Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
adsbybawean
Home » » Pembacaan Talkin Untuk Kematian Di Saat Pengkebumian

Pembacaan Talkin Untuk Kematian Di Saat Pengkebumian

Posted by Media Bawean on Jumat, 20 Juni 2008

Media Bawean, 20 Juni 2008

Tulisan EndahVision Singapura
Diterjemah Oleh Fiya (Kontributur Media Bawean Kuala Lumpur)

Kira-kira 26 tahun dulu, Obek Arshad lah yang membacakan Talkin di saat pengebumian arwah datuk dan ayahku. Beliau juga membacakan Talkin waktu pengubumian arwah nenek dan juga dua kakak beliau sendiri, iaitu Obek Adnan dan Obek Ali. Tiap kali Obek Arshad membacakan Talkin, sekitarnya juga terkesan dengan peringatan-peringatan yang disampaikan beliau. Dengan suaranya yang keras dan tegas, pesan-pesan beliau terserap masuk ke minda para hadirin yang datang mendengar bacaannya itu. Namun demikian, tepat pada hari Selasa, 10 Juni 2008 bersamaan dengan 6 Jamadilakhir 1429H, beliau adalah arwah yang saat itu ditalkinkan.


Sejak dari zaman nenek moyang lagi, orang-orang Bawean di Singapura sudah biasa membacakan Talkin di saat selesai pengebumian. Namun begitu, ada di kalangan mereka hari ini yang menganggap amalan seperti itu adalah bid'ah, lalu amalan itu ditinggalkan. Ada sesetengah Muslim yang bukan cuma menganggap itu sebagai bid'ah, malah amalan itu jauh menyimpang dari ajaran Islam yang benar karna tidak pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad (s.a.w) atau pun Khalifah yang Empat.

Ibnul Qayyim menulis dalam bukunya 'Ar-Ruh' bahawa ada beberapa Ulama yang mengatakan Talkin itu tidak baik dan tidak berasas karna si mati sudah tidak bisa mendengarkan. Isu ini beliau perdebatkan dengan menyebutkan satu Hadith oleh Abu Daud dalam satu kejadian di mana Nabi Muhammad (s.a.w) menghadiri satu pengkebumian. Setelah selesai, Nabi (s.a.w) telah menasihati kerabat-kerabat si mati agar berdo'a untuk si mati agar dia bisa kuat mengharungi realiti kematian karna saat itu, si mati sedang disoal dalam kuburnya. Ibnul Qayyim mengatakan kalau saja si mati bisa mendengar soalan-soalan itu dalam kubur, sudah pasti dia juga bisa mendengarkan bacaan Talkin.

Ibnul Qayyim juga menulis bahwa opini Imam Ahmad tentang pembacaan Talkin di perkuburan adalah bagus. Dari dulu hingga sekarang orang-orang Muslim mengamalkannya untuk si mati agar bisa didengar dan mendapatkan manfaat daripadanya.

Apakah sebenarnya Talkin itu, sehinggakan menjadi isu yang selalu kontroversi?

Talkin adalah ucapan yang disampaikan di perkuburan setelah selesai pengebumian si mati. Tujuannya adalah untuk memberitahu si mati bahawa dia sudah ada di alam Barzakh, menghadapi kenyataan kematian, dan akan disoal oleh dua orang Malaikat, yakni Mungkar dan Nakir. Untuk orang yang masih hidup, Talkin adalah satu peringatan bahawa alam Barzakh itu adalah benar. Itu adalah ucapan nasehat, yang mengungkapkan keberadaan dunia hanyalah sementara dan adalah perlu untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi saat kematian. Setiap manusia pasti akan merasakan mati dan Talkin memberi peringatan pada orang Islam kepentingan menjadi Muslim yang baik, yang takut pada Tuhan dan tidak berhenti mencari petunjuk dari Allah (s.w.t.) untuk memimpinnya ke Siratal Mustaqim, jalan selamat menuju akhirat.

Pembacaan Talkin sudah diamalkan dari generasi ke generasi dan kini sudah menjadi amalan tradisi. Oleh yang demikian, ada Muslim yang mengatakan pembacaan Talkin adalah sesuatu yang wajib. Namun, harus diingat upacara menguruskan orang mati mengikut cara Islam tidak mewajibkan pembacaan Talkin. Menurut Islam, ada empat hal yang wajib dilaksanakan dalam menguruskan orang mati. Pertama, si mati harus dibersihkan dan dimandikan. Kedua, harus dikapankan. Ketiga, harus disolatkan. Keempat, harus dikebumikan.

Secara peribadi bagi saya, Talkin sangat bermanfaat karna mengingatkan kita tentang realitinya kematian, soalan-soalan yang akan ditanyakan di dalam kubur, dan takdirnya sebuah ruh sementara menunggu hari kebangkitan. Tidak ada salahnya memberi nasehat, malah itu adalah amalan bagus yang dianjurkan oleh Islam. Tidak penting, sama ada Talkin itu dibacakan atau tidak, karna Islam tidak mewajibkannya. Apa yang penting adalah pembacaan Talkin tidak seharusnya mengganggu Aqidah seseorang muslim. Penting untuk tau bahwa Talkin itu tidak wajib dalam Islam. Maka, dalam Islam bukanlah berdosa jika tidak membacakan Talkin.

SHARE :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean