Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
250x250

adsbybawean

Terumbu Karang Bawean
Potensi Wisata Bahari

Media Bawean, 28 Februari 2011


Potensi terumbu karang di Pulau Bawean sesuai hasil penelitian LIPI, masih tergolong baik dibandingkan di wilayah perairan Gresik mengalami kerusakan total.

Kepala Bidang Kelautan Dinas Kelautan,Pertanian dan Perikanan (DKPP) Gresik, Iwan Lukito dihubungi Media Bawean (senin, 28/2/2011) membenarkan potensi terumbu karang di Pulau Bawean masih terjaga dengan baik. "Berpotensi untuk dikembangkan sebagai obyek wisata bahari di Pulau Bawean,"katanya.

Harapan besar kepada Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokwasmas) bersama masyarakat di Pulau Bawean, menurut Iwan Lukito berpesan agar selalu menjaga dan tidak merusak terumbu karang di perairan Pulau Bawean.

"Bila mengambil, mencuri dan merusak terumbu karang, sanksi hukumnya sangat berat sesuai undang-undang yang berlaku,"paparnya.

Apakah nelayan yang menggunakan masker tidak merusak terumbu karang? "Tergantung nelayan tersebut menggunakan potas atau tidak, bila memakai potas maka warna terumbu karang akan pudar,"jawabnya.

"Rencana kedepan terumbu karang di Pulau Bawean akan dicangkok untuk mengantisipasi kerusakan yang ada, sebab pertumbuhan terumbu karang dalam satu tahun hanya setengah sampai satu centimeter,"terangnya. (bst)

Kerja Keras dan Fokus

Media Bawean, 28 Februari 2011

Sumber ; Batam Pos

Tidak ada kata menyerah dalam hidupnya. Kerja keras dan fokus dalam menggapai apa yang diinginkannya sudah menjadi motto hidupnya.

Kesuksesan tidak akan bisa digapai tanpa itu semua. Begitulah Vika Farah Medya menjalani hidup dan meniti karirnya di dunia peran.

Lajang kelahiran Bawean, 12 Mei 1987 ini memulai karirnya dari finalis cover girl majalah Aneka Yess 2004 silam. Meskipun pada awalnya mendapat pertentangan dari orang-orang terdekatnya untuk meniti karir di dunia model dan seni peran, cewek bermata indah ini tak mau menyerah.

Baginya, kesempatan tidak datang dua kali. Dengan persuasi yang meyakinkan akhirnya Vika, begitu ia disapa, berangkat dari pulau terpencil di Jawa Timur ke Jakarta diantar orang tuanya.

”Saya benar-benar berangkat dari nol, tidak tahu apa-apa tentang bagaimana menjadi model atau berakting di depan kamera waktu itu. Hanya keinginan kuat modalku saat itu,” kata cewek bernama asli Siti Muharromah ini.

Karena keinginan dan cita-citanya yang begitu kuat, ia tidak menemui kendala ketika dilatih jalan di catwalk, public speaking, presenter, akting, dan make up.

”Semua latihan langsung connect, tapi hari pertama, pulangnya kakiku bengkak karena tidak terbiasa pakai sepatu high heel,” tuturnya sambil tertawa.

Usahanya tak sia-sia, sejumlah sinetron dan beberapa majalah tanah air pernah memakai jasanya. Meskipun dalam dunia peran belum pernah mendapat peran utama, cewek yang pernah beberapa kali juara qoriah (membaca Alquran) ini optimis suatu saat akan tercapai. ”Fokus dan akan terus menggali potensi yang ada di dalam diri,” pungkasnya. (ryh)

BMKG Bawean
Cuaca Selalu Berubah

Media Bawean, 28 Februari 2011


Hari ini (senin, 28/2/2011) kapal Express Bahari 1C kembali tidak beroperasi sehubungan hasil prakiraan BMKG tinggi gelombang di laut jawa, antara 1,5 meter sampai 2,5 meter.

Kepala BMKG Bawean, Shaleh dihubungi Media Bawean (28/2/2011) menyatakan sudah rutinitas setiap tahun pada bulan desember, januari dan februari, terjadi gelombang tinggi di laut jawa yang menghubungkan Pulau Bawean dengan Gresik.

"Sudah musimnya gelombang tinggi, sehingga kapal hanya mencari sela-sela berkurangnya tinggi gelombang,"katanya.

"Soal cuaca memang sulit diprediksi dengan adanya pemanasan global, perubahan cuaca yang tidak menentu bukan hanya di Pulau Bawean, tetapi diseluruh dunia mengalami hal yang sama. Setiap harinya selalu dipantau berkelanjutan untuk keakuratan data di BMKG Bawean,"ujarnya.

