bawean ad network
iklan
bank jatim

Berita

Pendidikan

Kesehatan

Transportasi

Surat Pembaca


TERKINIindex

Kapal ke Pulau Bawean
Siap Angkut Pemudik Lebaran

Media Bawean, 7 Juli 2015

Tiga kapal yang melayari rute Gresik-Bawean siap mengangkut pemudik yang akan merayakan lebaran di kampung halaman. KM Eskpres Bahari 8E, KMP Gili Iyang dan KM Natuna Ekspres akan melayari rute sejauh 81 mil laut itu sesuai jadwal.

Kasie Kepelabuhanan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Gresik, Nanang Afandi menjelaskan, operasional ketiga kapal akan berjalan tiap hari. Dengan demikian, kekhawatiran warga Bawean yang tidak terangkut bisa berkurang. “Apalagi sekarang KM Ekspres Bahari memiliki kapasitas kursi cukup banyak yakni 393 orang,” terang Nanang Afandi.

Sebelumnya Bupati Sambari Halim Radianto mengatakan, Pemkab Gresik terus meningkatkan kualitas pelayaran Gresik-Bawean. Dengan adanya 3 kapal yang melayari rute Gresik-Bawean, pihaknya berharap tidak ada penumpang yang terlentar karena tidak terangkut. Apalagi saat ini ada kapal baru yakni Express Bahari 8E yang berbahan aluminium. “Kapal ini lebih luas karena bisa mengangkut penumpang sampai 393 orang” ujar Bupati sambil mencoba duduk di jok penumpang.

Kepala Dinas Perhubungan Gresik, Andhy Hendro Wijaya mengatakan, Kapal Express Bahari 8E ini sebagai kapal generasi terbaru. “Kapal ini nantinya menggantikan rute kapal pendahulunya yaitu Express Bahari IC. Dilihat dari spesifikasinya kapal ini lebih besar karena berkapasitas 393 penumpang dibanding kapal yang lama hanya 380 penumpang” ujarnya.

Untuk faktor keselamatan dan kenyamanan, Andhy menjamin kapal yang baru ini lebih tahan gelombang karena terbuat dari aluminium sedangkan yang terdahulu terbuat dari fiber. Kapal Express Bahari 8E ini dilengkapi piranti mesin yang lebih besar yaitu 34 knot sedangkan yang terdahulu hanya 22 knot. “Kalau kapal yang lama melintasi Gresik - Bawean sejauh 80 mil membutuhkan waktu 3 jam, tentu kapal yang baru nanti akan lebih cepat lagi”kata Andhy optimis. (est/ris)

Sumber : Radar Gresik

Pengunjung Membludak di Kepuhteluk
Pameran dan Kontes Batu Akik Bawean

Media Bawean, 6 Juli 2015







Pameran batu akik dan kontes batu akik Bawean digelar selama 2 hari, sejak hari ini (senin, 6/7/2015) sampai besok selasa (7/7/2015) digelar di Balai Desa Kepuhteluk, kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik.

Setelah pameran dan kontes batu akik dibuka oleh Camat Tambak, Narto, seluruh pengunjung dari berbagai daerah di Pulau Bawean langsung membludak memadati balai desa Kepuhteluk.

Pantauan Media Bawean, terlihat pengunjung yang hadir adalah penggemar batu akik yang memamerkan koleksi pribadinya.

Suef, Ketua Pelaksana Pameran dan Kontes Batu Akik ditemui Media Bawean, mengatakan pameran batu akik diikuti sebanyak 6 stand dengan memamerkan batu akik asli Pulau Bawean ataupun dari luar. "Yang mengikuti pameran bebas memamerkan batu akik dari manapun asalnya dengan dikenakan biaya Rp. 30 ribu selama 2 hari pelaksanaan pameran,"katanya.

Sedangkan kontes batu akik Bawean, menurut Suef, setiap peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp. 100 ribu, sedangkan batu akik yang diikutkan kontes diwajibkan batu asli Pulau Bawean. Adapun hadiah bagi pemenang kontes untuk juara pertama mendapatkan separuh dari pendapatan pendaftaran kontes, termasuk sertifikat penghargaan,"ujarnya.

Menariknya pemeran batu akik dan kontes batu akik Bawean juga diikuti warga berasal dari Singapura.

Lebih lanjut Suef menjelaskan tujuan diadakan pameran batu akik untuk memudahkan warga yang lagi demam batu akik untuk menambah koleksinya, ataupun meningkatkan perekonomian para penggemar batu akik.

Sedangkan kontes batu akik Bawean bertujuan untuk mengenalkan batu akik asal Pulau Bawean yang bagus serta memiliki nilai tawar yang tinggi.

Dalam pemeran ditawarkan batu akik mulai dari harga puluhan ribu sampai jutaan rupiah. (bst)

Tahapan Pilkades di Pulau Bawean
Serentak Digelar 30 Agustus 2015

Media Bawean, 6 Juli 2015

Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Pulau Bawean, Gresik yang meliputi 3 desa di kecamatan Sangkapura, yaitu desa Sungaiteluk, desa Suwari dan desa Pudakit Timur. Sedangkan di kecamatan Tambak meliputi desa Tanjungori, desa Paromaan, desa Grejeg dan desa Pekalongan akan berlangsung hari minggu, 30 Agustus 2015.

Bagi yang berminat mencalonkan, saatnya sekarang melakukan pendaftaran bakal calon yang dimulai tanggal 5 Juli 2015 sampai dengan 13 Juli 2015, selama 9 hari.

Jika hanya ada 1 bakal calon, maka pengumuman ulang yang dimulai tanggal 14 Juli 2015 sampai 2 Agustus 2015, selama 20 hari.

Selanjutnya tanggal 2 Agustus sampai 21 Agustus 2015, selama 20 hari dilakukan penelitian berkas bakal calon.

Tanggal 22 Agustus 2015, akan dilakukan penetapan calon dan penentuan nomor urut calon.

Tanggal 23 Agustus sampai 24 Agustus 2015, pengumuman daftar calon dan nomor urut.

Masa kampanye untuk calon dimulai tanggal 25 Agustus 2015 sampai 27 Agustus 2015. Selanjutnya masa tenang selama 3 hari, yaitu 28 Agustus sampai 30 Agustus 2015.

Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) akan digelar hari minggu, tanggal 30 Agustus 2015. (bst)

Hindari Minum Es dan Makan Gorengan
Saat Berbuka Puasa dan Bersahur

Media Bawean, 6 Juli 2015

Puasa Ramadan seharusnya bisa meningkatkan kesehatan masyarakat karena asupan makanan lebih teratur. Namun, kondisi ini bisa berbalik jika masyarakat tidak mampu mengendalikan nafsu makan saat buka puasa. Apalagi, selama Ramadan membuat seseorang lebih malas berolahraga.

Untuk mengantisipasi hal ini, dokter Imilda Rizqi memiliki tips khusus. Salah satunya dengan tidak mengkonsumsi terlalu banyak gorengan dan es saat berbuka puasa maupun sahur. Selain itu, juga sering melakukan olahraga. “Selain itu ditambah dengan mengkonsumsi makanan mengandung karbohidrat, elektrolit, dan magnesium yang cukup,” ujarnya.

Agar puasa selama Ramadan kesehatan tetap terjaga, ia menyarankan masyarakat untuk membatasi konsumsi gorengan dan es berlebih agar terhindar dari bayang-bayang lemak jenuh. “Sistem penggorengan yang kita konsumsipun masih belum jelas, hal ini bisa memicu kolesterol,” ungkapnya.

Alumnus Univeristas Wijaya Kusuma ini menuturkan, lebih baik mencegah, daripada di bulan puasa justru mengalami masalah kesehatan yang tidak diinginkan.

Polsek Giat Safari Ramadhan
Gelar Penyuluhan Hukum di Masjid

Media Bawean, 5 Juli 2015 

Jajaran Polsek Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik dalam bulan suci ramadhan rutin menggelar kegiatan bertemu warga disetiap desa dengan mengisi kegiatan di masjid.

Dalam pertemuan, jajaran Polsek Sangkapura yang dipimpin Kanit Aiptu Bambang, menjelaskan permasalahan yang ada di masyarakat serta solusi mengatasinya. Diantaranya kenakalan remaja, seperti maraknya oplosan dan balapan liar.

Ditemui Media Bawean (minggu, 5/7/2015), Aiptu Bambang mengatakan sudah melaksankan kegiatan bertemu warga di desa Suwari, Bululanjang, desa Daun, dan lain-lain.

"Intinya dalam pertemuan mengajak masyarakat untuk bersama-sama kompak menjaga keamanan dan ketertiban di kampung, khususnya mengatisipasi kenakalan remaja,"ujarnya.

 "Melalui kerjasama yang baik seluruh elemen masyarakat, akan tercipta keamanan dan ketertiban,"paparnya.

Respon masyarakat setelah mendapat pencerahan bidang hukum, mendukung giat operasi yang digelar jajaran Polsek Sangkapura. Seperti maraknya balapan liar, masyarakat meminta agar pelaku ditindak tegas sehubungan meresahkan masyarakat.

Lebih lanjut, Aiptu Bambang menjelaskan operasi balapan liar yang meresahkan masyarakat akan rutin digelar, seperti seminggu yang lalu berhasil mengamankan banyak sepeda motor diajang balapan di kawasan barat. (bst)

Kasatlantas Polres Gresik
Terkesan Sambutan Warga Bawean

Media Bawean, 5 Juli 2015

AKP. Happy Saputra, S.Kom, Kasatlantas Polres Gresik mengatakan terkesan atas sambutan warga Pulau Bawean selama berkunjung untuk sosialisasi SIM beberapa minggu yang lalu.

Beliau ditemui Media Bawean, menyatakan kesan luar biasa atas sambutan warga. "Hampir seluruh warga yang ditemui menawarkan untuk singgah di rumahnya. Ini membuktikan kekeluargaan warga Pulau Bawean masih tinggi, termasuk menerima warga pendatang dengan sambutan terbaiknya,"katanya.

Kesimpulannya beberapa hari tinggal di Bawean, sudah dapat merasakan secara langsung sambutan warga yang penuh kekeluargaan.

Ditanya soal keindahaan obyek wisata di Pulau Bawean, AKP. Happy Saputra menilai bahwa obyek wisata di Pulau Bawean masih alami dan perawan, serta memiliki nilai keindahan luar biasa. "Sangat disayangkan bila keindahan obyek wisata yang ada tidak dikelola secara baik,"paparnya.

Selama di Pulau Bawean, beliau berkunjung ke obyek wisata danau kastoba, tajung ga'ang, pulau noko gili dan menginap semalam di Pulau Noko selayar.

Disinggung soal ketertiban lalu lintas, Kasatlantas Polres Gresik berharap kedepan ketertiban lalu lintas bisa diterapkan, apalagi kedepan Pulau Bawean sebagai daerah tujuan wisata. "Seperti program SIM masuk Pulau Bawean merupakan tahapan awal untuk memulai kesadaran masyarakat untuk tertib lalu lintas,"ujarnya.

Melihat kebiasaan warga Pulau Bawean mencantolkan kontak di sepeda motor merupakan kebiasaan yang seharusnya mulai ditertibkan. "Bisa saja di Pulau Bawean masih aman, tapi kebiasaan tersebut bila terbawa keluar bisa berakibat fatal menyebabkan sepeda motor hilang,"tegasnya.

"Untuk tertib lalu lintas dimulai dari tahapan-tahapan yang nantinya akan bisa diterapkan seperti wajib helm, memakai spion, termasuk kelengkapan sepeda motor memasan plat nomor,"terang AKP. Happy Saputra, S. Kom. (bst)

Pengakuan Sang Narapidana
Oplosan Mewabah di Pulau Bawean

Media Bawean, 5 Juli 2015

Tersangka pencurian sepeda motor sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Gresik, pelaku SR asal desa Tambak, Pulau Bawean, Gresik.

Selama dalam perjalanan dari Pulau Bawean ke Gresik, SR berhasil diwawancarai Media Bawean terkait kenakalan remaja di Pulau Bawean.

Menurutnya mencuri sepeda motor sebenarnya bukan niatan, hanya pengaruh dari oplosan yang dikomsumsinya sehingga berani melakukan kejahatan.

Sesuai pengakuannya, wabah oplosan hampir merata diseluruh Pulau Bawean, khususnya kalangan anak muda. "Anak kota sampai pelosok desa sudah banyak terjangkit oplosan,"katanya.

"Sebenarnya sangat mudah untuk melacak pesta oplosan, tempatnya di jembatan ataupun di keramaian seperti alun-alun, termasuk tempat sepi seperti di lapangan terbang,"ujarnya.

Tergiur mengkonsumsi oplosan, disebabkan minuman keras dijual mahal sehingga memilih alternatif yang murah meriah yaitu mengoplos obat batuk. "Bila tidak mengkonsumsi, rasanya kepala seperti pening ingin mengoplos,"akunya.

Ironisnya menurut SR, ternyata penjual bahan-bahan oplosan bukan membatasi dalam penjualan, justru menaikkan harganya lebih mahal dari harga normal untuk meraup keuntungan besar.

"Sulitnya dibasmi dunia oplosan di Pulau Bawean, disebabkan kurangnya kontrol dari orang tua, termasuk masyarakat sehingga merasa bebas untuk pesta oplosan,"terangnya.

"Setelah mengoplos merasa ketagihan, sehingga melakukan aksi kejahatan untuk membeli bahan-bahan untuk dioplos,"ungkapnya.

SR sendiri menyadari mengkonsumsi oplosan terlalu banyak akan berpengaruh terhadap kesehatan tubuh, seperti merasa kepanasan karena over dosis. (bst)

Paham Yang Salah
Tidurnya Orang yang Berpuasa

Media Bawean, 5 Juli 2015 

Oleh : Ali Asyhar (Wakil ketua PCNU dan dosen STAIHA Bawean)

Bakda subuh. Suasana sunyi senyap. Kampung-kampung sepi. Hanya ada beberapa mushala dan masjid yang terdengar orang tadarus al-quran.. Kemanakah gerangan warga ? rupanya mereka kompak tidur. Mungkin mereka memahami bahwa tidurnya orang berpuasa adalah ibadah yang berpahala. Setiap dengkuran nafas berarti pahala segede gajah. Lima dengkuran berarti lima gajah. Seratus dengkuran maka seratus pahala. Semakin lama tidurnya berarti semakin menumpuk pahalanya. Begitu kata para ustadz dalam kultum bakda tarawih? Benarkah demikian?

Saya menolak paham tersebut. Ada banyak alasan bahwa paham yang demikian tidak benar.

1. Islam anti kemalasan.

Islam dan agama apapun di dunia ini tidak ada yang mengajarkan pemeluknya menjadi pemalas. Bahkan sebaliknya islam menuntun umatnya untuk bekerja keras. Berusaha dengan sungguh-sungguh dalam mencari nafkah, mencari pengetahuan dan membangun peradaban. Bangsa yang sejahtera adalah bangsa yang warganya memiliki etos kerja tinggi. Sebaliknya bangsa yang penduduknya bersantai ria dipastikan akan menjadi bangsa terbelakang.

Dalam berbagai survey dinyatakan bahwa 10 bangsa yang rakyatnya paling rajin bekerja adalah : Tiongkok, Swedia, India, Korea Selatan, Brazil, Kanada, Amerika Serikat, Australia, Jepang dan Singapura. Beberapa survey yang lain hasilnya tidak jauh dari data tersebut. Ada yang menambahkan Afrika Selatan, Meksiko dan Chili. Yang terang adalah belum ada satupun negara islam atau negara yang penduduknya mayoritas islam masuk dalam katagori negara dengan penduduknya ber- etos kerja tinggi. Ironis.

2. Ramadlan bukan bulan bersantai ria

Allah menjadikan bulan Ramadlan sebagai keberkahan. Arti yang lebih luas adalah bulan Ramadlan dijadikan oleh-Nya sebagai latihan untuk menahan nafsu perut, kemaluan dan hati. Latihan ini oleh Gusti Allah diiming-imingi dengan ganjaran yang berlipat ganda karena diharapkan bahwa hasil dari latihan tersebut akan diamalkan pada bulan setelahnya.

Dengan pemahaman seperti itu maka menjadi aneh kalau umat islam memaknai Ramadlan sebagai bulan bersantai. Kantor buka jam 8 dan pulang jam 12. Masjid dan mushala isinya orang-orang yang bergelimpangan tidur. Potret umat yang manja.

3. Amal shaleh bukan hanya di bulan Ramadlan.

Banyak orang yang over dosis dalam memaknai keberkahan Ramadlan. Saking semangatnya, semua kebaikan dijalankan. Suara tadarus Al-quran bersahut-sahutan, berderma tiap hari dan malam, shalat sunah terus menerus, anak yatim pun panen santunan. Wow..indah sekali. Begitu selesai Ramadlan maka kembali seperti tabiat sebelumnya. Yang angkuh tetap angkuh dan yang pelit bertambah maha pelit. Masjid dan mushala sunyi dan anak yatim kembali merana. Sejatinya, kebaikan itu ada di semua bulan. Berarti menjadi orang baik juga harus sepanjang tahun.

Memaknai Ramadlan secara salah sudah menjadi kaprah. Bulan ini semua berbalut islami. acara TV semua islami. Diislam-islamkan. Badut-badut bergamis, berpeci bahkan banyak yang bersorban. Membaca kalimat thayibah difasih-fasihkan supaya dinyana sebagai orang alim. Ketika Ramadlan selesai maka selesai pula islamnya. Wes..ewes..ewes..bablas angine.

Penutup

Imam Baihaqi meriwayatkan hadits dari Abdullah bin Abi Aufa bahwa Nabi SAW bersabda “ Tidurnya orang puasa adalah ibadah, diamnya tasbih, doanya dikabulkan dan amalnya dilipat gandakan “. Hadits ini mengajarkan betapa maha pemurahnya Allah yang memberkahi bulan Ramadlan sampai tidurnya saja dinilai ibadah. Tidur di sini adalah tidur yang wajar seperti tidur siang karena kelelahan. Bukan mengisi semua waktunya dengan tidur.

Siapa yang pertama harus merubah pemahaman yang keliru ini. Jawabannya adalah para ustadz, kyai dan penceramah yang sering didaulat memberikan pemahaman kepada masyarakat. Ketika pemahaman para ustadz masih kekanak-kanakan maka yakinlah umat islam akan terus terbelakang.

Terima Kasih Puskesmas Sangkapura
Pelayanan Terbaik Melayani Pasien

Media Bawean, 4 Juli 2015 

Pelayanan Puskesmas Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik layak diapresiasi berkat kerja baiknya dalam melayani pasien.

Selama seminggu menjalani rawat inap di Puskesmas Sangkapura, hasilnya memuaskan yang dapat dirasakan langsung selama menjalani perawatan.

Diantaranya pelayanan dokter, yaitu dr. Tony S. Hartanto yang rutin memantau perkembangan pasien setiap saat. Tak mengenal waktu, malam hari selalu setia di tempat tugasnya di Puskesmas Sangkapura.

Sungguh besar jasa beliau dalam melayani setiap pasien yang menjalani rawat inap di Puskesmas Sangkapura. Setiap saat pasien selalu berdatangan, dalam tempo singkatpun pasien kembali pulang dalam kondisi sembuh ataupun dirujuk bagi pasien yang kondisi sakit parah sehingga mewajibkannya untuk dirujuk.

Selama seminggu di Puskesmas, dr. Tony S. Hartanto didampingi perawatnya secara rutin memantau kondisi pasien yang dirawat. Alhamdulillah berkat petunjuk dan saran yang diberikan, penyakit yang kuderita yaitu tumbuh-tumbuh (bisul agung) bisa disembuhkan dan akhirnya sekarang menjalani rawat jalan.

Apresiasi kepada beliau, disaat bulan suci ramadhan selalu setia ditempat tugasnya daripada berkumpul bersama keluarga di Pulau Jawa. Kesimpulannya, beliau lebih mengutamakan kerja untuk pelayanan kepada masyarakat daripada kepentingan keluarga. 

Keteladanan pimpinan di Puskesmas Sangkapura ternyata diikuti seluruh perawat di Puskesmas Sangkapura. Selama perawatan, secara rutin perawat melakukan kontrol terhadap pasiennya. Setiap saat, selalu hadir memberikan pelayanan, termasuk ketika ada keluhan dari pasien.

Perawat perempuan khususnya dalam melayani pasiennya ternyata menurut pernilaian secara pribadi melebihi pelayanan di RSUD, setelah membuktikan secara langsung atas pelayanan yang diberikan. Pelayanan diberikan mulai cara mengadapi pasien, termasuk mengatasi persoalan keluhan pasien.

Ada sedikit evaluasi untuk perawat lelaki perlu ditingkatkan, khususnya mengatasi permasalahan pasien agar diperlakukan secara sempurna tak mengenal rasa jijik dalam memberikan pelayanan. Memang tak semua perawat lelaki seperti itu, hanya sebagian kecil untuk belajar lebih baik lagi. (bst)

Puasa dan Mental Memberi

Media Bawean, 4 Juli 2015

Oleh: Kemas Saiful Rizal, SE
Mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Pelajar dan Santri Bawean
(IMPSB) - Malang Periode 1999-2000
Saat ini bekerja di Bappeda Pemkab Gresik

Alhamdulillah kita berkesempatan menjalankan puasa Ramadhan tahun ini. Puasa sebagai salah satu ibadah yang dimasukkan sebagai rukun Islam tentu memiliki hikmah mendalam. Tujuan ibadah puasa adalah la’allakum tattaquun –agar kalian bertaqwa (QS Al Baqarah: 183). Diantara ciri-ciri orang yang bertaqwa sebagaimana disebutkan Allah SWT dalam QS Ali Imran:134 yaitu orang-orang yang mau berinfaq, baik di waktu senang (berkecukupan) maupun di kala susah (kekurangan), menahan amarah dan memaafkan (kesalahan) orang lain.

Banyak hikmah yang dapat dipetik dari ibadah puasa, khususnya terkait ciri-ciri orang yang bertaqwa sebagaimana QS Ali Imran diatas, yaitu mentalitas memberi. Orang yang bertaqwa identik dengan orang yang senang memberi. Memberi (berinfaq) di jalan Allah dalam Al Qur’an sering disebut dengan istilah jihad, yaitu jihadu fisabilillah biamwalikum wa anfusikum (berjihad di jalan Allah dengan harta dan diri kalian).

Memberi sejatinya adalah kunci dari kesuksesan. Nabi Muhammad Saw bersabda “sebaik-baik manusia adalah yang paling memberi manfaat bagi orang lain”. Kesuksesan adalah anugerah yang hanya dapat diterima setelah memberi, maka fokus kita dalam hidup seharusnya memproduksi manfaat sebesar-besarnya bagi orang lain.

Sesungguhnya dasar dari sesuatu adalah memberi. Kenapa kita mencintai seseorang? Karena ada sesuatu yang diberikan kepada kita; Kenapa kita rela membayar? Karena ada sesuatu yang kita dapatkan; Kenapa kita rela memperjuangkan seseorang menjadi pejabat? Karena kita yakin ia memberi manfaat sesuatu; Kenapa kita memuji seseorang? Karena ia memberi sesuatu. Para profesional dibayar mahal karena diyakini dapat memberi sesuatu yang besar. Pebisnis mendapat kekayaannya setelah berhasil menjadi pemberi manfaat kepada masyarakat.

Sebaliknya mental atau spirit meminta merupakan sumber dari kegagalan atau kehancuran. Tidak ada agama manapun yang membenarkan umatnya menjadi peminta, apalagi membanggakannya. Peminta berorientasi pada dirinya sendiri, egois atau ananiyah. Demokrasi di negari kita akan kehilangan maknanya manakala para pelakunya hanya memikirkan diri sendiri, atau peminta. Bayangkan bila seseorang yang dipercaya memimpin, yang seharusnya memberi lewat kepemimpinannya, malah memanfaatkan segala peluang untuk dirinya sendiri. Jadi rumus kegagalan adalah terlalu banyak orang yang bermental peminta.

Marilah melalui momentum puasa Ramadhan ini kita menjadi orang yang bermental pemberi yang memberi manfaat bagi banyak orang. Aamiin. (Pernah dimuat di harian Radar Gresik, 23 Juni 2015).

Popular Posts

 

© Copyright Media Bawean 2005 -2013 | Design by Jasa Pembuatan Blog | Support by Kang Salman | Powered by Bawean.Net.