bawean ad network
iklan
bank jatim
TERKINIindex

Kunjungan Putri Rajawali ke Daun
Dikawal Patroli Diikuti Pejabat Bawean

Media Bawean, 30 Juni 2012 



Keluarga Besar Ibu Rukyati di Barat Sungai, Kotakusuma, Sangkapura setelah menerima lamaran Keluarga Besar H. Ya'kub Daun, yaitu Ahmad Faiz alias Mahen dengan Putri Rajawali bernama Rosyidah Amalina (kamis malam jum'at, 14/6/2012), sebagai tindaklanjut telah diadakan kunjungan balasan hari ini (sabtu, 30/6/2012).

Rombongan Putri Rajawali dikawal khusus mobil Patroli Polsek Sangkapura, dengan diikuti sebanyak 10 roda empat dan 100 sepeda motor menuju Dusun Daun Iliran, desa Daun, rumah kediaman keluarga besar H. Ya'kub.

Turut serta dalam kunjungan balasan, diantaranya H. Imam (Camat Sangkapura), AKP. H. Zamzani, SH. (Kapolsek Sangkapura), Suharjono (Kades Kotakusuma), Afandy (Kepala SMAN I Sangkapura), H. Hanafi (Tokoh Masyarakat). Hj. Fatimah (Ketua Muslimat NU Cabang Bawean) dan lain-lain.

Sampai di kediaman H. Ya'kub, rombongan Putri Rajawali disambut oleh tokoh masyarakat Daun, diantaranya Kepala Desan Daun, KH. Badrussurur, Ustadz Achmad Shodiq, dan lain-lain.

Terlihat banyak warga Dusun Barat Sungai, Kotakusuma, Sangkapura membawa kado khusus dari Putri Rajawali untuk dipersembahkan kepada tunangannya Ahmad Faiz alias Mahen.

Dalam sambutannya, H. Hanafi menyatakan tradisi balasan dalam lamaran merupakan adat istiadat Pulau Bawean yang kini mulai luntur, kedatangan rombongan keluarga besar Ibu Rukyati di rumah H. Ya'kub merupakan momentum untuk membangkitkan kembali trandisi Pulau Bawean.

Ustadz Achmad Shodiq dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih atas kedatangan keluarga besar Rosyidah Amalina di rumah tunangan putra yaitu Ahmad Faiz alias Mahen. Menurutnya, didalam Al Qur'an sudah dijelaskan bahwasanya bila dihormati orang, kita harus membalas penghormatan. "Kunjungan balasan merupakan wujud tali silaturrahim dan memberikan penghormatan atas kunjungan lamaran beberapa hari yang lalu,"katanya.

Setelah acara selesai, diadakan taburan uang kepada seluruh tamu yang hadir. Spontanitas langsung seluruh yang hadir berebutan untuk mendapatkan uang yang ditabur.

Media Bawean menghubungi warga Daun yang hadir dalam menyambut kedatangan Putri Rajawali, menyatakan baru sekarang ini ada lamaran sangat meriah yang diikuti banyak pembesar di Pulau Bawean, serta warganya. (bst)

Club "BAITA MANDALA" (Bangkalan)
Juara I Putri Turnamen HIVOB Cup 2012

Media Bawean, 30 Juni 2012 


Ketangguhan Club Bola Voli Putri "BAITA MANDALA" asal Bangkalan, desa Sawahmulya, Sangkapura telah berhasil mengalahkan Club Bola Voli Putri " GAJAH MERAH" asal Sungai Raya, desa Lebak, Sangkapura, dalam pertandingan Grand Final Turnamen Bola Voli HIVOB Cup Tahun 2012, yang diselenggarakan tadi malam (jum'at, 29/6/2012), bertempat di Lapangan Bengkosubung, Kotakusuma, Sangkapura.

Kedua club diperkuat pemain asal daratan Pulau Jawa, bertanding seru dengan perolehan angka Club "BAITA MANDALA " yang sulit dikejar oleh Club "GAJAH MERAH", yaitu set pertama 25 : 18, set kedua 25 : 17 dan set ketiga 25 : 18.

Atas kemenangan dalam pertandingan Grand Final Putri, Club "BAITA MANDALA" sebagai juara I memperoleh hadiah uang pembinaan sebesar Rp. 8juta + Tropy, dan Club "GAJAH MERAH" sebagai juara II memperoleh uang pembinaan sebesar Rp. 6juta + tropy.

Memperbutkan juara III Turnamen Bola Voli HIVOB Tahun 2012, pertandingan club putra antara "SBVC" dari Pudakit Timur melawan "VOLTA JUNIOR" asal Tanjung Anyar (Lebak), telah dimenangkan oleh "SBVC" dengan skore 3 : 1.

Sebagai juara III, Club "SBVC" menerima hadiah uang pembinaan sebesar Rp. 2juta, sedangkan Club "VOLTA JUNIOR" memperoleh uang pembinaan sebesar Rp. 1juta.

Grand Final Putra akan diselenggarakan nanti malam (sabtu malam minggu, 30/6/2012) antara Club "MBVC" asal Gunung Teguh melawan club "DUTA SAMUDRA" dari Sawah Laut, desa Sawahmulya, Sangkapura. (bst)

Ada Oknum Meminta Jatah
Pembebasan Lahan Lapter Bawean

Media Bawean, 29 Juni 2012 

Pembangunan lapangan terbang Pulau Bawean sampai sekarang belum terselesaikan, entah sampai kapan akan dioperasikan untuk melayani penerbangan tujuan Pulau Bawean. 

Tursilo Hariyogi sebagai Kabag Pemerintahan Umum Kabupaten Gresik yang merangkap sebagai Sekretaris Panitia Pengadaan Tanah (P2T) dihubungi Media Bawean (jum'at, 29/6/2012) menyatakan sudah tidak ada persoalan, semua berkas sebanyak 22 orang pemilik lahan sudah ada di tim pembebasan lahan lapangan terbang Pulau Bawean.

"Hanya ada pemilik yang masih kekurangan persyaratan data sehingga diwajibkan untuk melengkapinya, seperti surat pernyataan dari ahli waris dan tanda tangan kepala desa,"katanya.

"Persoalan yang terjadi kemarin, diantaranya ada pemilik yang meminta untuk tukar guling tanah, sehubungan tidak kejelasan pemilik tanah yang akan jadi penggantinya sehingga ditolak, dikhawatirkan ada permasalahan di kemudian hari,"jelasnya.

"Terusterang dalam persoalan pembebasan lahan untuk lapangan terbang Bawean tidak ingin merugikan kepada warga sebagai pemiliknya, pemerintah tetap berpihak kepada masyarakat dalam menyelesaikan ganti rugi,"pungkasnya.

"Memang ada oknum yang meminta jatah melalui staf, agar disisihkan ganti rugi milik warga sebagai pemilik lahan. Mengetahui adanya permintaan jatah, langsung kutolak tanpa memberikan peluang kepada oknum untuk bermain,"terangnya.

"Jelas kok, oknumnya memang meminta jatah yang disampaikan langsung kepada staf,"ungkapnya tanpa menyebut oknum yang meminta jatah dalam pembebasan lahan lapangan terbang Bawean. (bst)

Pengalaman Tak Terlupakan

Media Bawean, 29 Juni 2012

Oleh : Sumiyati
(Penulis Mingguan Media Bawean)

Pada awalnya saya sangat yakin, menulis adalah satu kata yang tidak dapat saya lakukan dengan mudah dan menyenangkan. Pikiran harus plong, suasana santai dan menyenangkan, menghafal teori dan teknik menulis adalah hal yang harus dimiliki untuk menulis, sedangkan saya merasa itu sangat tidak mungkin saya miliki. Namun, disaat saya kelas enam sekolah dasar di SDN Gelang Paci yang berada di Dsn, Gelang Paci. Ds, Gelang. Kec, Sumber Baru. Kab, Jember saya diminta agar mewakili kelas enam untuk mengikuti lomba adu membuat cerita pendek (cerpen). Jujur saja, saya hampir menangis wakti itu dari saking takutnya. Takut tidak bisa membuat cerpen untuk mengikuti lomba yang mengharuskan setiap kelas ada yang mewakili. “Bagaimana kalau sampai kalah dengan adik kelas?”, pikiiran itu selalu muncul disaat saya mau tidur dan tak jarang membuat saya tidak nyenyak tidur.

Perlombaan tinggal sepuluh hari lagi sedangkan saya tidak punya ide apa yang akan saya tulis untuk dijadikan cerpen?. Saat bingung dan takut kalah mencercah pikiranku, tiba-tiba mataku tertuju pada ratusan semut yang hilir mudik. Saya amati para semut yang selalu memyempatkan diri bertegur sapa dengan temannya setiap berpapasan walau temannya berjumlah ratusan bahkan ribuan. Timbullah ide untuk membuat cerpen tentang semut. Saya peras habis-habisan otak saya untuk merangkai kata menjadi kalimat, kalimat menjadi paragraph, dan paragrapf menjadi sebuah cerpen. Alhamdulillah, cerpen yang saya garap dengan judul ‘Manusia Sombong Kalah Sama Semut’ selama Sembilan hari itu mendapat penghargaan yang sangat luar biasa dari guru-guru. Suatu hal yang sangat tidak saya duga. Nah, berawal dari cerpen itulah saya mulai tertarik untuk menulis.

Setiap menjumpai seorang penulis hebat, selalu muncul pertanyaan yang menggelitik hati. Bagaimana cara ia menulis, bagaimana cara ia mendapatkan inspirasi untuk cerita-ceritanya, bagaimana cara ia mengolah kata-kata dan merangkainya menjadi bahasa yang indah dan mempesona, dan seterusnya. Sayapun tertarik untuk mencoba membuat cerita tentang kehidupan saya. sangat sulit memang, tak jarang saya menbolak-balik hasil tulisan dan terkadang merasa kecewa keika melihat hasilnya tidak seperti yang saya harapkan. Mencoba lagi, hasinya tak jauh beda. Saya akhiri kegiatan menulis cerita itu, toh saya memang tidak punya minat menulis dan tak seorangpun guru pernah menganjurkan saya untuk menjadi seorang penulis. Putus asa. Namun, hal itu tidak berlangsung lama saat DI DALAM SUJUD CINTA (Catatan Hati Sumiyati), cerpen yang saya anggap tidak seperti yang saya harapkan, saya kirim ke Media Bawean untuk mencoba mengikuti lomba menulis opini dan berita yang diselenggarakan oleh Komunitas Wartawan Gresik (KWG) bersama Media Bawean. Alhamdulillah, jadi pemenang penulisan bahasa terbaik. Pengalaman yang tak akan terlupakan.

Menulis, yang semula saya anggap sungguh sulit, ternyata tidak sesulit yang saya pikirkan asal ada kemauan untuk belajar, belajar dan terus menulis. Sulit memang, melatih diri untuk terbiasa menulis, seperti saya sendiri yang tidak berminat unuk menulis. Dulu, sewaktu saya masih di Sekolah Dasar, saya menulis tergantung perasaan. Kalau sedang bahagia, tulisan saya rapi, tegak. Pokoknya dijamin indah. Sebaliknya, kalau sedang sedih, tulisan sayapun amburadul dan sulit dibaca selain saya sendiri yang membacanya. Saya anggap itu sebagai kebiasaan buruk saya yang harus dirubah. Pelan tapi pasti sayapun mengikis kebiasaan buruk itu. Alhamdulillah sukses. Sekarang, baik sedang bahagia maupun sedih tulisan saya tetap rapi dan menulis menjadi salah satu hobby saya.

Tak jarang saya dilempari pertanyaan menulis tentang kebiasaan menulis saya, dan pertanyaan yang palng sering di ajukan adalah sebagai berikut;

Penanya: Anda sangat sering menulis tentang orang-orang susah. Mengapa Anda tidak menulis tentang hal-hal yang menyenangkan dalam hidup?

Saya: Mereka yang mengalami menyenangkan dalam hidup lebih sedikit disbanding mereka yang mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan.

Penanya: Apakah Anda memiliki jam-jam teratur , atau apakah Anda menulis ketika Anda ingin menulis?

Saya: Saya menulis saat saya punya kesempatan untuk menulis. Penanya: Pasti ada satu atau beberapa hal yang Anda anggap sebagai unsur terpenting dalam tulisan Anda. Apa itu?

Saya: Pertama; pelajari makna dan penggunaan kata-kata. Kedua; pelajari cara menyusun kalimat yang dapat mewakili pikiran yang dikehendaki. Ketiga; milikilah sesuatu yang pantas diucapkan sebelum memulai sebuah cerita. Keempat; pelajari cara penggunaan kekuatan emosional sebuah cerita untuk menghasilkan kesan-kesan abadi dalam pikiran para pembaca.

Penanya: Apa nasehat Anda bagi seorang penulis muda? Saya: Mantapkan diri untuk menulis sampai taraf bahwa siapa saja yang ingin berhasil dalam pekerjaannya pasti melalui masa-masa belajar. Dokter, pengacara, tukang roti, tukang potong rambut, mekanik, insinyur, tukang cetak dan bahkan tukang buat batu bata seperti ayah saya juga belajar plus dengan pengalaman. Mengapa para penulis muda tidak?.

Menikmati Liburan Sekolah
Berziarah Ke Makam Wali Songo

Media Bawean, 29 Juni 2012 


Menikmati hari liburan sekolah bagi pelajar di Pulau Bawean, selain bertahan di tanah kelahirannya, juga berlibur ke daratan Pulau Jawa. Diantara tujuannya berziarah ke makam wali songo dan tempat-tempat lainnya, seperti berkunjung ke Suramadu, Surabaya ataupun di Gresik.

Seperti santri Pesantren Nurul Ulum, Kumalasa, Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik, sebanyak 59 orang telah berangkat hari rabu menuju Gresik, selanjutnya mengadakan tour ke makam walisongo.

Fauzan, S.Pdi. sebagai Pembina Pesantren Nurul Ulum dihubungi Media Bawean (jum'at, 29/6/2012) mengatakan sudah berada di Yogyakarta dan persiapan untuk pulang ke Gresik setelah selesai berziarah ke makam wali songo.

"Hanya 1 makam wali songo yang belum dikunjungi, yaitu di Jawa Barat, sehubungan khawatir tidak ada kapal sehingga memilih cepat ke Gresik,"katanya.

Pantauan Media Bawean, didermaga Pulau Bawean, banyak pelajar serta pengajar asal daratan Pulau Jawa yang kembali daerah asalnya untuk menikmati liburan sekolah.

Untuk melayani pelayaran, hari jum'at (29/6/2012) Kapal Express Bahari 1C berangkat PP Gresik - Bawean. Dari Gresik mengangkut sebanyak 322 penumpang, sedangkan dari Pulau Bawean sebanyak 146 penumpang.

Antisipasi lonjakan penumpang di Pulau Bawean, besok (sabtu, 30/6/2012) kembali melayani PP Gresik - Bawean, sampai hari minggu (30/6/2012). (bst)

Menciptakan Lagu Bawean Di WC
Malas Berkarya, Dicetak Rompak

Media Bawean, 28 Juni 2012 


H. Mahfudz DA. (72 Tahun) asal Tambak Pulau Bawean, Gresik memiliki kesukaan khusus dalam mengembangkan lagu-lagu bahasa Bawean.

Ditemui Media Bawean, selasa (26/6/2012), H. Mahfudz mengaku menekuni hobby menyanyikan lagu-lagu bahasa Bawean sejak usia muda hingga sekarang sudah usia lanjut.

Awal dikenalnya H. Mahfudz DA. ketika usia remaja sudah tampil di Singapura tahun 1959, dengan karya pertamanya berjudul "Kabin Paksa". Menurutnya, terinspirasi maraknya kawin paksa oleh orang tua di Pulau Bawean pada waktu itu. "Hampir kebanyakan pernikahan yang ada merupakan hasil paksaan orang tua, bukan hasil percintaan murni termasuk saya sendiri hasil perjodohan,"katanya.

Setelah menyanyikan lagu "Kabin Paksa", langsung mendapat respon banyak orang Bawean di Singapura yang menyambut dengan gembira, sehingga meminta tampil kembali diulang-ulang sampai beberapa kali diatas panggung sehubungan datangnya dalam acara undangan tidak bersamaan.

H. Mahfudz DA. selain menyanyikan lagu Bawean,  juga tampil membaca Al Qur'an sebagai qori' dengan lagu merdu yang membuat pendengarnya terpukau. Lalu menerima banyak job kebeberapa tempat di Singapura.

"Wal hasil setelah akan pulang ke Pulau Bawean, langsung mendapat banyak kado  berupa sarung dari banyak orang dengan jumlah sampai mencapai ratusan buah,"paparnya.

"Termasuk mendapatkan hadiah sapu tangan dari 13 gadis di Singapura yang menaksir untuk dicintai, menyatakan secara langsung ataupun melalui surat cinta,"ujarnya dengan tersenyum.

Kegemaran Mahfudz DA. untuk menyanyikan lagu-lagu bahasa Bawean mulai direkam dalam kaset CD sejak tahun 1997, sebelumnya hanya direkam melalui video bata balok. 

Album yang diciptakan dinamakan "Kokkobung". Alasannya, Mahfudz DA pernah bermimpi sebanyak 7 bidadari turun ke telaga kastoba, langsung mandi. Melihat ada pelangi atau kokkobung sebagai tangganya bidadari terlihat sangat bagus, setelah dilihat ternyata sang bidadari langsung pergi dengan meninggalkan cebokan yang dipakai untuk mandi.

"Melalui mimpi inilah seluruh album ciptaan lagu Bawean diberi judul "Kokkobung 1, 2, 3 dan 4,"ujarnya.

Menekuni hobbynya sebagai pencipta dan penyanyi lagu bahasa Bawean, Mahfudz DA. mengakui bahwa bisnis menggandakan kaset hasil rekamannya selalu rugi disebabkan banyak hal, diantaranya maraknya cetak rompak oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.  

"Misalkan sekarang sudah dicetak dalam jumlah sedikit, ternyata dalam hitungan hari sudah meledak dipasaran terjual bebas tanpa izin kepada penciptanya,"ungkapnya.

"Modal merekam kaset sangat banyak, yaitu membayar pemusik, penyanyi, penyuting, dan operasional dalam pengambilan gambar membutuhkan biaya besar sampai puluhan juta rupiah,"tuturnya.

Meskipun merugi, pengkuan Mahfud DA atas tercetaknya hasil rekaman bisa terkenal karena dilihat atau ditonton oleh banyak orang sampai mancanegara.

"Sebenarnya koleksi lagu yang diciptakan sangat banyak, dikarenakan selalu mengarangnya ketika berada di toilet atau WC. Sumber ketenangan ketika berada di WC, bisa menciptakan lagu sebanyak mungkin, sehingga memerlukan waktu lama di kamar kecil,"pungkasnya. 

Perlu diketahui, Mahfudz DA selain sebagai pencipta dan penyanyi lagu bahasa Bawean, juga aktif sebagai pengajar qori, pelatih kesenian kercengan, zamroh, samman sampai tercipta samman perempuan. (bst)

Kafilah MTQ Sangkapura Berangkat
Kafilah MTQ Tambak Takut Gelombang

Media Bawean, 28 Juni 2012 


Kafilah Mubaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) kecamatan Sangkapura, sebanyak 17 orang telah berangkat menuju daratan Gresik, hari kamis (28/6/2012).

Didampingi Zainuddin sebagai Kasi Kesra Kecamatan Sangkapura, utusan terbaik dari kecamatan Sangkapura akan mengikuti MTQ tingkat Kabupaten Gresik di kecamatan Menganti. Sedangkan acara pembukaan MTQ, direncanakan mulai hari jum'at malam sabtu (29/6/2012).

Ditemui Media Bawean di dermaga Pulau Bawean, kafilah MTQ kecamatan Sangkapura menyatakan siap untuk tampil dengan terbaiknya dalam mengikuti lomba.

Zainuddin mengatakan seluruh peserta MTQ dari kecamatan Sangkapura sudah dipersiapkan sebelumnya melalui tahapan seleksi yang terbaik untuk semua kategori yang dilombakan dalam MTQ tingkat Kabupaten Gresik.

Kafilah MTQ kecamatan Sangkapura berangkat, tetapi Kafilah MTQ kecamatan Tambak menyatakan mundur sebelum berangkat dengan alasan kondisi cuaca tidak menentu sehingga mengkhawatirkan tertahan di Gresik.

Suropadi sebagai Camat Tambak ketika ditemui Media Bawean beberapa hari yang lalu di kantor kecamatan Tambak, menyatakan Kafilah MTQ kecamatan Tambak tidak diberangkatkan sehubungan kondisi cuaca Bawean - Gresik masih belum kondusif sehingga membuat kekhawatiran terhadap orang tua peserta.

"Daripada nantinya terdampar di Gresik, apalagi orang tua peserta merasa keberatan sehingga rencana yang sudah matang diputuskan tidak diberangkatkan,"katanya.

"Kesiapan peserta sudah matang, tapi persoalannya kekhawatiran orang tua membuat kita kurang tenang sehingga memutuskan tidak ikut dalam pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Gresik,"ujarnya. (bst)

Pelaku Pencabulan Divonis 3 Tahun

Media Bawean, 28 Juni 2012 

Pengadilan Negeri (PN) Gresik menjatuhkan vonis kepada pelaku pencabulan gadis dibawah umur. Harun(25), warga Dusun Tambak Kecamatan Tambak Bawean, divonis tiga tahun penjara dan denda Rp 60 juta, subsider tiga bulan, kemarin(27/6).

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nurlalila, yaitu empat tahun penjara, denda Rp. 60 juta subsider enam bulan.

Dalam sidang yang diketuai Mustajab itu dinyatakan, Harun melanggar pasal 81 ayat (2) UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pencabulan terhadap korban," ujar Mustajab.

Harun tertunduk lesu mendengar putusan tersebut. Peristiwa pencabulan itu sendiri terjadi 4 Agustus 2011. Harun membujuk korbannya -sebut saja- Maya (17), yang merupakan tetangga sendiri. Dia mengajak Maya ke kebun pisang disebelah rumahnya.

Harun lalu mengambil tiga buah lembar daun pisang sebagai alas duduk mereka berdua. Duduk bersebelahan, Harun lalu menyetel film porno di HP-nya.

Dia merayu Maya melakukan seperti adegan dalam film tersebut bersamanya.

Takut hamil, Maya menolak. Dia akhirnya menyerah setelah Harun berjanji menikahinya kalau benar hamil. (jan/hfd)

Sumber : Radar Gresik

MBVC Taklukkan Club Tangguh SBVC
Turnamen HIVOB Cup 2012

Media Bawean, 28 Juni 2012 


Pertandingan Semifinal Turnamen Bola Voli HIVOB Cup 2012, tadi malam (rabu, 27/6/2012) dibanjiri banyak penonton yang hadir untuk menyaksikan pertandingan club tangguh, antara Club SBVC (Pudakit Timur) sebagai juara I dalam turnamen Duta Samudra dan MBVC tahun 2011 melawan MBVC dari Gunung Teguh.

Sejak dimulainya pertandingan sampai berakhir terjadi kejar mengejar perolehan angka menambah suasana seru di Lapangan Bengkosubung, Kotakusuma, Sangkapura. Club MBVC yang diperkuat Zaenol berhasil memenangkan pertandingan set pertama dengan perolehan angka 25 : 20.

Set kedua, kembali MBVC mematahkan pertahanan SBVC dengan angka kemenangan beda tipis, yaitu 25 : 23.  Berlanjut pertandingan set ketiga, menobatkan MBVC sebagai pemenang dengan angka 25 : 22.

Kemenangan MBVC melawan SBVC dengan skore 3 : 0, akan bertanding kembali di Grand Final Putra Turnamen HVOB 2012 melawan DUTA SAMUDRA, hari sabtu malam minggu (30/6/2012).

Sedangkan pertandingan semifinal putri, Club BAITA MANDALA (Bangkalan) berhasil menang melawan BAYANGKARA dengan skore 3 : 0. 

Grand Final Putri akan diselenggarakan hari jum'at malam sabtu (29/7/2012) , akan bertanding BAITA MANDALA melawan GAJAH MERAH. (bst)

Menjelang Penutupan PORSEMA XI
Peserta Banyak Pulang Kampung

Media Bawean, 27 Juni 2012 


Penutupan Pekan Olahraga dan Seni Ma'arif (PORSEMA) XI Tahun 2012  akan diselenggarakan malam ini (rabu malam kamis, 27/6/2012), bertempat di Alon-Alon Kota Sangkapura. Malam penutupan akan ditampilkan beberapa juara kesenian dari berbagai macam kategori, termasuk penyerahan hadiah umum tingkatkan MINU, MDU, MTs./SMP, dan MA/MA.

Hari terakhir pelaksanaan pertandingan olahraga, telah dilaksanakan lari maraton putra dan putri, serta final bola voli tingkat SMP/MTs. dan SMA/MA. Pelari maraton putri menempuh jarak sejauh 3.000 meter tercepat dimenangkan oleh siswa MDU Pejinggahan, sedangkan maraton putra diraih oleh siswa MA Umma Sangkapura.

Adapun final bola voli tingkat MTs./SMP dimenangkan oleh MTs. Ma'arif IV (Batusendi) mengalahkan MTs. Menara, sedangkan tingkat MA/SMA dimenangkan oleh SMA Islamiyah Tambak mengalahkan SMA Umma Sangkapura.

Menjelang penutupan, banyak peserta PORSEMA XI sudah pulang ke daerah asalnya. Terlihat banyak peserta membawa pulang tropi sebagai bukti keberhasilan meraih prestasi. (bst)

Express Bahari 1C Kembali Beroperasi
Melayani Gresik - Bawean PP.

Media Bawean, 27 Juni 2012 


Kapal Cepat Express Bahari 1C kembali beroerasi Gresik - Bawean, hari rabu (27/6/2012), setelah 2 kali trayek pelayaran tidak diberangkatkan oleh petugas terkait sehubungan ketinggian gelombang sesuai hasil prakiraan BMKG.

Suasana kepadatan penumpang datang dan akan berangkat, ditambah penjemput dan penghantar berkumpul menjadi satu di dermaga Pulau Bawean. Sebagian besar penumpang dari Gresik ditanya ketinggian gelombang, menjawab kondisi pelayaran dari Gresik menuju Pulau Bawean sangat tenang dan cuaca sangat bersahabat.

Kapten Yosis Pinansada menyatakan ketinggian gelombang Gresik - Bawean sekitar 0,5 meter. "Kondisi sangat tenang dan nyaman dalam pelayaran,"katanya.

Sedangkan pemberangkatan kapal, menurut Reven sebagai Kepala Cabang PT. SIM Gresik dihubungi via telepon selulernya mengatakan besok (kamis, 28/6/2012) kembali kapal Express Bahari 1C Gresik - Bawean diberangkatkan PP. "Untuk hari jum'at dan selanjutnya masih melihat situasi dan kondisi menurut hasil prakiraan BMKG,"paparnya.

Terlihat keceriaan dari calon penumpang yang selama ini tertahan di Pulau Bawean, Dwi Indrawati sebagai Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (DISBUDPARPORA) Kabupaten Gresik mengungkapkan kesenangannnya kepada Media Bawean ketika ditemui di dermaga Pulau Bawean. "Yang ditunggu sudah datang, sebentar lagi kita akan menyeberang menuju Gresik, do'akan selamat sampai tujuan kembali berkumpul bersama keluarga,"terangnya.

Himawan Sabda Maulana sebagai Cak Gresik 2011, menyatakan kerasan selama berada di Pulau Bawean selama 1 minggu, tapi persoalannya ada tugas kampus yang wajib diselesaikan sehingga membuat beban khusus untuk secepatnya kembali ke Gresik. (bst)

Turnamen Bola Voli HIVOB Cup 2012
Duta Samudra Masuk Final Putra

Media Bawean, 27 Juni 2012


Turnamen Bola Voli HIVOB Cup 2012 sudah memasuki pertandingan semifinal, bertempat di lapangan Bengkosubung tadi malam (selasa malam rabu, 26/6/2012), telah bertanding club putri antara GAJAH MERAH (Sungai Raya) melawan HIVOS (Sawah Luar) dan club putra bertanding antara DUTA SAMUDRA (Sawah Laut) melawan VOLTA JUNIOR (Tanjung Anyar).

Pertandingan semifanal berlangsung sebagian club tanpa diperkuat pemain kenamaan dari daratan Pulau Jawa, sehubungan putusnya jalur transportasi laut Gresik - Bawean sehingga tidak ada kapal yang melayani pelayaran.

Pertandingan club putri, GAJAH MERAH berhasil mengalahkan HIVOS dengan skore 3 : 0. Sedangkan club putra, DUTA SAMUDRA berhasil mengalahkan VOLTA JUNIOR dengan skore 3 : 1.

Club DUTA SAMUDRA diperkuat pemain kenamaan di Pulau Bawean, yaitu Wono dan Bojess bertanding seru melawan VOLTA JUNIOR, sehingga sampai 4 kali pertandingan untuk mengalahkan club asal Tanjung Anyar (Tinggen, desa Lebak).

Semifinal nanti malam akan bertanding Club Putra asal Pudakit Timur SBVC melawan MBVC dari Gunung Teguh, sedangkann Club Putri akan bertanding BAYANGKARA melawan BAITA MANDALA.

Pertandingan Final Turnamen HIVOB Cup 2012 untuk club putri akan digelar hari jum'at malam sabtu (29/6/2012), sedangkan club putra akan bertaning hari sabtu malam minggu (30/6/2012) di Lapangan Bengkosubung, desa Kotakusuma, Sangkapura. (bst)

PAMONA FC Libas PERSEMA 2 - 0
PUTRA GELORA Vs GEMPUR MAUT 1-0

Media Bawean, 27 Juni 2012 


Ketangguhan Tim Sepak Bola PAMONA FC kembali berhasil melibas PERSEMA asal Menara Gunung Teguh dengan menang telak 2-0, dalam pertandingan Turnamen Sepak Bola Rajawali Tahun 2012, di lapangan Pekalongan Tambak.

Gol kemenangan PAMONA FC. diciptakan pada babak pertama, sedangkan gol kedua dicetak pada babak kedua.

PAMONA FC. berhasil mempertahankan kemenangannya sampai pertandingan selesai, dengan kemenangan 2-0. 

Pertandingan penyisihan pertama PAMONA FC. berhasil mengalahkan BOOM STAR dengan skore 1 : 0. Adapun pertandingan selanjutnya masih menunggu kemenangan antara KASTOBA FC. melawan PANCOR FC yang akan bertanding hari kamis (28/6/2012).

Pertandingan kedua, PS. PUTRA GELORA asal Pedalaman Sangkapura berhasil mengalahkan tim tangguh PS. GEMPUR MAUT asal Gelam dengan kemenangan tipis 1 : 0 yang dicetak pada babak pertama.

Sore ini (rabu, 27/6/2012) akan bertanding  LPFC (Labuhan) melawan PS. BIMANTARA (Duku Sungairujing), dilajutkan babak kedua yaitu PERSETAN (Tanjungori) melawan PS. PUTRA KASTOBA (Candi). (bst)

Spektakuler dan Kemeriahan
Wisuda Purna Siswa Mambaul Falah

Media Bawean, 26 Juni 2012 


Madrasah Tsanawiyah (MTs.) dan Madarasah Aliyah (MA) Mambaul Falah Tambilung, Sukaoneng, Tambak, Pulau Bawean, Gresik menggelar Wisuda Purna Siswa, hari selasa (26/6/2012), bertempat di komplek Yayasan Kyai Burhan Al-Mansur, Tambilung. Hadir tokoh dan ulama Pulau Bawean, Muspika kecamatan Tambak, kepala desa se-kecamatan Tambak, Kepala UPT Pendidikan kecamatan Tambak, Pegawas Dikmenum Dinas Pendidikan Gresik, wali murid siswa MTS. - MA Mambaul Falah, dan lain-lain.

H. Imam Ghazali sebagai Ketua Panitia Wisuda Purna Siswa MTs.-MA Mambaul Falah Tahun Pelajaran 2011-2012 melaporkan bahwa rangkaian kegiatan sebelumnya sudah diawali lomba meliputi akademik dan non akademik mulai tanggal 16 Juni 2012 sampai tanggal 26 juni 2012. 

"Diantaranya lomba akademik, telah mengadakan olimpiade mata pelajaran campuran yang masuk ujian nasional. Bertujuan follow up atas keberhasilan MTs-MA Mambaul Falah dalam mengikuti olimpiade tingkat Kabupaten Gresik, sehingga menghantarkan ke tingkat Propinsi Jawa Timur,"katanya.

"Selain mengadakan olimpiade, juga mengadakan lomba tulis artikel dan tulis cerpen. Lomba non akademis, meliputi pertandingan olahraga dan hiburan, seperti bola voli tingkat MTs. - MA, tenis meja untuk putra dan putri, dan sepak takraw. Lomba hiburan, diantaranya gerobak sodor. Lomba religi yaitu Qiratul Qutub, Musabaqah Tartil Qur'an, Musabaqah Tilawatil Qur'an, Musabaqah Hifdzul Qur'an, dan lomba pidato multi bahasa,"terangnya.

Rangkaian kegiatan, Imam Ghazali menerangkan bahwa telah dilaksanakan bakti sosial (baksos), dan istighosah dikhususkan kepada pendiri dan keluarga besar Yayasan Kyai Burhan Al-Mansur, Tambilung.

"Acara inti telah dilaksanakan wisuda yang telah berlangsung sekarang ini, dilanjutkan acara puncak Gebyar Kreasi Siswa MTs. - MA Mambaul Falah,"ujarnya.

Perlu diketahui Wisuda Purna Siswa MTs. - MA Mambaul Falah Tahun Pelajaran 2011 - 2012 diikuti sebanyak 107 siswa MTs. dan 119 siswa MA, dengan total jumlah 226 siswa. Sedangkan presentase kelulusan MTs. - MA Mambaul Falah dengan 100% lulus.

Prestasi sebagai wisudawan terbaik tingkat MA program IPS telah meraih nilai UN Tertinggi se- Pulau Bawean, adalah Afikatul Khumairah asal Grejeg, kecamatan Tambak. Sedangkan wisudawan terbaik Tingkat MTs. diraih oleh Qorina Husainiah asal Dedawang, kecamatan Tambak. Sebagai wisudawan terbaik, termasuk pemenang olimpiade MTs. - MA tingkat Kabupaten Gresik menerima penghargaan masing-masing menerima Rp.500ribu dari H. Mazlan Mansur sebagai Ketua Yayasan Kyai Burhan Al-Mansur, Tambilung.

Sebagai sambutan atas nama Yayasan  Kyai Burhan Al-Mansur, KH. Abd. Aziz Ismail sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Falah memberikan saran kepada wisudawan agar melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi agar bisa meraih sukses dalam menggapai masa depan yang bahagia.

KH. Abd. Aziz Ismail dalam sambutannya, memberikan pendapat bahwa pondok pesantren termasuk pilihan terbaik dalam mendidik anak, sehubungan bebasnya pergaulan diluar sehingga mengancam kesulitan kontrol dari orang tua. "Perlu diketahui, di Ponpes Mambaul Falah Putri telah dibuka program Tahfidz Al Qur an sebagai wujud membumikan Al Qur'an di Pulau Bawean,"ujarnya.

Sebagai Penceramah R. Abd. Aziz, S.Pd. sebagai Pengawas Dikmenum Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik menjelaskan kemajuan pendidikan dari masa ke masa, atau dari pendidikan sederhana seperti terdahulu hingga pendidikan modern.

"Pendidikan sederhana dilaksanakan oleh terdahulu kita, tanpa melihat latar belakang pendidikan pengajar serta metode dilaksanakan penuh kesederhaan. Hasilnya bisa terbukti banyak meraih sukses dalam kehidupannya,"ungkapnya.

"Sekarang ini, Pemerintah telah mendeklarasikan pendidikan sangat baik serta lebih maju dengan didukung sarana dan prasana yang sempurna, tetapi disisi lainnya masih banyak suguhan acara di televisi yang berdampak kepada pembodohan kepada anak muda bangsa,"pungkasnya. (bst)

Cak & Yuk Terdampar di Bawean
Absen Mengikuti Ujian Kampus

Media Bawean, 25 Juni 2012 


Cak dan Yuk Gresik 2011 tak terasa sudah berada di Pulau Bawean selama 6 hari, setelah berkunjung bersama rombongan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (DISBUDPARPORA) dalam rangka menghadiri kegiatan Festival Seni Tradisi Islami Kabupaten Gresik tahun 2012 untuk wilayah Pulau Bawean.

Himawan Sabda Maulana dan Dwi Fatmala sebagai Cak dan Yuk Gresik 2011, ditemui Media Bawean di Penginapan Bahagia Sangkapura (senin, 25/6/2012) menyatakan kesedihannya tidak bisa mengikuti kegiatan kampus, sehubungan terkendala kapal untuk pulang ke Gresik.

Dwi Fatmala mengaku  bersedih disebabkan tidak bisa mengikuti ujian kampus di UNAIR Surabaya mulai hari ini (senin, 25/6/2012), sedangkan Himawan Sabda Maulana menyatakan membatalkan pertemuannya bersama dosen di Kampus UNS Solo.

"Aduh, bagaimana bila tidak ada kapal sampai beberapa hari kedepan, tentunya nasibku terkendala untuk mengikuti ujian  di kampus,"katanya.

"Semoga cepat ada transportasi sehingga bisa menyusul untuk ikut ujian,"harapannya.

Apakah merasa kapok untuk berkunjung ke Pulau Bawean setelah terdampar beberapa? "Tidak, tentunya kedepan akan selalu rutin berkunjung ke Pulau Bawean untuk mempromosikannya sebagai obyek tujuan wisata,"jawabnya.

"Sebenarnya berada di Pulau Bawean sangat kerasan, tapi masalahnya ada kewajiban tugas kampus yang ditinggalkan sehingga merasa sedih dan berduka,"paparnya.

Untuk mengisi kegiatan selama menunggu beroperasi kapal, Himawan Sabda Maulana dan Dwi Fatmala menyatakan sudah berkunjung kebeberapa obyek wisata di Pulau Bawean, seperti Danau Kastoba, Pantai Selayar, dan Penangkaran Rusa Bawean.

Himawan Sabda Maulana ditanya tentang keindahan obyek wisata di Pulau Bawean, menjawab, "waooow sangat indah sekali,"ungkapnya dengan tersenyum.

"Obyek wisata di Pulau Bawean sangat alami dan perawan, sangat layak dipertahankan agar membawa daya tarik wisatawan untuk berkunjung,"ujarnya.

Hanya ada catatan khusus, menurut Cak Gresik 2011, agar akses infrastruktur jalan menuju obyek wisata segera diperbaiki agar pengunjungnya merasa betah dan nyaman. "Untuk memajukan pariwisata di Pulau Bawean, kuncinya hanya memperbaiki transportasi dari Gresik dengan mempersiapkan kapal yang mampu mengarungi lautan ketika gelombang tinggi, lalu perbaikan infrastruktur jalan lingkar di Pulau Bawean, dan akses menuju obyek wisata yang ada,"terangnya.

 "Bisa dibayangkan berapa kerugian trevel bila melayani tujuan wisatawan ke Pulau Bawean. Misalnya sesuai jadwal berkunjung selama 3 hari, disebabkan kendala transportasi sehingga menunda sampai beberapa hari tanpa ada kejelasan untuk kembali ke Gresik. Tentunya kerugian besar kepada pengusaha travel disebabkan pembiayaannya tambahan membengkak selama berada di Pulau Bawean,"pungkasnya.

Persoalan adanya komplain dari masyarakat Pulau Bawean tentang penerimaannya sebagai daerah tujuan wisata, solusinya bisa mendirikan posko khusus wisatawan di Pelabuhan Gresik, tujuannya agar wisatawan mematuhi karakteristik dan budaya Pulau Bawean. (bst)

Terdampar di Pulau Bawean
Khitanan Anak Tak Didampingi Ibunya

Media Bawean, 25 Juni 2012 

Sungguh bersedih nasib seorang ibu bernama Dwi Indrawati, disaat sang anak tercinta dikhitan dan selamatan bersama seluruh keluarga dan tetangga dekatnya ternyata tidak bisa hadir disebabkan terkendala kapal untuk pulang ke Gresik.

Dwi Indrawati sebagai Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (DISBUDPARPORA) berada di Pulau Bawean dalam rangka menghadiri kegiatan Festival Seni Tradisi Islami Kabupaten Gresik tahun 2012 untuk wilayah Pulau Bawean sejak hari rabu (20/6/2012), hingga hari ini (senin, 25/6/2012) belum bisa pulang disebabkan putusnya jalur transportasu Gresik - Bawean diakibatkan gelombang tinggi di perairan laut jawa.

Ditemui Media Bawean (senin, 25/6/2012) di Penginapan Bahagia Sangkapura, menyatakan kesedihannya sehubungan tidak bisa menghadiri acara khiatanan anak kedua dan terakhir sehubungan berada di Pulau Bawean.

"Rencananya hari minggu (24/6/2012) pulang ke Gresik, sehingga undangan sudah tersebarkan kepada keluarga dan tetangga, sehingga acaranya tidak bisa ditunda sehubungan persiapan sudah matang,"katanya.

"Sedih rasanya tidak bisa menghadiri acara khiatanan anakku yang kedua dan terakhir, sekarang prosesnya sudah berlangsung di rumah,"ujarnya pada Media Bawean ketika ditemui waktu siang hari.

"Hanya berdo'a semoga diberi kekuatan dan keselamatan dalam prosesnya berjalan lancar tanpa kendala sesuatu apapun. Dikarenakan terkendala kapal yang sampai sekarang belum ada kejelasan kapan bisa kembali pulang ke Gresik,"ujarnya.

Apakah kendala transportasi akan menghambat diselenggarakannya festival seni di Pulau Baweann untuk tahun mendatang? "Oh tidak, tapi sebelumnya kita rencanakan secara matang sehingga tidak terjadi seperti sekarang ini,"jawabnya.

Menurutnya, ada 24 orang jumlah rombongan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (DISBUDPARPORA) Kabupaten Gresik yang berada di Bawean, itupun yang ikut sebagian besar adalah kepala bidang dan seksi, termasuk Cak dan Yuk Gresik 2011.

"Kesedihan lainnya, tidak bisa menghadiri acara Pameran Museum di Probolonggo yang diselenggarakan sejak tanggal 24 Juni 2012 sampai tanggal 27 Juni 2012. Peserta dari Gresik tetap hadir dan turut serta walaupun sebagian besar pegawainya berada di Bawean,"ungkapnya.

