BAWEAN KEHILANGAN PENDEKAR
Media Bawean, 4 Mei 2008
Budaya pencak di Pulau Bawean, cenderung menurun dan hampir menghilang. Pencak biasanya dijadikan ajang tontonan saat acara perkawinan warga Bawean. Hampir dipastikan, setiap ada perkawinan pasti ada pencak.
Pencak yang merupakan ikon budaya Bawean, mulai berkurang sejak generasi muda merasa enggan untuk berguru atau belajar. Sedangkan tokoh pencak yang ada di Bawean sudah banyak yang meninggal dunia.
Semestinya budaya ini harus dapat perhatian serius oleh pemerintah . Misalnya setiap tahun sekali pemerintah mengadakan ajang pencak Bawean. Dengan tujuan pencak tetap membudaya di Pulau Bawean.
Justru budaya yang berkembang di Bawean sekarang, adalah aduan sapi. Aduan sapi hampir tiap minggu sekali mengadakan acara aduan sapi. Sehingga beberapa tokoh menolak keras diadakannya aduan sapi.
Sedangkan untuk acara pengantin di Bawean sekarang, yang sebelumnya lebih umum mengadakan acara pencak berubah dengan tontonan orkes dan lainnya.
Budaya pencak di Pulau Bawean, cenderung menurun dan hampir menghilang. Pencak biasanya dijadikan ajang tontonan saat acara perkawinan warga Bawean. Hampir dipastikan, setiap ada perkawinan pasti ada pencak.
Pencak yang merupakan ikon budaya Bawean, mulai berkurang sejak generasi muda merasa enggan untuk berguru atau belajar. Sedangkan tokoh pencak yang ada di Bawean sudah banyak yang meninggal dunia.
Semestinya budaya ini harus dapat perhatian serius oleh pemerintah . Misalnya setiap tahun sekali pemerintah mengadakan ajang pencak Bawean. Dengan tujuan pencak tetap membudaya di Pulau Bawean.
Justru budaya yang berkembang di Bawean sekarang, adalah aduan sapi. Aduan sapi hampir tiap minggu sekali mengadakan acara aduan sapi. Sehingga beberapa tokoh menolak keras diadakannya aduan sapi.
Sedangkan untuk acara pengantin di Bawean sekarang, yang sebelumnya lebih umum mengadakan acara pencak berubah dengan tontonan orkes dan lainnya.


















































6 komentar:
bayangkan rombongan dari singapura dan malaysia pulang untok melihat kebudayaan bawean yang sudah lama dipercaya adalah tiang kebudayaan bawean dimana2 ia itu pencak silat, tetapi nya yang dilihat adalah aduan sapi?? eh aku dimana ini, dimadura atau di bawean. dimana kata nya orang bawean itu pendekar yang saperti selalu aku dengar, apa mereka sudah menjadi s sapi sekarang????
budaya itu harus diteruskan jangan sampai pupus
pencak pokolan bawean merupakan warisan budaya yang sangat bernilai. pencak pokolan bawean ini merupakan ciri khas pencak silat dari pulau bawean, aliran ini berbeda dengan cimande, cikalong, sahbandar. mestinya kita patut bangga karena kita punya budaya silat sendiri. jika ingin tahu tentang pencak silat bawean dan silat secara umum silahkan baca buku" Pencak Silat merentang waktu" karya O'ong Sumaryono atau lihat di www.kpsnusantara.com. (azzam,bawean[dot]info)
Kalau melihat Bawean dari Silatnya atau pencaknya, yang hanya berkisar pada Pencak kemanten (Kembhengan) atau Konto (kuntao) yang mirip aliran Kungfu saja.. masih sangat kurang... Coba cari lagi beberapa aliran Silat atau bela diri asli Bawean, sebab Pokolan itu banyak macamnya, seperti di Tambak Ada aliran Pokolan yang mesti merapatkan jarak dengan lawan (Tangan aktif) pergerakan bertumpu lebih banyak pada tangan).. Mungkin ditempat lain juga ada pokolan lain, yang pantang mundur... kedua kaki dan tangan bergerak aktif.... (Cuma sayangnya kedua Pokolan ini tidak masuk dalam silat yang diijinkan oleh PSSI... Sebab termasuk nyeleneh.... Atau lag yang klinnya!
Bagi siapa saja yang mau melestraikan Bawean (Global,) gali lagi yang lebih banyak, tentang Bawean, bukan hanya silat, dan adat kabinna, Mandilingnya saja... pantai (yg msh smerawut).. Coba juga cari tau tentang penyebab pergeseran sosial dan budaya yg makin hari makin pudar... salam hormat pada semua blogger trutama yang asli Bawean dan tinggal di Bawean... (Bogang Bwn)
Maaf Teman maksud saya IPSI (Ikatan Pencak silat Indonesia) bukan PSSi yang persatuan sepak bola....
*** dengan ini kesalahan telah diperbaiki. Bogang*
Jenis Pokolan di bawean banyak sekali ragamnya tapi hampir semuanya memiliki ciri yang sama spt permainan rapat cepat dan lugas ( pukulan lawan langsung dibalas dengan pukulan), low kick, tidak ada kembangan spt IPSI, dan senjata yang digunakan biasanya pisau. sedangkan pedang digunakan hanya untuk hiburan.
tiap desa memiliki permainan pokolan tersendiri tapi desa yang terkenal banyak pendekarnya spt desa Daun (terkenal permainan pisaunya dan juga sihirnya), Desa Kalompek / Menara ( terkenal permainan pencak nya), desa Balikbak ( Tangan Kosongnya), Desa Kumalasa ( Sihirnya), daerah sangkapura ( Kontonya)dan daerah tambak ( celuritnya he..he3x).
DemiGodseMiDevil-bwn.
Post a Comment