Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
250x250

adsbybawean

Waspada, Ada Pencurian Sepeda motor di Pudakit Timur


Mirul warga Pudakit Timur Sangkapura kehilangan sepeda motor jupiter berwarna merah hitam tahun 2009 pada hari jumat malam sabtu (13/1) yang diparkir didepan rumahnya.

Sudirman mewakili pihak keluarga membenarkan hilangnya sepeda motor milik Mirul yang diparkir di depan rumahnya. "Baru diketahui hilang pada sabtu dini hari tepatnya jam 01.00 WIB. (14/1).

Kasus hilangnya sepeda motor, menurut Sudirman sudah dilaporkan ke kantor Polsek Sangkapura. "Diterima oleh Kanit Polsek ketika melaporkan kehilangan sepeda motor,"katanya.

Harapannya pihak kepolisian bisa mengungkap dan menangkap pelaku pencurian sepeda motor, sehubungan korban masih sangat membutuhkannya.

Aiptu Besuki Kanit Polsek Sangkapura membenarkan adanya laporan kasus pencurian sepeda motor di desa Pudakit Tidak. "Sampai sekarang pelaku dan sepeda motor belum ditentukan,"jawabnya singkat. (bst)

Mengamuk, 2 Tempat ATM BRI Dilempari Batu



Khairul (25 th.) seorang pemuda asal dusun Menara desa Gunungteguh kecamatan Sangkapura yang diduga mengalami stress berat, melakukan aksi pengrusakan dengan melempar batu ke dinding kaca mesin ATM Bank BRI di kantor unit Kotakusuma dan ATM Bank BRI di Alun-Alun Sangkapura, sebelumnya juga melakukan aksi yang sama dengan melempar batu memecahkan kaca pintu penjagaan masuk Pelabuhan Bawean.

Aksi pemuda yang baru datang dari Malaysia dilakukan pada waktu pagi hari, rabu (18/1).

Sehubungan adanya pengrusakan, langsung anggota Polsek Sangkapura mendatangi TKP dan pelaku langsung pulang dengan naik sepeda motor.

Joko Indaryanto kepala Bank BRI Unit Kotakusuma membenarkan adanya aksi pengrusakan di dua tempat mesin ATM, di kantor BRI Unit Kotakusuma dan Alun-Alun Sangkapura.

Sehubungan kondisi pelaku diduga kurang sehat akalnya, maka pihak Bank BRI setelah didatangi pihak keluarga bersedia menyelesaikan denga secara kekeluargaan. Adapun penyelesaiannya, menurut Joko, pihak keluarga akan mengganti kaca yang dipecah oleh pelaku.

Sementara aksi pengrusakan kaca di pintu masuk Pelabuhan, menurut Muhammad Yasin petugas Syahbandar Bawean menyatakan tidak akan menuntut secara hukum sehubungan kondisi pelaku kurang sehat pikirannya. Kepada keluarga meminta agar pelaku segera diamankan, khawatir mengancam keselamatan orang lain. (bst)

Akhiri Tugas, Kapolres Gresik Kunjungi Pulau Bawean


Kapolres Gresik AKBP Adex Yudiswan mengakhiri tugasnya melakukan kunjungan ke Pulau Bawean, rabu (17/1). Tujuannya meresmikan asrama Polsek Sangkapura dan memberikan pembekalan kepada pendaftar SIM di Pulau Bawean.

Dihadapan tokoh Pulau Bawean, Kapolres Gresik mengatakan awal menjabat sekitar 7 bulan yang lalu sudah berkunjung ke Bawean. "Sekarang mengakhiri tugasnya juga melakukan kunjungan kembali,"katanya.

"Dahulu ketika berkunjung kondisi asrama Polsek Sangkapura sangat memprihatinkan, diantaranya kondisi bangunan tidak layak juga atapnya bolong. Tapi sekarang, berkat kerja keras AKP Arif Rasyidi sebagai Kapolsek Sangkapura bersama pengusaha sebagai donatur, akhirnya kondisinya sangat bagus dan layak sebagai asrama polisi,"terangnya.

AKBP Adex Yudiswan memohon maaf bila ada kelangkaan kekurangan ataupun kesalahan selama menjabat Kapolres Gresik. "Sekarang sudah pindah tugas sebagai Waka di Polres Metro Jakarta Barat. Kembali keasalnya, sebab dahulu bertugas sebagai kanit narkoba dan mendapatkan pangkat AKP disana,"jelasnya.

Lebih lanjut Kapolres Gresik yang didampingi istrinya menyatakan sangat ingin memiliki rumah atau tempat tinggal di Pulau Bawean. Alasannya, Pulau Bawean sebagai daerah yang aman, warganya rukun dan pemandangannya sangat indah. "Harapannya marilah kita jaga kondisi keamanan dan ketertiban di Pulau Bawean,"ajaknya.

Setelah sambutan, Kapolres Gresik meresmikan asrama Polsek Sangkapura didampingi Kapolsek Sangkapura dan Kapolsek Tambak, serta Camat Sangkapura, juga Ketua PCNU Bawean. (bst)

Pengurusan SIM Bakal Digelar di Pulau Bawean


Kabar gembira bagi warga Pulau Bawean, khususnya bagi pengendara sepeda motor yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Rencananya Santalantas Gresik, tanggal 9 Januari 2017 akan menggelar ujian tulis dan praktek langsung diselenggarakan di Pulau Bawean.

AKP Arif Rasyidi Kapolsek Sangkapura mengatakan proses pembuatan SIM untuk ujian tulis dan praktek langsung diadakan di Bawean. "Harapannya agar pengguna kendaraan bermotor yang meliputi roda dua dan empat yang belum memiliki SIM agar memanfaatkan adanya pelayanan ini,"katanya.

Bagi yang ingin mendaftar menurut Kapolsek yang sebentar lagi memasuki masa pensiun, agar segera mendaftarkan diri di kantor Polsek Sangkapura. Adapun persyaratannya sudah berusia 17 tahun dan memiliki identitas KTP.

Rencananya sebelum ujian digelar, pihak polsek akan menggelar pendidikan khusus bagi para pendaftar agar nanti bisa lulus saat ujian. "Materinya terkait undang-undang lalu lintas,"paparnya.

Sedangkan tempat ujian tulis dilaksanakan di Gedung Nasional Indonesia (GNI) dan ujian praktek di Alun-Alun Sangkapura. (bst)

Mahasiswi asal Gili Berprestasi di Ibu Kota Jakarta



Nanik Ijawati (20 th.) asal Pulau Gili desa Sidogedungbatu Sangkapura, mahasiswa Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta program sastra Arab dinobatkan sebagai mahasiswa berprestasi tahun 2015 - 2016.

Tahun sebelumnya Nanik juga dinobatkan dengan prestasi yang sama. Adapun prestasi yang diraihnya, menurutnya keberhasilan dari belajar ketika nyantri di Pondok Pesantren Hasan Jufri Lebak. "Melalui ilmu pengetahuan yang didapat selama mondok, akhirnya dikembangkan ketika aktif kuliah,"katanya.

Keberhasilan Nanik merupakan kebanggaan bagi warga Pulau Bawean, apalagi selama menekuni perkuliahan sampai sekarang sudah semester V tidak pernah membebankan kepada orang tuanya. "Saya berangkat ke Jakarta berkat petunjuk dan arahan Guru Indonesia Mengajar, saat semester pertama mendapatkan bea siswa Pemkab Gresik. Selanjutnya memperoleh bea siswa melalui bidik misi sampai sekarang ini,"paparnya.

Menyadari tujuan mencari ilmu ke ibu kota, Nanik mempunyai tekad yang kuat untuk selalunya belajar.

"Selama di Jakarta belum pernah meminta uang kepada ibuku yang sekarang merantau ke Malaysia untuk membiayai adikku yang masih sekolah tingkat SMP dan SD,"ujarnya.

Sedangkan ayahku sudah meninggal dunia sejak saya masih sekolah MTs Hasan Jufri Lebak. "Melalui bantuan Guru Indonesia Mengajar, walaupun hidup dalam kondisi ekonomi dalam kekurangan sehingga bisa melanjutkan kuliah,"ungkapnya. (bst)

Kesenian Dikker Mulai Menghilang di Bawean


Memperingati maulid nabi di Pulau Bawean, ternyata ada tradisi kesenian yang selalunya ditampilkan tempo dulu ternyata sekarang mulai menghilang. Dikker adalah kesenian asli Bawean yang dahulunya selalu ditampilkan dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Hasbullah mantan kepala desa Gunungteguh mengatakan tradisi kesenian dikker sudah mulai dihilangkan oleh warga Bawean. Padahal menurutnya, kesenian dikker merupakan warisan nenek moyang yang dahulunya sering kali tampil.

"Sekarang hanya beberapa kampung saja yang menampilkan dikker, sepertinya hanya hitungan jari saja,"katanya.

Sedangkan merayakan maulid nabi di Gunung Teguh hukumnya wajib untuk menampilkan kesenian dikker mengawali kegiatan peringatan maulid di kampung.

Lebih lanjut Hasbullah menyatakan dikker adalah kesenian asli Pulau Bawean, tapi sekarang sudah mulai hilang dikarenakan kurang keperdulian warganya. "Seperti peralatannya sekarang sudah mulai langka, untuk membuatnya juga kesulitan,"ungkapnya. (bst)

PSB Gandeng STIESIA Surabaya Pengembangan Ekonomi Bawean





Organisasi tersebut berkantor di Graha Agung A 2B Jl. Jaksa Agung Suprapto Kabupaten Gresik. Sebagai Ketua Umum PSB yaitu Ir. Asyari, M.M dan sebagai Sekjen adalah Akhmad Fatah Yasin, ST., IAI.


Dalam kiprahnya PSB memiliki berbagai kegiatan yang ditujukan kepada masyarakat Pulau Bawean guna menggali potensi perekonomian masyarakat Pulau Bawean baik potensi alam maupun Sumber Daya Manusia (MSDM).

Pada kesempatan ini PSB melaksanakan kegiatan sosial berupa pelatihan UKM yang ada di Pulau Bawean yaitu kegiatan Pengabdian Masyarakat di Kecamatan Sangkapura dan Kecamatan Tambak pada tgl 20-21 Desember 2016.

Guna merealisasikan kegiatan tersebut PSB bekerja sama MOU dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya dan sebagai Ketua STIESIA yaitu Dr. Akhmad Riduwan, S.E., M.S.A., AK. CA. Kegiatan tersebut PSB berperan aktif dan berkolaborasi dengan kampus yang memiliki potensi membina/pendampingan dalam memberikan pembekalan kewirausahaan dengan mengubah pola pikir atau mindset bagi pelaku usaha yang dijalankan, pembuatan design kemasan dan labeling produk yang ada.

Narasumber pelaksana kegiatan UKM dan juga sebagai Wakil Sekjen Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan UKM dalam Organisasi PSB tersebut adalah Dr. Asmara Indahingwati, S.E., S.Pd., M.M dan Novianto Eko Nugroho, S.E., M.PSDM.

Tujuan Pengabdian Masyarakat yaitu mengembangkan kegiatan kewirausahaan, menumbuhkan jiwa usaha, menambah wawasan Ilmu Pengetahuan dan Keuangan, menambah citra positif dalam berkarya.

Asmara Indahingwati, dosen STIESIA mengatakan manfaat dari kegiatan yaitu menambah rasa kepedulian terhadap lingkungan, memperoleh hubungan baik dan citra positif dari masyarakat, mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru dibidang ekonomi, membantu pemerintah untuk merealisasikan pemerataan ekonomi rakyat, dan membantu masyarakat untuk mengembangkan potensi daerahnya serta sebagai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki kemampuan untuk mengelola usahanya agar menjadi semakin berkembang ke depannya.

Adapun sasaran, menurutnya penduduk dari desa-desa di Pulau Bawean yang memiliki usaha kecil menengah yang sedang berkembang. Sesuai target jumlah peserta pengabdian masyarakat ini sebanyak kurang lebih 75 orang. "Diharapkan kegiatan ini akan menambah wawasan berkarya dan berkelanjutan, untuk itu mengharapkan pembinaan dari PSB yang berdampingan dengan kampus STIESIA Surabaya menghasilkan usaha rakyat yang berada di Kepulaun Bawean Kabupaten Gresik,"pungkasnya. (bst)

Menerima Bantuan Sollar Cell Untuk Belajar


Pulau Gili desa Sidogedungbatu kecamatan Sangkapura berpenduduk 700 kepala keluarga.

Untuk listrik tenaga diesel, tiap bulannya warga harus membayar Rp. 70 ribu sampai Rp.110 ribu dengan waktu nyala dari jam 18.30 WIB - 22.00 WIB.

Mengatasi persoalan kekurangan listrik di Pulau Gili, Korea Green Foundation mitra Ecoton memberikan bantuan 100 unit sollar cell untuk proses belajar anak-anak disana.

Sumarno kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) kabupaten Gresik membenarkan adanya bantuan listrik tenaga surya untuk anak pelajar di Pulau Gili. "Bantuan tersebut berasal dari LSM yang disampingi BLH dalam penyalurannya kepada warga yang menerimanya,"katanya.

Abdul Wahed kepala dusun Pulau Gili mengatakan bantuan sebanyak 100 unit sollar sell diperuntukkan bagi siswa yang ekonominya tidak mampu. "Dari 155 siswa SD di Pulau Gili, hanya 100 siswa yang menerimanya,"paparnya. (bst)

Kades Gembira, Sinyal HP Masuk Wilayahnya


Telkomsel sebagai layanan jasa telekomunikasi terbesar di Indonesia, berencana menambah BTS sebanyak 5 titik di Pulau Bawean. Salah satunya di desa Dekatagung kecamatan Sangkapura.

Zuhri kepada desa Dekatagung mengaku sangat gembira menyambut masuk sinyal handphone diwilayahnya. "Ini yang ditunggu-tunggu oleh warga sejak lama, alasannya sinyal termasuk kebutuhan sangat diperlukan untuk kelancaran komunikasi,"katanya.

"Selama ini warga, termasuk saya sendiri selalunya mencari sinyal untuk berkomunikasi. Jika handphone dibawah pulang, bila dihubungi tentunya sudah tidak aktif sehubungan belum terkangkau sinyal,"paparnya.

Masuknya sinyal hp di desa Dekatagung, Zuhri menjamin akan meraup banyak keuntungan. "Hampir 75% warga sebagai pengguna handphone,"ungkapnya.

Adapun komunikasi yang sering dihubungi oleh warga, diantara keluarganya yang berada di Malaysia ataupun hubungan sesama warga itu sendiri. (bst)

Terumbu Karang Rusak Ulah Nelayan Bawean


Pulau Bawean sebagai ikon pariwisata di Jawa Timur, ternyata tanpa mendapatkan dukungan sepenuhnya dari warganya. Buktinya terumbu karang yang layak dilestarikan sebagai pemandangan bawah laut dirusaknya dengan pemasangan bubu alat tangkap ikan dan potasium.

Leo Rahman asal desa Daun membeberkan hasil temuannya bahwa terumbu karang yang spotnya di kawasan Jhulpok dekat Pulau Gili mengalami kerusakan yang sangat parah.

Dibuktikan warga terumbu karang berwarna putih, itu dari adanya potasium. "Terumbu karang yang dibangga-banggakan sekarang sudah banyak rusak,"ungkapnya.

Sesuai informasi dari pemilik klotok asal Pulau Gili, menyatakan pelakunya berasal dari Pulau Bawean, bukan orang luar.

Zaini UPT Dinas Kelautan Perternakan dan Perikanan Bawean membenarkan adanya terumbu karang banyak yang rusak akibat ulah nelayan setempat. "Sosialisasi sudah dilakukan, ternyata warga tetap membandel sehingga banyak yang rusak,"paparnya.

Untuk penegakan hukum menurut Zaini, itu kewenangan UPT Pelabuhan dan Konservasi Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Bawean, serta Pol Air yang ada di Pulau Bawean.

Mufid Supriyanto, Kasi Operasional Pelabuhan UPT Pelabuhan dan Konservasi Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Bawean merespon adanya kerusakan terumbu karang menyatakan akan segera melakukan lidik terlebih dahulu. "Jika terbukti ada kerusakan, maka operasi segera dilakukan,"pungkasnya. (bst)

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean