Archive Pages Design$type=blogging

iklan pos

Kisah Wali Di Pulau Bawean
Keramat Jujuk Tampo

Media Bawean, 3 April 2011 Lomba Menulis Berita Dan Opini Media Bawean By : Nur Diana Kisah Keikh...

Media Bawean, 3 April 2011

Lomba Menulis Berita Dan Opini Media Bawean
By : Nur Diana


Kisah Keikhlasan Sang Pembela Orang Fakir

Di tengah – tengah laut Jawa terdapatlah sebuah pulau yang kecil nan menawan yaitu Pulau Bawaen. Bawean adalah satu-satunya pulau yang semuanya penghuninya beragama Islam. Bila dicari dalam peta Indonesia yang ukurannya kecil maka Pulau Bawean tidak tampak, tapi jika dalam ukuran yang besar maka Pulau Bawean hanya tampak senoktah. Pulau Majeti ini terdiri dua kecamatan, Sangkapura dan Tambak.

Meskipun kecil, Pulau Bawean memiliki banyak lagenda, konon peradaban Jawa dimulai dari Bawean. Aksara Jawa yang diciptakan oleh Ajisaka adalah awal peradaban Jawa. Sebelum ke Jawa Ajisaka dan kedua muridnya yaitu Dora dan Sembada, singgah di pulau ini. Kemudian Dora mengiringi sang guru ke Jawa Dwipa sedangkan Sembada ditugasi menjaga pusaka Ajisaka yang sengaja ditinggal di Bawean. Kini makam Dora dan Sembada berada di Jherat Lanjheng desa Lebak Sangkapura. Keduanya terbunuh karena sama-sama setia dengan titah Ajisaka.

Seperti yang telah dipaparkan oleh Zulfa Usman ( Buku Pulau Putri) , diantara legenda Bawean adalah terjadinya kesalahfahaman antara orang Patar Selamat dengan Jujuk Tampo yang mengakibatkan terbunuhnya Jujuk Tampo. 

Di Tampo, desa Pudakit Barat, terdapat kuburan tua yang Dikeramatkan oleh masyarakat setempat, mereka menyebutnya kuburan “Jujuk Tampo”, yang diyakini seorang wali. Jika bicara tentang validitas datanya, sepertinya tidak ada bukti tertulis yang menguatkan baik dari data sejarah maupun silsilah keluarganya. Cerita ini hanya diwariskan dari mulut kemulut. Jujuk Tampo adalah seorang muballigh Islam.

Menurut juru kunci makam Jujuk Tampo yakni bapak Mustakim, jika dilihat dari batu nisannya, kemungkinan besar, usia jujuk tampo ini lebih tua dibandingkan Maulana Umar Mas’ud yang makamnya ada di Sangkapura.

Makam Jujuk tampo dan istrinya, letaknya lebih tinggi sekitar 2 meter dari tanah, luas halamannya kurang lebih 30 m persegi. Para peziarah tidak boleh naik dan berjalan sembarangan, terutama bagi peziarah yang mempunyai nadzar. 

Berikut adalah kisah Jujuk Tampo versi Bapak Halimi (alm) seperti yang dituturkan oleh Bapak Mustakim.
Nama lain dari “Jujuk Tampo” adalah “Syekh Maulana Makdum Ibrahim”, nama ini adalah nama kecil Sunan Bonang. Beliau dikenal baik dan berkepribadian shaleh serta mempunyai banyak keistimewaan. Beliau memiliki perilaku aneh menurut orang kebanyakan , yaitu sering kali memungut rezeki dari orang-orang kaya untuk diberikan kepada orang-orang miskin. Ia biasa mendatangi orang-orang kaya di desanya ataupun di tempat lain. Kecintaanya kepada orang papa sungguh luar biasa. Kebiasaan memungut zakat dan sedekah dari orang kaya ini beliau jalani sepanjang hidupnya. beliau tidak memperdulikan cemoohan, cibiran dan gunjingan orang-orang yang enggan berzakat. Demi membela orang-orang fakir dan miskin beliau rela mempertaruhkan harga dirinya dimata manusia.

Suatu hari Jujuk Tampo bertemu dengan seorang pemuda yang datang dari desa Patar Selamat yang sedang kelelahan dan kebingungan karena kehilangan seekor sapi. Beliau menyarankan agar si pemuda tadi pulang saja karena sapinya tidak bisa ditemukan. Segera si pemuda mengikuti apa saran Jujuk Tampo. Ia pulang dengan tangan hampa. Setiba dirumah, si pemuda tadi menceritakan tentang pengalamannya yakni bertemu dengan Jujuk Tampo yang menganjurkan untuk pulang saja.

Beberapa saat kemudian, tiba-tiba si pemuda meninggal dunia. Sang ayah yang shok menyangka bahwa anaknya telah di sihir oleh Jujuk Tampo. Keesokan harinya dia pergi menemui Jujuk Tampo untuk menuntut balas kematian anaknya. Setelah bertemu segera sang ayah tadi menghardik Jujuk Tampo dengan menuduhnya sebagai tukang sihir. Jujuk Tampo menjelaskan bahwa ia tidak menyihir si pemuda. Perdebatan tak terelakkan.

Untuk mengakhiri kesalahpahaman ini Jujuk Tampo menawarkan solusi yakni ia bersedia dibunuh. Jika nanti darah yang keluar berwarna merah maka berarti Jujuk Tampo memang bersalah. Tapi sebaliknya jika darah yang keluar nanti berwarna putih maka berarti Jujuk Tampo tidak bersalah dan orang Patar Selamat tidak boleh menginjakkan kakinya di Tampo untuk selamanya.

Segera sang ayah tadi menusuk perut Jujuk Tampo. Ajaib, darah yang semburat keluar berwarna putih. Dengan demikian maka teranglah bahwa Jujuk Tampo tidak bersalah. Ayah tadipun menyesali dirinya yang telah gegabah menuduh Jujuk Tampo yang shaleh sebagai seorang penyihir. Kutukan Jujuk Tampo masih berlaku hingga sekarang.

Nama : Nur Diana
Kelas : Kelas XII IPA Hasan Jufri
Alamat : Pudakit Barat Sangkapura

COMMENTS

Nama

ADV. MEDIA BAWEAN BAWEAN AKTIVITAS BAWEAN AMIL ZAKAT BAWEAN ANAK BAWEAN ARTIS BAWEAN BAHASA BAWEAN BERITA BAWEAN BUKU BAWEAN CERITA BAWEAN CUACA BAWEAN DALAM TULISAN BAWEAN DERMAGA BAWEAN DESA BALIKTERUS BAWEAN DESA BULULANJUANG BAWEAN DESA DAUN BAWEAN DESA DEKATAGUNG BAWEAN DESA DIPONGGO BAWEAN DESA GELAM BAWEAN DESA GREJEK BAWEAN DESA GUNUNGTEGUH BAWEAN DESA KALOMPANGGUBUK BAWEAN DESA KEBUNTELUKDALAM BAWEAN DESA KEPUHLEGUNDI BAWEAN DESA KEPUHTELUK BAWEAN DESA KOMALASA BAWEAN DESA KOTAKUSUMA BAWEAN DESA LEBAK BAWEAN DESA PAROMAAN BAWEAN DESA PATARSELAMAT BAWEAN DESA PEKALONGAN BAWEAN DESA PUDAKIT BARAT BAWEAN DESA PUDAKIT TIMUR BAWEAN DESA SAWAHMULYA BAWEAN DESA SIDOGEDUNGBATU BAWEAN DESA SOKAONENG BAWEAN DESA SUKALELA BAWEAN DESA SUNGAIRUJING BAWEAN DESA SUNGAITELUK BAWEAN DESA SUWARI BAWEAN DESA TAMBAK BAWEAN DESA TANJUNGORI BAWEAN DESA TELUKJATIDAWANG BAWEAN DUKA CITA BAWEAN EKONOMI BAWEAN GALERI BAWEAN GRESIK BAWEAN HARAPAN BAWEAN HUTAN BAWEAN INFRASTRUKTUR BAWEAN INTERNATIONAL BAWEAN ISLAM BAWEAN KADO BAWEAN KAUM DHUAFA BAWEAN KECAMATAN SANGKAPURA BAWEAN KECAMATAN TAMBAK BAWEAN KESEHATAN BAWEAN KOMUNITAS BAWEAN KORAMIL BAWEAN KRIMINAL DAN HUKUM BAWEAN LAUT BAWEAN LINGKUNGAN BAWEAN LISTRIK BAWEAN MAHASISWA BAWEAN MAKANAN BAWEAN MENURUT MEREKA BAWEAN MUHAMMADIYAH BAWEAN NAHDLIYIN BAWEAN NELAYAN BAWEAN OLAHRAGA BAWEAN OPINI BAWEAN ORANG HILANG BAWEAN PAHLAWAN BAWEAN PEDULI BAWEAN PELAYANAN JASA BAWEAN PELAYANAN PUBLIK BAWEAN PEMERINTAHAN BAWEAN PENDIDIKAN BAWEAN PENGADILAN AGAMA BAWEAN PENGANTIN BAWEAN PEREMPUAN BAWEAN PERIKANAN BAWEAN PERISTIWA BAWEAN PERTANIAN BAWEAN PERTERNAKAN BAWEAN PHBN BAWEAN POLITIK BAWEAN POLSEK SANGKAPURA BAWEAN POLSEK TAMBAK BAWEAN PONPES BAWEAN PORSEMA BAWEAN PRAMUKA BAWEAN PRODUK UNGGULAN BAWEAN PROFESI BAWEAN PROGRAM PEMERINTAH BAWEAN RUMAH BAWEAN SEJARAH BAWEAN SERBA-SERBI BAWEAN SINGAPURA BAWEAN SOROTAN BAWEAN SOSIAL BAWEAN STATISTIK BAWEAN TELEKOMUNIKASI BAWEAN TOKOH BAWEAN TRANSPORTASI BAWEAN UNIK BAWEAN WISATA BERITA BERITA BOYAN BERITA GRESIK BUDAYA EKONOMI FOTO HIBURAN HUKUM INFRASTRUKTUR KELAUTAN KESEHATAN KISAH KOMUNITAS KORAN BATAM POS KORAN DUTA MASYARAKAT KORAN HARIAN BANGSA KORAN JAWA POS KORAN JAWA POS 2008 KORAN KOMPAS KORAN RADAR SURABAYA KORAN REPUBLIKA KORAN SINDO KORAN SUARA MERDEKA KORAN SURABAYA PAGI KORAN SURABAYA POST KORAN SURYA KORAN TEMPO Interaktif KULINER LAPORAN KONTRIBUTOR LIBURAN LINGKUNGAN LIPUTAN LEBARAN list LISTRIK LOMBA LOMBA FOTO LOMBA MENULIS KATEGORI PELAJAR LOMBA MENULIS KATEGORI UMUM LOMBA MENULIS MEDIA BAWEAN MAHASISWA MAMBAUL FALAH MUSIK n NAHDLIYIN OLAHRAGA PARIWISATA PEMERINTAHAN PENDIDIKAN PENDUDUK PERISTIWA PERTANIAN POLITIK PONPES HASAN JUFRI PORTAL BERITA ANTARA PORTAL BERITA ANTARA JATIM PORTAL BERITA JATIM PORTAL BERITA JATIM 2009 PORTAL CYBERITA ONLINE PORTAL DETIK SURABAYA PORTAL OKEZONE PRODUK UNGGULAN PROFESI PROFIL ORENG BAWEAN PROGRAM GERBANG BAWEAN PROGRAM KB RADAR GRESIK REDAKSI MEDIA BAWEAN RELIGI RUMPUN SENI DAN BUDAYA SERBA-SERBI SIAPA DIA ? SOROTAN SOSIAL SOSOK SUARA CALON WAKIL RAKYAT SUARA GERBANG BAWEAN SUARA WARGA BAWEAN SURAT PEMBACA TELEKOMUNIKASI TRANSPORTASI TULISAN ABD. RAHMAN MAWAZI TULISAN ENDING SYARIFUDDIN TULISAN HASSAN LUTHFI TULISAN A. FUAD USFA (AUSTRALIA) TULISAN ALI ASYHAR TULISAN ASEPTA YP TULISAN BAHARUDDIN TULISAN EKLIS DINIKA TULISAN ENDAHVISION (SINGAPURA) TULISAN H. ABDUL KHALIQ TULISAN H. SAMRI BARIK (SINGAPURA) TULISAN HASAN JALI TULISAN MUSYAYANA (SURABAYA) TULISAN PAMAN (MALAYSIA) TULISAN RIZA FAHLEVI TULISAN SUGRIYANTO TULISAN SUMIYATI TULISAN WARDI AZZAURY TULISAN ZULFA
false
ltr
item
Media Bawean: Kisah Wali Di Pulau Bawean Keramat Jujuk Tampo
Kisah Wali Di Pulau Bawean
Keramat Jujuk Tampo
http://3.bp.blogspot.com/-hR04qPonyr0/TZh7wlkT5XI/AAAAAAAACJ8/EAXaDmGpE6c/s400/CIMG5565.JPG
http://3.bp.blogspot.com/-hR04qPonyr0/TZh7wlkT5XI/AAAAAAAACJ8/EAXaDmGpE6c/s72-c/CIMG5565.JPG
Media Bawean
http://www.bawean.net/2011/04/kisah-wali-di-pulau-bawean-keramat.html
http://www.bawean.net/
http://www.bawean.net/
http://www.bawean.net/2011/04/kisah-wali-di-pulau-bawean-keramat.html
false
8752543020208547512
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago