Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
250x250

adsbybawean

Polsek Tambak Meringkus Pelaku Percobaan Pencurian


Polsek Tambak berhasil meringkus pelaku percobaan pencurian dengan pemberatan dan pengrusakan di pasar desa Kepuhteluk.

Pelaku bernama Azrul Azmi alias Ming berusia 21 tahun asal dusun Sungaitopo desa Kepuhteluk diringkus oleh anggota Polsek Tambak setelah menerima laporan adanya aksi percobaan pencurian dengan pembaratan dan pengerusakan 3 buah kamera CCTV yang terjadi hari kamis (13/4).

Kronolgis kejadian pelaku masuk kedalam pasar Kepuhteluk kemudian membuka 2 pintu toko yang menjual perhiasan emas dengan merusak dan menarik pintu toko secara paksa hingga slot pintu tersebut rusak.

Setelah berhasil masuk toko dan tidak menemukan barang berharga, pelaku keluar lagi dan berusaha membuka pintu toko lain, namun pelaku tidak menyadari kalau aksinya di rekam kamera CCTV yang di pasang di atas plafon pasar, hingga akhirnya pelaku menyadari kalau aksinya terekam CCTV. Selanjutnya pelaku merusak CCTV dan memutusi kabel CCTV tersebut dan pergi.

Setelah di lakukan olah TKP dan beberapa barang bukti dan di lakukan lidik oleh petugas Polsek Tambak akhirnya di ungkap dan ketahui identitas pelaku, selanjutnya pelaku di amankan untuk proses hukum lebih lanjut.

Kapolsek Tambak AKP Darma Edi Santoso membenarkan adanya penangkapan pelaku percobaan pencurian dengan pemberatan di pasar Kepuhteluk. "Pelaku diproses hukum untuk efek jera,"katanya.

Apalagi menurutnya aksi kejahatan di pasar Kepuhteluk sudah seringkali terjadi yang meresahkan kepada masyarakat. (bst)

Tidak Ada Anggaran, TPI Bawean Ditunda


Harapan nelayan di Pulau Bawean untuk mempunyai Tempat Pelelangan Ikan (TPI) untuk tahun ini belum bisa direalisasikan sehubungan tidak adanya anggaran.

Langu Pindingara Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Gresik membenarkan pembangunan TPI yang rencananya akan dibangun di desa Sidogedungbatu masih belum bisa direalisasikan tahun ini. Alasannya belum ada anggaran, kemungkinan menunggu pada tahun berikutnya.

"Sebenarnya perencanaan pembangunan TPI sudah matang, tapi anggaran sangat minim sehingga ditunda,"katanya.

Lebih lanjut Langu menyatakan potensi ikan di Pulau Bawean sangatlah besar, dan berkelayakan untuk pembangunan TPI. "Tujuannya untuk mendongkrak penghasilan nelayan dan mensejahterakan kehidupan nelayan di Pulau Bawean,"ujarnya. (bst)

100 Unit Kapal Ikan Untuk Nelayan Bawean


Dr. Agus Suherman S.Pi, M.Si Direktur Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan Ikan Kementrian Kelautan dan Perikanan RI berkunjung ke Pulau Bawean dalam rangka sosialisasi bantuan kapal ikan kepada nelayan.

Menurutnya Pulau Bawean memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan, khususnya sumberdaya kelautan. "Sangat cocok dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata,"katanya.

Sudah membuktikan sendiri, ternyata Pulau Bawean memang sangat indah.

Selain itu, potensi hasil tangkapan nelayan pergi melaut juga banyak. Sehingga Kementrian Kelautan dan Perikanan RI berencana memberikan bantuan kapal ikan kepada nelayan. "Harapannya bisa memaksimalkan hasil tangkapan ikan yang ada,"ujarnya.

Lebih lanjut Agus Suherman mengaku sangat kagum melihat kapal ikan yang ada di Pulau Bawaan. "Melalui kreativitas yang ada, ternyata kapalnya memiliki keunikan tersendiri,"ungkapnya.

Bantuan kapal ikan yang diserahkan kepada nelayan di Pulau Bawean sebanyak 100 unit dengan mesin 3 GT yang diperkirakan harganya Rp. 45 juta per unit.

Setelah bantuan ini diserahkan, nantinya direncanakan Susi Pudjiastuti Menteri Kelautan dan Perikanan RI akan berkunjung ke Pulau Bawean. (bst)

Kesalah Kaprahan Visualisasi Sosok Kartini


Oleh: HOSOSIYAH (Anggota PKK Desa Sungairujing)

Pendekar wanita yang namanya tetap harum hingga zaman mutaakhir ini adalah sosok ”ibu bangsa” yang berhasil mengangkat harkat dan martabat kaum wanita yakni Raden Ajeng Kartini. Pemilik nama kecil “Trinil” sebagai burung yang lincah atau “Krikil” yang banyak gerak ini dilahirkan di daerah Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah pada hari Senin Pahing tanggal 21 April 1879 M, bertepatan dengan bulan Rabiul Akhir 1138 H. Di Mayong inilah Raden Mas Adipati Sosroningrat bertemu jodoh dengan anak KH. Modirono dengan seorang istri Nyai Hj. Siti Aminah yang bernama Ngasirah. Dari perkawinannya dengan Ibu Ngasirah, Raden Mas Adipati Sosroningrat dikarunia delapan anak yakni Raden Mas Sosroningrat, Pangeran Adipati Sosrobusono, Drs. Raden Mas Sosrokartono, Raden Ajeng Kartini, Raden Ajeng Kardinah, Raden Mas Sosro Muljono, Raden Ajeng Sumatri, dan Raden Mas Sosrorawito. Sedangkan pernikahan Raden Mas Adipati Sosroningrat dengan permaisuri asal Madura Raden Ajeng Moerjam putri RMT Citrowikromo dikarunia tiga anak yakni Raden Ajeng Sulastri, Raden Ajeng Rukmini, dan Raden Ajeng Kartinah.

Kartini yang terlahir dari seorang selir atau istri kedua dari Raden Mas Adipati Sosroningrat merupakan cucu dari seorang kiai. Ibu ngasirah benar-benar menjadi princes dari luar keraton atau berdarah bangsawan setelah dipersunting oleh Raden Mas Adipati Sosroningrat. Silsilah dari orang tua ibunya kurang mendapat porsi keterangan biografi dan kesejarahan sehingga sosok Kartini dikesankan sebagai priyai padahal juga berdarah kiai. Siapa gerangan yang tidak akan tercengang bila seorang Kartini membaca kitab Wulangreh, Kitab Serat Centini (ilmu ketuhanan atau teologi, red), dan sebagainya. Bahkan ayah Kartini, Raden Mas Adipati Sosroningrat mendatangkan guru ngaji privat untuk mendidik putra-putrinya. Pandangan Raden Mas Adipati Sosroningrat bahwa kebahagian itu bukan hanya di dunia saja melainkan juga terdapat kebahagian di akhirat kelak. Semua itu hanya bisa ditempuh dengan penguasaan ilmu pengetahuan baik ilmu umum dan ilmu agama. Dengan demikian dapat dipahami bahwa sosok Kartini yang setiap tahun diperingati hari kelahirannya dengan salah satu kegiatan lomba pemiripan wajah semata telah terjerumus ke dalam kesalah kaprahan dalam visualisasi sosok Kartini yang sejatinya.

Selain curahan pendidikan keagamaan yang telah menempa kepribadian seorang Kartini di dalam masa pingitan, Kartini gadis juga mendapat pelajaran masak-memasak, menjahit atau membordir serta merenda. Keterampilan itu juga menjadi bekal bila kelak Kartini hidup berkeluarga. Kungkungan adat dan prilaku feodalisme “positif” menurut nilai dalam kehidupan keraton telah membentuk kepribadian seorang Kartini yang taat dan patuh menjalani kehidupan keprotokoleran yang serba diatur. Sampai berjalan di depan orang tua atau elit keraton harus merunduk-runduk sambil mengendap-ngendap. Kartinilah yang mencoba sedikit mengubah tatanan adat istiadat yang dianggap terlalu berlebihan. Walau demikian, Kartini tetap memosisikan diri sebagai seorang anak yang patuh dan taat kepada perintah kedua orang tua serta taat beribadah. Di masa pingitan sebagai tuntutan adat setempat, Kartini tetap membiasakan diri menerapkan budaya literasi yani budaya baca dan menulis. Sebagai seorang wanita pertama yang hanya mampu mengenyam pendidikan kelas rendah yakni kelas 2 Sekolah Belanda, namun kepandaian menulis surat dalam meluapkan ide-ide gresnya patut menjadi teladan. Di usia muda seorang Kartini sudah harus masuk masa “pingitan”. Lalu, dipinang oleh seorang bupati yang sudah berstatus duda beranak lebih dari satu. Mungkin inilah jiwa menerima kenyataan yang harus dijalaninya dengan tabah hati.

Di usia remajanya, kartini terkenal sebagai sosok pekerja keras yang tidak pernah mengenal lelah. Beberapa sekolah berbasis kewanitaan didirikannya dengan kondisi segelintir anak murid dari kaum wanita. Kartini sadar bahwa wanita itu merupakan tiang Negara. Jika pemikiran dan pendidikan kaum wanita di negeri ini maju, tentu negari ini akan bisa menjunjung kehormatan bangsa di tengah kehidupan global. Wanita Indonesia menurut Kartini, janganlah hendaknya seperti tanah liat yang boleh dibentuk-bentuk sekehendak hati orang (Tashadi: 1986:75). Oleh karena itu jiwanya selalu menginginkan kebebasan, tidak mau diikat dan dikekang. Di zaman itu pula marak di mana-mana terjadi kawin paksa dan kawin kanak-kanak (pernikahan dini, red). Termasuk zaman itu sering terjadi sistem “permaduan”, dalam istilah populernya poligami terselubung. Untung saja Kartini telah melewati usia dini karena selalu sibuk memikirkan nasib kaumnya. Kartini baru menikah di usia 27 tahun yakni pada tanggal 8 Nopember 1903. Sekejap setelah menikah dan dikarunia satu anak bernama Susasalit, lima hari kemudian Raden Ayu Kartini meregang nyawa karena menderita penyakit ginjal pada tanggal 17 September 1904. Sejak tahun 1904 hingga 1964, tepatnya pada tanggal 3 Agustus 1964 jam 10:00 di pendapa DPRD-GR Semarang diadakan upacara khidmat penyerahan surat keputusan Presiden RI No. 108 tanggal 2 Mei 1964 tentang pengangkatan RA Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional, kepada ahli waris, yang diwakili oleh RA Kardinah Reksonegoro adik kandung RA Kartini. Betapa jauh jarak penganugerahan dari seorang perintis pejuang emansipasi kaum wanita sejak wafatnya hingga dikeluarkannya surat keputusan sebagai pahlawan. (gelar anumerta).

Bagaimana dengan peringatan Hari Kartini saat ini? Apabila dianalogikan dengan pahlawan lainnya, satu-satunya hari kebesaran kelahiran yang dipakai sebagai atribut hari hanya kelahiran Kartini. Hal ini sungguh istimewa bila dibandingkan dengan hari pahlawan Kemerdekaan Nasional lainnya. Namun, sangat disayangkan dalam peringatannya telah disalah kaprahkan dalam even-even lomba pemilihan Kartini umumnya hanya didasarkan pada kemiripan bentuk rupa dan fisik. Bentuk mukanya yang bulat, letak matanya yang agak meninggalkan rongganya serta bentuk hidung yang tinggi mancung dan tipis (tidak “mergeng”,red). Kesemua ciri-ciri itu menunjukkan ciri-ciri yang dimiliki oleh golongan bangsawan. Yaitu para bangsawan Jawa yang berasal dari Solo dan Jogya.(Tashaadi: 1986:19).

Semestinya untuk kegiatan peringatan Hari Kartini yang dirayakan serentak di seluruh nusantara hendaknya tetap mengacu pada biografi dan kesejarahan yang sinkron dengan sosok Kartini yang sebenarnya. Mulai pandai dalam kegiatan rumah tangga seperti, memasak, menjahit, membaca dan menulis dengan dasar kecerdasan holistik. Barulah akhirnya ditemukan sosok penerus pejuang emansipasi kaum wanita yang sejatinya. Peringatan Hari Kartini dirayakan oleh seluruh lembaga mulai dari PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) hingga Perguruan Tinggi, Lembaga atau Instnsi pemerintah dan swasta, serta perkumpulan lainnya. Ongkos peringatan cukup besar dengan mengeluarkan biaya personal yang tidak sedikit. Seperti biaya sewa atau pengadaan baju kebaya lengkap dengan segala asesorisnya, biaya masuk salon kecantikan untuk berdandan hingga biaya transport pengarakan atau parade pada sekolah-sekolah kelas rendah. Sayang sungguh sayang bila dalam pemilihan sosok Kartini muda hanya didasarkan pada kemiripan wajah semata. Benar-benar hal ini sebuah kesalah kaprahan dalam perayaannya. Selamat Hari Kartini !

Kasun Duku Meninggal Dunia di Laut


Warga desa Sungairujing kecamatan Sangkapura digegerkan penemuan mayat di pantai pesisir Tajung dekat Pulau Selayar, kamis (13/4).

Awalnya mayat yang terapung dipinggir laut ditemukan oleh nelayan yang bertujuan mencari ikan ke laut. Kemudian warga yang menemukan melaporkan kepada kepala desa Sungairujing, selanjutnya dilaporkan ke Polsek Sangkapura.

Dalam tempo singkat, anggota polisi bersama anggota koramil berdatangan ke lokasi penemuan mayat. Terlihat hadir Abdul Adim camat Sangkapura yang didampingi Saufan Tambrani kepala desa Sungairujing turut serta melakukan evakuasi.

Selanjutnya mayat yang meninggal dunia diketahui bernama Mansur (44 th.) asal Duku desa Sungairujing.

Setelah dilakukan evakuasi, mayat dinaikkan mobil patroli Polsek Sangkapura dihantarkan langsung ke rumahnya di dusun Duku.

Aiptu Basuki kanit Polsek Sangkapura mengatakan almarhum Mansur juga menjabat kepala dusun Duku.

Kronologi berawal pada waktu siang hari pamitan kepada isterinya untuk pergi ke laut untuk mencari ikan. Tepat jam 16.00 WIB. nelayan setempat menemukan mayat terapung dipinggir laut pantai Tajung Timur.

Menurutnya korban meninggal dunia di laut, setelah dilakukan visum atau pemeriksaan oleh tim medis, hasilnya tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuhnya. (bst)

Waspada Rawan Penipuan di Media Sosial


Penipuan berkedok minta pulsa dalam jejaring media sosial (medsos) facebook dengan mencatut nama seseorang memakan banyak korban.

Zairasi asal Suwari Sangkapura sebagai korban yang nama dan fotonya disalahgunakan dengan membuat akun baru bernama Zairasi Bawian, mengatakan terkejut mendapatkan informasi adanya permintaan pulsa kepada banyak orang. Ketika berkunjung ke kecamatan Bunga dalam rangka pengawasan Ujian Nasional, mantan kepala sekolah SMAN I Sangkapura dan SMAN I Driyorejo mendapatkan informasi adanya penipuan yang mengatasnamakan dirinya dengan meminta pulsa melalui akun facebook.

"Sudah seringkali disalahgunakan oleh orang lain, sehingga sekarang saya memutuskan untuk menghapus seluruh akun media sosial yang dimilikinya. Sekarang bila ingin berhubungan denganku cukup dengan telepon atau sms, dan whatsapp saja,"ujarnya.

Menurutnya adanya akun baru fb yang mencatut namanya dan mengambil foto melalui akun yang ada, itu murni penipuan untuk meraup keuntungan. "Dia memanfatkan adanya banyak kenalan ataupun murid untuk melakukan penipuan dengan modus meminta pulsa,"katanya.

Sementara korbannya seperti sofia sahri dan erna mengaku sudah mengirim pulsa sebesar Rp.100 ribu. (bst)

Penerjemah di Mahkamah Malaysia asal Bawean


Saiful Aiman Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Malaysia bakal menjadi penerjemah sidang terhadap Siti Aisyah yang berlangsung di Mahkamah Sepang (13/4).

"Tahun ini saya ditunjuk oleh Mahkamah Agung Malaysia sebagai penerjemah kasus Siti Aisyah di Pengadilan Sepang Selangor. Pada persidangan pertama Siti Aisyah saya membacakan surat dakwaan kepada Siti Aisyah dalam Bahasa Indonesia," ujar pria asal desa Kumalasa Sangkapura.

Siti Aisyah dan warga Viet Nam, Doan Thi Huong telah didakwa sebagai pelaku pembunuhan Kim Jong-nam di Mahkamah Majistret Sepang (1/3) lalu.

Saiful melanjutkan setelah dirinya membacakan surat dakwaan dirinya lalu memberikan pemahaman kepada Siti Aisyah terkait dakwaan tersebut setelah dia paham atas dakwaan tersebut lalu disampaikan kepada hakim.

Ditanya tentang tugasnya tersebut, pria asal Pulau Bawean mengatakan mulai menjadi penerjemah pada 1992.

"Saya menjadi penerjemah untuk TKI sejak 1992. Tugas sebagai penerjemah adalah memahamkan kepada setiap terdakwa dan saksi di persidangan. Saya jadi penerjemah kalau dihitung-hitung sudah beribu TKI dari TKI ilegal, kasus perampokan, kasus narkoba, kasus penyiksaan majikan, kasus pembunuhan, perdagangan manusia hingga perkosaan," katanya.

Yang masih terkesan sampai sekarang, ujar dia, yaitu kasus Nirmala Bonat yang merupakan kasus penyiksaan dari majikan yang amat dahsyat yang memperlakukan Nirmala Bonat secara tidak manusiawi.

"Sebagai penerjemah di pengadilan saya bekerja secara profesional. Tugas sebagai penerjemah harus bisa memahamkan kepada orang yang diterjemahkan karena kalau salah menerjemahkan berakibat fatal,"ujarnya.

Sebab, ujar pria beristrikan asal Madiun ini, tidak semua para TKI yang tersandung kasus atau jadi saksi setiap kasus di persidangan memahaminya.

"Tugas saya harus memberikan pemahaman sebelum disampaikan kepada hakim di persidangan. Dan saya tidak boleh berpihak ke mana-mana baik ke pengacara atau JPU. Saya harus profesional seperti yang di amanatkan oleh Mahkamah Persekutuan Malaysia,"tegasnya.

Dia menegaskan menjadi penerjemah bisa dikatakan juga tidak gampang sebab harus bisa memberikan pamahaman pada setiap terdakwa atau saksi. (bst)

Kesan Sumadi Pimpinan Bank Jatim Bawean


Sumadi pimpinan bank jatim cabang Bawean akan memasuki purna tugas pada usia 56 tahun.

Selama 1 tahun 10 bulan bertugas di bank jatim cabang Bawean, Sumadi mengaku banyak hal yang bisa diperoleh selama bertugas di Pulau Bawean. Diantaranya tingginya kekeluargaan dan persaudaraan warganya, serta kondisi yang aman dan tentram.

Sebagai warga Surabaya, Sumadi mengaku menemukan ketenangan selama menjabat sebagai pimpinan bank jatim cabang Bawean. Diantaranya kekompakan seluruh pegawai serta dukungan warganya, khususnya nasabah sangat tinggi.

Akhirnya perekonomian Pulau Bawean masa sekarang ini sudah mencapai kelas menengah, dibandingkan waktu dahulu sebelum adanya bank.

Lebih lanjut Sumadi mengajak kepada seluruh warga Pulau Bawaan untuk mendukung adanya bank jatim sebagai banknya masyarakat Jawa Timur. "Kemajuan bank jatim termasuk kemajuan bagi warga Pulau Bawean,"katanya.

Diantaranya pioner keberhasilannya, yaitu bank jatim sudah mempunyai tanah untuk pembangunan gedung milik sendiri di Pulau Bawean.

Soal kesusahannya selama bertugas di Pulau Bawean, yaitu ketika jalur transportasi laut terputus ataupun saat naik kapal ternyata saat dalam perjalanan menghadapi gelombang tinggi. (bst)

ISRA’ MI’RAJ Menembus Segala Dimensi


Oleh : AFANDI,S.Pd.M.Pd. (Kepala SMAN 1 Sangkapura)

Mengenang kembali diperjalankannya hamba Allah, Rasulullah Muhammad SAW dari masjidil Haram ke Masjidil Aqsya (tempat terjauh ke utara) serta naik ke langit ketujuh (sidratul muntaha) dalam perintah penyederhanaan waktu salat dari lima puluh waktu menjadi lima waktu dalam sehari semalam merupakan peristiwa maha dahsyat. Perjalanan di malam ini terjadi dengan roh dan jasad beliau. Hal ini terlihat pada sebuah keterangan bahwa bila rohnya saja yang berisra’ mi’raj berarti itu hanya bisa terjadi dalam alam mimpi, namun bila jasadnya saja yang mengalaminya, tak ubahnya mayit saja yang bergerak. Dengan demikian sudah tidak dapat diragukan lagi bahwa Rasulullah Muhammad SAW sebagai hamba (abdun) yakni jasad dan roh diperjalankan oleh Allah SWT sebagai sebuah kemukjizatan yang menembus segala dimensi kehidupan hingga zaman termutaakhir seperti sekarang ini.

Betapa terkagumnya pikiran ini bila melihat kemajuan teknologi kedoteran saat ini dengan preparat pembedahan dalam mengangkat sebuah penyakit atau proses partus serta keperluan medis lainnya, termasuk bedah menggenakan sinar laser. Kehebatan termodern ini sudah pernah dialami oleh Rasulullah SAW saat berada di Hijir Ismail. Beliu diterlentangkan oleh dua malaikat yakni Malaikat Jibril dan Mikail dibantu satu malaikat lain untuk melakukan bedah operasi pembersihan atau pemurnian (purifikasi) jiwa Rasulullah SAW di organ hatinya (qolbun) dengan cara mencuci di baskom emas berisi air zam-zam. Pembasuhan itu dilakukan selama tiga kali berturut –turut. Secara metafisis ritual ini sebagai perlambang bahwa selevel hamba Allah SWT yang telah dipersandingkan namanya di tiang lauhil mahfudz dalam dua kalimat tauhid itu masih harus dibersih-sucikan dari segala kotoran jiwa terlebih dahulu untuk menghadap Sang Maha Suci. Bagaimana lagi dengan hati manusia kebanyakan akan bisa dekat atau “menyatu” dalam ungkapan manunggaling kaulo gusti bila kesucian itu belum ada harmonisasi. Nabi Musa, As saja saat menerima firman Allah SWT secara langsung pernah memohon kepada-Nya untuk menampakkan diri pun tidak kuasa apalagi sampai hendak menyatu. Jauh panggang dari asap!

Kendaraan modern yang tercanggih saat ini adalah pesawat terbang dan roket penjelajah ruang angkasa. Buraq Nabi yang lebih besar dari keledai dan lebih kecil dari bighal itu dengan sayap di pahanya mampu menerbangkan Rasulullah SAW melewati beberapa bukit terjal yang dikawal oleh dua malaikat yakni Jibril dan Mikail plus satu malaikat lainnya. Jenis kendaraan berupa buraq ini kerap kali dikendarai Nabi Ibrahim tatkala hendak menunaikan salat di masjidil haram. Perjalanan perdana lewat penerbangan pertama mendarat di sebuah tempat dan Rasulullah melakukan salat. Tempat pertama yang dituju dalam penerbangan di malam hari bernama Thoibah atau sebutan lainnya Thaif yakni tempat kelak yang akan dijadikan tujuan hijrahnya Nabi. Tempat kedua yang dituju adalah Madyan yakni tempat tumbuhnya pohon Musa. Tempat ketiga yang dituju adalah Bukit Tursina sebagai tempat Musa menerima wahyu langsung dari Tuhannya. Tempat keempat yang dituju adalah Baitul Maqdis atau Batlehem di Palestina lalu naik ke langit ketujuh. Pesawat terbang tercanggih sekali pun saat ini baru bisa menembus planet bumi yakni bulan serta planet dekat lainnya. Bila kita menyaksikan kebenaran itu kita tidak perlu terlalu kagum atas kehebatan otak pikir manusia yang telah menciptakan pesawat super canggih saat ini karena semua itu ada yang menciptakan dan menghendakinya. Kalau saat ini sudah ada wisata luar angkasa, sejak zaman Nabi pun sudah lebih canggih daripada saat ini. Wisata luar angkasa yang dialami oleh Baginda Rasulullah Muhammad SAW sebagai wahana penghibur diri setelah orang-orang terdekat yang dicintainya telah mendahuluinya. Kaum kafir Quraisy semakin menjadi-jadi memusuhi beliau. Ini termasuk dimensi batin dalam menghibur diri Rasulullah agar tetap tegar dan gembira menjalani cobaan hidup ini.

Perjalan bersama buraq perdana ini, Rasullullah bertemu dengan jin ifrit berobor menjadi tunggang langgang lari terbirit-birit setelah dibacakan bacaan tertentu. Rombongan Rasulullah SAW melanjutkan perjalanan hingga menyaksikan petani memanen hasil panennya. Sekali habis dipanen setelah itu pula tumbuh kembali untuk siap dipanen lagi. Kejadian ini sebagai tamsil pahala bagi mereka yang berjihad di jalan Allah SAW yakni dilipat-gandakan menjadi tujuh ratus kali. Perjalanan selanjutnya, Rasulullah SAW menghirup aroma harum yang menyeruak. Malaikat menegaskan bahwa aroma tersebut adalah aroma Masyitah binti Fir’aun dan putera-puteranya. Mereka rela walau mengakhiri hidupnya di kuali atau bejana tima besar demi memperhatahankan keyakinannya dengan mempertuhankan Allah azzawajalah. Ketegaran Masyitah untuk tetap pada pendiriannya hingga rela dilempar ke kuali dengan air mendidih atas seruan kebenaran dari anaknya yang masih bayi atau dalam buaian. Kejujuran seorang anak tidak dapat diragukan lagi. Dari peristiwa keajaiban ini muncul beberapa nama bayi kecil yang sudah mampu berbicara dengan jujur yakni bayi Masyitah, saksi Nabi Yusuf,As. bayi Juraij, Isa putra Maryam. Tamsil yang begitu mengerikan tentang beberapa orang yang sedang menggunting bibir dan lidahnya menggunakan gunting dari besi. Setelah bibir dan lidahnya digunting sendiri akan utuh kembali seperti sedia kala, tanpa nampak bekas guntingan. Sisksaan ini akan diberikan kepada para mubaligh yang suka menebarkan fitnah. Mereka termasuk umat Nabi Muhammad yang pandai mengatakan apa yang tidak mereka lakukan. Naudzu billah! Masih banyak siksa atau azab yang ditampakkan kepada Rasulullah SAW dalam perjalanan Isra’ Mi’raj. Hal tersebut di atas tercakup dalam dimensi hukum dan sanksinya.

Dalam perjalanan mi’raj (naik) ,di langit pertama, belaiu bertemu dengan Nabi Adam,AS sebagai bapaknya para Nabi. Di langit kedua, Beliau bertemu dengan Nabi Isa bin Maryam dan Yahya bin Zakariyah. Di langit ketiga bertemu dengan Nabi Yusuf,As bersama beberapa orang sebagai kaumnya. Di langit keempat bertemu dengan Nabi Idris,As yakni nabi yang pertama kali menciptakan logam. Di langit yang kelima beliau bertemu dengan Nabi Harun, As. Nabi yang separuh jenggotnya berwarna putih dan separuhnya berwarna hitam. Di langit keenam beliau bertemu dengan Nabi Musa, As. Dan di langit ketujuh beliau bertemu dengan Nabi Ibrahim,As yakni nabi yang mendapat julukan halilurrahman sebagai nabi yang tulus atau ikhlas. Kecanggihan alat modern berupa pesawat luar angkasa saat ini hanya mampu menembus planet keempat saja yakni planet Mars yang memungkinkan manusia untuk mendarat di sana. Tentu, semua takjub dan heran dengan kehebatan pesawat luar angkasa yang ada saat ini. Pesawat Rasulullah SAW berupa buraq dengan kawalan dua malaikat yakni Jibril dan Mikail plus satu malaikat lainnya mampu menembus langit ke tujuh yakni ke sidaratul munthaha. Setiap memasuki lapisan langit tidak lupa pula ucapan salam terlontar sebagai wujud aspek atau dimensi tatakrama atau bersopan santun antara sesama nabi dan rasul.

Setelah melewati langit ketujuh atau sidartul muntaha, malaikat menyerah diri tidak kuasa untuk mengantarkan Rasulullah Muhammad SAW untuk menghadap langsung ke hadapan Allah SWT. Alasan mendasar dirinya akan terbakar. Padahal kita mahfum bahwa malaikat tercipta dari cahaya saja menyatakan tidak sanggup karena bila memaksakan menghadap Robnya akan terbakar. Apalagi sekadar manusia biasa pada umumnya. Sedangkan bagi Rasulullah Muhammad SAW tidaklah mengherankan karena beliau sebagai kekasih-Nya. Saat memasuki pintu surga, Rasulullah Muhammad SAW menyaksikan tulisan berbunyi ”Pahala Sedekah Itu Dilipatgandakan Sepuluh Kali , Dan Pahala Menghutangi Dilipatgandakan Delapan Belas kali.” Sebuah kalimat penuh hikmah ini cukup mencengangkan. Pandangan awan tentu akan bertanya-tanya mengapa bisa terjadi demikian? Alasan logisnya orang yang meminta itu terkadang ia masih mempunyai sesuatu. Sementara orang yang hutang itu pasti karena terpaksa oleh kebutuhan. Jadi, apa yang dilakukan oleh Raja Salman baru-baru ini dengan memberi pinjaman atau hutangan mungkin karena ingin melipatgandakan pahalanya menjadi delapan belas kali. Sudah barang tentu Indonesia sangat membutuhkan pinjaman lunak tersebut. Dimensi ini meliputi dimensi ekonomi atau keuangan suatu negara.

Beberapa ulasan di atas tercakup dalam dimensi horizontal yakni hubungan antarsesama manusia dalam kehidupan baik segi sosial, ekonomi, budaya, maupun dimensi eksoteris lainnya dalam mencapai kebahagian di dunia. Namun, di balik perjalnan isra’ mi’raj tersirat dimensi rohani dalam menerima kebenaran dalam ujian. Salah seorang sahabat, Abu Bakar dengan keyakinan yang mantap menerima kebenaran tentang berita perjalanan isra’ Mi’raj itu hingga mendapat gelar asshiddiq atau sebagai pembenar. Perjalanan Nabi berupa Isra’ Mi’raj langsung mendapat tantangan dari kaumnya karena diangga tidak rasional. Abu Jahal dengan berbagai usahanya untuk menjatuhkan reputasi Rasulullah Muhammad SAW melakukan testimoni di depan publik kaum quraisy dan umat Islam lainnya atas segala apa yang baru saja telah dialami oleh Rasulullah SAW. Abu Jahal merasa jatuh gengsi dan takut dinyatakan kalah di hadapan publik sampai melontarkan pertanyaan yang menjalar ke hal yang bukan-bukan mirip pertanyaan anak kecil. Dia bertanya tentang jumlah pilar atau tiang masjidil aqsya. Namun, semua terjawab dengan sempurna oleh Rasulullah Muhammad SAW. Walau demikian Abu Jahal Cs. masih belum beriman juga.

Persoalan esensi yang menjadi misi utama diperjalankannya Rasulullah Muhammad SAW mengenai perintah salat. Bentuk kekuasaan sekaligus kemaha-murahan Allah SWT terhadap umat Nabi Muhammad yakni salat yang semula direncanakan lima puluh waktu dalam sehari semalam menjadi lima waktu. Sarana menjalin hubungan vertikal ini menjadi sebuah peringatan bagi umat Islam betapa penting dan luar biasanya ibadah salat, terutama salat jamaah. Baik dan buruk perbuatan seseorang dapat dilihat atau tercermin dari kekhusukan dalam salatnya. Bahkan, amalan yang dimintai pertanggungjawaban pertama kali di akhirat kelak adalah ibadah salatnya. Penghamabaan kita yang sejati secara vertikal lewat salat dalam tindak tanduk gerakannya menjadi perwujudan kepatuhan hamba terhadap Tuhannya. Segala gerak tubuh dalam salat sangat menyehatkan. Betapa mahal nilai dari sebuah kesehatan via gerak dalam salat. Inilah diantrara segala dimensi sejatinya Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Keberanian itu Bernama Cuk Sugrito


Tulisan Baharuddin Hamim

Tahun 1965 adalah tahun yang gawat. Situasi politik sangat tinggi. Partai Komunis Indonesia (PKI) sedang nenyusun kekuatan untuk mengambil alih kekuasaan. PKI mengusulkan adanya angkatan ke 5 selain AD, AU, AL dan POLRI. Angkatan ke 5 itu adalah buruh tani yang harus dipersenjatai. Dengan Barisan Buruh Tani nya itu kekuatan PKI tidak bisa dianggap remeh. Suhu politik menjadi panas.

Nahdlatul Ulama (NU) dengan Badan Otonomnya sama sekali tidak ciut menghadapi manuver PKI. Gerakan Pemuda Ansor dengan Group Drumban nya seakan telah menabuh "gendrang perang" untuk menyambut musuh. Hampir setiap pengurus ranting NU setidaknya di Surabaya -- juga di Bawean -- mempunyai grup musik tersebut.

Rumah Husaini Tiway, pengurus Cabang NU Surabaya disebelah Selatan kantor DPRD Kota Surabaya, dekat jembatan (kini menjadi taman kota) dijadikan markas Ansor untuk latihan drumband. Ketika ada sekelompok orang yang sinis kepada group musik tersebut, pemuda Cuk Sugrito tampil dan mengajak duel mereka. Mereka ngacir.

Tahun 70 an. Situasi politik masih tinggi. Bangsa Indonesia punya hajat mengadakan pesta demokrasi. NU adalah salah satu partai politik peserta Pemilu. Pada saat itu penyiksaan sangat luar biasa bagi warga NU yang tidak mau bergabung dengan partai pemerintah. Sebagian besar pengurus NU melakukan tiarap dan berkampanye secara sembunyi-sembunyi. Pak Cuk Sugrito adalah bagian kecil yang tidak ikut tiarap, padahal almarhum adalah seorang pegawai negeri yang terkena aturan monoloyalitas.

Pada periode berikutnya pada saat menjelang pemilu pak Cuk pernah dipanggil oleh pak Amiseno Bupati Kepala Daerah Kabupaten Gresik bertempat di Pendopo Kawedanan Bawean, rumah dinas dan kantor wedana. Pak Bupati mencoba untuk mencuci otak pak Cuk agar dia loyal kepada pemerintah.

Bahkan Bupati mengatakan dia pernah bertugas di Situbondo suatu daerah yang sangat keras. Bupati yang datang dari militer itu rupanya mau nenggertak pak Cuk.

Takutkah pak Cuk?. Ternyata tidak. Ketika diberi kesempatan bicara justru dia berkata : "Pak Bupati, ayah kandung saya berasal dari Panarukan (salah satu kecamatan di Situbondo). Dan saya selalu nongkrong di jembatan dekat pasir putih (jembatan itu tempat nongkrongnya anak2 keras). Kalimat itu dia keluarkan sebagai sinyal bahw dia sama sekali tidak takut atas ancaman itu.

Di era Orba pada tahun 80 an terjadi pembunuhuan misterius. Yaitu suatu pembunuhan yang dilakukan pada malam hari dan tidak jelas pembunuhnya. Tiba2 korban sudah neringkuk tidak bernyawa didalam karung digeletakkan di tepi jalan. Sasarannya adalah preman dan tukang sihir. Tapi tidak sedikit juga yang mengarah kepada lawan politk mereka. Di Bawean, pak Cuk adalah salah satu sasaran yang akan di misteriuskan. Pak Cuk adalah ketua Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (LESBUMI) suatu badan otonom dibawah NU.

Takutkah pak Cuk?. Ternyata tidak. "Saya tdk pernah mengunci pintu rumah. Ditempat tidur saya ada golok. Jika mereka datang hanya ada dua pilihan siapa yang mati duluan: saya atau mereka" katanya pada saya saat itu. Dulu, madrasah ibtidaiyah dilingkungan NU bernama Madrash Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU). Jumlahnya 64 madrasah Hawatir terkena imbas politik, namanya diganti menjadi Madrasah Ibtidaiyah Maarif disingkat MIM. Sudah begitu, Departemen Agama belum saja mengakui eksistensi MIM. Pejabat kantor Departemen Agama itu masih saja menyebut MIS singkatan dari Madrasah Suasta. Di suatu waktu, pak Cuk --dalam kapasitasnya sebagai ketua Lembaga Pendidikan Maarif, menemui pak Makruf, kepala seksi Pendidikan Agama Islam dan dia sempat menggebrak meja.

Malam begitu larut. Rapat dengan agenda sengketa lokasi antara MIM Balikbakgunung dengan sejumlah pemuda pengelola lapangan sepak bola di kampung itu baru saja usai. Pak Cuk dan saya diminta untuk menjadi mediator. Lora Musawwa juga hadir. Penyelesaian berakhir dengan win win. Tapi yang menjadi masalah adalah ketika akan pulang. Listrik waktu itu belum masuk Bawean. Jalan tidak sebaik sekarang. Kanan kiri jalan masih rimbun.

Tapi yang menjadi masalah waktu itu motor merupakan barang langka. Tidak membawa senter. Bulan sama sekali tidak nampak. Gelap gulita. Takutkah Pak Cuk walau berjalan dalam gelap?. Tidak. Dia menampik permintaan warga untuk menginap. Dia dan saya pulang dengan meraba-raba.

Suatu ketika dia melakukan perjalanan ke Singapore dan Malaysia seorang diri lewat Batam. Sebelum menyebrang dia diperingatkan oleh Mamat murid beliau ketika di SMA dulu untuk tidak berpakaian ala Jamaah Tabligh. Dan buku-buku agamanya tidak dibawa hawatir di geledah dan dituduh kelompok garis keras. Apalagi rambut dan jenggotnya dibiarkan panjang. Takutkah pak Cuk?. Tidak. Dia tetap memakai baju "kebesarannya" itu. Di depan petugas imigrasi dia hanya ditanya : "Dari jamaah Tabligh ya..." "Ya.. terima kasih", kata pak Cuk.

Pak Cuk tidak takut kepada siapapun, kecuali kepada Allah dan Rasul Nya.

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean