Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1439 H.

adsbybawean

Manajemen Kapal Cepat Ekspress Bahari Layangkan Protes Jadwal Baru


Imbas adanya tambahan kapal cepat Blue Sea Jet, membuat manajemen kapal cepat Ekspress Bahari kembali melayangkan surat protes ke Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik. Mereka meminta Dishub untuk mengembalikan jadwal pelayaran ke Pulau Bawean seperti semula.

Sebelumnya, pelayaran ke Pulau Bawean setiap harinya dilayani secara bergantian, menggunakan dua kapal cepat. Yakni, Ekspress Bahari dan Natuna. Namun, setelah kedatangan kapal baru Blue Sea Jet, jadwal pelayaran dirubah.

Dengan jadwal yang baru, maka setiap hari salah satu dari tiga kapal tidak bisa berlayar. Kondisi inilah yang diprotes Bahari Ekspress. Sebab, jadwal mereka berlayar menjadi berkurang dari biasanya. “Kalau seperti ini apa manfaatnya ada kapal baru. Kalau akhirnya pelayaran Bawean tetap seperti sebelumnya,” tutur Kepala Cabang (Kacab) Kapal Cepat Ekspress Bahari Gresik Revan, Minggu (16/6/2019).

Menurutnya, seharusnya keberadaan kapal baru bisa menambah intensitas pelayaran Gresik-Bawean. Sehingga, masyarakat bisa semakin terlayani. Tapi kenyataannya dengan adanya kapal baru tersebut malah mengurangi jatah pelayaran kapal.

“Kami sudah mengusulkan agar jadwal tetap seperti semula. Sedangkan kapal baru bisa melayani pada siang hari,” paparnya.

Secara terpisah, menanggapi hal ini, Kepala Dishub Kabupaten (Dishub) Gresik Nanang Setiawan mengatakan pada rapat terakhir Jumat lalu memang ada dua opsi. Pertama, dengan menambah jadwal pelayaran. Konsekuensinya, penumpang masing-masing kapal bisa berkurang.

“Dari dua opsi itu manajemen Ekspress Bahari sama-sama menolak. Padahal, pihaknya harus secepatnya mengambil keputusan karena pelayaran arus mudik dan balik Lebaran sudah selesai,” pungkasnya.

Aturan Tidak Ditaati, Budaya Ngoleleng jadi Ajang Perkelahian Warga


Ngoleleng Pulau Bawean termasuk tradisi turun menurun dari nenek moyang, yang dahulu kala berkeliling dengan berjalan kaki tapi sekarang mengendarai roda dua dan empat.

Sehubungan budaya ngoleleng seringkali mengganggu ketentraman warga, diantaranya menaiki roda empat yang dilengkapi sound system dengan berjoget ria. Muspika di Pulau Bawean membuat aturan dilarang membawa sound system ketika berkeliling menaiki kendaraan roda empat. Ironisnya aturan yang diterapkan sejak beberapa tahun, pada lebaran tahun ini sepertinya kurang mendapat respon dan dilanggarnya.

Akibatnya, terlihat kebebasan bagi peserta keliling dengan berjoget ria, serta menimbulkan kekacauan dibeberapa tempat.

Muhammad Zainuddin, Plt Camat Tambak mengaku heran dengan adanya aturan yang tidak ditaati oleh warganya, padahal sudah disampaikan melalui kepala desa masing-masing. "Aturan larangan keliling menggunakan sound system ketika keliling pasca lebaran sudah disampaikan melalui kepala desa,"tegasnya.

Lebih lanjut Zainuddin memiliki beberapa kesimpulan terkait aturan yang tidak dipatuhi oleh warganya, kemungkinan kepala desa tidak menyampaikan kepada warganya sehubungan waktu saat ini menjelang pelaksanaan pemilihan kepala desa. "Ada kemungkinan bila aturan ini diterapkan menyebabkan kepala desa tidak mendapatkan simpati,"katanya.

Hal senada disampaikan Syamsul Arifin Plt Camat Sangkapura menyatakan aturan larangan membawa sound system sudah dibuatnya, tapi masih dilanggarnya. Termasuk adanya tawuran di desa Dekatagung juga diakuinya. (bst)

Semarak Pawai Takbiran di Kecamatan Tambak





Menyambut malam hari raya idul fitri 1440 H. warga kecamatan Tambak Pulau Bawean menggelar takbir keliling. Tampil dengan berbagai macam hiasan dalam rangka semarak menyambut hari kemenangan.

Zainuddin Plt Camat Tambak mengatakan takbir keliling merupakan tradisi warga kecamatan Tambak yang dirayakan setiap malam hari raya idul fitri.

Menurutnya takbir keliling diikuti warga dengan pawai bersama membawa hiasan yang menarik ditonton. "Pelaksanaan pawai takbir dilaksanakan dengan aman dan tertib,"katanya.

Dalam pawai menurutnya tidak dilombakan atau difestifalkan, alasannya seluruh peserta pawai tampil dengan sama- sama baik dan sempurna. (bst)

Inilah Nama Bakal Calon Kepala Desa di Kecamatan Tambak


Bakal Calon Kepala Desa di kecamatan Tambak Pulau Bawean Kabupaten Gresik, sebagai berikut :

Desa Tambak
1. Sundusiyah
2. Mustain

Desa Diponggo
1. Muhammad Salim
2. Kiki Dzikriyah

Desa Kepuhteluk
1. Tamyiz
2. Mujiburrahman
3. Marfai
4. Hakam

Desa Gelam
1. Samyadi
2. Maliki

Desa Sukalela
1. Subainin
2. Suhadak
3. Suliyah

Desa Telukjatidawang
1. Makmun
2. Fahrurrazi
3. Mashuri
4. Muhammad SE

Desa Kepuhlegundi
1. Samsuddin
2. Nurwan
3. Marwan

Desa Sukaoneng
1. Abdul Hayyi
2. Abdurrahman
3. Saleh
4. Muzayyin

Desa Tanjungori
1. Agus Salim
2. Ahmad Rizki Andrian
3. Muhammad Alim
4. Jumali
5. Dari Nazar
6. Nurahli
7. Muhsinin

Desa Grejek
1. Muhajir
2. Multazam

Desa Kelumpanggubuk
1. Suli
2. Abdul Rahim
3. Sunariyah
4. Musriyanti


Inilah Nama Bakal Calon Kepala Desa di Kecamatan Sangkapura


Bakal Calon Kepala Desa di kecamatan Sangkapura Pulau Bawean Kabupaten Gresik, sebagai berikut :

Desa Kumalasa
1. Hariri
2. Idham Cholik, S.Pd
3. Mu'jizad S.Pd.I

Desa Lebak
1. Fadal
2. H. Tuffa
3. Junaidi Tasmi

Desa Bululanjang
1. Umar
2. Alaniyah

Desa Kotakusuma
1. Wahib Basya, S.Sos
2. Samsuddin
3. Moh. Nur Cholis
4. Ahmad Ruben, SH.
5. Sur'ali

Desa Sawahmulya
1. Hasan Ansari
2. Muhammad Muhiddin
3. Raden Muhammad Nur

Desa Sungairujing
1. Zaenal Abidin
2. Abdullah
3. Tambrani Saofan

Desa Sidogedungbatu
1. Supar
2. Mangku Bowuno
3. Samsuddin Faqih
4. Muadz
5. Quffal

Desa Kebuntelukdalam
1. Rizal
2. Afif Samrani
3. Salaman

Desa Balikterus
1. Sunar Rapi
2. Abdul Azis
3. Sadiman
4. Samsuri

Desa Gunungteguh
1. Abdul Haris
2. Zamrani

Desa Patarselamat
1. Osman
2. Abdul Rahman
3. Agus Salam, S.Pd.I

Desa Pudakit Barat
1. Sawidi
2. Sukkur
3. Tobron, S.T

Desa Dekatagung
1. Abdurahim
2. Imam Juhadi
3. Nailufar
4. Zuhri, SH., MH.

2 Pelaku Pencurian di Gelam Dilayarkan ke Gresik


Aksi kejahatan pencurian terjadi di Pulau Bawean Kabupaten Gresik. Ketika pemilik rumah bernama Junairi beralamatkan desa Gelam kecamatan Tambak sedang sholat taraweh, kedua pencuri bernama Dani asal Suwari dan Syarif asal Pudakit melakukan aksinya dengan mencongkel jendela rumah dengan parang dan memecah kacanya. Kemudian pelaku berhasil mencuri uang dan surat-surat berharga seperti petok dan lain-lain.

Imam kanit Polsek Tambak mengatakan setelah kejadian, kedua pelaku berhasil ditangkap dan diamankan di kantor Polsek Tambak.

Menurutnya kedua pelaku berasal dari kecamatan Sangkapura, tapi mereka seringkali bermain di kampung korban pencurian.

Kedua pelaku dijerat pasal 363 KUHP yaitu pencurian dan pemberatan dengan ancaman 3 tahun penjara.

Lebih lanjut Kanit Polsek Tambak menyatakan kedua pelaku dilayarkan ke Gresik untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ironisnya aksi kejahatan pencurian yang terjadi di kecamatan Tambak sudah termasuk kedua kalinya, sebelumnya juga melayarkan 4 pelaku pencurian yang terjadi di desa Sukaoneng. (bst)

Pramuka Bawean Peduli Fakir dan Anak Yatim




Satuan komunitas Pramuka Scouts Keren Bawean adalah komunitas anak-anak Pramuka di Pulau Bawean yang masih eksis didunia kegiatan kepramukaan. Setiap bulan ramadhan selalu aktif berbagi dengan fakir dan anak yatim memberikan bantuan sembako.

Nurhan Jamil komandan Satuan komunitas Pramuka Scouts Keren Bawean mengatakan aksi sosial tahun ini sudah masuk tahun ke sembilan, berbagi dengan fakir dan anak yatim diseluruh Pulau Bawean.

Aksi sosial bulan ramadhan tahun ini sudah dilaksanakan tanggal 21 Mei 2019 dengan membagi 200 bingkisan. Adapun nilai sembako yang dibagikan setiap penerima bernilai Rp. 50 ribu.

Sedangkan aksi lanjutan akan dilaksanakan tanggal 1 juni 2019. Direncanakan akan membagi lebih dari 200 bingkisan lagi.

Nurhan Jamil mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah menyalurkan bantunnya melalui Satuan komunitas Pramuka Scouts Keren Bawean untuk dibagikan kepada fakir dan anak yatim. (bst)

Persiapan Mudik Lebaran ke Bawean, Disediakan 2.000 Tiket Kapal Gratis


Persiapan mudik lebaran tahun ini, disediakan angkutan kapal gratis sebanyak 2.000 seat.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik Nanang Setiawan mengatakan mudik gratis via kapal laut rute Gresik  - Bawean disediakan sebanyak 2.000 kursi. "Ada 10 kali keberangkatan kapal, yaitu 5 kali arus kedatangan dan 5 kali arus balik lebaran,"katanya.

Adapun jatah setiap keberangkatan menurutnya disediakan sebanyak 200 kursi gratis dengan total 2.000 kursi. "Tapi jumlah ini belum final sehubungan tender belum dilaksanakan, bisa saja jumlahnya bertambah banyak,"ujarnya.

Sedangkan rute mudik gratis via kapal laut melalui Pelabuhan Gresik dan Pelabuhan Bawean. "Armada kapal yang akan digunakan masih belum diketahui, sehubungan lelangnya belum selesai,"paparnya.

Bagi calon penumpang mudik lebaran yang berminat dipersilahkan daftar via online.

Disinggung persiapan angkutan lebaran, Nanang menyatakan masih akan menggelar rapat bersama pengusaha kapal dan instansi terkait untuk membahas persiapan dan penambahan jadwal yang diperlukan. "Rapat akan digelar besok hari kamis (16/5),"tegasnya.

Terkait kapal roro yang mengangkut penumpang dan kendaraan, yaitu KMP Gili Iyang masih docking tahunan. Yang informasi diterima oleh Nanang, direncanakan akan beroperasi kembali mulai tanggal 25 Mei 2019 sebelum lebaran.  (bst)

Viral, Petugas Kapal Rute Bawean Membuang Sampah ke Laut


Mendadak persoalan pembuangan sampah ke laut yang diduga dilakukan oleh petugas kapal penumpang Natuna Express rute Gresik - Pulau Bawean menjadi viral di media sosial twitter yang dimiliki Susi Pudjiastuti Menteri Kelautan dan Perikanan RI.

Dalam tempo singkat, menteri yang dikenal tegas dalam persoalan pelanggaran di laut menjadi bahan perbincangan yang ramai. Ada 530 komentar dengan mengirim ulang (retweet) sebanyak 783 dan menyukai sebanyak 3.723.

Sementara akun pelapor belum diketahui sehubungan tidak tertulis dalam akun milik Ibu Susi. Hanya saja ada beberapa komentar yang meminta agar identitas akunnya disebutkan. (bst)


Kantongi 186,838 Suara, Jazilul Fawaid Raih Suara Tertinggi di Dapil Gresik - Lamongan


Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) patut berbangga diri karena berhasil meraih suara signifikan di berbagai daerah. Di daerah pemilihan Jawa Timur X yang meliputi wilayah Lamongan dan Gresik, misalnya, PKB berhasil merajai perolehan suara.

Partainya Muhaimin Iskandar alias Cak Imin itu meraih 330,628 suara atau 24,1 persen. Jauh mengungguli partai lain. Padahal, dapil Jatim X ini masuk dapil neraka karena banyak ‘jagoan’ nasional yang bertarung di dapil ini.

Terdongkraknya, perolehan suara PKB tidak lepas dari kinerja para caleg. Adapun yang bakal melenggang ke Senayan dari PKB adalah Jazilul Fawaid. Jazil meraih 186,838 suara.

Menanggapi hasil pemilu, Jazilul Fawaid mengaku bersyukur atas dukungan masyarakat Lamongan dan Gresik yang memberikan suaranya untuk PKB. “Alhamdulillah jadi peringkat tertinggi di dapil. Terima kasih atas kepercayaan masyarakat Gresik dan Lamongan,” ucap Jazil penuh syukur kepada telusur.co.id.

Kedepan, Jazil berjanji tidak akan mengecewakan amanat dan mandat yang berikan masyarakat Dapil Jatim X kepada dirinya. (ham)

Sumber : Telusur

Pintar Membaca Al Qur'an, Bekal Warga Bawean Merantau



Masyarakat Pulau Bawean Kabupaten Gresik Jawa Timur dikenal sangat religius. Sebelum merantau ke tanah perantauan masyarakat Bawean yang hidup di zaman dulu harus memiliki empat bekal di antaranya adalah harus bisa membaca Alquran.

"Sebelum merantau orang Bawean harus memiliki empat hal sebagai bekal, yaitu bisa membaca Alquran dengan baik, bisa membaca //Barzanji//, sudah mengaji kitab Sullam Safinah (kitab dasar agama), dan bisa pencak silat," ujar Muhyiddin, wartawan Republika.co.id, dalam diskusi bertema “Religion and Locality Case of Bawean Islam" di Smart Room Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga, Jumat (10/6) yang digelar Prodi Magister (S2) Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Menurut dia, orang Bawean banyak yang merantau ke beberapa negara tetangga seperti ke Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Proses tradisi merantau tersebut telah berlangsung sejak akhir abad ke-19, tepatnya pada 1980-an.

Salah satu peserta diskusi asal Malaysia, Mak Cik Salma mengakui bahwa masyarakat Bawean sangat banyak yang merantau ke negaranya sejak dulu dan dikenal ulet dalam bekerja.

Namun, kata dia, orang Malaysia mengenal masyarakat Bawean dengan panggilan Boyan. "Memang mereka sangat giat dan tekun dalam bekerja. Tapi kita mengenal Bawean sebagai Boyan," kata Mak Cik Salma, yang sedang menempuh studi filsafat di program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga.

Peneliti dari Leeds University UK, Jonathan D Smith, mengatakan secara teoritis tentang kajian agama dan lokalitas. Kandidat doktor studi agama ini mengatakan, lokalitas sangat penting dalam kajian agama. Tanpa menyadari ini, peneliti agama akan rawan tergelincir dalam generalisasi berlebihan atau menerjemahkan lokalitas dalam kacamatanya sendiri.

Dengan lokalitas, para pengkaji agama akan terbantu untuk menghadirkan banyak gambaran tentang suatu agama, sehingga perspektif kita akan agama akan menjadi semakin luas. Namun, menurut dia, para peneliti harus membuang stereotif yang tidak berguna untuk mencapai hal itu.

“Hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan membuang stereotip-stereotip yang tidak berguna dalam membaca lokalitas agama," kata dia.

Sumber : Republika

TPS Unik Warna-Warni di Pulau Bawean




TPS 06 di Dusun Sawahlaut RT 03/RW 06, Desa Sawahmulya, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, punya cara unik mewarnai penyelenggaraan Pemilu 2019.

Para panitia menggunakan sampah plastik berupa plastik air mineral, kantong plastik, dan sedotan untuk menghias TPS.

Sampah plastik itu dihias menggunakan cat berwarna-warni dan diubah ke berbagai macam bentuk, Rabu (17/4/2019).

Untuk menyasar kaum milenial, petugas juga membuat spot untuk selfie, menggunakan ardus dihias dengan daun kelapa sebagai properti.

Ketua KPPS 2, Ahmad Arabi (46) mengatakan, TPS ini menampung sampah plastik dari rumah-rumah warga..

Ahmad Arabi menyebut, total ada 3 karung sampah plastik seperti botol air mineral, sendok plastik, yang dirakit selama tiga hari.

"Inisiatif dari kami, biar pesta demokrasi murah meriah," kata dia.

Camat Sangkapura, Abdul Adim mengaku, dari beberapa TPS di wilayahnya, hanya tempat ini yang paling unik.

"Kalau yang lain kebanyakan terop, terus kursi gitu saja. Kalau yang ini beda," terangnya.

TPS unik tampak menyedot perhatian masyarakat untuk datang ke TPS menggunakan hak suaranya.

Di Pulau Bawean, terdapat dua kecamatan yakni, Kecamatan Sangkapura dengan 17 desa jumlah 159 TPS dan jumlah DPT 39.857.

Sedangkan di Kecamatan Tambak memiliki 13 desa dengan jumlah 104 TPS dan 22.890 DPT. (wil)

Baru Diperbaiki, Dermaga Rusak Lagi


Breasting dholpin di Dermaga Pulau Bawean yang baru saja di perbaiki dilaporkan kembali rusak.

Hasilnya, proses perbaikan dermaga yang ditargetkan selesai pada 15 April ternyata molor.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik sudah menyurati ASDP Gili untuk kembali melakukan perbaikan.

Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dishub Gresik Roni Soebiyantoro mengatakan sebenarnya proses perbaikan dermaga Bawean sudah selesai. Pekerja ASDP juga telah pergi.

"Tetapi saat hendak diuji coba ternyata breasting dholpin rusak kembali jatuh ke laut," ujarnya.

Menurutnya, proses memindahkan breasting dholpin tersebut tidak mudah. Memerlukan alat, karena ukurannya sangat besar.

"Akibatnya kapal tidak bisa bersandar di dermaga," terangnya.

Sehingga pihaknya kembali menyurati pihak ASDP untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Menurut Roni, jika persoalan ini selesai dibenahi, pihaknya optimis dermaga bisa kembali digunakan. Kendaraan roda empat bisa kembali masuk ke Bawean.

Sementara itu, perwakilan Gili Lyang Sulaimi mengatakan proses perbaikan dermaga Bawean akan secepatnya diselesaikan.

"Kami usahakan selesai dalam waktu tiga hari ke depan," tegasnya.

Sebelumnya, transportasi Pulau Bawean kembali bermasalah. Kali ini giliran kapal barang yang dipastikan tidak bisa berlayar.

Penyebabnya pelabuhan di Bawean mengalami kerusakan setelah ditabrak Kapal Gili Iyang.

Tiang penyangga breasting dolphin hampir roboh setelah ditabrak Kapal Gili Iyang beberapa waktu yang lalu sehingga Kerusakan di breasting dolphin itu membuat pelayaran kapal di dermaga bawean terganggu.

Reporter: Surya/Willy Abraham

62.547 Pemilih Pemilu 2019 di Pulau Bawean




Pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 diselenggarakan di Pulau Bawean Kabupaten Gresik.

Sesuai pantauan Media Bawean, antusias warga untuk mengikuti pemilihan umum sangat tinggi. Dibuktikan, ketika TPS sudah mulai dbuka, banyak warga yang hadir untuk memberikan hak suaranya.

Abdul Fatah Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sangkapura mengatakan Pemilu 2019 diikuti sebanyak 39.657 pemilih, dengan rincian lelaki sebanyak 19.764 orang dan perempuan sebanyak19.893 orang.

"Alhamdulillah pelaksanaan Pemilu 2019 berjalan lancar tanpa ada permasalahan,"katanya.

Hal senada disampaikan Safir Ketua PPK Kecamatan Tambak menyatakan ada sebanyak 22. 890 orang dengan rincian lelaki sebanyak 11.413 orang dan perempuan sebanyak 11.477 orang.

Abdul Adim Camat Sangkapura yang merangkap Camat Tambak menyatakan pelaksanaan Pemilu 2019 berjalan lancar. "Setelah dilakukan pemantauan keliling Pulau Bawean, Alhamdulillah pelaksanaan pemilu berjalan dengan lancar dan aman,"tegasnya. (bst)

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean