Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1439 H.

adsbybawean

9 Bulan Beras Raskin Macet Tak Terkirim ke Pulau Bawean


Setelah selama 9 bulan, pengiriman beras prasejahtera (rastra) ke Pulau Bawean terhenti. Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik Jawa Timur, berjanji akan segera menyalurkan beras yang menjadi hak masyarakat miskin atau prasejahtera itu.

Terhentinya penyaluran rastra ke Pulau Bawean itu, karena Dinsos pada APBD tahun 2018 tidak menyiapkan anggaran untuk pendistribusian. Namun, pasca ada perubahan APBD (P-APBD) 2018 pihak Dinsos akan melakukan koordinasi dengam Bulog untuk proses penyaluran kembali.

“Benar, selama 9 bulan rastra untuk masyarakat Pulau Bawean tidak bisa didistribusikan karena tidak ada anggaran pengiriman. Namun, pada P-APBD 2018 anggarannya sudah disiapkan maka kami akan segera distribusikan pada minggu ini,” kata, Kepala Dinsos Kabupaten Gresik Jairuddin usai mengikuti apel peringatan Hari Santri, Senin (22/10/2018).

Di tambahkannya, bahwa untuk proses pendistribusian masih dalam kajian pihaknya. Sebab, dalam penyalurannya nanti apakah dilakukan dengan penunjukan langsung atau memakai sistem lelang.

“Pendistribusian rastra lewat lelang atau penunjukan langsung, ini masih harus kita tentukan. Karena, jumlah yang harus dikirim itu besar. Soalnya, rastra yang selama 9 bulan belum tersalurkan dijadikan satu. Sehingga anggaran untuk pengirimannya pun cukup besar,” ujarnya.

“Untuk mengantisipasi agar hal serupa tidak terulang kedepan, kami sudah mempersiapkan anggaran pada KUA-PPAS tahun 2019. Sehingga, rastra bisa dikirim kembali pada tiap bulannya tanpa kendala,” tutupnya. 

Bawean Berduka, Kyai Berkharismatik Tinggi Berpulang


Seminggu yang lalu, tepatnya hari selasa tanggal 16 Oktober 2019, pada waktu siang hari kita dikejutkan dengan kepergian tokoh ulama asal Pulau Bawean Gresik, yaitu KH. Ahmad Anwar bin KH. Zainuddin Hamid menghadap sang Khaliq.

Tokoh berkharismatik tinggi yang meninggal dunia dalam usia muda, dikenal sebagai sosok panutan warga Bawean. Seringkali tampil dalam kegiatan warga, beliau memimpin pembacaan Al Qur'an dengan suara yang merdu dan fasih. Selain itu, beliau juga seringkali memimpin pembacan do'a.

Adapun aktivitas sehari-hari Almarhum, aktif sebagai pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Pancur sebagai pelanjut kepemimpinan ponpes yang didirikan oleh KH. Abd. Hamid Thobri. Kesibukan beliau aktif sebagai pengajar santri di Pondok Pesantren yang diasuhnya. Disamping itu juga aktif sebagai tokoh jamaah sholawatan di Pulau Bawean dan organisasi Nahdlatul Ulama.

Kyai Sholehoddin, adik ipar KH. Ahmad Anwar mengatakan Almarhum sejak mulai usia kecil ketika belajar dibangku madrasah Ibtidaiyah sampai nyantri ke daratan Pulau Jawa selalu bersamanya. Sehingga bisa mengenal sosok Almarhum yang penyabar dan gigih dalam mencari ilmu.

KH. Ahmad Anwar belajar di Pondok Pesantren Sladi Pasuruan, terus berlanjut belajar sampai ke tanah suci Mekkah. Dan akhirnya menghafal Al Qur'an dengan berguru kepada KH. Burdah di Pulau Bawean.

Menurutnya Almarhum termasuk sosok yang sabar dan selalu mengalah. "Dibuktikan ketika menghadapi persoalan selalu memilih mengalah,"ujarnya.

Demikian juga ketika diminta tolong, ternyata selalu siap dan tak kenal waktu untuk selalu hadir.

Disamping itu penampilan keseharian penuh kesederhaan dengan pakaian khas dengan memakai sarung.

KH. Ahmad Anwar adalah pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda sebagai pelanjut dari ayahnya KH. Zainuddin yang didirikan oleh KH. Abd. Hamid Thobri di desa Sidogedungbatu kecamatan Sangkapura Kabupaten Gresik. Pondok Pesantren yang dikenal mempertahankan keshalafannya ini termasuk pondok tua berdiri di Pulau Bawean yang eksis dengan jumlah santri tergolong banyak.

Almarhum meninggal dunia dengan meninggalkan seorang isteri dan 3 anak. Semoga segala amal kebaikan Almarhum diterima disisi-Nya dan kesalahannya mendapat ampunan dari Allah SWT. Marilah kita mengirim do'a dikhususkan kepada Almarhum.... Al Fatihah.....


Angin Puting Beliung Terjang Pulau Bawean Gresik, Perahu dan Rumah Warga Porak-poranda


Bencana alam angin puting beliung menerpa beberapa rumah dan pernah nelayan milik warga Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik.

Tidak ada korban jiwa, tapi kerugian diperkirakan puluhan juta rupiah.

Dalam musibah angin puting beliung di Pulau Bawean tersebut mengakibatkan dua buah perahu nelayan rusak. Bahkan ada perahu yang terangkat ke pantai.

Selain itu, sebuah rumah tertimpa pohon kelapa dan atap rumah yang berserakan.

Warga Pulau Bawean yang juga anggota DPRD Gresik, Muhammad Subki, mengatakan bahwa beberapa perahu nelayan yang menjadi korban bencana alam angin puting beliung yaitu perahu milik Kasen dan Samyedi.

Sedangkan rumah yang tertimpa pohon kelapa di tepi pantai itu milik Rapsia. Dan rumah yang atapnya porak poranda milik Tipa. Semuanya warga Tanjungori Kecamatan Tambak Pulau Bawean.

"Pemerintah bisa memberikan pengetahuan bagi masyarakat di Pulau Bawean agar tanggap terhadap bencana."

"Selain itu juga memberikan bantuan perbaikan sarana prasarana yang rusak akibat bencana alam," kata Subki anggota DPRD Gresik.

Sementara Kepala BPBD Gresik, Tarso, menyatakan masyarakat di pesisir pantai untuk waspada adanya bencana alam angin puting beliung.

"Pemerintah daerah sudah mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di pesisir pantai agar berhati-hati saat musim panca roba. Sehingga tidak sampai ada korban jiwa," kata Tarso.

Sumber : Tribun News

Perubahan Jadwal KMP Gili Iyang Selama Seminggu


KMP Gili Iyang rute Pulau Bawean tujuan Pelabuhan Paciran Lamongan dan Pelabuhan Gresik untuk seminggu ini terjadi perubahan jadwal keberangkatan. Sesuai surat yang dikeluarkan oleh PT. Pelayaran ASDP Indonesia (Persero), perubahan menyesuaikan dengan adanya kunjungan Menteri Perhubungan RI di Pelabuhan Paciran Lamongan.

Suhaemi Petugas PT Pelayaran ASDP Indonesia (Persero) membenarkan adanya perubahan jadwal selama 1 minggu. "Setelahnya, mulai tanggal 23 oktober 2018 akan kembali ke jadwal normal,"katanya.

Jadi perubahan jadwal ini hanya satu minggu saja, setelah kegiatan kunjungan selesai maka kembali diberlakukan jadwal seperti biasanya. (bst)

Tokoh Bawean di Singapura, Presiden PBS Ucapkan Duka Cita


Inna lillahi wainna ilaihi rojiun

Dengan penuh dukacita kami dari pihak Persatuan Bawean Singapura memaklumkan bahawa Bpk Hj Asmawi Majid, Naib Presiden II PBS telah pulang ke Rahmatullah sekitar jam 4.30 petang tadi hari rabu (17/10).

PBS ingin merakamkan salam takziah buat keluarga Almarhum. Semoga di ampuni segala dosa nya dan di cucuri Rahmat ke atas roh Almarhum. Semoga husnul khotimah.

PBS juga ingin merakamkan setinggi tinggi penghargaan kepada Almarhum atas jasa budi dan pengorbanan beliau bukan sahaja kepada PBS tetapi kepada seluruh masyarakat Bawean Singapura.

Semoga amal jasa dan bakti Almarhum menjadi penerang di alam barzah dan rohnya ditempatkan olehNya bersama insan-insan yang mendapat keredhaan Allah.

Secara peribadi, pemergian Almarhum adalah satu kehilangan besar buat saya. Kerana Almarhum lah sahabat karib dan saudara seperjuangan yang senantiasa memberikan dorongan dan galakkan dalam tanggungjawap saya memimpin PBS. Tidak dapat saya gambarkan kesedihan dan kepiluan ....

ALFATEHAH

Faizal Wahyuni
Persatuan Bawean Singapura

Bobol Rumah Ibu Nyai, Pemuda Bawean Ditangkap Polisi


Jefri (20), warga Desa Tambak, Kecamatan Tambak Pulau Bawean, Gresik ditangkap Polsek Bungah karena mencuri tiga ponsel serta mata uang asing milik Siti Muaminah (51) salah satu pengasuh di Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Ulum Desa Bedanten, Kecamatan Bungah, Gresik. Akibat kejadian itu, kini Jefri meringkuk di penjara Polsek Bungah.

Kasus ini terungkap berawal saat Siti Muaminah yang sedang tidur di ruangan, saat terbangun mengetahui tiga ponselnya yang sedang dicharge serta uang Real miliknya sebanyak 10 lembar, ditambah satu uang lembar Yuan China, tidak ada di tempat.

Mengetahui barang miliknya tidak ada di tempat, korban mengecek keluar rumah ternyata pintu jendela sudah terbuka. Diduga pelaku masuk dengan cara merusak kawat berduri jendela kamar mandi. "Pelaku masuk ke ruangan saya melalui jendela. Setelah itu mengambil ponsel serta mata uang Real dan Yuan," ujar Siti Muaiminah, Rabu (17/10/2018).

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian Rp 3 juta. Anehnya korban malah tidak melaporkan kejadian ini ke polisi. "Korban tidak melaporkan ke kami. Tapi, pas saat mengamankan pelaku pencurian. Ada salah satu barang milik korban," tutur Kapolsek Bungaj AKP Achmad Said.

Sewaktu mengamankan pelaku, kata Achmad Said, identitasnya mengarah pada Jefri. Sebab, usai tertangkap yang bersangkutan mengaku pernah mencuri di Ponpes Mambaul Ulum. "Atas perbuatannya itu pelaku kami jerat dengan pasal 363 KHUP," ungkapnya.

Sementara, Jefri mengaku dirinya terpaksa mencuri karena untuk memenuhi kebutuhan hidup dan berfoya-foya. "Saya menyesal telah melakukan pencurian dan tidak ingin mencuri lagi," pungkasnya. [dny/kun]

Sumber : Berita Jatim

ADUKTUAL Juara I Turnamen PSSD Cup 2018




Persatuan Sepak Bola (PS) ADUKTUAL asal desa Sidogedungbatu Kecamatan Sangkapura dinobatkan sebagai juara I dalam turnamen sepak bola PSSD Daun Cup tahun 2018, setelah berhasil mengalahkan PS PERSIB asal Bekung desa Suwari dalam pertandingan grand final yang digelar kemarin (minggu, 14/10).

Dalam pertandingan yang digelar, kedua kesebelasan bermain imbang 0 - 0. Akhirnya wasit memutuskan adu pinalti, yang dimenangkan oleh PS ADUKTUAL.

Sebagai juara I, PS ADUKTUAL mendapatkan hadiah uang pembinaan sebesar Rp.20 juta ditambah piala, sedangkan PS PERSIB sebagai juara II memperoleh uang pembinaan sebesar Rp.15 juta ditambah piala. Sedangkan juara III dan IV yaitu MALOKOK FC dan LPFC Labuhan masing-masing mendapatkan Rp.5 juta tanpa ada pertandingan.

Badruttamam selaku head coach PS ADUKTUAL menyatakan bersyukur alhamdulillah. "Penantian panjang untuk angkat tropi bisa terwujud. Sebelumnya PS ADUKTUAL juga pernah juara I didalam mengikuti turnamen yang sama diselenggarakan PSSD Daun beberapa tahun yang lalu,"katanya. "Mmdah-mudahan ini menjadi pemicu semangat anak-anak junior ADUKTUAL bisa memacu diri untuk berprestasi,"ungkapnya.

Yang membanggakan menurutnya, pemain terbaik juga disabet pemain ADUKTUAL yaitu Arif putra asli Bawean yang sebelumnya sudah seringkali mengikuti ajang pertandingan sepak bola liga di daratan Pulau Jawa.

Lebih lanjut Badruttamam berharap adanya perhatian khusus kepada pemain yang sudah punya bakat, apalagi sampai mampu bertanding di kelas liga. "Rencananya ADUKTUAL akan mengirim beberapa pemain untuk mengikuti pendidikan di daratan Pulau Jawa untuk menambah ilmu pengetahuan dan kemampuan dalam bertanding,"ujarnya.

Syahidan Fuadi panitia pelaksana mengucapkan Alhamdulullah selama turnamen digelar dalam kondisi aman tanpa ada satupun sporter masuk lapangan.

Menurutnya turnamen PSSD CUP 2018 sukses dilaksanakan berkat kerjasama panitia dan semua pihak, termasuk club sentiasa menjunjung tinggi sportifitas.

"Panitia bersama lapisan masyarakat Desa Daun mngucapkan terima kasih kepada semua pihak, termasuk club dan sporternya yang telah sama-sama mensukseskan turnamen PSSD CUP 2018,"ucapnya. .

"Semoga kedepan lebih baik lagi, bersatu pasti mampu,"tegasnya.(bst)

Dampak Gangguan Speedy PT Telkom, Pelayanan Publik dan Pendidikan jadi Terhambat


Pelayanan akses internet PT Telkom di Pulau Bawean Gresik mengalami gangguan sejak seminggu yang lalu. Dampak gangguan speedy PT Telkom mengakibatkan pelayanan di kantor kecamatan dan lembaga pendidikan jadi terhambat.

Abd. Haris staf kependudukan kantor kecamatan Sangkapura membenarkan gangguan speedy PT. Telkom telah menghambat kinerja pengurusan E KTP di kantor kecamatan. "Sudah seminggu yang lalu mengalami gangguan, sampai saat ini masih belum ada perbaikan,"katanya.

Padahal menurutnya hampir setiap hari warga berdatangan untuk mengurus keperluan di kependudukan dengan pelayanan harus menggunakan akses internet.

Hal senada disampaikan Himmatus Syarifah kepala MTs. Umar Mas'ud menyatakan gangguan speedy jaringan PT Telkom telah membuat kendala dalam pengiriman data sekolah. "Jelas menghambat kemajuan dunia pendidikan di Pulau Bawean,"tegasnya.

Sementara informasi yang dihimpun Media Bawean, gangguan speedy PT Telkom Bawean disebabkan putusnya kabel bawah laut yang menghubungkan Ujung Pangkah ke Pulau Bawean. Selain speedy, jariangan Telkomsel juga mengalami gangguan tapi teratasi setelah dirubah jalurnya. (bst)

KLM Galang Sejahtera Tenggelam, 5 ABK Selamat


KLM Galang Sejahtera dengan 5 ABK tenggelam di perairan laut jawa, hari jumat (12/10), kurang 4 jam perjalanan ke Pulau Bawean Gresik.

Kapal layar motor milik Sulaeman asal Bengkosubung desa Kotakusuma kecamatan Sangkapura tenggelam akibat mesin induknya mati. Awal kejadian jam 10.00 WIB. dan ABK mendapatkan pertolongan sekitar jam 17.00 WIB. Lalu dibawanya ke Pulau Jawa.

Sulaeman dihubungi melalui ponselnya membenarkan adanya kejadian KLM Galang Sejahtera tenggelam.

KLM Galang Sejahtera berangkat dari Pelabuhan Brondong Lamongan tujuan Pulau Bawean dengan mengangkut semen dan sembako. (bst)

Liputan MTQ (3)
Pengasramaan Untuk Pemantapan Kafilah


Oleh: Sugriyanto

Penginapan milik H. Yusuf di jalan Panglima Sudirman gang II nomor 19 A Gresik menjadi jujukan kafilah asal Kecamatan Sangkapura di setiap acara MTQ tingkat kabupaten yang diselenggarakan dua tahunan sekali ini. Selain letak tempatnya yang strategis, juga desain penginapan berlantai tiga ini cocok untuk berbagai kegiatan bekal pemantapan dalam kesertaan lomba MTQ dari berbagai cabang. Di teras depan lantai tiga tersedia ruang terbuka yang relatif luas sehingga para peserta MTQ ini merasa amat leluasa untuk melantunkan tarikan suara dalam langgam lagu musabaqoh. Senyaring atau sekeras apapun para kafilah berlatih di teras lantai III tetap aman-aman saja karena tidak ada pihak tetangga yang merasa terusik ketenangannya. Justru, suara yang ditimbulkan para kafilah di saat berlatih langsung lenyap terbawa tiupan angin yang berhembus kencang di atas teras lantai paling atas tersebut.

Kesejukan hembusan sepoi-sepoi angin yang bertiup dari berbagai penjuru di teras atas lantai tiga terasa hawanya. Para kafilah merasakan kesejukan walau terik mentari menyengat bumi seperti saat ini. Kebisingan deru kendaran yang melintas di jalan raya Palima Sudirman tidak seberapa terdengar bisingnya. Ketidak-terdengaran deru mesin kendaraan ini akibat letak penginapan masih masuk gang beberapa meter dari jalan raya Pangsud tersebut. Apabila menerus masuk ke arah barat dari gang sempit tersebut akan sampai ke komplek pekuburan umum. Senyapnya suasan di tengah malam sesenyap suasana kubur yang berada di dekatnya.

Proses sosialisasi antarpeserta yang turut dalam kafilah asal Kecamatan Sangkapura di tingkat anak-anak secara alamiyah terjadi interaksi baru yang semakin mengenal antara yang satu dengan lainnya. Patut diketahui pula bahwa peserta yang terjaring dalam seleksi di tingkat kecamatan berasal dari berbagai pelosok yang relatif berjauhan tempat tinggalnya. Di penginapan inilah mereka mulai kenal antarsesama. Sebelumnya mereka belum seberapa mengenal lebih dekat sifat dan karakter masing-masingnya. Beberapa waktu kemudian mulailah timbul rasa senasib seperjuangan di penginapan tersebut. Mereka memiliki semangat tinggi untuk mempersembahkan yang terbaik buat kecamatan asalnya, umumnya untuk keharuman nama Pulau Bawean.

Kebersamaan dalam satu penginapan terasa unik dan menarik tatkala mendengar bersama informasi penting yang disampaikan via WA atau Whats up. Informasi sekecil apapun yang diterima dari panitia penyelenggara MTQ tingkat kabupaten yang digelar di Kecamatan paling selatan ini terbaca bersama. Segala informasi terkini yang memuat aturan dan ketentuan MTQ yang digeber di Kecamatan Wringin Anom tersebut cepat sampai kepada peserta. Schedul acara beserta daftar susunan makan di setiap waktu yang menjadi jatah perpeserta yang terperinci dengan cermat itu akhirnya tersampaikan via WA. Termasuk, waktu kesiapan jamuan santap makan tiga kali sehari di penginapan H. Yusuf tersampaikan dari panitia pihak kecamatan juga via WA. Para pendamping dari pihak kecamatan tidak perlu lagi menggedor pintu kamar para peserta untuk memberi tahu tibanya acara jamuan makan. Alasan yang mendasar adalah hemat energi dari keharusan untuk naik turun dari setiap kamar yang berada di lantai II dan III tersebut. Bila petugas logistik mengirim via WA atas sudah siapnya sajian santap makan, semua peserta menuju ruang jamuan di lantai dua secara bersama dengan diawali iringan doa dari salah seorang ustadz yang mendapat mandat untuk memimpinnya. Kerap kali pula foto menu makanan yang sudah tersaji di ruangan lantai dua terlihat jelas penyajiannya via WA. Betapa indahnya nilai sebuah kebersamaan dalam satu asrama penginapan ini.

Pada hari Kamis, 27 September 2018, pada malam sehabis magrib semua peserta beserta rombongan berkumpul di ruang lantai dua untuk mendapatkan arahan dan motivasi dari Bapak Camat Abdul Adim, S.Pd. MM. Sambil berdiri di dekat gawang pintu penginapan, beliau amatlah santai menyampaikan segala sesuatu terkait rencana kafilah yang akan berangkat menuju Kecamatan Wringin Anom sebagai tempat penyelenggara MTQ tingkat kecamatan se-Kabupaten Gresik. Segala tetek bengek dibincingkan secara transparan, hingga rencana kepulangan kembali ke Bawean tuntas dibahas secara menyeluruh. Di sela-sela penyampaian itu bergulir senyum renyah dari seorang camat bertajuk ST12 itu (Sangkapura 1 dan Tambak 2).

Rencana keberangkatan kafilah asal dua kecamatan, baik yang dari Kecamatan Sangkapura maupun Kecamatan Tambak tetap menggunakan satu bus yang sama menuju Kecamatan Wringin Anom. Waktu keberangkatan telah ditetapkan hari Jumat, 27 September 2018 pada pukul 08:00 WIB. Penetapan waktu keberangkatan yang agak pagi ini sebagai langkah antisipasi adanya kemacetan lalu lintas yang sering terjadi di lintasan dimaksud. Intinya, tepat pukul 07:00 WIB seluruh peserta dan rombongan sudah harus menyudahi aktivitas apapun di penginapan H.Yusuf di Jalan Pangsud tersebut. Hakikat dari pengasramaan ini sebagai langkah pemantapan para peserta. Di saat Bapak Camat Sangkapura, Bapak Abdul Adim, S.Pd. MM. hendak menyudahi wejangan, pada saat yang sama peserta asal Sangkapura binaan Ibu Hj.Siti Aisyah Aziz tiba dari Kota Malang. Liputan khusus tentang qori'ah yang pernah menggondol juara tingkat nasional dari tingkatan remaja pada tahun 1985 di MTQ Pontianak Balik Papan akan dimuat dalam liputan khusus. Selamat mengikutinya!

Liputan MTQ (2)
Satu Bus, Satu Jiwa


Oleh: Sugriyanto

Tatkala KMP. Gili Iyang hendak bersandar di dermaga "Cinta" Paciran terlihat dari kedekatan rupa bentangan perbukitan landai tanpa kepulan asap cerobong pabrik. Sebuah bangunan megah berdinding dan beratap serba putih terlihat dari kejauhan. KMP. Gili Iyang menerus masuk di areal bebas ombak. Sekitar beberapa ratus meter dari tepi dermaga terdapat barisan pancang beton yang menyanggah balok beton sebagai pemecah atau penghadang ombak. Setelah memasuki areal yang dikatakan sebagai "kolam laut" tersebut KMP. Gili Iyang tak bergeming atau oleng sedikit pun. Akhirnya, KMP. Gili Iyang sandar dengan selembut-lembutnya tanpa terasa adanya benturan dari haluan kapal dan bibir dermaga. Bagian depan mulut kapal seperti menganga hendak menumpahkan segala muatan, baik kendaraan beroda dua dan empat maupun orang bergerak turun menuju dermaga.

Kafilah MTQ asal dua kecamapan dari Pulau Bawean turun bersama-sama dari kapal KMP. Gili Iyang menuju bus yang sudah dicarter. Pada saat itu para kafilah asal Pulau Bawean menyempatkan diri berpose bersama di sisi bus Bus jumbo yang sudah dipersiapkan pihak panitia dari kedua kecamatan itu. Bus besar itu siap mengangkut para kafilah MTQ menuju alamat asrama atau penginapan masing-masing kafilah. Segala barang bawaan dari kedua kafilah, baik berupa kardus dan koper maupun tas bawaan dimasukkan ke dalam kedua bagasi bagian lambung kanan dan kiri bus. Cukup "enteng" para kafilah dan rombongan masuk menaiki bus lewat dua pintu tengah dan pintu depan. Kekompakan dalam satu jiwa antara dua kafilah di bawa komando satu camat (meminjam istilah yang dijelentrehkan oleh Bapak Abdul Adim, S.Pd. MM. sendiri yakni camat ST12 yakni Sangkapura 1 dan Tambak 2) ini benar-benar guyub. Mereka, para kafilah secara membaur pula duduk sesama gender tanpa melihat asal kecamatannya. Suasana pagi di dalam ruang bus ibarat penghuni rumah dalam satu keluarga besar. Deru mesin bus mulai menggemuru halus tanpa adanya kebisingan yang berarti. Perlahan bus mulai bergerak keluar dari areal pelabuhan.

Pemandangan yang tetap menjadi catatan menarik di Pelabuhan "cinta" lama dermaga Paciran tidak terlihat gelagat para portir pelabuhan bergegas untuk berebutan naik ke kapal dalam mencari muatan atau ojekan. Para portir pelabuhan pada antre di pintu keluar atau pintu masuk dekat kapal bersandar. Berbeda dengan para tenaga portir di pelabuhan Gresik dan Pulau Bawean yang gesit melompat walau kapal belum sandar sempurna. Kebisingan dan keributan saling adu cepat raih penumpang kerap terjadi di kedua pelabuhan tersebut. Ujung-ujungnya, kadang barang bawaan penumpang "katut" terbawa oleh penumpang lain. Sampai kapankah kenyamanan dan ketenangan penumpang di kedua pelabuhan milik bersama warga Gresik akan seperti suasana tenang yang terjadi di pelabuhan "Cinta" Paciran?

Sebelum bus "sehati" yang membawa kedua kafilah MTQ asal Pulau Bawean itu keluar dari bentangan batang jalan dermaga, pelan pula lajunya. Terlihat di ujung dermaga hamparan luas bahan bangunan dermaga berupa paku bumi beton dan besi batangan coran dari segala ukuran. Rupanya, pihak pemerintah Paciran terus menggencarkan perluasan dan pemewahan dermaga menuju standar untuk dapat disandari berbagai jenis kapal. Usaha yang terus diupayakan ini sebagai pendukung program nasional adanya jejaring tol laut di seluruh nusantara. Kebetulan pula KMP. Gili Iyang sandar tepat di buritan KM. Sunan Drajat Tanjung Perak yang merapat di pelabuhan yang sama.

Beberapa saat kemudian bus yang memuat kafilah MTQ satu jiwa keluar dari pintu gerbang dekat jalan raya Paciran. Secara kasat mata terlihat tanah Paciran berwarna merah darah. Mungkin inikah yang dikatakan sebagai tempat keberadaan profesor agama yakni Syekh Siti Jenar atau Syeikh Abdul Jalil dengan nama julukan populernya Syeikh Lemah Abang (baca, Bawean: tanah merah)? Cucu Syeikh Siti Jenar bernama Waliyah Zainab pusara dan peninggalannya berupa bangunan masjid terdapat di Desa Diponggo Kecamatan Tambak Gresik Jawa Timur. Sepintas terlihat adanya kemiripan tanah Paciran dengan warna dan tekstur tanah yang terdapat di Pulau Bawean. Sepanjang jalan saat melintas di jalan raya Paciran menuju arah Gresik terlihat pula pepohonan dan bangunan rumah tua beratap genteng berdebu serta tanah tegal seperti suasana di Pulau Bawean. Kepulan asap kecil pembakaran gulma kering yang dibakar petegal saat itu memberikan kesan ingatan pada salah satu dusun di tepi pantai Pulau Bawean. Rimbunan batang bambu dan kandang sapi masih terlihat di sepanjang tepi jalan raya Paciran. Beberapa pohon siwalan berderet tumbuh walau musim kemarau seperti saat ini.

Hampir dua jam lamanya bus melaju dengan pelan. Para kafilah rupanya masih melanjutkan rasa kantuknya di dalam bus sehati sambil bersenden atau menyandar di kursi empuk bus. Saat memasuki jalan raya Manyar mulai terasa adanya kemacetan lalu lintas. Laju bus sehati semakin dipelankan. Dari sebelah utara pintu gerbang masuk GKB, bus yang memuat kafilah MTQ sehati asal Pulau Bawean melaju semakin perlahan menuju penginapan kafilah asal Kecamatan Tambak yang berada di GKB. Sesampai di dekat penginapan GKB, turunlah rombongan kafilah asal Kecamatan Tambak beserta barang-barang bawaannya yang termuat dalam dua bagasi satu jiwa itu. Lambaian tangan pun turut menyertainya saat bus sehati mulai beranjak hendak keluar dari kawasan perumahan Gresik Kota Baru-yang dulunya mendapat sebutan Gresik "Kota Kotor" -karena Gresik di masa silam menjadi pelabuhan bandar dagang tempat bongkar muat barang.

Kafilah asal Kecamatan Sangkapura melanjutkan perjalan dalam bus "Sehati" itu menuju jalan Panglima Sudirman. Tiba-tiba saja satu kardus terbuka menganga berisi roti lezat setelah dinikmati bersama sepanjang perjalanan dari Paciran menuju Gresik datang menghampiri. Tanpa, kehadiran seteguk air pun kelembutan roti berasa duren menyusup di pagi hari penuh kenikmatan. Akhirnya, tepat pukul 08:30 WIB pada hari Rabu tanggal 26 September 2018 para kafilah MTQ tingkat kabupaten yang digelar di Kecamatan Wringin Anom Gresik sampai di penginapan H.Yusuf jalan Panglima Sudirman Gang II nomor 19 A Gresik. Pada waktu yang sama pula menu sarapan pagi sudah siap sedia dengan aneka buah sebagai cuci mulutnya. Salak pondo, jeruk New Zeland, semangka plus dua jenis wedang panas kopi dan teh menjadi penyegar di pagi yang penuh kecerian itu. Mantab...!!!

Liputan MTQ (1)
Kumandang Adzan di KMP. Gili Iyang


Oleh: Sugriyanto

Kafilah MTQ asal Kecamatan Sangkapura terus merapatkan barisan dalam jalinan kekompakan dan kebersamaan. Pengarungan via lautan untuk mengikuti kejuaran berbagai cabang yang dilombakan di MTQ tahun ini diawali dengan acara seremonial berupa pelepasan kafilah oleh Bapak Camat Sangkapura di pendopo kecamatan. Detik-detik keberangkatan para kafilah mendapat asupan wejangan dari Bapak Camat Sangkapura yang notabene menjabat Camat Tambak (Plt.) agar kedua kafilah berangkat dalam satu bahtera satu jiwa. Pilihan jatuh ke KMP. Gili Iyang dengan berbagai pertimbangan, termasuk pertimbangan rasa kemanusiaan atas keikutsertaan orang tua peserta yang memang masih membutuhkan pendampingan sebagai kategori anak-anak. Sama sekali riak gelombang malam itu hampir tak terasa.

Waktu isya' terus beranjak hingga menuju saat akan diberangkatkannya KMP. Gili Iyang tepat pukul 21:00 WIB pada hari Selasa, 25 September 2018. Seluruh kafilah, baik duta dari Kecamatan Sangkapura dan Tambak bertemu bersama di ujung dermaga baru untuk menuju kamar VIP kapal roro (roll on roll of) dimaksud. Dalam penantian sejenak di ujung dermaga, Bapak Camat Abdul Adim, S.Pd. MM rupanya sudah mendahului tiba berada di depan kafilah asal Kecamatan Sangkapura dan Tambak. Panitia dari pihak kecamatan juga jauh-jauh waktu sebelum keberangkatan sudah mengkavling seluruh ruang tidur VIP KMP. Gili Iyang yang diperuntukkan bagi kedua kafilah atas nama kebesaran Pulau Bawean.

Kedua rombongan kafilah MTQ beranjak bersama menuju ruang VIP dengan wajah penuh semringah sedikit berbalut keringat saat menaiki tangga kapal. Perlahan pula para kafilah bergegas naik meniti tangga kapal dengan letupan suara injakan tapak kaki berirama silih berganti. Suara yang timbul benada penuh kekompakan. ABK KMP. Gili Iyang pun menyambut hangat hingga melepas butir senyum dalam memberikan pelayanan.

Sesampai di dalam ruang kamar VIP KMP. Gili Iyang yang sejuk dengan hembusan hawa berpendingin itu membuat keringat mengendap perlahan hingga memgering sempurna dibuatnya. Sepanjang tempat tidur penumpang di ruang VIP itu rupanya sudah diberi tanda bertuliskan rombongan kafilah MTQ Kecamatan Sangkapura dan Tambak. Seluruh tempat tidur di bagian bawah dan atas terisi penuh sesuai jumlah kedua rombongan. Selain dimanjakan dengan suasana kesejukan, para kafilah dapat menikmati persembahan acara siaran dari salah satu stasiun televisi yang penampakannya di layar kaca kerap kali mengikuti posisi kapal dan irama goyangan kapal yakni timbul tenggelam. Saat kapal melakukan cikar kanan dan cikar kiri atau putar haluan tayangan siaran televisi pun mengikutinya sambil berkerdip sejenak.

Beberapa saat, sebelum KMP. Gili Iyang nelakukan embarkasi dari dermaga "Cinta" Sangkapura, para kafilah sama-sama membuka "amok-amok" (baca, Indonesia: kudaban) beraneka rupa. Salah seorang pembina menyodorkan gorengan ubi jalar berlapis tepung rasa manis, kerupuk sangrai, koncok-koncok, posot-posot, ruti canay, keripik ubi kayu, keripik pisang, nasi gulung, dan segala kudapan buatan warga Pulau Bawean mencuat serentak tanpa reserve untuk dinikmati bersama.

Menjelang waktu keberangkatan, dari "loud speaker" kapal KMP. Gili Iyang mengalun nada peringatan atas rencana lepas tambat dari petugas. Seluruh penumpang mulai menyudahi santapan kudaban yang dibawa oleh masing-masingnya. Sesekali masih terdengar bunyi kunyahan kerupuk sangrai dari salah satu tempat tidur di tingkat bawah mengalun tanpa jedah. Irama "karokan" (bunyi gigitan kerupuk sangrai) itu memancing selera untuk menyertainya di saat pengarungan mulai menjauh dari dermaga Sangkapura Pulau Bawean Gresik Jawa Timur. Tiba-tiba saja ruang VIP KMP. Gili Iyang beranjak senyap karena para pengguna tempat tidur pasrah dan larut dengan rasa kantuk yang menderanya. Usikan ombak terus mengelus bulu mata untuk tidak berkedip. Sesekali saja bunyi pintu kamar di sebelah kanan dan kiri tempat tidur menderit dan menghempas keras akibat amukan ombak yang menampar dinding lambung kapal. Setelah itu tiada lagi bunyi yang menggoda pendengaran dan mata dalam kelelapan tidur. Tangis seorang bayi yang masih menetek dapat dihitung dengan jari dan suara mual akibat mabuk laut dari ibunya sang bayi terdengar sebiji dua biji, lalu berlalu.

Tanpa terasa perjalanan pengarungan memasuki waktu subuh. Adzan pun mengalun dengan nada yang mendayu di ruangan VIP KMP. Gili Iyang. Seruan untuk menunaikan ibadah salat subuh itu membuat para penumpang bergeliat hingga bergegas menuju musallah KMP. Gili Iyang yang terawat dan terjaga. Pancuran air kran tempat wudlu KMP. Gili Iyang bergemerincik silih berganti.Para jamaah salat subuh pun silih berganti memenuhi ruangan musallah untuk menunaikan salat subuh dengan berdiri seraya menjaga keseimbangan tubuh dari hempasam ombak yang menghantam lambung kapal. Hanya orang dungu saja yang tidak mau atau merasa riskan dengan suara adzan lewat pengeras atau pelantang suara. Tak lama kemudian dari arah timur berkas sinar mentari pagi pun mulai menabur di hamparan laut dermaga "Cinta" Paciran pertanda waktu pagi telah tiba. Seluruh kedua kafilah MTQ asal Kecamatan Sangkapura dan Tambak sama berkemas untuk turun. Kapal pun merapat tenang tenpa terasa benturan yang berarti. Saat kaki para kafilah MTQ asal Pulau Bawean itu menginjakkan bersama di dermaga "Cinta" Paciran, seruan adzan masih terus mengiang di telinga ini. "Kumandangkan adzan saat waktu masuk salat tanpa perlu dipersoalkan walau dengan pengeras suara sekalipun..!" Cetusan hati penuh lirih sebelum bergegas menaiki bus rombongan kafilah yang sudah lama menunggu.

Kemenpar Usulkan Atung Jadi Maskot Pariwisata Bawean


Wonderful Sail to Indonesia 2018 diyakini membawa dampak positif bagi masyarakat Bawean. Setidaknya, Bawean akan kedatangan tamu dari 15 negara dengan 120 kapal yacht yang juga akan mengunjungi 53 destinasi di Indonesia.

Ketua Badan Percepatan Pengembangan Pariwisata Bahari Kementerian Pariwisata Indroyono Soesilo mengatakan, banyak yang bisa dieksplorasi di Bawean salah satunya adalah Atung. "Yang pertama itu tadi Atung. Yang kedua, sebenarnya juga pantai yang indah dan terumbu karangnya, terus yang ketiga adalah gunung dan danaunya. Karena mereka mau melihat komodo," kata Indroyono Soesilo di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu (8/9).

Atung adalah salah satu maskot dari Asian Games 2018 yang baru saja berakhir. Kemenpar ingin Atung menjadi maskot juga dari Bawean. "Kebetulan mereka punya nilai jual sekarang, yaitu Atung Rusa Bawean ini,” kata dia.

Jadi, ia menyarankan, gambar Atung itu dijadikan patung yang besar. “Kemudian ditulis di bawah Atung Maskot of Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Itu harus abadi dan sepanjang masa," kata mantan menteri koordinator bidang kemaritiman itu.

Ia juga mengatakan Wonderful Sail to Indonesia akan membawa dampak yang baik bagi perekonomian masyarakat Bawean. Harapannya, bisa menambah daya tarik untuk wisatawan lokal maupun mancanegara untuk singgah ke Bawean.

Sumber : Republika

Wondeful Sail Jadi Momentum Besar Promosikan Wisata Bawean


Badan Pengembangan Pariwisata Bawean (BP2B) menggelar soft launching program Wonderful Sail to Indonesia yang dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan di Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur. Program ini diluncurkan secara simbolis oleh Ketua Badan Percepatan Pengembangan Pariwisata Bahari Kementerian Pariwisata, Indroyono Soesilo di Anjungan Jawa Timur, TMII, Jakarta Timur, Sabtu (8/9).

Ketua BP2B, Ahsanul Haq mengatakan, Wonderful Sail to Indonesia akan digelar di Pulau Bawean pada 2-5 Oktober mendatang. Menurut dia, pelaksanaan event besar ini menjadi momentum besar untuk mempromosikan wisata Bawean kepada wisatawan Sail to Indonesia yang akan datang dengan menaiki 120 kapal yacht.

"Kita bisa mempromosikan budaya dan kekayaan alam bagi warga luar Bawean hingga warga Internasional. Secara ekonomi, masyarakat Bawean juga akan diuntungkan dengan adanya transaksi jual beli antara pengunjung dan warga lokal, mulai dari kebutuhan dasar, sarana transportsi, souvenir dan oleh-oleh khas Bawean," ujar Ahsanul.

Kedatangan ratusan kapal yacht ini merupakan event nasional yang berjuluk Sail to Indonesia, yaitu nama kegiatan pelayaran di perairan Indonesia yang diadakan setiap tahun oleh para pencinta kapal layar. Melalui event ini diharapkan dapat membangun pariwisata Pulau Bawean.

Kegiatan Wonderful Sail to Bawean ini juga dimaksudkan untuk sosialisasi menyongsong perayaan Hari Besar Bawean (HBB) yang ke-417 tahun. HBB ini akan dirayakan untuk pertama kalinya berbarengan dengan kegiatan Sail to Indonesia di Pantai Mombhul Pulau Bawean.

Karena itu, Anggota DPR RI asal Pulau Bawean, Jazilul Fawaid mendorong Pemerintah Kabupaten Gresik agar lebih serius untuk mendukung Sail to Indonesia di Bawean dan juga HBB. Dia menilai sejauh ini Pemerintah Gresik masih kurang antusias untuk menyukseskan acara tersebut.

"Ini yang perlu kita dorong Pemda Gresik untuk lebih antusias lah. Masyarakatnya antusias, tapi Pemdanya gak antusias kan kurang nyambung untuk kesuksesan," kata Jazilul.

Sumber : Republika

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean