bawean ad network
iklan
bank jatim

Berita

Pendidikan

Kesehatan

Transportasi

Surat Pembaca


TERKINIindex

Keseriusan Biro AP Jawa Timur
Masih Dipertanyakan

Media Bawean, 27 Januari 2015

Keseriusan Biro Administrasi Pembangunan (Biro AP) Provinsi Jawa Timur (Jatim) dalam menangani kasus dugaan korupsi korupsi dana hibah di Desa Kepuh Teluk, Kec Tambak Pulau Bawean, Kab Gresik, patut dipertanyakan. Pasalnya, sampai sekarang belum ada tindakan kongkrit dari Biro AP Provinsi Jatim. Kepala Biro Administrasi Pembangunan (Biro AP) Provinsi Jawa Timur, Gatot S. Hadi ketika dikonfirmasi mengaku kasus dugaan korupsi dana hibah yang diperuntukkan proyek PJRB itu, bukan menjadi kewenangannya. Melainkan, sepenuhnya menjadi kewajiban pihak inspektorat Jatim, aparat kepolisian dan Kejari setempat.

“Karena kami tidak bisa berikan sanksi. Soalnya, dana hibah itu adalah dana lepas, kami hanya menerima SPJ. Jika ditengah jalan ada persoalan terkait anggaran, itu wewenang inspektorat Jatim, Kejari dan pihak kepolisian. Aturannya memang seperti itu, coba kamu lihat pasal itu,” ujarnya di Surabaya, pekan lalu,

Gatot berkilah tidak tahu asal mula dugaan korupsi dana hibah yang membelit Desa Kepuh Teluk. Sebagai lembaga pemerintahan kata dia, Biro AP tentunya akan melakukan korscek lebih dalam. Bahkan, pihaknya akan melaporkan ke Inspektorat Jatim kalau perlu ke kepolisian untuk menyelidiki kasus tersebut.



“Sebagai lembaga pemerintahan, tentunya memang harus melakukan croscek dulu. Nanti akan saya kroscek dulu, saya serahkan kepada aparat penegak hukum kasus itu (dugaan korupsi dana hibah),” jelasnya.

Sebelumnya, Pemprov Jatim melalui Biro AP telah mengucurkan bantuan dana hibah sebesar Rp 360 juta yang diperuntukkan proyek PJRB di tiga titik di Desa Kepuh Teluk. Namun, dua dari tiga titik proyek senilai Rp 240 juta itu tidak dikerjakan.

Karena itu, kemudian Biro AP mengirimkan surat teguran pertama karena tidak adanya laporan pertanggungjawaban soal dana hibah itu, beberapa bulan kemudian laporan SPJ tersebut baru diterima Biro AP.

Ironisnya, tiga SPJ yang diterima Biro AP semua gambar lokasi dari masing-masing titik sama. Artinya, SPJ yang diterima Pemprov Jatim adalah SPJ palsu yang sengaja dimanipulasi pokmas (ketua kelompok masyarakat) Sakura yang diketuai Usnan, Kelompok Ninir diketua Amir. Perlu diketahui, berdasarkan pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU nomor 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP jo pasal 65 ayat (1) KUHP. Dan Pasal 67 ayat 3 Perpres no 54 tentang pengadaan barang dan jasa Pemerintah, dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Selain itu, dalam kasus tersebut juga tampak jelas pelaku telah melakukan pemalsuan dokumen seperti SPJ PJRB, ketentuan dalam Pasal 263 ayat (1) Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) yang berbunyi:

(1) Barangsiapa membuat surat palsu atau memalsukan surat, yang dapat menerbitkan sesuatu hak, sesuatu perjanjian (kewajiban) atau sesuatu pembebasan utang, atau yang boleh dipergunakan sebagai keterangan bagi sesuatu perbuatan, dengan maksud akan menggunakan atau menyuruh orang lain menggunakan surat-surat itu seolah-olah surat itu asli dan tidak dipalsukan, maka kalau mempergunakannya dapat mendatangkan sesuatu kerugian dihukum karena pemalsuan surat, dengan hukuman penjara selama-lamanya enam tahun.

(2) Diancam dengan pidana yang sama, barang siapa dengan sengaja memakai surat palsu atau yang dipalsukan seolah-olah sejati, jika pemakaian surat itu dapat menimbulkan kerugian. (Bng/era)

Lapter Pulau Bawean
Dijadwalkan Beroperasi Tahun Ini

Media Bawean. 27 Januari 2015

Rencana penggunaan lapangan terbang di Pulau Bawean, Greik masih belum jelas. Jadwal peresmian yang direncanakan Mei mendatang masih belum selesai proses lelang perbaikan sarana dan perlengkapan lain.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengatakan bahwa proses pengelolaan yang dihibahkan ke pemerintah Pusat sudah tuntas sebab secara teknis Pemkab Gresik belum mampu untuk mengelola.

“Pengelolaanya lapter di Pulau Bawean dihibahkan ke Pemerintah Pusat dan sudah disepakati. Sekarang ada anggaran dari APBN untuk perlengkapan sarana di lapter sudah ada. Saat ini kita menunggu kapan dimulai perbaikan yang dijadwalkan hanya 90 hari,” kata Sambari, Senin (26/1/2015).

Sambari menambahkan, jika memang dalam waktu 90 hari dimulai dari Januari maka tiga bulan kedepan yaitu sampai April baru bisa dioperasionalkan.

“Kami tidak bisa memastikan kapan dioperasionalkan lapangan terbang Bawean. Yang pasti Pemkab Gresik meminta secepatnya. Lahan sudah kita hibahkan, perbaikan runway dan pagar keliling agar tidak ada hewan yang masuk menunggu dari otoritas bandara yang menanganinya,” imbuhnya.

Sambari menegaskan bahwa Pemkab Gresik sudah siap dioperasikannya lapangan terbang Pulau Bawean.

“Pemkab tidak berani mengelola sendiri karena belum mampu, nanti kalau sudah mampu bisa diminta lagi sebab berhubungan dengan penerbangan dan nyawa penumpang,” katanya.

Sumber : Surya

Ahmad Sibli Belum Ditemukan
Pencarian ke Laut Masih Berlangsung

Media Bawean, 26 Januari 2015

Ahmad Sibli (18 Tahun) asal Dusun Pamona, desa Sidogedungbatu, kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik, yang hilang melaut sejak hari kamis (22/1/2015) sampai sekarang masih belum ditemukan.

Pencarian anak kedua dari pasangan Syarif (42 Th.) dengan Suriyani (39 Th.) masih tetap dilakukan oleh warga setempat yang dibantu oleh nelayan lainnya. "Sampai sekarang masih belum ditemukan,"katanya warga setempat dihubungi Media Bawean.

Camat Sangkapura, Abdul Adim bersama Muspika telah mengunjungi keluarga yang hilang di laut, setelah sehari dikabarkan hilang.

Menurutnya pencarian sudah dilakukan oleh nelayan setempat yang dibantu nelayan dari daerah lain. "Diantara pencarian fokus di kawasan barat Pulau Bawean, yaitu 4 mil dari Tajung Ga'ang sebagai tempat ditemukannya klotok,"paparnya.

Dalam kunjungannya, Camat bersama Muspika Sangkapura mengajak kepada keluarga untuk berusaha mencarinya, serta berdo'a agar segera ditemukan dengan kondisi selamat.

Lebih lanjut Abdul Adim meminta kepada nelayan yang pergi melaut agar berhati-hati, khususnya menghadapi musim angin barat. "Perhatikan keselamatan dan cepat mencari perlindungan bila terjadi angin kencang atau badai ditengah laut, termasuk memperhatikan hasil prakiraan BMKG,"pesannya. (bst)

Bantuan Buku Untuk STAIHA Bawean
Bantuan Lab. Komputer Untuk SDIT

Media Bawean, 26 Januari 2015



STAIHA Bawean, Gresik terus berbenah. Kampus islam yang dimiliki Pulau Bawean ini terus meningkatkan mutu kualitasnya. Disamping melengkapi dosen tetap, STAIHA juga melaksanakan praktek kerja lapangan (PKL) di Malang Jawa Timur. Kini STAIHA membenahi perpustakaan dengan menambah koleksi buku berjumlah ratusan.

Ratusan buku baru yang dimiliki STAIHA saat ini adalah bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Buku senilai 75 juta ini terdiri lebih dari 350 judul. Diantaranya adalah : Ensiklopedi peradaban islam (10 jilid), Ensikloped mukjizat al-Qur’an (11 jilid) , Ensiklopedi fatwa Ramadlan, Ensiklopedi Gus Dur (10 jilid) , Atlas Wali Songo dan Ensiklopedi sains.

Untuk buku biografi dan Novel diantaranya : Biografi Jusuf Kalla, Jendral Nasution, Soeharto, Jokowi, Hitler, Mahfudz MD, Chairul Tanjung, Sintong Panjaitan, Jendral Hoegeng, Jendral Pranoto, Soekarno dan Hatta. Tak ketinggalan novel-novel Pramodya Ananta Toer seperti : Bumi Manusia, Jejak langkah, Anak semua bangsa dan Rumah kaca. Juga cerita untuk anak-anak muslim.

Buku-buku referensi lainnya adalah : Semua bahan ajar untuk jurusan pendidikan, akuntansi, syariah, hukum, kamus induk bahasa Arab ( al-Munjid, al-Munawir,ar-Rahman dan al-Mufid),Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kamus Bahasa Inggris, motivasi, undang-undang, perpajakan, bea cukai, IQ dan lain-lain.

Menurut puket 1 bidang akademik dan kemahasiswaan, Wiwin Suryaningsih. M.Hi bahwa buku-buku bantuan dari pemprov Jatim ini sangat membantu untuk bahan referensi. “ Terima kasih pemprov Jatim atas bantuan bukunya. Sangat bermanfaat sekali “ tuturnya.

Di saat yang sama Pemprov Jatim juga memberi bantuan berupa laboratorium komputer untuk SDIT al-Huda Sangkapura senilai Rp 100 juta. Bantuan ini telah diterima oleh Kepala SDIT al-Huda Elya Puspa. S.Pd “ Terima kasih pemprov Jatim atas kepeduliannya “ Pungkasnya.(kuncoro 11)

Camat Tambak Tak Mengenal Hari Libur
Kegiatan Rutin Blusukan ke Desa

Media Bawean, 25 Januari 2015


Bertugas di Pulau Bawean, Gresik, merupakan kebanggaan tersendiri bagi Camat Tambak, Sugeng Gatot Subroto. Diantara rutinitas yang dilakukannya berkunjung ke rumah warga di desa sebagai wilayah kerjanya.

Dihubungi Media Bawean (minggu, 25/1/2015), Camat Tambak mengatakan seringkali blusukan ke perkampungan warga di desa, khususnya pada hari libur sabtu dan minggu. Tanpa memakai pakaian seragam, Camat menaiki sepeda motor berkunjung ke desa bertujuan mengetahui persoalan termasuk keluhan warganya.

Ketika berkunjung ke desa Pekalongan, di dusun Gunung Bukal, melihat kondisi pemukiman penduduk yang kurang layak huni. Camat Tambak yang didampingi Kepala UPT. Puskesmas Tambak spontan menemui warganya. Lalu melihat kondisi rumah, selanjutnya seluruh keluarga diperiksa kesehantannya. Termasuk memberikan bantuan sembako yang diserahkan langsung kepada keluarga tidak mampu.

Menurutnya melalui kegiatan blusukan ke perkampungan, harapannya bisa mengetahui potret keadaan warga di desa. "Sebagai pejabat pemerintahan tidak ada istilah libur, sebab pelayanan kepada masyarakat tetap dinomor satukan,"paparnya.

"Mendukung Gresik  Lebih Baik, maka Pemerintahan Kecamatan Tambak senantiasa berkerja optimal untuk membawa perubahan dari kurang baik menjadi baik,sedangkan yang baik ditingkatkan menjadi lebih baik,"terangnya. (bst)

Nelayan asal Pamona Hilang Melaut

Media Bawean, 24 Januari 2015

Pemuda bernama Ahmad Sibli (18 Tahun) asal Dusun Pamona, desa Sidogedungbatu, kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik, dikabarkan hilang saat melaut sejak kemarin hari kamis (22/1/2015).

Ahmad Sibli adalah anak kedua dari pasangan Syarif (42 Th.) dengan Suriyani (39 Th.) dari 13 bersaudarah.

Sesuai kronologi, Ahmad Sibli berangkat pergi melaut bersama nelayan lainnya, termasuk ayahnya sendiri sekitar jam 06.00 WIB. (pagi). Dengan menggunakan perahu (klotok) sendirian tanpa ada pendamping lainnya, pergi ke tengah laut untuk mencari ikan.

Sekitar jam 09.00 WIB. klotok yang diketahui nelayan lainnya sedang berputar-putar di kawasan Tajung Ga'ang, sekitar 4 mil dari pantai desa Kumalasa. Setelah didekati ternyata tidak ada orang diatasnya.

AKP. Tulus, SH. Kapolsek Sangkapura membenarkan adanya nelayan asal Pamona yang hilang saat mencari ikan di laut.

"Waktu ditemukannya Klotok di kawasan Tajung Ga'ang,  sudah tidak orangnya diatas,"katanya.

Dugaan sementara, menurut Kapolsek Sangkapura, dimungkinkan nelayan yang hilang terjatuh ke laut. "Memang waktu kejadian terjadi badai, banyak nelayan yang mencari perlindungan di dekat pantai,"paparnya.

Pasca kejadian, sudah melakukan pencarian ke beberapa tempat di pesisir Pulau Bawean, termasuk mencari ke tengah laut. "Hasilnya sampai sekarang masih belum ditemukan,"pungkasnya. (bst)

KWBG Menjenguk Azhar Abidin
Salurkan Bantuan Untuk Operasional

Media Bawean, 24 Januari 2015


Azhar Abidin, anak yatim piatu asal Paginda, desa Sukaoneng, Tambak, Pulau Bawean, Gresik, kemarin (kamis, 22/1/2015) dijenguk oleh Pengurus Kerukunan Warga Bawean Gresik (KWBG).

Pengurus KWBG menjenguk di RSUD Ibnu Sina Gresik, diterima kakak kandung Azhar Abidin yang setia menunggunya. Terlihat komunikasi antara pengurus organisasi warga Pulau Bawean di Gresik menanyakan kondisi dan perkembangan Azhar Abidin.

Diantaranya Pengurus KWBG yang datang menjenguk, yaitu Daifi (Sekretaris), Syafir Yakub (bendahara), dan R. Zakariyah (Wakil Ketua). Saat menjenguk juga diserahkan bantuan uang sebesar Rp.1,5 juta untuk meringankan beban operasional selama di rumah sakit.

Arif Rasyidi, Ketua KWBG, mengatakan organisasi yang dipimpinnya siap membantu kepada seluruh warga Pulau Bawean, khususnya dari keluarga tidak mampu bila berobat atau dirujuk ke Gresik.

Menurutnya KWBG merupakan perkumpulan warga Pulau Bawean di Gresik yang prioritas bergerak dibidang sosial, diantaranya membantu warga yang membutuhkan, termasuk membantu mengurus bila ada warga yang meninggal dunia di Gresik.

Daftar Donatur Peduli Azhar Abidin.

1. H. Munayat Pateken : Rp. 300.000 
2. Zen Pateken : Rp. 100.000
3. Hamba Allah : Rp. 500.000
4. Hamba Allah : Rp. 1.000.000
5. Suhofi Daun : Rp. 200.000
6. KWBG Gresik ; Rp. 1.500.000
Total Sumbangan Donatur : Rp. 3.600.000

Pengeluaran :
1. Transportasi Pelabuhan - RSUD : Rp. 100.000
2. Biaya konsumsi Kakak Azhar Abidin 17 sampai 20 Januari 2015 : Rp. 200.000.
3. Biaya konsumsi Kakak Azhar Abidin 21 sampai 24 Januari 2015 : Rp. 200.000.

Saldo : Rp. 3.100.000

Terima kasih kepada Donatur, semoga Allah SWT. Membalas amal ibadah yang telah disalurkan untuk operasional pengobatan Azhar Abidin.

Mendukung Gresik Bisa Lebih Baik
Kantor Kec. Sangkapura Gelar Maulid

Media Bawean, 24 Januari 2015




Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. di kantor kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik diselenggarakan hari selasa (20/1/2015).  Kegiatan dipromotori Penggerak PKK Kecamatan Sangkapura, dihadiri Muspika Sangkapura, seluruh kepala instansi, seluruh staf kantor kecamatan Sangkapura, kepala desa se-kecamatan Sangkapura, serta undangan tokoh masyarakat.

Abdul Adim, Camat Sangkapura mengatakan Peringatan Maulid Nabi di kantor kecamatan Sangkapura diselenggarakan bertujuan memupuk dan menanamkan nilai-nilai agama, serta mencontoh kehidupan Nabi Muhamamad SAW. 

"Esensi nilai dari hikmah maulid Nabi SAW. seyogyanya terpatri kepada sanubari sebagai abdi negara dalam melaksanakan tugasnya melayani masyarakat,"katanya.

"Tanpa dilandasi nilai-nilai agama, dalam melaksanakan tugasnya bisa menimbulkan kegalauan jiwa,"paparnya.

Informasi gembira, menurut Camat Sangkapura,  Pemkab Gresik akan dibangun Islamic Center di Pulau Bawean. Menurutnya Pembangunan Islamic Center merupakan wujud keseriusan Pemkab Gresik, khususnya Bupati Gresik dalam membangun Pulau Bawean yang lebih baik.

Dewi Latifah Abdul Adim, Ketua Penggerak PKK kecamatan Sangkapura menyatakan kegiatan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. yang dipromotorinya merupakan wujud kerjasama semua pihak, bertujuan memperingati maulid Nabi dan bersilaturrahim. "Melalui kegiatan diharapkan kekompakan bersama untuk mendukung Gresik Bisa Lebih Baik lagi kedepan,"ujarnya.

Kegiatan Peringatan Maulid Nabi di kantor kecamatan Sangkapura juga mengundang group dikker dari desa Gunungteguh, bertujuan untuk melanjutkan tradisi maulid sesuai warisan terdahulu. (bst)

Pemprov Jatim Ancam Polisikan
Pokmas Fiktif di Kepuhteluk

Media Bawean, 23 Januari 2015

Desa Kepuhteluk, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, tengah menjadi fokus Biro Administrasi Pembangunan (AP) Provinsi Jawa Timur. Ini terkait dugaan penyelewengan dana hibah sebesar Rp 240 juta untuk proyek Pembangunan Jalan Rabat Beton (PJRB) di dua titik yang tidak dikerjakan. Anggaran proyek itu diambil dari dana hibah provinsi Jatim tahun 2014. Kedua titik itu berlokasi di Desa Kepuhteluk, Dusun Pasir Panjang dan Dusun Pesisir.

Saat dikonfirmasi, Kepala Biro Administrasi Pembangunan Provinsi Jawa Timur, Gatot S. Hadi ketika membenarkan jika Pemprov Jatim mengalokasikan Dana Hibah tahun 2014 sebesar Rp 360 juta untuk proyek PJRB di tiga (3) titik di Desa Kepuhteluk, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. "Masing-masing titik mendapat Rp 120 juta," ujarnya kepada wartawan, Kamis (22/1/2015).

Gatot kaget ketika mendapat kabar terkait proyek PJRB di tiga titik itu, hanya satu titik yang dikerjakan. Sedang dua titik sisanya hingga saat ini diduga tak dikerjakan sama sekali. Gatot juga membenarkan telah mengirimkan surat teguran.

Tetapi kata Gatot, setelah surat teguran itu dikirimkan, pihaknya baru menerima SPJ (Surat Pertanggung Jawaban) atau LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban) dari Desa Kepuhteluk yang ditandatangi Tamyiz selaku penanggungjawab.

"Lho, saya sebelumnya telah mengirimkan surat teguran pertama karena pihaknya tak kunjung mendapat laporan pertanggungjawaban soal dana hibah itu, beberapa bulan kemudian saya mendapat laporan SPJ. Tapi saya curiga SPJ mereka, karena gambar lokasi dari masing-masing titik semuanya sama, ini kan aneh," terang Gatot yang merasa dibohongi Kepala Desa Kepuhteluk.

Gatot geram karena dirinya merasa dikibuli aparatur desa. Pasalnya, SPJ yang diterima Gatot dari Desa Kepuhteluk hanyalah SPJ abal-abal yang sengaja dimanipulasi pokmas (ketua kelompok masyarakat) Sakura yang diketuai Husnan dan Kelompok Ninir yang diketuai Amir.

Namun sayangnya, Gatot tidak bisa memberikan sanksi kepada pokmas-pokmas fiktif ini. Karena menurut Gatot, dalam pengerjaan proyek dana hibah, pihaknya hanya menerima SPJ. Jika ada kasus semacam penyelewengan seperti di Pulau Bawean ini, nanti akan langsung ditangani pihak Inspektorat, Kepolisian dan Kejaksaan.

"Untuk itu saya akan laporkan ke Inspektorat agar ditindaklanjuti, bahkan saya tidak segan-segan memberikan sanksi tegas jika ada oknum di Biro AP yang terlibat. Semuanya kita serahkan pada proses hukum yang berlaku," jelasnya.

Gatot berjanji akan melakukan kroscek ke lokasi di mana proyek tak dikerjakan sama sekali. "Nanti akan kita kroscek. Sebagai lembaga pemerintahan, tentunya memang harus melakukan kroscek dulu. Tapi semuanya tetap kita serahkan pada proses hukum yang dilakukan oleh para penegak hukum," tandasnya. alf

Sumber : Realita

Kades Kepuhteluk Menghilang
Sekdes Tidak Tahu Menahu Soal Proyek

Media Bawean, 23 Januari 2015

Pasca mencuatnya pemberitaan dugaan kasus penyelewengan Dana Hibah Pemprov Jawa Timur untuk proyek Pembangunan Jalan Rabat Beton (PJRB), kini Tamyis, Kepala Desa Kepuhteluk, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean menghilang. Akibatnya, awak media kesulitan untuk meminta klarifikasi darinya.

Dua nomor telepon selulernya yang dicoba dihubungi juga tidak bisa dihubungi, kadang ada nada sambung tapi tidak diangkat.

Sementara itu, Sekretaris Desa Kepuhteluk Khusnul Maarif yang dikonfirmasi terkait dugaan penyimpangan bantuan dana hibah ini, membenarkan adanya proyek PJRB dari Provinsi Jawa Timur untuk desanya. Khusnul juga membenarkan bila hanya satu titik jalan yang dikerjakan.

"Kebetulan lokasinya persis di belakang rumah saya, tapi sudah selesai dikerjakan kok," katanya saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (22/1).

Sayangnya, Khusnul tidak mengetahui sebenarnya persoalan tersebut. Pasalnya, dia tidak dilibatkan oleh Kepala Desa Kepuhteluk. Mestinya, Khusnul selaku sekdes berhak mengetahui yang berkaitan dengan urusan desa, bahkan wajib tahu hal sekecil apapun seputar agenda desa. Apalagi yang berkaitan dengan keuangan.

"Saya tidak tahu menahu soal itu mas, karena memang saya tidak dilibatkan, bahkan saya baru tahu sekarang," akunya.

Khusnul menjelaskan, tidak mengetahui ada dugaan penyelewengan dana tersebut. Hanya saja kata dia, informasi tidak beresnya proyek PJRB sudah menjadi buah bibir warga Desa Kepuhteluk.

"Saya tanya Kepala Desa juga tidak tahu, sementara titik pengerjaan PJRB berlokasi di Desa Kepuhteluk," ujarnya heran.

Terkait kasus tersebut kata Khusnul, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kepala Desa biar tidak menjadi 'bola panas' di mata publik. "Kemarin saya coba hubungi melalui jaringan selulernya, tapi nomor HP beliau tidak aktif," pungkas dia. did

Sumber : Surabaya Pagi

Popular Posts

 

© Copyright Media Bawean 2005 -2013 | Design by Jasa Pembuatan Blog | Support by Kang Salman | Powered by Bawean.Net.