang dengan egois mengerutkan wajahnya untuk dihormati dan dianggap hebat dalam posisinya. Kenapa kita tidak pernah bertanya dan menggunakan nalar kritis kita untuk memperdebatkan masalah yang masih ada hubungannya dengan masalah agama dan keberagamaan? Mungkin hal ini menjadi aneh bagi kita yang antipati terhadap masalah kultural yang mewarnai dunia dalam kehidupan keberagamaan kita.

Mungkin saat ini, kita harus mau mendiskusikan tentang sebuah situs yang ada hubungannya dengan simbol agama. Pernahkah kita melintasi daerah “MURTALAYA” di pinggir jalan raya lingkar Bawean terdapat susunan batu yang begitu indah. Kenapa para tokoh Bawean yang duduk sebagai penguasa tidak pernah mencoba untuk mengungkap misteri di balik susunan batu yang begitu indah. Melalui Media Bawean ini saya meminta kepada semua pihak untuk mencoba mencari jawaban atas kemungkinan adanya sistus Candi di Pulau Bawean

Mungkin banyak pertanyaan yang muncul dalam benak pembaca. Seperti pertanyaan kenapa kita harus memikirkan hal-hal yang masih sebatas asumsi tanpa adanya bukti? Kalaupun itu adalah candi bagaimana kita membuktikannya? Pertanyaan yang mungkin muncul seperti ini adalah ketidak berdayaan kita sebagai manusia yang memiliki paradigma berpikir sempit. Saya akan memberikan alasan atas pertanyaan pertama dan kedua. Pertama: jika dasar asumsi dianggap sebagai suatu dasar yang lemah sehingga enggan untuk mengungkapkan adanya kebenaran. Bukankah kita sebagai seorang akademisi ketika membuat karya ilmiah banyak didasarkan pada sebuah asumsi-asumsi yang kemudian pembenarannya diuji melalui sebuah tindakan yang eperik, dengan berdasarkan metodologi dengan mengacu pada argumen logis dan sistematis. Selanjutnya jika kita takut untuk mengungkap fakta sejarah dengan cara mengasumsikan, kita seharusnya tidak boleh/tidak berhak bermimpi dalam menggapai tujuan hidup kita. Kedua: cara membuktikannya adalah keseriusan kita terutama para pemangku kebijakan sebagai wakil rakyat masyarakat Bawean yang ada di daratan Gresik ataupun yang ada di Bawean. Untuk mencoba menghubungai para pakar arkeolog untuk mencoba mengungkap misteri kemungkinan adanya candi di pulau Bawean. Jika muncul sikap skeptis yang ketiga semisal bertanya kalau ternyata itu tidak terbukti? Jawabannya adalah, kalau tidak terbukti paling tidak kita telah berupaya tanpa berdiam diri.

Terakhir, saya berani mengasumsikan adanya candi di Pulau Bawean ada beberapa alasan yang melarar belakangi saya menulis ini di Media Bawean. 1) Dalam genealogi agama-agama, Islam yang ada di dunia khususnya yang ada di indonesia ataupun yang ada di Bawean adalah agama yang termuda dalam garis keturunan agama-agama yang ada. Maka nenek moyang kita tentu pada waktu sebelum Islam di syiarkan di Pulau Bawean menganut sistem kepercayaan agama-agama primitif. Di antaranya adalah agama (Ardi) atau agama bumi yang kita kenal seperti Hindu dan Buddha. Kita juga bisa mengatakan sebagai agama animisme, dinamisme. 2) Dalam setiap agama dalam bentuk agama apapun pasti ada kegiatan ritual. Untuk melakukan ritual keagamaan tentu dibutuhkan tempat suci sebagai tempat untuk menghubungkan antara keinginan dan harapan serta menyatukan hubungan primordial antara Tuhan dan manusia. Dalam agama-agama yang kita kenal setiap agama mempunyai tempat suci seperti (Gereja, Pure, Wihara, Candi, Masjid dan lain-lain). Jadi alasan saya sangat jelas kenapa saya menulis ini.

Sebab kemungkinan adanya candi sangat mungkin. Sebab agama pertama di Pulau Bawean bukanlah agama Islam. Hal ini terbukti dari sejarah bangsa kita. Bahwa Islam adala agama dengan agama termuda dari genealogi agama-agama yang ada. Dalam salah satu kuliah yang diampu oleh Drs. Qomarul Huda, M.Fil.I dan Prof. H. Fauzan Saleh. Ph.D. Di STAIN Kediri mengatakan bahwa sebagaimana, Jhames L. Peacook, “Islam yang ada di Indonesia bagaikan kulit yang membungkus kulit kita. Kalau kita buka kulit itu maka akan kelihatan dagingnya. Kalau kita kupas daging itu maka kita akan melihat tulangnya”. Apa artinya? Artinya adalah kalau kita kupas lebih dalam tentang Islam maka akan kelihatan Hindu-Buddhanya. Kalau kita lihat lebih dalam lagi Hindu-Buddha maka kita akan melihat Animisme dan Dinamismenya.

Harapan saya dengan adanya tulisan ini sebagai upaya menggugah para Arkelog di daratan Jawa agar tertarik untuk datang ke Bawean dan meneliti. Bagi penguasa agar tidak sibuk menambah isi kantong yang belum terpenuhi dan mau ikut memikirkan segala kemungkinan. Dan bagi para akademisi di Pulau Bawean agar lebih kritis melihat lingkungan sekitar. Bukan hanya duduk di kursi yang empuk menghangatkan pantat saja.

Agenda Kunjungan Bupati Gresik
Meresmikan 2 Ponpes di Pulau Bawean

Media Bawean, 22 Oktober 2014

Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto bersama Wakil Bupayi Gresik Moch. Qosim, dalam kunjungannya ke Pulau Bawean besok (kamis, 23/10/2014), direncanakan akan meresmikan 2 Pondok Pesantren di Pulau Bawean.

2 Pondok Pesantren letaknya di Desa Daun, kecamatan Sangkapura, yaitu Pondok Pesantren di Kalimalang dengan pengasuh Ustadz Naziruddin dan Pondok Pesantren di Daun Timur.

Camat Sangkapura, Abdul Adim mengatakan kunjungan Bupati bersama Wakil Bupati dalam rangka Peringatan Hari Nusantara XV yang dipusatkan di Pulau Bawean.

Selain agenda tersebut, Bupati dan Wakil Bupati akan meresmikan Pondok Pesantren yang letaknya di Dusun Kalimalang, desa Daun, pada hari kamis malam jum'at (23/10/2014).

"Besoknya (jum;at, 23/10/2014), beliau akan berkunjung ke Pulau Gili  dan shalat jum'at di masjid Gili. Dalam kunjungan juga akan diserahkan bantuan untuk madrasah Pulau Gili,"katanya.

"Selanjutnya hari jum'at malam sabtu, sesuai rencana kegiatan akan meresmukan Pondok Pesantren Darussalam di Dusun Daun Timur, desa Daun,"paparnya.

Untuk persiapan kunjungan, Muspika Sangkapura sudah melakukan persiapan dengan mengunjungi lokasi tempat peresmian 2 Pondok Pesantren di Pulau Bawean. (bst)

Muspika Sangkapura & Tambak Kompak
Persiapan Peringatan Hari Nusantara

Media Bawean, 22 Oktober 2014


Persiapan Peringatan Hari Nusantara XV Tahun 2014 yang dipusatkan di Pulau Bawean, Gresik dibahas dalam rapat bersama Muspika Kecamatan Sangkapura bersama Kecamatan Tambak, serta instansi terkait, hari rabu (22/10/2014).

Rencananya Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto dan Wakil Bupati Gresik, Moch. Qosim bersama seluruh rombongan yang diperkirakan 150 orang akan tiba besok (kamis, 23/10/2014), di Pulau Bawean.

Peringatan Hari Nusantara XV Tahun 2014, diantara kegiatan yang dilaksanakan mengadakan pengobatan gratis hari jum'at (24/10/2014)  di Pulau Gili, desa Sidogedungbatu, Sangkapura.

Selanjutnya hari sabtu (25/10/2014), ekspedisi Pulau Bawean dengan mengadakan penyelaman massal di Labuhan, Tanjungori Tambak, dilanjutkan menuju Pulau China dengan naik perahu. Sampai di Pulau China digelar kembali penyelaman massal.

Acara puncak akan digelar di Alun-Alun Kota Sangkapura, hari sabtu malam minggu (25/10/2014) dengan kegiatan Maritime Night Spectaculer. Diantara kegiatan yang ditampilkan adalah kesenian Pulau Bawean, serta menggelar pameran hasil produk unggulan.

Abdul Adim, Camat Sangkapura mengatakan siap untuk pelaksanaan Peringatan Hari Nusantara XV di Pulau Bawean, diantara persiapan untuk penjemputan besok (kamis, 22/10/2014), pelaksanaan kegiatan selama di Pulau Bawean, sampai pulang kembali hari minggu (26/10/2014).

"Sebagai tuan rumah, tentunya masyarakat Pulau Bawean merasa senang dan gembira menyambut seluruh tamu yang datang dalam rangka kegiatan Peringatan Hari Nusantara XV,"katanya.

Sedangkan Sugeng Gatot Subroto, Camat Tambak menyatakan kegiatan Peringatan Hari Nusantara XV di Pulau Bawean merupakan kebanggaan bersama yang wajib disukseskan. Untuk pelaksanaan kegiatan di kecamatan Tambak, pihak akan melakukan persiapan segala sesuatunya yang dibutuhkan. (bst)

Gerakan Menanam Pohon Sengon
Memanfaatkan Lahan Tidur di Bawean

Media Bawean, 22 Oktober 2014


Abdus Salam alias Badrus Salam (36 th.), wargaTajung Kimah, Kumalasa, Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik mempunyai gagasan untuk memanfaatkan lahan tidur dengan gerakan menanam pohon sengon.

Pemilik usaha bengkel di dekat dermaga Pulau Bawean, ditemui Media Bawean (selasa, 21/10/2014), mengaku tertarik untuk menanam pohon sengon sehubungan banyak lahan tidur yang tidak dimanfaatkan oleh masyarakat Pulau Bawean.

Menurutnya ketertarikan pertama berawal dari melihat kesuksesan penanam pohon sengon di daerah asalnya. "Mereka berangkat dari memanfaatkan lahan tidur, ternyata sekarang sudah menikmati hasilnya,"katanya.

Untuk memberikan percontohan, Abdus Salam sudah melakukan penanaman pohon sengon di kawasan desa Kumalasa sejak bulan april 2014. Ternyata setelah dilakukan penanaman, ada sekitar 7 orang pemilik lahan menyatakan sudah siap untuk mengikuti jejaknya.

Gerakan penanaman pohon sengon dilayani oleh Abdus Salam dengan menyediakan bibit yang siap tanam sekitar 80ribu untuk lahan seluas 70 hektar. 

"Bibit tidak diperjualbelikan, melainkan dengan sistem kerjasama untuk membuka lahan tidur di Pulau Bawean."ujarnya.

Bagaimana bentuk kerjasama untuk gerakan penanaman pohon sengon di Pulau Bawean? "Bagi warga yang berminat dipersilahkan menyediakan lahan untuk tempat menanam pohon, adapun pembayaran bibit yang ditanam setelah panen atau pohon sudah ditebang,:"jawabnya.

"Adapun nantinya setelah dilakukan penanaman terjadi kegagalan ataupun kerusakan disebabkan musibah bencana alam, secara otomatis penanam pohon tidak menanggung biaya bibit karena dianggap sudah lunas sesuai surat perjanjian,"terangnya.

Apakah setelah panen, pohon yang dihasilkan bisa dijual bebas? "Silahkan mau dijual kepada siapa saja, misalkan ada yang berani dengan harga tinggi untuk membelinya,"tuturnya.

"Terus terang dalam menekuni gerakan ini tujuannya untuk membantu warga yang memiliki lahan tidur agar bisa dimanfaatkan secara baik. Sebelum dilakukan penanaman, lahan perlu dibersihkan, lalu butuh kesiapan untuk menjaga dan merawatnya agar hasilnya sesuai harapan,"paparnya.

Abdus Salam mengaku sudah mempersiapkan sebanyak 27 hektar lahan untuk penanaman pohon sengon di kawasan desa Kumalasa, termasuk warga lainnya yang sudah siap ditanami sekitar 23 hektar. ":Sekarang masih tersisa 20 hektar lahan, dipersilahkan kepada warga lainnya di Pulau Bawean yang berminat untuk menanam pohon sengon segera menghubunginya,"tuturnya.

Dalam surat perjanjian ada 3 lembar, lembar pertama menjelaskan tata cara penanaman pohon sengon, lembar kedua surat perjanjian hutang piutang bibit yang dibayar setelah panen, dan ketiga surat perjanjian tentang gagal panen secara otomatis terlunaskan tanpa dibebankan kepada pihak penanam pohon. (bst)

Warga Desa Daun Merasa Nyaman
Menikmati Jalan Paving ke Sangkapura

Media Bawean, 22 Oktober 2014


Jalan Lingkar Bawean (JLB) yang menghubungkan desa Daun dengan desa Sungairujing di Sangkapura, Gresik sudah dipaving. Pengguna jalan khususnya warga desa Daun tentunya merasa nyaman atas hasil pembangunan jalan, berikut hasil wawancara Media Bawean : 

Rafi'ah (Guru MTs Hasan Jufri asal Daun)
Saya merasa senang sekali atas selesainya pembangunan jalan lingkar yang menghubungkan desa Daun ke Sangkapura. Alhamdulillah, bisa mencapai tempat tujuan lebih cepat dan sedikit lebih aman. 

Bila sebelumnya setiap hari harus melalui jalan yang terjal, berbatu dan seperti menyeberang sungai. Jadi harus hati-hati mengendara sepeda motor biar tidak jatuh dan tetap rapi serta cantik sampai di sekolah, tentu sekarang bersyukur karena jalannya sudah bagus. 

Tapi kurang aman karena jalan tanpa rambu-rambu lalu lintas dan pengendara seenaknya kebut-kebutan.

Eklis Dinika (Dosen STAIHA asal Daun) 
Saya sangat bersyukur tetapi disisi lain sangat khawatir tingkat kecelakaan dan ugal-ugalan remaja semakin meningkat. 

Manfaatnya, aktivitas berjalan dengan lancar dalam artian tepat waktu tiba di kampus, selain itu stamina tetap terjaga dengan baik.

Leo Rahman (Guru SD asal Daun)
Berterima kasih sekali, bersyukur, dan waktu tempuh dari rumah ke sekolah tempat mengajar jadi singkat. 

Terima kasih kepada Pemda Gresik, dimana jalan di desa Daun didahulukan pembangunannya daripada jalan lingkar lainnya di Pulau Bawean. Bersyukur, nantinya mungkin tidak ada ada lagi kecelakaan akibat jalan rusak, jalan becek, dan tidak akan sakit perut lagi.

Perlu diketahui, saya dinasnya di SDN Paloasem, setiap hari melalui jalan tersebut. Tentunya sangat membantu sekali dalam jarak tempuh, yang biasanya butuh waktu 25 menit,  sekarang bisa 15 menit sampai ke sekolah.

Selanjutnya,  kita sama-sama menjaga, memperingatkan kepada adik-adik kita yang memanfaatkan jalan mulus untuk tidak kebut-kebutan atau res-resan. Dalam artian selalu mengingatkan agar hati-hati di jalan.

H. Dirman (Pegawai Puskesmas Sangkapura asal Daun)
Saya merasa senang atas terselesaikannya pembangunan jalan lingkar yang menghubungkan desa Daun ke Sangkapura. Hanya butuh waktu 10 menit bila jalannya pelan atau hanya 3 menit bila jalannya cepat dari Daun ke Sangkapura.

Manfaatnya sangat besar untuk kelancaran transportasi, kenyamanan bagi pengguna, serta menunjang kemajuan ekonomi masyarakat.

Adapun resikonya rawan terjadinya kecelakaan bila pengguna jalan tidak berhati-hati. Berhati-hatilah bila melewati jalan di perkampungan sehubungan banyak anak-anak bermain ataupun menyeberang. (bst)

SMPN I Sangkapura
Gelar KTS Menggali Potensi Siswa

Media Bawean, 21 Otober 2014


Kemeriahan Kegiatan Tengah Semester (KTS) di SMPN I Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik dengan menggelar berbagai macam pertandingan olahraga dan seni, yang dimulai hari kamis (16/10/2014) sampai hari selasa (21/10/2014). Pertandingan olahraga meliputi bola voli putra dan putri, tenis meja putra dan putri, atletik lompat jauh, lomba melukis, serta kesenian lomba karaoke.

Antusias seluruh siswa untuk mengikuti kegiatan KTS berlangsung semarak disertai semangat yang tinggi untuk meraih prestasi. Dibuktikan ketika pertandingan digelar, seluruh siswa bersemangat untuk bertanding dengan mendapat dukungan teman kelasnya.

Kepala SMP Negeri 1 Sangkapura Muhammad Sahafuddin, S.Pd. ditemui Media Bawean menyambut gembira atas diselenggarakannya Kegiatan Tengah Semester (KTS) untuk menggali potensi siswa untuk meraih prestasi sesuai bakat yang dimilikinya.

Menurutnya, potensi siswa dalam menekuni dunia olahraga dan seni telah membawa harum nama sekolah termasuk Pulau Bawean, buktinya bila bertanding di tingkat Kabupaten Gresik selalunya pulang membawa juara. 

"Melalui didikan guru di sekolah, bakat siswa dapat tersalurkan secara baik untuk pengembangan bakat dan minat dalam olahraga dan seni,"ujarnya.

Sebagai Kepala SMPN I Sangkapura mengucapkan terima kasih kepada seluruh dewan guru bersama seluruh siswa, khususnya atlet yang berprestasi dalam mengikuti O2SN tingat Kabupaten Gresik dan Lomba Zamrah dalam Pekan Seni Pelajar yang juara I se-Kabupaten Gresik.

Abdul Wahid, Ketua Panitia KTS SMPN I Sangkapura menyatakan kegiatan diselenggarakan dalam rangka menggali bibit siswa yang berprestasi dalam dunia olahraga dan seni.

"Selama ini SMPN I Sangkapura telah berhasil mengukir prestasi dalam mengikuti O2SN dan Pekan Seni Pelajar tingkat Kabupaten Gresik, untuk mempertahankan prestasi diperlukan kegiatan seperti KTS,"paparnya.

Hasilnya seleksi dari kegiatan KTS, tentunya siswa berprestasi akan dibina secara khusus melalui latihan ataupun pendidikan tekhnik olahraga yang benar sesuai aturan.

"Setelah nantinya pelaksanaan O2SN ataupun kegiatan lainnya akan dilaksanakan, SMPN I Sangkapura sudah memiliki kesiapan untuk bertanding dengan harapan membawa pulang prestasi,"tuturnya.

Guru Olahraga yang merangkap wasit senior bola voli di Pulau Bawean, menegaskan bahwa menggali bibit atlet olahraga ataupun melakukan seleksi siswa berkemampuan dibidang seni mutlak diperlukan agar mempunyai kesiapan untuk bertanding. "Bukan saat akan bertanding baru diadakan seleksi ataupun asal caplok untuk jadi atlet, percuma dong mengirim atlet dengan cost biaya tinggi ternyata hasilnya tidak siap bertanding,"pungkasnya dengan senyuman manis. (bst) 

Tanpa Anggaran, JLB Paving Diperbaiki
PU Bawean Merogoh Kocek Pribadi

Media Bawean, 21 Oktober 2014


Kerusakan jalan paving di ruas Jalan Lingkar Bawean kawasan Lebak menuju Pudakit Barat dari arah Sangkapura menuju Tambak, Pulau Bawean, Gresik, langsung mendapat perbaikan dari petugas UPTD PU Bawean.

Antisipasi kerusakan lebih parah, Kepala UPTD PU Bawean bersama seluruh pegawainya melakukan perbaikan sejak kemarin (senin, 201/2014) yang direncanakan sampai selesai.

Moh. Zein, Kepala UPTD PU Bawean mengatakan walaupun tidak ada anggaran untuk perbaikan jalan paving yang tidak beraturan, petugas PU Bawean melakukan perbaikan demi lancarnya transportasi di Pulau Bawean.

"Jika menungggu turunnya anggaran tentunya masih menunggu tahun depan, sebagai petugas PU di Pulau Bawean bertekad untuk melakukan perbaikan dengan merogoh kocek pribadi untuk pembiayaan pembelian pasir dan lain-lain,"katanya.

"Sudah ada 10 titik kerusakan yang diperbaiki, kondisinya sangat parah sekali sehingga butuh penanganan segara agar tidak mengganggu arus lalu lintas dari Sangkapura menuju Tambak.

Bambang Isdianto, Kepala Dinas PU Kabupaten Gresik dihubungi Media Bawean, mengapresiasi atas inisiatif petugas PU UPTD Bawean yang melakukan perbaikan jalan paving yang rusak.

Menurutnya anggaran sudah habis terserap sehingga tidak mungkin untuk perbaikan melalui anggaran tahun ini, masih menunggu tahun depan. Adapun perbaikan oleh petugas PU di Pulau Bawean, menurut Bambang, termasuk solusi paling bagus untuk memperbaiki kondisi jalan lingkar yang rusak.

"Sungguh tinggi keperdulian petugas disana, tanpa anggaran ternyata bisa melakukan perbaikan jalan paving sehingga menjadi baik kembali,"paparnya. (bst)

Popular Posts

 

© Copyright Media Bawean 2005 -2013 | Design by Jasa Pembuatan Blog | Support by Kang Salman | Powered by Bawean.Net.