Media Bawean Lapor Ke Polsek Sangkapura
Media Bawean, 6 November 2008
Saat Media Bawean selesai meliput Kepala Desa Sawahmulya soal tentang hewan ternak, langsung menuju kantor Telkom Sangkapura untuk memuat hasil liputan.
Tepatnya jam 12.00 WIB tanggal 6 November 2008, setelah duduk dan membuka media bawean, beberapa menit kemudian datang Dedi (Satpol PP Sangkapura) mendekati kursi yang kami duduki. Sambil mengacungkan tangan berkata, "dihalusi tidak bisa, apa mau dikasari," katanya.
"Kok dimuat lagi, perlu kamu ketahui, Bupati sudah menganggapmu cerek (berak : Red)," ujarnya.
Dedi melangkah ke pintu luar sambil berkata," kamu patek dan awas kalau diulangi akan dipukul," katanya.
Setelah Dedi keluar, kami langsung menuju kantor Polsek Sangkapura. Sampai di kantor Polsek, kami langsung diterima oleh Kanit Polsek Sangkapura, M. Ichsan. Kasus pengancaman di kantor Telkom Bawean langsung di laporkan dan kami diperiksa selama 2 jam.
Saat pelaporan kami menghubungi Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Fadli Widiyanto, Beliau mempersilahkan untuk melaporkan kejadian pengancaman tersebut di Polsek Sangkapura.
Adapun pasal yang dikenakan yaitu KUHP pasal 310 dan pasal 335. (bst).


















































4 komentar:
Salam Hormat...
Sekarang biarkan aja proses Hukum berjalan.
Kami mendukung Media Bawean.
Terima Kasih.
Saya tertarik akan omongan Dedi,
"Kok dimuat lagi, perlu kamu ketahui, Bupati sudah menganggapmu cerek (berak : Red)," ujarnya.
Coba Media Bawean konfirmasi ke Bupati, apa benar dia bilang bahwa anda adalah ''Cerek'' seperti yang dikatakan Dedi.
Kalau benar, berarti bupatinya brengsek. Masak omongannya kotor begitu. Kalau tidak, berarti Dedi telah mencemarkan nama baik si bupati.
jangan mundur masa basit teruskan ,kamu bukan sendirian bahkan di belakang kamu banyak akan mendukungmu,jangan mundur,kalau mundur kita akan di kecilkan oleh pereman itu.
sebenarnya tindakan didi satpol PP itu tidak mencerminkan sikap warga bawean yang terkenal ramah tamah...dan bahkan seharusnya didi sebagai aparatur pemerintahan harus memberikan sikap yang sopan dan menjadi suritauladan bukan memberikan ancaman seperti itu....kalau memang peristiwa yang terjadi itu benar kenapa harus dibela dan di tutup-tutupi dengan berbagai alasan dan ancaman...saya mendukung atas ucapan mas m riza fahlevi ucapan dari saudara didi bisa di cross check langsung ke bupati...tapi memang kehidupan ini penuh rintangan tak terkecuali seorang pemburu berita mesti ada aral rintangan...ok..cayo basit berikan info bawean yang terkini dan terpacaya...tapi ingat jangan buat berita yang asal-asalan
Post a Comment