Sedangkan persoalan lainnya, menurut pengakuan Dwi Indrawati yaitu jatah perjalanan dinas hanya selama 3 hari saja. "Jadi anggaran tambahan terpaksa mengeluarkan dari kocek individu sehubungan jatah dinas sudah habis waktunya,"paparnya. (bst)

Arias Mengatasi Problema Pembelajaran

Media Bawean, 24 Juni 2012

Oleh : Eklis Dinika (Dosen STAIHA BAWEAN)

Hari-hariku sebagai guru di Sekolah Bawean sangat menyenangkan. Meskipun hanya memiliki rumah sederhana , tidak menyurutkan semangatku untuk bekerja. Seperti yang terjadi hari ini. Tepat jam 06.30 aku masuk kelas, tampak para siswa sudah siap menanti kedatangannku. Hampir 34 pasang mata memandangku. Tanpa sengaja pandanganku terpaku pada seorang siswa yang duduk tepat dihadapanku, kuamati sesaat setiap gerak-geriknya, akhirnya kutemukan sebuah metode pembelajaran yang paling tepat di gunakan untuk siswa yang agresif seperti dia, dengan menggunakan Stategi Pembelajaran assurance, relevance, interest, assessment dan satisfaction (ARIAS) Dalam kegiatan pembelajaran ARIAS guru tidak hanya percaya bahwa siswa/i akan mampu dan berhasil, melainkan juga sangat penting menanamkan rasa percaya diri bahwa mereka mampu dan dapat berhasil, kegiatan pembelajaran ada relevansinya dengan kehidupan siswa/i, menarik serta memelihara minat/perhatian siswa/i. Kemudian diadakan evaluasi untuk menumbuhkan rasa bangga pada siswa dengan memberikan penguatan (reinforcement). Strategi semacam itu mampu mengatasi keagresifan siswa/i .

Komponen Model Pembelajaran ARIAS
Model pembelajaran ARIAS terdiri dari lima komponen (assurance, relevance, interest, assessment, dan satisfaction) yang disusun berdasarkan teori belajar. Kelima komponen tersebut merupakan satu kesatuan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. Deskripsi singkat masing-masing komponen dan beberapa contoh yang dapat dilakukan untuk membangkitkan dan meningkatkannya kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut.

Komponen pertama model pembelajaran ARIAS adalah assurance (percaya diri), yaitu berhubungan dengan sikap percaya, yakin akan berhasil atau yang berhubungan dengan harapan untuk berhasil (Keller, 1987: 2-9). Menurut Bandura seperti dikutip oleh Gagne dan Driscoll (1988: 70) seseorang yang memiliki sikap percaya diri tinggi cenderung akan berhasil bagaimana pun kemampuan yang ia miliki. Sikap di mana seseorang merasa yakin, percaya dapat berhasil mencapai sesuatu akan mempengaruhi mereka bertingkah laku untuk mencapai keberhasilan tersebut. Sikap ini mempengaruhi kinerja aktual seseorang, sehingga perbedaan dalam sikap ini menimbulkan perbedaan dalam kinerja. Sikap percaya, yakin atau harapan akan berhasil mendorong individu bertingkah laku untuk mencapai suatu keberhasilan (Petri, 1986: 218). Siswa yang memiliki sikap percaya diri memiliki penilaian positif tentang dirinya cenderung menampilkan prestasi yang baik secara terus menerus (Prayitno, 1989: 42). Sikap percaya diri, yakin akan berhasil ini perlu ditanamkan kepada siswa untuk mendorong mereka agar berusaha dengan maksimal guna mencapai keberhasilan yang optimal. Dengan sikap yakin, penuh percaya diri dan merasa mampu dapat melakukan sesuatu dengan berhasil, siswa terdorong untuk melakukan suatu kegiatan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat mencapai hasil yang lebih baik dari sebelumnya atau dapat melebihi orang lain. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk mempengaruhi sikap percaya diri adalah:

a). Membantu siswa menyadari kekuatan dan kelemahan diri serta menanamkan pada siswa gambaran diri positif terhadap diri sendiri. Menghadirkan seseorang yang terkenal dalam suatu bidang sebagai pembicara, memperlihatkan video tapes atau potret seseorang yang telah berhasil (sebagai model), misalnya merupakan salah satu cara menanamkan gambaran positif terhadap diri sendiri dan kepada siswa. Menurut Martin dan Briggs (1986: 427-433) penggunaan model seseorang yang berhasil dapat mengubah sikap dan tingkah laku individu mendapat dukungan luas dari para ahli. Menggunakan seseorang sebagai model untuk menanamkan sikap percaya diri menurut Bandura seperti dikutip Gagne dan Briggs (1979: 88) sudah dilakukan secara luas di sekolah-sekolah, b). Menggunakan suatu patokan, standar yang memungkinkan siswa dapat mencapai keberhasilan (misalnya dengan mengatakan bahwa kamu tentu dapat menjawab pertanyaan di bawah ini tanpa melihat buku), C). Memberi tugas yang sukar tetapi cukup realistis untuk diselesaikan/sesuai dengan kemampuan siswa (misalnya memberi tugas kepada siswa dimulai dari yang mudah berangsur sampai ke tugas yang sukar). Menyajikan materi secara bertahap sesuai dengan urutan dan tingkat kesukarannya menurut Keller dan Dodge seperti dikutip Reigeluth dan Curtis dalam Gagne (1987: 175-202) merupakan salah satu usaha menanamkan rasa percaya diri pada siswa, d). Memberi kesempatan kepada siswa secara bertahap mandiri dalam belajar dan melatih suatu keterampilan.

Dengan demikian siswa menemukan jati dirinya yang semula selalu minder, kurang percaya diri, serba keterbatasan, dan merasa tidak diperhatikan spontanitas yakin bahwa dia sama dengan mereka bahkan melebihi mereka dalam hal tertentu, karena dalam diri mereka terpendam inisiatif yang belum tersalurkan secara maksimal.

Komponen kedua model pembelajaran ARIAS, relevance, yaitu berhubungan dengan kehidupan siswa baik berupa pengalaman sekarang atau yang telah dimiliki maupun yang berhubungan dengan kebutuhan karir sekarang atau yang akan datang (Keller, 1987: 2-9). Siswa merasa kegiatan pembelajaran yang mereka ikuti memiliki nilai, bermanfaat dan berguna bagi kehidupan mereka. Siswa akan terdorong mempelajari sesuatu kalau apa yang akan dipelajari ada relevansinya dengan kehidupan mereka, dan memiliki tujuan yang jelas. Sesuatu yang memiliki arah tujuan, dan sasaran yang jelas serta ada manfaat dan relevan dengan kehidupan akan mendorong individu untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan tujuan yang jelas mereka akan mengetahui kemampuan apa yang akan dimiliki dan pengalaman apa yang akan didapat. Mereka juga akan mengetahui kesenjangan antara kemampuan yang telah dimiliki dengan kemampuan baru itu sehingga kesenjangan tadi dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan sama sekali (Gagne dan Driscoll, 1988: 140).

Dalam kegiatan pembelajaran, para guru perlu memperhatikan unsur relevansi ini. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan relevansi dalam pembelajaran adalah:

a). Mengemukakan tujuan sasaran yang akan dicapai. Tujuan yang jelas akan memberikan harapan yang jelas (konkrit) pada siswa dan mendorong mereka untuk mencapai tujuan tersebut (DeCecco,1968: 162). Hal ini akan mempengaruhi hasil belajar mereka, b). Mengemukakan manfaat pelajaran bagi kehidupan siswa baik untuk masa sekarang dan/atau untuk berbagai aktivitas di masa mendatang, c). Menggunakan bahasa yang jelas atau contoh-contoh yang ada hubungannya dengan pengalaman nyata atau nilai- nilai yang dimiliki siswa. Bahasa yang jelas yaitu bahasa yang dimengerti oleh siswa, d). Pengalaman nyata atau pengalaman yang langsung dialami siswa dapat menjembataninya ke hal-hal baru. Pengalaman selain memberi keasyikan bagi siswa, juga diperlukan secara esensial sebagai jembatan mengarah kepada titik tolak yang sama dalam melibatkan siswa secara mental, emosional, sosial dan fisik, sekaligus merupakan usaha melihat lingkup permasalahan yang sedang dibicarakan (Semiawan, 1991).

Mengaitkan pengalaman siswa dengan pembelajaran merupakan sesuatu yang berharga bagi siswa karena telah dialami dalam kehidupan nyata sehingga dapat menuntunnya kearah yang lebih baik dalam pembelajarannya.

Komponen ketiga model pembelajaran ARIAS, interest, adalah yang berhubungan dengan minat/perhatian siswa. Menurut Woodruff seperti dikutip oleh Callahan (1966: 23) bahwa sesungguhnya belajar tidak terjadi tanpa ada minat/perhatian. Keller seperti dikutip Reigeluth (1987: 383-430) menyatakan bahwa dalam kegiatan pembelajaran minat/perhatian tidak hanya harus dibangkitkan melainkan juga harus dipelihara selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, guru harus memperhatikan berbagai bentuk dan memfokuskan pada minat/perhatian dalam kegiatan pembelajaran. Herndon (1987:11-14) menunjukkan bahwa adanya minat/perhatian siswa terhadap tugas yang diberikan dapat mendorong siswa melanjutkan tugasnya. Siswa akan kembali mengerjakan sesuatu yang menarik sesuai dengan minat/perhatian mereka. Membangkitkan dan memelihara minat/perhatian merupakan usaha menumbuhkan keingintahuan siswa yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran.

Minat/perhatian merupakan alat yang sangat berguna dalam usaha mempengaruhi hasil belajar siswa. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk membangkitkan dan menjaga minat/perhatian siswa antara lain adalah:

a). Menggunakan cerita, analogi, sesuatu yang baru, menampilkan sesuatu yang lain/aneh yang berbeda dari biasa dalam pembelajaran, b). Memberi kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran, misalnya para siswa diajak diskusi untuk memilih topik yang akan dibicarakan, mengajukan pertanyaan atau mengemukakan masalah yang perlu dipecahkan, c). Mengadakan variasi dalam kegiatan pembelajaran misalnya menurut Lesser seperti dikutip Gagne dan Driscoll (1988: 69) variasi dari serius ke humor, dari cepat ke lambat, dari suara keras ke suara yang sedang, dan mengubah gaya mengajar, d). Mengadakan komunikasi nonverbal dalam kegiatan pembelajaran seperti demonstrasi dan simulasi yang menurut Gagne dan Briggs (1979: 157) dapat dilakukan untuk menarik minat/perhatian siswa.

Menumbuhkan minat dalam diri siswa membutuhkan pemikiran yang berkaitan dengan psikologis siswa, mengetahui sikologis siswa dapat memudahkan guru memberikan solusi dalam pembelajaran sehingga sesuai dengan minat/perhatian siswa.

Komponen keempat model pembelajaran ARIAS adalah assessment, yaitu yang berhubungan dengan evaluasi terhadap siswa. Evaluasi merupakan suatu bagian pokok dalam pembelajaran yang memberikan keuntungan bagi guru dan murid (Lefrancois, 1982: 336). Bagi guru menurut Deale seperti dikutip Lefrancois (1982: 336) evaluasi merupakan alat untuk mengetahui apakah yang telah diajarkan sudah dipahami oleh siswa; untuk memonitor kemajuan siswa sebagai individu maupun sebagai kelompok; untuk merekam apa yang telah siswa capai, dan untuk membantu siswa dalam belajar. Bagi siswa, evaluasi merupakan umpan balik tentang kelebihan dan kelemahan yang dimiliki, dapat mendorong belajar lebih baik dan meningkatkan motivasi berprestasi (Hopkins dan Antes, 1990:31). Evaluasi terhadap siswa dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana kemajuan yang telah mereka capai. Apakah siswa telah memiliki kemampuan seperti yang dinyatakan dalam tujuan pembelajaran (Gagne dan Briggs, 1979:157). Evaluasi tidak hanya dilakukan oleh guru tetapi juga oleh siswa untuk mengevaluasi diri mereka sendiri (self assessment) atau evaluasi diri. Evaluasi diri dilakukan oleh siswa terhadap diri mereka sendiri, maupun terhadap teman mereka. Hal ini akan mendorong siswa untuk berusaha lebih baik lagi dari sebelumnya agar mencapai hasil yang maksimal. Mereka akan merasa malu kalau kelemahan dan kekurangan yang dimiliki diketahui oleh teman mereka sendiri. Evaluasi terhadap diri sendiri merupakan evaluasi yang mendukung proses belajar mengajar serta membantu siswa meningkatkan keberhasilannya (Soekamto, 1994). Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan Martin dan Briggs seperti dikutip Bohlin (1987: 11-14) bahwa evaluasi diri secara luas sangat membantu dalam pengembangan belajar atas inisiatif sendiri. Dengan demikian, evaluasi diri dapat mendorong siswa untuk meningkatkan apa yang ingin mereka capai. Ini juga sesuai dengan apa yang dikemukakan Morton dan Macbeth seperti dikutip Beard dan Senior (1980: 76) bahwa evaluasi diri dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Oleh karena itu, untuk mempengaruhi hasil belajar siswa evaluasi perlu dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan evaluasi antara lain adalah:

a). Mengadakan evaluasi dan memberi umpan balik terhadap kinerja siswa, b). Memberikan evaluasi yang obyektif dan adil serta segera menginformasikan hasil evaluasi kepada siswa, c). memberi kesempatan kepada siswa mengadakan evaluasi terhadap diri sendiri, dan d). Memberi kesempatan kepada siswa mengadakan evaluasi terhadap teman.

Evaluasi merupakan hal terpenting untuk mengetahui kinerja siswa selama pembelajaran berlangsung apakah siswa memahami, mengerti, dan menguasai materi yang telah disampaikan atau tidak, jika tidak itulah tugas terpenting bagi guru karena tugas mulia seorang guru bukan hanya mengajar tetapi mendidik sampai siswa menguasai materi yang disampaikan.

Komponen kelima model pembelajaran ARIAS adalah satisfaction yaitu yang berhubungan dengan rasa bangga, puas atas hasil yang dicapai. Dalam teori belajar satisfaction adalah reinforcement (penguatan). Siswa yang telah berhasil mengerjakan atau mencapai sesuatu merasa bangga/puas atas keberhasilan tersebut. Keberhasilan dan kebanggaan itu menjadi penguat bagi siswa tersebut untuk mencapai keberhasilan berikutnya (Gagne dan Driscoll, 1988: 70). Reinforcement atau penguatan yang dapat memberikan rasa bangga dan puas pada siswa adalah penting dan perlu dalam kegiatan pembelajaran (Hilgard dan Bower, 1975:561). Menurut Keller berdasarkan teori kebanggaan, rasa puas dapat timbul dari dalam diri individu sendiri yang disebut kebanggaan intrinsik di mana individu merasa puas dan bangga telah berhasil mengerjakan, mencapai atau mendapat sesuatu. Kebanggaan dan rasa puas ini juga dapat timbul karena pengaruh dari luar individu, yaitu dari orang lain atau lingkungan yang disebut kebanggaan ekstrinsik (Keller dan Kopp, 1987: 2-9). Seseorang merasa bangga dan puas karena apa yang dikerjakan dan dihasilkan mendapat penghargaan baik bersifat verbal maupun nonverbal dari orang lain atau lingkungan.

Memberikan penghargaan (reward) menurut Thorndike seperti dikutip oleh Gagne dan Briggs 1979: merupakan suatu penguatan (reinforcement) dalam kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, memberikan penghargaan merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mempengaruhi hasil belajar siswa (Hilgard dan Bower, 1975: 561). Untuk itu, rasa bangga dan puas perlu ditanamkan dan dijaga dalam diri siswa. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain :

a). Memberi penguatan (reinforcement), penghargaan yang pantas baik secara verbal maupun non-verbal kepada siswa yang telah menampilkan keberhasilannya. Ucapan guru : "Bagus, kamu telah mengerjakannya dengan baik sekali!". Menganggukkan kepala sambil tersenyum sebagai tanda setuju atas jawaban siswa terhadap suatu pertanyaan, merupakan suatu bentuk penguatan bagi siswa yang telah berhasil melakukan suatu kegiatan. Ucapan yang tulus dan/atau senyuman guru yang simpatik menimbulkan rasa bangga pada siswa dan ini akan mendorongnya untuk melakukan kegiatan lebih baik lagi, dan memperoleh hasil yang lebih baik dari sebelumnya, b). Memberi kesempatan kepada siswa untuk menerapkan pengetahuan/keterampilan yang baru diperoleh dalam situasi nyata atau simulasi, c). Memperlihatkan perhatian yang besar kepada siswa, sehingga mereka merasa dikenal dan dihargai oleh para guru, d) Memberi kesempatan kepada siswa untuk membantu teman mereka yang mengalami kesulitan/memerlukan bantuan. Senyuman manis yang terpancar dari guru secara tidak langsung menjadi penyemangat bagi siswa untuk mengikuti pelajaran yang akan diberikan walupun guru tersebut masuk pada jam terakhir sama sekali tidak mengurangi semangatnya untuk memperoleh pengetahuan baru, rasa capek hilang seketika hanya karena senyuman dan perhatian yang tulus, disamping itu tersenyum juga merupakan ibadah.

Penggunaan Model Pembelajaran ARIAS
Penggunaan model pembelajaran ARIAS perlu dilakukan sejak awal, sebelum guru melakukan kegiatan pembelajaran di kelas. Model pembelajaran ini digunakan sejak guru atau perancang merancang kegiatan pembelajaran dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP sebagai pegangan bagi guru disusun sedemikian rupa, sehingga RPP tersebut sudah mengandung komponen-komponen ARIAS. Artinya, dalam satuan pelajaran itu sudah tergambarkan usaha/kegiatan yang akan dilakukan untuk menanamkan rasa percaya diri pada siswa, mengadakan kegiatan yang relevan, membangkitkan minat/perhatian siswa, melakukan evaluasi dan menumbuhkan rasa dihargai/bangga pada siswa. Guru atau pengembang sudah merancang urutan semua kegiatan yang akan dilakukan, strategi atau metode pembelajaran yang akan digunakan, media pembelajaran apa yang akan dipakai, perlengkapan apa yang dibutuhkan, dan bagaimana cara penilaian akan dilaksanakan. Meskipun demikian pelaksanaan kegiatan pembelajaran disesuaikan dengan situasi, kondisi dan lingkungan siswa. Demikian juga halnya dengan satuan pelajaran sebagai bahan/materi untuk siswa. Bahan/materi tersebut harus disusun berdasarkan model pembelajaran ARIAS. Bahasa, kosa kata, kalimat, gambar atau ilustrasi, pada bahan/materi dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada siswa, bahwa mereka mampu, dan apa yang dipelajari ada relevansi dengan kehidupan mereka. Bentuk, susunan dan isi bahan/materi dapat membangkitkan minat/perhatian siswa, memberi kesempatan kepada siswa untuk mengadakan evaluasi diri dan siswa merasa dihargai yang dapat menimbulkan rasa bangga pada mereka. Guru dan/atau pengembang agar menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan dimengerti, kata-kata yang jelas dan kalimat yang sederhana tidak berbelit-belit sehingga maksudnya dapat dengan mudah ditangkap dan dicerna siswa. Bahan/materi agar dilengkapi dengan gambar yang jelas dan menarik dalam jumlah yang cukup. Gambar dapat menimbulkan berbagai macam khayalan/fantasi dan dapat membantu siswa lebih mudah memahami bahan/materi yang sedang dipelajari.

Siswa dapat membayangkan/mengkhayalkan apa saja, bahkan dapat membayangkan dirinya sebagai apa saja (McClelland, 1987: 29). Bahan/materi disusun sesuai urutan dan tahap kesukarannya perlu dibuat sedemikian rupa sehingga dapat menimbulkan keingintahuan dan memungkinkan siswa dapat mengadakan evaluasi sendiri. Dengan demikian pembelajaran berjalan sesuai dengan tujuan pendidikan mencerdaskan kehidupan bangsa, sesuai juga dengan sabda Rasulullah tentang anjuran mencari ilmu yang artinya: Dari Abu Hurairoh r.a berkata;” Rasulullah s.a.w. bersabda: “ Tidaklah seseorang yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, selain Allah mempermudah untuknya jalan menuju surga. Dan barang siapa lupa melakukan amal kebajikan, maka dia tak akan mengejar ketinggalannya dengan nasab keturunannya”.

Dampak Putusnya Transportasi Laut
Gresik - Pulau Bawean

Media Bawean, 24 Juni 2012 

Menunggu kapal bagi calon penumpang adalah perbuatan yang membosankan berakibat membengkaknya pembiayaan selama dalam penantian.

Hari Jum'at (22/6/2012), Kapal Express Bahari 1C yang rencana berangkat menghantarkan rombongan Bupati bersama Wakil Bupati Gresik sebanyak 160 orang dibatalkan sehubungan kondisi cuaca sesuai hasil prakiraan BMKG mengalami kenaikan gelombang.

Seluruh kegiatan beliau di Pulau Bawean secara mendadak dibatalkan, diantaranya peresmian balai desa Dekatagung dan sambung rasa bersama tokoh Pulau Bawean, serta tidak menghadiri acara undangan untuk membuka PORSEMA XI (sabtu, 23/6/2012). Termasuk rencana kunjungan kebeberapa obyek wisata di Pulau Bawean, seperti Pulau Noko, Pantai Mayangkara, Lapter, Danau Kastoba dan lain-lain.

Dampak lain dari putusnya jalur transportasi Gresik - Bawean, diantaranya banyak club bola voli yang mengikuti turnamen di Pulau Bawean mengalami kekalahan disebabkan pemain yang dipersiapkan untuk bertanding berhalangan datang. Termasuk beberapa club sepak bola yang mengikuti turnamen juga mengalami kekalahan sehubungan pemain kontrakan berhalangan datang untuk memperkuat tim kesebelasan yang akan diperkuatnya.

Sedangkan di Gresik, banyak calon penumpang yang merencanakan pulang untuk melihat secara langsung kemeriahan PORSEMA XI juga mengalami hambatan sehingga bertahan di Gresik ataupun kembali ke daerah asalnya.

Adapun di Pulau Bawean, ada beberapa staf dari Prokoler Pemkab Gresik, termasuk pegawai negeri sipil (PNS) dilingkungan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (DISBUDPARPORA) didampingi Cak dan Yuk Gresik 2011 juga masih bertahan di Pulau Bawean.

Selainnya, juga ada 2 wartawan dari Trans7 yang liputan di Pulau Bawean masih sabar menunggu beroperasi kapal Gresik - Bawean.

Imbas putusnya jalur transportasi juga mengancam kepada para pelajar yang memiliki niatan melanjutkan ke daratan Pulau Jawa, termasuk melanjutkan di Pulau Bawean mengalami terancam gagal sehubungan waktu pendaftaran sudah hampir ditutup.

Lainnya, banyak guru dan pelajar yang merencanakan berlibur ke Pulau Jawa termasuk ziarah ke malam Wali Songo terancam batal sehubungan sampai sekarang belum ada kejelasan kapan kapal akan beroperasi kembali.

Terancam tidak ikut, yaitu Kafilah MTQ kecamatan Sangkapura dan kecamatan Tambak yang direncanakan tanggal 29 Juni 2012 akan mengikuti MTQ tingkat Kabupaten Gresik di Menganti.

Juga terancam peserta Perkemahan Regu Penggalang Maarif (PERGAMA VII) Jawa Timur tanggal 29 Juni s.d. 3 Juli 2012 di Komplek STIT Machdum Ibrahim Tuban Jawa Timur.


Hasil Prakiraan BMKG Gelombang Gresik - Bawean, sebagai berikut :
23 Juni 2012 Ketinggian Gel. 0,8 meter - 1,3 meter. Gel. Maksimum 2,5 meter
24 Juni 2012 Ketinggian Gel. 0,8 meter - 1,5 meter. Gel. Maksimum 2,5 meter
25 Juni 2012 Ketinggian Gel. 0,8 meter - 2,0 meter. Gel. Maksimum 3,0 meter
26 Juni 2012 Ketinggian Gel. 0,8 meter - 1,5 meter. Gel. Maksimum 2,5 meter
27 Juni 2012 Ketinggian Gel. 0,8 meter - 1,3 meter. Gel. Maksimum 2,0 meter
28 Juni 2012 Ketinggian Gel. 0,8 meter - 1,3 meter. Gel. Maksimum 2,0 meter
29 Juni 2012 Ketinggian Gel. 0,8 meter - 1,3 meter. Gel. Maksimum 2,0 meter
30 Juni 2012 Ketinggian Gel. 0,8 meter - 1,3 meter. Gel. Maksimum 2,0 meter
01 Juli 2012 Ketinggian Gel. 0,8 meter - 1,3 meter. Gel. Maksimum 2,0 meter 

Aneka Peristiwa Seputar PORSEMA XI

Media Bawean, 24 Juni 2012 

Dalam pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni Ma'arif (PORSEMA) XI Tahun 2012, ada beberapa peristiwa menarik untuk dipublikasikan kepada Pembaca Setia Media Bawean.

Diantaranya berita kehilangan emas dan uang milik warga desa Tambak yang hilang dalam perjalanan antara Dedawang - Sangkapura telah ditemukan dan dikembalikan kepada pemiliknya.

Menurut sumber yang terpercaya, barang berharga berupa emas dan uang telah ditemukan oleh warga Dedawang, desa Telukjatidwang, Tambak, Pulau Bawean.

Sebelumnya telah diumumkan beberapa kali diwaktu acara pembukaan PORSEMA XI, hari sabtu (23/6/2012), strategi lain pengumuman melalui masjid dan mushollah di Dedawang - Sangkapura. Setelah diumumkan, warga yang menemukan langsung menghubungi pemiliknya untuk dikembalikan.

Peristiwa lainnya, ada insiden pemukulan antara pendukung ketika pertandingan bola kasti bertanding. Yaitu seorang kepala dusun memukul seorang guru pengajar di salah satu MDU di Sangkapura. Spontanitas membuat heboh di area pertandingan dengan terjadinya baku hantam antara seporter.

Selanjutnya, panitia pelaksana langsung menindaklanjuti peristiwa menghebohkan dengan mempertemukan antara keduanya, selanjutnya bersalaman dan damai kembali.

Ditempat yang lain, pertandingan sepak bola sekolah lanjutan teelah terjadi insiden pemukulan yang dilakukan orang luar terhadap pemain dari Tambak. Melihat pemukulan, spontanitas seluruh pemain mengeroyok orang luar yang melakukan pemukulan. Setelah dilakukan klarifikasi ternyata orang luar yang memukul pemain, bukan orang asal kampung lawan dalam pertandingan. (bst)
 

© Copyright Media Bawean 2005 -2013 | Design by Jasa Pembuatan Blog | Support by Kang Salman | Powered by Bawean.Net.