bawean ad network
iklan
bank jatim
TERKINIindex

Lagi, Kapal Nelayan Pecah

Media Bawean, 12 Januari 2009

Sumber : KOMPAS
GRESIK, SENIN — Akibat cuaca buruk, angin kencang, dan ombak besar di perairan laut Jawa, tidak ada kapal yang berlayar di jalur Gresik-Bawean, baik dari KM Dharma Kartika maupun KM Bahari Expres 8B. Namun, pada Senin (12/1) sekitar 15.15 tadi kapal bantuan dari PT Dharma Lautan Utama KM Satya Kencana 1 diberangkatkan Administratur Pelabuhan Gresik.

Kepala Administratur Pelabuhan Gresik Asmari mengatakan, kapal berkapasitas sekitar 350 orang itu mengangkut sekitar 180 orang. "Tetapi saya mengingatkan pada kru kapal KM Satya Kencana 1 agar kembali jika memang ombak di tengah masih besar dan membahayakan. Prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyebutkan, ombak di laut lepas masih setinggi 1,5 meter hingga 3 meter," kata Asmari.

Sebagian warga Bawean masih enggan ikut berlayar karena khawatir kapal tersebut kembali lagi seperti Jumat lalu ketika sudah 3 jam perjalanan. Ketika itu kapal sudah sampai di sekitar Karangjamuang, tetapi kembali pulang ke Gresik.

Akibat cuaca buruk ini pula, jemaah haji asal Bawean seperti Tauhid Kumalasa (45) sempat tertahan di Gresik. Dia akhirnya bersyukur ada kapal yang berani berangkat sebab keluarga di Bawean sudah menyiapkan syukuran dan penyambutan.

Sementara itu, menurut warga Bawean, hingga saat ini kapal tugboat pengangkut barang masih berada di sekitar pelabuhan Sangkapura Pulau Bawean. Kapal-kapal itu tidak ada yang berani melanjutkan pelayaran karena ombak masih tinggi.

Di Lamongan, pada Senin (12/1) sekitar pukul 09.00, kapal perahu nelayan pecah dihantam ombak besar. Perahu jenis dagolan itu milik Siswanto (32) warga Desa Lohgung, Kecamatan Brondong. Sehari sebelumnya KM Tawakal jenis porsain milik Miskan juga dihantam ombak saat memasuki pintu pelabuhan Brondong.

"Beruntung tidak ada korban jiwa dalam tiga kecelakaan kapal nelayan Lamongan. Kapal KM Tawakal dengan kapasitas angkut 20-30 ton ini pada masih diperbaiki," kata Ketua Dewan Pengurus Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lamongan Anas Widjaya.

Anas menjelaskan sepekan sebelumnya tiga kapal jenis dagolan milik nelayan Kranji Kecamatan Paciran juga rusak dihempas ombak. Kapal dagolan berkapasitas angkut 5 ton. Menurut Anas, pengamanan pintu masuk pelabuhan Brondong kurang memadai bagi kapal-kapal nelayan karena tidak ada pelindung. "Jika terjadi ombak besar seperti sekarang kapal rawan tenggelam atau rusak," katanya.

Saat ini ombak masih mengganas, sebagian besar nelayan di Lamongan hingga Tuban enggan melaut. Anas yang juga Wakil Ketua Dewan Pengurus Wilayah HNSI Jawa Timur meminta nelayan waspada sebab ombak di laut Jawa masih mencapai 3-4 meter. Hanya kapal besar yang berani melaut, kapal kecil disandarkan di penambatan kapal. Kami berharap pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten benar-benar peduli dan memerhatikan nasib nelayan, kata Anas.

ACI
Share this Article on :

0 comments:

Poskan Komentar

Terbaru

 

© Copyright Media Bawean 2005 -2013 | Design by Jasa Pembuatan Blog | Support by Kang Salman | Powered by Bawean.Net.