"Himbauan sudah disampaikan melalui Camat, termasuk papan informasi di kantor BMKG Bawean sudah ditempelkan setiap saat,"paparnya. (bst)

Hasil prediksi BMKG Bawean sebagai berikut :
28 Februari 2011, tinggi gelombang antara 0,8 meter - 2,0 meter
01 Maret 2011, tinggi gelombang antara 1,5 meter - 3,0 meter
02 Maret 2011, tinggi gelombang antara 1,5 meter - 3,0 meter
03 Maret 2011, tinggi gelombang antara 1,0 meter - 2,5 meter
04 Maret 2011, tinggi gelombang antara 1,0 meter - 2,5 meter
05 Maret 2011, tinggi gelombang antara 1,0 meter - 2,0 meter 
06 Maret 2011, tinggi gelombang antara 0,3 meter - 1,0 meter

Lapangan Kerja Di Bawean

Media Bawean, 28 Februari 2011

Oleh : Mr. Gerbang Bawean 


Diantara 8.500 anggota Group Facebook Media Bawean, ada komentar menarik dari salah satu anggota bernama Inayatul Shaiful. Isinya, "Banyak cara untuk memajukan Pulau Bawean, salah satunya adalah menciptakan lapangan pekerjaan buat penduduk Bawean yang masih menganggur...agar tidak banyak yang kabur ke luar negeri...!".

Bila ditelaah pernyataan tersebut sesui dengan situasi dan kondisi di Pulau Bawean, warganya dikenal sebagai perantau sejak dahulu kala sampai sekarang. Sedangkan lapangan pekerjaan di dalam tercipta melalui kreasi sendiri tanpa diciptakan secara langsung oleh pemerintah, terkecuali sebagai pegawai negeri sipil (PNS) yang notabene pegawai pemerintahan.

Selama ini tidak pernah terjadi warga Bawean menuntut kerja kepada pemerintah, hanya menuntut perbaikan infrastruktur termasuk pelayanan publik kepada masyarakat. Lapangan pekerjaan tercipta tanpa harus disediakan secara langsung oleh pemerintah daerah, melalui mengadukan nasib sebagai perantuan ataupun bekerja sesuai keahliannya di Pulau Bawean, yaitu profesi pedagang, nelayan dan petani.

Investor melirik ke Pulau Bawean, setelahnya akan lari sehubungan kurangnya sarana dan prasarana didalam, baik infrastrukur termasuk transportasi. Mustahil investor akan investasi bila dibebani biaya produksi sangat besar, seperti perongkosan transportasi laut sangat mahal. Kenapa harus mendirikan pabrik di Pulau Bawean, bila investasi di daratan masih terbuka lebar.

Apakah dengan menciptakan lapangan pekerjaan di Pulau Bawean, akan menghentikan laju warga Bawean yang merantau ke negeri orang? Jawabannya belum tentu menjamin, sebab sebagian besar warga memperbandingkan pendapatan rupiah dengan ringgit ataupun dolar Singapore.

Warga Daun Di Johor Bahru
Memperingati Maulid Nabi

Media Bawean, 27 Februari 2011


Suasana peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. disambut meriah oleh warga Pulau Bawean diseluruh dunia, khususnya di negeri jiran Malaysia. Meskipun berada di negeri orang, ternyata tetap mampu merayakannya seperti di Pulau Bawean.

Warga Bawean asal desa Daun Sangkapura, Pulau Bawean yang menetap di Johor Bahru Malaysia, hari ahad (27/2/2011) mengadakan peringatan Maulidur Rasul di Jalan Ketumbar, Kampung Bendahara, Johor Bahru Malaysia.

Maulidur Rasul dilaksanakan rutin setiap tahun untuk menjalin silaturrahim, termasuk berjumpa dengan kenalan maupun keluarga (kerabat terdekat) merupakan kesempatan emas untuk mempererat jalinan persatuan dan kesatuan.

Acara-acara yang diadakan di dalam sambutan Maulidur Rasul yaitu Dzikir maulid, bacaan Rawi Al-Berzanji dengan marhaban, perlombaan keagamaan, dan anta beranta (naik pinang).

Uztad Aidil sebagai Pengasuh Santri, mengatakan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. dilaksanakan dengan pembacaan dzikir maulid, berzanji dengan marhabannya berlangsung cukup khidmat, dibacakan secara langsung oleh warga Daun di Johor Bahru Malaysia.

"Perlombaan keagamaan yang disertai oleh para santri adalah untuk memberikan motivasi kepada anak-anak didik yang ada di Johor Bahru, supaya lebih semangat mencari ilmu terutama ilmu agama,"katanya. (bst)

Kiriman Kamal Bawean For Media Bawean

IKBB Gelar Maulid Di Batam

Media Bawean, 27 Februari 2011


Komunitas warga Bawean yang tumbuh berkembang diberbagai daerah maupun negara, perlu bukti nyata bahwa organisasi dibentuk memiliki basis massa yang jelas. Seperti komunitas warga Bawean di Batam, Ikatan Keluarga Bawean Batam (IKBB), minggu (27/2/2011) bertempat di Masjid Afudollah Bengkong Permai Batam mengadakan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.

Hadir warga Bawean se-Batam, undangan tokoh masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia yang menetap di Batam, lurah dan camat setempat, serta anggota DPRD Propinsi, serta Walikota Batam yang diwakili oleh Drs H. Azwan, M.Si, Kadis Kebersihan dan Pertamahan kota Batam.

Ketua Umum Ikatan Keluarga Bawean Batam (IKBB), H. Mansur Hamami dalam sambutan menyampaikan bahwa Maulidurrasul merupakan ajang silaturrahmi di alangan warga Bawean di Batam. Merupakan tradisi yang selalu dilaksanakan oleh warga Bawean untuk mempererat persatuan, persaudaraan dan akhlakul qarimah, agar warga Bawean selalu mencontoh Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari hari.

Walikota Batam dalam sambutannya yang diwakili oleh Drs H. Azwan, M.Si, Kadis Kebersihan dan Pertamahan kota Batam, menyampaikan bahwa tradisi ini mengingatkan kepada kampung halaman, juga sebagai bentuk kebersamaan, keperdulian bersama, semangat silaturrahim, yang paling penting adalah semoga apa yang kita lakukan ini menjadi amal ibadah bagi kita semua. 

"Batam sangat majemuk salah satunya adalah komunitas Bawean diharapakan memberikan sumbangsih dalam pembangunan kota Batam menjadi bandar dunia madani,"kata Drs H. Azwan, M.Si.

Perlu diketahui, pelaksanaan molod Ikatan Keluarga Bawean Batam (IKBB) terlihat dari angkatannya seperti tradisi di Pulau Bawean, termasuk acara pembacaan barzanji dan marahabanan dilaksanakan sempurna. (bst)

Foto Salim Batam For Media Bawean

Warga Daun Di Batam
Gelar Maulid Nabi SAW.

Media Bawean, 27 Februari 2011

Warga Daun, Sangkapura Pulau Bawean yang menetap ataupun keturunan di Batam, hari sabtu (26/2/2011) mengadakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1432 H.

Salim sebagai warga Daun, sekarang berdomisili di Batam mengatakan bangga dengan kebersamaan warga dalam melaksanakan acara bersama di daerah yang jaraknya berjauhan dengan Pulau Bawean.

Menurutnya, kekompakan warga Daun dalam mengadakan kegiatan, termasuk menghadiri acara pesta pernikahan sudah diakui oleh banyak orang dibeberapa daerah, seperti di Malaysia dan Singapore. "Tentu manfaatnya sangat besar untuk menjalin silaturrahim, termasuk berjumpa dengan kenalan maupun keluarga (kerabat terdekat) merupakan kesempatan emas untuk mempererat jalinan persatuan dan kesatuan,"katanya.

Maulid Perkumpulan Bawean Daun (PBD) dilaksanakan rutin setiap tahun, dengan menggunakan tradisi molod di Pulau Bawean. Terlihat banyak angkatan berkat molod, bentuk dan modelnya sama seperti umumnya maulid di kampung halaman sendiri (Pulau Bawean). 

Acara molod, seperti pembacaan barzanji dan marhabanan berlangsung cukup khidmat, dibacakan secara langsung oleh warga Daun di Batam. (bst)

Foto Salim Batam For Media Bawean

Solusi Kesehatan Di Bawean
Datangkan Dokter Spesialis

Media Bawean, 27 Februari 2011


Persoalan orang sakit sampai saat ini belum ada solusi dengan meningkatkan status Puskesmas Sangkapura menjadi Rumah Sakit Tipe D, alasan utamanya tidak ada satupun dokter spesialis yang bersedia bertugas di Pulau Bawean. Setiap pemberangkatan kapal dari Bawean - Gresik, seringkali banyak pasien yang dirujuk ke Gresik, sehubungan keterbatasan tenaga medis termasuk fasilitas kesehatan di Pulau Bawean.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dr. Soegeng Widodo dihubungi Media Bawean, (minggu, 27/2/2011), mengatakan sulit untuk meningkatkan status Puskesmas Sangkapura menjadi Rumah Sakit Tipe D, terkendala tidak ada satupun dokter spesialis yang bersedia tinggal di Pulau Bawean.

"Solusinya, Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik akan mendatangkan dokter spesialis ke Pulau Bawean minimal satu kali dalam satu bulan. Kita sudah punya dokter spesialis kandungan, spesialis mata termasuk perawat yang bersedia untuk datang ke Pulau Bawean,"katanya.

"Tolong dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi warga untuk melakukan pemeriksaan bila  datang dokter spesialis ke Pulau Bawean,"paparnya.

"Sesuai program Bapak Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto akan memperhatikan Pulau Bawean, termasuk Dinas Kesehatan Gresik sangat mendukung program beliau agar persoalan kesehatan disana bisa teratasi. Butuh waktu secara bertahap untuk melakukan pembenahan, khususnya memperbaiki pelayanan kesehatan kepada seluruh warga Pulau Bawean,"ujarnya.

Soal pembiayaan pemeriksaan pasien oleh dokter spesialis di Pulau Bawean, menurut dr. Soegeng Widodo, tergantung ekonominya, bila tergolong miskin secara otomatis gratis total biaya pemeriksaan. (bst)

DBD Kembali Serang Tambak

Media Bawean, 27 Februari 2011


Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, kembali menyerang warga desa Tambak, kecamatan Tambak Pulau Bawean Gresik.

Satu diantara dua pasien yang menderita demam berdarah yaitu Raudhatul Istiqomah (9 Th.) anak pasangan Muhab dengan Muzayayana asal Dusun Tambak Barat. desa Tambak, hari ini (minggu, 27/2/2011) dirujuk ke Gresik dengan naik Kapal Express Bahari 1C. Sedangkan satu pasien lainnya, informasi yang diterima Media Bawean sudah sembuh setelah mendapat perawatan di Puskesmas Sangkapura.

