Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1439 H.

adsbybawean

Ini Alasan 2 Pemuda Menghabisi Esthel Lilik


Pembunuh Esthel Lilik, perempuan yang mayatnya ditemukan dalam tong plastik Jalan Romokalisari Kota Surabaya, Kamis (17/1/2019) adalah dua orang pemuda anak buah sendiri.

Pelaku adalah SR (19) warga Tambak, Bawean, Gresik dan MA (20) warga Gili Bawean, Kabupaten Gresik.

Kedua pemuda ini nekad membunuh majikannya Esther Lilik (51) setelah sakit hati tak kunjung diberi uang gaji.

Perbuatan itu direncanakan keduanya setelah korban datang di ruko laundry tempat mereka bekerja, Jalan Simpang Darmo Permai Selatan Gang XV Surabaya, Senin (14/1/2019).

Mereka meminta gaji selama seminggu bekerja di tempat tersebut.

"Saya minta uang makan, gaji. Janjinya dikasih seminggu sekali," kata SR di Polrestabes Surabaya, Jumat (18/1/2019).

Tak diberi gaji, SR dan MA mengaku sakit hati lantaran majikannya tersebut justru mengomel dan marah.

"Marah-marah di lantai bawah, apa-apa marah. Pagar ruko ga ditutup marah, diminta uang marah," kata SR.

SR kemudian mengajak temannya, MA ke lantai dua ruko.

Mereka kemudian merencanakan menghabisi majikannya, Senin (14/1/2019).

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan kedua pelaku melakukan aksinya di dalam ruko tersebut.

Selang tiga hari dari pembunuhan tersebut, korban ditemukan tewas terbungkus kain sprei, terikat di dalam tong plastik berwarna hijau di semak-semak.

"Motifnya sakit hati. Aksinya dilakukan di tempat laundry, saat itu hanya dua pegawai. Tidak ada yang lain dan saat olah TKP minim saksi. Tapi Alhamdulillah kami bisa menggabungkan barang bukti yang ada dan saksi di lokasi penemuan juga," kata Kombes Pol Rudi Setiawan.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kedua pelaku kini ditahan di Polrestabes Surabaya.

Mereka dijerat pasal 340 KUHP dan atau 338 KUHP dan atau 351 ayat (3) KUHP. (*)

Sumber Tribun News

Terungkap Pembunuh Ester Berasal dari Bawean


Setelah melalukan penyelidikan secara intensif akhirnya polisi berhasil mengungkap pelaku pembunuhan terhafap Ester Lilik Wahyuni di Jalan Romokalisari.

Wanita paruh baya yang berusia 51 warga Royal Residen Surabaya ini ditemukan di dalam tong sampah di Jalan Raya Romokalisari, Surabaya.

Tim Satreskrim Polrestabes Surabaya mengungkap pelaku, yang tidak lain adalah dua karyawan Ester yang bekerja di loundry Golden yang ada di Jalan Sememi Indah.

Mereka adalah Saifur Rizal alias Ijang, (19) warga Dusun Sumberlaras, Telukjatidawang, Kecamatan Tambak Bawean, Gresik, sedangkan tersangka satunya adalah Muhamad Ari (20) warga Pulau Gili Bawean, Gresik.

“Alhamdulillah, atas kinerja anggota kami kasus pembunuhan dapat terungkap,” kata Kombes Pol Rudi Setiawan, Kapolrestabes Surabaya, Jumat (18/1/2019).

Seperti diberita sebelumnya bahwa seorang pemulung hendak mencari barang bekas di Jalan Raya Romokalisari, Surabaya (17/1/2019) dikejutkan atas temuannya yakni sosok mayat wanita tanpa identitas. [gil/ted]

Sumber Berita Jatim

Maling Beraksi Menguras Isi Jok Sepeda Motor


Bagi warga Pulau Bawean Gresik perlu kewaspadaan atas kebiasaan membiarkan kontak menempel ataupun menyimpan di jok depan sepeda motor ketika parkir. Dengan maraknya maling yang menguras isi yang tersimpan didalamnya.

Semalam (minggu. 13/1). Agus asal Sungairujing menjadi korban ketika sepeda motor di parkir di halaman Rumah Sakit Umar Mas'ud Sangkapura Pulau Bawean. "Semalam ketika menjenguk saudara yang sakit, maling beraksi dengan mencuri uang sebesar Rp.2 Juta lebih termasuk dompetnya yang berisi KTP, ATM dan NPWP, 1 buah kacamata merk polis seharga Rp.1 Juta dan CPU seharga Rp.700 ribu.

Agus menyatakan kunci sepeda motor diletakkan di jok depan bawah kontak sepeda motor. "Kemungkinan besar maling sebelum beraksi sudah mengintainya, apalagi waktu itu saya mengambil uang di dompet lalu menyimpan didalam jok,"ujarnya.

Menurutnya aksi pencurian diketahui setelah pindah tempat dari rumah sakit ke tempat yang lain. "Setelah akan mengambil uang, ternyata sudah raib dengan dompernya, termasuk kacamata dan CPU.

Setelah mengetahui hilang, akhirnya Agus kembali ke rumah sakit untuk mengejar pelakunya. "Tapi sudah tidak diketahui, ironisnya penjaga keamanan sepertinya tidak mengetahui peristiwa adanya pencurian,"jelasnya.

Lebih fatal lagi, menurut Agus menyatakan sebesar RSUD Umar Mas'ud ternyata tidak dilengkapi CCTV sehingga kesulitan untuk melacaknya.

Sebagai korban, Agus tadi pagi melaporkan kasus pencurian di kantor Polsek Sangkapura. "Harapannya kepolisian segera mengungkap dan menangkap pelaku aksi pencurian di bumi Bawean yang selama ini dikenal aman,"harapnya. (bst)

Pemkab Gresik Alokasikan 8 M, Menyambut Sail to Indonesia 2019 di Pulau Bawean


Setelah dinilai sukses pada 2018 lalu, Pulau Bawean kembali meraih kepercayaan untuk menjadi destinasi wisata internasional. Daratan berjuluk Pulau Putri itu dipastikan menjadi satu di antara 14 tujuan event Wonderful Sail to Indonesia 2019. Ratusan turis asing siap berdatangan.

Wakil Bupati Moh. Qosim memastikan persiapan Bawean dirancang mulai sekarang. "Kami siapkan anggaran khusus," kata Qosim seusai berkunjung ke Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di Jakarta kemarin (8/1).

Menurut dia, penyelenggaraan Wonderful Sail to Indonesia di Bawean pada Oktober 2018 sukses. Kemenpar sangat mengapresiasi. Destinasi wisata, kearifan lokal, berbagai kuliner lokal, hingga sambutan warga Bawean begitu memuaskan.

Apa saja persiapan untuk 2019? Pemkab mengalokasikan anggaran Rp 8 miliar. Infrastruktur akses menuju berbagai destinasi wisata bakal dibenahi. Mulai pantai, danau, hingga penangkaran rusa Bawean.

Museum Harun Tohir di Desa Diponggo, Kecamatan Tambak, juga akan dibangun. Itu merupakan gagasan penasihat kehormatan Kemenpar Indroyono Soesilo saat berkunjung pada 2018. "Jadi, nanti ada pembenahan museum di rumah pahlawan kita, Kopral Dua KKO Harun Tohir," kata Qosim.

Pemkab juga siap membangun dermaga apung di lokasi snorkeling. Dengan begitu, wisatawan bisa menikmati keindahan bawah laut dengan santai. "Beberapa fasilitas di Pulau Noko ditingkatkan. Seperti restoran dan tempat nongkrong," paparnya.

Yang jelas, tempat wisata segera dibenahi. Sebab, event Wonderful Sail to Indonesia dimulai Mei nanti. Pulau Bawean mendapat giliran awal Oktober. "Ini demi promosi wisata Pulau Bawean hingga ke mancanegara," tegasnya. (adi/c6/roz)

Sumber Jawa Pos

Terminal Penumpang Pelabuhan Gresik Bakal Direnovasi


Terminal penumpang kapal cepat tujuan Pulau Bawean bakal direnovasi. Rencananya, renovasi tersebut dilakukan pada bulan Februari 2019 dengan dibangun dua lantai. Sedangkan sebagai gantinya, PT Pelindo III (persero) Cabang Gresik, memanfaatkan gudang di sisi barat untuk dimanfaatkan terminal penumpang sementara.

“Memang benar terminal penumpang segera direnovasi dibangun dua lantai. Lantai pertama, buat penumpang. Sedangkan lantai dua untuk petugas kepanduan,” ujar General Manager PT Pelindo III (persero) Cabang Gresik, Yanto, Jumat (11/01/2019).

Lebih lanjut Yanto mengatakan, untuk terminal pengganti sementara. Gudang tersebut disulap juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Diantaranya, ruang VIP, toilet serta ruang tunggu. Alasan, terminal penumpang itu direnovasi karena selama ini petugas kepanduan belum memiliki ruang sendiri. Selain itu, keberadaan terminal penumpang yang selama dipakai melayani penumpang tujuan Pulau Bawean sudah terlalu kuno, dan kurang safety. “Nantinya masa pembangunan renovasi membutuhkan waktu kurang lebih 6 bulan,” ujarnya.

Terkait renovasi ini, salah satu penumpang asal Pulau Bawean, Sulikhah (50) menuturkan, dirinya sangat mendukung apa yang dilakukan oleh pengelolah Pelabuhan Gresik. Pasalnya, saat ini ruang terminal pelabuhan terlalu sempit. “Saya mendukung adanya renovasi asal tidak merugikan penumpang. Kalau bisa fasilitasnya ditambah lagi,” ungkapnya.

Seperti diketahui, terminal penumpang kapal cepat tujuan Pulau Bawean sudah lama belum ada pembangunan. Padahal, hampir setiap minggu ada ratusan penumpang maupun wisatawan bepergian ke Bawean. Untuk menunjang ruang gerak penumpang tersebut, maka akan segera dibangun terminal baru dengan melakukan renovasi. [dny/kun]

Sumber Berita Jatim

Dinkes Gresik Jamin RSUD Umar Mas'ud Tetap Layani Pasien BPJS Kesehatan


Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik memastikan RSUD Umar Mas'ud Sangkapura Bawean, tetap melayani pasien BPJS Kesehatan. Plh Kepala Dinkes Kabupaten Gresik, dr Endang Puspitowati SpTHT-KL, mengatakan pihaknya telah mengantongi surat rekomendasi dari Kemenkes RI.

Ia meminta masyarakat tetap tenang dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena RSUD Umar Mas'ud Sangkapura Pulau Bawean Gresik tetap melayani pasien BPJS Kesehatan.

"Sudah ada surat rekomendasi dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) bahwa RSUD Umar Mas'ud Sangkapura Bawean Gresik tetap melayani pasien BPJS," ujarnya, Senin (7/1/2018).

Alasannya, RSUD Umar Mas'ud Sangkapura Bawean Gresik merupakan satu-satunya rumah sakit yang berada di Pulau Bawean mendapatkan pertimbangan tertentu kendati belum memiliki akreditasi.

Endang menambahkan usai mengetahui RSUD Umar Mas'ud Sangkapura Bawean Gresik masuk dalam daftar rumah sakit yang terancam tidak bisa menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan, pihaknya langsung menghubungi direktur RSUM, untuk mengetahui penanganan pasien BPJS Kesehatan di Pulai Bawean.

"Pasien BPJS tetap kami layani semua," ujarnya menirukan Direktur RSUD Umar Mas'ud Sangkapura Bawean Gresik saat dikomfirmasi.

Terkait status akreditasi, RSUD Umar Mas'ud Sangkapura Bawean Gresik sedang mengurus persiapan akreditasi yang akan digelar pada tahun ini.

"Sesuai komitmen Mei nanti," terangnya.

Antusias Pelajar Bawean Menyambut Wisatawan yang Berkunjung




Kedatangan wisatawan asing di Pulau Bawean Gresik Jawa Timur disambut antusias oleh warga, diantaranya pelajar di sekolah yang dikunjunginya.

Himmatus Syarifah kepala sekolah MTs. Umar Mas'ud Sangkapura mengatakan kedatangan wisatawan adalah suatu kehormatan, di MTs wisatawan di sambut dengan sederhana, suguhan tarian zapin, dan kuliner Bawean.

"Kami sangat senang mereka mau mampir di MTs UMMA,"katanya.

Menurutnya ada banyak nilai positif yang kami terima, pertama mengajak anak - anak berani berkomunikasi, meskipun hanya minta foto, dan memperkenalkan makanan khas Bawean "Kebetulan yang kami suguhkan koncok -koncok, pentol, ladu, keripik geddung, keripik pisang, keripik tela ungu,"ujarnya.

Dan nilai potif lain merangsng seluruh dewan guru, dan siswa untuk mau belajar bahasa inggria lebih baik.

"Harpannya kedepan, kami bisa memberikan yang tebaik lagi,"harapnya. (bst)

Layak Ditiru, Kastolani Menemukan Dompet Langsung Dikembalikan kepada Pemiliknya


Kastolani warga desa Kumalasa kecamatan Sangkapura Pulau Bawean Gresik ketika menghantarkan saudaranya yang akan berlayar menemukan dompet di arena jalan lintasan Perikanan Bawean.

Spontan kepala dusun di desa Kumalasa langsung menghubungi Idham Cholik kepala desa Kumalasa untuk memberikan informasi kepada pemiliknya.

Setelah informasi disebarkan melalui Media Bawean, dalam tempo singkat Kepala Cabang PT Pelayaran SIM Bawean Fahrur Rozi menghubungi bahwa pemilik dompet yang hilang sedang berada di Pelabuhan Bawean. Akhirnya penemu dompet, yaitu Kastolani langsung menghubungi pemilik yang berasal dari Jakarta di Pelabuhan Bawean.

Layak ditiru oleh warga lainnya, bila menemukan sesuatu seperti barang berharga dan lainnya agar dikembalikan kepada pemiliknya. (bst)

Kapal Pesiar Kembali Singgah di Pulau Bawean




Kapal pesiar Star Legend asal negara Bahamas singgah di Pulau Bawean Gresik Jawa Timur. Kapal bermuatan wisatawan sebanyak 200 orang dengan kru sebanyak 150 orang, tiba di Pulau Bawean pada hari senin (7/1).

Tujuan wisatawan berkunjung untuk melihat obyek wisata yang ada di kawasan Pulau Bawean Gresik.

Spontan kedatangan kapal yang bersamaan dengan keberangkatan kapal penumpang Express Bahari 8E tujuan Bawean Gresik, jadi tontonan warga yang menghantarkan keluarganya berlayar di Pelabuhan Bawean. (bst)

Wilayah Bebas Korupsi, Apa Artinya?


(Oleh: Anis Hamim*) 

Bersama sekitar 200 unit kerja di Lembaga pemerintahan pusat dan daerah di Indonesia, pada 10 Desember 2018, unit pelayanan kecamatan Sangkapura telah dinyatakan sebagai sebagai wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBK dan WBBM). Pengakuan oleh pemerintah pusat yang diberikan di Jakarta ini tentu membanggakan kita semua, warga Bawean. Walau berlokasi terpisah dari daratan Gresik di pulau Jawa, kecamatan Sangkapura berhasil juga menyelenggarakan pelayanan publik yang berstandard nasional dan bebas dari praktik korupsi. 

Standard Pelayanan Publik Berkualitas 

Dengan predikat sebagai wilayah bebas korupsi dan berpelayanan memadai, kecamatan Sangkapura saat ini seharusnya sudah memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan cepat, mudah dan murah. Pegawai-pegawai yang bertugas di sana sudah melayani masyarakat dengan antusias, gesit, tuntas, dan tanpa uang tip atau pungutan liar lainnya. Wajah-wajah bahagia akan terlihat dari warga kecamatan Sangkapura yang keluar dari kantor kecamatan karena sudah merasa urusannya tertangani dengan cepat, tuntas, dan tidak kena biaya siluman. Bahkan mungkin warga jadi makin bangga kepada para petugas di kecamatan yang sudah menyapa mereka dengan sopan dan bertutur kata menyenangkan ketika memberi pelayanan. 

Ukuran Pembanding 

Di sektor swasta, standard pelayanan yang berkualitas sudah menjadi keharusan. Jika pelayanan mereka buruk, produk nya tidak akan laku dan perusahaan tidak akan punya pemasukan untuk beroperasi, termasuk membayar karyawan dan mengembangkan bisnis mereka. Dengan kata lain, pelayanan mereka harus berkualitas agar perusahaan bisa hidup dan berkembang. 

Prinsip ini juga dijalankan di perusahaan-perusahaan milik negara (BUMN). Di Bank Rakyat Indonesia (BRI) misalnya, fasilitas pelayanannya sudah menggunakan jaringan online, prosedur nya jelas dan biaya-biaya nya transparan. Secara fisik, kantor nya dibuat bersih, ruang tunggu nya nyaman, serta petugas nya ramah dan enak dipandang. Standard pelayanan ini diterapkan BRI di semua kantor nya dari pusat hingga di tingkat kecamatan. 

Maka wilayah-wilayah yang sudah berpredikat berpelayanan memadai dan bebas korupsi seperti kecamatan Sangkapura seharusnya mampu memberikan kualitas pelayanan yang selevel dengan kualitas pelayanan yang dirasakan warga ketika berurusan di kantor BRI di kecamatan Sangkapura. Jika faktanya tidak demikian, pastilah ada yang kurang dalam proses pembenahan pelayanan dan penilaian yang diberikan. 

Proses Pemberian Status Wilayah Bebas Korupsi 

Untuk mencapai predikat wilayah berpelayanan memadai dan bebas korupsi, suatu daerah perlu menjalani beberapa proses pembenahan yang cukup panjang dan berliku. Untuk membantu daerah menjalaninya, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KEMENPANRB) menerbitkan Peraturan Menteri (PERMEN) No. 52 tahun 2014. PERMEN tersebut memberikan panduan kepada setiap daerah tentang proses apa saja yang perlu dijalankan agar wilayahnya bisa mendapat predikat Wilayan Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). PERMEN adalah bagian dari pelaksanaan dua strategi nasional; Pencegahan Korupsi dan Reformasi Birokrasi. 

Ibarat dokter terhadap pasiennya, PERMEN menyarankan langkah-langkah dan resep (obat dan dosis nya) untuk dijalankan setiap daerah yang ingin bebas korupsi dan pelayanannya berkualitas memadai. Dalam PERMEN tersebut, dirinci langkah-langkah yang disarankan, aspek apa saja yang perlu dibenahi dan harus melibatkan siapa saja. Akan bersifat terlalu teknis untuk dijelaskan semuanya. Yang terutama adalah tiga pembenahan; Pertama, kompetensi para pegawai, Kedua; penegakan integritas mereka, dan Ketiga, sarana yang digunakan dalam pemberian pelayanan. Pembenahan kompetensi meliputi perekrutan dan penempatan pegawai secara tepat sesuai tugas dan fungsi yang dibebankan, dan pemberian pelatihan yang bisa mengasah kemampuan mereka secara berkala. Pembenahan integritas meliputi penerapan reward and punishment secara konsisten; yang berprestasi diakui dan diberi remunerasi memadai, yang tidak berkinerja atau menyimpang diberi sanksi yang setimpal. Di samping itu, pengawasan oleh atasan dilakukan tiada henti sehingga menghilangkan niat dan kesempatan pegawai untuk melakukan korupsi/penyimpangan. 

Pembenahan fasilitas pelayanan berarti berinovasi dengan menambahkan sarana (hardware dan software) baru pada unit pelayanan agar urusan bisa tertangani lebih cepat dan warga bisa mengaksesnya lebih mudah. Dalam pembenahan sarana misalnya pemakaian teknologi informasi dan jaringan online dalam proses permohonan dan pencetakan E-KTP, atau pelembagaan sarana pengaduan sehingga warga bisa minta bantuan pegawai kecamatan tanpa harus datang langsung ke kecamatan. 

Pembenahan aspek-aspek ini butuh waktu dan proses yang berliku. Karenanya, PERMEN juga mensyaratkan adanya proses penilaian dan pembenahan bolak balik sebelum suatu daerah bisa dinyatakan WBK dan WBBM. Seperti penanganan orang yang sedang sakit kronis, perlu kerjasama yang erat antara dokter dan pasien agar pasien bisa sembuh. Biasanya komitmen pimpinan daerah sangat menentukan. Daerah-daerah yang pelayanan publiknya bagus seperti kota Surabaya dan kabupaten Banyuwangi tercipta berkat komitmen tinggi dan konsisten sang kepala daerah. Untuk itu, saya ucapkan selamat kepada kecamatan Sangkapura atas status nya sebagai wilayah berpelayanan memadai dan bebas korupsi. Dan kita berharap, kecamatan Tambak bisa segera mengikutinya. Sehingga semua pelayanan publik di seluruh wilayah Pulau Bawean menjadi berkualitas dan bebas korupsi.     

(*Warga Bawean Jabodetabek)

Resensi Buku Tradisi Maulid Bawean


Oleh: Siti Izzatul Istiqomah (Mahasiswa asal Pulau Bawean di Negeri Jiran Malaysia)    
                                                                                Judul Buku : Peringatan Maulid Nabi Antara Tradisi & Keharusan
Penulis : Sugriyanto, S.Pd.
Penerbit : PT Ilalang
Kota Terbit : Lamongan Jawa Timur
Tebal Buku : 204 halaman
Harga : Rp 60.000

Buku berjudul "Peringatan Maulid Nabi Antara Tradisi dan Keharusan" goresan pena Sugriyanto ini merupakan buku yang mencoba merekonstruksi tradisi atau budaya yang pernah dilakoni warga Pulau Bawean sekian abad lamanya hingga saat ini. Tradisi atau budaya berupa perayaan peringatan Maulid Nabi ini setiap tahun tepatnya pada bulan Rabiul Awal selalu diperingati oleh umat Islam di seluruh belahan dunia, tak terkecuali di Pulau Bawean. Eksotisme dan keunikan perayaan peringatan Maulid Nabi yang diselenggarakan oleh warga Pulau Bawean serasa tiada duanya di muka bumi dengan segala kekhasan pernak-perniknya. Hal itu juga diungkap oleh penulis dengan cermat hingga amat menyentuh lubuk yang paling dalam sebagai pewarisnya.

Terbitnya buku setebal 204 halaman dengan tata wajah yang elegan ini mencoba mengulas secara mendalam perihal tradisi dan budaya Maulid Nabi berdasarkan studi empirisme dan kajian filosofi mengenai adat atau budaya sebagai wujud kearifan lokal. Kekuatan buku ini, selain memaparkan tradisi yang harus dan mesti dilakukan, juga tidak mengenyampingkan hakikat fungsi bahasa sebagai alat kumunikasi. Penulis cukup piawai merangkai kata dalam kalimat, termasuk pencantuman istilah kedaerahan sehingga mampu memberikan pemerian yang konkret mengenai penuangan ide yang sesuai dengan adatnya. Selain itu, di dalam buku karya perdana dari Sugriyanto ini dilengkapi dengan gambar-gambar sebagai ikon bermakna dalam perayaan Maulid Nabi yang setiap tahunnya diperingati. Lambang-lambang atau simbol yang harus tersuguh dalam "angka'an" maulid terekam secara utuh dengan filosofi makna yang  dikandungnya teramat mendalam.   

Sisi lain dari kekuatan buku ini tetap disandarkan pada beberapa acuan yang cukup relevan sebagai sumber rujukan dengan persoalan yang dibahas. Buku dan kitab tarekh yang menjadi tumpuan utama penulisan buku ini juga menjadi dasar penguat akan adanya pengungkapan rahasia di balik peringatan perayaan peringatan Maulid Nabi.  Di awal buku ini, pembaca diajak oleh penulis untuk berkelana dalam mengenali lebih dekat keberadaan Pulau Bawean dengan segala desa dan dusunnya di dua kecamatan yakni Kecamatan Sangkapura dan Kecamatan Tambak. Sejarah kelahiran Nabi juga mendapat porsi yang seimbang dalam pemaparannya. Pembaca akan mendapat suguhan padat mengenai kelahiran Nabi serta situasi alam dan isinya kala itu terlukiskan pula dalam buku ini dengan menyertakan kutipan terjamahan kitab Al-Barzanji. Betapa istimewanya bulan Rabiul Awal ini sebagai bulan agung karena tiga peristiwa bersejarah ini terjadi dalam bulan yang sama yaitu kelahiran Nabi, hijrahnya Nabi, serta wafatnya Nabi. Semua tertuang dalam buku karya Sugriyanto --yang kalau boleh saya katakan sebagai budayawan muda Pulau Bawean dengan multitalentanya. Uniknya lagi, buku ini tersusun atas 25 (dua puluh lima) bagian menjadi penanda urutan nabi paling akhir sebagai Nabi "akhiruzzaman" yang menjadi rahmat bagi sekalian alam dalam bingkai "Uswatun Hasanah."

Kisah-kisah penuh hikmah mengenai perayaan peringatan Maulid Nabi di Pulau Bawean tertulis secara detail dari bagian ke bagian. Keunikan dari penulis sendiri terletak pada karakter gaya penulisannya yang segar dan penuh "joke-joke" menggelitik. Secara teknis penulisan boleh dikata memenuhi standard, namun masih terdapat beberapa kata yang masih terdapat salah ketik. Akan tetapi, esensi makna yang dikandung tetap masih mudah dipahami oleh kalangan pembaca dari berbagai segmen. Kenapa peringatan Maulid Nabi sebagai tradisi akhirnya menjadi sebuah keharusan untuk dirayakan bagi kaum muslimin di dunia, khususnya umat Islam di Pulau Bawean? Rahasianya juga terungkap di bagian terakhir (bagian ke-25) pembahasan  "Mutiara Hikmah" yang langka dibahas oleh para penulis lainnya. Rasanya pembaca pada umumnya dan masyarakat Pulau Bawean pada khususnya akan merasa “kehilangan” sebagian serpihan sejarahnya sendiri bila tidak membaca dan memiliki buku fenomenal karya anak pulau ini.

Catatan:
Buku dimaksud bisa didapatkan di beberapa toko buku terdekat atau pesan langsung ke alamat: Duku Desa Sungairujing Sangkapura dengan nomor hp: 082331700551 atau Langsung dapatkan di Toko Buku Bapak H, MAKMUN Pasar Sangkapura Bawean

Camat Sangkapura Terima Penghargaan Wilayah Bebas Korupsi


Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, berhasil meraih predikat zona integritas instansi pelayanan publik yang masuk dalam kategori Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Penghargaan diterima Abdul Adim Camat Sangkapura yang didampingi Mohammad Qosim Wakil Bupati Gresik di Golden Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, Senin (10/12/2018).

"Alhamdulillah berkat support dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat telah dinyatakan berhasil meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).," ujar Camat Sangkapura. (bst)

Warga Bawean se-Kota Batam Peringati Maulid Nabi Muhammad


Peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ dilakukan oleh warga Bawean se-kota Batam di Grand Ballroom 933 Gelden Prawn. Minggu (2/12/2018).

Selain peringatan Maulid Nabi juga ada acara pengukuhan Pengurusan Pemuda Bawean.

Ketua panitia acara Senin Rahmat menjelaskan acara ini bertujuan untuk membangkitkan semangat warga Bawean dalam menyonsong kehidupan yang saat ini penuh dengan krisis, mulai krisi ekonomi, kepemimpinan, moral serta prilaku masyarakat yang saat ini butuh acuan dalam menyonsong kehidupan yang baik untuk kedepannya.

“Inilah arti dari tema majelis mulia kami hari ini,” ujar ketua panitia. Minggu (2/12).

Bersamaan dengan acara Maulid Nabi ini juga diadakan pengukuhan Pengurus Pemuda Bawean yang akan melanjutkan kepengurusan yang mempersatukan warga bawean.

Ketua Umum Warga Bawean Se-Kota Batam, Aman dalam sambutanya menyampaikan majelis mulia ini tidak hanya untuk peringatan Maulid Nabi, melainkan wadah bagi warga Bawean dalam berkumpul dan menjalin silaturahmi sesama warga Bawean yang ada di Kota Batam.

“Sehingga hubungan kekeluargaan ini makin kental dan terasa kebersamaannya,” katanya.

(cr2)

Sumber : Batam Pos

Mahasiswa UNAIR Sosialisasikan Ciri Keaslian Uang Rupiah di Pulau Gili Noko



Masih dalam serangkaian kegiatan Ksatria Maritime Project (KMP), dua mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) mengadakan kegiatan sosialisasi Ciri Keaslian Uang Rupiah (Cikur) di Pulau Gili Noko, Bawean, pada Selasa (13/10). Kegiatan tersebut merupakan hasil pembekalan yang dilakukan oleh Bank Indonesia sebelum keberangkatan panitia Ksatria Maritim di Pulau Gili yang bertempat di sebelah timur Pulau Bawean.

Sufiati Alfa sebagai penanggung jawab kegiatan mengatakan latar belakang kegiatan ini berawal dari seruan Muadz Akbar Kepala Desa Sidogentung Batu ke pedagang ikan yang kesulitan dalam memahami keaslian uang.

“Sehingga pernah terjadi transaksi yang membuat masyarakat menggunakan uang palsu, terutama pada pedagang di pulau Gili Noko,” ujar Sufi

Untuk mengatasi hal itu, panitia Ksatria Maritim Project mengadakan sosialisasi Cikur agar masyarakat dapat mengetahui ciri keaslian uang rupiah dengan uang palsu.

Cara Mengetahui Keaslian Uang

Sufi mengatakan, untuk mengetahui uang palsu cukup menerapkan 3D. Dilihat, diraba dan diterawang. Jika dilihat, warna uang asli lebih cerah dari uang palsu. Kemudian, hologram yang bertuliskan Bank Indonesia punya keaslian yang tidak bisa ditiru oleh uang palsu.

Jika dilihat, gambar garuda bisa dilihat. Jika diterawang terasa ada garis timbul dibagian pinggir uang.

“Uang pecahan seratus ribu punya garis satu pasang di pinggirnya, uang lima puluh ribu punya dua pasang,” terang mahasiswa jurusan administrasi negara tersebut.

Lalu yang yang terakhir, jika diterawang ada gambar pahlawan dan logo Bank Indonesia yang terletak di bawah nominal rupiah.

Sufi berpesan kepada warga Gili, agar ciri keaslian uang tetap terjaga harus dirawat dengan menerapkan 5 J. Yaitu jangan dicoret, jangan diremas, jangan disteples, jangan dibasahi, dan jangan dilipat.

“Uang di pesisir biasanya disteples dan basah. Kemudian kami menawarkan solusi supaya disimpan dalam kantung dompet besar supaya tidak basah. Insya Allah dengan menerapkan itu nilai keaslian uang tetap utuh dan tidak cepat rusak,” pungkasnya dalam wawancara. (*)

Penulis : Fariz Ilham Rosyidi
Editor : Binti Q. Masruroh
Sumber : Unair News

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean