bawean ad network
iklan
bank jatim

Berita

Pendidikan

Kesehatan

Transportasi

Surat Pembaca


TERKINIindex

Sosialisasi UU Tentang Desa di Bawean Kapan Pilkades? Aparat Kok Kosong

Media Bawean, 4 Maret 2015







H. Mohamamad Subki, anggota DPRD Kabupaten Gresik dari Partai Demokrat menggelar sosialisasi tentang Pemerintahan Desa yang digelar di MINU Lebak, Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik, hari ini (rabu, 4/3/2015).

Dalam sosialisasi yang dihadiri 100 undangan, H. Mohamamad Subki menjelaskan Peraturan Perundang-Undangan Pemerintahan Desa, meliputi Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Peraturan Pemerintah RI Nomor 43 Tahun 2014, Peraturan Pemerintah RI Nomor 60 dan Peraturan Pemerintah Kabupaten Gresik Nomor 4 Tahun 2010 termasuk perubahannya.

Sosialisasi yang menghadirkan Dari Nazar (Direktur BCW-LSM) sebagai moderator, dalam sesi tanya jawab diantara pertanyaan, kapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades)? dan Bagaimana kondisi aparat desa yang kosong sampai sekarang belum ada kekuatan hukum untuk mengisinya?

H. Mohammad Subki menjawab, untuk pelaksanaan Pilkades di Kabupaten Gresik masih menunggu Peraturan Daerah yang sampai sekarang belum keluar. 

Menurutnya, Pilkades belum digelar bukan hanya di Pulau Bawean, Se-Kabupaten Gresik ada 31 desa yang habis masa bhakti kadesny. "Adapun kendalanya disebabkan Pemerintah Kabupaten Gresik masih terkendala Peraturan Bupati (Perbup) sehingga belum bisa melakukan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak,"terangnya.

"Termasuk kekosongan aparatur di desa juga menunggu Perbup setelah diberlakukannya UU Nomor 6 Tahun 2014 tetang Desa,"jelasnya.

Untuk menguatkan jawaban anggota dewan, beberapa kepala desa menjelaskan terkait pelaksanaan Pilkades, terkait pengangkatan aparat desa yang masih menunggu Peraturan Bupati.

Lebih tegas lagi, Idham Cholid, Kades Kumalasa menyatakan pengangkatan Sekdes menjadi PNS itu kecelakaan, sehubungan UU No. 4 Tahun 2014 untuk jabatan Sekdes diisi oleh masyarakat biasa bukan PNS.

Akhwan, mantan anggota DPRD Gresik dari Partai Demokrat menyatakan pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan merupakan langkah terbaik dilakukan oleh anggotan dewan untuk memahamkan masyarakat. Menurutnya waktu dahulu jadi anggota dewan tidak ada sosialisasi seperti yang dilakukan sekarang ini. (bst)

Camat Tambak Pamer Keberhasilan SQ
Membangun Bawean Bisa Lebih Baik

Media Bawean, 4 Maret 2015






Tasyakuran HUT Pemkab Gresik ke -41 dan Hari Jadi Kota Gresik ke-528 di kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik diselenggarakan hari ini (rabu, 4/3/2015), bertempat di Pendopo Kecamatan Tambak.

Hadir tokoh ulama dan tokoh masyarakat, serta kepala desa se-kecamatan Tambak, yang ramaikan suguhan sajian tumpeng.

Dalam sambutannya, Sugeng Gatot Subroto menjelaskan keberhasilan pemerintahan  Sambari - Qosim memimpin Kabupaten Gresik telah berhasil merubah wajah Pulau Bawean bisa lebih baik daripada sebelumnya.

"Bisa dibuktikan, mulusnya jalan lingkar Pulau Bawean, kelancaran transportasi laut jalur Gresik - Pulau Bawean, pembangunan rumah sakit di Pulau Bawean, termasuk bandara udara yang rencana bulan juni 2015 sesuai informasi akan dioperasikan,"katanya.

Camat Tambak mengajak seluruh masyarakat di Pulau Bawean mensyukuri hasil pembangunan dalam pemerintahan Sambari - Qosim memimpin Gresik. "Sekarang bukan janji, tapi bukti sudah dirasakan sendiri oleh masyarakat Pulau Bawean,"paparnya.

Lebih lanjut, Camat Tambak mengharap kepada masyarakat untuk kompak membangun kecamatan Tambak untuk bisa lebih baik. "Melalui kerjasama yang baik, tentunya hasilnya akan bisa lebih baik,"tuturnya.

Diantaranya, kinerja perangkat desa diminta untuk memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat di desa. "Layani warga secara baik penuh tanggungjawab agar mendapat dukugan dari seluruh masyarakat,"tegasnya.

Dalam menerapkan aturan, Camat mengaku tegas dalam melaksanakan aturan yang ada. "Termasuk memberikan sanksi tegas kepada jajarannya bila tidak mengikuti apel  yang rutin digelar d kantor kecamatan Tambak,"terangnya.

Camat bersama Seluruh Aparatur Kecamatan Tambak bersama Tokoh Ulama, dan Tokoh Masyarakat kecamatan Tambak mengucapkan selamat dan sukses HUT Pemkab Gresik ke -41 dan Hari Jadi Kota Gresik ke-528. (bst)

TNI AL Mendata 320 Rumah Warga
Tak Layak Huni untuk Direnovasi

Media Bawean, 4 Maret 2015




Kabar gembira bagi warga Pulau Bawean, Gresik, khususnya pemilik rumah tidak layak huni akan mendapat bantuan dari TNI AL untuk direnovasi.

Kapten Laut Agus Setiawan ketika pertemuan dengan Camat Sangkapura dan seluruh kepala desa di Sangkapura mengatakan renovasi rumah tidak layak huni di Pulau Bawean, diawali adanya laporan dari Dinas Kelautan dan Perikanan.

Menurutnya rumah tidak layak huni akan direnovasi atau diperbaiki oleh TNI AL dalam rangka kegiatan bhakti sosial di Pulau Bawean. Adapun untuk mempermudah pendataan, kerjasama TNI AL bersama Pemerintahan Kecamatan Sangkapura dan Tambak, juga didukung kepala desa.

"Sesuai perintah dari pusat, rumah tidak layak huni digambar yang dilampiri kartu keluarga pemilik, serta dijelaskan luas bangunan yang ada,"ujarnya.

"Kedatangannya ke Pulau Bawean bertujuan mendata secara valid, jumlah rumah tidak layak huni untuk direnovasi,"paparnya.

Rencana TNI AL untuk merenovasi rumah tidak huni, diapresiasi oleh Abdul Adim, Camat Sangkapura dengan ungkapan terima kasih kepada TNI AL atas keperduliannya kepada warga Pulau Bawean.

Camat Sangkapura mengajak seluruh kepala desa di Sangkapura untuk mendukung rencana TNI AL, termasuk memberikan seluruh data sesuai permintaan yang diinginkan.

Harapan kepala desa di Sangkapura disampaikan dalam rapat, yaitu memohon kepada TNI AL yang berencana merenovasi rumah tidak layak huni agar terealisasi, khawatir seperti sebelumnya sudah didata tapi kenyataannya belum ada pelaksanaan sampai sekarang. Akibatnya, banyak kepala desa mendapat tuntutan dari warga yang rumahnya sudah dilakukan pendataan.

TNI AL merencanakan renovasi rumah tidak layak huni di Pulau Bawean akan dilaksanakan antara bulan april atau mei 2015. (bst)

Tes Urine Am Bukan Pemakai
1 Kg Sabu Ongkosnya Rp. 300 Ribu

Media Bawean, 3 Maret 2015

Setelah diserahkan KPPBC Tanjungpinang, pihak Kepolisian dalam hal ini Satnarkoba Polres Tanjungpinang pun langsung melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap AM, penumpang kapal Mv Marina Syahputra yang kedapatan membawa narkoba jenis sabu seberat 2,053 gram, di pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura (SBP), Rabu (25/2) lalu.

''Kami sudah lakukan pemeriksaan lanjutan terhadap yang bersangkutan. Saat kami tes urine hasilnya negatif. Berarti dia ini bukan pemakai,''ujar AKP Abdul Rahman Sik, saat di hubungi Batam Pos, Jum'at (27/2).

Dikatakan Rahman, dari introgasi yang dilakukan pihaknya terhadap tersangka yang diamankan tersebut. Diketahui bahwa barang tersebut dititipkan seseorang wanita IH sesaat sebelum dia bertolak dari Malaysia menuju Tanjungpinang.

''Dia itu tukang antar barang-barang titipan orang, seperti TKI (bukan narkoba,red) dan pengakuannya dia tidak mengetahui dalam mangkok tersebut telah ada sabu yang disisipkan wanita tersebut. Selain mangkok melamin, masih banyak barang''kata Rahman.

Selain itu, tambah Rahman, kurir yang diamankan ini setiap membawa barang titipan ini dibayar Rp 300 ribu perkilonya. Rencananya narkoba itu dibawa ke Jawa Timur dan sesampainya disana akan diambil seseorang dan berjanjian melalui telpon genggam.

''Dia di upah Rp 300 ribu perkilonya setiap mengantarkan titipan barang para TKI itu. Yang jelas akan kami lanjutkan pengembangannya. Dan akan mencari tahu siapa pemilik barang haram tersebut di Jawa sana,''tambah Rahman.

Menyikapi tertangkapnya kurir tersebut, mantan Ketua Pengadilan Negeri Tanjungpinang, yang juga praktisi hukum, Edward Arfa mengatakan, pihak Kepolisian harus serius menelusuri jaringan peredaran narkoba itu. Selain itu aparat penegak hukum harus betul-betul, teliti mengungkap siapa bandar di luar negeri dan di dalam negeri.

''Jangan hanya sebatas kurir itu aja yang diamankan. Otak peredaran barang haram itu baik di luar negeri dan dalam negeri juga harus diungkap,''kata Edward.

Dikatakan Edward, tunjukan jika aparat penegak hukum dapat bekerja seserius mungkin untuk mengungkap jaringan narkoba yang semakin memprihatinkan.

''Kita lihatlah Indonesia semakin lama semakin memprihatinkan permasalahan narkoba. Untuk itu kita juga berharap aparat penegak hukum untuk serius memberantas peredaran narkoba,''kata Edward.

Hal senada juga disampaikan, ketua pemuda BP3KR, Basyarudin Idris, Kepolisian harus bisa membongkar jaringan narkoba Internasional. Karena narkoba itu menghancurkan generasi muda bangsa.

''Selama ini kita lihat bersama hanya kurir yang ditangkap. Sementara dalang dibelakangnya belum terungkap,''ujar Basyarudin yang akrab di sapa Oom.

Dikatakan Oom, berikan hukuman semaksimal mungkin agar bisa menjadi efek jera buat mereka menghentikan peredaran narkoba.

''Seperti yang kita ketahui Presiden Jokowi telah memberikan instruksi penjatuhan sanksi berat bagi para bandar narkoba. Kasus narkoba di Negara kita saat ini telah mulai memprihatinkan,''kata Oom.

Selain itu, terang Oom, pihak KPPBC kedepannya lebih teliti untuk mendeteksi keluar masuknya barang bawaan penumpang yang turun dari kapal. Karena bisa saja nanti ada yang masih lolos.

''Kami juga mengapresiasi kinerja Bea Cukai yang sudah mampu melakukan penegahan penyeludupan tersebut. Namun, kedepannya mungkin petugas disana tidak lengah untuk lebih detail melihat barang bawaan penumpang,''pungkas Oom.(Cr10)

Sumber : Batam Pos

Polisi Buru Pemilik Sabu ke Gresik

Media Bawean, 3 Maret 2015

Jajaran Satuan Narkoba, Polres Tanjungpinang, dalam mengungkap dan mengejar pemilik sabu-sabu tangkapan Bea dan Cukai Tanjungpinang seberat 2 Kg lebih di Pelabuhan Internasional SBP beberapa waktu lalu diburu hingga ke Pulau Jawa.

Hal ini diungkapkan Kapolres Tanjungpinang melalui Kasat Narkoba, AKP Abdul Rahman yang mengaku hingga hari ini, masih berada di Pulau Jawa ketika dihubungi melalui ponselnya, Senin (2/3).

Dikatakannya, timnya saat ini sudah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian di Gresik, Jawa Timur, dalam mengejar pemilik barang ini.

"Kami sudah melakukan pelacakan terhadap pemilik barang haram tangkapan BC ini. Dalam pelacakan ini sesuai dari keterangan dan pengakuan tersangka AM yang ditangkap oleh pighak BC di Pelabuhanh Tanjungpinang," kata Rahman.

Data yang didapat dari AM ini tegasnya, pemilik barang atau narkoba jenis sabu-sabu ini bernama Am dan tinggal di daerah Gresik. Sehingga, pihakna melakukan koordinasi dengan kepolisian di Gresik.

Rahman menyebutkan, setelah melakukan pelacakan melalui nomor handphone pemilik narkoba tersebut, ternyata nomo HP yang bersangkutan sudah tidak aktif, sehingga pihaknya mengalami kesulitan dalam melacaknya.

"Sepertinya, pemilik narkoba yang dititipkan kepada AM ini, telah mengetahui bila kurirnya telah tertangkap pihak kepolisian. Sementara, AM sendiri tidak mengetahui alamat pasti pemilik barang haram itu. Karena dari keterangan AM, bahwa berkomunikasi dengan AM ini melalui telepon saja," kata Rahman.

Lebih lanjut disampaikan, untuk saat ini pihaknya masih mising atau kehilangan jejak pemilik barang haram tersebut. Namun ia mengaku akan terus berusaha semakisimal mungkin untuk menangkap dan membongkar sendikat narkoba lintas negara ini.

"Kita akan terus komunikasi dan bekerja sama dengan kepolisian di Gresik ini. Doakan saja agar kami berhasil menagkap pemilik dan pelaku narkoba jaringan ini," tukasnya mengakhiri dalam percakapan via telepon genggamnya. (sumber : Haluan Kepri)

Kronologi Penangkapan Am
Membawa Sabu dari Malaysia

Media Bawean, 3 Maret 2015


Aparat Bea dan Cukai Kantor Tipe Madya Tanjungpinang kembali mengamankan penyelundup narkoba berinisial Am, warga Indonesia yang menyelundupakn 2,053 kilogram sabu dari Malaysia di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura Tanjungpinang, pada Rabu (25/2/2015) sekitar pukul 19.00 WIB.

Kepala Kantor Pelayanan Pabean, Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Tanjungpinang, Hilman Satria mengatakan penangkapan dilakukan atas kecurigaan petugas X-Ray, pada seorang penumpang yang baru tiba dari Malaysia menggunakan ferry MV Marina Saputra dan membawa sebuah tas jinjing berisi mangkok melamin.

"Saat pemeriksaan barang di X-Ray, petugas Bea dan Cukai mencurigai barang yang dibawa penumpang berinisial Am dan kemudian dilakukan pemeriksaan. Saat digeledah, ditemukan bungkusan kristal berupa serbuk sabu dalam dua mangkok melamin terbungkus kardus barang," kata Hilman.

Kepastian barang yang dibawa AM itu adalah sabu setelah dilakukan narkotest dan hasilnya positif Metaphitamine. "Total berat keseluruhan narkoba 2,053 kilogram kotor, dan atas temuan ini, Am yang merupakan WNI asal Batam, masuk ke Malaysia dengan menggunakan paspor nomor A0058618, ditetapkan sebagai tersangka pemilik narkoba tersebut," kata Hilman.

Tersangka Am dijerat dengan pasal 102 huruf e UU No.17 tahun 2006 tentang Kepabeanan Jo UU No. 35 tahun 2009 tentang pemberantasan Narkotika.

Untuk pengembangan lebih lanjut, saat ini barang bukti sabu bersama tersangka Am diserahkan ke Satnarkoba Polres Tanjungpinang untuk proses hukum lebih lanjut. (sumber Batam Today)

Warga Tambak Bawean Heboh
Pengawal Tertangkap Membawa Sabu

Media Bawean, 3 Maret 2015


Berita tertangkapnya Am asal Tambak, Pulau Bawean, Gresik menjadi buah bibir masyarakat di desa Tambak. Informasi yang dihimpun Media Bawean (3/3/3015), Am yang berprofesi sebagai pengawal tertangkap dan diamankan oleh petugas di Tanjung Pinang, karena kedapatan membawa sabu seberat 2,053.

Sesuai pemberitaan yang dilansir media di Tanjung Pinang, menjelaskan sabu seberat 2,053 kilogram yang diselundupkan oleh Am lewat Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang pada pertengahan pekan lalu ternyata hendak dikirimkan ke Gresik, Jawa Timur.

Dalam pengakuannya kepada penyidik Satnarkoba Polres Tanjungpinang, Am yang merupakan biro jasa dan kurir barang kiriman TKI di Malaysia ini mengaku tak tahu jika dua mangkok besar yang dibawanya itu berisi sabu.

Kasat Narkoba Polres Tanjungpinang, Ajun Komisaris Abdul Rahman mengatakan sabu itu merupakan barang titipan milik seorang TKI berinisial As dan akan dikirim ke seseorang bernama Aam, warga Bangkalan, Madura.

"Rencananya barang haram itu akan diserahkan di Pelabuhan Gresik," kata Abdul Rahman.

Am, kata Abdul Rahman, juga mengaku tak tahu kalau mangkok yang dititipkan kepadanya itu berisi sabu. Sang pemilik sabu mengatakan kepada dirinya kalau di dalam dua mangkok besar itu tak ada narkobanya.

"Tersangka akan kita bawa ke Gresik untuk pengembangan kasus ini," kata Abdul Rahman.

Sebelumnya, Am ditangkap oleh aparat Bea dan Cukai di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura Tanjungpinang, pada Rabu (25/2/2015) sekitar pukul 19.00 WIB.

Kepala Kantor Pelayanan Pabean, Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Tanjungpinang, Hilman Satria mengatakan penangkapan dilakukan atas kecurigaan petugas X-Ray, pada seorang penumpang yang baru tiba dari Malaysia menggunakan ferry MV Marina Saputra dan membawa sebuah tas jinjing berisi mangkok melamin. (sumber Batam Today)

Belajar Pertanian Kepada Ahlinya
(Ir. Fathurahman)

Media Bawean, 3 Maret 2015





Siang hari ( 2/3/15) di desa Kebuntelukdalam. Sawah hijau menghampar bak permadani. Gemericik air dari pematang sawah mengalir merdu. Mendung tebal berarak di angkasa. Angin basah membelai wajah puluhan siswa MA Hasan Jufri yang sedang belajar ilmu pertanian kepada Ir. Fathurahman. Mantan kepala desa Kebuntelukdalam ini dikenal sebagai petani yang inovatif.

Ketekunannya membuahkan hasil yang gemilang. Beragam jenis sayuran dan buah-buahan ia hasilkan dari beberapa petak sawahnya. Seperti cabe,terong,kacang panjang,kolbis,sawi dan semangka dengan kualitas jempolan. Pada musimnya ia juga menanam padi seperti petani yang lain.

Para siswa belajar langsung mulai dari teknik pembibitan, perawatan, panen dan pemasaran. Ir. Fathurahman dengan telaten menjawab pertanyaan dari para siswa dan menunjukkan langsung contoh tanaman yang ada di sawah. “ Bawean ini tanahnya subur. Jika kita bisa memanfaatkan dengan baik maka kita tidak akan kekuarangan. Syaratnya harus tahu ilmunya. Jangan malu bertanya. Terus menanam dan belajar ” ujarnya.

Di tempat yang sama bapak Hijamudin, S.Pd (guru pendamping) menyampaikan harapannya kepada para siswa agar memanfaatkan waktunya untuk menanam sayuran di lahan kosong sekitar rumah. “Tanamlah sayuran di sekitar rumah kita. Paling tidak cukup untuk kebutuhan dapur sendiri. Ini konsep ketahanan pangan yang mulai ditinggalkan para pemuda. Yang riil bagi kita adalah bahwa semua kita butuh makan tiap hari. Jangan beli terus. Karena kita juga bisa menghasilkan” tutunya serius.

Diakhir pertemuan Ir. Fathurahman juga memberi nasehat kepada para siswa “ Menjadi petani itu sangat mulia. Petani memberi makan orang seluruh dunia” pungkas alumni fakultas pertanian UMM Malang ini.(kuncoro11)

Penegak Hukum Tak Serius
Warga Kepuhteluk Siap Aksi Demo

Media Bawean, 2 Maret 2015

Bagaimana kelanjutan kasus bantuan dana hibah dari Pemprov Jatim melalui Biro Administrasi Pembangunan (Biro AP) total Rp 360 juta itu, diperuntukkan Proyek Jalan Rabat Beton (PJRB) di tiga (3) titik. Masing-masing titik senilai Rp 120 juta ?

Abdul Wafi sebagai warga desa Kepuhteluk. kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik mengatakan kasus tersebut tetap lanjut dan menunggu keseriusan penegak hukum untuk memprosesnya sampai vonis di pengadilan.

"Bila 2 minggu kedepan, ternyata tidak ada tindakan dari aparat hukum maka aksi demontrasi akan dilakukan sebagai wujud keprihatinan warga atas proses hukum di NKRI,"tegasnya.

"Tidak ada kompromi soal kasus di Kepuhteluk, termasuk yang merasa kebal hukum juga diproses untuk kewibawaan hukum di Indonesia,"paparnya.

Menurutnya warga di desa Kepuhteluk bertanya-tanya soal kasus, sebab kasus ini sudah hampir sebulan lamanya menjadi buah bibir masyarakat, tapi sepertinya adem-adem saja kayak es didalam kulkas belum dikeluarkan.

Jalan sudah dibangun, apakah kasus masih ingin dilanjut? "Saya sudah melalukan pengukuran hasilnya tidak sesuai harapan warga,"jawabnya.

"Apakah proses hukum bisa dibatalkan bila pencuri mengembalikan barang yang dicuri?"balik Abdul Wafi bertanya.

"Saya siap untuk turun kejalan untuk melakukan aksi demo dengan mengerahkan sebanyak 100 orang warga Kepuhteluk,"tegasnya.

Apalagi menurutnya jalan yang sudah dibangun tenyata masih menanggung hutang semen sebanyak 170 sak yang belum dibayarkan, termasuk upah pekerja juga belum dibayar.

Perlu diketahui, kasus di Kepuhteluk sepertinya tidak ada proses hukum sehubungan mencokot banyak orang, dari Pulau Bawean sampai ke aparat Pemerintahan Propinsi Jawa Timur akan terjerat hukum, termasuk anggota dewan Propinsi Jawa Timur selaku pemberi proyek hibah juga akan terjerat. (bst)

Stop Balapan Liar Di Kawasan Barat
Warga Resah, Anak Muda Enjoy Aja

Media Bawean, 2 Maret 2015



Jalan Lingkar Bawean (JLB) di kawasan barat tepatnya di Sawahluar, desa Suwari, Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik menjadi ajang balapan sepeda motor.

Balapan sepeda motor di dominasi anak muda tak kenal waktu, kadang sore hari, juga waktu malam hari saat warga beristirahat. Ironisnya peserta balapan semakin liar dikarenakan aparat desa setempat sepertinya berdiam diri tidak ada tindakan tegas.

Komplotan balapan liar menggunakan sepeda khusus, mulai dari ban sampai knalpotnya divariasi. Wal hasil, ketika anggota Polsek Sangkapura menggelar operasi berhasil mengamankan 1 buah sepeda motor.
Moh. Nasir, warga setempat meminta ketegasan pihak berwajib termasuk aparat pemerintahan untuk membasmi pembalap liar yang meresahkan masyarakat. "Sudah hampir setahun tempat ini dijadikan ajang balapan oleh anak muda, sepertinya aparat diam tak punya nyali untuk memberantasnya,"katanya.

"Haruskah perbuatan anak muda yang kerap mengganggu kepada pengguna jalan dibiarkan,"ujarnya dengan tanda tanya.

Hal senada disampaikan Hasyim, ajang balapan di depan rumahnya sangat menganggu ketentraman warga. Apalagi menurutnya ketika balapan diadakan waktu malam hari saat warga menikmati istirahat.

Geramya Hasyim ditunjukkan dengan melempar kayu dan bambu ke tengah jalan saat balapan liar digelar. Itupun menurut tidak membuat kapok, terkadang menggelar yang lebih besar lagi.

Menurutnya, solusi terbagus aparat penegak hukum segara menggelar operasi, dan mengamankan seluruh sepeda motor yang digunakan untuk balapan liar.

Aiptu Bambang, Kanit Polsek Sangkapura ditemui Media Bawean ketika melakukan operasi di lokasi ajang balapan, mengatakan tidak ada ampun bagi pembalap liar bila nantinya tertangkap. "Balapan liar meresahkan warga, termasuk mengancam jiwa bagi mereka yang balapan,"tuturnya.

Perlu diketahui, kemarin salah satu peserta balapan liar mengalami kecelakaan tunggal saat melakukan pengetesan untuk memulai balapan. Korban kecelakaan tunggal sekarang masih dirawat di Balai Kesehatan Al Manar di Lebak. (bst) 

Popular Posts

 

© Copyright Media Bawean 2005 -2013 | Design by Jasa Pembuatan Blog | Support by Kang Salman | Powered by Bawean.Net.