Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
250x250

adsbybawean

Singgasana Ali Akbar Di Temo Konce Runtuh

Media Bawean, 30 September 2009

Surat Pernyataan Ali Akbar

Ali Akbar Di Balai Desa Daun

Singgasana Ali Akbar runtuh hari ini (30/9) di balai desa Daun, setelah menyatakan bersedia untuk bermasyarakat dengan warga Daun dan resmi menutup pedepokan Sobo Langit di Temu Konce dihadapan peserta rapat yang dihadiri Muspika Sangkapura dan tokoh masyarakat Desa Daun.

Ali Akbar meresmikan Lembaga Terapi Kesehatan Salafiyah Sobo Langit di Gunung Temu Konceh desa Daun Sangkapura pada tanggal 22 Juli 2009, dengan kegiatan setiap malam kamis diadakan acara ritual.

Ali Akbar ditemui Media Bawean selesai rapat, mengatakan, "Saya sudah beradaptasi dengan masyarakat desa Daun, kapan saya tidak beradaptasi?", tanyanya.

Ali Akbar setelah menyetujui keinginan tokoh masyarakat desa Daun, maka sudah bisa dipastikan akan bisa diterima oleh warga desa Daun. Ali Akbar sudah menikah sirri gadis berusia 17 tahun bernama Bunga (nama samaran) asal desa Daun dengan status pelajar disalah satu SMA di Pulau Bawean.

Kapan pernikahan secara resmi akan dilaksanakan? ,"Yach kami selama ini nikah sirri, tunggu saja masih tahapan untuk persiapan segala sesuatunya," jawab Ali Akbar. (bst)

Rapat Bahas Ali Akbar Di Balai Desa Daun

Media Bawean, 30 September 2009

Ali Akbar (baju putih) Bersama Muspika Dan Kades Daun

Rapat Bahas Ali Akbar Di Balai Desa Daun

Rapat antara Ali Akbar dengan tokoh masyarakat desa Daun terlaksana hari ini (30/9) di balai desa Daun dengan dihadiri Muspika Sangkapura dan Kades Daun. Peserta rapat adalah warga desa Daun yang memperoleh undangan dari Kepala Desa, sedangkan warga umum yang ingin menyaksikan hanya bisa melihat dan mendengarkan dari luar.

Rapat di mulai jam 09.30 WIB, dipimpin langsung oleh Kepala Desa Daun Abd. Aziz Anwari. "Harapan rapat hari ini untuk menyampaikan usulan tokoh masyarakat desa Daun kepada Ali Akbar, yaitu setelah Ali Akbar menjadi menantu Ismail maka harus menyesuaikan tradisi masyarakat Daun dan bersedia untuk menutup pedepokan sobo langit di gunung Temu Konce di Daun Timur desa Daun, "kata Kades Daun.

Usulan Kades Daun ternyata direspon oleh Ali Akbar dengan menyetujui untuk memilih yang pertama untuk menyesuaikan dengan keadaan masyarakat Daun, sedangkan untuk menutup Pedepokan Sobo Langit di gunung Temu Konce Ali Akbar merasa keberatan.

Penolakan oleh Ali Akbar, membuat suasana rapat menegang antara beberapa tokoh masyarakat yang tetap menginginkan pedepokan untuk ditutup, dengan alasan sumber permasalahan yang ada berasal dari pedepokan.

Kealotan suasana rapat membahas pedepokan memerlukan waktu cukup lama, untuk menemukan titik temu antara Ali Akbar dengan tokoh masyarakat yang hadir. Ali Akbar mengusulkan meminta waktu 1 X 24 jam untuk menjawab permohonan tokoh masyarakat Daun. Tetapi usulan Ali Akbar tetap ditolak oleh tokoh masyarakat yang hadir, penolakan keras dilakukan oleh Farhan selaku Kamtibmas di desa Daun.

Akhir Ali Akbar mengalah dan bersedia untuk menutup pedepokan Sobo Langit di Gunung Temu Konce desa Daun. (bst)

PKB Tolak Kirim Calon Ketua DPRD

Media Bawean, 30 Oktober 2009

Sumber : Surabaya Pagi


GRESIK-Meski pimpinan sementara DPRD Gresik telah menetapkan deadline pengiriman anggota fraksi yang akan dicalonkan sebagai pimpinan DPRD Gresik definitif pada Rabu (30/9) pukul 10.00 dan paripurna pengumuman calon pimpinan akan dilakukan pada 5 Oktober mendatang. Namun, fraksi PKB Gresik dan fraksi Partai Demokrat belum mengirimkan calon pimpinan lembaga yang terhormat tersebut.

Bahkan, kedua partai 'penguasa' DPRD Gresik itu tampak tenang-tenang saja. "Saya belum mengirimkan calon pimpinan, karena belum ada surat dari DPC PKB," tegas Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Gresik Chumaidi Ma'un, kemarin.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Fraksi Partai Demokrat, Edy Santoso. Meski rekomendasi dari DPP Partai Demokrat telah menetapkan Susianto sebagai calon wakil ketua DPRD dari Partai Demokrat pada 24 Agustus lalu, namun, sampai mendekati deadline "Samapi hari ini kami belum kirim surat ke pimpinan sementara. Kami juga menunggu dari DPC Partai Demokrat," katanya, Selasa (29/9).

Sebagai partai pemenang Pemil 2009, PKB berhak mengajukan kadernya sebagai ketua DPRD. Sementara partai Demokrat, Golkar dan PDIP sebagai wakil ketua. Partai yang belum mengirimkan calonya hanya PKB dan Demokrat.

Chumaidi Maa'un menambahkan, fraksi sebagai kepanjangan tangan partai tidak bisa berbuat banyak jika memang tidak ada surat dari partai. "Jika memang sudah ada surat dari patai pasti langsung kemi serahkan ke pimpinan sementara. Kan masih ada waktu, tiak perlu tergesa-gesa lah," tambah Khumaidi.

Sementara itu Ketua Tanfidz DPC PKB Gresik, Moh. Syafiq AM menjelaskan, pihaknya tidak akan mengirimkan surat ke DPRD terkait dengan calon ketua dewan, sepanjang tidak ada rekomendasi dari DPP PKB. "Aturan PKB seperti itu. Kalau tidak ada rekomendasi DPP PKB, kami tidak berani mengirim surat pencalonan ketua dewan. Nanti, kalau aturan itu kami langgar justru akan menimbulkan masalah di internal partai karena diaggap 'mbalelo' dengan DPP PKB," tegasnya.

Bahkan, pihaknya mempersilahkan jika pimpinan dewan sementara bakal memproses jabatan pimpinan jika memang tidak mau menunggu proses dari PKB. "Tidak ada masalah jika PKB ditinggal," terangnya.

Sementara itu Ketua Dewan Syuro PKB Gresik, Robbach Ma'sum menandaskan, mekanisme PKB dalam soal jabatan ketua dewan harus menunggu rekomendasi dari DPP PKB. Pihaknya juga menyerahkan sepenuhnya kepada DPP PKB siapa yang bakal mendapatkan rekomendasi. Sesuai keputusan rapat pleno PKB Gresik telah mengirimkan surat permintaan rekomendasi ke DPP PKB. Ada tiga kader PKB Gresik yang duduk di DPRD diajukan ke DPP PKB, yakni, Hamim Mubham, Moh. Syafiq'AM, dan Zulfan Hasyim. "Saya belum mendapatkan laporan apakah rekomendasi itu sudah turun atau belum, karena yang mengurusi masalah itu DPC Tanfidz PKB," terang Robbach Ma'sum.

Ditambahkan, jika memang sudah sangat mendesak dan sifatnya darurat DPC Tanfidz diminta untuk mengambil langkah penyelesaian. mam

Rapat Ali Akbar Dihadiri Banyak Warga Daun

Media Bawean, 30 September 2009

Warga Menghadiri Rapat Ali Akbar Di Balai Desa Daun

Warga Menghadiri Rapat Ali Akbar Di Balai Desa Daun

Rapat Ali Akbar dengan tokoh masyarakat desa Daun dilaksanakan hari ini (30/9), di Balai Desa dengan dihadiri banyak warga umum dalam dan luar desa Daun.

Kehadiran mereka sebatas menyaksikan rapat dari luar Balai Desa dan tidak punya hak untuk bersuara. Tapi setiap ada suata perkataan yang dianggapnya butuh dukungan, warga berteriak dan bertepuk tangan dari luar.

Sedangkan dari pihak pendukung Ali Akbar nyaris tidak terdengar suara perlawanan atas adanya suara dari pihak yang kontra. Situasi dan kondisi acara rapat terlihat aman dengan penjagaan ketat dari anggota kepolisian dan koramil Sangkapura. (bst)

Turnamen Bola Volly Bulu Lanjang Club 2009

Media Bawean, 29 September 2009

Anggota DPRD Gresik Dari Partai Demokrat (Akhwan, SH.) Membuka Turnamen Bola Volly Bulu Lanjang Club 2009

Pertunjukan Antraksi Dari Ismul Haq (Pra Acara)

Demam bola volly kembali melanda di Sangkapura, sebelumnya demam olah raga ini sudah menjangkit di wilayah Tambak.

Malam ini (29/9) turnamen bola volly Bulu Lanjang Club 2009 secara resmi dibuka oleh Akhwan, SH. Anggota DPRD Gresik dari Partai Demokrat. Hadir Muspika Sangkapura, Kades Se-Sangkapura dan KONI Sangkapura dalam acara pembukaan yang diawali pertunjukan antraksi dari Ismul Haq.

Turnamen Bola Volly Bulu Lanjang Club 2009 memperebutkan hadiah Club Putra juara I Rp. 7 juta, juara II Rp. 5 juta, juara III Rp. 1 juta dan juara IV Rp. 500ribu. Sedangkan Club Putri juara I Rp. 6 juta, juara II Rp. 4 juta, juara III Rp. 1 juta dan juara IV Rp. 500ribu. (bst)

Ekspedisi Keluarga Besar Media Bawean

Media Bawean, 29 September 2009

Keluarga Besar Media Bawean Menuju Tajung Ga'ang

Keluarga Besar Media Bawean Di Tajung Ga'ang

Keluarga Besar Media Bawean Makan Bersama Di Rabeh

Keluarga besar Media Bawean, hari ini (29/9) mengadakan ekspedisi ke Tajung Ga'ang di Komalasa, Sangkapura, Pulau Bawean. Perjalanan menuju Tajung Ga'ang cukup memberikan pelajaran berharga kepada peserta yang ikut dalam ekspedisi, yaitu turun naik bebatuan penuh jurang yang dalam.

Peserta ekspedisi diantaranya M. Riza Fahlevi, M. Lamri, Badar, Nur Syamsi, Taufiq dan lain-lain mengadakan bincang santai membahas potensi alam keindahan Pulau Bawean. Waktu disana sampai melihat matahari tenggelam di sore hari, selanjutkan menjelang malam hari semua peserta memutuskan untuk pulang dari perjalanan ekspedisi.

Sebelum perjalanan ekspedisi, di Pantai Rabah Lebak mengadakan acara bakar-bakar ikan di rumah salah satu penduduk setempat. (bst)

Kasasi Zaenal Ditolak

Media Bawean, 29 September 2009

Sumber : Jawa Pos

GRESIK - Harapan Zaenal Arifin untuk mendapatkan korting masa hukuman kandas. Kemarin (28/9) Pengadilan Negeri (PN) Gresik menerima salinan putusan kasasi terpidana kasus korupsi reklamasi Pantai Sangkapura, Pulau Bawean, itu.

Dalam salinan putusan bernomor 1759.K/Pidsus/2009 tertanggal 3 September 2009 diterima PN Gresik tersebut, majelis hakim kasasi yang terdiri atas Ketua Joko Sarwoko dengan anggota Komerial Sapardjaja dan Mardi Soroindah N. menolak permohonan kasasi yang diajukan oleh jaksa penuntut umum maupun terdakwa.

JPU melakukan kasasi karena tidak puas terhadap putusan Pengadilan Tinggi (PT) Jatim yang mengurangi masa tahanan dari dua tahun menjadi setahun. Terdakwa Zaenal mengajukan kasasi untuk mendapatkan keringanan masa hukuman.

"Berdasar salinan putusan kasasi ini, menolak permohonan JPU dan terdakwa. Dan, menguatkan putusan PT Jatim," ujar humas Pengadilan Negeri (PN) Gresik Moch. Hasyim kepada wartawan kemarin. Dalam putusan kasasi tersebut, Zaenal dihukum setahun dan denda Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan.

Selain itu, mantan Kepala Bidang (Kabid) Konservasi Sumber Daya Alam (SDA) pada Badan Lingkungan Hidup (BLH) Gresik tersebut masih dibebani membayar uang pengganti Rp 10 juta. Bila dalam sebulan tidak sanggup membayar, hukuman itu diganti penjara satu bulan.

Seperti pernah diberitakan, pada 23 April lalu, PN Gresik menjatuhkan vonis dua tahun penjara kepada terdakwa korupsi Zaenal Arifin. Vonis itu sama dengan tuntutan JPU. (yad/ib)

Guru Besar Media Bawean (M. Riza Fahlevi) Berkunjung Ke Kantor Media Bawean

Media Bawean, 29 September 2009

M. Riza Fahlevi Di Kantor Media Bawean

M. Riza Fahlevi (CO Editor In Chief Batam Pos/Jawa Pos Grou) tadi malam (28/9) berkunjung ke kantor Media Bawean di Sangkapura. Kedatangan guru besar Media Bawean, tentunya memberikan nilai kebanggaan tersendiri untuk membesarkan media online di Pulau Bawean.

Di Kantor Media Bawean, M. Riza Fahlevi mengatakan, "Saya mengharap Media Bawean tetap eksis sebagai sumber berita di Pulau Bawean, teruskan dan lanjutkan untuk berkarya sebagai sarana informasi," katanya.

Pesan M. Riza Fahlevi buat Media Bawean, "Jangan larut dalam sanjungan dan jangan marah bila dikritik," ujarnya.

Kedatangan M. Riza Fahlevi di Pulau Bawean dijadwalkan satu minggu untuk berlibur ditanah kelahirannya. Rencananya siang ini dengan Media Bawean akan berwisata ke Tajung Ga'ang di Komalasa. (bst)

Tokoh Daun Menemui Kades Bahas Ali Akbar

Media Bawean, 28 September 2009

Tokoh Masyarakat Di Rumah Kades Daun

Sebanyak 10 Tokoh Masyarakat Desa Daun hari ini (28/9), mendatangi rumah Kades untuk membahas persoalan yang berkembang seputar Ali Akbar yang dikabarkan menikah dengan Bunga.

"Kedatangan kami disini untuk meminta Kepala Desa Daun menangani segala persoalan Ali Akbar, saya malu sebagai warga Daun selalu dikucilkan oleh warga Bawean yang lain," katanya.

"Ketegasan Kades sangatlah diperlukan, apalagi sekarang Ali Akbar sudah menanamkan benih kandungan di salah satu gadis Daun," ujarnya.

Kades Daun Abd. Aziz Anwari merespon keinginan tokoh masyarakat dengan beberapa langkah, diantaranya akan mengadakan rapat lanjutan besok hari rabu di balai desa dengan mengundang tokoh dengan Ali Akbar untuk membahas segala persoalan yang ada.

Keinginan tokoh Daun di rumah kades, yaitu bisa menerima pernikahan Ali Akbar dengan syarat yaitu pedepokan temu konce ditutup dan Ali Akbar bisa menyesuaikan dengan warga Daun umumnya hidup bermasyarakat.

"Saya akan mencoba menemui Ali Akbar untuk menawarkan segala keinginan tokoh, termasuk membawa ke forum di balai desa. Tapi bila Ali Akbar tidak bersedia, segala sesuatunya akan dikembalikan kepada masyarakat," jelas Abd. Aziz Kades Daun. (bst)

Cerita Pernikahan Siri Ali Akbar Dengan Siswi SMAN Mencuat Di Daun

Media Bawean, 28 September 2009

Masih ingat dengan Ali Akbar yang akrab dipanggil Gus Ali, yang selama ini menetap di pedepokan sebo langit di gunung temu konce Daun Timur desa Daun Sangkapura Pulau Bawean Gresik.

Desas desus cerita-cerita di masyarakat Daun, ramai dengan hamilnya seorang gadis yang bernama Bunga (nama samaran : Red.) anak dari salah satu pengikut setia Ali Akbar. Siapa yang menghamili Bunga dengan status masih belajar di SMA kelas 3 ?

Media Bawean hari ini (28/9) menghubungi orang Daun yang berada di Gunung Temu Konce untuk menemuinya, tetapi beliau merasa keberatan dan diminta untuk menghubungi Mustain di Komalasa. Mustain dihubungi Media Bawean mengatakan, " Pernikahan siri Gus Ali dengan Bunga (nama samaran : Red.) sudah dilaksanakan dan sekarang menunggu surat mutasi nikah dari Cirebon," katanya.

Ibu Hamimah mengatakan, "Betul ada nama siswa Bunga (samaran : Red.) dari Daun. Setahu saya dia sering tidak masuk karena sakit mag, apa informasi ini sudah valid?" tanya guru di SMAN Sangkapura.

Usman Wakasek Kurikulum SMAN Sangkapura, mengatakan, "Bila terbukti sudah hamil, saya akan konfermasi dengan Dinas di Gresik untuk langkah selanjutnya," ujarnya.

Isu kehamilan Bunga oleh Ali Akbar menjadi buah bibir di masyarakat Bawean, khususnya di desa Daun. Tetapi isu tersebut dijawab dengan adanya pernikahan siri yang dilakukan saat peresmian pedepokan milik Ali Akbar di Gunung Temu Konce. (bst)

Kasasi Turun, Terdakwa Korupsi Reklamasi Divonis 1 Tahun

Media Bawean, 28 September 2009

Sumber : Berita Jatim

Gresik (beritajatim.com) - Dengan turunnya kasasi Mahkamah Agung, harapan Zaenal Arifin, terpidana kasus korupsi Reklamsi Bawean sebesar Rp 1,1 miliar untuk menghirup udara segar, kini hanya menjadi angan-angan.

Karena dalam salinan putusan kasasi MA, nomor 1759.K/Pid.Sus/2009 yang diterima Ketua PN Gresik, Mulyani Senin (28/9/2009) ini, terpidana dihukum 1 tahun penjara.

Selain vonis 1 tahun penjara, majelis hakim MA yang diketuai Djoko Sarwoko, menghukum mantan Kabid Konservasi Sumber Daya Alam (SDA) pada Badan Lingkungan Hidup (BLH) Gresik itu, dengan denda selama Rp 50 juta subsider kurungan selama 2 bulan penjara.

Bahkan, terpidana diwajibkan membayar biaya pengganti kerugian negara Rp 10 juta dari total kerugian negara Rp 360.483.795,91. Apabila kerugian negara tidak dibayar maksimal 1 bulan setelah putusan diberikan, akan dikenakan tambahan kurungan 1 bulan penjara.

"Pembacaan putusan kasasi sebenarnya dilakukan 3 September lalu, namun karena memasuki libur Lebaran, surat itu baru kami terima hari ini," ujar Humas PN Gresik, Ahmad Zaini yang juga anggota majelis hakim.

Saat ditanya wartawan, putusan kasasi empat terdakwa lainnya diantaranya Soemarsono, Kepala Dinas Badan Lingkungan Hidup, Siti Kuntjarni Sekretaris Inspektorat, Buang Idang Guntur Direktur CV Kebangkitan Bangsa, Sihabudin Direktur CV Daun Jaya, Zaini enggan menjawab. "Memori kasasi sudah masuk ke MA, tinggal menunggu persidangan saja," jawabnya. [ard/kun]

Arus Balik Lebaran, Dari Bawean-Gresik

Media Bawean, 28 September 2009

Penumpang Kapal Di Dermaga Bawean

Penumpang Kapal Di Dermaga Bawean

Pelayaran hari ini (28/9), dibanding kemarin dilihat dari jumlah penghantar di dermaga Pulau Bawean relatif sepi. Meskipun dari Gresik, ada arus kedatangan penumpang dan dari Bawean penumpang akan naik, berkat kesigapan semua petugas di dermaga cukup kondusif.

Pelayaran kapal Ekpress Bahari 8B dari Pulau Bawean menuju Gresik hari ini mengangkut sebanyak 344 penumpang. (bst)

Membeludak, Penumpang Kapal dari Bawean Rela Berdiri

Media Bawean, 28 September 2009

Sumber : Jawa Pos

GRESIK - Arus balik penyeberangan dari Pulau Bawean ke Gresik mencapai puncaknya. Dalam pantauan Jawa Pos kemarin (27/9), puluhan penumpang kapal motor Ekspres Bahari (EB) 8B rela berdiri di buritan. Diperkirakan, jumlah penumpang kapal tersebut melebihi kuota 330 orang.

"Kayak pindang, untel-untelan," ujar Hepni, salah seorang penumpang kapal itu. "Biasanya, tidak ada penumpang yang berdiri. Tapi, kali ini luar biasa. Untung, selamat," ujar sekretaris DPC PDIP Gresik tersebut. Namun, dalam manifes kapal tertera jumlah penumpang 334 atau kelebihan empat orang dari kuota.

Berdasar data pospam Lebaran di Pelabuhan Gresik, sejak 1 September hingga Sabtu (26/9) tercatat 5.401 penumpang dari Gresik menuju Pulau Bawean yang berjarak 80 mil laut dari Gresik. Pada arus balik, baru terdapat 2.896 penumpang. "Itu belum termasuk kedatangan EB hari ini (kemarin, Red)," ujar seoarang petugas pospam. Penyeberangan dari Gresik ke Pulau Bawean dilayani dua kapal, yakni Dharma Kartika dan EB 8B. (yad/end)

Mahasiswa Bawean Di Malaysia Berkunjung Ke Tokoh Bawean Di Singapore

Media Bawean, 27 September 2009

Mahasiswa Bawean Berkunjung Ke Kantor H. Samri Barik, SH.

Mahasiswa Bawean Makan Bersama H. Samri Barik, SH.

Sebanyak empat mahasiswa Bawean di Malaysia kemarin (25/9) berkunjung ke tokoh-tokoh Bawean di Singapore. Diantara tokoh yang dikunjungi intelektual muda asal Pulau Bawean adalah H. Samri Barik, SH.

Menurut Hasan Jali kepada Media Bawean, mengatakan, "Kunjungannya ke Singapore untuk bersilaturrahim dengan tokoh-tokoh Bawean yang berada di Singapore," katanya.

"Tujuannya mencari solusi terbaik untuk pengembangan Pulau Bawean kedepan, termasuk berdiskusi untuk merajut kembali segala persoalan yang dihadapi oleh warga Bawean yang berada di luar negeri seperti di Malaysia dan Singapore," ujar Hasan Jali. (bst)

Warga Bawean Kembali Demam Bola Volly

Media Bawean, 27 September 2009

Turnament VOCABA CUP I 2009 Di Gelam

Turnament VOCABA CUP I 2009 Di Gelam

Setelah istirahat tidak ada turnamen selama satu bulan menghadapi puasa ramadhan, kini demam bola volly kembali menjamur di Pulau Bawean.

Di Tambak turnamen dilaksanakan di dua tempat, yaitu di Gelam pelaksanaan 23 September sampai dengan 24 Oktober 2009. Hadiah club putra juara I Rp. 7,5 juta, juara II Rp. 6 juta, juara III Rp. 1 juta dan Juara harapan I Rp. 500ribu. Sedangkan club putri juara I Rp. 6 juta, juara II Rp.4 juta, juara III Rp. 1 juta dan juara harapan I Rp. 500ribu. Total hadiah club putra dan putri sebanyak Rp. 26,5 juta.

Sedangkan turnamen di Kepuh dimulai 26 September sampai 24 Oktober dengan hadiah club putra juara I Rp. 7 juta, juara II Rp. 6juta, juara III Rp. 1 juta dan Juara harapan I Rp. 500ribu. Sedangkan club putri juara I Rp. 6 juta, juara II Rp. 4 juta, juara III Rp. 1 juta dan juara harapan I Rp. 500ribu. Total hadiah club putra dan putri sebanyak Rp. 26 juta.

Turnamen di Sangkapura bertempat di desa Bululanjang akan dibuka 29 September, selanjutnya satu minggu kedepan di desa Pudakit Barat. (bst)

Penumpang Arus Balik dari Bawean Padati Pelabuhan Gresik

Media Bawean, 27 September 2009

Sumber : Berita Jatim

Gresik (beritajatim.com) - Arus balik di pelabuhan Gresik tampak membludak. Kapal Expres Bahari 8B dengan kapasitas 330 penumpang penuh sesak hingga buritan dan geladak diduga melebihi kapasitas. Kenyataannya tak sedikit penumpang yang berdiri didalam kapal tidak kebagian tempat.

Hal ini dibenarkan oleh Hepni salah satu penumpang asal bawean saat turun dari kapal Expres Bahari 8 B ditemui beritajatim.com. "Penumpang kayak ikan pindang saja mas, ditumpuk-tumpuk. Tak sedikit yang tidak kebagian tempat duduk, terpaksa harus berdiri selama 3 jam perjalanan," kata Hepni yang juga Sekretaris DPC PDIP Gresik.

Selama lebaran pelayanan angkutan kapal jurusan Gresik - Bawean biasanya hanya sekali dalam sehari, namun khusus untuk lebaran ini sehari dilayani dua kapal. Expres Bahari dan Darma Kartika.[ard/ted]

Kondisi Dermaga Bawean Teratur Kembali

Media Bawean, 27 September 2009

Calon Penumpang Masuk Pintu Khusus Untuk Naik Kapal

Ketua PBG (Daifi Buang & Isteri) Ikut Arus Balik Lebaran

Pelayaran hari ini (27/9), kondisi di dermaga Bawean sangat teratur dibandingkan kemarin. Calon penumpang untuk naik keatas kapal memasuki pintu khusus sebagai pembatas bagi para penghantar.

Menurut Kepala Pariwisata Bawean Fendy, "Puncak arus balik lebaran dari Pulau Bawean adalah hari ini, sebab pekerja kantoran dan mahasiswa mulai besok sudah masuk kerja serta kuliah," katanya.

Untuk pelayaran hari ini, jumlah penumpang yang diangkut oleh kapal Ekpress Bahari 8B dari Pulau Bawean menuju Gresik, sebanyak 344 orang. (bst)

Tiap Hari Orang Bawean Sakit Dirujuk Ke Gresik

Media Bawean, 27 September 2009

Orang Sakit Dinaikkan Keatas Kapal Ekpress Bahari 8B

Orang Sakit Dinaikkan Keatas Kapal Ekpress Bahari 8B

Setiap hari pemberangkatan kapal Bawean-Gresik, kita selalu melihat warga Bawean yang sakit sedang dinaikkan keatas kapal untuk dirujuk ke Gresik. Tentunya kebutuhan rumah sakit sangatlah diperlukan untuk segera di bangun di Pulau Bawean. Untuk meringankan si pasien ataupun pihak keluarga untuk melakukan pengobatan. (bst)

Siapkan Trayek Lamongan-Bawean

Media Bawean, 27 September 2009

Sumber : Jawa Pos

LAMONGAN - Persiapan untuk operasional pelabuhan ASDP di Kecamatan Paciran tahun depan terus dimatangkan. Sebuah trayek kapal dipersiapkan untuk mendukung aktivitas pelabuhan tersebut.

''Trayek Lamongan-Bawean yang dipersiapkan untuk kali pertama melayani penumpang kapal dari Pelabuhan ASDP Lamongan itu,'' kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lamongan Agus Suyanto kepada Radar Bojonegoro.

Menurut dia, kali pertama beroperasi, kapal penumpang tersebut akan melayani jalur Lamongan-Bawean seminggu dua kali. Agus menjelaskan, pelabuhan di Bawean sudah selesai terlebih dahulu pembangunannya.

Jika ada peningkatan penumpang, maka nantinya pelayanan kepada penumpang ditambah hingga dua hari sekali. ''Secara bertahap nantinya juga akan dibuka trayek kapal penumpang dari berbagai pelabuhan di seluruh Indonesia,'' tuturnya.

Seperti diberitakan, penuntasan pembangunan pelabuhan ASDP di Desa Tunggul, Kecamatan Paciran membutuhkan anggaran Rp 80 miliar dan direncanakan mulai operasional tahun depan. Total anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan ASDP di Lamongan itu Rp 170 miliar. Dari jumlah anggaran tersebut, Rp 90 miliar sudah dianggarkan.

Anggaran Rp 90 miliar tersebut digunakan untuk 15 kegiatan pembangunan sejak 2005. Hingga kemarin sudah selesai delapan kegiatan dan yang tujuh kegiatan sedang berlangsung.

''Sementara tambahan anggaran Rp 80 miliar akan dipakai untuk pembangunan breakwater (bangunan pemecah ombak) untuk pengamanan areal pelabuhan dan keselamatan pelayaran,'' jelas Agus. (feb)

Pulau Bawean Belum Siap Jadi Kabupaten

Media Bawean, 26 September 2009

Drs. Jamal (Mantan Camat Ujung Pangkah)

Drs. Jamal mantan Camat Ujung Pangkah yang kini menetap di Pulau Bawean, ditemui di dermaga Pulau Bawean hari ini (26/9),menyatakan hal yang sulit dan butuh waktu panjang untuk menjadikan Kabupaten Bawean.

"Melihat kondisi Bawean sekarang, saya nilai belum siap bila ingin jadi Kabupaten sendiri bila ingin memisahkan diri dari Kabupaten Gresik, apa pendatapan yang bisa digali dari Pulau Bawean selama ini," katanya.

"Pembangunan di Pulau Bawean oleh Pemerintah Kabupaten Gresik sangatlah banyak, dibuktikan alokasi anggaran yang ada," ujarnya.

"Justru kita perlu memberikan kesadaran kepada warga Bawean untuk menjaga hasil pembangunan yang ada dengan merawatnya. Selama ini kita selalu menuntut pembangunan, tapi setelah dibangun kita kurang memiliki kesadaran untuk menjaganya," jelas Mantan Sekcam Kecamatan Sangkapura. (bst)

Orang Bawean Membeludak Di Dermaga

Media Bawean, 26 September 2009

Dermaga Pulau Bawean Hari Ini (26/9)

Dermaga Pulau Bawean Hari Ini (26/9)

Dermaga Pulau Bawean hari ini (26/9) dipadati para calon penumpang dan penghantar untuk pelayaran kapal Ekpress Bahari 8B dari Bawean - Gresik. Terjadinya kesemberawutan tidak bisa dihindari, disebabkan dari Bawean para calon penumpang dan penghantar menuju kapal, sedangkan dari kapal para penumpang dari Gresik sedang turun.

Menurut Djumadi dari Polsek Sangkapura mengatakan, "seharusnya di pintu penghalang masuk area penumpang dijaga oleh petugas, sehingga para penghantar tidak membeludak masuk ke area khusus penumpang. Yach, beginilah jadinya, penumpang dan penghantar dari Bawean menuju area kapal, sedangkan dari atas kapal para penumpang dari Gresik sedang turun,:"katanya.

Untuk pelayaran hari ini, kapal Ekpress Bahari 8B dari Pulau Bawean menuju Gresik mengangkut sebanyak 344 orang. (bst)

Layang Ucapan Selamat

Media Bawean, 26 September 2009

Oleh : A. Fuad Usfa


Ustadz Jamal Siraj, SAg Di Masjid Al-Majid Western Australia

Tiada kata berhenti, itulah sifat pejuang. Dengan kata lain, bergerak. Sifat sedemikian itu universal, tiada batas ruang, pun waktu, tertuju akan semua kaum, tiada klaim kepemilikan. Berkata Muhammad Iqbal, ‘berhenti, tak ada jalan di tempat ini, sikap lamban berarti mati, siapa lalai akan tergilas’.

Orang-orang Bawean telah bergerak melakukan jelajah bumi, tiada sejarahwan yang dapat melacak bila gerak migran orang Bawean bermula. Mengharung lautan dan samudra, menapak bumi, meretah angkasa. Ditahun 1915 telah menginjak bumi Christmas Island yang terletak di samudra Indonesia sosok orang Bawean, ia telah menjadi Kepala kampung Melayu (Malay Kampong), telah pula menjadi Imam, itulah dia H. Mukri atau yang biasa dipanggil pak Ay, Beliau asal Desa Lebak Sangkapura Bawean. Sejarah telah mencatat pula di kemudiannya bergerak yang lain beserta pula anak turunnya.

Dari Christmas Island lah orang Bawean menapak Benua Australia. Awal mula di tahun 1975 tergerak diantara mereka untuk menginjakkan kaki ke daratan Benua Australia, yang sepengetahuan (dalam catatan) penulis ia itu adalah Ghani Majid (almarhum, wafat 21 Oktober 2008) yang melanjutkan studinya di Wembley Technical School, Perth, bersama dengan beliau adalah adiknya yang bernama Puat Majid. Sepanjang belum ada masukan lain, maka bolehlah dicatat, merekalah keturunan orang Bawean yang pertama kali berdomisili di daratan Benua Australia. Baru selepas itu datang berduyun-duyunlah orang Bawean memasuki daratan Benua Australia. Selanjutnya, setelah gelombang orang Bawean dari Christmas Island (--Christmas Island termasuk wilayah Western Australia--) itu, baru datang mereka yang melalui jalur lain, termasuk ia itu mereka-mereka yang dari Bawean, seperti al- Imam al- Ustadz H. Ghufran Yusuf, saudara (abang) daripada KH. Bajuri Yusuf, setelah mengembara menuntut ilmu ke tanah Jawa serta ke tanah Arab, kemudiannya beliau menjadi Imam Masjid di Port Hedland Western Australia, setelah sebelumnya membina keIslaman di Trenggano Malaysia; juga al- Ustadz H. Khairuddin, cucu daripada KH. Hasan Jufri, setelah mengembara menuntut ilmu ke tanah Jawa, yang kemudian beliau menjadi pembina ke-Islaman di Western Australia dan beliau adalah mantan Presiden Masjid al- Hidayah (al- Hidayah Mosque), yang sekarang bernama Masjid al- Majid (al- Majid Mosque); kemudian dari pada itu juga al- Ustadz Badrun Akhwan yang sempat pula aktif dalam melakukan pembinaan keIslaman di Masjid Rivervale, yang biasa pula tampil sebagai komentator. Di Masjid Rivervale inilah orang-orang Bawean pemula**), memulai melakukan pembinaan keIslaman yang berbasiskan Masjid di Western Australia; dan masih terdapat mereka yang lain lagi, yang telah mengambil peran dan belum sempat penulis ulas dalam kesempatan ini.

Adapun yang penulis fokuskan dalam tulisan ini adalah salah seorang yang juga tergolong tokoh muda, al- Ustaz Jamal bin KH. Siraj bin KH. Yusuf asal Gunung Lanjang, keponakan dari KH. Bajuri Yusuf (Pimpinan PP. Hasan Jufri). Sekilas dapatlah di utarakan sekelumit kiprah beliau. Ustadz Jamal aktif di Masjid al- Majid (al- Majid Mosque). Masjid al- Majid ini sebelumnya bernama Masjid al- Hidayah. Masjid ini merupakan masjid yang besar di Western Australia, dengan hamparan tanah yang luas yang telah disediakan Government (Western Australia). Suatu wujud nyata pengakuan dan penghargaan atas keberagaman (kemajemukan) dan kebebasan beragama di Australia. Di al- Majid Mosque ini beliau sebagai Penasihat, sebagai Imam dan juga sebagai Tenaga Pengajar. Pada tahun 2002 beliau pernah bekerja untuk bidang keIslaman di Christmas Island atas permintaan dari Islamic Consol of Christmas Island. Beliau adalah alumni Madrasah Lebak I, selepas itu mengembara menuntut ilmu ke tanah Jawa, tepatnya di Pondok Pesantren al- Ishlah Bandar Kidul Kediri, setelah tamat beliau melanjutkan studinya ke Perguruan Tinggi Agama Islam di Surabaya, yaitu di Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel. Dalam bulan Ramadhan tahun ini ada suatu tapakan baru yang perlu kita catat, yaitu beliau telah dengan resmi ditetapkan Government (Western Australia) sebagai Marriage Celebrant (‘Penghulu’) di Western Australia, dan yang dengannya pula antara lain beliau mendapat kewenangan untuk melegalisir copi surat-surat penting manakala kita memerlukan. Berdasar sensus 2006 komunitas muslim di Australia berjumlah 340.392 jiwa, sebagian besar terdapat di New South Wales, disusul Victoria, dan urutan selanjutnya Western Australia.

Dalam kesempatan ini, kepada Ustadz Jamal Siraj, S.Ag, perkenankan kami mengucapkan SELAMAT atas tapakan ukir prestasi yang telah dicapai.

_________

**) seperti H. Miftah (almarhum, asal Desa Lebak), H. Majid (almarhum, asal Desa Lebak), H. Ghazali (almarhum, asal Dusun Gunung-gungung Desa Gunung Teguh, wafat 21 Oktober 2008. Sebagai pendekar, semasa di Christmas Island juga sebagai pelatih silat yang mempunyai banyak murid), dan lain-lain.

Bawean Jadi Kabupaten Di Republik Mimpi

Media Bawean, 25 September 2009

Wacana Bawean jadi Kabupaten sepertinya masih sulit terwujudkan, sesuai hasil liputan Media Bawean hari ini (25/9) kepada beberapa tokoh di Pulau Bawean.

Drs. A. Muhajir, anggota DPRD Gresik 2009-2014 dari PKB, mengatakan, "Tidak mustahil, tapi kemungkinannya masih amat jauh. Semangat itu terlalu berlebihan dan spekulatif, sehingga seperti angin surga kedengarannya," katanya.

Ada tiga alasan menurut Drs. A. Muhajir Pulau Bawean belum waktunya jadi Kabupaten, "Satu, mentalitas elite yang masih sibuk dengan dirinya sendiri atau one man show. Kedua, Sangat terbatasnya sarana dan prasarana. Uang akan habis untuk membangun perkantoran dan sebagainya, sehingga ketika mandiri akan lebih miskin lagi. Ketiga, PAD yang signifikan masih sulit di estimasi, apalagi direalisasi," jelasnya.

"Dan masih banyak lagi problem yang bisa yang dimuat media. Saya tidak anti perubahan apalagi kemandirian, tapi saya ingin mengajak semua pihak untuk realistis agar lagi-lagi masyarakat tidak dikorbankan oleh elit. Ingat masyarakat adalah pelaku sekaligus tujuan pembangunan," papar Drs. A. Muhajir.

Sedangkan Fuad Mahsuni putra Bawean yang sekarang menjadi anggota DPRD Propinsi Jawa Timur merespon wacana Bawean jadi Kabupaten, mengatakan, "Dari SDM, SDA, mungkin tapi segi pendapatan di Bawean masih nol besar. Masih butuh waktu yang realistis untuk dimunculkan. Kita lihat setelah lapter beroperasi," ujarnya.

Putra Bawean Drs. Samwil, SH. Ketua DPC Partai Demokrat Gresik, merespon wacana tersebut mengatakan, "Mimpi aja tuuu!," katanya singkat.

Tokoh Budayawan Bawean Cuk Sugrito justru menanggapinya lebih pesimis untuk bisa jadi Kabupaten, menurutnya, "Sudahlah kita tidak usah berfikir Bawean jadi Kabupaten, wacana itu dari dulu sudah dimunculkan tapi kenyataannya sampai sekarang tetaplah wacana saja," paparnya.

"Mari berfikir jernih, darimana modal untuk jadi Kabupaten, PAD apa yang bisa dihandalkan dari Pulau Bawean. Untuk menggaji pegawainya saja tidak mungkin mencukupinya. Kalau hanya menghadalkan DAU, anak kecil bisa mewacanakan Bawean jadi Kabupaten, " tegasnya.

"Kita selama ini menyusu ke Kabupaten Gresik, ibarat bayi kita ini masih belum waktunya untuk dipisahkan (epasarak : bahasa Bawean) dengan orang tuanya. Justru kita lebih realistis untuk melakukan pemekaran desa di Pulau Bawean, seperti desa Daun yang memiliki daerah luas dan jumlah penduduk padat. Dengan dimekarkannya desa di Pulau Bawean, maka akan bisa banyak memperoleh anggaran pembangunan dari pemerintah Kabupaten Gresik," jelas Cuk Sugrito. (bst)

Kapal Dharma Kartika Berangkat Malam Hari

Media Bawean, 25 September 2009

Kapal Dharma Kartika Di Dermaga Bawean

Pemberangkatan PP kapal Dharma Kartika hari ini (25/9) jam 19.00 WIB. dari Bawean menuju Gresik diwaktu malam hari. Jumlah penumpang yang berangkat hari ini diperkirakan 200 orang. (bst)

Media Bawean, Its Time!

Media Bawean, 25 September 2009

Oleh : M. Riza Fahlevi*

Saya pernah bertanya pada pemimpin redaksi Media Bawean, Abdul Basit Karim, mau dibawa ke mana media ini? Apakah Media Bawean hanya akan menjadi media komunitas, media forum, media kepentingan, media radikal, atau media perjuangan untuk memajukan pulau Bawean, atau apa lagi?

Saya bertanya seperti ini, karena seiring waktu Media Bawean harus menentukan posisinya atau kata orang bule stand, positioning, bla-bla bla. Karena, begitulah semua media bermula. Semula melalui fase kritis, fase pengembang, dan fase penerus.

Kalau kita runut, dari tiga fase ini, saya menilai Media Bawean sudah mempu melalui fase kritis, from nothing to some thing-lah. Kini saatnya, media ini memasuki fase pengembang. Sebuah fase yang jauh lebih susah dari fase kritis.

Hal ini seiring dengan grafik tingkat kepuasan pembaca pada media yang selalu di atas pencapaian. Pembaca, selalu saja kurang puas dan selalu saja meminta lebih. Inilah yang sekarang mulai dirasakan media ini.

Semula, pembaca senang membaca media bawean dengan informasi apa adanya. namun, lambat laut, permintaan mereka akan meningkat. Minta beritanya diperbanyak lah, minta menyoroti ini itu lah, dan lain-lain. Dulu, mungkin pembaca masih bisa maklum dengan argumen pengelolanya bahwa masih kekurangan ini dan itu, namun lama-lama tentu alasan ini tak akan diterima lagi.

Untuk itu sebelum masa tersebut datang, pengelola Media Bawean harus lebih kreatif lagi menyajikan hal-hal yang baru di media ini. karena bermodal semangat saja tidak cukup. Kreatif dan terus belajar, itulah kunci sukses media, bila ingin tetap eksis. Meminjam tagline Jawa Pos, "Selalu ada yang baru".

Bagaimana caranya?

Saya mengusulkan agar pengelola media Bawean mulai sedikit demi sedikit masuk pada manajerial media, khususnya dalam segi pemberitaan (news gathering), sehingga liputannya bisa padu.

Jangan sampai nanti pembaca membaca sebuah berita, namun keesokan harinya tak tahu bagaimana lanjutannya. Tentunya mereka akan kecewa.

Misalnya hari ini ada memberitakan pohon tumbang yang menutup jalan, besoknya jangan sampai lanjutannya malah hilang. Dan lain-lain.

Atau misalnya, Media Bawean ingin memberitakan buruknya infrastruktur di pulau ini, maka penyajian beritanya harus fokus pada akar berita itu sendiri. Sehingga dengan demikian, akan mampu menggedor para pemegang kebijakan di Gresik.

Nah, semua ini hanya dapat diketahui setelah melakukan menajemen pemberitaan itu.

Langkah sederhananya dengan melakukan Planning, Organizing, Actuating, Controlling (POAC) agenda dan event. Bisa harian, mingguan dan bulanan.

Dari sinilah nanti akan ditemukan sebuah sari-sari agenda setting yang akan menjadi jati diri media ini. Apakah agenda settingnya, apa tag linenya, apa tujuannya dan kemana pula muaranya?

Jadi, bisa lebih fokus apakah akan menjadi media perjuangan aspirasi dan sebagainya.

Media Bawean nantinya akan mampu mempetakan sebuah issue dan pengembangannya, sebuah row material berita dan approximity-nya. Media ini juga akan mampu melakukan coverge akan ilmu pengetahuan, politik, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan di pulau ini.

Tak hanya itu, nanti akan dapat juga melakukan sistem bedah wilayah akan karakteristik dan keragaman Bawean itu sendiri, sehingga akan mampu lebih dekat dengan pembacanya dan bisa menyajikan rubrik baru yang interaktif.

Berat memang, namun bagaimana lagi, inilah resiko pekerja media. Maju terus Pak Basit, Bawean bangga pada Anda.

*CO Editor In Chief Batam Pos/Jawa Pos Group
& Guru Besar Media Bawean

Puskesmas Sangkapura Hilang Kepala, UPTD Pendidikan Sangkapura Hilang Anak Buah

Media Bawean, 24 September 2009

Ruang Kerja Kepala Puskesmas Sangkapura

Ruang Staf UPTD Pendidikan Sangkapura

Hari pertama masuk kerja bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pulau Bawean dimulai hari ini (24/9), bagaimana situasi dan kondisi kehadiran pegawai di hari pertama?

Hari ini (24/9), jam 11.00 WIB. melakukan peliputan pertama di kantor kecamatan Sangkapura, dan diterima salah satu staf yang ada. "Alhamdulillah di hari pertama masuk kantor, semua pegawai masuk kerja semua," katanya.

Dimanakah Bapak Camat? "Bapak Camat sedang kunjungan ke desa Kebuntelukdalam untuk persiapan acara kunjungan Muspida pada bulan oktober," terang pegawai kecamatan Sangkapura.

Media Bawean dari kecamatan melanjutkan liputan ke kantor Puskesmas Sangkapura. Di Puskesmas Sangkapura semua pegawai masuk semua, terkecuali Kepala Puskesmas Dokter Syafik dengan alasan ada keperluan Dinas di Gresik.

Melihat absensi yang ada di kantor Puskesmas Sangkapura ada sesuatu yang janggal saat melihatnya, yaitu Dokter Syafik yang tidak hadir pada hari ini (24/9) ternyata di absensi tertera tanda tangan.

Menurut Dokter Tony, mengatakan, "Saya sebagai gantinya Kepala, sebab beliau ada urusan di Dinas Kesehatan Gresik," katanya.

Kenapa kalau tidak hadir, di absensi ada tanda tangan hadir? Dokter Tony diam tidak menjawab pertanyaan Media Bawean.

Dokter Syafik dihubungi Media Bawean melalui ponselnya, mengatakan, "Betul hari ini saya tidak masuk kerja, sebab masih ada urusan di Dinas, urusan Jamkesmas dan silaturrahim dengan atasan, " katanya.

Setelah dari Puskesmas dilajutkan ke kantor UPTD Pendidikan Sangkapura, melihat situasi kantor cukup sepi hanya nampak satu pegawai yang menghantar menemui Abd. Aziz, S.Pd. MM. sebagai Kepala UPTD Pendidikan Sangkapura. Kemudian datang satu pegawai lainnya. Jadi yang hadir hanya Kepala dan dua orang pegawai saja.

Menurut Abd. Aziz, S.Pd. MM. mengatakan, "Tadi hadir semua di kantor, tapi sekarang sudah banyak pulang sebab menghadiri undangan perkawinan dan lainnya, "katanya. (bst)

Bawean Layak Jadi Kotatif Atau Kota Madya

Media Bawean, 24 September 2009

Seminar "Menuju Bawean Mandiri"

Peserta Seminar Di Gedung Muslimat NU Bawean

Seminar "Menuju Bawean Mandiri" sigelar hari ini (24/9), bertempat di Gedung Muslimat NU Bawean. Hadir sebagai pembicara Syakir Jamhuri, SH. (Mantan Anggota DPRD Gresik), Sudirman (Ketua Lembah Bawean) dan Zamahsari A. Ramzah, S.Ip (Aktivis Muda Bawean). Sedangkan undangan yang hadir, Anggota DPRD Gresik 2009-2014 yaitu Drs. A. Muhajir (dari PKB) dan Akhwan SH. (dari Partai Demokrat), Syarifuddin Rauf (Mantan Ketua KOBAR), dan lain-lain.

Sebelum acara seminar dilaksanakan, tampil memberikan sambutan Baharuddin, SH. mengatakan, "Dengan ketidakhadiran para undangan seperti Kepala Desa, Camat, Pengurus NU dan Kyai membuktikan keangkuhan atau kesombongan sektoral di Pulau Bawean, "katanya. Spontan Sekcam Sangkapura, berkata, "Saya hadir mewakili Camat Sangkapura," ucapnya. Setelah Sekcam berkata hadir, Baharuddin, SH. mengucapkan maaf atas perkataanya.

Dalam seminar, Sudirman dari Lembah membahas potensi alam yang ada di Pulau Bawean untuk bisa dikembangkan, "Potensi alam yang ada di Bawean sangatlah banyak, untuk bisa memanfaatkannya diperlukan kebersamaan semua komponen yang ada, baik dari kalangan pelajar, mahasiswa, LSM, Ormas dan lainnya," katanya.

Sedangkan Syakir Jamhuri, SH. mengatakan, "Keberhasilan kami sebagai anggota dewan bisa dilihat dari pembangunan yang ada sejak tahun 2004 sampai 2009. Bisa dilihat dari besarnya anggaran untuk Pulau Bawean, dibandingkan dengan 16 kecamatan yang ada di Gresik," katanya

Tapi pernyataan Syakir direspon oleh Drs. A. Muhajir, mengatakan, "Keberhasilan yang disampaikan oleh Syakir adalah hal yang biasa-biasa saja," ujarnya saat bicara di forum.

Sementara Zamahsari A. Ramzah, S.Ip dari Aktivis Muda Bawean, mengatakan, "Segala persoalan Pulau Bawean akan bisa terselesaikan, bila jadi Kabupaten atau Kota Madya. Menjadikan Pulau Bawean sebagai Kabupaten sangatlah sulit, sebab persyaratan minimal 5 kecamatan. Tapi menjadikan Kotatif atau Kota Madya lebih muda, sebab persyaratannya minimal 3 kecamatan," paparnya.

"Terpenting bagi kita, bagaimana wacana Kabupaten Bawean dihembuskan kepada semua warga Bawean, bukan hanya jadi wacana dikalangan kita sendiri (mahasiswa ; Red.). Agar nantinya kemauan untuk menjadikan Kabupaten Bawean adalah kemauan warga Bawean secara umum," jelas Zamahsari A. Ramzah, S.I. (bst)

Akhwan, SH. Melantik Pengurus PMB

Media Bawean, 24 September 2009

Pelantikan Pengurus Persatuan Mahasiswa Bawean (PMB)

Setelah melakukan Kongres PMB satu bulan yang lalu di Kota Batu Malang. Hari ini (24/9) bertempat di Gedung Muslimat NU Bawean, Pengurus Persatuan Mahasiswa Bawean (PMB) Se-Nusantara dilantik oleh Akhwan, SH. (Anggota DPRD Gresik dari Partai Demokrat).

"Alhamdulillah diberi kepercayaan oleh adik-adik mahasiswa untuk melantikanya, saya berharap adanya kebersamaan dari semua komponen untuk membangun Pulau Bawean, termasuk dengan mahasiswa," kata Akhwan, SH. kepada Media Bawean. (bst)

Arus Balik Lebaran, Tiket Kapal Habis Terjual

Media Bawean, 24 September 2009

Pintu Masuk Dermaga Bawean Dijaga Petugas

Pemudik Dari Pulau Bawean

Arus balik lebaran sudah kembali beroprasi sejak kemarin, diawali pertama oleh kapal Dharma Kartika. Sedangkan hari ini (24/9), berangkat dari Pulau Bawean menuju Gresik adalah kapal Ekpress Bahari 8B. Jumlah penumpang sesuai dispensasi berjumlah 344 penumpang dan tiket di loket penjualan habis terjual.

Suasana di dermaga Bawean nampak beda dengan hari-hari sebelumnya, yaitu di dalam dermaga ada pintu khusus masuk untuk naik ke atas kapal. Sehingga para penghantar tidak bisa masuk kedalam kapal. (bst)

Tajung Ga'ang Komalasa Obyek Wisata Tercantik Di Dunia

Media Bawean, 23 September 2009

Panorama Keindahan Tajung Ga'ang Di Pulau Bawean

Panorama Keindahan Tajung Ga'ang Di Pulau Bawean

Panorama Keindahan Tajung Ga'ang Di Pulau Bawean

Keindahan Pulau Bawean terletak di Tajung Ga'ang Komalasa Sangkapura. Panorama pemandangan alam ini terlihat cantik disekelilingnya, Ingin bukti? Silahkan berkunjung ke Tajung Ga'ang.

Sejak diberitakan Media Bawean, Tajung Ga'ang banyak dikenal orang-orang Bawean diluar. Terbukti, lebaran tahun ini jumlah pengunjung yang datang lebih banyak dibandingkan sebelumnya.


Media Bawean hari ini (23/9) kembali berkunjung ke Tajung Ga'ang, untuk melihat lebih dekat obyek wisata yang masih perawan di Pulau Bawean. Untuk menuju lokasi memerlukan kesabaran dengan ditempuh berjalan kaki, bisa melewati gunung ataupun menyisir dipinggir laut.


Musyayanah (Penasehat Media Bawean) mengatakan, "Keindahan obyek wisata Tajung Ga'ang bila dibandingkan dengan tempat wisata lain di Indonesia, justru yang paling indah ini (Tajung Ga'ang)," katanya.


"Bila ingin melihat pemandangan tidak membosankan, yach datanglah ke Tajung Ga'ang. Sebab pemandangan alam disekelilingnya semuanya mendukung 100 %, apalagi keindahan yang ada masih perawan bukan hasil rekayasa manusia," ujarnya.

"Seharusnya obyek wisata seperti ini dimanfaatkan untuk kemajuan Pulau Bawean, sangatlah rugi bila Tajung Ga'ang tidak dikelolah dengan baik oleh pihak terkait," paparnya.

"Kekurangan yang paling mendesak adalah jalan menuju Tajung Ga'ang, seharusnya adi prioritas utama pemerintah untuk membangun infrastruktur jalan, agar para pengunjung lebih mudah berkunjung kesini," jelas Musyayanah. (bst)

Kesan Kapolsek Tambak Lebaran Di Bawean

Media Bawean, 23 September 2009

Kemungkinan Kapolsek yang bertugas di Pulau Bawean dan pernah merayakan hari raya idul fitri adalah AKP. Didik Wahyudi, SH. "Setelah ditugaskan sebagai Kapolsek di Tambak, saya punya niatan untuk berlebaran di Pulau Bawean, termasuk anggota tidak diperbolehkan untuk pulang," katanya.

"Lebaran di Pulau Bawean yang paling berkesan adalah malam takbiran hari raya, semua warga dengan kompak dilengkapi dengan mobil hias melakukan takbiran di jalan raya," ujarnya.

"Bila nanti masih bertugas di Pulau Bawean, saya punya niatan takbiran hari raya tahun depan, mobil hias yang ikut takbiran untuk dilombakan. Tapi pengeras suara diwajibkan untuk melantunkan takbir, sebab kemarin masih banyak terdengar house musiknya," jelasnya.

"Alhamdulilah berkat kerjasama yang baik antar Muspika dan kesiapan anggota dari Polsek Tambak untuk pengamanan malam takbiran, situasi kondisi tetap aman dan kondusif," papar Kapolsek Tambak kepada Media Bawean. (bst)

MB Bersilaturrahim Dengan Pembaca Aktif

Media Bawean, 23 September 2009

Musyayanah Di Rumah Paman (Tampoh Pudakit Barat)

Musyayanah Dengan Anak Musthafa Kamal Di Pudakit Barat

Hari ini (23/9), Media Bawean bersama Musyayanah sebagai Penasehat mengadakan silturrahim khusus kepada keluarga pembaca aktif Media Bawean, yaitu berkunjung ke rumah Musthafa Kamal dan Paman di Pudakit Barat.

"Setiap hari saya selalu baca Media Bawean di Jakarta," kata Musthafa Kamal.

Musthafa Kamal menceritakan perjalanan hidupnya, yaitu tahun 1985 keluar dari Pulau Bawean, memilih pergi ke ibu kota Jakarta untuk melanjutkan studinya di Universitas Indonesia (UI), setelah menamatkan belajar di SMA Umma Sangkapura.

Saat kuliah, sudah aktif bekerja untuk mendapatkan uang sebagai modal biaya kuliah dan menyambung hidup di ibu kota. Tamat kuliah 1989, bekerja di PDK Dikbud dengan gaji 70ribu sebulan, kemudian bekerja di Garuda dengan gaji sebulan Rp. 150ribu. "Dalam fikiranku selalu bertanya-tanya, kalau gajinya kecil kapan bisa pulang ke Pulau Bawean," katanya.

"Alhamdulillah setelah banyak menekuni kerja, saya diterima masuk perusahaan PT Bakrie sampai sekarang sudah 20 tahun berkerja sebagai accounting," ujar Musthafa Kamal.

Musthafa Kamal menikah dengan wanita pilihannya asal Karang Anyar, Solo Jawa Tengah, bekerja di Mabes Polri dan memiliki satu anak.

Dari rumah Musthafa Kamal silurrahim dilanjutkan ke rumah keluarga Paman (pembaca aktif di Malaysia) dan diterima saudaranya Kak Sholehati. (bst)

Sepi, Penyeberangan Libur

Media Bawean, 23 September 2009

Sumber : Jawa Pos


GRESIK - Jika tempat penyeberangan (laut) lain ramai sebelum dan sesudah Lebaran, penyeberangan di Gresik berbeda. Selama empat hari sejak 20 September, penyeberangan Gresik-Bawean ditutup.

Bukan karena cuaca buruk, melainkan awak kapal penyeberangan libur. Pemerintah memang tidak menjadwalkan aktivitas penyeberangan. Rencananya, penyeberangan dari Bawean ke Gresik kembali normal hari ini. Sebaliknya, penyeberangan dari Gresik ke Bawean dimulai Kamis (24/9).

Selama Lebaran ini, penyeberangan sejauh 80 mil laut itu dilayani dua kapal, yakni Ekspres Bahari (EB) 8 B dan KM Dharma Kartika. Dharma Kartika adalah kapal penumpang dan barang. Kapal EB 8B khusus penumpang. (yad/ib)

Ketua Muslimat Bawean : Program Manasik Dilaksanakan Setiap Tahun

Media Bawean, 22 September 2009

Ketua PC. Muslimat NU Bawean (Ny. Hj. Azizah Mahsuni)

"Pelaksanaan manasik haji di Pulau Bawean akan diselenggarakan setiap tahun," kata Ketua PC. Muslimat NU Bawean, Ny. Hj. Azizah Mahsuni disela-sela acara manasik haji di Alun-alun Sangkapura kepada Media Bawean.

"Tapi pelaksanaannya akan dijadwalkan pada tanggal 15 Syawal, bila dilaksanakan hari seperti sekarang pesertanya sangatlah sedikit sebab bukan hari efektif sekolah," ujarnya.

"Jumlah jamaah haji dari Pulau Bawean tahun 2009 diperkirakan lebih dari 50 jamaah, yang bergabung dalam kelompok KBIH Al Jazirah sebanyak 44 jamaah, termasuk saya sendiri tahun ini Insya Allah ditaqdirkan oleh Allah SWT. untuk menunaikan ibadah haji," jelasnya Nyai Azizah Mahsuni. (bst)

Manasik Haji Di Pulau Bawean

Media Bawean, 22 September 2009

Manasik Haji Di Pulau Bawean

Manasik Haji Di Pulau Bawean

Manasik Haji Di Pulau Bawean

Manasik Haji Di Pulau Bawean

Manasik Haji Di Pulau Bawean

Manasik haji di Pulau Bawean, malam ini (22/9) di Alun-Alun Kota Sangkapura terlaksana dengan lancar dan sukses. Hadir sebagai peserta manasik haji adalah calon jamaah haji 2009 asal Pulau Bawean, serta siswa dari lembaga pendidikan dan warga umum.

Pelaksanaan manasik terfokus pada tata cara pelaksanaan haji, dengan di pandu oleh KH. Zakariyah dan lain-lain.

Sebelumnya yang diprediksi pelaksanaan manasik haji akan banyak dihadiri oleh warga umum, ternyata yang hadir sangatlah sedikit. Door prize ibadah umrah yang sebelumnya diumumkan, ternyata ditunggu-tunggu sampai pelaksanaan manasik berakhir belum ada tanda-tanda pengundian kupon, siapa peserta yang bakal mendapatkan promo umrah ke tanah suci Mekkah. (bst)

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean