Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
250x250

adsbybawean

Puskesmas Tambak Berlakukan Check Lock


Suasana waktu pagi di UPT Puskesmas Tambak diramaikan banyaknya pegawai yang datang untuk check lock atau absensi kehadiran.

Kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Tambak drg. Hellizzamah mengatakan sejak seminggu ini suasana kantor diramaikan pegawai untuk check lock, yaitu pagi sampai jam 07.00 WIB. dan siang sampai jam 14.00 WIB. "Hampir seluruh pegawai Puskesmas, termasuk bidan desa diwajibkan absen pada hari kerja,"katanya.

Menurutnya pemberlakuan sistem check lock memberikan manfaat besar kepada seluruh pegawai, diantaranya dituntut disiplin waktu untuk datang ke kantor. "Tapi setelah melakukan check lock langsung pulang lagi bagi pegawai yang bertugas di desa,"ujarnya.

Kecanggihan check lock ini menurutnya langsung tersambung ke kantor BKD kabupaten Gresik via online. "Jadi pegawai yang malas akan lebih mudah dideteksi melalui kehadiran untuk check lock,"ungkapnya. (bst)

Potensi Pemain Sepak Bola asal Bawean Masuk Liga Nasional



Pulau Bawean memiliki banyak potensi atlet olahraga, namun tak terorbitkan sehubungan terbatasnya akses promosi yang ada.

Dibuktikan Muhammad Arif (21 th) asal desa Sidogedungbatu Sangkapura dalam waktu 6 bulan mengikuti pendidikan dan latihan (Diklat) sepak bola Indonesia Muda di kota Malang sudah mungukir prestasi top scorer saat memperkuat tim Tajinan FC dalam turnamen antar kecamatan se Kabupaten Malang. "Arif berhasil mencetak sebanyak 12 gol dalam mengikuti 9 kali pertandingan saat mengikuti turnamen sepak bola yang diselenggarakan oleh PSSI Kabupaten Malang,"kata Hendras.

Hendras sendiri sebagai pemain sepak bola yang sudah seringkali memperkuat banyak tim dalam mengikuti liga nasional. Ketika berkunjung ke Pulau Bawean, melihat kemampuan bermain Muhammad Arif dinilai memiliki potensi besar untuk diorbitkan sebagai pemain sepak bola.

Selanjutnya Arif mengikuti pendidikan dan latihan di Indonesia Muda kota Malang yang diasuh Hanafi yang kini sebagai pelatih Persegres Gresik.

Dalam waktu 6 bulan mengikuti pelatihan, ternyata potensi yang miliknya membawa daya tarik banyak pelatih yang berminat meminangnya.

Hendras mengatakan Arif mengikuti pendidikan dan latihan di Kota Malang tujuannya untuk persiapan mengikuti liga 2 divisi utama tahun depan. "Sebenarnya kemarin sudah mendapatkan tawaran dari Persebo Bondowoso dan Persifak Fak-Fak untuk mengikuti magang, sementara ditahan dulu agar nantinya betul-betul siap mengikuti liga Indonesia,"katanya.

"Masih penataan fisik, kalau teknik sudah di atas rata rata seusia dia,"ujarnya.

Sementara Badruttamam pimpinan club Aduktual di Pulau Bawean mengaku bangga atas prestasi yang diraih Arif dalam mengikuti diklat di Kota Malang.

"Harapannya, semoga Arif bisa masuk sebagai pemain liga nasional dengan membawa nama harum nama Pulau Bawean,"pungkasnya. (bst)

Tanamkan Jiwa Entrepreneur di Kampus STAIHA



Dalam rangka menggali potensi produk unggulan di Pulau Bawean, mahasiswa STAIHA aktif menggelar event untuk memasarkannya.

Akhwan dosen pembimbing entrepreneur mengatakan potensi yang dihasilkan oleh warga Pulau Bawean sangatlah banyak, hanya kesulitan pemasaran saja. "Untuk pengembangan, mahasiswa diharuskan menggali seluruh potensi yang ada,"katanya.

Sebagai mahasiswa seharusnya pinter membaca peluang yang ada. Apalagi menurutnya Pulau Bawean sudah dicanangkan sebagai daerah tujuan wisata di Jawa Timur.

"Kunjungan wisatawan harus dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian kerakyatan, termasuk mahasiswa harus belajar banyak agar peluang tersebut bisa dimanfaatkan,"paparnya.

Mantan anggota DPRD Kabupaten Gresik yang pernah menduduki sebagai Ketua Komisi D yang membidangi perekonomian menyatakan potensi ekonomi sangat banyak, tapi pemasaran yang sulit. "Melalui mahasiswa diharapkan bisa mencari format yang terbaik agar nantinya setelah lulus sudah memiliki skill,"pungkasnya. (bst)

Kesan Pak Tarno Selama di Pulau Bawean


Pak Tarno pesulap bergelar The Master of Traditional Magic mengaku sangat senang berkunjung ke Pulau Bawean.

Menurutnya Pulau Bawean memiliki banyak kelebihan, diantaranya warga penuh kekeluargaan dalam menyambut tamu yang berkunjung, dan memiliki obyek wisata sangat indah. "Keindahannya bersaing sama Pulau Dewata Bali, hanya di Pulau Bawean belum dikunjungi bule atau wisatawan asing,"katanya.

Terus terang selama 5 hari berada di Pulau Bawean, waktunya dipergunakan untuk mengunjungi obyek wisata, seperti Pulau Gili dan Pulau Noko juga sangat indah. "Jika diundang kembali siap untuk datang dengan penampilan yang spektakuler,"paparnya.

Menariknya pria berusia 65 tahun dengan nama asli Suparno mengaku sangat terkesima melihat kecantikan perempuan di Pulau Bawean. "Sepertinya ingin menambah isteri ketiga dari Pulau Bawean, itupun kalau ada yang mau,"ungkapnya dengan tertawa ria.

"Saya sekarang mempunyai dua isteri, sedangkan isteri kedua berprofesi sebagai pramugari. Semoga isteri ketiga berasal dari Pulau Bawean,"pungkasnya. (bst)

Dewan Reses, Warga Mengadu


Menyerap aspirasi masyarakat, H. Subki anggota dewan asal Pulau Bawean melalui kendaraan Partai Demokrat menggelar reses di dusun Carabaka desa Kepuhlegundi kecamatan Tambak.

Dalam reses, warga mengadukan banyak persoalan, diantaranya terkait soal pengurusan E KTP, KK, dan akte kelahiran. Diantaranya keluhan yang disampaikan terlalu ribetnya dalam pengurusan sehingga memberatkan kepada masyarakat. Apalagi semua urusan harus terkirim ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kabupaten Gresik, sehingga membutuhkan waktu dan proses sangat panjang.

Selain itu, warga juga mengeluhkan pelayanan kesehatan sehingga pengurusan BPJS, serta terjaminnya warga terhadap kesehatan. Alasannya, banyak warga yang kehidupannya masih serba kekurangan ternyata belum tercover dalam BPJS.

Selebihnya warga meminta agar PT Telkom memperhatikan jaringan kabel yang terpasang dipinggir jalan karena dianggap membahayakan bagi pengguna sepeda motor yang melintas.

H. Subki yang kini menjabat sebagai Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Gresik menyatakan siap membawa seluruh usulan warga ke dalam pembahasan sidang. Menurutnya usulan yang disampaikan sesuai kenyataan fakta dilapangan yang perlu segera diselesaikan terkait adanya keluhan masyarakat. (bst)

SMPN I Sangkapura Siap Laksanakan UNBK



Menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), SMPN I Sangkapura telah siap melaksanakannya, hanya menunggu waktu pelaksanaan saja.

R. Abdul Aziz Kepala SMPN I Sangkapura ketika dimutasi sebagai kepala sekolah langsung melakukan pembenahan persiapan UNBK. Diantaranya persiapan sarana dan prasarana, seperti pembenahan perangkat komputer atau mesin diesel sebagai backup bila ada pemadaman listrik.

Menurutnya banyak hal yang telah dilakukan dalam persiapan UNBK, termasuk meminta pihak PT Telkom untuk menambah kapasitas bandwidth sehingga akses internet bisa lebih cepat. Selain itu usahanya memperbaiki mesin diesel juga sudah siap pakai.

Sedangkan persiapan siswa, menurutnya sudah dilakukan uji coba ataupun latihan beberapa kali. "Sekarang siswa sebanyak 179 orang sudah mampu mengoperasikan secara baik dilihat dari hasil uji coba yang pernah dilaksanakan,"katanya.

Mantan Kepala SMPN I Tambak dalam menyisakan beberapa bulan saja akan memasuki masa pensiun mempunyai keinginan besar untuk memperbaiki sarana dan prasarana, serta manajemen sekolah di SMPN I Sangkapura. "Diperlukan sarana dan prasarana yang baik agar siswa bersama guru merasa nyaman di sekolah,"paparnya.

Melihat kondisi sekolah, R. Abdul Aziz merasa prihatin atas kondisinya sehingga langsung melakukan pembenahan, mulai dari kondisi jalan, kantin sampai tiang lapangan bola basket.

Adapun upaya yang dilakukan bersama seluruh guru ketika menggelar rapat, keputusan harus menghasilkan target sehingga ada manfaatnya. (bst)

Pulau Bawean Jadi Obyek Penelitian


Para dosen peneliti yang tergabung dalam Forum Komunikasi Dosen Peneliti (FKDP) Kopertais IV wilayah pantura menggelar penelitian dan pengabdian di Pulau Bawean, selama 3 hari lamanya.

"Ada 21 perguruan tinggi dari Kabupaten Gresik, Lamongan, Tuban dan Bojonegoro yang mengikuti kegiatan FKDP di Pulau Bawean,"kata Ali Asyhar Ketua STAIHA Hasan Jufri yang menjadi tuan rumah.

Dalam sambutannya Ali Asyhar menyampaikan beberapa keunikan tentang Pulau Bawean, secara administratif mengikuti Kabupaten Gresik, secara bahasa dominan versi Madura dan adat istiadat seperti melayu. "Adapun dahulunya bahasa jawa, tapi akhirnya cuma desa Diponggo yang punya kemiripan dengan bahasa jawa,"paparnya.

Lebih lanjut Ali Asyhar menyebutkan di Pulau Bawean banyak situs peninggalan sejarah yang layak dijadikan penelitian oleh para dosen. Selain itu, juga masuknya agama Islam juga berawal dari Pulau Bawean.

Dr. H. Muhsinin, M.Si ketua FKDP Kopertais IV menyatakan kegiatan ini sebenarnya bertempat di Kabupaten Bojonegoro, tapi seluruh pesertanya meminta agar diletakkan di Pulau Bawean. "Setelah usulan ini diterima ternyata menuju Bawean penuh lika liku, termasuk penundaan sehubungan Kapal Gili Iyang tidak berangkat,"ungkapnya.

"Banyak hal yang bisa digali selama di Pulau Bawean, apalagi saat ini pusatnya orang pinter sudah pindah ke daerah pelosok. Dibuktikan mahasiswa yang memperoleh predikat cumlaude berasal dari desa,"pungkasnya. (bst)

Pencuri Handphone Di Meja Hijaukan


Muhammad In'am (19 th.) asal Carabaka desa Kepuhlegundi pelaku pencurian handphone di Pulau Bawean dilayarkan untuk proses lanjut ke Kejaksaan Negeri Gresik.

Menariknya kejahatan pelaku berhasil diungkap oleh keluarga korban setelah sebulan kemudian dengan melacak posisi handphone berada. Mengetahui posisi berada di kawasan Pedalaman, akhirnya berhasil menangkap pelaku setelah melalui proses panggilan, ternyata hp yang dipegang pelaku berbunyi. Untuk membuktikan hp sebagai miliknya, pihak korban mencocokkan dengan kotak box.

Muhammad In'am melakukan aksi kejahatan pencurian dengan alasan untuk memperbaiki sepeda motor miliknya. Sedangkan kedua orangtuanya sedang bekerja di Malaysia.

Aksinya dilakukan ketika korban bernama Fadilah turun dari sepeda motornya, lalu pelaku mengambil hp yang disimpan di kotak bawah setir sepeda motor.

Dengan pengawalan 2 anggota Polsek Sangkapura, pelaku dilayarkan naik kapal Express Bahari 8E menuju Gresik.

Pelaku dijerat pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun. (bst)

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Meresmikan SMK Daun




Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hajriyanto Y Thohari berkunjung ke Pulau Bawean dalam rangka menghadiri peresmian gedung SMK Muhammadiyah 4 Daun, hari kamis (9/3).

Kedatangan tamu kehormatan dari pusat mendapatkan kehormatan dari seluruh warganya, diantaranya penyambutan dengan atraksi drumband oleh barisan muda Muhammadiyah, dan antraksi pencak silat pimpinan Sudirman.

Dalam sambutannya Hajriyanto Y Thohari mengaku sangat terkesan atas sambutannya mulai dari Surabaya sampai di Pulau Bawean. Menurutnya, setelah menginjakkan kakinya di Pulau Bawean sepertinya ingin lama berkunjung.

Apalagi sambutan antraksi drumband ranting menurutnya baru sekarang ini melihat penampilan yang terbaik selama ini.

Sedangkan berdirinya SMK Muhammadiyah 4 Daun yang dipelopori oleh Ranting desa Daun termasuk kemajuan pesat dalam dunia pendidikan. "Semoga perguruan ini kedepan bisa mendirikan perguruan tinggi yang nantinya termasuk pionir dalam keorganisasian muhammadiyah,"katanya. (bst)

Belajar Berbasis Wisata Lebih Disukai Siswa




Mengajar di sekolah diperlukan teknik dan kemampuan seorang pengajar agar bisa membuat anak didiknya menjadi pintar. Seperti yang dilakukan Lena Syair Mahani (40 th.) guru bahasa Inggris di SDN Sawah Mulya I seringkali mengajak seluruh siswanya belajar ditempat yang baru, seperti di Pelabuhan Perikanan Bawean, Kantor Koramil, Alun-Alun, dan di sawah.

Pembelajaran berbasis wisata seperti yang dilakukan saat ini ternyata lebih mudah dipahami oleh siswa. Termasuk keceriaan siswa ketika belajar ditempat baru yang nyaman dan mengasyikkan.

Kelebihannya lagi, siswa bisa belajar dengan alam. "Ketika belajar bahasa Inggris yang dianggap sulit justru lebih mudah dipahami setelah dicontoh secara langsung,"ungkapnya.

Menurutnya Pulau Bawean memiliki banyak potensi kekayaan alam yang berkelayakan dijadikan tempat belajar berbasis wisata.

Ahmad Ro'in kepala SDN Sawah Mulya I mengapresiasi adanya pembelajaran berbasis wisata. "Sangat bagus dan layak ditiru oleh guru yang lain,"paparnya.

Selain itu, adanya pembelajaran tersebut termasuk bagian dari persiapan mengikuti penilaian sebagai sekolah adiwiyata di Pulau Bawean. (bst)

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean