bawean ad network
pegadaian
bank jatim
bawean ad network

Bawean Berita

Pendidikan

Kesehatan

Transportasi

Surat Pembaca


TERKINIindex

Ketua Yayasan Pembangunan Bawean
SMP Islamiyah Menuai Prestasi UN

Media Bawean, 2 Juni 2012 

Prestasi SMP Islamiyah Tambak, Gresik sebagai peraih nilai tertinggi dan terbaik se-Pulau Bawean mendapat respon dari Fuad Mahsuni sebagai Ketua Yayasan Pembangunan Pulau Bawean yang membawahi lembaga pendidikan SMP-SMA Islamiyah.

Anggota DPRD Propinsi Jawa Timur menyatakan bersyukur atas prestasi yang diraihnya, serta berterima kasih kepada seluruh pendidik di SMP Islamiyah atas prestasi yang diraihnya.

"Kerja keras guru dengan gaji honorer ternyata mampu menghantarkan siswa SMP Islamiyah mampu bersaing sekelas sekolah favorit di Pulau Jawa,"katanya.

"Merupakan kebanggaan atas prestasi, sebagai Ketua Yayasan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus, dewan guru, serta wali murid di SMP Islamiyah Tambak, atas keberhasilannya,"paparnya dihubungi Media Bawean.

"Harapannya, prestasi terbaik yang diraih sekarang harus tetap dipertahankan agar mampu meningkatkan kemampuan prestasi siswa dalam belajar di sekolah,"pungkasnya.


Hari Supranoto sebagai Kepala SMP Islamiyah Tambak, mengatakan pretasi yang diraih berkat dukungan seluruh pihak, khususnya guru di sekolah, serta komite sekolah.

"Kunci kesuksesan berkat semangat belajar siswa di sekolah, tanpa mengenal waktu selalu belajar di bangku sekolah maupun mengikuti tambahan pelajaran setelah proses belajar mengajar selesai,"paparnya.

"Termasuk kegiatan religius sangat mendukung atas prestasi untuk meningkatkan kecerdasan siswa, seperti shalah dhuha berjamaah dan shalat dhuhur berjamaah di sekolah, ditambah kegiatan rutinitas seperti istighosah,"terangnya.

Hari Supranoto menyatakan bersyukur atas prestasi anak didiknya, harapannya agar tetap dipertahankan serta ditingkatkan untuk lebih baik sehingga mampu mencetak generasi penerus bangsa dan negara yang cerdas dan terdidik. (bst)

Siswa SMP Islamiyah Tambak
Meraih Nilai Tertinggi UN Se-Bawean

Media Bawean, 2 Juni 2012 


Pengumuman Hasil Ujian Nasional (Unas) untuk SMP//MTs. di Pulau Bawean secara serentak dilaksanakan hari sabtu (2/6/2012).

Untuk nilai ujian nasional (NUN) tertinggi di Pulau Bawean  diraih Hilda Tifani Indahyanti, siswa SMP Islamiyah Tambak. Total nilainya 38.25 dengan rincian nilai Bahasa Indonesia 9,40 Matematika 9,75 IPA 9,50 dan Bahasa Inggris 9.60.

Ditemui Media Bawean (sabtu, 2/6/2012) Hilda Tifani Indahyanti asal Tambak Barat adalah putri pasangan Sulaeman dengan Siti Zaenab. Ayahandanya berada di Gombak, Malaysia, sedangkan ibundanya berada di Pulau Bawean.

Menurutnya, prestasi belajar yang diraihnya selama di SMP Islamiyah, selalu masuk 3 besar. "Alhamdulillah dalam pelaksanaan UN dapat memperoleh nilai sesuai harapan,"katanya.

"Dalam pelaksanaan UN sudah diprediksi akan mendapatkan nilai baik, sehubungan dalam pelaksanaannya mampu mengerjakan soal secara baik tanpa kesulitan,"paparnya.

Keberhasilannya, menurut Hilda Tifani Indahyanti tak terlepas dari rajin belajar tanpa mengenal waktu, serta bimbingan guru di sekolah. "Guru di SMP Islamiyah dalam mengajar mampu menerangkan secara baik, sehingga proses belajar lebih cepat terserap tanpa merasa kebingungan,"ujarnya.

Setelah lulus SMP Islamiyah, dengan nilai prestasi tertinggi se- Pulau Bawean, Hilda Tifani Indahyanti akan tetap melanjutkan di SMA Islamiyah. Alasannya, "Ilmu yang sekarang peroleh berasal dari SMP Islamiyah, tentunya melanjutkan SMA Islamiyah adalah pilihan yang terbaik,"pungkasnya.

Prestasi nilai tertinggi di SMP Islamiyah diraih oleh siswa perempuan yang sebagian besar ditinggal merantau ke luar negeri oleh orang tuanya untuk membiayai kehidupan keluarganya di Pulau Bawean.

Endang Fitriyani sebagai peraih peringkat kedua dengan jumlah nilai 38,10, mengaku di Pulau Bawean diasuh oleh neneknya, sedangkan ayahnya bernama Sabadri dan ibunya bernama Raihani merantau kenegeri jiran Malaysia.

Menurutnya, orang tua merantau bukan tolak ukur ketidaksuksesan dalam belajar di sekolah. "Mau belajar atau malas belajar tergantung individu masing-masing sebagai pelajar,"pungkasnya.

Adapun peraih peringkat ketiga, siswa bernama Rinta Zulfiani adalah putri pasangan Zulkarnaen dengan Malha. Posisi ayahandanya berada di Thailand bekerja kapal, sedangkan ibunda tercintanya berada di Tambak Timur, Pulau Bawean.

Sedangkan peringkat keempat diraih oleh Wilda Muzlah yaitu putri pasangan Baharuddin dengan Durriyah. Ayandanya berada di Singapura bekerja kapal dan ibundanya berada di Tambak Barat. (bst)

Camat Tambak Melantik
Pusat Konsultasi Remaja (PKR)

Media Bawean, 2 Juni 2012 


Sri Mulyani dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PP-KB) Kabupaten Gresik berkunjung ke Pulau Bawean dalam rangka sosialisasi terkait tugasnya dan melantik Pusat Konsultasi Remaja (PKR) beberapa sekolah dan pondok pesantren di Pulau Bawean.

Dalam pemaparannya, Sri Mulyani menjelaskan tujuan berdirinya PKR di setiap sekolah ini untuk memberikan penerangan dan pemahaman kepada setiap siswa yang bakal memasuki usia remaja. "Di samping itu PKR akan menampung semua keluhan yang tengah dialami oleh pelajar, misalnya masalah pribadi siswa, termasuk problem rumah tangga orangtua pelajar,"katanya.

"Fungsi dari PKR untuk melayani remaja ada masalah, misalnya memberikan konsultasi jika remaja bermasalah dalam pergaulan dan lainnya,"paparnya.

Suropadi sebagai Camat Tambak dalam sambutannya, mengharap berdirinya Pusat Konsultasi Remaja (PKR) di kecamatan Tambak mampu berperan aktif dalam rangka memperbaiki citra remaja di masyarakat. 

"Probematika dikalangan remaja, seperti maraknya minum-minuman keras, pergaulan bebas, peredaran narkoba, serta penyalahgunaan kemajuan tekhnologi, diharapkan PKR mampu membentengi serta mencegahnya agar kaum remaja dapat terselamatkan sebagai generasi penerus bangsa dan negara,"terangnya.

Sebanyak 9 siswa sebagai Pengurus PKR di lingkungan SMP-SMA Islamiyah Tambak dilantik oleh Suropadi sebagai Camat Tambak, (sabtu, 2/6/2012). (bst)

Butuh Ketegasan PLN Bawean
Biaya Tambah Kabel Tetap Marak

Media Bawean, 2 Juni 2012 

Syarifuddin Jakfar alumnus IAIN Sunan Kalijogo Yogyakarta yang dikenal kritis di masyarakat Pulau Bawean mengharap kepada PLN Bawean untuk turun ke semua pelanggan baru pemasangan listrik sehubungan maraknya pungutan liar berkedok tambahan biaya kabel.

Ditemui Media Bawean (minggu, 1/6/2012), mantan PPK kecamatan Sangkapura menyatakan riskan dengan nasib pelanggan baru yang dikibuli oleh pihak pemasang listrik baru di desa-desa seluruh Pulau Bawean. 

"Silahkan di cross check langsung, hampir merata pelanggan baru dikenai dibebani biaya tambahan kabel dengan menghitung jarak jauh dekat antara rumah dengan kabel tegangan rendah (tr),"katanya.

"Disaat PLN menegaskan bahwa tidak ada biaya tambahan kabel bagi pelanggan baru, ternyata kenyataan di masyarakat dikoordinir dengan biaya diseragamkan masing-masing pelanggan dalam satu dusun dikenai biaya Rp.85ribu,"paparnya.

Bahkan temuan Syarifuddin Jakfar, ada beberapa rumah yang jauh dari kabel tr sebanyak 6 pelanggan baru dikenai biaya setiap rumah Rp.500ribu.

"Termasuk di dusun Guntung, desa Sidogedungbatu, Sangkapura, situasi dan kondisi pelanggan baru menjadi resah sehubungan adanya tambahan biaya kabel,"ungkapnya.

Menurutnya, setiap pelanggan baru diberi jatah kabel dengan panjang 25 meter, bila lebih dikenakan biaya tambahan. "PLN Bawean semestinya cross check langsung ke setiap pelanggan baru untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya, bila ada biaya tambahan yang menurutnya tidak ada, yach semestinya biaya dikembalikan kepada pelanggan,"harapannya.

"Selama ini tidak ada informasi dari PLN Bawean melalui sosialisasi kepada masyarakat, bahwa bagi pelanggan baru tidak dikenakan biaya apapun termasuk penambahan kabel sambungan ke rumah warga, sehingga oknum merasa memiliki kesempatan untuk menarget kepada pelanggan baru,"terangnya.

Kepala UPJ PLN Bawean, H. Achmad Antono dihubungi Media Bawean (sabtu, 2/6/2012) menegaskan tidak ada penambahan biaya kabel bagi pelanggan baru. "Semua ditanggung oleh PLN, tidak dibenarkan bila ada penarikan biaya kabel bagi pelanggan baru yang dilakukan oleh oknum,"ujarnya.

"Padahal kemarin pihak kontraktor sudah dipanggil, tapi kenapa masih tetap terjadi penarikan biaya kabel bagi pelanggan baru?,"pungkasnya penuh tanda tanya. (bst)

Bulan Aman dan Bulan Kritis
Berlayar di Laut Jawa

Media Bawean, 2 Juni 2012 

Oleh : M. Shaleh (Mantan Kepala BMKG Bawean)

A B S T R A K
Dari hasil analisa menunjukkan bahwa pada beberapa perairan tertentu terlihat terjadinya bencana pelayaran berkaitan dengan kondisi cuaca yaitu gelombang dan angin. Dari data angin Stasiun Meteoorlogi Bawean dan prakiraan gelombang perairan Gresik- Bawean, diketahui bahwa ada korelasi yang cukup signifikan antara kecepatan angin dan tinggi gelombang laut,

Untuk perairan laut jawa bulan-bulan aman berlayar yaitu pada bulan April dan Oktober. Sedang bulan-bulan kritis berlayar di laut Jawa pada bulan Januari, Juli, Agustus dan September.

1. Pendahuluan
Hampir dari semua aktivitas kehidupan manusia tidak lepas dari pengaruh cuaca. Demikian juga kita sebagai bangsa yang tinggal di Nusantara ini menyadari bahwa cuaca merupakan lingkungan alam yang tidak dapat diabaikan. Dibeberapa tempat keteraturan cuaca hampir selalu bersahabat dengan manusia, namun pada beberapa peristiwa ulah cuaca justru dapat membawa bencana.

Sektor Perhubungan merupakan bagian penting dalam pembangunan. Hampir dalam setiap fase perkembangan wilayah. sistem perhubungan merupakan urat nadi kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Tujuan utamanya ialah jasa perhubungan secara cepat, tepat, aman teratur dan terjangkau kemampuan masyarakat, meningkatkan pelayanan jasa untuk pelayaran dalam negeri sehingga dapat mendorong perdagangan antar pulau serta menunjang pelayaran luar negeri.

Unsur aman dalam sistem perhubungan termasuk salah satu tujuan. Peran tersebut satu diantaranya dilaksanakan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), yaitu untuk menunjang peningkatan keselamatan pelayaran, penerbangan dan masyarakat.

Dilaut kondisi keselamatan pelayaran secara umum masih memprihatinkan. Selain belum terhitung korban harta benda, juga banyak sekali memakan korban manusia.

Salah satu ilustrasi bagaimana kondisi pelayaran rakyat antar pulau, Bawean-Jawa dari masa kemasa. Masyarakat Bawean menggunakan perahu layar dari kayu di tahun enam puluhan untuk menyeberangi laut, berlayar ke pulau Jawa dengan memakan waktu antara dua hari hingga satu minggu, dan sangat bergantung pada arah dan kecepatan angin, musim baratan atau timuran.

Pada tahun tujuh puluhan kapal kayu dibuat lebih besar oleh pengusaha Bawean dan diberi mesin yang dikenal dengan sebutan Perahu Layar Motor (PLM), sebut saja nama nama kapal (PLM) Bawean Murni, PLM Mahkota, PLM Aji Raya, dan lain-lain. Kapal-kapal Bawean masa itu dapat melayari route Bawean-Gresik, dalam waktu 12 jam (satu malam) dan bahkan siap mengarungi route Bawean pulau Bangka dengan memakan waktu antara satu minggu.

Namun pada umumnya kapal-kapal kayu Bawean yang beroperasi pada masa tersebut sangat rentan dan rawan kecelakaan di laut karena minimnya sarana navigasi kapal untuk menunjang keselamatan pelayaran, disamping itu body kapal yang di desain dari kayu memang kurang mampu menahan getaran mesin dan gelombang laut.

Baru pada tahun delapan puluhan kapal perintis (Program Departemen Perhubungan) seperti Barito, Serayu dan bahkan Kapal cepat Jet Foil yang konon merupakan hadiah dan bentuk kepedulian Presiden Soeharto kepada masyarakat Bawean bisa melayani penumpang Bawean yang akan menyeberang ke pulau Jawa dan sebaliknya, 2 kali seminggu. Namun sayang kapal-kapal penumpang berstandar Nasional tersebut kini tinggal kenangan.

Sekali lagi kapan datangnya musibah tidak seorangpun mampu memprediksi sebelumnya, demikian juga musibah pelayaran Bawean-Gresik dari masa ke masa telah terjadi seperti kapal-kapal Bawean Murni, Mahkota, Fomenimeni telah tenggelam kedasar laut, apakah disebabkan oleh kelebihan penumpang dan barang atau disebabkan faktor cuaca atau boleh jadi juga body kapal memang sudah tua. Tidak tercatat berapa banyak perahu Bawean pengangkut barang, kayu atau sapi yang karam dilaut Jawa, dan berapa banyak korban harta maupun jiwa manusia, lalu siapa yang harus bertanggungjawab ? Masyarakat Bawean hanya menerimanya sebagai sebuah realita hidup, atau Takdir dari Yang Maha Kuasa yang tidak harus menyalahkan siapa-siapa.

Usaha mengurangi dan menanggulangi musibah pelayaran memerlukan pemikiran dan kerja keras dari berbagai instansi (lintas instansi). Sebagai salah satu upaya tersebut maka urgensi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam menunjang peningkatan keselamatan pelayaran merupakan kebutuhan. Suatu contoh keberangkatan kapal Bawean Gresik terlebih dahulu harus memperhatikan informasi cuaca maritim atau peringatan dini (warning) dari BMKG, terutama pada musim gelombang tinggi dan angin kencang. Syahbandar Gresik akan menunda keberangkatan kapal apabila ada peringatan dini yang menyebutkan adanya cuaca ekstrim dan cukup signifikan menggangu keselamatan pelayaran. Demikian juga Syahbandar Bawean akan melarang kapal berangkat ke Gresik sehubungan dengan adanya warning dari BMKG tersebut.

2. Data dan Pembahasan
a. Data Meteorologi
Data Stasiun Meteorologi Bawean yang diambil untuk tulisan ini adalah data angin rata2 selama 30 tahun ( 1970-2000) dan Data gelombang rata-rata dari Stasiun Maritim Surabaya, selengkapnya kami tampilkan dalam bentuk tabel berikut :



Dari tabel 1 dan Tabel 2 diatas dapat dilihat bahwa pada bulan Januari musim barat ,Juli, Agustus musim timur kecepatan angin rata-rata mengalami puncak tertinggi di Bawean yaitu 8 knot. Demikian pula data gelombang mempunyai variasi bulanan yang sama dengan angin yaitu pada bulan Januari , Juli ,Agustus mengalami puncak gelombang tinggi yaitu rata-rata 2,0 m Sedang pada bulan April ,Oktober, Nopember musim Pancaroba mengalami kecepatan angin terendah rata-rata 0,8 knot dan tinggi gelombang pada bulan April,Oktober dan Nopember di perairan Bawean-Gresik juga mengalami gelombang rendah yaitu rata-rata 0,8 m. Dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi signifikan antara kecepatan angin dan tinggi gelombang.

b.Data BASARNAS
Kejadian musibah pelayaran dari hari kehari selalu dipantau (dimonitor) oleh Radio Pantai. Untuk tujuan operasional penyelamatan diteruskan ke sub Koordinasi Rescue (SDKR) ke kantor Koordinator Dinas Rescue (KKR), dan selanjutnya disampaikan ke Badan SAR Nasional, Adapaun Jumlah Musibah tahunan total bulanan ditempat wilayah perairan laut jawa disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut :


Pada Tabel no.3 diatas dapat diketahui bahwa musibah pelayaran pada bulan Januari =15 kali, Juli =13 kali dan Nopember =11 kali merupakan bulan-bulan yang sering terjadi musibah pelayaran di laut Jawa. Sedang bulan April=1 kali,Oktober=3 kali dan Desember =2 kali merupakan bulan-bulan terendah terjadi musibah pelayaran di laut Jawa.

3. KESIMPULAN :
1. Terdapat hubungan signifikan antara cuaca dan musibah pelayaran di Laut Jawa yaitu pada bulan bulan Januari, Juli, Agustus dan September kecepatan angin mengalami puncak demikian juga Gelombang laut dan Musibah pelayaran mengalami kejadian tertinggi di Laut Jawa.

2. Sedang bulan-bulan April, Oktober merupkan bulan dengan angin dan gelombang cukup kecil demikian juga musibah pelayaran tercatat paling sedikit terjadi di Laut Jawa.

3. Dari poin 1 dan 2 disimpulkan bahwa bulan April dan Oktober merupakan bulan aman berlayar di Laut Jawa, sedang bulan Januari, Juli, Agustus dan September merupkan bulan kritis berlayar di Laut Jawa.

4.ACUAN :
1. Buletin Meteorologi Bawean
2. Buletin BMKG Jakarta.

Masa Lalu Membuat Sarah Ekstrim

Media Bawean, 1 Juni 2012

Tulisan Sumiyati

“Aku bukan lesbi, Fi”.kata Sarah, yang dikenal gadis dingin kepada lelaki. Sikapnya tehadap lelaki cuek-cuek saja. Dalam pandangannya hidupnya, lelaki hanyalah pelengkap penderitaan dari proses perjalanan manusia. Lelaki banyak menghadirkan masalah dan penghambat karier.

“Dulu, sewaktu aku masih kelas dua sekolah dasar, aku melihat sendiri ayahku menyiksa mama. Mamaku di tampar, dipukul, kepalanya dibenturkan ke tembok, perhiasan dan uang mama dirampas, setelah itu pergi entah kemana sampai sekarang juga tidak kembali”. Kata Sarah pada Fifi, sahabat barunya yang hampir saja jadi korban penculikan kalau saja Sarah tidak segera menghajar para penculik Fifi yang berjumlah empat orang.

Sarah, yang dikenal jago karate setelah bertahun-tahun belajar jurus-jurus karate pada kakeknya, jangankan mengalahkan empat orang, dua puluh orang sekalipun bagi Sarah bukanlah suatu masalah yang rumit. Berawal dari kejahatan yang dilakukan ayah kepada mamanyalah yang membuat Sarah mempunyai keinginan menguasai semua jurus karate yang dimiliki kakeknya sebagai senjata dirinya dan kalau sewaktu-waktu ayahnya kembali menyakiti mamanya, dia tidak akan tinggal diam. 

“Dalam kamus hidupku, lelaki itu menyakitkan, ngobral janji kalau sudah ada maunya, awalnya mesra-mesra tapi dibalik kemesraannya, ada pisau yang mengancam dan siap mencabik-cabik hati kita sewaktu-waktu. Itulah sebabnya aku tak mau dibuat pusing oleh lelaki, karena aku belum siap disakiti seperti mama”. Kata Sarah. 

“Tapi, bagaimanapun juga kita sebagai perempuan tetap membutuhkannya”. Kata Fifi mencoba membuat Sarah agar tidak terlalu ekstrim terhadap lelaki. “Memang, tapi kapan kita membutuhkannya? Waktu sendiri?”. Tanya Sarah memasang wajah angkuhnya “Sudahlah, Fi, aku jadi malas berteman dengan Doni kalau buntutnya kesitu juga”.

“Tapi Sar, Pak Doni itu orangnya baik, tak mungkin berbuat sejahat ayahmu”. Kata Mely, yang juga sahabat Sarah.

Tidak sedikit teman Sarah yang bermaksud mencarikan partner buat Sarah. Tapi tak satupun yang yang mendapat sambutan baik dari Sarah. Mungkin karena Sarah di sia-siakan ayahya sedari kecil, sehingga Sarah ekstrim pada lelaki. Walaupun demikian, bukan berarti Sarah tidak mau berteman dengan lelaki. Kalau hanya berteman dan bersahabat, Sarah tentu mau. Tapi, kalau sudah ke masalah pribadi, Sarah akan sangat cuek secuek-cueknya dan akhirnya Sarah tidak mau berteman lagi. Sedangkan Sarah yang menjadi incaran banyak lelaki, hanya cuek-cuek saja dan menanggapi seperlunya.

“Sar, ini ada ada bungkusan dari Pak Adang”. Kata Mely, sahabat Sarah yang sekantor dengan Sarah sambil memberikan bungkusan kepada Sarah.

“Buat aku? Tumben banget itu orang ngasih sesuatu sama aku. Biasanya nich Mel, pelitnya setengah mati”. Kata Sarah sambil membuka bungkusan dari Pak Adang, atasan Sarah yang jadi pimpinan perusahaan. Setelah dibuka, ternyata isinya berupa kunci sepeda motor, sebuah handphone, amplop dan boneka lucu. Sarah membuka amplop dan tersenyum kecut membaca isi surat Pak Adang yang mengatakan kalau hadiah itu sebagai ucapan terima kasih karena Sarah telah menyelamatkan nyawa dan hartanya saat dia habis mengambil uang di bank. Saat itu Sarah baru keluar dari toko roti, melihat seorang laki-laki di keroyok tiga orang preman, tanpa babibu lagi Sarah langsung mengirim satu tendangan ke punggung preman yang memegang koper Adang. Brukk! Preman itu ambruk dan Sarah segera mengambil koper itu.

“Bangsat!, siapa kau? Aku tidak punya urusan dengan kau!”. Kata si preman yang tinggi besar.

“Owh… ternyata anda belum mengenalku. Namaku Sarah Anjasmara, usiaku dua puluh tujuh tahun, hobbyku membasmi orang-oramg jahat seperti kalian”. Kata Sarah dingin. “Apa masih ada yang ingin anda tanyakan lagi?”.

“Ha ha ha ha, hai nona manis, jangan mimpi kau bisa membasmi kami. Sudah pergi sana!. Jangan sampai kami yang membasmimu nona cantik”. Kata yang kena tendangan Sarah.

“Kalau aku pergi sebelum menghajarmu, sama saja aku membiarkan kamu menghancurkan dunia”. Kata Sarah angkuh.

Tanpa diduga sitinggi besar mengirim satu pukulan ke pelipis Sarah. Namun, dengan tenang Sarah merendahkan kepalanya. Kemudian dengan gerakan yang mantap dan sulit diduga, Sarah mengayunkan tendangan karatenya mengarah kedagu preman itu. Tubuh si preman terjembab kebelakang. Bibirnya berdarah.

Melihat keadaan yang kurang menguntungkan itu, preman yang berkumis tebal meloncat dengan satu tendangan kearah muka Sarah. Namun, Sarah yang sudah mengira serangan itu, merendahkan kepalanya dan sebuah pukulan karate singgah ditengkuk preman itu. Para preman itu sungguh tidak mengira lawan yang dihadapinya demikian pandai menguasai jurus-jurus karate. Sarah kemudian mengirim satu pukulan telak mengenai rahang sikumis tebal. Matanya mendadak berkunang-kunang. Tiba-tiba dia tak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya. Lalu roboh tak berkutik. Pingsan. ”Maju!”. Bentak Sarah kepada sitinggi besar.

Sitinggi besarpun maju dengan geram dan menyerang Sarah dengan satu tendangan lurus mengarah dada. Sayang, dalam hal berkelahi preman itu bukanlah tandingan Sarah. Para preman itu dapat dikalahkan dengan begitu mudahnya.

“Sekarang ini kalian aku beri maaf, kalau masih penasaran dengan jurusku, kapan-kapan kita lanjutkan. Pergilah dan bawalah temanmu itu kerumah sakit”. Kata Sarah memberi kesempatan pada mereka untuk pergi. Merekapun pergi tergopoh-gopoh sambil memapah yang pingsan.

“Sarah, kau tidak apa-apa?”. Adang menghampiri Sarah. “Betapa tangkasnya Sarah dapat mengalahkan para preman itu”, pikir Adang.

“Seperti yang Bapak lihat, Pak, ini kopernya. Lain kali lebihlah berhati-hati! Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi”. Kata Sarah yang tetap menghormati Adang sebagai atasannya walau sebenarnya dia adalah sahabat Sarah sejak kecil.

Adang mencoba menerka sifat Sarah yang tampak tenang tapi lebih ganas dari seekor singa jantan. Ketenangannya itu mencerminkan diri Sarah yang berjiwa keras tapi dingin. Pantas membawakan peranan pembunuh berdarah dingin.

“Sar, kok malah bengong sich. Pasti mikir mana sepeda motornya ya? Kata Pak Adang sepeda motornya ada di kantor. Besok bisa kau ambil”. Kata Fifi menepis lamunan Sarah.

“I…i.. iya, Fi”. Sarah tersenyum malu.

Sarah dan Fifi sangat kaget melihat seorang laki-laki tengah pingsan dihalaman rumahnya. Dengan susah payah mereka memapahnya ke kemar tamu. Entah dari mana asalnya hati Sarah begitu teriris seolah-olah menangis melihat lelaki yang kini belum sadar juga. “Fi, kasihan sekali bapak ini. Entah mengapa hatiku sangat sedih melihat kondisinya”. Kata Sarah pada Fifi.

“Mugkin karena kamu berjiwa pahlawan, Sar”. Kata Fifi.

Dua hari Sarah dan Fifi merawat merawat lelaki itu dengan penuh sabar karena mamanya Sarah sudah empat hari di luar kota. Yang sangat membuat Sarah senang, lelaki itu sangat kenal dengan mamanya. Rupanya lelaki itu masih menunggu kedatangan mamanya Sarah untuk menjelaskan kalau dirinya adalah ayah Sarah.

Tiga hari setelahnya, mamanya Sarah pulang, dan lelaki itu masih ada di rumah Sarah. Hal yang sangat membuat Sarah kaget adalah setelah mamanya menjelaskan kalau lelaki itu adalah ayah kandung Sarah.

“Sarah, Allah saja mau memaafkan kesalahan hamba-Nya, apalagi kita yang hanya ciptaan-Nya. Sarah mau kan maafin papa?”.

“Sarah sudah dari dulu memaafkannya. Kesalahan papa hanya termaafkan tapi tidak terlupakan. Kalau sampai berbuat seperti dulu lagi, akan Sarah hajar. Sarah tidak mau mama disiksa lagi seperti dulu”. Kata Sarah sambil memeluk mamanya yang selama ini berperan jadi ayah sekaligus ibu buat Sarah.

“Tidak, Sarah. Kesalahan itu tidak akan pernah papa ulangi. Diusia papa yang tinggal seujung rambut ini akan papa habiskan untuk menjadi papa yang baik untukmu”. Kata papanya Sarah.

Sarah sangat bahagia, hari-harinya kini dilalui dengan papa dan mamanya. Sdmoga dengan kehadiran papanya, dia tak lagi jadi gadis dingin terhadap lelaki.

Santri Mengusulkan Hukuman Mati
Bagi Pengguna & Pengedar Narkoba

Media Bawean, 1 Juni 2012 


Santri Pondok Pesantren Hasan Jufri, Lebak, Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik dalam acara sosialisasi/ penyuluhan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gresik, hari kamis (31/5/2012) mengusulkan agar pengguna dan pengedar narkoba di Republik Indonesia dihukum mati.

Kenapa harus dihukum mati? santri mengatakan ragu atas adanya rehabilitasi bagi pengguna narkoba, setelah mencoba akan kembali menggunakannya.

Menurutnya, rehabilitasi bagi pengguna narkoba tentunya lebih efektif bila direhabilitasi didalam pondok pesantren. Alasannya, pendidikan mental kerohaniannya terjamin sangat sempurna.

Sebelum acara sosialisasi dan penyuluhan, Ir. Eko Inda Wahjudi sebagai Kasi Pencegahan BNN kabupaten Gresik silaturrahim dengan KH. Bajuri Yusuf sebagai pengasuh Pondok Pesantrean Hasan Jufri.

KH. Bajuri Yusuf menyatakan sangat mendukung dilaksanakannya sosialisasi dan penyuluhan narkoba dikalangan remaja sebagai generasi penerus masa depan bangsa.  "Melihat kondisi sekarang sepertinya sangat mengerikan dengan peredaran narkoba,"katanya.

Menurut beliau, jangan sampai narkoba masuk ke Pulau Bawean, tentunya tugas utama BNN untuk mengantisipasinya agar tidak beredar di bumi Bawean.

Dalam sosialisasi, Ir. Eko Inda Wahjudi menerangkan pengertian narkoba, resiko bagi pengguna, serta modus operandi narkoba. "Jangan pernah mencoba narkoba, resiko akan merusak masa depan penggunanya,"ujarnya.

"Bila ketangkap pihak berwajib akan diproses hukum sesuai undang-undang. Jika berkeinginan untuk mengobati dipersilahkan menghubungi BNN untuk direhabilitasi,"terangnya.

Kritis santri dan santriwati dalam acara dialog, bertanya tentang maraknya narkoba dengan konsekuwensi hukum bagi pengguna dan pengedarnya.

Ir. Eko Inda Wahjudi menjelaskan sesuai undang-undangnya pengedar akan dihukum berat, sedangkan pengguna masih memiliki kesempatan untuk direhabilitasi. "Untuk mencegah narkoba, seharusnya memulai dari diiri kita sendiri sehingga Narkoba No, Prestasi Yes,"pungkasnya. (bst)

Pulau Bawean Anti Narkoba
Tokoh Minta Operasi Ditingkatkan

Media Bawean, 1 Juni 2012 


Advokasi tentang implementasi INPRES No. 12 Tahun 2011 di lingkungan pemerintahan masalah pencegahan, pemberantasam, dan perederanm gelap narkoba (P4GN) diselenggarakan hari kamis (31/5/2012), bertempat di Pendopo Kecamatan Sangkapura. Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Gresik sebagai nara sumber dalam pertemuan, yang dihadiri Muspika kecamatan Sangkapura, kepala desa se-Sangkapura, trantib desa se-Sangkapura dan tokoh masyarakat kecamatan Sangkapura.

Eko dari BNNK Gresik menerangkan secara detail tentang narkoba, terkait jenis dan modus peredaran, serta tinjauan hukumnya. Menurutnya, peredaran narkoba harus diberantas dan dicegah oleh seluruh lapisan masyarakat untuk menyelamatkan generasi masa depan bangsa. 

"Melalui kerjasama seluruh komponen di tingkatan pemerintahan, diharapkan dapat mencegah peredaran narkoba di masyarakat,"katanya.

"Bila ada korban narkoba, dipersilahkan menghubungi BNNK Gresik untuk direhabilitasi sehingga tidak berdampak terhadap sisi buruk kehidupannya,"paparnya.

Menurut Eko, Umumnya di Pulau Bawean sesuai laporan yang diterima, banyak pengguna obat-obatan yang dijual bebas dipasaran dikonsumsi sehingga over dosis. "Seperti menelan pil dengan jumlah banyak, antara 15 sampai 25 butir,"terangnya.

Dalam diskusi, peserta yang hadir fokus menanyakan tentang ciri narkoba serta penegakan supremasi hukum terhadap pengedar ataupun penggunanya.

Abd. Aziz sebagai Kepala Desa Daun, mengatakan pencegahan narkoba seharusnya diawali dari dalam diri kita masing-masing.  "Tanpa kesadaran diri, akan berdampak rentannya pengguna narkoba di masyarakat,"ungkapnya.

Ketua PCNU Bawean (Ir. H. Syariful Mizan) mengusulkan agar seringkali diadakan operasi terhadap seluruh calon penumpang termasuk barang-barang yang dikirim ke Pulau Bawean. "Bebas jalur transportasi tanpa ada operasi tentunya memberikan peluang kepada pengguna untuk menikmati kebebasan tanpa ada kontrol,"jelasnya.

Peserta lainnya, menanyakan bagaimana bila ada pengguna yang akan direhabilitasi terkait pembiayaan transportasi Bawean - Gresik? BNNK Gresik menjawab, silahkan menghubungi bila ada pengguna yang ingin direhabilitasi. (bst)

Mari Ulurkan Tangan
Untuk Jefri Dan Saudaranya

Media Bawean, 1 Juni 2012 


Jefri (13 tahun) adalah putra bungsu dari bapak Umar Said. Bapak berusia 50 tahun ini adalah penderita diabetes. Ia terlunta-lunta hidupnya setelah ditinggal oleh istrinya. Umar Said bermukim secara nomaden. Warga desa Tambak ini Sekarang bertempat di lapangan bola kecamatan Tambak bersama tiga putranya. Ia menempati gedung sederhana. Putra pertamanya yang bernama yang Jefri kini sedang berada ditahanan polsek Tambak. Ia tertangkap tangan mencuri uang milik Lukman, warga dusun Kampung Baru desa Sukaoneng, senilai RP. 600.000,-

Kemarin, Rabu 30 Mei, BEM STAIHA Bawean mengganti uang Rp. 600.000,- yang diserahkan langsung kepada korban yaitu bapak Lukman. Bantuan ini diharapkan bisa meringankan tuntutan bagi Jefri mengingat ia masih dibawah umur. Ia mencuri karena terpaksa. Jefri merasa bertanggung jawab menghidupi adik-adiknya dan mencari biaya pengobatan untuk bapaknya.

Menurut Kapolsek Tambak, AKP. Susantoro, Jefri tidak bisa langsung bebas meskipun sudah ada ganti ruginya. Hari ini, Kamis 31 Mei, Ia tetap dibawa ke Mapolres Gresik dan selanjutnya diserahkan ke dinas social untuk dibina.

Kini Umar Said Tinggal bersama dua orang putranya yang masih kecil. Ia mengandalkan jual beli batu akik yang tidak tentu pendapatannya. Kadang laku kadang tidak. Jangankan untuk ke pasar, berjalanpun ia tertatih-tatih. Ternyata, di tengah belantara orang-orang kaya di Bawean ternyata masih ada keluarga yang nestapa. Hidup berpindah-pindah. Sebelum menetap di Lapangan bola Tambak ia menempati gudang di pom bensin desa Pekalongan.

Mari ulurkan tangan untuk generasi.

Anggridho Meilandanu
Peraih Nilai Tertinggi UN 2012

Media Bawean, 29 Mei 2012 

Anggridho Meilandanu (lahir tanggal 30 Mei 1994), putra Khusnul Khotimah asal Daya Bata, desa Sawahmulya, Sangkapura, dalam pelaksanaan ujian nasional (UN) 2012 telah meraih nilai tertinggi dengan jumlah 56,20. 

Dengan rincian bahasa Indonesia (9,20), bahasa Inggris (9,00), matematika (9,75), fisika (9,25), kimia (10,00), dan biologi (9,00).

Anggridho Meilandanu mengatakan prestasi yang diraih berkat do'a orang-orang yang sayang terhadap dirinya, bimbingan guru di SMAN I Sangkapura.

Prestasi yang diraihnya, pernah 2 kali mengikut olimpiade ke gresik ketika dibangku SMP, sejak sekolah SMA mendapatkan peringkat 3 besar di kelas.

Ditanya kunci kesuksesan dalam belajar, Anggridho Meilandanu memberikan resep kalau waktunya pelajaran serius, kalau waktunya santai yach santai. "Intinya pintar-pintar membagi waktu, supaya otak tdak terlalu tegang,"katanya.

Tata cara belajar ilmu eksak, Anggridho Meilandanu menyatakan selalu mencoba mengerjakan soal-soal sebisanya, tapi jangan menyerah. "Apapun hasilnya, kalau dicoba terus menerus lama-lama pasti akan mengerti juga. Kalau tetap tida bisa mengerjakan soal, berusaha mencari referensinya melalui belajar di sekolah, kakak kelas ataupun internet. Sekolah lebih menunjang, dikarenakan mendapatkan penjelasan langsung oleh guru-guru yang sudah profesional"paparnya.

Pengalaman selama di belajar di SMAN I Sangkapura, menurutnya terlalu banyak yang tidak bisa dilupakan. "Yang jelas sangat senang belajar di SMAN I Sangkapura, banyak kegiatan-kegiatan dan pengalaman-pengalaman positif yang bisa kita peroleh,"pungkas siswa yang memiliki kesukaan makan bakso dan tempe penyet.

Siapakah guru paling disukai di SMAN I Sangkapura? Anggridho Meilandanu menjawab, "pastinya wali kelas, yaitu Ibu Aisyah,"jawab siswa memiliki hobby  bermain basket dan membaca buku

Guru bidang studi yang disukai? kembali Anggridho Meilandanu menyebut wali kelasnya Ibu Aisyah dan Ibu Sania sebagai guru favoritnya.

Kesimpulannya, semua guru di SMAN I Sangkapura sudah profesional dan mengasyikkan.

Bimbingan orang tua Anggridho Meilandanu dalam belajar, seperti kebanyakan orang tua lainnya. "Kalau waktunya belajar, yach belajar. Kalau waktunya santai, yach santai. Bila besoknya ada ujian, tidak boleh keluar rumah, diperbolehkan kalau belajar ke rumah guru,"terangnya.

Anggridho Meilandanu menyarankan kepada adik kelas, agar selalu menghormati guru dan jangan kurang ajar, supaya ilmunya bermanfaat. Gunakan waktu luang dengan melakukan hal-hal yang positif  dan bisa mengambil manfaatnya. (bst)

Popular Posts

 

© Copyright Media Bawean 2010 -2011 | Design by Jasa Pembuatan Blog | Support by Kang Salman | Powered by Bawean.Net.