Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
250x250

adsbybawean

Keindahan Pulau Bawean Anugerah Jangan Ditakuti


Sarasehan pengembangan pariwisata di Pulau Bawean digelar di Pendopo kecamatan Sangkapura dihahadiri Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim.

Pada kesempatan tersebut Qosim menegaskan keindahan Pulau Bawean sebuah anugerah tuhan yang patut dikembangkan.

Menurutnya, potensi keindahan yang ada di Pulau Bawean merupakan anugerah agar dimanfaatkan sebagai kawasan tujuan wisata. Wabup menyebutkan banyak obyek wisata yang ada di Pulau Bawean. "Itu semua anugerah yang harus dikembangkan, bukan ditakuti,"katanya.

berpedoman pada Gresik kota santri. "Tentunya wisata diinginkan religius, dan mempertahankan kearifan lokal yang ada,"ujarnya.

Lebih lanjut Mohammad Qosim mengharapkan dukungan dari seluruh tokoh masyarakat, serta pengusaha yang ada di Pulau Bawean. "Jika pariwisata sudah berkembang, nantinya masyarakat Bawean akan memetik hasilnya, seperti penjualan produk yang ada,"paparnya.

Sebagai upaya mendukung suksesnya pariwisata di Pulau Bawean, diantara sektor pembangunan yang harus diprioritaskan jalur transportasi penghubung melalui laut maupun udara. "Adanya transportasi yang lancar termasuk penunjang kemajuan wisata,"katanya.

Sedangkan transportasi udara sudah direncanakan pembebasan lahan agar run way bisa diperpanjang sehingga nantinya pesawat terbang berkapasitas lebih besar yang melayaninya. (bst)

Kuliner Berbahan Lobster Jadi Magnet Wisata Bawean



Udang lobster menjadi bahan kuliner khas Bawean. Pada kesempatan peringatan HUT RI ke 71 ini, kreatifitas memasak lobster menjadi salah satu yang dikompetisikan. Seperti yang terlihat di Pendopo Kewedanan Bawean, digelar lomba kreatifitas masakan lobster antar instansi.

Wakil bupati Gresik Moch. Qosim yang berkesempatan hadir dalam kompetisi ini memberi apresiasi positif. Pulau Bawean dinilai sangat spektakuler dalam kreatifitas masakan khas Bawean.

Wabup berharap potensi yang ada di Pulau Bawean menjadi daya tarik kepada wisatawan yang berkunjung. "Mereka berkunjung setelah disuguhi lobster Bawean, setelah pulang akan punya daya tarik untuk berkunjung kembali,"katanya.

Ditempat yang sama isteri wakil Bupati Gresik Zumrotus Sholehah menyatakan lomba kreatifitas lobster Bawean mempunyai nilai manfaat besar untuk mengenal ciri masakan di Pulau Bawean. Diantaranya lobster ternyata bisa dimasak dengan berbagai macam menu, diantaranya masak asam manis, sawangsana, tiga rasa dan lain-lain.

Melalui lomba yang digelar, tentunya potensi lobster akan dikenal lebih banyak orang. "Kedepan perlombaan ini bisa ditingkatkan lagi untuk memajukan pengembangan pariwisata di Pulau Bawean,"pungkasnya. (bst)

Usman Kandidat Guru Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional


Dunia pendidikan di Pulau Bawean membawa kabar gembira. Salah satu guru SMAN I Sangkapura Usman tengah mewakili Provinsi Jawa Timur dalam lomba guru berprestasi dan berdedikasi di tingkat nasional.

Saat ini Usman menjalani serangkaian tes. "Sudah mengikuti seleksi di Jakarta, diantaranya mengikuti tes tulis dan wawancara,"kata Usman.

Selama berada di ibukota, Usman berkesempatan menghadiri sejumlah kenegaraan. Diantaranya menghadiri pidato kenegaraan oleh presiden di gedung MPR/DPR RI. Serta menghadiri detik-detik proklamasi di istana negara.

Saat berada di gedung DPRRI Usman bertemu anggota DPR RI asal Pulau Bawean Jazilul Fawaid.

Terpilihnya Usman sebagai kandidat guru berprestasi membuat bangga Pulau Bawean, khususnya SMAN 1 Sangkapura.

Afandi kepala SMAN I Sangkapura menyatakan bangga atas terpilihnya salah satu guru mewakili Provinsi Jawa Timur ke Jakarta. "Ini bukti keberhasilan dan prestasi guru yang mengajar di Pulau Bawean,"pungkasnya. (bst)

Jumlah Murid Bertambah, SDIT Al Huda Sudah 10 Tahun Menerapkannya


Gagasan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy soal penerapan sekolah full tak asing dikalangan pendidikan Bawean.

Diantaranya sekian banyak lembaga pendidikan di Pulau Bawean, hanya SDIT Al Huda yang menerapkan sistem full day dalam pendidikan kepada seluruh siswanya. Siswa selama sehari penuh di sekolah disuguhi pendidikan umum seperti sekolah lainnya, serta pendidikan agama untuk mencetak siswa yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.

Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Huda dibawah naungan Yayasan Darul Fikri sudah berjalan selama 10 tahun. Dalam perkembangannya jumlah siswa setiap tahun selalu bertambah seiring kepercayaan orang tua terhadap lembaga pendidikan yang masuk satu hari penuh (full day school).

Kepala Sekolah SDIT Al Huda Elia Puspa mengatakan sekolah dengan sistem full day merupakan pilihan terbaik bagi orang tua yang ingin mendidik anaknya secara baik. "Disaat kenakalan remaja semakin merajalela, solusinya sekolah masuk full day,"katanya.

Alasan melalui sekolah satu hari penuh bisa dibentuk karakter anak, meliputi segala hal seperti tata cara belajar, interaksi sosial, kepribadian yang baik, ketaatan beribadah, dan cara pola makannya juga terkontrol.

Menurutnya untuk menerapkan sekolah full day tidak mudah, butuh dukungan semua pihak seperti pengurus yayasan, seluruh guru dan orang tua siswa. Peran serta orang tua sangat diperlukan, seperti menanyakan keberhasilan atau pendidikan yang diperoleh saat di sekolah. “Bila ada kesulitan dikonsultasikan kepada pihak sekolah sehingga mendapatkan solusi terbaik,"ungkapnya.

Selama sehari penuh di sekolah, siswa diajari segala hal termasuk cara makan yang baik, kesetiakawanan sosial, serta berolahraga untuk sehat, juga hidup bersih.

Diawal berdirinya, SDIT Al Huda ketika melaksanakan ujian nasional menggunakan sistem kejujuran penuh. Baharuddin sebagai ketua yayasan memiliki prinsip lebih baik siswanya tidak lulus, daripada mengikuti ujian nasional ternyata mendapatkan bantuan dalam menjawab soal. (bst)

Gerak Jalan Pedalaman - Sangkapura Meriah



Hazin ketua PHBN kecamatan Sangkapura mengatakan gerak jalan memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 71 diikuti sebanyak 310 peserta, menempuh jarak 5 kilometer. Berkat dukungan semua pihak, pelaksanaan gerak jalan berjalan lancar dan sukses.

Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim melepas peserta gerak jalan di Pedalaman, desa Lebak.

Abdul Adim Camat Sangkapura menyatakan gerak jalan mendapatkan sambutan meriah dari seluruh warga. "Membuktikan kecintaan warga Bawean terhadap NKRI,"katanya.

Menurut Camat, ketika Wabup Gresik melepas gerak jalan, beliau merasa kagum atas kekompakan warga Sangkapura. Menariknya hampir disepanjang rute gerak jalan dipenuhi banyak warga yang menonton kegiatan memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 71. (bst)

Kibarkan Merah Putih di Gunung “Rusa Putih” Pataonan


Memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 71, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) bersama siswa Madrasah Aliyah (MA) Mambaul Falah Tambilung Tambak mengibarkan bendara merah putih dipuncak gunung pataonan desa Gelam.

Gunung Partaonan yang letaknya di desa Gelam memiliki cerita menarik. Pada era orde baru, Presiden Soeharto pernah mengutus beberapa orang untuk menangkap rusa putih di gunung tersebut. Proses penangkapannya pun menarik perhatian lantaran dilakukan dengan helikopter. Sejak itulah, gunung partaonan banyak dibicarakan dan menjadi terkenal.

Ali Subhan koordinator panitia mengatakan pemasangan bendara merah putih diatas puncak gunung pataonan bertujuan untuk menambah nilai nasionalisme. “ Melalui hasil perjuangan kemerdekaan sudah 71 tahun, seyogyanya kita bersama merayakan dengan mengisinya secara baik,” katanya.

Prosesi penancapan bendara diikuti sekitar 50 orang, diawali dengan upacara bendera, juga pemasangan yang dibarengi penghormatan bersama .

Samyadi kepala desa Gelam menyatakan bendera merah putih yang dikibarkan merupakan pemberian Kapolsek Sangkapura AKP Arif Rasyidi. Dia meminta agar dikibarkan di puncak gunung pataonan. "Menjelang HUT Kemerdekaan RI sudah terpasang dan berkibar diatas puncak,"pungkasnya. (bst)

Ribuan Siswa Ikuti Jambore Pramuka


Ektrakulikuler Pramuka masih menjadi favorit siswa di Pulau Bawean. Terbukti, pada pelaksanaan jambore pramuka, diikuti ribuan siswa. 

Jambore tersebut bakal ditutup Wakil Bupati Gresik (Wabup) Moh Qosim Selasa (16/8).

Mahfud Ketua Mabiran Pramuka ranting Tambak mengatakan jambore diikuti sebanyak 1.110 peserta. Untuk menampung ribuan peserta tersebut, pihaknya telah menyiapkan 111 tenda. “Peserta SD/MI dengan jumlah tenda 46 putra dan 46 putri, sedangkan SMP/MTs sebanyak 19 tenda untuk putra dan putri,” ujarnya, kemarin.

Sementara Sekcam Tambak Zainuddin dalam sambutannya menegaskan perkemahan untuk menjalin hubungan persaudaraan dan ajang silaturahmi antar sesama anggotanya. "Serta bekal nantinya bila hidup bermasyarakat agar bisa mandiri,"paparnya. (bst)

Dinkes Segera Rekrut Untuk RS Umar Mas ud


Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik berupaya memenuhi fasilitas kesehatan di dua kecamatan Pulau Bawean. Setelah membangun Rumah Sakit Tipe D, kini Dinkes mengusulkan penempatan dokter spesialis. Namun, rencana tersebut masih menunggu persetujuan dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Gresik.

Sejak diresmikan Desember 2014 lalu, RS Umar Mas'ud di Kecamatan Sangkapura, Bawean belum memiliki dokter spesialis. Sehingga pasien warga Bawean yang membutuhkan pelayanan spesialis harus dirujuk ke RSUD Ibnu Sina atau rumah sakit lain di Gresik dan Surabaya.

Plt Kepala Dinkes Kabupaten Gresik dr Nurul Dholam mengatakan saat ini belum ada dokter spesialis yang menetap disana. Saat ini, Bawean hanya dilayani dokter spesialis yang ada di Gresik. "Jadi kalau dibutuhkan saja, dokter akan datang kesana, kalau tidak ya di Gresik," ungkapnya.

Dikatakan, pihaknya mengusulkan empat dokter spesialis kepada BKD untuk ditempatkan di Bawean. Ini agar pelayanan kepada masyarakat Bawean bisa lebih maksimal lagi. "Selain itu keberadaan Rumah Sakit Tipe D disana bisa benar-benar melayani kebutuhan masyarakat," kata dia.

Dijelaskan, empat dokter spesialis tersebut antara lain dokter penyakit dalam, dokter bedah, dokter kandungan serta dokter anak. Empat spesialis ini memang dianggap paling dibutuhkan masyakat Pulau yang ada di wilayah utara perairan Kabupaten Gresik. "Ada empat penyakit dalam, bedah, anak dan kandungan," terangnya.

Menurut dia, saat ini di Pulau Bawean hanya ada dokter umum. Jumlahnya pun saat ini juga masih sangat minim. "Untuk dokter umum di Pulau Bawean ada empat orang, dua di Kecamatan Tambak dan dua ada di Kecamatan Sangkapura," ujarnya, kemarin.

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Gresik Noto Utomo mengatakan sudah saatnya Bawean memiliki dokter spesialis. Sehingga, perawatan tidak perlu di lakukan di kota. Tetapi, bisa dilakukan disana. "Kami meminta agar segera disedikan dokter spesialis di Pulau Bawean," katanya. (rof/ris)

Sumber : Radar Gresik

Nelayan Gelar Makan Bersama di Tengah Laut


Masyarakat pesisir di desa Gelam Tambak menggelar selamatan di pantai. Diawali istighotsah bersama di masjid, lalu pembacaan doa dan pemasangan umbul-umbul dan alat keselamatan seperti pelampung ditengah lautan.

Zainul Anwar tokoh Gelam mengatakan ritual ini digelar setiap tahun. Tujuannya meminta keselamatan serta berharap banyak tangkapan ikan saat melaut.

Semarak selamatan ini mendapatkan dukungan seluruh warga, setara muspika kecamatan Tambak. Menariknya lagi ditengah lautan diadakan acara makan bersama setelah merayakan pembacaan do'a bersama.

Samyadi kepala desa Gelam menyatakan selamatan pantai merupakan kegiatan turun temurun sampai sekarang masih tetap dipertahankan. "Sebagian besar mata pencaharian warga sebagai nelayan mencari ikan ke laut,"paparnya.

Seyogyanya selamatan digelar dengan pembacaan doa agar mereka diberi keselamatan dan rezekinya bertambah banyak. (bst)

Anak-anak Minta Tersedianya Fasilitas Bermain dan Belajar


Rekomendasi dalam forum anak kabupaten Gresik di kantor Bupati diantaranya tersedia tempat bermain dan belajar yang layak anak disetiap kecamatan, terutama di kecamatan Tambak Pulau Bawean.

Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim merespon positif rekomendasi ini. Dia bersedia untuk menyediakan fasilitas bermain dan belajar yang layak anak. "Sesuai rekomendasi, bupati dan wakil bupati Gresik akan membuat perencanaan kedepan sesuai harapan anak di kabupaten Gresik,"katanya.

Lebih lanjut Wabup Gresik membeberkan keberhasilan pembangunan pemerintah, diantaranya pembangunan wahana ekspresi pusponegoro (WEB) sebagai sarana untuk berekspresi dan stadion joko samudro untuk pengembangan bakat olahraga di kabupaten Gresik.

dr. Adi Yumanto kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan mengatakan forum anak dihadiri perwakilan kecamatan Sangkapura dan kecamatan Tambak, harapannya mensejajarkan anak di Pulau Bawean dengan di daratan Gresik.

Camat Tambak Narto menyatakan bersedia memenuhi rekomendasi forum anak. "Nantinya akan koordinasi bersama instansi terkait adanya tempat bermain dan belajar yang layak untuk anak,"paparnya.

Adapun sumbangsih bermain untuk anak, sudah pernah diberikan fasilitas permainan edukatif kepada sekolah PAUD di kecamatan Tambak. (bst)

Warga Kepuhlegundi Minta Muspika Turun Tangan Hentikan Penambang Pasir Liar



Maraknya penambangan pasir secara liar kembali dikeluhkan warga Legundi, desa Kepuhlegundi, kecamatan Tambak. Ini dikarenakan kerusakan pantai akibat abrasi sudah hampir mencapai 2 km.

“Jika penambangan pasir tetap dilanjutkan, maka mengancam kerusakan lingkungan pantai yang sangat parah,” kata Muhammad (45 th.) warga Legundi.

Ironisnya kerusakan pantai di daerahnya, menurut Muhammad, sepertinya tidak ada yang mau peduli. Padahal warga setempat sudah merasa terusik, tapi mereka bingung mau melakukan protes.

Muhammad berharap ketegasan aparat, khususnya Muspika kecamatan Tambak untuk melakukan penutupan seperti di desa Pekalongan.

Sementara aktivitas penambangan pasir sudah berjalan selama 6 tahun, hampir setiap hari banyak kendaraan pengangkutan pasir yang melintas tanpa ada ketegasan aparat untuk menghentikannya.

“Jika dilanjutkan, resikonya kerusakan lingkungan akan semakin parah,”tegasnya.

Narto Camat Tambak mengaku tidak mengetahui bila ada penambangan pasir secara liar di desa Kepuhlegundi. “Jika ada protes warga, maka secepatnya muspika akan menindaklanjuti untuk melakukan penutupan,”ujarnya. (bst)

Tanpa Perangkat, Pemerintah Desa Terseok


Puluhan desa di Pulau Bawean berjalan terseok. Penyebabnya, sudah beberapa tahun ini mengalamiki kekosongan jabatan perangkat desa. Seperti diutarakan Jumali kades Tanjungori Tambak, kinerja pemerintahan desa yang dipimpinnya tak optimal lantaran aparatnya sampai sekarang belum terisi.

“Sudah hampir 2 tahun lamanya, aparat desa yang kosong belum terisi sehubungan menunggu adanya pengangkatan yang baru,”katanya.

Lebih lanjut kades yang wilayahnya memiliki lapangan terbang ini berharap agar secepatnya kekosongan aparat bisa segera diisi. “Mengingat kinerjanya sangat dibutuhkan untuk menjalankan roda pemerintahan tingkat desa,”ujarnya.

Camat Tambak Narto membenarkan banyak jabatan perangkat desa yang kosong. Ini disebabkan belum ada pengangkatan yang baru. “Sampai sekarang masih tetap kosong dan menunggu adanya instruksi dari pemerintah kabupaten Gresik,”paparnya.

Hal senada diungkapkan Abdul Adim Camat Sangkapura menyatakan ada 87 jumlahnya perangkat desa yang kosong diwilayahnya. Dia berharap dalam waktu cepat segera diisi.

Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Pemkab Gresik Jusuf Ansori mengatakan kekosongan aparat desa masih menunggu selesainya peraturan bupati. Sedangkan peraturan daerah sebagai payung hukumnya sudah didok.

“Setelah bagian hukum mengeluarkan perda maka selanjutnya akan digodok untuk pembuatan perbup,”jelasnya. (bst)

Keluar Masuk Sekolah Antisipasi Gizi Buruk


UPT Puskesmas Sangkapura gencar melakukan pencegahan gizi buruk. Caranya dengan melakukan penyuluhan ke sekolah.

Badar petugas gizi UPT Puskesmas Sangkapura mengatakan penyuluhan diadakan dalam rangka memberikan pengetahuan pentingnya kesehatan bagi siswa. Diantaranya materi tentang gizi, serta membedakan garam beryudium.

Selain itu, kegiatan tersebut mengantisipasi adanya gizi buruk. "Jangan sampai anak Bawean terkena gizi buruk,"paparnya.

dr. Tony S. Hartanto UPT Puskesmas Sangkapura berharap kegiatan ini bisa meningkatkan kesehatan anak, termasuk antisipasi gizi buruk. (bst)

Calon Jamaah Haji asal Bawean Berangkat ke Tanah Suci



Puluhan Calon Jamaah Haji (CJH) asal Pulau Bawean berangkat lebih awal menuju Gresik. Ini dilakukan untuk mengantisipasi cuaca buruk yang sewaktu-waktu bisa melanda. Sesuai jadwal, para jamaah baru berangkat menuju Asrama Haji Sukolilo dua minggu lagi.

Kemarin, Calon Jamaah Haji (CJH) asal Pulau Bawean diantar keluarganya menuju Pelabuhan Bawean. Para CJH dilepas oleh keluarga bersama warga se-kampung. Mereka bakal menuju daratan Gresik dengan naik kapal cepat Express Bahari 8E.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sangkapura Nasichun Amin mengatakan ada 24 orang calon jamaah haji yang mengikuti reguler. "CJH asal Bawean masuk gelombang kedua, dengan kloter 37, 38 dan 39," katanya.

Menurut dia, jadwal pemberangkatan ke Asrama Haji Sukolilo untuk kloter 37 pada tanggal 23 Agustus, sedangkan kloter 38 dan 39 berangkat tanggal 24 Agustus 2016. "Seluruh CJH mengikuti KBIH di Gresik, untuk KBIH Bawean tahun ini tidak menanganinya,"pungkasnya. (bst)

Pembangunan Jalan Lingkar Bawean Capai 89%


Pemerintahan Gresik (Pemkab) kembali melanjutkan pembangunan jalan lingkar di Pulau Bawean. Saat ini, pembangunan jalan lingkar sudah mencapai 89 persen. Sehingga, dari rencana panjang jalan 57 kilometer, kini tinggal 11 kilometer lagi yang belum dibangun.

"Pembangunan jalan lingkar Bawean sepanjang 46 km sudah dipasang paving," kata M Zen Kepala UPT Pekerjaan Umum Pulau Bawean.

Dikatakan, tahun ini ada tiga paket pekerjaan pembangunan jalan lingkar Bawean. Di antaranya, Jalan Kepuhteluk - Sungairujing sepanjang 2,1 kilometer dengan anggaran sebesar Rp 6.399.996.900. Kemudian, Jalan Diponggo sepanjang 1,2 kilometer dengan anggaran Rp 3.496.593.200. “Dan Jalan Sungaiteluk sepanjang 375 meter dengan anggaran Rp 1.199.994.400,” jelasnya.

Selain, meneruskan pembangunan jalan lingkar, Pemkab Gresik juga kembali membangun fasilitas kesehatan. Kepala UPT Puskesmas Sangkapura dr. Tony S Hartanto membenarkan pembangunan gedung baru untuk pengganti gedung lama yang sekarang ditempati RSUD. “Nanti ada Puskesmas Sangkapura baru,” kata dia. (bst)

Wabup Qosim Pimpin Peringatan HUT RI Ke 71


Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke 71 digelar di Pulau Noko. Dijadwalkan Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim akan hadir seperti perayaan tahun lalu.

Abdul Adim Camat Sangkapura mengatakan upacara HUT RI ke-71 di Pulau Noko yang diikuti warga Bawean dan Pulau Gili. Sedangkan upacara detik-detik proklamasi kemerdekaan digelar di Alun-Alun kota Sangkapura. "Peserta peringatan di Pulau Noko akan memakai kaos merah putih,"katanya.

Usai memimpin kegiatan resmi HUT RI, Wabup Qosim akan melihat lomba masakan khas lobster Bawean. Lomba ini diikuti instansi. Serta lomba makanan khas Bawean yang diikuti antar desa di Sangkapura.

Adim menambahkan, menjelang peringatan HUT, juga diadakan tasyakuran dengan suguhan sebanyak 71 tumpeng. "Jumlah tumpeng sebanyak 71 porsi menyesuaikan HUT kemerdekaan RI,"paparnya. 

Adapun tanggal 18 Agustus 2016, Radar Gresik menggelar jalan sehat keliling kota Sangkapura dengan doorprize sepeda motor dan hadiah lainnya. (bst)

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean