Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
250x250

adsbybawean

Melanggar UU Perikanan, Nelayan Masker Distop Operasi



Praktek penangkapan ikan dengan alat bantu kompresor atau dikenal sebagai masker dinyatakan melanggar undang-undang.

Bagi yang melanggarnya akan berurusan dengan aparat kepolisian sebagai penegak hukum. Demikian salah satu keputusan dalam rapat yang digelar Muspika Sangkapura dan sejumlah pihak terkait penangkap ikan masker. Baik pelaku masker maupu pengusaha penampung tangkapan masker.

“Masker menggunakan alat tangkap kompresor telah melanggar undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 juncto Undang-Undang Nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan,” kata staf UPT Pelabuhan dan Konservasi Sumber Kelautan dan Perikanan Bawean Mufid Supriyanto.

Dijelaskannya sesuai pasal 9 ayat 1 yaitu setiap orang dilarang memiliki, menguasai, membawa, dan atau mengunakan alat penangkapan dan alat bantu penangkapan ikan yang mengganggu dan merusak keberlanjutan sumber daya ikan di wilayah pengelolaan perikanan negara Republik Indonesia.

Sedangkan sanksi bagi orang yang melanggar pasal tersebut adalah pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp. 2 Miliar.

Selanjutnya Kapolsek Sangkapura AKP Arif Rasyidi mempertegas sesuai UU 45 tahun 2009 maka kompresor dilarang dipergunakan sebagai alat bantu penangkapan ikan.

“Jika dilanggarnya, maka pelaku bisa dijerat hukuman paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp. 2 Miliar,”tegasnya.

Arif tak memungkiri seringkali mendapatkan keluhan dari nelayan tradisional di Pulau Bawean tentang beroperasinya masker, sehubungan kondisi laut mulai rusak dan ikannya semakin berkurang.

Abdul Adim Camat Sangkapura mengajak kepada seluruh warganya yang sebelumnya aktif berprofesi masker agar berhenti. “Jika berlanjut, maka nantinya bisa berurusan dengan pihak berwajib,”paparnya.

Komandan Koramil Sangkapura Kapten Inf Ahmad Salami berharap kepada seluruh warga yang berprofesi masker agar mencari solusi terbaik. (bst)

Pelaku Masker Khawatir Anak Istri Tak Makan


Pelarangan penangkapan ikan menggunakan masker membuat pelaku masker resah. Lantaran tak ada pekerjaan lain yang bisa dilakukan untuk mencukupi kebutuhan keluarga. “Anak dan isteriku mau makan apa,” kata salah satu nelayan masker.

Lantas dia meminta kepada UPT Pelabuhan dan Konservasi Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Bawean agar mencarikan solusi ter- baik, misalnya mencarikan bantuan alat penyelaman ke dalam laut tan- pa menggunakan kompresor.

Mukjizat mantan kepala desa Kumalasa, mengatakan sejarah masker di wilayahnya itu mulai beroperasi tahun 1999, tujuannya mengimbangi masker yang datang dari luar Pulau Bawean.

Jika betul dilarang, sebaiknya muspika kecamatan Sangkapura menyatakan tegas bahwa masker dilarang beroperasi, selanjutnya mari difikirkan nasib mereka terutama untuk mencukupi kebutuhan bersama keluarganya.

Kepala UPT Pelabuhan dan Konservasi Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Bawean Sutardi Trikomandiyono mengatakan di kantor sudah tersedia banyak pelatihan kerja bagi kelompok nelayan, tapi oronisnya sampai sekarang masih minim yang berminat. (bst)

Baznas Gresik Santuni Anak Yatim dan Dhuafa di Bawean



Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Gresik menggelar buka bersama 1000 yatim dan dhuafa. Ada 105 peserta berasal dari Pulau Bawean yang dikumpulkan di Pendopo Kecamatan Sangkapura.

M. Masykur ketua UPZ Kecamatan Sangkapura mengatakan kegiatan buka bersama yatim dan dhuafa diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional kabupaten Gresik. “Sudah dua tahun dilaksanakan kegiatan buka bersama di Pulau Bawean,”katanya.

Dalam kegiatan diserahkan santunan kepada 105 orang, meliputi kecamatan Sangkapura sebanyak 75 orang dan kecamatan Tambak sebanyak 30 orang.

Rencananya kedepan UPZ Kecamatan Sangkapura juga akan menggelar kegiatan yang sama dalam rangka kegiatan sosial di Pulau Bawean.

Abdul Adim Camat Sangkapura menyatakan kegiatan Baznas Kabupaten Gresik dihadiri Muspika bersama tokoh ulama dan masyarakat, serta anak yatim dengan kaum dhuafa.

Menurutnya kegiatan sosial ini diperlukan dalam rangka berbagi bersama, apalagi sekarang bulan suci ramadhan.

“Diperlukan keperdulian bersama, Baznas Kabupaten Gresik memberikan contoh kepada kita bersama agar selalu mengedepankan keperdulian sosial,”terangnya. (bst)

Rusak Ekosistem Laut, Praktek Masker Setuju Dilarang


Maraknya pratek masker atau menangkap ikan dengan cara menyelam ke dasar laut menggunakan alat kompresor, meresahkan nelayan trasidisional.

Menyikapi hal ini, muspika kecamatan Sangkapura akan menggelar rapat denga pengusaha yang menaungi nelayan masker.

“Kami mengundang pengusaha tersebut yang beradal dari Kumalasa, Sidogedungbatu, Daun dan Lebak,” kata Camat Sangkapura, Abdul Adim,Senin (20/6).

Sekedar diketahui, praktek masker ini diduga telah merusak ekosistem laut. Dan praktik masker di Bawean kian merajalela. Pada prakteknya, masker yang diduga menggunakan ‘potas’ atau bahan mematikan lainnya ini menyebabkan ikan dan jenis biota laut lainnya semakin sulit ditemukan.

Selain pengusaha, juga hadir Kapolsek Sangkapura bersama pimpinan UPT Pelabuhan dan Konservasi Sumberdaya Perikanan dan Kelautan Bawean untuk membahas tentang aturan hukumnya.

Muadz Abkar kepala desa Sidogedungbatu menyambut gembira adanya rapat membahas masker. “Jika hasil keputusannya dilarang, maka masker tidak boleh beroperasi di wilayah Sidogedungbatu,”katanya.

Menurutnya masker selama ini masih diragukan tentang kelayakannya, apalagi menggunakan alat tidak melalui uji kelayakan. “Ditutup operasinya itu lebih baik,”tegasnya.

Hal senada disampaikan kepala desa Daun, Abdul Aziz menyatakan setuju bila operasi masker diwilayahnya dilarang. “Ada 7 pengusaha masker asal desa Daun,”ungkapnya.

Terus terang selama ini sebagai kepala desa, Abdul Aziz mengaku seringkali tersudutkan karena dianggap membela pengusaha masker. (bst)

JLB Ambles, Jalur Sangkapura-Tambak Lumpuh



Jalan Lingkar Bawean (JLB) di desa Kepuhlegundi Tambak ambles dengan kedalaman 6 meter, lebar 8 meter dan panjang 12 meter. Akibatnya jalur transportasi kecamatan Sangkapura dengan kecamatan Tambak terputus.

Tak ada korban jiwa dari peristiwa yang terjadi di pada pukul 07:00 WIB, Minggu, (19/6).

Miswakih sekretaris desa Kepuhlegundi mengatakan amblesnya jalan diakibatkan hujan lebat semalam. Sehingga menyebabkan struktur tanah bagian bawah jalan tergerus oleh aliran air.

Apalagi didekat jalan yang ambles pernah dijadikan tempat pembuatan genteng. “Memang tanahnya juga pasir, sehingga mudah tergerus,”ujarnya

Sementara saksi mata, Musdalifah menyatakan jalan ambles didekat rumahnya disebabkan adanya bongkahan kayu yang menutupi saluran air disamping jalan. Saluran yang buntu itu membuat air terbuang ke badan jalan. “Apalagi tanahnya berupa pasir merah sehingga mudah terbawa air,”ungkapnya.

M. Zen kepala UPT Pekerjaan Umum Bawean mengatakan amblesnya jalan lingkar di wilayah Kepuhlegundi telah memutuskan jalur transportasi secara total. Sementara ini untuk roda empat tidak bisa melintas.

“Sedangkan roda dua masih bisa dengan memaksa melewati pinggir jalan,”paparnya.

Sebagai jalan alternatif, UPT PU Bawean merencanakan akan membuat jalan disamping yang ambles. “Pemilik tanah sudah memberikan izin untuk dibuat jalan alternatif,”tuturnya.

Besok, petugas dari Dinas PU kabupaten Gresik akan datang melihat langsung kondisi jalan di lokasi. (bst)

Muspika Tambak Tutup Tambang Pasir Pekalongan


Muspika kecamatan Tambak mengambil tindakan tegas terhadap penambangan pasir liar. Mulai Sabtu (19/16) penambangan pasir di Desa Pekalongan dinyatakan ditutup. Pihak yang melanggar keputusan ini akan diproses hukum.

Komandan Koramil Tambak Kapten Inf. Bambang K. mengatakan pe nambangan pasir tersebut sudah mencapai tingkat tinggi kerusakannya. Jika dibiarkan, sangat merugikan masyarakat seperti abrasi. “Ini wajib dihentikan demi kemaslahatan bersama seluruh warga Pulau Bawean,”katanya.

Bambang mengaku terpanggil untuk segera menutup penambangan pasir liar di desa Pekalongan. Sangat jelas terlihat, dengan mata telanjang, sekitar 1 km dari bibir pantai ketengah sudah tidak ada pasirnya.

“Lihat itu, hampir disekeliling kantor koramil sudah terlihat rusak pantainya akibat penambangan pasir,”tegasnya.

Narto Camat Tambak menyatakan pemasangan papan nama penutupan penambangan pasir wajib dipatuhi seluruh warga. “Jika tetap melakukan penambangan maka urusan pihak berwajib untuk melanjutkan proses hukumnya,”paparnya.

Dari Nazar Direktur Eksekutif BCW LSM mengatakan sangat mendukung langkah Muspika kecamatan Tambak. (bst)

Bukan Budaya Bawean, Ngoleleng Berjoget Ria Dilarang


Ngoleleng (keliling) Pulau Bawean Gresik pasca lebaran dengan menggunakan mobil pick up yang dilengkapi soundsistem, dipastikan tidak ada tahun ini.

Kapolsek Sangkapura AKP Arif Rasyidi dihadapan para tokoh ulama menyatakan secara tegas, keliling dengan membawa sound system dan berjoget ria diatas mobil dilarang. “Saya menjamin tidak ada lagi tradisi seperti itu yang meresahkan kepada masyarakat,”katanya.

Polisi akan mengambil tindakan tegas bila menemui warga yang ngoleleng dengan membawa sound system. Mobilnya ditahan dan penumpangnya disuruh pulang jalan kaki.

Sebelumnya Mohammad Fauzi Rouf Ketua PCNU Bawean meminta ketegasan aparat penegak hukum untuk memberantas budaya seperti ngoleleng menggunakan musik.

Alasannya ngoleleng dengan musik bukan budaya masyarakat Pulau Bawean.

Hal senada disampaikan KH. Abdul Latif Ketua MUI kecamatan Sangkapura, sudah seharusnya budaya asing yang tidak sesuai agar diberantas. “Apalagi ngoleleng selalu membuat keresahan pengguna jalan raya,” ungkapnya. (bst)

Menu Spesial SDIT AL-HUDA Bawean : Membaca Al Quran dengan Benar, Shalat, Disiplin dan Jujur






Menjawab tantangan jaman,Yayasan Pendidikan dan Sosial Darul Fikri berhasil merintis pendirian Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al-Huda. Sekolah ini sebagai lanjutan dari TK Islam Al-Huda dan PG Al-Huda yang sudah ada sebelumnya.

SDIT Al-Huda menerapkan integratide curriculum dan integratid activity. Berbagai aktivitas siswa misalnya : bermain, beribadah, belajar, makan dan lain-lain, semua di kemas dalam satu sistem pendidikan yang menyenangkan.

Ustadzah Elia Puspa Kepala Sekolah SDIT Al-Huda mengatakan pendidikan itu tak ubahnya seperti warung. Ada menu spesial yang dijual. Menu yang ditawarkan di sekolah ini adalah Penguasaan membaca al Qur’an, shalat yang benar, disiplin dan kejujuran”. “Itu saja”, tambahnya.

Penguasaan membaca al-Quran tidak hanya sekedar bisa membaca, tapi dapat menguasai gharib, tajwid, hafal surat-surat pendek, dan terakhir mereka bisa masuk kelas tahfidz. “Alhamduluillah, banyak siswa, begitu keluar dari seko- lah ini, mampu menghafal 3 juz”, kata ustadzah Hj. Masyitah, salah seorang guru tahfidz di sekolah itu.

Ustdaz Saiful, koordinator qira’ati, menambahkan mulai Tahun Ajaran 2016/ 2017, sesuai dengan arahan kepala sekolah, menginjak kelas 4 siswa sudah masuk ke kelas tahfidz. “Diharap, tamat dari SDIT Al-Huda, para siswa mampu menghafal 4 – 5 juz.

Tak kalah pentingnya, shalat berjamaah, dimulai dari dluha, dluhur dan ashar. Sebagian sudah berani menjadi dari imam siswa sendiri. Salah satu wali murid, Hazin mengaku setiap jam 2 malam, selalu dibangunkan anaknya untuk qiyamullail.

“Tentu saja, ini adalah virus positif. Dan saya amat senang”, kata Hazin.

Soal kedisiplin, Baharuddin ketua yayasan Darul Fikri terinspirasi jawaban Lee Kwan Yu, pendiri negara Singa- pora, menjawab pertanyaan wartawan tetang rasia sukses memimpin negara. Lee menjawab hanya dengan satu kata : :”Disiplin”. Benar. Tanpa disiplin kita tidak akan maju.

Jualan selanjutnya adalah kejujuran. Siswa SDIT Al-Huda sejak kelas satu secara terus menerus ditanamkan sifat kejujuran. Berkata dan bertindak yang benar walau pahit.

Dari jualan tersebut diatas, prestasi siswa SDIT Al-Huda cukup membanggakan. Pernah menjadi juara 3 tingkat propinsi Jawa Timur dalam bidang cabang olah raga atletik tahun 2015.

Pasien Rawat Inap Meningkat di Sangkapura


Pasien rawat inap di Puskesmas Sangkapura meningkat sejak awal bulan ramadan. Sebagian besar dirawat karena menderita demam.

“Penyebabnya pola makan tidak teratur saat puasa dan perubahan cuaca,” kata Kepala UPT Puskesmas Sangkapura, dr. Tony S Hartanto.

Tony S mengatakan setiap harinya selalu dipenuhi pasien untuk rawat inap. Rata-rata memang tak lama, hanya 1 sampai tiga hari. Setelah kondisi kesehatan sudah membaik mereka diperbolehkan pulang.

Lebih lanjut Tony berpesan kepada warganya agar tetap menjaga pola makan walaupun menunaikan ibadah puasa.

“Menjaga pola makan harus diutamakan agar kondisi badan tetap sehat,”pesannya.

Sementara itu, Matrusi asal desa Balikterus menyatakan dalam beberapa hari saja sudah ada 3 warga yang dirawat inap di Puskesmas Sangkapura.

Banyaknya pasien yang rawat di Puskesmas Sangkapura menyebabkan seluruh ruangan banyak yang terpakai. (bst)

Permintaan Sayur Mayur Meningkat di Bawean


Permintaan sayur mayur sejak awal ramadan meningkat. Sehingga butuh pasokan dari Pulau Jawa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Siti Adawiyah pedagang sayuran, kebutuhan keluarga di bulan puasa meningkat dua kali lipat. Karena mereka memasak untuk berbuka dan bersahur.

Diantara sayuran yang paling laris, seperti kubis, terong, wortel, tomat dan lain-lain. “Pasokan dari dalam petani pulau Bawean sangat terbatas, sehingga membutuhkan pasokan lebih banyak dari luar,”ungkapnya.

Kepala UPT Pertanian Bawean Lailatul Mukorromah mengatakan banyak sayuran yang tidak bisa tumbuh didataran rendah seperti wortel, kentang dan lain-lain. Sehingga sayuran jenis ini harus dipasok dari luar Bawean. (bst)

Banyak Beredar Mamin Kadaluarsa di Sangkapura



Muspika kecamatan Sangkapura bersama UPT Puskesmas Sangkapura menggelar operasi makan dan minuman di pasar Kotakusuma, pasar daun dan mini market. Target dari operasi ini memastikan makanan dan minuman untuk kebu￾tuhan bulan ramadan dan lebaran tak kadaluarsa.

Operasi dilakukan terhadap pertokoan dan mini market. Serta seluruh pedagang di pasar mempersilahkan petugas untuk memeriksa barang da￾gangannya. Termasuk mempersilah￾kan mengambil seluruh barang yang kadaluarsa.

Aminah mengatakan senang ada￾nya operasi makanan dan minuman oleh petugas. Lantaran dia sendiri mengaku tidak selalu memperhatikan dagangan yang dijualnya. “Selama ini saya tidak perhatian atas tanggal yang tertera,”katanya.

Pedagang lainnya, Hudaifah mengaku stok bahan makanan tidak banyak. Ini disengaja agar laku semua. “Kalau ada yang tak laku dan kadaluarsa, tidak bisa dikembalikan lagi,”ujarnya.

dr. Tony S Hartanto kepala UPT Puskesmas Sangkapura menyatakan banyak makanan dan minuman kadaluarsa yang masih di jual di Sangkapura. “Terbukti dari hasil temuan saat operasi pasar,”ujarnya.

Banyak makanan kadaluarsa, dimungkinkan Pulau Bawean ataupun pulau kecil lainnya dijadikan tempat untuk pengiriman barang yang masa kadaluarsanya sudah hampir habis.

Camat Sangkapura Abdul Adim memberikan himbauan kepada pedagang di Sangkapura agar menjual barang yang tidak kadaluarsa. “Operasi makanan dan minuman digelar, sehubungan menjelang lebaran,” tuturnya. (bst)

PT SIM Wajibkan Pembelian Tiket dengan KTP


Mengatasi persoalan maraknya calo tiket, pihak perusahaan pelayaran PT. Pelayaran Sakti Inti Makmur (SIM) mengeluarkan himbauan kepada seluruh calon penumpang.

Fahrur Rozi Kacab PT. Pelayaran SIM di Pulau Bawean membenarkan pihaknya mengeluarkan arahan dalam rangka menghapus praktek percaloan tiket.

Diantara himbauan yang dikeluarkan, meminta calon penumpang menghitung dan persiapkan pembelian tiket sesuai dengan jumlah orang yang akan berangkat. Pastikan semua anggota keluarga anda telah memiliki tiket kapal, khususnya anak-anak.

“Apabila terjadi kegagalan berangkat disebabkan tidak kehabisan tiket kapal, itu diluar tanggung jawab Management,” katanya.

Selanjutnya ketentuan batas usia yang berlaku umur 3 tahun keatas wajib memiliki tiket kapal. Pembelian tiket di kantor atau agen wajib menunjukkan kartu identitas (KTP/ Paspor/SIM/Kartu Pelajar, dan lain-lain).

Apabila nama di tiket tidak sesuai dengan kartu identitas saat pemeriksaan boarding, maka tiket tersebut dianggap hangus.

Hindari pembelian tiket kapal yang tidak resmi, dan segera laporkan ke kepolisian, apabila ada penjualan tiket kapal yang tidak sesuai tarif yang berlaku. (bst)

Penukuran Uang Asing Menurun di Pulau Bawean


Jelang lebaran tahun ini jasa penukaran uang (money changer) asing masih sepi.

Syariful Mizan mengatakan penukaran uang asing, seperti uang Malaysia dan Singapura menurun. “Sekarang dapat seribu ringgit Malaysia sudah tergolong banyak, padahal tahun lalu bisa mendapatkan 30 ribu ringgit Malaysia setiap harinya,”katanya.

Disinyalir ini disebabkan pendatang dari luar negeri tidak membawa pulang uang. Lantaran kondisi perekonomian di luar negeri yang masih lamban.

Hal senada disampaikan Zubaidi, jumlah penukaran uang sangat kecil pada tahun ini. “Terkadang sehari tidak ada penukaran,” pungkasnya. (bst)

Terlibat Curanmor Mahasiswa Surabaya Digelandang


Komplotan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menyeret seorang mahasiswa di Surabaya. Pemuda berinisial DK ini pun berhasil di gelandang petugas Polsek Tambak, untuk mempertanggungjawabkan perbuatnnya.

“Bukan saya pencurinya, saya hanya sebagai pembeli saja,”ujar DK saat tiba di pelabuhan Bawean dengan kawalan petugas.

DK yang tercatat sebagai mahasiswa semester III salah satu perguruan tinggi di Surabaya, berhasil dibekuk di daerah Nginden. Penangkapan dilakukan pada Senin, (14/6) sekitar pukul 23:00.

Kasus ini berawal tertangkapnya Icang asal Kepuhteluk oleh anggota Polsek Tambak saat akan menggelar balapan di Kepuhteluk. Setelah dilakukan pengecekan, nomor rangka dan nomor mesin sepeda motor beat sama dengan yang dilaporkan hilang milik warga Kepongan.

Selanjutnya polisi mengembangkannya, sampai akhirnya terungkap keterkaitan kasus serupa di Pejinggahan dan Paseran.

Icang mengakui telah melakukan curanmor di Pulau Bawean, salah satunya di Pejinggahan. Keterangan Icang mencokot nama DK.

Setelah ditangkap, DK langsung dibawah ke Polres Gresik, selanjutnya dibawah ke Pulau Bawean.

DK ditemui di Pelabuhan Bawean mengaku sering pulang ke Pulau Bawean, sehubungan ibunya berasal dari Kepuhteluk dan ayahnya dari Masalembuh.(bst)

KMP Gili Iyang Kembali Beroperasi


Mulai Hari Rabu (15/6), KMP Gili Iyang beroperasi melayani pelayaran ke Pulau Bawean. Angkutan laut plat merah ini telah menjalani docking selama 20 hari.

Selanjutnya kapal milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tersebut akan melayani rute transportasi Pulau Bawean - Gresik ataupun Paciran Lamongan.

”KMP Gili Iyang sudah siap dioperasikan hari ini dari Pelabuhan Paciran tujuan Pulau Bawean,” kata PetugasPT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Suhaemi.

Lebih lanjut Suhaemi menyarankan kepada seluruh calon penumpang agar membeli tiket sendiri di loket dengan membawa foto copy KTP. “Jangan menggunakan perantara atau dikenal calo,”katanya.

Bagi calon penumpang yang membawa roda empat ataupun roda dua sebaiknya melalui Pelabuhan Paciran saja. Ini karena di Pelabuhan Gresik belum ada dermaga untuk naik atau turun mobil. Sedangkan sepeda motor bisa diangkut dengan biaya banyak.

“Adapun jadwal keberangkatan kapal tidak ada perubahan, yaitu 3 kali dalam seminggu dan harga tiket juga sama,” pungkasanya. (bst)

Kades Kumalasa Hentikan Penambangan Pasir


Kepala Desa Kumalasa Sangkapura Bawean Gresik Idham Cholik menghentikan secara paksa penambangan pasir diwilayahnya.

Pelaku diancam diproses hukum bila tetap melakukan penambangan.

“Penambangan ini dilakukan oleh orang luar Kumalasa, yang hasilnya diangkut ke luar wilayah,”kata Cholik.

Diakui Cholik, tindakannya ini untuk melindungi kepentingan masyarakat. Apalagi masyarakat resah dan melaporkan hal ini.

Ironisnya, pasir yang ditambang diangkut ke luar wilayah desa Kumalasa. “Saya pastikan bukan warga desa Kumalasa yang melakukan penambangan pasir di pantai Labuhan,”terangnya. (bst)

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean