bawean ad network
iklan
bank jatim
TERKINIindex

MTs - MA Hasan Jufri Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Media Bawean, 14 Maret 2009

Penampilan Seni Osis MTs. MA Hasan Jufri

OSIS MTs-MA Hasan Jufri Kebunagung Lebak Sangkapura (14/03), mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. dengan bentuk kegiatan lomba kreasi seni siswa, jenis lomba diantaranya, Sholawatan, Puisi, Drama.

Lomba diikuti oleh siswa dengan ketentuan setiap kelas diwajibkan mengirim delegasinya. Pelaksanaan lomba langsung disaksikan oleh segenap dewan guru di MTs-MA Hasan Jufri. (bst)

Foto : Muhammad Adnan For Media Bawean

Kyai Kasim Dari Singapura Ke Bawean Dalam Rangka Maulid Nabi Muhammad SAW.

Media Bawean, 14 Maret 2009

Kyai Kasim Dari Singapura Di Pelabuhan Gresik

Kyai Kasim Bersama Ketua PCNU Bawean

Warga Sungairujing Sangkapura kedatangan tamu istimewa dari Singapura, yaitu Kyai Kasim dengan 19 orang yang berkunjung hari ini (14/3) ke Pulau Bawean.

Sosok figur Kyai Kasim sangat melekat dihati warga Bawean, khususnya desa Sungairujing dengan banyaknya bantuan yang diberikan baliau, seperti pembangunan masjid, dan pemberian beras setiap dua bulan kepada seluruh warga di Sungairujing.

Rencananya beliau akan menghadiri acara maulid Nabi Muhammad SAW. di masjid Sungairujing dan peresmian aula masjid yang baru selesai dibangun. (bst)

DR. KH. Mukhlisin Sa’ad. MA Berceramah Di Desa Daun Sangkapura

Media Bawean, 14 Maret 2009

DR. KH. Mukhlisin Sa’ad. MA. Di Pelabuhan Gresik

Pengasuh PP Al Masduqiyah Kraksaan Probolinggo DR. KH. Mukhlisin Sa’ad. MA. bersama Ibu Nyai Hj. Zulfa Badri hari ini (14/3) berangkat menuju Pulau Bawean dalam rangka ceramah maulid Nabi Muhammad SAW. di Daun Sangkapura.

Saat Media Bawean sapa, DR. KH. Mukhlisin Sa’ad. MA. langsung menegurnya, "Oh Media Bawean yach, bisa minta alamatnya untuk online," katanya dengan senyuman.

DR. KH. Mukhlisin Sa’ad. MA. adalah suami Nyai Hj. Zulfa Badri anak Pendiri Ponpes Badridduja Kraksaan Al Marhum KH. Badri Masduqi dengan Ibu Almarhum Nyai Hj. Maryam yang berasal dari desa Kebuntelukdalam Sangkapura.

Munurut Nyai Zulfa Badri (mantan anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari PKB) menyatakan, "saya akan bersilturrahim dengan keluarga di desa Kebuntelukdalam, sudah lama tidak berkunjung," ujarnya. (bst)

Caleg Pusat PKS Ke Bawean

Media Bawean, 14 Maret 2009

Ratri Handayani, S.Si (Caleg DPR RI PKS No.3)
Bersama Edi Erma Suryani, A.Md

Selain Drs. Andi Muawiyah Ramly dari Caleg PKB DPR RI, Caleg PKS DPR RI Ratri Handayani, S.Si hari ini (14/3) juga menuju Pulau Bawean dalam rangka pertemuan dengan simpatisan PKS di Pulau Bawean.

Menurut Edi Erma Suryani, A.Md pendamping Ratri Handayani, S.Si kepada Media Bawean mengatakan, "tujuannya adalah sosialisasi PKS dan pengenal diri Ratri Handayani, S.Si sebagai Caleg DPR RI dari PKS," katanya.

"Rencananya akan mengadakan pertemuan dengan simpatisan PKS di Bawean bertempat di rumah Baharuddin, SH, MH.." ujar Edi.

"
Ibu Ratri Handayani, S.Si merasa cocok dengan Pulau Bawean yang dijuluki Pulau Putri dengan melihat dirinya sebagai salah satu Caleg Perempuan di PKS. Kecocokan tersebut membuatnya tertarik untuk berkunjung ke Pulau Bawean untuk bertemu dengan tokoh di Bawean.," jelas Caleg PKS DPRD Gresik Dapil VII (Bawean).

"Kecocokan tersebut tentunya akan dibangun dengan dua aspek, yaitu SDM dan Investasi dengan menganggap Pulau Bawean adalah daerah yang tidak terpisahkan dengan Gresik, "tegas Edi. (bst)

Caleg DPR RI PKB No. 1 Ke Pulau Bawean

Media Bawean, 14 Maret 2009

Drs. Andi Muawiyah Ramly Bersama Rois Syuriah PCNU Bawean

Caleg DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dapil X (Gresik-Lamongan), hari ini (14/3) menuju Pulau Bawean untuk mengadakan pertemuan dengan mengadakan pelatihan di PP Mambaul Falah Sokaoneng Tambak. Selainnya akan mengadakan silturrahim dengan tokoh masyarakat, utamanya pengasuh pondok pesantren yang ada di Pulau Bawean.

Saat ditemui Media Bawean,
Drs. Andi Muawiyah Ramly mengatakan, "Saya ke Bawean dalam rangka mengadakan pertemuan dengan tujuan silaturrahim dengan warga disana, khususnya untuk mengenalkan diri sebagai Caleg di Dapil X dari PKB no.1, "katanya.

"Saya mengharap suara dukungan penuh dari Pulau Bawean, meskipun saya bukan asli dari Pulau Bawean. Di PKB saya termasuk barisan utama di kepengurusan Pimpinan Pusat yang kebetulan ditempatkan di Dapil 10 (Gresik-Lamongan)," ujarnya.

"Bila ditaqdirkan jadi, tentunya saya tidak akan melupakan daerah pemilihan yang sudah memberikan dukungan dan akan membangun center khusus untuk berhubungan dengan warga yang ada," tegas Andi kepada Media Bawen. (bst)

Mantan Wakasek SMAN 1 Sangkapura Bersuara

Media Bawean, 13 Maret 2009

Kepala UPTD Kependidikan Sangkapura R. Abdul Aziz, S.Pd.MM. berhasil Media Bawean temui untuk dimintai pendapat tentang demo guru dan siswa di SMA Negeri 1 Sangkapura kemarin (10/2). R. Abdul Aziz, S.Pd.MM. sebelum menjabat Kepala UPTD Kependidikan Sangkapura menjadi Wakasek di SMAN 1 Sangkapura.

"Kita serahkan kepada Tim Dindik Gresik yang sudah melakukan investigasi langsung ke SMA Negeri 1 Sangkapura. Mereka tentunya bisa menentukan sikap dengan hasil yang sudah dikumpulkan," katanya.

"Terusterang guru-guru di SMAN 1 Sangkapura kami anggap baik dalam memberikan pendidikan kepada anak didik," ujarnya.

"Kami sewaktu aktif sebagai guru di SMAN juga pernah memberikan masukan kepada Kepala Sekolah agar memperbaiki kata dalam berkomunikasi dengan semua pihak," jelas Abdul Aziz, S.Pd. MM. saat ditemui Media Bawean di Gresik hari ini (13/3). (bst)

BES Islamiyah Merayakan Maulid Nabi SAW.

Media Bawean, 13 Maret 2009

KH. Nasir Guntung Penceramah Maulid Di Islamiyah Tambak

Wali Murid Hadir Dalam Maulid Di Islamiyah Tambak

Lomba Panjat Pinang Di Islamiyah Tambak

Lomba Panjat Pinang Di Islamiyah Tambak

Badan Eksekutif Siswa (BES) SMP-SMA Islamiyah merayakan maulid Nabi Muhammad SAW. hari ini (13/3) bertempat di Gedung Islamiyah Tambak.

Hadir 800 orang terdiri wali murid dan siswa dalam acara maulid yang menghadirkan penceramah KH. Nasir pengasuh Ponpes An-Nasiriyah Guntung. Ceramah KH. Nasir lebih menekankan kepada perbaikan akhlaq generasi muda dan kewajiban orang tua terhadap anak dalam mendidik perilaku yang baik.

Sebelum acara maulid dimulai, dimeriahkan dengan lomba-lomba seperti panjat pisang dan lain-lain. (bst)

Makesta Dan Latihan Kepemimpinan IPNU-IPPNU Bawean

Media Bawean, 13 Maret 2009

Makesta dan Latihan Kepemimpinan Koordinator Anak Cabang IPNU-IPPNU Daun dilaksanakan 3 hari (11-13) di Ponpes An-Nasiriyah Guntung.

Hadir sebagai pembicara aktivis muda Bawean dan mantan PC. IPNU-IPPNU Bawean. Mr. Gerbang Bawean (Abdul Basit Karim : Red.) dipercaya sebagai narasumber pelatihan Jurnalistik Dasar. Berhubung ada acara di Gresik yang tidak bisa diwakili hari ini (13/3), terpaksa Mr. Gerbang Bawean tidak hadir dan meminta maaf yang sebesar-besar kepada keluarga besar IPNU-IPPNU Bawean.

Mr. Gerbang Bawean pernah aktif dan sebagai penggagas untuk eksisnya organisasi pelajar dibawa naungan Nahdalatul Ulama sebagai Sekretaris PC. IPNU Bawean. Setelah itu naik menjadi pengurus PW. IPNU Jawa Timur kepemimpinan Nur Hidayat sebagai Divisi.

Caleg-Parpol Sakiti Nahdliyin

Media Bawean, 13 Maret 2009

Sumber : Duta Masyarakat
Tuban, Pemanfaatan atribut dan institusi Nahdlatul Ulama (NU) oleh para caleg dan parpol untuk kampanye di jalanan, dinilai telah menyinggung perasaan warga dari ormas terbesar di tanah air.

Untuk itu Pimpinan Wilayah NU (PWNU) Jatim bakal mengambil tindakan tegas. Apalagi penggunaan gambar maupun atribut NU tersebut, telah melanggar keputusan hasil Konbes NU di Surabaya tahun 2006.

Sesuai keputusan Konbes NU Nomor 1/2006, dilarang menggunakan atribut maupun institusi NU berikut banomnya, untuk kepentingan politik praktis.

"Dalam waktu dekat kami akan memberikan teguran terhadap parpol dan caleg yang menggunakan institusi dan atribut NU maupun banomnya. Ini jelas pelanggaran terhadap keputusan Konbes NU."

Hal itu ditegaskan Ketua Tanfidiyah PWNU Jatim, KH Muhammad Hasan Mutawakil Alallah di sela-sela kegiatan Silaturahmi PWNU Jatim dengan PCNU Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Gresik dan PCNU Bawean di kantor PCNU Tuban, Rabu (11/3) siang.

Untuk kesiapan itu, PWNU bakal segera menggelar rapat harian khusus membahas sikap dan tindakan yang bakal ditempuh terkait problem penggunaan atribut NU tersebut. Apalagi tak sedikit parpol yang memanfaatkan institusi dan banom NU untuk sosialisasi calegnya. (tbu)

Ramai-Ramai Bawa Berkat Maulid Bawean

Media Bawean, 12 Maret 2009

Berkat Maulid Dari Pulau Bawean

Pelayaran kapal Ekpress Bahari 8B menuju Gresik hari ini (12/3) banyak ditemukan berkat maulid dari Pulau Bawean diatas kapal. Berkat tersebut, sepertinya akan dibuat oleh-oleh menuju Pulau Jawa. Berkat yang dibawa didalamnya terisi ayam panggang, telur, ikan laut dan lain-lain. Mereka senyum-senyum sambil mengapit berkat maulid saat turun dari kapal di pelabuhan Gresik. (bst)

Orang Sakit Dirujuk Ke Gresik

Media Bawean, 12 Maret 2009

Orang Sakit Diatas kapal Ekpress Bahari 8B

Saat Media Bawean selintas melihat orang sakit, ternyata bukan wanita hamil tapi seorang Bapak menderita penyakit lemah akibat habis operasi herniah. Keterbatasan peralatan di Puskesmas, seorang Bapak harus dirujuk ke Puskesmas yang fasilitasnya lengkap.

Lalu kapan Pulau Bawean akan memiliki Puskesmas dengan fasilitas lengkap? Sehingga membuat warga Bawean lebih tenang dan tidak membuat beban berat seperti pembiayaan lebih besar dan memberatkan. (bst)

Warga Bawean Ramai Berburu Tekek

Media Bawean, 12 Maret 2009

Tekek Didalam Sangkar

Warga Bawean ramai berburu tekek untuk dijual ke Tanjung Pinang dan lain-lain. Harga satu ekor bisa mencapai Rp.50ribu. Menurut Chaitul Anam pemburu tekek dari Sungairujing mengatakan, "Setiap hari kita hanya mendapatkan satu atau dua tekek, "katanya.

"Pemburuan tekek dilakukan didalam rumah atau di tumbuhan bambu, menangkapnya dengan cara menjerat dengan tali dan sangat dibutuhkan kesabaran dan kehati-hatian. Sebab hasil tangkapan harus hidup," ujarnya. (bst)

Hobby Anak Bawean Mancing Seongan

Media Bawean, 12 Maret 2009

Mancing Ditepi Sungai

Mancing Ditepi Sungai

Mancing ditepi sungai adalah hobby anak Bawean dari dulu. Mereka bersama-sama mancing mencari ikan lele, hasilnya akan dimakan bersama.

Adakah diantara kita yang dulu pernah dibesarkan di Pulau Bawean pernah memancing dan lain-lain? Punya pengalaman menarik dan kenangan tersebut bisa dipublikasikan melalui Media Bawean.

Silahkan tulisan kenangan Anda semasa kecil dan kirim ke Media Bawean (mediabawean@gmail.com atau mediabawean@ymail.com.).

Keluarga Kecil : Orang Tua - Anak Dari Aspek Nilai

Media Bawean, 12 Maret 2009

Oleh: A. Fuad Usfa

1. Sejarah Keluarga Berencana di Indonesia

Sejarah Keluarga Berencana (KB) di Indonesia dimulai dengan berdirinya Perkumpulan Keluarga Berencana pada tahun 1957. Menurut Dr. Kun Martiono, seorang akhli kandungan yang juga salah seorang pelopor KB di Indonesia, pada mulanya alat KB diperkenalkan cara India, caranya sebelum mengadakan ‘hubungan’, ambillah sepotong kain kasa, atau kain apa saja dan pada ujungnya dijahitkan sehelai benang, lalu dicelupkan dalam minyak kelapa selanjutnya dimasukkan ke dalam vagina sedalam-dalamnya, pada keesokan harinya kain tersebut dikeluarkan lagi dengan cara menarik benang. Pada perkembangan selanjutnya diperkenalkan spon berbentuk lonjong yang pada ujungnya dijahitkan benang wool, yaitu dengan cara merendam spon dalam air garam, lalu diperas sedikit sebelum dimasukkan dalam vagina, keesokan harinya spon dikeluarkan dengan cara menarik benang wool tersebut. Setelah itu baru berkembang cara-cara kontrasepsi sebagaimana kita kenal sekarang.

Presiden Soekarno tidak berupaya menghalangi penyebar-luasan gagasan KB untuk maksud kesehatan ibu dan anak, sejauh tidak dimaksudkan untuk mengurangi laju pertumbuhan penduduk, sebab menurutnya Indonesia kaya dengan sumber daya alam yang mampu untuk menghidupi 250.000.000 (dua ratus lima puluh juta) penduduk.

Pada 22 Pebruari 1967 Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia mengadakan Konggres Nasional pertama. Pada 23 April 1967 resmi berdiri proyek Keluarga Berencana DKI Jaya yang merupakan proyek pertama yang dilaksanakan oleh Pemerintah. Pada bulan November 1968 Pemerintah mendirikan Lembaga Keluarga Berencana Nasional (LKBN), yang dalam menjalankan tugasnya diawasi dan dibimbing oleh Mentri Negara Kesejahteraan Rakyat. Pada 1969 program Keluarga berencana masuk dalam Pelita I dan merupakan bagian dari Program Pembangunan Nasional. Pada 1970 didirikanlah BKKBN sebagai pengganti LKBN.

Pada Pelita I yang dimulai 1969, program KB dilaksanakan di Pulau Jawa dan Bali yang padat penduduknya, meliputi enam Propensi. Oleh sebab program tersebut dinilai sukses, maka dalam Pelita II program KB diperluas sehingga mencakup 16 Propensi. Selanjutnya dalam Pelita III diperluas lagi sehingga mencakup seluruh Propensi.

2. Pandangan Tentang Jumlah Penduduk

Sejak dahulu kala telah banyak pemikir yang mengemukakan pandangannya, seperti Ibnu Haldun, Giovani Botero, Maltus, Konfusius, Plato, Aristoteles dan lain-lain. Plato dan Aristoteles melihat perlunya penduduk yang optimum, tidak hanya dari sudut ekonomi, tapi juga dari potensi pengembangan jumlah penduduk.Berbeda dari itu, orang Romawi melihatnya dari kepentingan Negara besar, jumlah penduduk yang besar mereka anggap sebagai aset.

3. Nilai Orang Tua – Anak

Penurunan angka kelahiran dan angka kematian menyebabkan proporsi yang berusia muda (15 tahun ke bawah) menurun dan proporsi yang berusia lanjut terus meningkat. Berbeda dengan dahulu yang mana budaya oral (lisan) masih dominant, sekarang orang yang berusia lanjut tidak lagi menjadi panutan atau tempat bertanya mengenai adat tradisi, mereka seolah-olah berada pada posisi termarjinalkan. Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia seakan hanya berpihak pada kalangan muda, sedangkan kalangan tua menjadi terdesak pada posisi terpinggirkan (marginal).

Jika keberhasilan KB ternyata berimplikasi pada dampak yang sedemikian, maka sesungguhnya sasaran hakiki belum dapat terpenuhi sepenuhnya. Sedang semboyan KB, yaitu kesejahteraan keluarga dengan mengendalikan kuantitas untuk meningkatkan kualitas penduduk. Dalam program pembangunan Indonesia adalah membangun manusia seutuhnya.

Untuk menjelaskan terjadinya fenomena sebagaimana tersebut di atas, dipaparkan ilustrasi berikut:

1. Sanusi dan Jamilah mempunyai dua orang anak, mereka dari keluarga yang berpenghasilan biasa-biasa saja, semua anaknya adalah laki-laki. Betapa bahagianya mereka tatkala dikaruniai anak. Di saat usia sekolah telah sampai mereka disekolahkan, gizi selalu diupayakan terpenuhi dengan baik, bahkan melebihi yang dikonsumsi kedua orang tua mereka. Pada saat memasuki usia sekolah di SMU kedua anaknya tersebut disekolahkan di sekolah favorit, sehingga mereka harus berjauhan dengan orang tuanya, demikian pula tatkala si anak melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Pada saat itu si orang tua masih selalu sehat dan kuat, sehingga selalu dapat nyambangi si anak sewaktu-waktu mereka kangen, demikian pula si anak selalu pulang ke orang tua di saat waktu libur tiba.

Waktu telah berjalan, si anak telah tamat sarjana. Singkat ceritera, si anak ketemu jodoh, lalu dikawinkan dengan mengadakan resepsi di sebuah restoran. Untuk segala biaya kedua anak sejak masa bayi hingga biaya sekolah dan perkawinan itu di bawah tanggung jawab orang tua, bahkan untuk itu sang orang tua harus menjual beberapa petak sawah ataupun ladang.

Saat itu anak bungsu berusia berusia 27 tahun sedang anak sulung 25 tahun.Sebagai keluarga baru ekonomi mereka selalu dibantu oleh orang tua yang kala itu si ayah berusia 50 tahun, sedang sang ibu berusia 48 tahun.

Sejak dikaruniai anak mereka sibuk memenuhi kebutuhan anak, dari kebutuhan akan gizi hingga kebutuhan sekolah. Pada saat itu secara berangsur sedikit demi sedikit Sanusi dan Jamilah mulai merasakan suasana lain, jarak geografis dan keadaan dirasa telah menjauhkan mereka dari sang anak, sementara si anak telah sibuk dengan keadaannya sendiri. Kerinduan akan sang cucu telah mulai pula hadir dalam kalbunya. Pernah Sanusi dan Jamilah meminta salah satu cucunya untuk diasuh, tapi dengan berbagai dalih hasratnya itu tidak terpenuhi.

Kesempatan orang tua sambang sudah mulai berkurang, oleh sebab tenaga sudah mulai berangsur surut, kalaulah dapat sambang pula kehadiran sang orang tua itu dirasakan sebagai beban, sebab mereka harus diongkosi dan difasilitasi selama di rumah anaknya. Di saat itulah maka tibul rasa kesepian si orang tua, rasa tidak dibutuhkan serta rasa termarjinalkan muncul pula secara perlahan.

2. Hanafi dan Fatimah mempunya lima orang anak, dua laki-laki dan tiga perempuan, mereka dari keluarga petani. Di saat anak-anaknya berusia menjelang dewasa mereka telah mampu membantu kedua orang tuanya, keadaan yang demikian itu berlanjut setelah mereka memasuki jenjang perkawinan, keakraban mereka dengan kedua orang tuanya (Hanafi dan Fatimah) masih begitu kuat.

Dari gambaran di atas makin jelaslah betapa keberpihakan kepada kesejahteraan anak amatlah diutamakan, sementara keberpihakan pada orang tua terabaikan.

Semboyan KB sebagai ‘keluarga kecil bahagia’ sering menciptakan image bahwa yang dimaksud dengan keluarga adalah sebatas keluarga batih. Bila demikian adanya, maka nilai keluargapun telah turut bergeser yang mana di masa dahulu kehidupan gotong royong dalam keluarga dengan makna keluarga besar yang longgar, kini disekat menjadi sempit, dampak lain yaitu terjadinya dehumanisasi, yaitu dengan termarjinalisasinya kaum tua.

Adapun yang perlu dikritisi secara mendasar berkaitan dengan bahasan diatas adalah program penurunan angka kelahiran melalui KB dengan orientasi pembinaan kesejahteraan keluarga perlu diadakan difinisi yang jelas dengan melibatkan eksistensi kaum tua sebagai subyek dalam kerangka sis
temik.

Buntut Demo Kasek KejamDisdik Terjunkan Tim ke Bawean

Media Bawean, 12 Maret 2009

Sumber : Duta Masyarakat
GRESIK, Demo keluarga besar SMAN 1 Sangkapura menuntut Kepala Sekolah (Kasek) Zairasi mundur dari jabatannya direspons cepat Dinas pendidikan (Disdik) Kabupaten Gresik. Kepala Disdik, Chusaini Mustaz, Rabu (11/3) menurunkan tim ke sekolah tersebut.

"Kami sudah menurunkan tim untuk melihat langsung situasi dan kondisi di SMAN 1 Sangkapura," ujar Chusaini yang juga mantan Kasek SMAN 1 Gresik ini.

Sesampai di Bawean, tim Disdik langsung menggelar rapat yang diikuti komite sekolah, kepala sekolah, dan seluruh dewan guru. Guna mendapatkan masukan yang benar, tim Disdik meminta seluruh dewan guru menuliskan kondisi dan keadaan yang sebenarnya di SMAN 1 Sangkapura di atas selembar kertas kosong tanpa mencantumkan identitasnya.

Zairasi, sang 'tertuduh' dalam soal ini, kemarin tidak bersedia mengomentari aksi demo yang dilakukan para guru, siswa, dan karyawan sekolah yang dipimpinnya itu. "Yang penting, kami ingin situasi di sekolah tetap kondusif, apalagi pelaksanaan ujian akhir sudah dekat," kata Zairasi.

Hal serupa disampaikan Ketua Alumni SMAN 1 Sangkapura, Irsyad. Menurutnya, para alumni ingin kegiatan belajar-mengajar kembali aktif. "Jangan sampai mengorbankan siswa, apalagi menjelang pelaksanaan ujian akhir," pintanya.

Seperti diberitakan, ratusan siswa, guru, komite sekolah, dan karyawan SMAN 1 Sangkapura, Bawean, berunjuk rasa di halaman sekolah, Selasa (10/3). Mereka menuntut Zairasi mundur dari jabatannya. Kata mereka, Zairasi adalah kasek yang kejam dan otoriter. Ia juga telah berbuat dholim pada para guru. Saking dholimnya, para guru sering disebut sebagai Fir'aun, kafir, dan tukang becak. (dik)

Kepsek SMAN Sangkapura "No Comment " Ketua Alumni SMAN Sangkapura Bersuara

Media Bawean, 11 Maret 2009

Drs Zairozi MM. ditemui Media Bawean diruang kerjanya SMAN Sangkapura 1 setelah rapat, (11/3), menyatakan No comment dengan persoalan demo yang diadakan guru dan siswa.

Kepsek sempat bersuara, "Kami ingin situasi kondusif, apalagi pelaksanaan ujian akhir sudah dekat," katanya.

Ditempat terpisah Irsyad selaku Ketua Alumni SMAN Sangkapura 1 menyatakan, "Kami mengharap situasi dan kondisi di SMA kembali stabil, kegiatan belajar dan mengajar kembali aktif, "katanya.

"Jangan sampai mengorbankan siswa, apalagi menjelang pelaksanaan ujian akhir," ujar Irsyad. (bst)

Dinas Pendidikan (Dindik) Gresik Menurunkan Tim Ke Bawean

Media Bawean, 11 Maret 2009

Guru SMAN Sangkapura Menulis Masukan Untuk Tim

Buntut dari demo yang dilakukan oleh dewan guru dan siswa di SMAN Sangkapura 1 kemarin (10/3), ternyata langsung direspon oleh Dinas Pendidikan (Dindik) Gresik.

Dinas Pendidikan (Dindik) Gresik Drs. Chusaini Mustaz, Mpd, dihubungi Media Bawean via ponselnya, mengatakan, "Untuk menindaklanjuti demo kemarin, kami sudah menurunkan tim untuk melihat langsung situasi dan kondisi di SMAN Sangkapura 1," katanya.

Di SMAN Sangkapura hari ini (11/3), jam 13.30 WIB diadakan rapat yang dihadiri oleh Tim Dinas Pendidikan (Dindik) Gresik, komite sekolah, kepala sekolah dan semua dewan guru. Diawali dengan sambutan dari tim, kemudian dilanjutkan dengan pembagian tim khusus terdiri dari 3 yaitu Kepala Sekolah, semua dewan guru dan komite sekolah.

Tim membagikan kertas kosong yang dibagikan kepada semua dewan guru, untuk menulis tentang kondisi dan keadaan yang sebenarnya di SMA Negeri Sangkapura 1, tanpa menulis identitas diri penulis. (bst)

Perayaan Maulid dan Cinta Nabi

Media Bawean, 11 Maret 2009

Oleh: Abdurrahman

Setiap bulan rabi'ul awwal sebagian umat islam merayakan hari kelahiran nabi saw yang dilakukan dengan berbagai acara, tujuan mereka adalah mengagungkan hari kelahiran nabi sebagai ungkapan bagi kecintaan mereka kepada nabi saw.

Cinta kepada nabi adalah salah satu kewajiban umat islam kepada nabinya, karena kita diperintah oleh Allah untuk mencintai nabi, bahkan kecintaan kita kepada nabi harus melebihi kecintaan kita kepada orang tua, anak-anak saudara dan seluruh manusia, (lihat (QS. At-Taubah: 24).

Demikian pula nabi bersabda : tidak beriman salah seorang dari kalian hingga aku lebih ia cintai daripada bapaknya, anaknya dan seluruh manusia (HR. Bukhari dan Muslim)


Namun bagaimana bentuk kecintaan kepada nabi? Sebagian orang mengatakan bahwa bentuk kecintaan kepada nabi adalah dengan merayakan hari kelahirannya, dengan mengadakan acara yang sangat meriah, dan dengan berbagai macam acara, di sisi lain mereka mengatakan bahwa orang yang tidak merayakan maulid nabi, tidak cinta kepada nabi. Benarkan demikian?

Kalau kita melihat dalil-dalil agama maka kita dapatkan bahwa penghormatan dan kecintaan kepada nabi dilakukan dengan mengikuti ajarannya, bukan melakukan hal-hal yang tidak pernah diajarkan dan tidak pernah dilakukan oleh Nabi saw. Allah menyuruh kita untuk mengikuti ajaran nabi dan meninggalkan apa yang dilarangnya, Allah berfirman:

Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah, dan apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah (QS. Al-Hsyr: 7)

Nabi bersabda: hendaklah kalian mengikuti sunnahku dan sunnah para Khulafa' arrasyidin yang mendapat petunjuk setelahku, berpegang teguhlah padanya dan dan peganglah erat-erat, hati-hatilah dengan perkara yang diada-adakah, karena setiap yang diada-adakah adalah bid'ah dan semua bid'ah adalah kesesatan. (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Dari ayat dan hadits di atas jelaslah bagi kita bahwa dalam masalah agama kita diperintah untuk mengikuti ajaran Allah dan rasulnya, melaksanakan apa yang diperintahkan dan menjauhi apayg dilarang, dan di antara yang dilarang oleh nabi adalah mengada-ada dalam masalah agama.

Kalau kita melihat masalah perayaan maulid nabi, maka kita semua tahu bahwa perayaan tersebut tidak pernah diajarkan oleh Allah dan rasulnya, dan tidak pernah dilakukan oleh Nabi, para sahabat dan para imam madzhab yang empat, maka dengan demikian jelaslah bahwa perayaan maulid nabi termasuk perkara yang diada-adakan dalam agama, dan nabi telah melarang kita mengada-ada, dan dikatakan dalam hadits bahwa mengada-ada adalah bid'ah. Jadi merayakan maulid nabi adalah perbuatan bid'ah yang dilarang oleh nabi. Maka kalau kita cinta kepada Nabi harus melaksaksanakan perintah nabi dan meninggalkan larangannya, dan di antara larangan Nabi adalah berbuat bid'ah.

Adapun dalil yang digunakan oleh orang yang merayakan mauled nabi, maka itu bukan pada tempatnya, dan tidak tepat dijadikan dalil. Di antaranya adalah hadits tentang puasa asyura' dimana nabi melakukannya sebagai rasa syukur atas diselamatkannya Nabi Muda dari kejaran Fir'aun, tidak tepat dijadikan dalil bolehnya merayakan maulid karena beberapa hal, di antaranya:

* puasa asyura' dilakukan dan diperintahkan oleh nabi, jadi jelas ini adalah ajaran nabi, sementara maulid tidak pernah dilakukan dan tidak diperintahkan oleh nabi.

* Nabi mensykuri selamatnya nabi Musa dengan berpuasa, sementara orang yang merayakan maulid nabi, merayakannya dengan makan-makan dan pesta pora. Ini jelas bertentangan.

Dianggap Arogan, Kasek Didesak Mundur

Media Bawean, 11 Maret 2009

Sumber : Koran Surya

GRESIK | SURYA-Siswa, staf tata usaha, dan guru SMAN I Sangkapura Bawean berunjuk rasa di halaman gedung SMAN Sangkapura I, Selasa (10/3), mendesak kepala sekolah (kasek) menanggalkan jabatannya. Kasek Zai Raji dinilai arogan.

Unjuk rasa yang berlangsung dua jam lebih ini tanpa hasil sebab kasek yang didemo tidak ada di sekolah. “Kami para guru dan pegawai lainnya, merasa tertekan dengan gaya kepimpinan kasek,” kata Afandi, koordinator aksi, dihubungi Surya, Selasa (10/3) siang.

Sejumlah ucapan dan tindakan kasek dianggap arogan. Kasek dianggap memandang sebelah mata keberadaan para guru. Imbasnya juga terjadi pada pada siswa SMAN I Sangkapura. Ide dan kreativitas siswa yang positif terbelenggu dengan gaya kepimpinan kasek ini. “Sebelum aksi ini, kami sudah menyurati resmi Dinas Pendidikan (Dindik) Gresik untuk mengkaji kembali jabatan kasek,” kata Afandi, yang juga guru Sosiologi.

Kata Afandi, surat yang sama juga telah ditembuskan ke Bupati Gresik, Sekda Gresik, dan DPRD Gresik. Kepala SMAN Sangkapura I, Zai Raji, tidak berhasil dikonfirmasi. Sedangkan Kepala Dindik Gresik, Chusaini Mustaz, justru heran dengan aksi itu sebab surat yang dikirim ke Dindik beberapa waktu lalu, justru berisi dukungan ke kepala sekolah itu. “Agar duduk persoalan ini jelas, kami akan mengirim tim ke Bawean,” jelas Chusaini. st3

Tuntut Mundur Kasek KejamKesal Disamakan dengan Fir’aun

Media Bawean, 11 Maret 2009

Sumber : Duta Masyarakat
GRESIK—Ratusan siswa, guru, Komite Sekolah, dan karyawan SMAN 1 Sangkapura Bawean, berunjuk rasa di halaman sekolah, Selasa (10/3). Mereka menuntut Zairasi, sang kepala sekolah (kasek), mundur dari jabatannya. “Kami tidak mau dipimpin kasek yang kejam dan otoriter,” kata Afandi, guru bidang studi Sosiologi.

Zairasi juga disebut para pengunjuk telah berbuat dholim pada para guru. Saking dholimnya, para guru sering disebut sebagai Fir’aun, kafir, dan tukang becak.

“Kami, para guru dan siswa, merasa tertindas dan sering disakiti. Dia sangat kejam, angkuh, sombong, dan semaunya sendiri,” ujar Afandi.

Selama ini, lanjut Afandi, para guru memendam kesabaran. Laporan ke Dinas Pendidikan sebenarnya telah dibuat, namun tak kunjung ada tanggapan.

Akhirnya, tak ada jalan lain, para guru sepakat melakukan demo menuntut mundur Zairasi dari jabatan Kasek SMAN 1 Sangkapura.

“Kami berharap pihak terkait, khususnya Kepala Dinas Pendidikan, mendengar suara hati para guru yang sering didholimi Kasek,” pinta Afandi.

Prihatin pada nasib para guru, para siswa yang tergabung dalam OSIS SMAN 1 Sangkapura turut mengecam tindakan Kasek Zairasi. Sambil menitikkan air mata, mereka membacakan pernyataan sikap yang antara lain berbunyi “siapa pun yang mendholimi para guru adalah manusia laknat dan biadab, guru adalah insan bermartabat tidak untuk dihujat, guru adalah pahlawan bukan objek untuk dilecehkan, dan guru adalah orang bijak bukan tukang becak.”

Hingga berita ini diturunkan, Kasek Zairasi belum bisa dikonfirmasi karena telepon selulernya dimatikan. (dik)

Semena-mena, Guru-Murid Tuntut Kasek Mundur

Media Bawean, 10 Maret 2009

Sumber : Berita Jatim (http://www.beritajatim.com/)

Reporter : Hardy

Gresik - Ratusan siswa, guru dan semua karyawan SMA Negeri Sangkapura, Bawean melakukan aksi demo di sekolahnya sejak pagi tadi. Mereka menuntut agar kepala sekolah mundur dari jabatannya.



Menurut koordinator aksi Afandi, aksi demo ini digelar lantaran kepala sekolah bertindak semena-mena dan sombong. Semua kebijakan sekolah yang diambil, tidak pernah dikonsultasikan ke guru-guru terlebih dahulu. "Masak seoarang pimpinan seperti itu. Menganggap kami semua (guru, red) seperti tukang becak dan kafir," kata Afandi, Guru Sosiologi SMA itu, Selasa (10/3/2009).

Afandi menuturkan, sebenarnya masalah ini sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan. Namun sampai saat ini belum ada tanggapan. "Kami sudah sering melaporkan hal ini ke Dinas Pendidikan, tapi nggak ditanggapi. Akhirnya kami demo saja," tandasnya.

Sementara, kepala SMA Negeri Sangkapura, Zairasi saat demo berlangsung tidak berada di tempat. Dihubungi melalui ponselnya tidak aktif. (ard/eda)

Kepala Sekolah SMA Negeri Sangkapura Dituntut Mundur

Media Bawean, 10 Maret 2009

Poster Di Pintu Masuk SMA Negeri Sangkapura

Bapak Afandi Berorasi Didepan Siswa

Bapak Afandi Berorasi

Siswa & Guru Demo Kepsek SMA Negeri Sangkapura

Siswa Menangis Saat Melakukan Demo

Pintu Kepala Sekolah Disegel Oleh Siswa

Tuntutan Osis SMA Negeri Sangkapura

Demo Guru dan Siswa di SMA Negeri Sangkapura hari ini (10/3) menuntut Kepala Sekolah Zairosi, S.Pd. mundur dari jabatannya. Alasan dari banyak dewan guru kepada Media Bawean mengatakan, "Kepemimipinan beliau sangat kejam dan kami seringkali disakiti, selama ini kesabaran kami pendam. Tapi melihat situasi dan kondisi tidak ada perubahan, maka kami sepakat dengan guru-guru yang lain melakukan demo menuntut mundur," katanya.

Ditanya siapa yang cocok untuk mengantikan, jawabanya,"persoalan pengganti kami serahkan kepada pihak berwenang, yang penting beliau diganti, titik," ujar salah satu guru SMA Negeri Sangkapura.

Afandi saat orasi mengatakan, "Kami tidak mau dipimpin oleh kepala sekolah yang dholim dan sering mengatakan guru Fir'aun, kafir dan tukang becak," katanya.

"Kami mengharap agar atasan mendengar suara hati guru di SMA yang sering merasakan amarah dan cemohan dari kepala sekolah yang dholim," ujar Afandi.

Demo diikuti semua dewan guru, siswa kelas 3 dan 2, serta ketua komite sekolah. Sedangkan Kepala Sekolah, Zairosi, S.Pd. dihubungi Media Bawean hpnya tidak diangkat, dihubungi lagi ternyata tidak aktif. (bst)

'Dukun Sesat' Huni Terali Besi

Media Bawean, 10 Maret 2009

Sumber : Duta Masyarakat

Kendati sudah diusir dari 'Pulau Putri' Bawean, perjalanan Ayatullah Ahmad Ali Akbar, yang dicap sebagai dukun sesat, belumlah berakhir. Sosok yang akrab disapa Gus Ali Akbar itu kini justru dijebloskan ke tahanan Polres Gresik.

Polisi menangkap lelaki berambut gondrong yang mengaku berasal dari Desa Kraton, Kecamatan Suranenggal, Kabupaten Cirebon, ini karena diduga telah melakukan pemalsuan identitas.

Gus Ali Akbar pernah membuka praktik pengobatan di Tambak dan Sangkapura, Bawean. Terungkapnya dugaan pemalsuan identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP) bermula saat Gus Ali Akbar membuka praktik pengobatan di Desa Daun, Sangkapura.

Saat itu, karena praktik pengobatannya disertai ajaran sesat yang menghina umat Islam, warga bersama MUI setempat memutuskan mengusir Gus Ali Akbar. Tak mau diusir, sang dukun ini pun meminta tolong kepada Burhan (37), warga Probolinggo untuk membuat KTP guna memperjeles identitasnya.

Dalam proses pembuatannya, tersangka mengirimkan dua alamat yakni di Desa Kraton, Kecamatan Suranenggal, Kabupaten Cirebon dan Dusun Krajan No 66, Kelurahan Kauman, Kecamatan Kesepuhan, Kabupaten Cirebon. Tapi setelah di-crosscheck petugas, ternyata alamat yang dimaksud tidak ada.

"Memang kalau kelurahannya ada, tapi Kecamatan Kesepuhan itu tidak ada. Bahkan camat yang menandantangani juga fiktif alis direkayasa," ujar Kanit Polsek Sangkapura, M. Iksan yang melakukan penyidikan langsung ke Cirebon.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Fadli Widiyanto, Senin (9/3) membenarkan pihaknya telah mengamankan Ayatullah Ahmad Ali Akbar atas kasus pemalsuan identitas.

"Jika terbukti bersalah, tersangka dijerat pasal 263 jo 266 KUHP tentang pemalsuan dan menyuruh menggunakan surat palsu dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara," tandas mantan Kasat Reskrim Polres Malang ini.

Terpisah, Kuasa hukum Gus Ali Akbar, Irfan Choirie Senin kemarin mengatakan, kliennya tidak pernah berniat membuat KTP palsu. Sebab, saat meminta tolong dibuatkan KTP yang sesuangguhnya alais tidak palsu, kliennya juga telah membayar uang sebesar Rp 3 juta. Kendati begitu, pihaknya tetap menghormati proses hukum yang dilakukan Polres Gresik.

"Yang jelas, klien saya justru menjadi korban pemalsuan KTP. Selain itu, klien saya juga berhak hidup di Bawean, seperti warga Bawean yang juga bisa tinggal di mana-mana," tegas Irfan yang juga adik kandung anggota DPR RI Effendi Choirie ini. (dik)

Maulid Nabi Muhammad SAW. Di Bawean (1) Masjid Jamik Sangkapura Angkatan Maulid Bernilai Rp.4 Juta

Media Bawean, 9 Maret 2009

Angkatan H. Mak-mang (Terbuat Dari Batu Onix)

Angkatan Bapak Anol (Anggota DPRD Gresik)

Angkatan Maulid Di Masjid Jamik Sangkapura

Angkatan Maulid Di Masjid Jamik Sangkapura

Angkatan Maulid Di Masjid Jamik Sangkapura

Angkatan Maulid Masjid Jamik Sangkapura

Panitia Maulid Di Masjid Jamik Sangkapura

Panitia Maulid Di Masjid Jamik Sangkapura

Warga Menerima Angkatan Maulid Di Masjid Jamik

Warga Menerima Angkatan Maulid Di Masjid Jamik

Angkatan Maulid Dihantarkan Becak Ke Masjid Jamik

Angkatan Maulid Dihantarkan Becak Ke Masjid Jamik

Merayakan maulid Nabi Muhammad SAW. di masjid Jamik Sangkapura bisa dikatakan paling Lux di Pulau Bawean. Angkatan dari warga ada yang mencapai Rp.4 juta untuk satu orang saja. Pengusaha onix, dalam angkatannya wadahnya memakai batu onix yang membuat tertarik warga untuk mengangkat kedalam masjid butuh orang 6 sampai 10 orang.

Anehnya maulid yang dilaksanakan secara wah dan sangat mewah ini meninggalkan tradisi kue rengginang dan dodol. (Bersambung)

Foto Edy Telkom For Media Bawean

Sosialisasi Pemilu 2009 Di Bawean

Media Bawean, 9 Maret 2009

Sosialisasi Pemilu 2009 Di Bawean

Sosialisasi Pemilu 2009 Di Bawean

Abdul Basid (Anggota KPU Gresik )

Peserta Sosialisasi Pemilu 2009

LSM Gerbang Bawean bekerjasama dengan KPU Gresik melaksanakan sosialisasi Pemilu 2009 di Gedung PCNU Bawean hari ini (9/3). Sosialisasi Pemilu 2009 di Bawean dengan narasumber anggota KPU Gresik Abdul Basid (bukan Mr. Gerbang : Red.) dan Jamal dari Ketua PPK Sangkapura. Hadir perwakilan tokoh masyarakat di Sangkapura terdiri dari tokoh NU dan Muhammadiyah.

Abdul Basid, anggota KPU Gresik, menjelaskan tata cara pemungutan suara yang benar dan sesuai dengan undang-undang. Beliau memaparkan dengan jelas tentang pelaksanaan Pemilu 2009 yang akan dilaksanakan nanti pada tanggal 9 April 2009.

Sesi tanya jawab, ramai peserta menanyakan persoalan dengan money politic yang ada. Abdul Basid anggota KPU Gresik menangkal pertanyaan, mengingat beliau sebagai anggota KPU bukan sebagai Panwas Kabupaten. "Persoalan itu adalah wewenang Panwas, sedangkan kami sebagai pelaksana saja, "katanya. (bst)

Festival Musik Band 2008 Se-Bawean

Media Bawean, 9 Maret 2009

Festival Musik Band 2008 Se-Bawean

Festival Musik Band 2008 Se-Bawean

Hadiah Festival Musik Band 2008 Se-Bawean

Doorprize Festival Musik Band 2008 Se-Bawean

Suasana SMP Umma tadi malam (8/3) banyak dikunjungi penonton dari berbagai daerah di Pulau Bawean untuk melihat ajang kemampuan Band dari perwakilan sekolah yang ada. Festival Musik Band 2008 Se-Bawean diperkarsai oleh SMP Umma Sangkapura diikuti oleh banyak peserta se Bawean. (bst)

Keberanian Anak Bawean

Media Bawean, 9 Maret 2009

Anak Pemberani Dari Pulau Bawean

Anak Pemberani Dari Pulau Bawean

Disaat Mr. Gerbang meminum es degan di komplek perikanan Sangkapura (9/3), sepintas melihat anak kecil berdiri diatas sepeda motor sendirian. Ketika mau difoto, ternyata si Anak meragakan gayanya seperti foto model. (bst)
 

© Copyright Media Bawean 2005 -2013 | Design by Jasa Pembuatan Blog | Support by Kang Salman | Powered by Bawean.Net.