Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
250x250

adsbybawean

Pemprov Jatim Janji Libas Nelayan Masker


Bimbingan dan teknis (bimtek) pengawasan pemanfaatan sumber daya perikanan dan kelautan yang digelar dinas perikanan dan kelautan provinsi Jawa Timur di desa Daun jadi ajang curhat nelayan. Para nelawan mengeluhkan masih banyak nelayan masker yang beroperasi. Atas keluhan ini dijanjian dalam waktu dekat digelar operasi menyisiran nelayan masker.

Rustam asal Daun meminta ketegasan aparat dalam menegakkan aturan, seperti larangan penggunaan kompresor oleh nelayan masker. Lantaran sudah jelas adanya larangan sesuai undang - undang nomor 45 tahun 2009. Nanum kenyataanya sampai sekarang masih tetap beroperasi. "Mereka bisa disamakan dengan penambal ban diatas laut, karena membawa kompresor sebagai alat untuk melakukan penyelaman,"paparnya.

Rustam menambahkan nelayan yang ada telah melakukan berbagai langkah pengaduan. Ini agar aturan tersebut bisa diberlakukan di Pulau Bawean. “Lalu kepada siapa kami harus melapor,"tanyanya dengan nada kesal.

Merespon harapan warga, Andriyono staf bidang kelautan pesisir dan pengawasan Dinas Perikanan Jawa Timur menyatakan siap untuk melakukan operasi di perairan laut Pulau Bawean. "Tunggu saja, nantinya akan dilakukan operasi kepada nelayan pengguna kompresor,"tegasnya.

Jika nantinya operasi mendapatkan tangkapan, maka pelakunya akan dijerat hukum sesuai undang-undang. Buktinya sudah banyak yang sudah dimeja hijaukan.

Iwan Wijaya sebagai keamanan laut di kabupaten Gresik mengakui ada sekelompok orang yang datang ke Bawean dan memperbolehkan nelayan masker beroperasi. Mereka adalah oknum. "Sekarang sudah diproses atas kesalahan yang dilakukan,".

Camat Sangkapura Abdul Adim mengaku terusik dengan adanya rombongan yang datang lalu memperbolehkan nelayan masker beroperasi. Padahal menurutnya muspika kecamatan Sangkapura sudah memutuskan larangan nelayan masker beroperasi sesuai undang-undang yang berlaku. (bst)

Tahan Ombak Hingga 2 Meter, Harganya Bervariasi


Jhukong adalah kendaraan yang digunakan oleh para nelayan untuk mencari ikan di laut, bentuknya berupa perahu kecil yang dilengkapi dua pengimbang dari bambu.

Abd. Rasyid asal Dukuh Sungairujing berprofesi sehari-hari sebagai sopir, diwaktu luangnya pergi ke laut dengan jhukong untuk mencari ikan dengan cara memancing.

Sebenarnya, menurut Abd. Rasyid, jhukong adalah kendaraan laut yang serba bisa, yaitu memancing, mengenus, termasuk mencari ikan tongkol. "Hasil tangkapan ikan memancing bermacam-macam, soal mendapatkan tangkapan ikan banyak atau sedikit tergantung rizqi kita masing-masing,"katanya.

Ketahanan terhadap tinggi gelombang sampai dua meter, terasa tidak mabuk disebabkan punya dua keseimbangan terbuat dari bambu disamping kanan dan kiri. "Pernah diterjang ombak setinggi dua meter, ternyata enak tidak sampai patah. Bila ombak sudah tiga sampai empat meter sudah tidak berani melaut,"paparnya.

Harganya jhukong bervariasi, ukuran kecil digunakan mencari ikan nus atau cumi-cumi seharga Rp.1 juta, jhukong agak besar seharga Rp. 5 juta dan jhukong paling bagus seharga Rp.10 juta.

Jhukong masa kini, jelas Abd. Rasyid sudah dilengkapi mesin, sehingga tidak capek mengayun dengan tangan. "Cukup praktis dan menyenangkan melaut menggunakan jhukong,"terangnya. (bst)

Produksi Ikan Pindang Bawean Meningkat



Pulau Bawean yang di kelilingi hamparan laut memiliki potensi perikanan yang luar biasa. Salahsatunya ikan pindang yang diproduksi warga Kampung Dedawang, Desa Telukjatidawang. Pada bulan-bulan ini, produksi ikan pindang dipastikan meningkat lantaran banyaknya jumlah stok ikan dari nelayan.

Hakam warga Dedawang menyatakan aktivitas pemindangan kembali ramai seiring musim ikan telah tiba. "Sekarang masih stabil harganya, ke depan bisa lebih murah bila hasil tangkapan nelayan tambah banyak," ujar dia.

Hal senada disampaikan Maniyah asal Pemegatan. Menurut dia, dirinya hanya bekerja membuat ikan pindang saat sedang musim ikan saja. Sebab, saat musim ikan produksi ikan pindang bisa mencapai puluhan ribu jarangan. “Kalau musim seperti ini biasanya produksinya meningkat tajam,” pungkasnya.

Sementara itu, Muzayyin warga Brondong Lamongan mengaku sudah berhari-hari berada di Pulau Bawean. Saat ini dirinya masih menunggu waktu untuk membeli ikan pindang untuk dibawa ke daratan Pulau Jawa. "Ikan pindang Bawean memang sangat enak sehingga laris dipasaran,” kata dia.

Dijelaskan, kalau membeli saat ini harganya masih cukup mahal. Sehingga, dirinya memilih menunggu cukup lama. “Sehubungan sekarang masih awal musim ikan, harganya masih tergolong mahal yaitu Rp. 6 ribu per jarangan (wadah ikan pindang)," katanya.

Jika musim ikan telah tiba, harga bisa turun sampai Rp 4 ribu. Sehingga, dirinya bisa meraup untung lumayan besar. "Sekali angkut ke Jawa bisa mencapai 2.000 jarangan," ujarnya. (bst)

Ratusan Rokok Ilegal Disita Bea Cukai Gresik



Petugas Bea dan Cukai Gresik menggelar operasi rokok ilegal di Pulau Bawean. Hasilnya, ratusan bungkus rokok ilegal disita dari pedagang di hampir seluruh toko yang ada di Pulau Bawean. "Ada ratusan bungkus rokok ilegal yang berhasil disita,"kata Adria Benget, Kasubsi penindakan dan sarana operasi Bea Cukai Gresik.

Operasi digelar mulai hari kamis (15/9) sampai jum'at (16/9) dengan menyisir seluruh toko yang ada dipinggir jalan lingkar Bawean. Diantaranya rokok yang berhasil disita bermerk Cahaya, HND, Surya Filter dan Global.

Menurut Adria operasi kedepan akan semakin gencar dilaksanakan di Pulau Bawean setelah ditemukan rokok ilegal di pasaran.

Selain berhasil menyita rokok tanpa cukai, petugas juga menemukan banyak rokok kadaluarsa yang masih dipajang. "Diantaranya rokok tahun 2014 yang masih dipasarkan,"ungkapnya.

Operasi ini sebagai aksi tindak lanjut sosialisasi beberapa bulan lalu. "Ternyata hasilnya masih banyak ditemukan rokok ilegal beredar di Pulau Bawean,"paparnya.

Banyak pedagang yang mengeluh atas operasi ini. Alasannya mereka hanya penjual kecil. "Sebaiknya juragan besarnya ditangkap, daripada pedagang kecil yang dirugikan,"ujarnya pedagang di Rujing desa Sungaiteluk. (bst)

Penataan Blok Cagar Alam dan Suaka Margasatwa Pulau Bawean


Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSD) Jawa Timur menggelar konsultasi publik review I penataan blok cagar alam dan suaka margasatwa Pulau Bawean.

Dalam pertemuan Ir. Indri Faulina kepala bidang konservasi wilayah II Gresik mengatakan ada beberapa obyek yang masuk kawasan konservasi di Pulau Bawean yang sekarang dijadikan obyek wisata, seperti danau Kastoba dan Pulau Noko. 

"Sebenarnya untuk memasuki kawasan tersebut dilarang, tapi karena dikunjungi sejak lama sehingga petugas tidak bisa mengambil tindakan tegas," katanya.

Untuk memasuki kawasan konservasi diwajibkan menggunakan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi).

Adapun untuk penurunan status seperti danau kastoba, sekarang masih dalam proses di Kementrian Kehutanan. "Memang merubah status tidak mudah, butuh waktu dan proses jangka panjang,"paparnya.

Pemkab Gresik melalui bappeda sudah melakukan langkah untuk penurunan status danau kastoba, namun sampai sekarang masih menunggu keputusan dari pusat. Menurutnya tidak benar jika BKSD menghambat untuk penurunan status, semuanya sudah diberikan untuk kemudahan dalam pengurusannya. "Sekarang saja status belum diturunkan sudah ramai dikunjungi oleh warga,"ujarnya.

Persoalan lainnya, Kafil Kamsidi kepala desa Paromaan mengaku bingung dengan status danau kastoba, sejak dijadikan obyek wisata di Pulau Bawean.

Lebih lanjut Kepala Desa Paromaan meminta untuk perburuhan babi diperbolehkan karena merugikan kepada petani yang bercocok tanam. Selain itu Suli kepdes Klompanggubuk meminta kepada BKSDA untuk memperjelas batasan tanah milik negara dengan tanah milik rakyat, alasannya seringkali warganya yang memotong kayu terlewat batas sehingga tersandung kasus hukum.

Sedangkan soal sumber air dalam kawasan, Abdus Salam kades Patar selamat meminta agar diatur secara baik sehingga tidak ada yang dirugikan. (bst)

Arsitek ITS Terjunkan Tim Teliti Dhurung


Pulau Bawean menyimpan hal-hal menarik bagi ilmuwan untuk menelitinya. Terbaru, tim arsitek Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya blusukan di Pulau Bawean. Mereka menelitik bangunan adat yang disebut dhurung.

Bangunan ini dahulu hampir ada disetiap depan rumah warga. Bentunya mirip joglo yang memiliki dua fungsi. Bagian atas untuk menyimpan hasil-hasil pertanian, dan bagian bawah bisa digunakan untuk pertemuan.

Namun saat ini keberadaannya mulai langka. Banyak yang telah rusak karena tidak terawat.

Andy Mappajaya koordinator penelitian mengatakan kegiatan penelitian bertujuan mengetahui secara detail tentang dhurung yang ada di Pulau Bawean. Diantaranya mendatangi banyak kampung seperti Candi Paromaan, Diponggo, Daun dan Pudakit Timur.

Menurutnya dhurung semakin berkurang disebab pemiliknya menjual untuk merenovasi rumah, dan keberadaannya juga sudah tidak diperlukan. “Kami juga akan meneliti asal usul dhurung di Pulau Bawean, serta kerangkanya seperti ukirannya juga diteliti,” katanya.

Harapannya ada generasi penerus pembuat dhurung di Pulau Bawean. Untuk keperluan penelitian, pihaknya telah membeli dhurung yang ada di Pulau Bawean untuk dilakukan penelitian lebih lanjut di Pulau Jawa.

Sementara itu, Rimnan Kepala Desa Pudakit Timur menyatakan dhurung di wilayahnya sudah mulai berkurang. Banyak yang dijual oleh pemiliknya.

Kedepan sudah diantisipasi agar dhurung yang ada tetap dipertahankan. (bst)

Ternyata Hidup Dalam Penjara Tidak Enak


Saat hari raya idul adha merupakan momentum untuk berkumpul bersama keluarga di rumah, Hadi (20 th.) sebagai tetangga percobaan pencurian dengan pemberatan mendekam di sel Polsek Tambak.

Hadi menyatakan kapok untuk mengulangi perbuatannya melanggar hukum. Menurutnya hidup dalam tahanan serba tersiksa tidak bisa berbuat apa-apa, hanya diam saja. "Ternyata hidup dalam penjara tidak enak"katanya.

Lebih lanjut Hadi mengakui perbuatannya melakukan percobaan pencurian dengan pemberatan. Walaupun sempat melarikan diri ke Jawa, akhirnya datang kembali ke Bawean untuk mengambil sepeda motor sewaan yang diamankan polisi. Ternyata kedatangannya, justru langsung dimasukkan ke dalam sel karena dilaporkan melakukan percobaan pencurian dengan pemberatan di desa Gelam.

AKP. Winaraji, SH. Kapolsek Tambak mengatakan tidak ada ampun kepada siapapun yang melakukan kejahatan di wilayahnya. "Proses hukum wajib lanjutkan, demi menjaga keamanan dan ketertiban di Pulau Bawean,"tegasnya. (bst)

Curi Tas Kosong, Pemuda Masuk Tahanan Polsek Tambak


Jajaran Polsek Tambak berhasil mengamankan pelaku percobaan pencurian dengan pemberatan. Pelaku melangkukan aksinya di desa Gelam Tambak. 
<br/><br/>
Pelaku yang tak lain, Hadi, 20 dari Gunungemas desa Lebak Sangkapura. Dia diketahui oleh korban bernama Asruri masuk kedalam rumah korban melalui jendela diruang tamu. Saat berada dalam kamar, pelaku langsung mengambil tas berwarna biru milik isterinya korban.

Mendengar korban mengetahui aksinya, pelaku membatalkan niatannya mengambil tas, lalu ditinggalkan diatas sound system. Dia langsung kabur melalui jendela.

Saat korban mengejar pelaku, ditemukan satu unit sepeda motor dibelakang rumah yang diduga milik pelaku.

Korban langsung melaporkan kasus percobaan pencurian dengan pemberatan ke kantor Polsek Tambak. Sebagai barang bukti, pihak kepolisian mengamankan satu unit sepeda motor yang dipergunakan oleh pelaku.

Ketika pelaku mendatangi kantor Polsek Tambak berniat mengambil sepeda motor yang ditahan, langsung polisi menangkap dan memasukkan kedalam sel tahanan.

Menurut Kapolsek Tambak AKP Winaraji, SH. sebelumnya waktu siang hari, pelaku masih berkaraoke di rumah korban. Lalu pelaku mendatangi rumah korban untuk mencuri uang dan emas. "Beruntung seluruh perhiasan dan uang yang ada didalam tas dipindahkan ke tempat yang aman,"katanya.

Jadi pelaku ketika mencuri mendapatkan tas kosong, sehingga dikembalikan lagi.

Pelaku dijerat pasal 363 ayat 2e jontu 53 KUHP tentang percobaan pencurian dengan pemberatan, ancaman hukuman kurungan selama 5 tahun keatas. (bst)

Kesadaran Warga Tinggi, Samsat Optimis Penuhi Target


Kantor Samsat Bawaan mendulang hasil pajak kendaraan bermotor sangat signifikan. Ini membuktikan kesadaran warganya sangat tinggi untuk melaksanakan kewajibannya.

Deny Dwikoranto kepala Samsat Bawean mengatakan animo masyarakat untuk membayar pajak kendaraan bermotor tinggi.

Terhitung sejak Januari sampai Agustus sebanyak 8.037 unit kendaraan bermotor area lokal dengan nominal sebesar Rp.2,07 Miliar sudah terbayar di kantor Samsat Bawean. Sedangkan area lain atau link sebanyak 224 unit dengan nominal Rp.106 juta. Total keseluruhan pendapatannya pajak sebesar Rp.2,17 Miliar.

”Target tahun ini sebesar Rp.3,5 miliar sedangkan tahun lalu sebesar Rp.3,1 miliar,"katanya.

Lebih lanjut bapak mempunyai 2 anak asal Surabaya menyarankan kepada seluruh warga Pulau Bawean untuk memanfaatkan pemutihan yang sudah dimulai tanggal 5 September sampai 3 Desember 2016.

"Silahkan manfaat program Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang membebaskan denda bagi kendaraan roda dua dan empat berplat kuning dan hitam,"ujarnya. (bst)

Kampung Inggris di SMP - SMA Islamiyah Tambak




SMP dan SMA Islamiyah Tambak melaunching Kampung Inggris. Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan warga Pulau Bawean berbicara bahasa asing. Selama ini warga Bawean yang ingin mahir berbahasa inggris harus mengikuti kursus ke Pare Kediri.

Abdul Khaliq kepala sekolah SMA Islamiyah Tambak mengatakan salah satu ciri sekolah yang baik itu adalah sekolah yang tidak pernah sepi dari kegiatan, baik kegiatan akademik maupun kegiatan nonakademik. Kampung inggris akan menambah gerak aktifitas sekolah. Sekaligus untuk memenuhi kebutuhan warga Bawean yang ingin mahir berbahasa Inggris.

"Sekolah yang baik itu tidak menutup diri terhadap tuntutan zaman, dan mau bekerjasama dengan pihak-pihak lain atau lembaga - lembaga lain untuk kemajuan pendidikannya,"katanya dalam sambutan.

Lebih lanjut dikatakan sekolah senantiasa berinovasi. Dan , selalu berusaha melakukan pembaharuan, agar peserta didiknya tidak merasa bosan. Inilah yang tengah dilakukan oleh lembaga pendidikan yang dipimpinnya. “siswa agar percaya diri dalam berkomunikasi dengan orang lain, baik dengan bahasa Indonesia maupun dg bahasa asing, terutama bahasa Inggris,” katanya.

Untuk menunjuang kemajuan kampung inggris, SMP SMA Islamiyah hari ini , mendatangkan pakar pendidikan, khususnya praktisi bahasa Inggris.

Menurut Khaliq bahasa Inggris menjadi kebutuhan. Buktinya, para calon pelaut Bawean yang akan bekerja di kapal asing , biasanya, memperdalam bahasa Inggrisnya di Pare, Kediri. Mereka belajarnya di Kampung Inggris, Pare, Kediri. Juga di berbagai bidang kini wajib berbahasa inggris. Sayang bila warga Bawean harus jauh keluar daerah untuk belajar bahasa Inggris. (bst)

Pacu Kreatifitas Ibu-Ibu, Desa Sawahmulya Gelar Lomba Tumpeng


Pemerintah Desa Sawahmulya Sangkapura menggelar tasyakuran dan peringatan bulan bhakti gotong royong tahun 2016 di balai desa, Rabu (7/9).

Hadir Muspika kecamatan Sangkapura bersama warga. Menariknya dalam kegiatan juga digelar lomba tumpeng antar dusun di desa Sawahmulya.

Hasan Ansari kepala desa Sawahmulya dalam sambutannya menyampaikan keberhasilan desa dalam pembangunan selama satu tahun. Juga dijelaskan secara transparan penggunaan dana desa di Sawahmulya. Sebagai wujud syukur, maka dilakukan kegiatan do'a bersama dengan membaca surat yasin dan istighosah yang dilanjutkan ceramah agama.

Menurutnya dana desa yang sudah diterima manfaatnya sangat besar untuk pembangunan di desa. Selain itu alokasi anggaran juga diserap untuk kebutuhan operasional kantor balai desa, serta gaji perangkatnya.

Sedangkan anggaran selamatan desa, juga anggaran diserap melalui dana desa.

Lomba tumpeng digelar, tujuannya menurut Hasan Ansari agar kaum ibu punya kreatifitas yang tinggi dalam memasak makanan. "Lomba ini dinilai oleh juri berasal dari UPT Puskesmas Sangkapura, yaitu dokter dan ahli gizi,"katanya.

Terpilih sebagai pemenangnya yaitu dusun Kebunlaut juara I dan Dayabata sebagai juara II, serta Kebundaya sebagai juara III. (bst)

MAK Hasan Jufri Praktek Memulasara Jenazah


Sebagai jurusan unggulan, Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK) Hasan Jufri Lebak Sangkapura rutin melaksanakan praktek pembelajaran. Seperti siang kemarin, mereka mengadakan praktek memulasara jenazah. Kegiatan ini dikuti oleh 26 siswa dengan tiga guru pembimbing, yaitu Muhammad Yusuf, Nur Qamari dan Abdul Hadi.

Praktek ini dimulai dari memandikan jenazah, mengkafani, menshalati dan tata cara menguburkan. Saat praktek memandikan jenazah, para siswa ditunjukan tata caranya secara detail. Mulai bila ada najis yang menempel, mayit yang melepuh kulitnya sampai mayit yang meninggal karena penyakit menular. Begitu pula ketika membungkus dengan kain kafan 3 lapis, memberi serban dan cara mengikatnya.

Saat praktek, para siswa aktif bertanya tentang berbagai kemungkinan. Karena realita di masyarakat, ada banyak kejadian yang terkadang luput dari pengajaran di kelas. Para pembimbing melayani semua pertanyaan dari siswa dengan antusias.

Menurut Nur Qamari, para siswa didorong untuk bertanya sebanyak-banyaknya supaya tidak kaget bila ada kejadian yang tak terduga di kemudian hari nanti. “ Praktek memulasara jenazah ini adalah riil di kampung. Para siswa harus menguasainya,”ujarnya.

Di samping praktek mumalasara jenazah, siswa MAK Hasan Jufri juga praktek menjadi bilal shalat Jumat. Kegiatan ini dimulai Jumat pertama di bulan September ini. Praktek ini dimaksudkan untuk melatih mental dan kemampuan siswa dalam mata pelajaran fiqh. Direncanakan, tiap jumat para siswa akan mendapat kesempatan menjadi bilal Jumat di masjid di kecamatan Sangkapura. (bst)

PBS Salurkan Bantuan untuk Pendidikan di Bawean


Perkumpulan warga Bawean di Singapura yang tergabung dalam Persatuan Bawean Singapura (PBS) menyalurkan bantuan untuk lembaga pendidikan dan masjid.

Diantaranya bantuan disalurkan kepada Yayasan Pendidikan Mambaul Falah Tambilung sebesar Rp.11 juta, Yayasan Syech Maulana Umar Mas'ud sebesar Rp.10 juta, SMA Umar Mas'ud sebesar Rp.10 juta dan Takmir masjid Sa'adatuddarain Sangkapura sebesar Rp.10 juta.

Faizal Wahyuni Presiden PBS dalam sambutannya mengatakan sumbangan yang disalurkan merupakan hasil pengumpulan sumbangan dari warga Bawean di Singapura. Harapannya sumbangan yang disalurkan bisa meningkatkan keberhasilan pendidikan di Pulau Bawean. "Agar nantinya bisa mencetak generasi penerus yang siap mendukung untuk kemajuan Pulau Bawean,"ujarnya.

Selain itu juga diserahkan bantuan untuk masjid jami' Sa'adatuddarain agar bisa dimanfaatkan untuk keperluan masjid di Pulau Bawean. (bst)

PBS Minta Suguhkan Kesenian, dari Dhungka hingga Mandailing


Warga Bawean mendapat tamu istimewa. Mereka berasal dari Singapura yang tergabung dalam Persatuan Bawean Singapura (PBS). Organisasi ini wadah bagi warga keturuanan Bawean yang saat ini tinggal di negeri Singapura.

Rombongan PBS selama 4 hari di Pulau Bawean dipimpin langsung Presiden PBS, Faizal Wahyuni. "Ada 41 orang yang berkunjung ke Pulau Bawean,"kata Morni Sulaiman Sekretaris PBS.

Kunjungan dalam rangka silaturahmi bersama tokoh dan keluarganya di Pulau Bawean. Selain itu juga digelar berbagai kegiatan seperti semalam menampilkan kesenian asli, serta perlombaan permainan anak dan maulid nabi sesuai tradisi yang ada.

Tujuannya berkunjung menurut Morni, selain bersilaturahmi juga ingin mengetahui lebih dekat kesenian dan budaya Pulau Bawean. Melalui kunjungan ini diharapkan bisa mempromosikan wisata kepada seluruh anggota PBS di Singapura.

Cuk Sugrito budayawan Bawean menyambut baik adanya kunjungan PBS di Pulau Bawean. "Mereka berkunjung minta pertunjukan kesenian Bawean seperti kercengan, bata'ah, pencak silat, dhungka, mandailing, samman, korcak dan zamrah,"terangnya.

Sebenarnya ini layak ditiru oleh warga Bawean lainnya yang berada di berbagai daerah maupun mancanegara.

Melalui berbagai kegiatan yang digelarnya, Cuk Sugrito berharap bisa memajukan Pulau Bawaan sebagai daerah tujuan wisata di Jawa Timur. (bst)

Ulama Bawean Dukung Pengembangan Wisata, Asalkan Sesuai Syariah


Para ulama di Pulau Bawean akhirnya mendukung rencana pemerintah untuk melakukan pengembangan wisata. Ini setelah mereka bertemu dengan Wakil Bupati Gresik Moh Qosim beberapa waktu lalu. Kemudian, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bawean melakukan kesepakatan dengan UPT Pariwisata.

KH Abdul Latif ketua MUI kecamatan Sangkapura mengatakan ada empat hasil rapat terkait pengembangan pariwisata di Bawean. Diantaranya melakukan penantaan dimulai dari sekarang untuk mendukung program pengembangan pariwisata oleh pemerintah.

“Melalui penataan diharapkan seluruh wisatawan yang berkunjung mendapatkan pelayanan terbaik selama berada di Pulau Bawean,” ujarnya, kemarin.

Selanjutnya pemerintahan desa diharap agar membuat peraturan desa (perdes) terkait pengembangan pariwisata di wilayahnya masing-masing. Selain perdes, adanya dana desa bisa dialokasikan maksimal untuk pembangunan pariwisata. “MUI berharap agar pengembangannya pariwisata syariah atau wisata halal,” kata dia.

Sementara itu, Imron Rasyidi, Kepala UPT Pariwisata Bawean membenarkan adanya kesepakatan bersama MUI tentang pengembangan pariwisata di Pulau Bawean. "Hasil ini masih belum menjadi keputusan, selanjutnya akan dimusyawarahkan bersama Muspika di Pulau Bawean,"pungkasnya. (bst)

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean