bawean ad network
iklan
bank jatim

Berita

Pendidikan

Kesehatan

Transportasi

Surat Pembaca


TERKINIindex

Pegawai Puskesmas Sangkapura
Menuntut Tunjangan Dana Terpencil

Media Bawean, 21 Juli 2014


Kunjungan Wakil Bupati Gresik, Moch. Qosim seminggu yang lalu di Puskemas Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik dimanfaatkan oleh perawat untuk menuntut keadilan yang sama dengan abdi negara yang lain.

Menurut salah satu perawat kepada Wabup Gresik, menyampaikan permohonannya agar pegawai di Puskesmas mendapatkan tunjangan dana terpencil seperti guru yang mengajar di Pulau Bawean.

Menjawab permohonan perawat Puskesmas, Moch. Qosim menyatakan tunjangan dana terpencil merupakan proyek pemerintah pusat, bukan wewenang pemerintah kabupaten. "Tanya saja sama Pak Sugeng (kepala dinas Kesehatan Kabupaten Gresik), bahwa tunjangan dana terpencil merupakan program pemerintah pusat,"ujarnya.

Mendapat penjelasan, perawat bersuara susah juga untuk mendapatkannya kalau proyek tunjangan dana terpencil dari pemerintah pusat.

Perlu diketahui, pemerintah pusat telah mengucurkan bantuan tunjangan daerah terpencil kepada guru berstatus PNS dan swasta sejak beberapa tahun yang lalu di Pulau Bawean. Sementara pegawai instansi lain, sepertinya dianaktirikan tanpa mendapat perhatian yang sama. Padahal statusnya sama, yaitu mengabdi untuk bangsa dan negara. (bst)

Aksi Mahasiswa IMBAS di Bawean
Kembangkan Kotoran Sapi jadi Elpiji

Media Bawean, 21 Juli 2014


Ikatan Mahasiswa Bawean Surabaya (IMBAS) menggelar aksi kegiatan pengabdian kepada masyarakat, bertempat di Dusun Air Kuning, desa Bululanjang, kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean. Kegiatan yang diikuti gabungan mahasiswa Pulau Bawean di Surabaya, diselenggarakan hari minggu (20/7/2014).

Tertariknya kegiatan pengolahan limbah kotoran hewan yang diproses menjadi bio gas memiliki manfaat besar untuk mengurangi beban masyarakat, khususnya pengeluaran keuangan keperluan masak di dapur.

Nurul Asifin, mahasiswa UPN Surabaya mengatakan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat merupakan wujud keperdulian terhadap daerah asalnya. "Selama ini pengembangan bio gas sudah dikembangkan di desa Daun, Sangkapura tapi sampai sekarang tidak ada tindaklanjutnya,"katanya.

"Melalui kegiatan mahasiswa IMBAS di desa Bululanjang, diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan potensi yang ada dan belum dimanfaatkan untuk dijadikan bio gas sebagai pengganti elpiji,"jelasnya.

Pilot Project kegiatan ditempatkan di Dusun Air Koneng, desa Bululanjang. Menurutnya, butuh waktu seminggu untuk mengubah kotoran sapi menjadi bio gas berupa mitan. "Setelah pelaksanaan percontohan ini berhasil, nantnya mahasiswa IMBAS akan mengembangkan di seluruh Pulau Bawean,"terangnya. (bst)

Sepeda Motor Milik Suratin Yang Hilang
Ditemukan di Dekat Dermaga Bawean

Media Bawean, 19 Juli 2014

Sepeda motor JupiterZ bernopol W 5154 K milik Suratin (ABK Kapal Express Bahari 1C) telah ditemukan di Perkampungan dekat dermaga Pulau Bawean, Gresik, hari sabtu (19/7/2014).

Suratin ditemui Media Bawean membenarkan sepeda motor miliknya telah hilang ketika diparkir di dekat kapal dalam area Pelabuhan Bawean, hari kamis (17/7/2014). "Hilangnya waktu sore hari ketika persiapan untuk berbuka puasa,"katanya.

Waktu itu, menurut Suratin, kunci sepeda motor tetap terpasang sehubungan kondisi Pulau Bawean selama ini dikenal aman tidak ada maling seperti di daerah lainnya. "Alangkah terkejutnya, setelah mau berbuka puasa ternyata sepeda motor sudah hilang tidak ada ditempat,"ujarnya.

Selanjutnya, Suratin dibantu oleh teman dekatnya melakukan pencarian kebeberapa tempat, ternyata hasilnya nihil tidak ditemukan. Kemudian Suratin melapor kehilangan sepeda motor di kantor Polsek Sangkapura.

Anggota Polsek Sangkapura, Hendro dihubungi Media Bawean menyatakan sepeda motor milik Suratin telah ditemukan di Perkampungan dekat Pelabuhan Bawean, di desa Sungaiteluk, Sangkapura, hari jum'at.

Menurut Hendro, sepeda motor diparkir di depan rumah warga sejak hari jum'at pagi, ketemunya tadi sore (sabtu, 19/7/2014). "Sampai sekarang masih belum diketahui orang yang mengambil dan membawa kabur sepeda motor, sampai akhirnya di parkir di depan rumah warga,"jelasnya. (bst)

Perkokoh Iman dan Taqwa Abdi Negara
Camat Gelar Peringatan Nuzulul Qur'an

Media Bawean, 19 Juli 2014


Keimanan dan ketaqwaan insan kepada Sang Khaliq, butuh kesadaran individu untuk memperkokoh keimanan dan ketaqwaan. Melalui momentum peringatan nuzulul Qur'an, kantor kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik menggelar kegiatan khataman Al Qur'an dan pengajian agama.

Peringatan Nuzul Qur'an yang digelar di Pendopo Kantor Kecamatan Sangkapura digelar hari sabtu (19/7/2014), hadir Camat Sangkapura bersama Muspika, Ketua MUI, tokoh masyarakat, Kepala Desa bersama Sekdes se-Sangkapura, serta tim Penggerak PKK se-kecamatan Sangkapura.

Rangkaian kegiatan diawali dengan khataman Al Qur'an oleh Ibu penggerak PKK, dilanjutkan pengajian agama menghadirkan penceramah Ustadz Sulaeman yang mengupas seputar puasa di bulan suci ramadhan.

Abdul Adim, Camat Sangkapura mengatakan kegiatan peringatan Nuzul Qur'an diselenggarakan bertujuan memupuk keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. "Mermperkokoh sendi agama para abdi negara, khususnya jajaran pemerintahan mulai tingkat kecamatan sampai tingkat desa,"katanya.

"Butuh siraman rohani untuk menyentuh kesadaran agar selalu berjalan lurus sesuai rambu-rambu agama Islam,"ujarnya.

"Selama ini pejabat abdi negara, khususnya pelayan kepada masyarakat dihadapkan kepada persoalan terkait kinerjanya. Melalui kegiatan Peringatan Nuzulul Qur'an diharapkan kesadaran bersama untuk meningkatkan kinerja yang lebih baik,"terangnya. (bst)

Siapa Oknum Sembunyikan Barang
Lalu Minta Tebusan kepada Penumpang

Media Bawean, 19 Juli 2014

OK YE menulis melalui jejaring sosial fb grup Media Bawean, sebagai berikut :
Hati-hati buat masyarakat Bawean yg bawa barang banyak saat mudik, sekarang kuli barang di Bawean mulai nakal, 4 hari yg lalu ada oknom tukang geledek yg sengaja menyembunyikan barang milik penumpang. pas esok harinya ditanyakan keberadaan barang tersebut si tukang geledek tersebut minta tebusan dg sejumlah uang. padahal dia sendiri sengaja menyembunyikan barang milik penumpang.

Adanya tudingan modus kejahatan kepada kuli di pelabuhan, mendapat respon dari Ketua Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (KTKBM), H. Abdurrahman.

Menurutnya, silahkan ditunjukkan oknum yang menyembunyikan barang milik penumpang, dan meminta tebusan untuk pengambilannya.

"Sudah disampaikan kepada seluruh pekerja di pelabuhan, bila ada barang penumpang yang ketinggalan ataupun tertukar agar disimpan di kantor perusahan kapal ataupun di kantor Syahbandar Pulau Bawean,"katanya.

"Bila ada oknum yang menyembunyikan barang milik penumpang lalu meminta tebusan untuk mengambilnya, silahkan ditunjukkan orangnya,"ujarnya.

"Jika terbukti melakukan modus tersebut, oknumnya akan diproses hukum,"ungkapnya dengan nada tegas. (bst).  

Pengiriman Surat via Kantor Pos
Dikeluhkan Warga Pulau Bawean

Media Bawean, 19 Juli 2014

PT POS Indonesia Pulau Bawean dikeluhkan warganya, sehubungan surat yang dikirim via pos tidak disamapikan langsung ke alamat yang tertera.

Ungkapan tersebut disampaikan oleh Rizawati Stevanie melalui jejaring FB grup Media Bawean. Berikut tulisannya :
Mohon setiap surat disampaikan ke alamat yang tertera di amplop...
Tidak usah dikumpulkan di kecamatan...
surat saya mulai bulan januari sampai juli 2014 sampai hari ini belum di terima... trims

Hal senada disampaikan Mar Sal, menurutnya kebiasaan kantor pos Bawean seperti di Tanjung ori dikumpul di balai desa, pernah surat penting saya delapan bulan baru diterima, itupun kebetulan mau bayar pajak. Banyak surat di balai desa banyak sekali.

Yusuf, petugas Pos Bawean dihubungi Media Bawean (jum'at, 18/7/2014) merespon pernyataan warga, menyatakan kecamatan Tambak bukan termasuk area wilayah menghantar surat sesuai alamatnya.

Solusinya untuk menyampaikan surat sesuai alamat, terang Yusuf mengatakan ada petugas pos desa di kantor kecamatan Tambak. "Setiap ada surat yang dikirim via pos akan diserahkan kepada petugas pos desa untuk dihantarkan sesuai alamat yang tertera,"katanya.

Sehubungan terbatasnya tenaga, pihak petugas menitipkan melalui kantor balai desa sesuai alamat surat, nantinya melalui kepala dusun ataupun RT akan menyampaikan surat kepada alamat bersangkutan.

Kelemahannya ungkap Yusuf, kurangnya kerjasama antara aparat desa menyebabkan surat yang dikirim akan terkumpul di balai desa. "Adanya penyampaian warga merupakan masukan berharga untuk melakukan evaluasi atas kinerja kantor Pos Bawean,"terangnya. (bst)

Secawan Kisah Dari Negeri Kinanah
(Suka Duka Menjalani Puasa Di Mesir)

Media Bawean, 17 Juli 2014

Tulisan : Farhana Diaswati Mufid.  

Pepatah bijak menyatakan : Lain ladang lain belalang lain lubuk lain ikannya. Itulah gambaran aneka ragam budaya di berbagai belahan dunia. Tiap etnis dan bangsa memiliki tradisi masing-masing termasuk dalam menjalani bulan Ramadlan. Sudah dua tahun saya berpuasa di negeri piramida ini. Mesir adalah negara yang sangat masyhur karena sejarah peradabannya. Sejarah peradaban Mesir kuno bisa di sejajarkan dengan bangsa Yunani, Babilonia, China dan India. Di negeri para Fir’aun ini juga terdapat universitas ternama yakni al-Azhar. Sebuah perguruan tinggi tua yang alumninya sudah menyebar ke seluruh pelosok dunia.

Maidaturahman
Diantara yang khas di Mesir saat Ramadlan adalah maidaturahman (Hidangan Sang Maha Penyayang). Maidaturahman adalah buka puasa bersama. Bentuknya yaitu meja panjang dan kursi yang dijajar rapat. Warung dadakan ini bisa dengan mudah dijumpai di sekitar masjid dan tepi jalan raya. Siapapun bisa mampir gratis. Namun harus rela dengan menu seadanya. Menu yang dihidangkan oleh panitia. Warung gratis ini biasanya menyediakan 50 - an tempat duduk. Bagi para pelajar makanan gratis ini adalah kabar gembira. Mereka bisa berhemat selama bulan Ramadlan.

Musa’adah
Bulan mulia ini digunakan oleh setiap muslim untuk berlomba-lomba berbuat kebajikan. Diantaranya dengan memberi bantuan (musa’adah) kepada orang lain. Pemberi musa’adah disebut muhsinin (orang yang berbuat kebaikan). Jenis bantuannya bermacam-macam. Biasanya berupa uang, sembako dan daging.

Bagi pelajar seperti saya jenis musa’adah yang paling digemari adalah uang. Nominalnya antara 50 – 100 pound atau setara dengan 75 ribu – 150 ribu rupiah. Tiap hari para muhsinin membagi musa’adahnya di berbagai tempat. Asal kita sabar mengantri maka bisa dipastikan kita akan mendapat bagian. Semakin rajin kita berburu musa’adah maka kantong kita akan semakin tebal. Di kalangan pelajar terkenal dengan istilah PPM, Para Pencari Musa’adah.

Musa’adah lainnya berupa sembako atau daging. Di bulan Ramadlan saya sering menjumpai mobil yang dikerubuti banyak orang. Rupanya para muhsinin sedang membagikan sembakonya di pinggir jalan atau di tampat manapun yang ia sukai. Uniknya, sering para muhsinin memberikan musa’adahnya diam-diam. Jadi jangan kaget kalau saat kita sedang menunggu bis kemudian datang seseorang yang meletakkan kantong berisi sembako di dekat kaki kita lalu ngacir. Itu artinya kita sedang mendapatkan musa’adah. Jangan sekali-kali mengejar orang tersebut dan mengembalikan bantuannya karena ia bisa tersinggung. Terima saja sebagai rizki dari Allah.

Menu Berbuka
Di Indonesia kita terbiasa berbuka dengan menu yang melimpah. Ada nasi, kuah, lauk pauk, buah-buahan plus sederet minuman yang menyegarkan. Es dawet, es campur, es kopyor, kolak pisang dan lain-lain yang menggugah selera setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Di Mesir, hemm…. jangan berharap. Menu sehari-hari adalah nasi atau roti gandum (isy) yang dihidangkan dengan lauk pauk berupa daging sapi, ayam atau ikan plus kuah kacang-kacangan (ful) sebagai selainya.

Daging sapi di Mesir lazimnya di masak kering. Cukup di rebus atau di tumis lalu ditaburi sedikit garam dan merica. Rasanya…woow...hambar. Coba bandingkan dengan menu di Indonesia. Daging sapi bisa di masak rendang, gulai, sate, rawon dan soto. Kuliner Nusantara memang kaya. Menu keseharian ini dihidangkan dengan kurma, air putih dan secangkir teh.

Durasi Berpuasa
Cuaca di mesir sungguh menyengat. Suhunya berkisar antara 38 – 45 derajat Celcius. Di Indonesia suhu tertinggi adalah 30 – 35 derajat Celcius. Ditambah lagi waktu siang hari di Mesir lebih lama dari pada malam harinya. Bila di Indonesia kita terbiasa berpuasa 13,5 jam maka di Mesir bisa 16 jam. Jadi di Indonesia kita berbuka sekitar jam 18.00 WIB maka di Mesir kita baru berbuka jam 20.00 WIB. Jam 03.00 WIB pagi subuh sudah menjelang. Melelahkan bukan?

Penutup
Dua tahun lalu saat pertama saya menjejakkan kaki di Mesir banyak hal paradok. Saya membayangkan bahwa Mesir adalah negeri yang lebih baik segalanya dari Indonesia. Tapi yang terjadi tidak demikian. Saat pesawat landing di bandara Kairo saya melihat banyak bangunan yang kusam dan jorok. Semua sisi bandara tak terawat. Duh…padahal ini adalah bandara nomor satu di Mesir. Dalam hal kebersihan ternyata bangsa Indonesia jauh lebih bagus. Budaya bersih dan rapi adalah cerminan dari peradaban sebuah bangsa.

Lalu sepanjang perjalanan saya melihat bangunan-banguna tua yang jendelanya penuh dengan pakaian. Baju dan celana bergelantungan. Pemandangan ini hampir di semua penjuru. Setelah dua tahun hidup di Mesir saya juga menyaksikan budaya antri dan berlalu lintas yang kacau. Salip menyalip serampangan adalah tontonan harian yang tidak menarik di Mesir.

Namun tidak semuanya buruk. Mesir memiliki keistimewaan dari sisi keilmuannya. Dengan universitas al-Azhar-nya, Mesir menjulang. Ia menyumbangkan pencerahan bagi dunia melalui para alumninya.

Marhaban Ya Ramadlan.

Farhana Diaswati Mufid.

Pelajar Indonesia di Mesir.
Tinggal di Asrama Internasional al-Azhar
Asal PP. Hasan Jufri Bawean

“KPRI Nusa Indah”, Siap Bagikan Zakat
Untuk Warga Miskin Kawasan Timur

Media Bawean, 16 Juli 2014


Dalam rangka merealisasi Renca kerja KPRI Nusa Indah tahun 2014 khusus bulan Ramadan 1435 H/2014 M ,maka KPRI Nusa Indah Kecamatan Sangkapura siap membagikan zakat usahanya terfokus pada Fakirmiskin, dan Sabil diwilayah timur kecamatan Sangkapura.sebab pada tahun sebelumnya (tahun 2013) Zakat usaha KPRI Nusa Indah telah tersalurkan pada para mustahik di Sangkapura untuk kawasan barat.

Pengeluaran zakat Usaha Koperasi yang beranggotakan PNS dan PWRI kecamatan Sangkapura ini berdasarkan keputusan rapat pengurus dan pengawas tanggal 8 Juli 2014, bahwa zakat usaha 1 tahun (periode Ramadan 1434-1435 H.) KPRI Nusa indah adalah sejumlah Rp.30.115.000,- (Tiga puluh juta seratus lima belas ribu) rupiah.

Bersama Badan Amil Zakat (BAZ) Kecamatan Sangkapura ,UPZ KPRI Nusa Indah akan melaksanakan safari Ramadan ke desa-desa pada tanggal 20 Juli 2014 untuk membagi zakat pada Fakirmiskin, Sabil yang tersebar di 7 (tujuh) desa diataranya :

1. Desa Gunungteguh
2. Desa Sungairujing
3. Desa Daun
4. Desa Sidogedungbatu
5. Desa Kebuntelukdalam
6. Desa Balikterus
7. Desa Kumalasa

Dengan pengeluaran zakat yang selalu dilaksanakan setiap tahun pada bulan Ramadan ini ,semoga Usaha KPRI tetap lancar, Laba usahanya semakin meningkat dan para anggotanya tetap diberi kesejahteraan dan rezeki yang bersih dan barokah, Amin.

Belajar Bahasa Inggris
Di Negeri Sembilan Malaysia

Media Bawean, 16 Juli 2014

Oleh Syaifuddin Wali Kelas 2 SDIT Al-Huda Bawean 


Belajar bahasa Inggris!. Kenapa ke Negeri Sembilan ?. Kenapa tidak ke Inggris, Amerika atau Australia?. Tentu saja belajar di salah satu tiga negera tersebut akan lebih baik. Langsung ke native speaker. Tapi cikgu yang mengajar penulis dan ustadz-ustadzah SDIT Al-Huda ini pernah lama tingal di Inggris. Cik Hj. Fatimah Sarkawi – yang biasa disapa Kak Ayu – menyelesaikan S1 nya di Cosmos University, Inggris, lalu kuliah di Michingan University Amerika Serikat untuk menyelesaikan Masternya dan sering berkunjung ke Australia. Abang Ayi – begitu saya menyapa suami Kak Ayu – adalah seorang insinyur mesin keluaran universitas yang sama di Inggris. Tiga orang anak dia pernah sekolah di Jepang, Amerika Serikat dan Australia. Cik Fatimah pernah menjabat Direktur Akademi Bahasa Asing di Malaysia. Bahkan dia pernah membina 500 calon mahasiswa yang akan kuliah di luar negeri. Jadi, kemampuan bahasa Inggrisnya tidak perlu diragukan lagi. Apalagi dalam kesehariannya dia selalu berkomunikasi dalam bahasa Inggris baik di dalam rumah tangganya, maupun ditempat kerjanya. 

Wanita cerdas yang berasal dari dusun Paginda kecamatan Tambak Bawean ini dalam usianya yang sudah menginjak 62 tahun tersebut masih dipercaya oleh Murad Fondation sebagai Direktur East West International Collage. Nah, Prof. Dr. Datuk Murad inilah – salah seorang CEO di Malaysia - yang antara lain membiayai perjalanan enam orang guru SDIT Al-Huda belajar bahasa Inggris dan studi banding di Malaysia. Rombongan tinggal di rumah Kak Ayu dibilangan perumahan elite di kawasan Cendrawasih Seremban Negeri Sembilan Malaysia. Jadi sungguh sangat tepat, hidup serumah dengan guru bahasa Inggris bersama keluarganya yang dalam kesehariannya juga menggunakan bahasa Inggris. Tentu banyak membantu kami dalam belajar bahasa asing tersebut.

Reading and listening are both good ways to develop our English, but reading is usually much easier than listening for various reasons, because when reading, we can see the spelling of all the words, so we can look them up in a dictionary, and we can always stop to think and look things up. With listening, this is not always possible. If we choose texts which are interesting and fun.

Itulah keuntungan belajar bahasa Inggris dari Kak Ayu yang semua keluarganya – termasuk cucunya – berbahasa Inggris dengan baik.

Kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak hanya diadakan di kelas (di ruang tamu), tetapi juga di garzebo, di taman, dapur, ruang makan dan ruang keluarga sambil nonton TV. Waktu yang disediakan untuk system classical adalah pukul 2.00 – 4.30 waktu Malaysia. Malam hari –seusai shalat tarawih – diadakan diskusi kelompok di kamar masing-masing.Pukul 9.00 – 12.30 semua peserta mengerjakan tugas secara individual. Tugas itu berhubungan dengan pelajaran yag baru saja diajarkan, umumnya berbentuk perintah :Fill in te blanks ….., Choose in the blanks ….Give …..Put the verbs ….. Put the sentences….., Construct sentences…. Write five sentences about the situation in the picture below, etc dan membuat esai yang ceritanya harus sesuai dengan gambar yang ada dalam lembaran tugas. Pekerjaan peserta kursus tersebut langsung di koreksi pada saat awal atau akhir pembelajaran. 

Ruang tamu yang disulap menjadi ruang kelas dan berpendingin udara itu dilengkapi dengan LCD proyektor. Pembelajaran hamper 100% menggunakan bahasa Inggris, membuat peserta harus benar-benar memperhatikan. Tidak jarang dalam mengajar menggunakan alat peraga. Misalnya, ketika menjelaskan tentang bagian-bagian rumah dan isinya, Cikgu Ayu membawa berbagai macam peralatan dapur ke ruang kelas. Ketika KBM diadakan di Garzebo dia tidak segan-segan menjelajahi taman di sekitarnya dan menjelaskan nama-nama bunga kedalam bahasa Inggris, sedangkan peserta didik tetap tinggal di dalam Garzebo, memandang sambil berdiri. Pemberian tugas tidak hanya dalam bentuk lembaran kerja, tapi dalam penugasan yang lain. Pernah peserta diminta untuk memetik bunga. Setiap peserta satu bunga yang berbeda. Lalu diminta menjelaskan bagian-bagian bunga tersebut termasuk juga warnanya. Suatu ketika peserta – tidak peduli ustadz atau ustadzah – diminta untuk membuat resep makanan. Dan setelah itu diminta untuk memasak makanan seusai pembelajaran. Tentu saja resep makanan itu harus ditulis dalam bahasa Inggris dan diucapkan juga dalam bahasa Inggris. Masakan peserta kursus itulah yang kemudian dijadikan makanan berbuka puasa bagi keluarga Abang Ayi. Penulis membuat resep nasi goreng. Yang lain membuat rujak sate, dan soto.

Kak Ayu benar-benar sudah siap mengajar guru-guru SDIT Al-Huda. Ini terlihat karena dia sudah mempersiapkan lesson plan jauh sebelumnya. Contoh lesson plan tersebut pernah dikirim kepada pak Baharuddin, Ketua Yayasan Darul Fikri, lewat surat elektronik satu bulan sebelum rombongan berangkat ke Malaysia. “Untuk mengajar ustadz-ustadzah, saya cuti setengah hari selama dua puluh hari”, kata Kak Ayu. Dia bekerja mulai pukul 08.00 hingga pukul 18.00 waktu Malaysia. Selama pembelajaran tersebut Cikgu sering juga memberikan wejangan bagaimana cara mengajar yang baik. “Itu sangat menarik untuk kita terapkan di SDIT Al-Huda”, kata Guru Besar SDIT Al-Huda Elia Puspa. 

Hari Minggu peserta diberi kesempatan untuk libur. Minggu pertama dimanfaatkan untuk rekreasi ke Singapore. Disana menginap semalam. City tour. Minggu kedua, dimanfaatkan nonton film. Tapi – jangan kaget – hanya lewat internet.

Watching movies in English gives us spoken English input and helps us learn informal English vocabulary. Movies let us improve our pronunciation, not only grammar and vocabulary, we will learn how they say these words.

Pada akhir kursus, Tutor akan memberikan tugas kepada semua peserta untuk melakukan Micro teaching sesuai dengan pelajaran yang diampu di SDIT Al-Huda, teapi dalam pengantar bahasa Inggris. “Paling tidak ketika memulai pembelajaran, member perintah, dan mengakhirinya”, kata Kak Ayu.(Bersambung).

CSR Bank Jatim Cabang Bawean
400 Paket Bantuan Sembako & 25 Tenda

Media Bawean 16 Juli 2014


Bank Jatim Cabang Bawean, Kabupaten Gresik telah menggelontorkan CSR berupa berupa sembako dan tenda untuk pedagang kaki lima.

CSR (Corporate Social Responsibility) Bank Jatim Cabang Bawean diserahkan Wakil Bupati Gresik, Moch. Qosim, didampingi Herijadi Widodo (Kepala Bank Jatim Bawean), bersama Muspika kecamatan Sangkapura, dalam acara safari ramadhan bertempat di masjid desa Daun, kecamatan Sangkapura, hari sabtu (12/7/2014).

Sebagai perusahaan perbankan terbesar di Pulau Bawean, Bank Jatim telah menyalurkan CSR berupa bantuan sembako sebanyak 400 paket untuk keluarga miskin di Pulau Bawean, serta 25 buah tenda untuk pedagang kaki lima.

Herijadi Widodo, Kepala Bank Jatim Bawean ditemui Media Bawean, mengatakan CSR disalurkan dalam rangka mewujudkan permohonan melalui Camat Sangkapura. Menurutnya ada 400 paket bantuan sembako untuk keluarga miskin dan 25 buah tenda untuk pedagang kaki lima.

"Merespon permohonan tersebut, Bank Jatim telah menyalurkan CSR tahun 2014 sebesar Rp.94.000.000,"katanya.

"Sebagai wujud kerjasama, Bank Jatim siap untuk membangun dan memajukan Pulau Bawean, khususnya kemajuan pertumbuhan perekonomian,"ujarnya.

Abdul Adim, Camat Sangkapura mengapresiasi atas dikucurkannya CSR Bank Jatim Cabang Bawean berupa bantuan sembako dan tenda untuk pedagang kaki lima. "Bukti keperdulian sudah diwujudkan dalam  bentuk bantuan sembako. Tujuannya untuk meringankan beban tanggungjawab yang dipikul oleh warga kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya,"paparnya.

"Bantuan sembako akan disalurkan kepada keluarga tidak mampu, bersamaan waktu pelaksanaan menunaikan ibadah puasa,"tuturnya.

Lebih lanjut Camat Sangkapura menyatakan bantuan tenda untuk pedagang kaki lima mempunyai manfaat besar untuk menertibkan pedagang di Alun-Alun Sangkapura. "Seluruh pedagang kaki lima yang buka waktu sore hari sampai malam hari bertempat di sekitar Alun-Alun akan memakai tenda bantuan CSR Bank Jatim Cabang Bawean,"terangnya. (bst)

Popular Posts

 

© Copyright Media Bawean 2005 -2013 | Design by Jasa Pembuatan Blog | Support by Kang Salman | Powered by Bawean.Net.