bawean ad network
iklan
bank jatim

Berita

Pendidikan

Kesehatan

Transportasi

Surat Pembaca


TERKINIindex

PT. PLN Melayani Listrik di Bawean
Klaim Merugi Rp. 3 Miliar

Media Bawaan, 18 Desember 2014

PT PLN (Persero) Area Gresik mengklaim merugi sebesar Rp. 3 miliar melayani jaringan listrik di Pulau Bawean, Gresik.

Manager PT PLN (persero) Area Gresik Hening Kyat Pamungkas mengatakan, kerugian itu diakibatkan beban biaya produksi tidak sebanding. 

Sebab, sebelum beralih memakai pembangkit listrik tenaga mini gas (PLTMG). Beban produksi sebelumnya saat menggunakan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) sangat besar.

"Biaya pokok produksi listrik di Pulau Bawean saat memakai PLTD sekitar Rp Rp 3.513 per Kwh-nya. Padahal, harga tarif di pelanggan rumah tangga Rp 638,79 per Kwh. Kalau dihitung-hitung lagi biaya pokok produksi per bulannya kami defisit Rp 3 miliar, ujarnya, Kamis (18/12/2014).

Menyiasati hal itu lanjut Hening Kyat Pamungkas, PLN Area Gresik khusus melayani di Bawean beralih ke konversi energi dalam waktu dekat. Hal ini dilakukan agar PLN tidak mengalami kerugian terus-menerus."Kami akui total kapasitas PLTD di Bawean 7,9 MW. Padahal beban puncaknya hanya sebesar 4,1 MW. Sedangkan kapasitas PLTMG totalnya 3X1 MW dengan harga per Kwh-nya Rp 2.800," paparnya.

Selain permasalahan defisit kata Hening Kyat Pamungkas, persoalan lain yang dialami listrik di Pulau Bawean adalah migrasi binatang kalong secara besar-besaran juga mengganggu jaringan listrik.

"Ada 70 titik listrik disana terganggu adanya binatang kalong yang menjadi penyebab gangguan listrik mati," ungkapnya.

Padahal jika terganggu kata Hening, Kyat Pamungkas, petugas yang memperbaiki membutuhkan waktu 3 jam. Itupun cuma di satu titik saja. Bayangkan kalau menyebar dimana-mana.

"Di Pulau Bawean ada 17 ribu pelanggan. Bisa dibayangkan kalau di semua titik itu terganggu binatang kalong. Sebab, jika tidak dihalau butuh waktu berjam-jam untuk memperbaikinya," pungkasnya.

Sumber Berita Jatim

Lawan Kalong di Pulau Bawean
Kabel Listrik PLN Diberi Kondom

Media Bawean, 18 Desember 2014

Manajer APJ PLN Gresik Hening Kyat Pamungkas menyatakan perang, terhadap hewan kelelawar (kalong) yang menjadi penyebab utama sering padamnya aliran listrik di Pulau Bawean, Gresik.

"Ini memang baru terjadi di Indonesia, aliran listrik di Pulau Bawean padam gara-gara hewan kalong," ujar Pamungkas di ruang kerjanya.

Menurut data yang dirangkumnya, evolusi hewan ini mengalami peningkatan secara signifikan pada bulan November 2014. Tercatat, pada bulan Agustus - September, terjadi kasus di bawah 10 kali.

Kemudian mulai meningkat pada bulan Oktober, terjadi lebih dari 10 kasus meski masih di bawah angka 20.

Lonjakan luar biasa, terjadi selama November karena terjadi lebih dari 70 kasus kalong yang memadamkan aliran listrik.

"Padahal tiang listriknya setinggi 13 meter, begitu menempel di kabel listrik mereka kesetrum lalu mati otomatis aliran listriknya ikut padam," jelasnya.

Untuk memerangi kalong, Pamungkas mengaku telah memiliki jurus jitu.

"Seluruh kabel listrik, terutama yang dekat dengan tiang, akan diberi semacam kondom dari pipa plastik biru yang tahan hantaran listrik," ujarnya.

Panjang pipa, masing-masing satu meter dan akan dipasang di semua tiang listrik se Pulau Bawean yang jumlahnya sekitar 600 tiang.

Dengan adanya kondom pipa biru ini, kata Pamungkas, dijamin listrik tidak akan padam meski dihinggapi kalong.

Begitu juga sebaliknya, kalong tidak akan mati kesetrum meski bertengger lama di aliran listrik.

"Sekarang pekerjaan memasang pipa biru sudah 40 persen, cuma kendalanya kita pasang pipa siang otomatis harus memadamkan aliran listrik, sebaliknya kalong bertenggernya malam hari. Ini yang jadi masalah bagi kami, tetapi kami sudah lakukan pendekatan ke tokoh masyarakat mengenai hal ini," kata Pamungkas.

KRI Usman Harun Pulang Kampung
Senang Melihat Tanah Kelahirannya

Media Bawean, 18 Desember 2014






Kapal Republik Indonesia (KRI) kelas Multi Role Light Fregate (MRLF) KRI Usman Harun (USH)-359 melintas diperairan Pulau Bawean, Gresik, Rabu (17/12), lalu berlabuh jangkar sekitar jarak 2 Mil. Selanjutnya  menggelar silaturrahim bersama keluarga besar Pahlawan Nasional Kopral KKO TNI Anumerta Harun bin Said alias Thohir diatas kapal.

Komandan KRI Usman Harun-359 Kolonel Laut (P) Didong Rio Duta, S.T., M.A.P. menyambut kedatangan M. Salim (keponakan Harun berasal dari desa Diponggo) yang didampingi Camat Tambak, Sugeng Gatot Subroto dan Sekcam Tambak, Zainuddin.

Diatas kapal perang yang baru dioperasikan seminggu yang lalu, diserahkan miniatur KRI Usman Harun kepada keluarga di Pulau Bawean. 

Kolonel Laut (P) Didong Rio Duta, S.T., M.A.P. mengatakan sangat bergembira bisa singgah di perairan laut Pulau Bawean dan bertemu keluarga besar Pahlawan Nasional Kopral KKO TNI Anumerta Harun bin Said alias Thohir. "Sangat senang dan gembira bisa berkunjung dan pulang ke kampung halaman di Pulau Bawean,"katanya.

Menurutnya KRI Usman Harun baru dioperasikan seminggu yang lalu, kemudian mengikuti kegiatan Hari Nusantara, setelah kegiatan selesai dilanjutkan bersilaturrahim bersama keluarga di Pulau Bawean.

Tidak bisa bersandar di Pulau Bawean, menurutnya peralatan KRI Usman Harun super canggih dan memiliki kemampuan perang dibawah laut, sehingga mengkhawatirkan peralatan seperti sonar akan terganggu.

Komandan yang akrab dipanggil Didong, mengajak kepada warga Pulau Bawean untuk mencintai laut, termasuk mengajak bersahabat bersama ganasnya ombak lautan.

"Jika nantinya di Pulau Bawean didirikan Pos Angkatan Laut (Posal) tentunya akan sering singgah di tanah kelahirannya,"paparnya.

Disinggung soal kontroversi dengan negara tetangga terkait nama kapal, Didong menjelaskan adanya kontroversi disebabkan adanya kepentingan tokoh politik di Singapura untuk menaikkan popularitasnya saja. "Ketika kapal berlayar dari Inggris menuju Indonesia, ternyata aman-aman saja ketika melintasi di Perairan Internasional dekat Singapura,"ujarnya.


"Meskipun ada isu dengan ancaman, KRI Usman Harun tidak pernah gentar untuk melintasi perairan laut dekat Singapura. Sebab laut yang dilintasi adalah laut internasional,"tegasnya.

"Isu tersebut mencuat dikarenakan pemberitaan media yang terkesan dibesar-besarkan,"ungkapnya. (bst)

Puskesmas Tambak Termegah di Gresik
Desain Bangunan Seperti Hotel

Media Bawean, 18 Desember 2014






Pemerintah Kabupaten Gresik telah membangun Puskesmas Tambak, Pulau Bawean, Gresik.  Desain bangunan terlihat megah seperti perhotelan.

Moch. Qosim, Wakil Bupati Gresik ketika meninjau pembangunan Puskesmas Tambak, hari selasa (16/12/2014) mengatakan Bangunan Puskesmas Tambak termasuk termegah se- Kabupaten Gresik, dibanding lainnya.

"Sudah bagus semuanya tidak ada kekurangan dalam pembangunan, tinggal dioperasikan saja,"ujarnya.

dr. Sugeng Widodo, Kepala Dinas Kesehatan Gresik menyatakan pembangunan Puskesmas Tambak dengan pagu anggaran sebesar Rp. 4,3 Miliyar. "Dibangun 2 lantai dengan ruangan rawat inap sebanyak 10 kamar,"paparnya.

Menurutnya status Puskesmas Tambak meningkat dari Rawat Jalan menjadi Rawat Inap.

Sugeng Gatot Subroto, Camat Tambak dimintai komentar terkait pembangunan Puskesmas Tambak, menjawabnya bingung untuk memberikan komentar sehubungan bangunannya terlalu megah. "Puskesmas Tambak termasuk termegah se-Kabupaten Gresik,"ungkapnya.

"Semoga Puskesmas Tambak bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat dengan pelayanan terbaiknya dari seluruh petugasnya,"tuturnya.

"Hasil pembangunan merupakan bukti dari perhatian Pemerintah Kabupaten Gresik terhadap Pulau Bawean,"tegasnya. (bst).

Gelar Istighosah Akbar di Tambak
Wujudkan PLN Tanpa Gangguan Kalong

Media Bawean, 17 Desember 2014






Istighosah akbar yang digelar di Pendopo Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik, kemarin (selasa, 16/12/2014) dihadiri Wakil Bupati Gresik, Moch. Qosim bersama tokoh ulama dan masyarakat bertujuan mewujudkan listrik di Pulau Bawean handal, aman dan terbebas dari gangguan kalong.

PT. PLN Area Gresik melalui Bambang Hariyono dihadapan jamaah istighosah menjelaskan penyebab terjadinya gangguan listrik di Pulau Bawean. Diantara penyababnya oleh binatang bernama kalong. 

Menurutnya panjangnya jaringan listrik yang mengelilingi Pulau Bawean, sedangkan kabel tidak memiliki bungkus sehingga rawan terjadinya gangguan disebabkan kalong. Selainnya gangguan juga disebabkan adanya layang-layang ataupun pepohonan.

Untuk mengatasi persoalan gangguan listrik di Pulau Bawean, PT. PLN sudah berusaha optimal untuk memberikan pelayanan terbaiknya dengan memberi bungkus atau selang pada jaringan di dekat tiang.

"PT. PLN akan berusaha melayani pelanggan, termasuk penambahan pasang baru sebanyak 500, serta peningkatan pembangkit dari tenaga diesel menjadi gas,"katanya.

Lebih lanjut, Bambang Hariyono menjelaskan bahwa terjadinya gangguan pemadaman listrik setiap malam bukan unsur kesengajaan, sebab terjadinya seringnya pemadaman juga menjadi pernilaian dalam kinerja PT. PLN oleh pihak Distribusi Jawa Timur.

Penyebabnya gangguan jaringan waktu malam hari disebabkan kalong sehingga terjadi konsleting, sedangkan siang hari bila ada pemadaman berarti ada perbaikan jaringan oleh petugas. (bst)

Wabup Gresik Membuka
Pesta Siaga 2014 di Pulau Bawean

Media Bawean, 17 Desember 2014







Moch. Qosim, Wakil Bupati Gresik juga sebagai Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Gresik dalam kunjungannya di Pulau Bawean, (selasa, 16/12/2014) membuka Pesta Siaga 2014 bertempat di Bumi Perkemahan Pekalongan, Tambak.

Pesta Siaga 2014 yang diikuti pelajar sekolah dasar se- Pulau Bawean mendapat apresiasi dari Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Gresik. Menurutnya perkemahan pramuka yang diselenggarakan sesuai harapan bersama, yaitu semua peserta bersemangat untuk mengikutinya.

Dalam sambutannya, Drs. Moch. Qosim berpesan kepada seluruh peserta agar mempersiapkan diri sebagai generasi penerus bangsa. "Anda semua sebagai penerus kemajuan bangsa Indonesia, sudah saatnya rajin dan giat belajar di sekolah,"paparnya.

"Bersemangat dalam belajar untuk meraih prestasi tinggi agar nantinya mampu memimpin bangsa,"ujarnya.

Melihat kekompakan seluruh peserta Pesta Siaga 2014 di Pulau Bawean, beliau menyatakan bangga dan salut atas kebersamaan dan kekompakan dalam mengikuti perkemahan.

Dalam acara pembukaan juga diserahkan piagam penghargaan kepada peserta jambore Jawa Timur tahun 2014 bertempat di Blitar.

Mahfud, Ketua Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Tambak mengucapkan terima kasih kepada Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Gresik Drs. Moch. Qosim yang telah berkenan membuka pelaksanaan Pesta Siaga 2014 di Bumi Perkemahan Pekalongan, Tambak.

Lebih lanjut, Kepala UPTD Pendidikan Tambak menyatakan keperdulian serta perhatiannya terhadap kemajuan Pramuka sudah terasakan bersama sejak Sambari - Qosim memimpin Kabupaten Gresik.

"Melalui program kegiatan Pramuka, beliau selalunya memberikan prioritas utama. Terbukti kegiatan Pramuka Se- Kabupaten Gresik tahun lalu bertempat di Pulau Bawean,"jelasnya. (bst)

Wabup Gresik di Desa Kumalasa
Ajak Warga Kompak, Rukun & Bersatu

Media Bawean, 17 Desember 2014






Wakil Bupati Gresik, Moch. Qosim dalam kunjungan kerjanya di Pulau Bawean, senin malam selasa (15/12/2014) bersilaturrahim bersama warga desa Kumalasa, kecamatan Sangkapura, Gresik.

Kedatangan Wakil Bupati Gresik didampingi Muspika kecamatan Sangkapura disambut meriah oleh warganya yang bertampat di masjid Kumalasa.

Dalam ceramah agama yang disampaikan, Wakil Bupati Gresik mengajak kepada seluruh masyarakat untuk hidup rukun, tentram dan bersatu. "Menghindari permusuhan dalam hidup bermasyarakat untuk terciptanya keamanan dan kemajuan bersama membangun desa,"katanya.

"Kompak dan bersatu merupakan kunci untuk memajukan kampung, melalui jalinan silaturrahim akan mempererat hubungan antar warga,"paparnya.

Lebih lanjut, beliau mengajak kepada manyarakat untuk takdim kepada Kyai. Menurutnya Kyai adalah pewaris Nabi yang harus diikutinya untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akherat kelak.

Mencontohkan beberapa kejadian yang telah terjadi, Wabup Gresik berpesan agar selalu hidup rukun, kompak dan bersatu.

Sebelumnya Kepala Desa Kumalasa, Idham Chalid menjelaskan sejarah masuknya Islam ke Pulau Bawean melalui Kumalasa. Menceritakan sejarah, kades mengungkapkan ada beberapa makam di desa Kumalasa merupakan bukti penyebaran agama Islam melalui wilayahnya.

Abdul Adim, Camat Sangkapura dalam sambutannya menjelaskan secara lengkap keberhasilan pemerintahan Sambari - Qosim dalam memimpin Gresik, khususnya pembangunan di Pulau Bawean. (bst)

Duet Sambari Qosim (SQ) Jilid II
Lanjut dalam Pilkada Gresik 2015

Media Bawean, 17 Desember 2014

Duet pasangan Sambari - Qosim (SQ) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2015, bakal berlanjut mencalonkan Bupati dan Wakil Bupati Gresik untuk jilid II.

Sambari Halim Radianto dalam peresmian RSUD Umar Mas'ud di Pulau Bawean, Gresik (15/12/2014) mengatakan pasangan bersama Moch. Qosim merupakan pilihan paling tepat, terbukti Gresik Bisa Lebih Baik.

Dalam kepemimpinannya selama 1 periode, sudah terjalin hubungan keharmonisan, tidak pernah gegeran, termasuk tidak rebutan amplop.

"Keharmonisan terjalin karena selama ini tidak pernah menganggap sebagai Wakilnya, tapi sebagai mitra kerja dalam menjalankan roda pemerintahan Kabupaten Gresik,"ujarnya.

Menyinggung soal kekalahan pilkada di Pulau Bawean pada periode lalu, Sambari menyatakan tidak pernah melupakan Pulau Bawean, menurutnya Pulau Bawean adalah Kabupaten Gresik, bukan bagian dari Kabupaten Gresik.

Terbukti Rumah Sakit tipe D, yaitu RSUD Umar Mas'ud di Pulau Bawean sudah diresmikan, Jalan Lingkar Bawean (JLB) yang sebelumnya rusak parah sekarang sudah mulus, Lapangan terbang sudah hampir dioperasikan, termasuk penerangan listrik sudah menyalah 24 jam walau sekarang ada gangguan jaringan.

Dihadapan tokoh ulama dan tokoh masyarakat Pulau Bawean, Bupati Gresik menjelaskan persoalan keterlambatan dalam pengorasian lapangan terbang. Menurutnya tugas pemerintah kabupaten Gresik sudah selesai semuanya, untuk pengoperasiannya merupakan wewenang pemerintah pusat dan provinsi.

"Rencananya lapangan terbang di Pulau Bawean akan dioperasikan mulai pertengahan bulan tahun 2015,"paparnya.

Menjawab persoalan penerangan listrik di Pulau Bawean, Sambari menyatakan dahulunya sebelum memimpin kondisi kelistrikan sepertinya terjadwal antara menyala dan pemadaman, seterusnya setelah memimpin kondisnya kembali normal menyala selama 24 jam. "Tapi akhir-akhirnya ini mengalami gangguan, setelah memanggil PT. PLN Area Gresik sudah dijelaskan persoalannya disebabkan kalong yang mengganggu jaringan bersamaan datangnya musim buah di Pulau Bawean,"jelasnya.

"Bila terjadi pemadaman pada waktu malam disebabkan gangguan jaringan penyebabnya kalong, tapi pemadaman waktu siang dikarenakan ada perbaikan jaringan untuk menormalkan listrik di Pulau Bawean,"tegasnya. (bst)

Gedung RSUD Umar Mas'ud Bawean
Telan Anggaran sebesar Rp.25,5 Miliar

Media Bawean, 17 Desember 2014


Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Umar Mas’ud yang terletak di Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik, telah diresmikan oleh Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto, Senin (15/12).

RSUD milik Pemkab Gresik yang bertype D merupakan RSUD terbesar yang pertama di bangun di wilayah Kepulauan Bawean ini dibangun di areal di bekas bangunan Puskesmas Sangkapura dengan anggaran sebesar Rp25,5 miliar yang bersumber dari APBD Gresik tahun 2013.

Menurut Bupati Gresik, pembangunan RSUD Umar Mas’ud ini pelaksanaannya dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama pembangunan gedung menelan dana Rp13,9 miliar. Pembangunannya meliputi pembuatan ruang Instalasi Gawat Darurat, ruang bersalin, ruang operasi, dan HCU dengan fasilitas 35 TT (tempat tidur) anggaran Rp13,9 miliar yang bersumber dari APBD tahun 2014.

”Selanjutnya pembangunan gedung sarana prasarana yang lain yang menghabiskan dana Rp11,6 miliar untuk membangun Instalasi Farmasi, Laborat, Radiologi, Rawat inap fasilitas dengan kapasitas sebanyak 15 TT (tempat tidur). Sehingga jika ditotal anggaran yang terserap untuk pembangunan RS itu mencapai Rp25,5 miliar,” ujar Sambari yang didampingi Wakil Bupati Gresik Drs. Mohammad Qosim, M.Si, serta Komandan Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Komando Armada Timur (Koarmatim), Laksamana Pertama (Laksma) Heru Kusmianto.

Sambari mengatakan, Pembangunan RS dan fasilitas Kesehatan di Pulau yang berjarak 80 mil dari wilayah daratan Kabupaten Gresik ini untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah kepulauan Bawean.

”Nantinya apabila masyarakat Pulau Bawean sakit tak usah berobat dan berlayar jauh ke Gresik daratan, tapi cukup berobat dan dirawat di RS Umar Mas’ud Sangkapura. Pembangunan RS ini sebagai upaya pemerataan kesehatan bagi masyarakat yang ada di wilayah kepulauan,” tambahnya lagi.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Gresik, dr Soegeng Widodo melalui Kabag Humas, Suyono menjelaskan, untuk mendukung operasional RS Umar Mas’ud Sangkapura Bawean, Pemkab Gresik menempatkan sejumlah tenaga medis.

Sebanyak 136 petugas medis yang akan melayani masyarakat setiap hari non stop. Ada empat tenaga dokter umum, dua orang dokter spesialis anak dan kandungan serta 130 perawat dan bidan. ”Kami berharap fasilitas kesehatan ini dapat menekan angka kematian bayi serta ibu hamil,” pungkas Sugeng Widodo.

Warga Pulau Bawean Berharap
Setiap Tahun Koarmatim Gelar Baksos

Media Bawean, 17 Desember 2014

Warga Pulau Bawean, Gresik, berharap setiap tahun Koarmatim menggelar program Bakti Sosial dan pengobatan gratis di wilayahnya. Hal itu disampaikan Mansur (40 tahun) salah satu warga Pulau Bawean, orang tua pasien pengobatan gratis yang diselenggarakan oleh Koarmatim di RSUD Umar Mas’ud, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur, Senin (15/12). Ungkapan senada juga disampaiakan Hatmin (35 tahun) keluarga pasien khitan yang mendapingi putranya Ahmad Naufal (4 tahun) menjalani khitanan gratis yang diselenggarakan Koarmatim.

Harapan mereka agar Koarmatim setiap tahun menggelar Baksos di kepulauan Bawean juga disampaiakan banyak keluarga pasien lainnya. Pengobatan gratis tersebut sangat membantu masyarakat mengingat RSUD Umar Mas'ud di Bawean belum dapat beroperasi karena baru saja diresmikan. Dengan demikian pengobatan gratis ini dapat meringankan beban warga yang akan berobat.

Dalam bhakti sosial tersebut, Koarmatim mengerahkan beberapa dokter sepesialis untuk mendukung program pelayanan kesehatan gratis di Pulau Bawean diantaranya yakni Mayor Laut (K) dr. Rudy Pandapotan Napitupulu Kasubdep Bedah RSAL. Dr Ramelan Surabaya. Saat itu dokter sepesialis bedah tersebut sedang melakukan operasi bedah minor terhadap Lawiyah (80 tahun) pasien penderita tumor daging tumbuh dibagian betis sebelah kiri. 

 Usai menjalani operasi bedah nenek Lawiyah merasa lega dan berterima kasih kepada tim dokter TNI AL dan paramedis yang telah mengobatinya. Pengobatan gratis dalam rangka rangkaian Hari Armada 2014 di Pulau Bawean ini, meliputi pelyanan kesehatan umum, gigi, THT, katarak, serta penyuluhan Keluarga Berencana (KB), yang didukung oleh tenaga medis dari Diskes Koarmatim, RSAL dr. Ramelan Surabaya, Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dan Puskesmas Sankapura, Puskesmas Tambak Pulau Bawean, serta BKKBN.

Pelayanan kesehatan gratis selama satu hari penuh mulai pukul 06.30 WIB sampai dengan 16.00 WIB berhasil menangani lebih dari 1500 pasien. Pencapaian tersebut melabihi target sebelumnya yaitu sebanyak 1471 pasien.

Selain pengobatan gratis juga dilaksanakan Penyuluhan bidang Maritim di SMA Negeri Sangkapura, Penyuluhan belanegara, Sosialisasi peran dan tugas TNI AL, Pemberdayaan daerah pesisir, Sosialisasi penerimaan personel TNI AL. Selanjutnya Penyuluhan bidang hukum di PPI (Pusat Pelelangan Ikan) Bawean, meliputi penyelundupan (Ilegal Entry), perdagangan manusia (Traficking) dan perikanan, serta Pemutaran film TNI AL di Alun-alun Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean.

TNI Angkatan Laut merupakan komponen utama pertahanan negara di laut yang salah satu tugasnya adalah melaksanakan pembinaan dan pemberdayaan wilayah laut yang diarahkan untuk menggali dan memberdayakan potensi masyarakat maritim menjadi potensi pertahanan serta menciptakan kondisi yang kondusif guna mendukung rencana pembangunan nasional. Salah satu cara agar tugas tersebut dapat terwujud adalah dengan menyelenggarakan Bakti Sosial TNI AL yang merupakan operasi Bakti TNI AL dalam rangka pembinaan potensi maritim khususnya pembinaan desa pesisir untuk menyiapkan ruang, alat, kondisi juang dan pembinaan potensi maritim sebagai kekuatan pengganda pertahanan di laut.

Dalam rangka pembinaan potensi maritim, Komando Armada RI Kawasan Timur mengadakan Bakti Sosial di Pulau Bawean. Secara administratif, Pulau Bawean termasuk dalam wilayah Kabupaten Gresik. Pulau Bawean terletak di Laut jawa sekitar 120 km sebelah utara Gresik. Pulau Bawean memiliki dua kecamatan yaitu Sangkapura dan Tambak.

Bakti Sosial Komando Armada RI Kawasan Timur di Pulau Bawean merupakan wujud kemanunggalan TNI AL dengan rakyat serta wujud kepedulian TNI AL terhadap masyarakat. Dengan dilaksanakan kegiatan Bakti Sosial di Pulau Bawean dapat membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat lokal, khususnya masyarakat yang berada di Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean. (Budi R)

Popular Posts

 

© Copyright Media Bawean 2005 -2013 | Design by Jasa Pembuatan Blog | Support by Kang Salman | Powered by Bawean.Net.