Kepala Desa Tambak, Sundusiyah dihubungi Media Bawean, membenarkan adanya dua warga yang diserang penyakit demam berdarah. "Selama 2011, sudah ada empat pasien yang positif terserang penyakit demam berdarah, yaitu awal bulan januari sebanyak 2 orang dan akhir bulan februari sebanyak 2 orang,"katanya.

"Satu bulan yang lalu sudah dikoordinasikan dengan pihak Puskesmas Kecamatan Tambak, bila jumlah pasien hanya dua orang tidak harus dilakukan fogging atau penyemprotan, cukup melaksanakan sosialisasi 3M, yaitu mengubur, menguras dan menutup kepada masyarakat,"paparnya.

"Sudah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat, ternyata sekarang kembali ada dengan dua orang warga terserang penyakit demam berdarah. sedangkan satu orang belum positif,"ujarnya.

Untuk menindaklanjuti adanya wabah demam berdarah, menurut Sundusiyah, hari ini (minggu, 27/2/2011) diadakan kerja bhakti bersih-bersih lingkungan dengan melaksanakan 3M melibatkan semua warga desa Tambak. 

Hasil rapat bersama tokoh masyarakat bersama pihak Puskesmas, kemarin membahas langkah fogging atau tidak hanya cukup melaksanakan 3M. Menurut Ibu Dokter disuruh melaksanakan 3M terlebih dahulu.

Fogging atau penyemprotan, menurut Kepala Desa Tambak, melihat pelaksanaan tahun 2008, ternyata banyak kendala dalam pelaksanaannya, diantaranya banyak warga tidak mau disemprot rumahnya dengan alasan bau. 

"Bahkan ada petugas untuk melakukan penyemprotan, ternyata ditinggal pergi dengan kondisi rumah terkunci. Menurut dokter, jangankan 10 rumah, 1 rumah saja yang tidak bersedia dilakukan penyemprotan bisa memberikan peluang berlindung nyamuk. Padahal melakukan penyemprotan memerlukan pembiayaan sangat besar,"jelasnya.

"Kendalanya di Puskesmas Tambak tidak memiliki peralatan lengkap, seperti labotarium sehingga menyulitkan pihak medis dalam melakukan pemeriksaan pasien. Seharusnya Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik segera melengkapi fasilitas, sehubungan kejadian penyakit demam berdarah sudah berulang kali di Kecamatan Tambak,"harapan Sundusiyah sebangai Kepala Desa Tambak.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dr. Soegeng Widodo dihubungi Media Bawean membenarkan keterbatasan peralatan untuk pemeriksaan pasien demam berdarah di Puskesmas Tambak. "Usulan sudah diterima, Insya Allah tahun ini bisa direalisasikan untuk memenuhi kebutuhan pemeriksaan pasien demam berdarah di Puskesmas Kecamatan Tambak,"tuturnya.

dr. Soegeng Widodo berharap bila nantinya direalisasikan, tolong tenaga medis di Puskesmas Tambak betul-betul bekerja optimal, termasuk mengelolah rawat inap dengan baik. (bst)

Membludak Warga Menonton
Parade Musik Band Bawean

Media Bawean, 27 Februari 2011

Forum Pencinta Musik Band Bawean (FPMB2) menggelar Parade Musik Band se-Pulau Bawean tadi malam (26/2/2011), bertempat di Alun-Alun Kota Sangkapura. Tampil sebanyak 12 group musik band, yaitu 5 group kalangan umum dan 7 group kalangan pelajar dari 25 group musik band se-Pulau Bawean.

Hadir ribuan warga Pulau Bawean yang didominasi kalangan muda dari berbagai daerah untuk menyaksikan secara langsung parade musik gratis dengan penyadang dana tante indri 

Parade musik tadi malam termasuk ke sepuluh kali tampil di Pulau Bawean, sejak dilahirkan FPMB2 pada tahun 2004.

Edy Faiz sebagai Ketua FPMB2 dihubungi Media Bawean mengatakan bangga dengan perkembangan  musik band di Pulau Bawean, dilihat dari banyaknya penonton yang hadir membuktikan kecintaan warga terhadap musik band sedang tumbuh berkembang pesat.

"FPMB2 lahir dari kreativitas dengan kondisi ketidakberyaannya pada waktu itu, sehubungan pembiayan peralatan sangat mahal, termasuk minimnya minat warga, hanya tampil ketika acara perpisahan saja,"katanya.

"Lahirnya FPMB2 bertujuan menyalurkan bakat anak muda Bawean yang suka musik band,  sementara potensi yang dimiliki cukup banyak. Termasuk merubah suasana baru bahwa orang Bawean memiliki kemampuan seperti di daratan Pulau Jawa,"ujarnya.

"Terima kasih kepada Tante Indri (Rukyati) yang telah membantu pendanaan suksesnya Parade Band Musik se-Bawean yang digelar tadi malam,"paparnya.

FPMB2 rencananya akan menggelar festival musik band se- Bawean pada bulan juni 2011. "Termasuk nantinya dalam PORSEMA Ma'arif Tahun 2012 akan diusahakan masuk didalammnya,"pungkas Edi Faiz. (bst)

Maling Kembali Beraksi
Di Sumber Torak Bawean

Media Bawean, 26 Februari 2011


Maling kembali beraksi di Pulau Bawean, tepat di Dusun Sumber Torak, desa Sidogedungbatu, Sangkapura, hari kamis malam jum'at (24/2/2011), korban adalah seorang ibu bernama Sufiyah (41 Th.) yang ditinggal suaminya ke Malaysia, dan dua orang anaknya sedang belajar di Pondok Pesantren. Sebelumnya, hari kamis (24/2/2011) maling beraksi di Rengkeh-rengkeh, Tajung, desa Kepuhelgundi, Tambak.

Sufiyah (41 Th.) ditemui dua anggota Polsek Sangkapura, bersama M. Nor sebagai Kepala Desa Sidogedungbatu (sabtu, 26/2/2011) menceritakan kronologi kemalingan di rumahnya.

"Malam jum'at setelah waktu isya (24/2/2011),  mengungsi ke rumah orang tua yang jaraknya berdekatan, sehubungan adanya isu maling di Pulau Bawean. Pulang kembali ke rumah, waktu pagi (jam 04.00 WIB.) sudah mengetahui pakaian sudah ada di lantai semua,"katanya.

"Setelah diperiksa, uang sebesar Rp.800ribu yang disimpan dalam songkok dilipat dan didalam buku nikah ditaru dalam lipatan sarung sudah hilang,"ujarnya.

Anehnya, menurut Sufiyah, kunci lemari tidak rusak dan posisi kunci tetap di bawa kasur ranjang belakang. "Beruntung semua barang berharga dibawa mengungsi, sehingga tidak hilang,"paparnya.

Setelah diperiksa oleh anggota Polsek Sangkapura, diperkirakan maling masuk melalui pintu belakang yang kunci dengan pakai penyanggah kayu (tongkah : bahasa Bawean).

Kepala Desa Sidogedungbatu, M. Nor, memprediksi maling yang beraksi tidak jauh termasuk warga terdekat. (bst)

JLB Di Pamona & Sokaoneng Segera Dibangun Pavingisasi

Media Bawean, 26 Februari 2011


Jalan Lingkar Bawean (JLB) di jalur barat tepat di Sokaoneng dan jalur timur sebelum masuk Pamona Sidogedungbatu akan segera dibangun proyek pavingisasi bersumberkan APBD 2011 Kabupaten Gresik yang nilainya sekitar Rp.5 Miliar.

Suryani sebagai Pegawai Dinas PU Gresik ditemui Media Bawean (26/2/2011) membenarkan adanya dua proyek yang akan segera dibangun di dua titik, yaitu sebelah barat dan timur Pulau Bawean.

"Sekarang sudah pengukuran oleh konsultan dari Dinas PU Gresik, sedangkan besar anggaran yang dialokasikan sebesar Rp. 5 Miliar bersumberkan APBD Kabupaten Gresik,"katanya.

Perlu diketahui, dua ruas jalan lingkar Bawean yang kemarin mengalami kerusakan, yaitu ambrolnya plengsengan jembatan di dekat desa Suwari Sangkapura dan Labuhan Tambak, sudah dikerjakan bersumberkan proyek tanggap darurat. 

M. Zen sebagai Kepala UPT PU Gresik di Bawean, membenarkan dua tempat yang mengalami kerusakan sudah dikerjakan oleh kontraktor. (bst)

Suara Pelajar Bawean
PLN Normal, Belajar Oke

Media Bawean, 26 Februari 2011

Listrik termasuk salah satu kebutuhan pelajar dalam proses belajar di sekolah, termasuk di rumah. Sejak listrik menyala normal 24 jam, telah memberikan manfaat besar untuk pengembangan pendidikan di Pulau Bawean.

Ana Suci Wulandari , Siswa kelas XI MA Hasan Jufri mengatakan sejak Januari 2011 masyarakat Pulau Bawean sudah menikmati listrik 24 jam, juga.penambahan jaringan pasang baru di desa yang belum menikmati listrik, seperti di Kebuntelukdalam, Grejek, Paromaan, Telukjatidwang, Gelam dan lain-lain.

"Sebagai siswa, merasakan secara langsung manfaat listrik bagi pelajar untuk belajar dengan tenang dan nyaman, termasuk mengulang pelajaran di rumah,"katanya.

"Sekolah bisa memanfaatkan sarana tekhnologi seperti pembelajaran komputer secara sempurna. Sebelumnya fasilitas sekolah  ditunjang mesin diesel dengan biaya lumayan besar untuk minyak solar,"paparnya.

"Harapan besar kepada PT. PLN Bawean agar meningkatkan pelayanan terbaiknya kepada pelanggan, dengan mengurangi pemadaman sehingga saat pembelajaran tidak mengganggu proses belajar mengajar di sekolah,"harapannya.
"Di daratan Pulau Jawa, PLN menyala normal selama 24 jam dengan memakai tenaga lebih sempurna, harapannya di Pulau Bawean bisa mengekorinya, walaupun dengan tenaga diesel,"terang Siswa MA Hasan Jufri Lebak yang kemarin mengitu Duta Pelajar utusan PC. IPPNU Bawean. (bst)

Intelektual Muda Bawean
Kuliah S2 Di Cairo University

Media Bawean, 25 Februari 2011


Abdul Hafidz (27 th.) asal Menara, desa Gunungteguh, Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik adalah jebolan Universitas Al Azhar Kairo Mesir, jurusan Usuluddin. Sekarang aktif sebagai mahasiswa S2 di Cairo University dengan jurusan Syari'ah.

Ditemui Media Bawean, (23/2/2011), Abdul Hafidz menjelaskan pengalaman berstudi di negara yang baru selesai konflik kekuasaan. "Alhamdulillah, ketika konflik di Mesir sudah pulang duluan ke Indonesia, yaitu bulan November 2010 sudah sampai di Pulau Bawean,"katanya.

"Rencananya akan kembali ke Mesir, untuk melanjutkan kuliah S2 di Cairo University, sampai saat ini masih proses pendidikan berlangsung,"ujar putra KH. Ridwan nomor delapan dari sebelas bersaudara.

Pertama kali Abdul Hafidz masuk kuliah di Universitas Al Azhar, tahun 2004, dan lulus menyelesaikan S1 tahun 2008. Kemudian tahun 2009 sampai sekarang kuliah S2 di Cairo University. 

"Masuk tahun 2004 tanpa tes, tetapi penerimaan mahasiswa baru sekarang sudah melalui tes dua kali, yaitu di Depag Pusat, termasuk di Universitas. Diberlakukan tes setelah banyak mahasiswa baru tidak mampu dengan studi mata kuliah yang ada. Kebanyakan mereka datang kesana hanya paksaan orang tua, sehingga berdampak tidak lulus, padahal proses keluludan betul-betul selektif, "ujarnya..

"Peluang besar bagi pelajar asal Pulau Bawean yang memiliki pengetahuan berbahasa arab ataupun baca kitab untuk kuliah di Mesir, sebaliknya bila tidak memiliki kemampuan sebaiknya tidak usah kesana, sebab merepotkan akhirnya,"paparnya.

Menurut Abdul Hafidz, biaya kehidupan sehari-hari di Mesir sangatlah murah, termasuk biaya pendidikan sangat murah, dan beli kitab harganya sangat terjangkau, "Di Mesir ada dua bea siswa, yaitu dari Universitas dan Zakat Mal dari Kuwait. Bila betul-betul belajar, Insya Allah akan mendapatkan bea siswa,"jelasnya.

"Mahasiswa asal Pulau Bawean di Mesir ada sebanyak 5 orang yang aktif kuliah disana,"tuturnya.

Soal keberhasilan dalam pendidikan, pandangan Abdul Hafidz adalah terpulang kepada orangnya. "Terkadang banyak anak orang kaya, ternyata gagal dalam melanjutkan pendidikan. Sebaliknya banyak anak yang orang tuanya tidak mampu ternyata sukses menekuni pendidikan sampai selesai,"ungkapnya. (bst)

Kilas Balik Seni Di Bawean

Media Bawean, 25 Februari 2011

Iling Khairil Anwar SS. sebagai Ketua Umum Lembaga Eskavasi Budaya “BEKU” Bhei-Bhei. menyatakan tidak perlu memberikan sikap apapun dengan pernyataan KH. Ridwan, sebab keinginan pribadinya.

Dihubungi Media Bawean, (jum'at, 25/2/2011) Iling sapaan akrabnya, menganggap seperti yang ada sekarang termasuk bisa memperbaiki kehidupan sosial masyarakat di Pulau Bawean.

"Jika kita merespon pernyataan, ribut atau berpolemik dengan KH. Ridwan, persoalan sosial tidak akan selesai, justru hanya ramai saja,"katanya.

Menurut Iling, silahkan KH. Ridwan dengan metodenya, tetapi jangan sampai menggagu metode yang ada sekarang ini. "Perlu dicermati, Anda tidak bisa melawan tentara yang dilengkapi dengan persenjataan dihadapi oleh tim sepak bola, harus dihadapi tentara juga,"ujarnya.

"Kesenian modern yang masuk ke Pulau Bawean, seperti mempertontonkan  aurat dan lainnya, tidak bisa diatasi dengan pengajian atau pengajian, harus dihadapi dengan kesenian juga. Harus ada pembanding dari kalangan masyarakat, bahwa kesenian yang lebih bernafaskan agama lebih baik daripada pertunjukan mempertontonkan aurat,"paparnya.

"Sangat salut dengan pendapat KH. Zakariyah dengan jentel menyatakan bahwa persoalan sosial di Pulau Bawean adalah tanggungjawab ulama. Termasuk saya sendiri dari kalangan seni juga punya tanggungjawab, bukan berarti lepas dari tanggungjawab,"jelasnya.

Pendapat Iling untuk menyelesaikan segala persoalan diperlukan duduk bersama dari semua kalang tokoh dan disiplin ilmu yang ada. "Tidak bisa persoalan harus, diselesaikan tanpa meminta pendapat kepada ilmuan sesuai bidangnya,"tuturnya.

Bagaimana personel lelaki dengan perempuan dipisah tidak dicampur dalam satu group?, "Memang bercampur antara lelaki dengan perempuan bukan muhrimnya tidak dibolehkan, tetapi tidak bisa dalam kehdupan sosial masyarakat harus dipisahkan, contoh pasar khusus wanita atau pria, termasuk jalan umum,"jawabnya.

"Perlu diketahui kita hidup di bumi Indonesia, di Arab Saudi sebagai negara Islam tidak ada jalan khusus pria ataupun wanita dibedakan,"ungkapnya.

"Sampai batas apa kita dibatasi, dalam rangka apa kita melangkah seperti sekarang ini. Memang sesuai tradisi Bawean, kercengan dan korcak adalah wilayahnya laki-laki, tidak perempuan yang ikut tampil didalamnya. Itupun sudah nyaris tidak ada, kemudian dihidupkan kembali oleh anak-anak bheku, sehingga bisa eksis kembali seperti sekarang,"tuturnya.

"Tidak akan menarik bila hanya menampilkan kalangan laki-laki, sebab tidak bisa merubah suasana penampilan. Lalu diadakan modifikasi budaya, perpaduan penampilan lelaki dengan permpuan. Dalam konteks budaya, saya kira tidak haram sebab tujuannya baik. Alhamdulilah sekarang sudah berkembang, sudah seringkali tampil di daratan Pulau Jawa, termasuk kesenian mempertontonkan aurat sudah berkurang sebab kalah bersaing,"terangnya.

Bisa dibayangkan, menurut Iling, seadainya yang tampil dalam kesenian kercengan hanya kalangan laki-laki tidak ada modifikasi, bisa tidak maju seperti yang ada sekarang. "Inilah yang namanya strategi dalam mengembangkan kesenian bernafaskan Islam di Pulau Bawean," pungkasnya. (bst)

Kecolongan Dengan Maling

Media Bawean, 25 Februari 2011

Kejadian pencurian di desa Kepuhlegundi, menurut Nurwan sebagai Kepala Desa, dihubungi Media Bawean (jum'at, 25/2/2011), mengaku kecolongan dengan maling.

"Padahal sebelumnya, kita sudah mengantisipasi dengan melakukan penjagaan malam hari disetiap dusun, ternyata diluar perkiraan warga, malingnya beraksi waktu siang hari,"katanya.

Peristiwa kejadian pencurian di rumah warga Dusun Tanjung, desa Kepuhlegundi, kemarin (kamis, 24/2/2011), menurut Nurwan, membuat suasana desa menjadi mencekam, warga merasa resah sebelum maling ditangkap.

"Harapan besar kepada pihak berwajib yaitu kepolisian untuk secepatnya bisa mengungkap siapa pelaku pencurian,"paparnya.

"Kondisi tadi malam, warga sempat melakukan pencarian keberbagai tempat, sehubungan munculnya sinar laser dari banyak tempat dengan  tiga warga yaitu merah, hijau dan kuning. Setelah dicari tidak ditemukan darimana sumbernya sinar laser berasal, yang jelas banyak warga melihatnya,"terangnya. (bst)

Pemulung Dilarang Masuk Desa Pekalongan Tambak

Media Bawean, 25 Februari 2011


Desa Pekalongan, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean memiliki peraturan khusus sesuai kesepakatan seluruh warga, yaitu pemulung dilarang masuk perkampungan.

Umar sebagai Kepala Desa Pekalongan dihubungi Media Bawean (Jum'at, 25/2/2011), membenarkan adanya peraturan pemulung dilarang masuk kampung di desa Pekalongan. "Peraturan sudah dibuat sekitar dua bulan yang lalu, dengan memasang papan pengumuman disetiap pintu masuk kampung,"katanya.

"Bila pemulung memaksakan diri masuk kampung, warga akan membawa ke Balai Desa untuk mendapatkan peringatan agar tidak masuk kampung,"ujarnya.

Kenapa dilarang masuk? "Sebelumnya, warga banyak mengeluhkan kurang aman sejak pemulung banyak keluar masuk kampung. Banyak barang-barang milik warga yang diletakkan diluar rumah selalu hilang,"jawabnya.

"Alhamdulillah, setelah peraturan dibuat, ternyata situasi dan kondisi kampung sangat aman,"paparnya. (bst)

Meninggal Dunia Kesetrum
Jenazah Dibawa Ke Bawean

Media Bawean, 25 Februari 2011


Klotok pengakut jenazah Hazbullah (55 th.) asal dusun Bangkalan, desa Sawahmulya, Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik, tiba di dermaga Perikanan Pulau Bawean, tepat jam 09.00 WIB (jum'at, 25/2/2011).
Hazbullah meninggal dunia di Probolinggo, hari rabu (23/2/2011), sekitar jam 18.00 WIB. ketika memperbaiki perahu. 

Nasir sebagai keluarga ditemui Media Bawean, mengatakan Hazbullah tersetrum listrik ketika bekerja memegang lampu teraliri arus listrik tersentuh kabel tanpa bungkus. "Termasuk pekerja yang lainnya juga ikut tersetrum,"katanya.

Hazbullah meninggalkan empat orang anak dan satu orang isteri. (bst)

Rumah Warga Kepuhlegundi
Diobok-obok Maling

Media Bawean, 24 Februari 2011


Maling oh maling, ternyata bukan sekedar isu yang berkembang di Pulau Bawean. Rumah Farida di Rengkeh-Rengkeh, Dusun Tajung, Desa Kepuhlegundi, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik, kamis (24/2/2011) waktu siang bolong, sekitar jam 09.00 WIB. diobok-obok maling dengan kerugian sebesar Rp. 5 juta.

Farida (20 Th.) ditemui Media Bawean, mengatakan tidak mengetahui secara lengkap kejadian pencurian di rumahnya, sehubungan dirinya menghadiri acara maulid di Madrasah Ibtidaiyah Kepuh.  "Lebih lengkapnya, nenek saja yang menceritakan kejadiannya,"katanya.

Munati (64 Th.) mengatakan ketika akan mengambil cucian baju cucunya, ternyata didalam rumah sudah berantakan barang-barang didalam, kemudian memanggil Sulaeman agar cepat datang sehubungan takut malingnya ada didalamya.

"Kemudian Sulaeman mendatangi rumah, diperiksa ternyata lemari dibelakang, termasuk didepan sudah diobok-obok, banyak pakaian sudah diluar, termasuk televisi sudah pindah tempat tetapi tidak diambilnya,"ujarnya.

"Anehnya pintu belakang dikunci, darimana masuknya maling,"paparnya penuh tanda tanya.

Menurut Munati, tidak ada satupun warga yang mengetahui atau melihat maling yang mengobok-obok rumahnya.

Barang apa saja yang hilang? "Uang sebanyak Rp.400ribu, cincin emas dua buah dengan berat masing-masing 3 gram dan gelang satu buah dengan berat 6 gram. Total kerugian sebesar Rp.5juta,"jawabnya.

Setelah mendengar kejadian pencurian di siang bolong, aparat desa Kepuhlegundi termasuk anggota kepolisian yang dipimpin oleh Aiptu Besuki sebagai Kanit Polsek Tambak mendatangi rumah korban.

Kapolsek Tambak, AKP Didik Wahyudi, SH. dihubungi Media Bawean membenarkan adanya kejadian pencurian di desa Kepuhlegundi. "Anggota sudah melakukan olah TKP, termasuk melakukan pemyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku pencurian,"terangnya. (bst)

BRI Unit Tambak
Kirim Uang Hitungan Menit

Media Bawean, 24 Februari 2011


Bank BRI Unit Tambak sudah beroperasi beberapa hari yang lalu, jumlah nasabah baru yang sudah mencapai 200 orang, diantaranya paling dominan nasabah Simpedes, selebihnya adalah Britama.

Didik Oktovianto Leksono Putro sebagai Kepala Unit Bank BRI Tambak ditemui Media Bawean (kamis, 24/2/2011) mengatakan bersyukur atas respon warga Kecamatan Tambak untuk menabung di Bank BRI.

"Kita utamakan pelayanan kepada nasabah, baik kenyamanan ataupun kecepatan dalam transaksi, seperti pengiriman uang bisa dilakukan dalam hitung menit sudah diterima oleh nasabah,"katanya.

"Ada tiga nasabah sudah membuktikan melalui pengiriman xpress money, sedangkan orang malaysia menyebutnya money pin, dalam hitungan 5 menit uang sudah diterima langsung,"paparnya.

Disamping memberikan kenyamanan kepada nasabah, menurut Didik (panggilan akrabnya) BRI Unit Tambak memudahkan warga melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dibatasi sampai Rp.20juta. 

"Kita siap melayani warga pemilik usaha, termasuk membina sampai sukses sehingga tidak mengalami kegagalan dalam usaha. Artinya memberikan pinjaman tidak langsung dilepas, tetapi dibina, serta memudahkan dalam pembayaran angsurannya,"ujarnya.

Melihat situasi dan kondisi di Pulau Bawean, menurut Didik, cukup banyak warga Bawean, khususnya pemilik usaha kecil untuk dikembangkan sampai besar.

Anda memiliki usaha ingin berkembang sukses, silahkan datang ke Kantor BRI Unit Tambak, untuk konsultasi lebih lanjut dengan pegawai bank. (bst)

Peringatan Maulid Nabi SAW.
Bawean - Kuala Lumpur

Media bawean, 24 Februari 2011


Keluarga besar H. Samsuddin (Almarhum) memiliki program rutin mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhamamad SAW. yaitu dua tahun di Pulau Bawean dan dua tahun di Kuala Lumpur Malaysia.

Peringatan maulid diadakan hari kamis siang (24/2/2011) berlangsung khidmat dan penuh kedukaan sehubungan telah meninggalnya H. Samsuddin. Dalam acara, diadakan pembacaan do'a ditujukan kepada Almarhum agar segala  amal kebaikannya diterima oleh Allah SWT. dan kesalahannya mendapat ampunan.

Peringatan maulid menampilkan dikker asal Paromaan, juga pembacaan asrakalan bersama, dilanjutkan ceramah agama oleh Kyai Mahfudz asal Grejek yang membahas nikmat hidup di dunia yang meliputi, nikmat beberapa tingkatan. Termasuk mengupas tuntas nasib manusia di dunia dan akherat nantinya. (bst)

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean