bawean ad network
iklan
bank jatim
TERKINIindex

ABM Tambak Mengalahkan Rajawali Sangkapura 3 - 2

Media Bawean, 30 November 2008

Rajawali Vs ABM (Final Islamiyah Cup II)

Penonton Berdiri Untuk Menonton Pertandingan

Pertandingan final Bola Voly Islamiyah Cup II dipertandingkan tadi malam (29/11). Club ABM dari Tambak Barat mengalahkan Club Rajawali Sangkapura 3-2.

Ribuan penonton yang menyaksikan pertandingan yang menghebohkan Pulau Bawean dengan pemain berasal dari kelas nasional, ABM pemain di nominasi Semator Surabaya, sedangkan Rajawali pemain dari Bandung.

Pertama pertandingan Rajawali berhasil mengalahkan ABM 2-0, tapi set berikutnya ABM berhasil mengalahkan Rajawali 2-3. Melihat postur pemain, para penonton mempredeksikan Rajawali menang, tapi pada kenyataannya ABM berhasil mengalahkan Rajawali Sangkapura.

Sumber panitia, pendapatan malam final sebesar 30 juta rupiah.(bst)

Final Sepak Takraw, Kramayuda kalahkan Mayora 2-0,

Media Bawean, 30 November 2008

Club Sepak takraw Kramayuda dari Sumberlanas kalahkan Club Mayora dari Paseran Sokaoneng. Kramayuda diperkuat 3 pemain nasional dari Sumberlanas, diantaranya Agus.

Sementara Club Mayora diperkuat pemain dari Selangor Malaysia yaitu Sumli, sedangkan 2 pemain nasional dari Paseran Sokaoneng.

Agus dkk. berhasil menundukkan Sumli dari Selangor Kuala Lumpur Malaysia 2-0. Dengan smash yang cukup bagus Agus berhasil sebagai juara 1 dalan turnamen Islamiyah Cup II di Tambak Pulau Bawean tadi malam (29/11).

Juara 1 dapat 3 juta, juara 2 dapat 2 juta, juara 3 dapat 1 juta dan juara harapan 1 dapat 500ribu. (bst)

Gambar : Sumli dari Selangor Kuala Lumpur Malaysia


Pemain Kramayuda (Duduk), Mayora (Berdiri)

Penerimaan Hadiah Sepak Takraw Islamiyah Cup II

Mandailing Umma Meriahkan Penutupan Islamiyah Cup II

Media Bawean, 30 November 2008

Mandailing Dari Umma Sangkapura

Mandailing Dari Umma Sangkapura

Mandailing dari Ummah Sangkapura, kemarin malam (29/11) tampil dalam penutupan Islamiyah Cup II. Mandailing yang sudah pernah tampil di Jakarta dan Solo Surakarta ini tampil dengan penuh semarak dan berhasil memukau ribuan penonton yang hadir.

Pertamanya ada beberapa orang yang mengatakan, "Mandailing aja kok ditampilkan. Wong setiap saat kita melihatnya kok," katanya. Tapi setelah tampil, semua penonton histeris dan merasa terhibur dengan keluwesan gerakan dari Mandailing putri pilihan Umma. (bst)

Kegembiraan Warga Bawean Menerima Beras Raskin

Media Bawean, 30 November 2008

Warga Desa Sungaiteluk Sedang Menerima Beras Raskin

Warga Desa Sungaiteluk Sedang Menerima Beras Raskin

Kegembiraan dan senyuman terlihat pada wajah para penerima beras raskin di Pulau Bawean. Menurut Penerima beras raskin, mengatakan "Kami sangat bersyukur dengan keperdulian pemerintah untuk menyalurkan beras raskin," ucapnya.

"Kami mohon agar penyaluran ini tetap dilakukan untuk mengurangi beban orang seperti kami yang masih kekurangan," ujarnya kepada Media Bawean. (bst)

Potensi Penerbangan Rute Dekat Terbuka

Media Bawean, 30 November 2008

Sumber : SINDO
KONDISI geografis Indonesia sebagai negara kepulauan menjadi karakteristik tersendiri bagi dunia transportasi. Terlebih, kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini kerap membuat sejumlah wilayah di Indonesia terisolasi seperti yang dialami Pulau Bawean,Kabupaten Gresik, beberapa waktu lalu.

Akibat gelombang laut yang besar, pasokan kebutuhan pokok, termasuk migrasi orang dari dan ke Pulau Bawean, terhenti.Kondisi semacam itulah yang membuat Pemerintah Provinsi Jawa Timur berpikir untuk membangun bandar udara (bandara) perintis di Pulau Bawean yang terletak di Desa Tanjungori,Kecamatan Tambak, Kabupaten Gresik.

Kondisi di atas juga menjadi alasan mengapa angkutan udara berperan penting.Baik pada sisi politik, ekonomi,sosial budaya maupun keamanan dan pertahanan. Saat ini, sejumlah wilayah di Indonesia memiliki bandara, khususnya bandara kelas kecil.Sayangnya,pengoptimalannya kurang maksimal. Data Departemen Perhubungan (2007) menunjukkan,sedikitnya di Indonesia terdapat 187 bandara dengan berbagai kategori. Untuk bandara kecil berlandas pacu (runaway) kurang dari 800 meter sebanyak 119 bandara.

Sementara untuk panjang 800–1.800 meter ada 32,1.800–2.250 meter ada 20, 2.250–3.000 meter ada 9, serta bandara dengan panjang landasan di atas 3.000 meter 9 buah.Seharusnya, bandarabandara kecil yang jumlahnya ratusan tersebut bisa memberikan manfaat ekonomi secara optimal jika dikembangkan secara tepat. Keberadaan bandara di sejumlah wilayah (termasuk di tingkat kabupaten) sangat dimungkinkan untuk pengembangan rute jalur pendek antarkota.

Selama ini, penerbangan jarak pendek didominasi maskapai kecil. Sebut saja Transnusa dan Trigana, dua maskapai kecil yang populer dalam penerbangan jarak dekat, yang kebanyakan masih berupa penerbangan perintis. Awalnya, permintaan rute jarak pendek masih sangat terbatas.Hal inilah yang membuat pemain di sektor ini juga terbatas. Sejumlah maskapai sedang dan besar masih menimbang potensinya.

Menurut pengamat transportasi Bambang Susantono, untuk memberdayakan rute jarak pendek harus dilihat nilai dari sisi ekonominya. Setidaknya, rute ini bisa kompetitif dengan moda transportasi lain. Atau paling tidak, jika harus dibandingkan dengan moda transportasi lain (darat dan air), moda ini harus mem-berikan jaminan layanan yang memadai.Jikamodatransportasi lain memberikan nilai ekonomis yang lebih bagus daripada penerbangan,orang tentu tidak akan memilih jalur udara.

”Selain itu yang perlu dilihat juga selisih waktu tempuhnya,”ujar Bambang. Untuk wilayah Jawa,pasar penerbangan jarak pendek memang masih relatif kecil dibandingkan luar Jawa.Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara Departemen Perhubungan Budhi Muliawan Suyitno, saat ini beberapa maskapai seperti Airline Prikana, CDR,Transnusa, Kalster, Riau Airlines, Wings telah membuka rute jarak pendek.

Menurutnya, permintaan di berbagai daerah juga mulai tumbuh, khususnya di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. ”Saat ini permintaan di daerah sudah banyak dan ini sepertinya akan terus tumbuh,”ujar Budhi ketika dihubungi SINDO. Meski begitu,maskapai besar masih sangat berhati-hati dalammenentukankeputusan untuk membuka rute penerbangan jarak pendek.Saat ini, Merpati Nusantara Airlines dikenal sebagai maskapai yang ”merajai”rute jalur pendek.

Tercatat, hingga kini Merpati memiliki 132 rute penerbangan jarak pendek. ”Kita akan melihat permintaannya seperti apa? Dalam berbisnis kita tentu mencari keuntungan,” ujar Sekretaris Perusahaan Merpati Purwatmo kepada SINDO. Sementara pihak Mandala Airlines mengakui saat ini tumbuh permintaan pada penerbangan, khususnya ke daerah-daerah tertentu. Menurut Humas Mandala Trisia Megawati, pihaknya tengah mengamati semua potensi yang ada.Tidak menutup kemungkinan Mandala juga akan bermain di sektor ini jika potensinya menjanjikan.

Namun,konsentrasi Mandala saat ini lebih ditujukan pada peningkatan kualitas rute yang ada. ”Kita melihat prioritas yang harus dilaksanakan terlebih dahulu, di samping setiap potensi terus kita pantau,”ujar Trisia. Umumnya,maskapai-maskapai besar menggandeng maskapai kecil dalam melayanijalurpendek. Mandalamisalnya menggandeng Transnusa, Triguna, dan Riau Airlines. Untuk penerbangan Jakarta– Lombok, Mandala melayani penerbangan Jakarta– Denpasar.

Selanjutnya untuk Denpasar–Lombok dilanjutkan Triguna. Saat ini mandala melayani 20 rute yang merupakan penggabungan jarak jauh dan dekat yang bekerja sama dengan maskapai lain. ”Penerbangan itu menjadi satu paket dengan menggunakanfasilitas Mandala sehingga penumpang cukup memesan satu tiket saja,”tambah Trisia. Sementara Wings lebih progresif dalam memberikan layanan rute penerbangan jarak pendek.

Menurut pejabat Humas Wings Edward Sirait, perusahaannya saat ini mempunyai 10 rute penerbangan jarak pendek yang dilayani tiga pesawat jenis Bombardier Dash 8 Q300. Menurut Edward, pada setiap penerbangan,kapasitas pesawat yang mempunyai 70 tempat duduk ini terisi 80–90%.Rute-rute jarak pendek memberikan kontribusi sekitar 5–10% untuk Wings. Bahkan, pada 2009 Wings akan memperkuat armadanya dengan menambah 20 pesawat jenis ATR.

Jika tidak ada kendala,penambahan rute penerbangan jarak pendek akan terealisasi pada Juli 2009.Edward melihat seiring dengan potensi pertumbuhan daerah yang terus bergerak, permintaan rute jarak pendek ini semakin meningkat. ”Kita tidak mungkin menambah armada dan rute jika perkembangannya meningkat,” ujar Edward kepada SINDO.

Adanya sejumlah hal di atas menguatkan indikasi bahwa potensi penerbangan jarak pendek semakin terbuka.Tinggalmenunggumaskapaimenyikapinya, termasuk pemerintah daerah, untuk memberdayakan infrastruktur bandara. (abdul malik/islahuddin faizin aslam)

Mencari Alternatif Transportasi

Media Bawean, 30 November 2008

Sumber : SINDO

BEBERAPA waktu lalu, Pulau Bawean,Kabupaten Gresik, sempat terisolasi akibat besarnya gelombang laut.Transportasi laut dari dan menuju ke pulau di sebelah utara Kabupaten Gresik itu terhenti.

Akibatnya, sejumlah komoditas dan barang menumpuk di pelabuhan. Kondisi ini membuat harga kebutuhan bahan pokok di Pulau Bawean melonjak tajam. Selama ini, segala kebutuhan pokok hidup masyarakat Pulau Bawean sangat tergantung pada pasokan dari Gresik. Tidak mengherankan jika pasokan sembilan bahan pokok (sembako) yang datang dari lalu lintas air macet,rakyat Pulau Bawean pun mengalami paceklik ekonomi.

Belajar dari kasus tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) pun mulai memikirkan jalur transportasi udara sebagai alternatif.Terbukti, Pemrov Jatim serius mengembangkan bandar udara (bandara) di Pulau Bawean. Selain itu,Pemrov Jatim juga berupaya menyelesaikan penggunaan sejumlah bandara kecil (berlandas pacu di bawah 800 m) di Banyuwangi, Sumenep,dan Jember.

Diharapkan, dengan adanya akses udara,masalah distribusi sembako maupun mobilitas masyarakat Jatim tidak terganggu.Untuk mewujudkan program penerbangan antarkota dalam provinsi di Jatim,Dinas Perhubungan Jatim akan menggandeng Merpati Nusantara Airlines. Pasalnya,maskapai pelat merah ini sudah berpengalaman dalam penerbangan jarak pendek. Sebab, maskapai ini dikenal banyak memiliki pesawat- pesawat kecil yang cocok untuk bandara dengan landasan pacu pendek.
Sekretaris Perusahaan Merpati Purwatmo mengungkapkan, saat ini perusahaannya sedang menjajaki kerja sama dengan Pemprov Jatim.Namun, dia mengakui hingga saat ini rencana tersebut belum terealisasi.“Hingga saat ini kami sedang memilih- milih pesawat apa yang sesuai dengan bandarabandara di Jatim,” ungkapnya kepada SINDO.

Selain masalah pesawat, pihak Merpati juga masih mengeluhkan tingkat keselamatan dan keamanan bandara. Pasalnya, saat melakukan penjajakan, masih ada beberapa fasilitas dasar bandara yang belum memenuhi aspek keselamatan. Sebut saja di antaranya landasan yang masih kurang panjang, adanya penghalang-penghalang teknis hingga permasalahan pembebasan lahan.

“Kita tidak ingin terbang, lalu hinggapnya di tiang listrik.Makanya masalah safety dan securityini harus diselesaikan dulu,” lanjutnya. Dalam kurun waktu terakhir, jumlah transportasi barang dan orang dari sejumlah bandara di Jatim mengalami kenaikan. Terlebih setelah kasus Lumpur Lapindo,praktis akses jalan (darat) utama di Jatim lumpuh.Terutama jalan tol Surabaya–Gempol yang digunakan untuk arus barang dan orang.

Di tengah menggeliatnya perekonomian Jawa Timur dalam tiga tahun terakhir,tentu saja transportasi menjadi urusan vital yang tidak bisa diabaikan. Menurut data Dinas Perhubungan Jatim periode Mei– Desember 2005,tingkat kedatangan di Bandara Abdurrahman Saleh, Malang, mencapai 221 pesawat dan 221 pesawat berangkat. Lalu, tingkat jumlah penumpang datang sebanyak 23.638 orang, sedangkan yang diberangkatkan mencapai 23.847 orang.

Jumlah itu mengalami kenaikan pada 2006 menjadi 365 pesawat yang mengalami pemberangkatan dan jumlah yang sama juga diberangkatkan dari bandara tersebut.Pesawat- pesawat ini sedikitnya membawa penumpang sebanyak 87.430 orang dan memberangkatkan 77.061 orang ke berbagai tujuan. Artinya keberangkatan pesawat dari 2005 hingga 2006 mengalami kenaikan sebanyak 65%.

Jumlah ini kembali mengalami kenaikan pada 2007.Sedikitnya 546 pesawat mendarat di Malang.Jumlah yang sama juga diberangkatkan dari kota yang terkenal dengan buah apelnya itu. Selain bandara di Malang,Bandara Juanda Surabaya pun mengalami kenaikan signifikan selama kurun beberapa tahun terakhir. Pada 2005,jumlah pesawat yang mendarat di ibu kota Jatim itu mencapai 41.261 armada.

Angka ini mengalami penurunan pada tahun berikutnya menjadi 40.827.Penurunan ini lebih dipicu oleh kasus Lapindo yang sempat mengakibatkan tersendatnya lalu lintas datang dan keluar Surabaya.Namun, pada 2007, jumlah pesawat yang mendarat di Kota Surabaya kembali mengalami kenaikan mencapai 44.508 armada. Selain transportasi udara, peningkatanjugaterjadipada transportasi antarpulau di Jatim.

Sebut saja salah satunya diDermagaUjung- Kamal yang menghubungkan Surabaya dan Madura. Arus barang hilir mudik antara dua tempat ini pada 2006 mencapai 2.291.670 kg,sedangkan pada 2007 jumlah arus barang mengalami kenaikan hingga menjadi 2.406.254 kg.Artinya, kenaikantersebutmencerminkan terjadinya kenaikan transaksi ekonomi yang terjadi di antara dua pulau tersebut.

Namun, kenaikan jumlah transaksi tersebut sering pula terkendala hubungan antara Madura–Surabaya yang masih menitikberatkan jalur laut.Padahal, ketika kondisi cuaca sedang buruk, jalur arus barang pun terputus.Hal ini pernah terjadi pada Agustus 2008.Saat itu akibat cuaca buruk, beberapa kapal terpaksa menunggu diberangkatkan karena tidak berani mengarungi Selat Madura. Itu sebabnya,Pemprov Jatim mulai mencoba merintis jalur udara sebagai alternatif.

Adanya pembangunan bandara kecil di Sumenep,Madura, diharapkan menjadi salah satu tulang punggung transportasi barang. Namun,menurut anggota Komisi V DPR RI Nusyirwan Sudjono, pembuatan bandara di Sumenep saat ini bukanlah sebuah prioritas. Pasalnya dalam waktu beberapa tahun ke depan Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Madura segera dirampungkan.“Itu nanti malah bisa jadi pemborosan,” ungkapnya.

Meski begitu, dia mengakui dengan semakin membaiknya perekonomian masyarakat, tuntutan akan kemudahan transportasi akan semakin tinggi.Termasuk dalam hal ini kebutuhan transportasi udara yang bisa memudahkan migrasi penduduk dan distribusi barang. (abdul malik/islahuddin/ faizin aslam)

Final Putri, Tunas Muda Mengalahkan Vorbat 3 - 2

Media Bawean, 29 November 2008

Vorbat (Kuning) Vs Tunas Muda (Hijau)

Sporter Vorbat Ramaikan Pertandingan

Turnamen Islamiyah Cup II Bola Voly dan Sepak Takraw, kemarin malam (28/11) final bola voly putri antara Vorbat dari Tambak Timur Vs Tunas Muda dari Kepuhlegundi.

Suasana pertandingan sangat seru, pemain Tunas Muda no. 7 bernama Indah memukau seluruh penoton dengan smash yang cukup keras dan selalu tepat sasaran. Kedua club masing-masing diperkuat pemain nasional dari Pulau Jawa.

Hasil pertandingan Vorbat Vs Tunas Muda 25-18, 15-25, 15-25, 25-20 dan 12-15. Tunas Muda berhasil menjadi juara dalam Turnamen dengan mengalahkan Vorbat 3-2. Dengan hadiah juara satu Rp. 6juta dan juara dua Rp. 4 juta.

Hari ini akan dipertandingkan final putra bola voly antara Rajawali Sangkapura dengan ABM Tambak Barat. Menurut informasi yang diterima Media Bawean, Rajawali Sangkapura diperkuat pemain nasional dari Bandung, sedangkan ABM Tambak Barat diperkuat pemain nasional dari Semator Surabaya.

Selain final bola voly, juga final sepak takraw antara Sumber Lanas Vs Pasiran. Sumber Lanas diperkuat oleh pemain nasional Agus yang kebetulan berasal dari Sumber Lanas dan Pasiran diperkuat pemain dari Selangor Kuala Lumpur Malaysia.

Sedangkan pendapatan panitia dari hasil karcis masuk kemarin malam (28/11) sebesar 7 juta, dan kemarin saat pertandingan bola voly putra antara Vorbat Tambak Timur Vs AMB Tambak Barat memperoleh 13 juta rupiah. Diperkirakan pendapatan final malam ini sebesar 20 juta. (bst).

Hati-Hati Jangan Ngebut, Rawan Kecelakaan

Media Bawean, 29 November 2008

Sepeda Motor Sedang Diperiksa Yang Rusak Setelah Tabrakan

Saat Media Bawean makan di Warung Pojok depan SMP Umma Sangkapura (29/11), terdengar suara tabrakan cukup keras dan sepeda bergaung cukup nyaring. Ternyata terjadi tabrakan antara pengendara sepeda motor tepat ditikungan menuju kantor Kecamatan Sangkapura.

Seorang pengendara perempuan naik sepeda supra x dengan pelan menikung, dari belakang masuk sepeda motor jupiter dengan mengebut dan langusung menabrak didepannya. Tabrakan tak bisa dihindari tepat ditikungan.

Hati-hati naik sepeda motor, bisa jadi kita ditabrak dari belakang oleh para pengendara yang kebut-kebutan. (bst)

Pusing Status, SDI Paginda Berubah SDNU

Media Bawean, 28 November 2008

Nurul Anam Dan Muslim,S.Pdi Pusing Status SDI

Sekolah Dasar Islam (SDI) Paginda Desa Sokaoneng Tambak akan berubah menjadi Sekolah Dasar Nahdlatul Ulama (SDNU). Direncanakan hari senin besok akan diresmikan oleh Pengurus LP Maarif Jawa Timur untuk SDNU Paginda Sokaoneng.


Menurut Nurul Anam dari SDI Paginda, mengatakan, "Dari dulu sekolah kami bernama SDI, tapi hanya untuk kelas 1, 2 dan 3. Sedangkan untuk kelas 4, 5 dan 6 ikut SDN Telukjatidawang 5. Berhubung SDN Telukjatidawang 5 terkena regrouping, sehingga sekarang dilebur ke SDN Sokaoneng I," ujarnya.

"Sebenarnya kami ingin status yang jelas tentang pendidikan di Paginda Sokeoneng. Sehingga kami melalui LP Ma'arif Cabang Bawean membentuk SDNU (Sekolah Dasar Nahdaltul Ulama)," ucap Nurul Anam.


Suef, Kepala Cabang Dinas P & K Tambak mengatakan, "Tidak ada masalah untuk SDI berubah jadi SDNU, tapi untuk kelas 4,5 dan 6 tetap masuk SDN Sokaoneng I," ucapnya.


"Sedangkan kelas 1, 2 dan 3 silahkan menjadi Sekolah Dasar Nahdlatul Ulama (SDNU). Toh, nantinya bisa memiliki dua jalur yaitu Ma'arif dan Dinas P & K." jelas Suef melalui telepon selulernya kepada Media Bawean. (bst)

Bendahara LSM Gerbang Bawean Berduka Cita

Media Bawean, 28 November 2008

Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun
Telah berpulang kerahmatullah H. Suduri dengan panggilan H. Dukdung (65 th) Bapak Zubdaturrif'ah Bendahara LSM Gerbang Bawean, Kepala MTs. Darussalam Daun dan Mantan PC. IPPNU Bawean desa Daun Sangkapura Bawean, Jam 01.10 WIB, hari jum'at, 28 November 2008.

H. Suduri meninggal dunia secara mendadak dengan menderita sakit sesak nafas. Beliau meninggal dunia di rumah kediamannya Desa Daun dengan meninggalkan satu isteri, dengan 3 anak.

Media Bawean ikut berduka cita dengan wafatnya H. Suduri. Semoga amal kebaikan Beliau diterima disisi Allah SWT. dan dosa-dosa Beliau mendapat ampunan dari Allah SWT. (bst)

Konservatisme Dan Pragmatisme Di Desa

Media Bawean, 27 November 2008

Oleh: Musyayana

Ketika kebijakan otonomi daerah dan otonomi desa diterapkan pada tahun 2001, desa sebagai basis pemerintahan paling bawah mulai melakukan proses adaptasi. Langkah-langkah restrukturisasi mulai dilakukan, meskipun mempunyai derajat yang bervariasi antara satu desa dengan desa yang lain. Masyarakat dan pemerintah secara bersama-sama mulai menciptakan good governance, suatu tatanan pemerintahan yang bersih dan terkontrol. Bagi mereka yang punya cita-cita membangun kehidupan sosial politik yang baik, sepertinya sekaranglah waktu yang tepat untuk mempraktikkan the real democracy.

Ada dua isu penting berkaitan dengan good governance dan demokrasi desa adalah partisipasi dan profesionalisasi. Secara normatif, keterlibatan masyarakat dalam proses politik menjadi syarat mutlak, karena dengan partisipasi akan melahirkan kontrol masyarakat atas jalannya pemerintahan. Jika masyarakat memiliki ruang dan kapasitas untuk melakukan kontrol yang dilandasi oleh aturan main yang jelas dan tegas, maka penyalagunaan wewenang dalam pengelolaan pemerintahan relatif dapat dieliminasi. Disinilah persoalan itu muncul. Seberapa besar kapasitas yang dimiliki masyarakat untuk menggunakannya sebagai mekanisme kontrol? Faktanya mekanisme kontrol masyarakat hanya sebatas horisontal sedangkan kran pada relasi vertikal tidak terbuka lebar kendati potensi dan kapasitas sudah tersedia. Meskipun atmosfir perubahan telah merebak dan menemukan mementumnya di era reformasi pada level grassroot, eksperimentasi secara praksis belum bisa dilakukan. Kultur feodal seringkali dianggap sebagai faktor penghambat, selain problem struktural seperti ketidakjelasan sistem kontrol yang disepakati. Kekuasaan dominatif yang terwujud dalam relasi patron-client masih mendapatkan toleransi untuk hidup, terutama dalam urusan politik. Misalnya sistem “penokohan” dalam pemimpin desa tidak dibarengi oleh kesadaran kritis masyarakat, dan menjadi ladang kemapanan kultur harmoni atau anti konflik.

Diluar ketidakoptimalan fungsi institusi sosial dalam proses politik di tingkat desa, dengan terbentuknya Badan Perwakilan Desa (BPD), sebenarnya telah menumbuhkan harapan baru. BPD dianggap sebagai urat nadi perwujudan demokrastisasi di tingkat desa. Memang agak sulit mewujudkan demokratisasi jika hanya mengandalkan partisipasi warga baik secara personal maupun kelembagaan, tanpa diikuti secara integral kemampuan eksekutif secara memadai. Disinilah problem profesionalisme patut kita koreksi. Dimana sistem kontrol sebagai landasan akuntabilitas lembaga publik yang memadai sebenarnya tidak secara positif berkolerasi bagi lahirnya kesejahteraan warganya, jika pengelolaan sistem pemerintahan tidak dibarengi dengan kemampuan aparat birokrasi desa didalam menjawab segala kebutuhan warga. Tentunya profesionalisme disini tidak hanya dipahami sekedar pemenuhan sumber daya manusia yang kapabilitas. Misal; faktor pendidikan. Tetapi lebih sekedar itu adalah aparat pemerintahan hendaknya mendapatkan legitimasi kuat dari warga desa pemilihnya, memiliki visi dan atau wawasan pemberdayaan dan demokratisasi, merintis dan membangun jaringan diluar desa dalam rangka pertarungan kapasitas yang kooperatif, serta memiliki keberanian dalam melakukan perubahan dihadapkan pada sikap konservatisme yang hingga saat ini masih mengakar dalam kesadaran aparat birokrasi itu sendiri.

Konservatisme sendiri terwujud dari keengganan aparat untuk melakukan perubahan sistem menuju struktur dan mekanisme yang demokratis. Sisa-sisa kultur lama memang menjadi kendala tersendiri bagi reformasi biokrasi. Kendati kepala desa yang konon mempunyai segudang visi perubahan untuk membawa institusi pemerintahan desa ke arah yang profesional, tapi kenyataannya hampir semua institusi itu terbukti tidak didukung oleh kemampuan staf aparat yang secara integral mampu mengadaptasikannya. Dimana acapkali langka-langka personal selalu terbentur oleh mekanisme formal. Akibatnya, one man show oleh sang kepala desa tidak dapat dihindarkan. Jikalau demokrasi dipahami sebagai proses transformasi kelembagaan dan bukan personal, tentunya langkah-langkah “jalan pintas “ tersebut tidak cukup prospektif.

Sikap prakmatisme menjadi fakta lain yang menjadi penghambat proses demokratisasi. Pragmatisme banyak terjadi dalam bentuk pelembagaan money politic, yang saat ini sedang gencar diserang oleh kaum reformis. Harus diakui secara jujur, meskipun pilihan memberantas Korupsi, Kolosi dan Nepostisme (KKN) telah menjadi good will secara kolektif, namun semua itu masih dalam kesadaran semu. Dalam berbagai kasus ditunjukkan bahwa pada setiap pemilihan pemimpin masih disertai “sogokan” sebagai tiket untuk menduduki jabatan politik formal. Disini kita butuh solusi strategis untuk mengikis budaya dan sikap konservatisme dan pragmatisme di masyarakat.

Porseni MI, Sangkapura Raih Empat Juara

Media Bawean, 27 November 2008

Kontingen Porseni MI Sangkapura Bersama Ketua KONI Gresik

Penerimaan Piala Juara Oleh Buang Sari , S.Pdi (KKMI Sangkapura)

Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) yang diadakan oleh Departemen Agama Gresik tanggal 19-20 November 2008 di Gresik, kontingen Sangkapura berhasil merebut empat juara. Yaitu lempar bola putra juara satu, lari sprint putri juara dua, tenis meja putra juara dua dan Pildacil putra juara tiga.

Menurut Buang Sari,S.Pdi. kepada Media Bawean mengatakan, "Sebenarnya dari Sangkapura yang akan mengikuti Porseni MI di Gresik sangat banyak, tapi masalahnya banyak peserta tidak memiliki akte kelahiran," katanya.

"Selain akte kelahiran, kendala yang kami hadapi adalah pendanaan sangat minim. Tapi Alhamdulillah dari 10 orang yang mengikuti Porseni, empat berhasil meraih juara," ujar Buang Sari, S.Pdi yang juga Ketua KKMI Sangkapura.

"Sebenarnya kami mengharap adanya dana pembinaan untuk yang juara, tetapi hadiahnya hanya tropi dan piagam saja," ucapnya.

"Untuk juara satu lempar bola putra, rencananya 9 Oktober akan dikirim mengikuti kejuaraan di tingkat Propinsi Jawa Timur mewakili Gresik," paparnya.

"Ada satu kekecewaan kami, yaitu pada saat lomba puisi, kontingen dari Sangkapura tampil tanpa membawa teks dan berhasil memukau para penonton yang hadir. Tapi setelah tampil, dari pihak dewan juri langsung membacakan aturan untuk lomba puisi harus membawa teks, sehingga peserta dari Sangkapura kalah, tapi berhasil memukau para penonton dari penampilannya," tambah Buang Sari, S.Pdi. (bst)

PU Bawean Tiada Hari Tanpa Kerja

Media Bawean, 27 November 2008

PU Bawean Sedang Membersihkan Alun-Alun Sangkapura

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bawean hari ini (26/11) melaksanakan kerja bersama membersihkan alun-alun Sangkapura. Tampak semua PNS PU Bawean dengan giat membersihkan rumput dan sampah yang ada di area alun-alun.

Menurut M. Zen Kepala PU Bawean mengatakan, "Ini adalah kerja PU secara rutin dua kali seminggu, "ucapnya.

"Jadi kerja PU dilapangan, jangan dianggap bila di kantor PU kosong para anggotanya tidak masuk kerja. Pada prinsipnya anggota kami adalah tiada hari tanpa kerja." ujarnya M. Zen.

Melihat langsung kerja PU nampak kekurangan, seperti tidak adanya mobil khusus pengangkut sampah, sehingga menggunakan becak untuk mengangkut sampah dan rumput yang dipotong ke tempat pembuangan sampah., (bst)

Pulau Bawean Kekurangan Pupuk 588 Ton

Media Bawean, 26 November 2008

Pupuk Sampai Di Pulau Bawean Diangkut Perahu

Pupuk Diangkut Keatas Mobil Dari Perahu

Di Pulau Bawean terjadi kelangkaan pupuk, seperti didaerah lain yang ada di Indonesia. Menurut data yang ada, pupuk masuk ke Pulau Bawean sebanyak 312 ton, sedangkan kebutuhan pupuk seluruh Bawean sebanyak 900 ton.

Di Pulau Bawean ada empat kios untuk penyaluran pupuk, di Sangkapura ada dua yaitu Eksen di Daun, Kastoba di Sangkapura. Sedangkan di Tambak yaitu Sumber Abadi di Sumber Lanas dan Swadaya Citra di Tambak. Sedangkan harga pupuk di Pulau Bawean Rp. 70ribu.

Menurut H. Abdurrahman selaku jasa pengangkutan pupuk, mengatakan, "Pupuk yang sudah sampai di Pulau Bawean masih kurang, dan seharusnya pengiriman dari Gresik dipercepat untuk mengatisipasi kelangkaan pupuk di petani," katanya. (bst)

Tidak Ada Korban Kekerasan Anak Dan Perempuan

Media Bawean, 26 November 2008

Aktivis P2T P2A Diterima Kapolsek Sangkapura AKP. H. Zamzami

Kunjungan Aktivis P2T P2A di Kantor Polsek Sangkapura (26/11) diterima langsung oleh Kapolsek Sangkapura AKP. H. Zamzami. Hosiah dari P2T P2A menjelaskan tujuan kunjungan untuk silaturrahim dan memperkenalkan P2T P2A yang telah dibentuk sejak 2005.

AKP. H. Zamzami menyambut baik kunjungan aktivis P2T P2A di Kantor Polsek Sangkapura. Setelah ditanyakan adanya laporan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Polsek Sangkapura oleh P2T P2A, Kapolsek menjawab, "Selama ini tidak ada laporan yang berkaitan dengan kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk korban trafiking juga tidak ada," katanya.

Selama 2 jam di kantor Polsek Sangkapura, P2T P2A menjelaskan program kerja dan harapan untuk kerjasama yang baik, khususnya dalam mengawal permasalahan yang berkaitan dengan kekerasan terhadap perempuan dan anak. (bst)

Pembinaan Organisasi Perempuan Di Sangkapura

Media Bawean, 26 November 2008

Aktivis P2T P2A Memberikan Pembinaan

Pembinaan seperti halnya di Tambak kemarin, di Kecamatan Sangkapura dilaksanakan hari ini (26/11). Hadir dari Kantor KB Dan Pemberdayaan Perempuan Gresik dengan aktivis P2T P2A memberikan pembinaan organisasi terhadap pimpinan perempuan yang ada di Kecamatan Sangkapura.

Ada diantara para peserta yang menanyakan soal pendidikan anak tingkat TK di daerah terpencil, serta mengusulkan adanya pembinaan terhadap para guru TK di Pulau Bawean. Selain itu dibahas juga tentang peranan politik perempuan di parlemen. (bst)

Pasar Sangkapura Tertib, Pengunjung Senang

Media Bawean, 26 November 2008

Penjual Tertib Didalam Pasar Sangkapura

Penjual Di Pasar Sangkapura

Tempat Parkir Pasar Sangkapura

Jalan Di Pasar Sangkapura

Kondisi pasar Sangkapura lebih tertib dibanding Pasar Tambak. Para penjual berada didalam pasar. Setiap pengunjung yang datang langsung masuk kedalam pasar. Saat Media Bawean berkunjung nampak kesibukan para pembeli sedang tawar menawar barang yang akan dibeli.

Para pengunjung saat ditanyakan dengan pelayanan dipasar Sangkapura, menjawab sangat senang dengan ketertiban di pasar Sangkapura. Penjual dan pembeli transaksi ada didalam pasar, jadi tidak mengganggu fasilitas umum seperti jalan raya.

Parkir sepeda motor juga tertib dengan area yang cukup luas, pengguna jalanpun leluasa tidak ada gangguan.(bst)

Kecamatan Tambak Kekurangan Guru PNS

Media Bawean, 25 November 2008

Dalam peringatan Hari Guru Indonesia ke-63 ini, Media Bawean meliput khusus untuk kekurangan guru atau pahlawan tanda jasa di Kecamatan Tambak.

Di Kecamatan Tambak sesuai data di Cabang Dinas P & K Tambak ada 30 lembaga pendidikan tingkat dasar atau SD. Guru PNS sebanyak 115 orang dan guru sukwan sebanyak 124 orang, dari 115 guru PNS untuk bidang olahraga 2 orang dan guru agama 5 orang.

Menurut Suef Kepala Cabang Dinas P & K Tambak, "Guru PNS di kecamatan Tambak sangat kekurangan untuk 30 lembaga pendidikan yang ada," katanya.

"Tapi prestasi yang diukir oleh guru-guru di kecamatan Tambak cukup bagus, seperti adanya beberapa guru yang sudah berprestasi sampai tingkat nasional," ujarnya.

"Guru olahraga hanya 2 orang, tapi prestasi yang diraihnya sampai tingkat nasional, seandainya guru olahraganya sampai 30 orang mungkin prestasi yang diraihnya sampai tingkat internasional," papar Suef.

Untuk peringatan Guru, Mahfudz mengatakan, "Banyak kegiatan yang diadakan oleh Dinas Cabang Tambak, diantaranya volly ball, paduan suara dan gerak jalan dan istighosah," ucapnya.

Sedangkan untuk Guru sendiri menurut Ali Wafa Kepala Sekolah SD Tambak mengatakan," Dari pihak sekolah memberikan pengharagaan piagam dan bingkisan kepada guru yang berprestasi,' ujarnya. (bst)

P2T P2A Gresik Berkunjung Ke Polsek Tambak

Media Bawean, 25 November 2008

P2T P2A Diterima Anggota Polsek Tambak

Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2T P2A) Gresik hari ini (25/11) berkunjung ke kantor Polsek Tambak dalam rangka silaturrahim. Di Kantor Polsek Tambak diterima oleh Aipda Basuki mewakili Kapolsek Tambak.

Menurut Hosiah dari P2T P2A, "Kunjungannya di Polsek Tambak untuk mengenalkan adanya Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2T P2A) Kabupaten Gresik,"ujarnya.

P2T P2A Gresik menanyakan adanya laporan tentang kekerasan terhadap anak dan perempuan di Polsek Tambak. Menurut Basuki, "Selama 2008 ada 2 laporan, yaitu pencabulan dan kasus pemerkosaan di desa Pekalongan Tambak," katanya.

Sedangkan anak, yaitu perkelahian remaja antara Tanjungori dan Tambak, tambah Besuki.

Setelah dari Polsek Tambak, P2T P2A berkunjung ke rumah korban pemerkosaan di desa Pekalongan Tambak. Disana disambut oleh keluarga korban selama 2 jam. Direncanakan besok dari P2T P2A akan berkunjung ke kantor Polsek Sangkapura. (bst)

Pembinaan Organisasi Perempuan Di Tambak

Media Bawean, 25 November 2008

Kepala Kantor KB dan PP Gresik Anwar Sholeh Memberikan Pembinaan

Peserta Pembinaan Organisasi Perempuan Tahun 2008

Pembinaan organisasi perempuan tahun 2008 di kecamatan Tambak oleh Kantor KB dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Gresik dilaksanakan hari ini (25/11). Hadir Kepala Kantor KB dan Pemberdayaan Perempuan Gresik Anwar Sholeh dan 3 dari P2T P2A Gresik.

Dalam acara tersebut, dibahas soal keterwakilan perempuan diparlemen dan strategi memperbanyak perempuan di wilayah politik. Termasuk menguatkan posisi perempuan di legislatif dengan meningkatkan mutu dan kualitas para calon legislatif dari unsur perempuan. (bst)

Pasar Tambak Semberawut, Berjualan Dipinggir Jalan

Media Bawean, 25 November 2008

Suasana Pasar Tambak Bawean semberawut, para penjual dan pembeli bertumpuk dijalan raya. Kondisi seperti ini sangat menganggu para pengguna jalan raya, apalagi posisi pasar didepan kantor kecamatan.

Suasana Pasar Tambak Menganggu Pengguna Jalan Raya

Berjualan Dipinggir Jalan Raya

Seorang Ibu Habis Belanja Di Pasar Tambak

Para Penjual Siap-Siap Pulang Dengan Naik Colt

Menurut Dary, tokoh pemuda Tambak kepada Media Bawean, mengatakan,"Kondisi seperti ini sulit untuk ditertibkan, dibuktikan beberapa kali ditertibkan oleh pihak keamanan ternyata tetap saja berjualan dijalan," katanya.

"Sebenarnya orang-oranya yang tambeng, sehingga sulit untuk ditertibkan. Padahal kondisi seperti ini sangat mengganggu untuk pengguna jalan raya," ujar Dary.

Sedangkan Ramali tokoh masyarakat Tambak mengatakan, "Sudah saatnya pasar Tambak dibangun, untuk mengantisipasi kesemberawutan yang ada selama ini," katanya. (bst)

Kapolda Surati Kapolres Gresik

Media Bawean, 24 November 2008
Sumber : Surabaya Pagi

Perintahkan Seriusi Usut Dugaan Korupsi Lapter Bawean
GRESIK- Kasus dugaan korupsi Lapangan Terbang (Lapter) Perintis Bawean ini ternyata menjadi atensi Kapolda Jatim Irjen Pol Herman S Sumawiredja. Ini terlihat dari surat Kapolda yang ditujukan ke Polres Gresik, yang memerintahkan agar kasus tersebut diseriusi.

Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Fadli Widiyanto saat dikonfirmasi, Minggu (23/11), mengatakan, pihaknya inten melakukan pendalaman kasus Lapter ini setelah ada perintah Kapolda Jatim No.B/4123/VIII/2008 tertanggal 4 Agustus 2008. Isinya di antaranya minta agar dilakukan pengusutan.

"Kami dalam perkara Lapter menindaklanjuti perintah Kapolda. Namun kasus ini masih dalam penyelidikan, belum mengarah ke penyidikan, sehingga pejabat yang kami periksa masih masuk katagori memberikan keterangan," jelas AKP Fadli.

Saat ini, lanjutnya, penyidik sudah mengumpulkan masyarakat penerima hak ganti rugi tanaman kurang lebih 15 orang. Termasuk keluarga Kemmas Abdussukur yang memiliki 68 hektar tanah garapan dengan kepemilikian sejak tahun 1923. Bahkan 22 hektare tanah garapan yang dimiliki (hak ertfack/hak pakai) tidak mendapatkan hak ganti rugi tanaman yang taksiran nilainya hampir Rp 1 miliar.

Sejauh ini, Polres baru memeriksa tiga pejabat Pemkab Gresik. Yakni, mantan Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Umum, Toni Wahyu Santoso, Kabag Pemerintahan Umum (sekarang) Haris Irianto, Kabag Keuangan Hari Suryono. Kemudian, mantan Kepala Desa Tanjung Ori, Kecamatan tambak, Danauri. Sedang Camat Tambak Sofyan, yang dianggap mengetahui aliran dana ganti rugi lahan belum dipanggil untuk dimintai keterangan ke Polres Gresik.

Salah seorang penyidik menyebutkan, pihaknya memang belum minta keterangan Camat Tambak Sofyan maupun Sekretaris Kecamatan, Joko serta staf PLKB (adik Camat Tambak) Hanifah. Rencananya, Senin (24/11) ini, mereka memenuhi panggilan. "Sedianya Kamis lalu (20/11). Mudah-mudahan hari ini hadir," ujar dia.
Dikatakan penyidik, sementara pihaknya masih menyelidiki kebenaran asal usul dana. Meski diketahui dari APBD 2006, namun saat ini masih simpang siur. Dua belah pihak, Pemkab Gresik maupun mantan Kades Tanjung Ori, Danauri, sama-sama mengklaim dana yang dicairkan tidak sebesar Rp 500 juta, tetapi juga tidak mencapai Rp 550 Juta. "Ini simpang siur," kata penyidik.
Mantan Kepala Desa Tanjung Ori KecamatanT, Danauri saat dihubungi Surabaya Pagi enggan menjelaskan kemana aliran dana tersebut. Pihaknya justru menyarankan agar wartawan konfirmasi kepada Kabag Humas Pemkab Gresik. "Silakan ke Kabag Humas Pemkab saja, kami takut salah omong lagi," ujarnya singkat.

Keterangan yang dihimpun Surabaya Pagi menyebutkan dana yang telah diberikan untuk ganti rugi tanaman garapan dalam sengketa proyek Lapter Bawean mencapai Rp 561 juta. Bahkan sesuai keterangan Sekcam Tambak, Joko yang dikuatkan mantan Kades Tanjung Ori, Danuari, uang ganti rugi tersebut yang ditandatanggani langsung oleh Camat Tambak, Sofyan sendiri sebenarnya Rp 550 juta. Bukan Rp 561 juta. Sehingga, ada selisih Rp 11 juta.

‘’Untuk itu, kami akan terus menelusuri anggaran yang dikeluarkan. Namun penyidik menemukan titik terang dalam penanganan kasus ini. Yakni pemberian ganti rugi tanpa disertai Juklak dan Juknis.

Ada Tim Pembebasan (Tim 7), tetapi tidak menerbitkan Juklak dan Juknis, bahkan tidak ada sosialisasi ke masyarakat,’’ ungkap penyidik ini yang enggan disebut namanya.

Kanit II Polres Gresik, Aiptu Arif saat mendapingi Kasat Reskrim mengatakan, sepertinya pejabat tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten tidak memahami Perbub 39/2003. Padahal SK Penetapan tim pembebasan ganti rugi sudah dibuat oleh bupati. n kum

Penyuluhan Pemberdayaan Perempuan Di Bawean

Media Bawean, 24 November 2008

3 Aktivis Perempuan Dari P2T P2A Gresik

Pemberdayaan Perempuan Kan KB dan PP Kab Gresik, direncanakan akan memberikan penyuluhan di Tambak dan Sangkapura. Menurut Hosiah dari P2T P2A yang ikut dalam rombongan mengatakan, "Penyuluhan pemberdayaan wanita di Pulau Bawean melibatkan semua komponen organisasi keperempuanan di Pulau Bawean, seperti Muslimat, Aisyiah, Fatayat, IPPNU, Dharma Wanita, PKK dan lainnya," ujarnya.

"Rombongan 3 orang dari Pemberdayaan Perempuan Kan KB dan PP Kab Gresik, dan 3 orang dari P2T P2A," ucap Hosiah kepada Media Bawean. Rencananya besok (25/11) di kecamatan Tambak dan (26/11) di Kecamatan Sangkapura. (bst)

Mengawal Gus Dur di Batam

Media Bawean, 24 November 2008

Oleh : Riza Fahlevi (http://rizafahlevi.blogspot.com/)

Gus Dur pun makin keranjingan. Beberapa humor pun dikeluarkan, ada yang sudah pernah dia saampaikan, baik langsung atau lewat website-nya, namun juga ada yang belum. Seperti ini, dalam sebuah makan malam usai kunjungan resmi di Washington, seorang nyonya pejabat ditawari mau pesan makanaan apa.


“Do you like salad?’ Maksudnya itu selada. Rupanya si ibu ini tak ngerti,. Lalu menjawab, ‘Oh ya, five time a day.’ Rupanya ibu ini mengira yang dimaksud salad itu salaat lima waktu itu, ha ha ha…” taw Gus Dur di susul yang lain.

Masih belum puas juga, Gus Dur kembali mengisahkan saat talkshow di TVRI, dia ditanya soal lumpur Lapindo. “Ya saya jawab, itu terjadi karena Nyi Roro Kidul dipaksa berjilbab (oleh Habib Rizik Shihab), ha ha ha…” katanya.

“Lha iya. Saya pernah bilang, di dunia ini ada negara yang imam dan dainya tak bisa menangkap habib.”

Di mana itu Gus?” penasaraan yang lain.
“Ya di sini. Lha wong imamnya Imam Samudera, dainya dai Bachtiar (mantaan Kapolri), lha habibnya Habib Rizik (ketua FPI), ha ha ha.”

Selanjutnya hening sesaat. Makanan terus mengalir, Gus Dur pun terus menikmati hidangaan itu, hingga piring kecilnya kosong. Lalu diisi lagi.

Saat itu saya manfaatkan untuk mengambil gambar. Ketika itulah Rektor UIB, Handoko setengah berseru, “Ini ada Pak Riza Gus. Dia wartawan Batam Pos, Koran terbesar di sini.”

“Batam Pos itu grup Jawa Pos, Gus, pimpinan Pak Dahlan Iskan,” Hendrawan membantu menjelaskan.
“Oh ya?” Tanya Gus Dur sembari menegakkan pandangan. Dari arahnya tampaknya dia berusaha menangkap “gambar” saya.
“Dia dari Jawa Timur, dulu di Surabaya, kuliahnya di Malang,” kembali Handoko mengenalkan saya. “ “Asli saya dari Pulau Bawean, Gus,” saya buru-buru menimpali.

“Daerahnya luas?” tanya Soehendro penasaran.
“Ah tidak Pak. Belum selesai saya menjelaskan, Gus Dur sudah memotong. “Lha wong hanya dua kecamatan kok,” katanya. Rupanya Gus Dur sangat mengenal Bawean. Mungkin karena dulu dia memergoki maneuver F 16 Amerika di atas pulau ini.

Dari sini, Gus Dur ternyata punya banyolan soal orang Bawean. Dia berkisah, pernah ditanya tentang dari mana asal Syeh Abdul Qadir Jaelani. Dasar Gus Dur dia menjawab, “Ya endak tahu. Orang Bawean kali, ha ha ha…”

Selanjutnya Hendrawan menanyakan berapa penduduk Bawean, “Banyak ya Mas?”
Saya terangkan, bahwa hanya sedikit. Pada meraantau semua. Pada abad 16 pulau ini ditaklukkan Cakraningrat dari Sumenep, akhirnya terjadi akulturasi. Hingga kini penduduknya masih menggunakan bahasa Sumenep.

Gus Dur menyimak. Sambil menyantap sebuah croisistant, dia mulai berkisah akan mempeerjuangkan Bawean menjadi Kabupaten yang berdisi sendiri, lepas dari Gresik.
Saya penasaran, bagaimana caranya. “Kami masih minus Gus?” Tanya saya.

“Kan bisa digali sumberdaya kelautannya?” timpal hendrawan, seolah member saran.
Mendengar ini Gus Dur menerangkan, “Tiap hari harus ada penerbangan!” katanya.
“Apa lapangan terbangnya sudah ada Mas?” tanya Hendrawan penasaran.
“Baru akan dibangun. Sementara terkendala pembebasaan lahan. Biasalah lah,” jawab saya.

“Ya, nantinya ada pesawat terbaang dari Bawean menuju Sembilangan, yang berada di pantai baraat Madura,” jawab Gus Dur.
“Ya, nanti jadi tak terisolir,” sebut Soehendro.

Saya menjelaskan, sebenarnya di zaman colonial Pulau Bawean sudah dijadikan tempat transit bagi armada-armada dagang. Karena letaknya sangat strategis, berada 80 mil utara Surabaya, bertetangga dengan Kalimantan dan Sumatera.

“Di Singapura dan Malaysia, kalau memanggil orang Bawean disebut ‘Orang Boyan’, lanjut Gus Dur.

“Oh ya,” hadirin pun tertarik, saat itulah saya menjelaskan bahwa memang warga Bawean sudah merantau ke negeri di Semenanjung sejak abad 16.

“Wah Gus Dur ini sangat memahami Indonesia ya. Bawean saja tahu. Opo simng ora weruh?!” timpal Handoko, sayapun mengatakan bahwa merasa terhormat, daerah saya yang terpencil dibahas di meja orang-orang besar itu.

Selanjutnya obrolan beralih pada anekdot lagi. Kali ini Gus Dur mengisahkan, saat Mbak Tutu (Siti Hardiyanti Indra Rukmana) menjabat Mentri Sosial, dia sempat bertanya tentang pabrik restu-nya. Mendengar ini Tutut menjawab, “Wah, sekarang malah menjadi industry Gus, lengkap dengan pemasarannya!” sebutnya.

Di sela-sela keriuhan itu, Sulaiman masuk. “Jalan sekarang Pak?” tanyanya ke Gus Dur. Gus Dur mengangguk. “Saya ini ya terserah yang ngundang saja,” jawabnya.
Namun, saat yang bersamaan panitia mengatakan bahwa masih nunggu mobil yang akan membawa ke UIB. “Sri Sultan juga masih di lobi Gus,” jelas seorang panitia lain.

“Oh, kalau begitu saya mau ngobrol dengan Sri Sultan lagi,” kata Gus Dur. Mendengar ini, beberapa penitia langsung menemui Sri Sultan. Tak lama meja-meja kembali di siapkan. Sri Sultan mau masuk kembali ke ruang privat itu.

Kembali lagi, Gus Dur dan Sri Sultan bertemu. Kromo inggil lagi. Kali ini mereka duduk berdekatan di meja. “Saya dengar di t ivi-tivi mau nyalon lagi,” begitulah kira-kira terjemahan pertanyan Gus Dur pada Sri Sultan.

“Dukung kulo nopo mboten Kyai? (dukung sya atau tidak?)” canda Sultan. Gus Dur pun hanya tersenyum. Sultan pun lalu bertanya apa Gus Dur mau nyalon. Menurut Gus Dur, dirinya sama dengan Sultan, terus menerus diminta nyalon. Ya udah, mengalir saja.

“Nanti (di acara UIB) kita tampil ya Kyai?” Tanya Sultan. “Ya, tapi (kulo) saya duluan,” jawabnya.

Selanjutnya ikut masuk menyusul Sultan, Muslim Abdurrahman dan seorang wartawan senior Kompas. Mereka pun salam-salaman pada Gus Dur, lalu berfoto bersama. “Ini wartawan Kompas Gus,” kenal yang lain.

Mendengar ada wartawan Kompas, Gus Dur berucap, “Saya ini baru kirim opini ke Kompas. Tapi belum dimuat.”

“Sebentar lagi dimuat Gus,” timpal yang lain.
“ya gimana mau dimuat, lha wong masih dibaca sama Jacob Utama (bos Kompas). Kalau yang lain hanya redaktur sajaa yang meriksa. Ini Jacob Utama lngsung,” katanya, disambut tawa yang lain. Sementara si wartawan yang disinggung hanya ikut tertawa.

Pertemuan berbahasa Jawa ini tak berlangsung lama. Panitia acara di UIB sudah menunggu untuk Gus Dur. Selanjutnya orang-orang besar ini menuju deretan mobil dan forrijder yang telah menunggu di mulut lobi.

Gus Dur kembali masuk ke Mercedes yang sama, ditemani Basith Has dan Soehendro Gautama. Sedanghkan Sri Sultan, memilih naik bus mini bersama rombongan lain. “Di sini sama saja kok,” ujar raja Yogya itu.

Nasabah AJJ 1962 Bawean Diminta Setor Polis

Media Bawean, 24 November 2008

Nasabah Sedang Menyetor Polis Di Kantor AJJ 1962 Bawean

Dengan dicabutnya izin usaha AJJ 1962 oleh Departemen Keuangan, sesuai pengumuman dari pihak AJJ 1962 maka nasabah diminta untuk menyerahkan bukti-bukti pendukung untuk mengajukan tagihan atau daftar klaim terhitung 60 hari sejak tanggal 20 November 2008.

Menurut Sahri saat ditemui Media Bawean dikantornya (24/11), mengatakan, "Jumlah nasabah di Pulau Bawean sekitar 300 nasabah, sedangkan nominal keuangannya diperkirakan 400 juta rupiah," katanya.

"Kami menghimbau kepada semua nasabah di Pulau Bawean untuk segera menyerahkan polis yang disertai KTP atau SIM, serta kwitansi pembayaran terakhir di Kantor AJJ 1962 Bawean," ujar Sahri.

"Bagi nasabah yang belum mendapatkan polis, silahkan menyerahkan Surat Tanda Terima Penyerahan, sedangkan bagi nasabah yang polisnya hilang dengan menyerahkan surat kehilangan polis dari Polisi," papar Sahri.

"Nasabah diminta agar menyerahkan polis tidak melebihi waktu sesuai pengumuman yaitu 60 hari terhitung sejak tanggal 20 November 2008," tambah Sahri. (bst)

Caleg Mulai Obral Janji PolitikCari Dukungan Massa Jelang Pileg

Media Bawean, 24 November 2008

Sumber : Surabaya Pagi
GRESIK- Calon anggota legislatif (caleg) mulai mengobral janji-janji politik untuk menarik dukungan massa pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2009.

Setidaknya, ini terlihat dari apa yang dilakukan Sekretaris DPC PDIP Gresik, Drs Hepni dan Drs Lono, caleg dari Partai Golkar.

Hepni yang tercatat caleg nomor urut 1 daerah pemilihan (Dapil) VII (Tambak, Sangkapura) ini meneken kontrak politik sekolah gratis. Penandatangan kontrak politik itu berlangsung di kantor DPC PDIP Gresik Jl. Jaksa Agung, Minggu (23/11), dihadiri puluhan perwakilan dari paguyuban penyelenggara pendidikan Pulau Bawean.

"Saya siap membiayai siswa yang berprestasi hingga ke perguruan tinggi," ujar Hepni di sela-sela acara tersebut.
Menurut Hepni kontrak politik itu bukan atas permintaan pribadinya yang mencalonkan caleg dari dapil Kecamatan Sangkapura dan Tambak pulau Bawean, melainkan konstituennya yang meminta agar dirinya berkomitmen terhadap pendidikan. Dalam kontrak politik itu spiritnya adalah bersama-sama memajukan kualitas pendidikan di Bawean.

Selain itu lanjut Hepni, pihaknya juga akan memperjuangkan anggaran pendidikan di pulau Bawean, karena selama ini lembaga pendidikan di Bawean kurang diperhatikan pemerintah daerah. Dia contohkan dari APBD Gresik sekitar Rp 888,88 miliar, ternyata untuk anggaran pendidikan Bawean hanya Rp 50 juta per tahun, untuk dua kecamatan di pulau tersebut. Padahal banyak infrastruktur pendidikan seperti bangunan sekolah banyak yang tidak layak pakai karena kurangnya anggaran pendidikan.

"Kalau saya terpilih menjadi anggota dewan nanti saya akan perjuangkan anggaran pendidikan di Bawean minimal Rp 300 juta per tahun," tambahnya.

Alumnus Pondok Pesantren Qomaruddin Bungah ini melanjutkan program kampanye menghadapi pemilu 2009 ini juga akan menggarap TKI (Tenaga Kerja Indonesia) asal Bawean yang bekerja di negeri jiran Malaysia dan Singapura. "Jumlah TKI asal Bawean di Malaysia dan Singapura lebih dari 20 ribu orang, mereka nanti pada saat pemilu 2009 semuanya akan saya suruh pulang untuk memilih saya," tambahnya.

Sedangkan Drs Lono, Caleg DPRD Gresik Dapil III (Benjeng- Balongpanggang- Cerme- Duduksampean) dari Partai Golkar juga melakukan hal yang sama. Calon wakil rakyat ini berusaha meyakinkan massa pemilih dengan janji-janji politiknya.

"Kami akan all out membela kalangan petani karena selama ini petani dianiaya," kata Lono saat sosialisasi di Desa Sumengko, Kecamatan Duduk Sampean. n sar

Lapter Bawean Di-Markup?

Media Bawean, 24 November 2008

Sumber : Jawa Pos

GRESIK - Penyelidikan Satreskrim Polres Gresik atas dugaan korupsi dalam pembebasan lahan untuk pembangunan lapangan terbang (lapter) di Pulau Bawean mulai menemukan titik terang.

Dari hasil pemeriksaan terhadap beberapa saksi, polisi menemukan indikasi markup ganti rugi lahan dengan jumlah bervariasi. Rencananya, satreskrim segera menggelar perkara tersebut.

Indikasi itu disampaikan oleh Kasatreskrim Polres Gresik AKP Fadli Widiyanto kepada Jawa Pos kemarin (23/11). Dia menjelaskan, ada perbedaan jumlah yang diterima pemilik lahan dari yang seharusnya.

"Seharusnya, yang diterima hanya Rp 4.010.000. Namun, setelah sampai di kecamatan, jumlahnya berubah dua kali lipat," jelas Fadli melalui ponselnya.

Pada 20 November lalu, satreskrim mengambil keterangan adik camat Tambak, Bawean, yang mentransfer uang tersebut. "Pak Camat menyuruh adiknya untuk mentransfer uang itu. Karena itu, kami meminta keterangan dia," jelas mantan Kasatreskrim Pores Malang tersebut.

Penyelidikan kasus itu akan ditingkatkan menjadi penyidikan setelah gelar perkara, yang menurut Fadli dilaksanakan minggu depan. "Kalau ndak Kamis, ya Jumat depan," imbuhnya.

Dari informasi yang didapatkan Jawa Pos, kasus dugaan korupsi tersebut memang sudah santer terdengar di kalangan masyarakat Bawean. Direktur LSM LKPM Syifak Mashudi mengatakan, nilai ganti rugi yang dibayarkan oleh pejabat di bawah berbeda dengan yang dianggarkan dalam APBD.

"Selain itu, banyak pohon milik warga yang tidak diberi ganti rugi. Padahal, seharusnya dapat," jelas pria asal Bawean tersebut.

Sementara itu, Asisten I Pemkab Gresik Arsadi membantah ada markup dalam pembayaran ganti rugi lahan lapter Bawean. Sebab, sebagian besar tanah yang dipakai merupakan milik negara. "Dari mana markup-nya, wong itu tanah milik pemerintah kok," kilah dia saat dihubungi via ponsel kemarin sore.

Dari 69 hektare, imbuh Arsadi, 60 hektare di antaranya adalah tanah negara. Sedangkan proses ganti rugi lahan milik warga saat ini sedang tahap negosiasi.

"Dulu mereka meminta ganti rugi sebesar satu juta rupiah per meter persegi, namun kami tolak," ungkapnya.(pra/ib)

Perkemahan Pramuka Bubar Sebelum Penutupan

Media Bawean, 23 November 2008

Tenda Sudah Ditinggal Penghuninya

Lumpur Menggenangi Lokasi Perkemahan

Perkemahan Pramuka jambore ranting 2008 kwartir ranting Sangkapura di Bumi Perkemahan Sabe Teguh yang rencananya penutupan besok (24/11), ternyata bubar sebelum waktunya. Penyebabnya hujan lebat hari ini (23/11) dari jam 09.00 WIB hingga siang. Para peserta pulang, karena tempat perkemahan di area sawah banyak digenangi air dan lumpur.

Suasana tampak ribut saat hujan lebat turun sekitar jam 09.00 WIB. Para orang tua sibuk datang untuk menjeput anak-anaknya, termasuk kesibukan peserta menyelamatkan barang-barangnya agar tidak kehujanan.

Menurut Cuk Sugrito, Selaku Penangungjawab Kwartir Ranting Pramuka Kecamatan Sangkapura, mengatakan, "Sebenarnya rencana awal bulan september, tapi para peserta menolak berhubungan hari efektif belajar mengajar di Sekolah. Keputusannya yach, bulan ini saat musim penghujan datang," katanya saat dihubungi Media Bawean via ponselnya.

"Dalam pramuka, hujan dan panas adalah romantika, tetapi kekhawatiran orang tuanya menyebabkan perkemahan ini bubar sebelum waktu penutupan," ujar Pak Cuk.(bst)

Pantai Bawean Masih Kotor

Media Bawean, 23 November 2008

Kondisi pantai indah di Pulau Bawean masih kotor, dengan banyaknya sampah yang mengenangi pantai. Pandangan mata merasa kurang sedap memandangnya, dengan situasi pemandangan yang ada.

Pantai Bom Sangkapura

Seperti kawasan pantai Bom desa Sawah Mulya Sangkapura masih banyak sampah yang berserakan diarea sekitar pantai. Seandainya bisa dibersihkan, tentunya akan menarik untuk dipromosikan sebagai pantai wisata bahari. (bst)

Sawah Di Bawean Mulai Digarap

Media Bawean, 23 November 2008

Petani Di Bululanjang Sedang Membajak Sawahnya

Datangnya musim hujan di Pulau Bawean, bagi para petani adalah langkah awal untuk memulai penggarapan sawahnya. Salah satunya di desa Bululanjang, para petani sudah membajak sawahnya.


Menurut Kepala Desa Bululanjang, Umar, mengatakan, "Untuk membajak (Menyingkal : Bahasa Bawean) tidak ada aturan untuk persoalan waktunya. Tetapi untuk waktu penaburan benih atau memulai bercocok tanam nantinya akan dirapatkan di desa, termasuk upah para pekerja akan diseragamkan," ujarnya.

Perkemahan Meningkatkan Perekonomian Masyarakat

Media Bawean, 22 November 2008

Jualan di Area Perkemahan

Jualan di Area Perkemahan

Jualan Rujak

Jualan Kakanan (kue)

Perkemahan Pramuka jambore ranting 2008 kwartir ranting Sangkapura memberikan keuntungan besar bagi masyarakat sekitar lokasi perkemahan. Menurut pantaun Media Bawean, stand yang ada banyak dikunjungi oleh peserta pramuka atuapun orang yang berkunjung keperkemahan di desa Gunungteguh.

Adapun jualan yang ditawarkan antara lain makanan, dan jenis mainan anak-anak. Melihat wajah penjual nampak senang dan senyum-senyum dengan laris manisnya jualannya. Penjual nampak sibuk melayani para pembeli yang diselingi dengan tawar-menawar. Maklum tradisi tawar-menawar adalah kebiasaan umum di Pulau Bawean, sebelum barang tersebut dibeli tunai. (bst)

Perkemahan Pramuka 2008 Di Sangkapura

Media Bawean, 22 November 2008

Perkemahan Pramuka jambore ranting 2008 kwartir ranting Sangkapura dilaksanakan tanggal 22-24 November 2008 di Bumi Perkemahan Sabe Teguh. Desa Gunungteguh Sangkapura Hadir SD, MI, SMP, MTs, SMA dan MA se Sangkapura.

Penampilan Seni TK

Penampilan Seni TK
Penampilan Seni TK

Penonton Pentas Seni

Peserta Pramuka Menonton Pentas Seni

Persiapan Penjelajahan Pramuka

Suasan Di Tenda Perkemahan

Orangtua Menjenguk Anaknya

Orangtua Menjenguk Anaknya

Malam ini digelar pentas seni dari beberapa perwakilan yang hadir dalam perkemahan. Hadir sangat banyak penonton dari beberpa desa se Sangkapura memadati area pentas seni. Rencananya acara besok karnaval akan digelar ditempat yang sama. (bst)
 

© Copyright Media Bawean 2005 -2013 | Design by Jasa Pembuatan Blog | Support by Kang Salman | Powered by Bawean.Net.