bawean ad network
iklan
bank jatim
TERKINIindex

Pembukaan KONFERCAB XXIV NU
Greget Dihadiri Banyak Undangan

Media Bawean, 31 Oktober 2012 


Pembukaan Konperensi Cabang (Konpercab) XXIV Nahdlatul Ulama (NU) Bawean diselenggarakan tadi malam (selasa, 30/10/2012), bertempat di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Kreteng, Bululanjang, Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik.

Hadir Ketua DPRD Kabupaten Gresik, Pengurus Wilayah NU Jawa Timur, Anggota DPRD Gresik Dapil Bawean, Muspika kecamatan Sangkapura dan Tambak, serta seluruh undangan tokoh masyarakat dan kepala desa di Pulau Bawean. 

Ainur Rofiq, SE. sebagai Ketua Pelaksana Konperensi XXIV NU Bawean mengatakan pelaksanaan konperensi diselenggarakan selama 2 hari, diikuti sebanyak 56 Pengurus Ranting NU dan 4 MWCNU di Pulau Bawean.

Menurutnya, kesuksesan pelaksanaan Konperensi berkat dukungan dan kerjasama semua pihak, khususnya warga desa Bululanjang sebagai tuan rumah.

Ir. H. Syariful Mizan sebagai Ketua PCNU Bawean dalam sambutannya menyampaikan bahwa menjalankan roda organisasi NU sudah banyak memperoleh keberhasilan, serta masih ada kekurangannya sebagai insan manusia penuh khilaf dan salah. "Sebagai bentuk pertanggungjawaban akan dipertanggungjawabkan kepada seluruh peserta konperensi dalam penyampaikan LPJ besok,"katanya.

Sedangkan KH. Abdul Aziz Ismail sebagai Rois Syuriah PCNU Bawean menyampaikan khotbah iftitah dalam bahasa arab, yang menurutnya menggerakkan roda organisasi NU diperlukan kekompakan seluruh pengurus, termasuk jajaran Tanfidziyah maupun Syuriah.

Zulfan Hasyim, SH., MH. sebagai Ketua DPRD Kabupaten Gresik dalam sambutannya berpesan kepada seluruh peserta konperensi agar memilih pemimpin yang siap melaksanakan seluruh amanat atau program yang ada.

Menurutnya, pelaksanaan konperensi dalam organisasi adalah sesuatu hal biasa, termasuk pergantian roda kepemimpinan sesuai harapan seluruh warganya.

"Sebagai pemimpin organisasi di Pulau Bawean diperlukan kesiapan segala hal, sehubungan warganya sangat kritis dalam menilai kinerja organisasi,"paparnya.

Dalam hal menyelesaikan  persoalan, menurut putra asal Pulau Bawean sambil mengutip pernyataan KH. Ma'ruf Amin agar segala permasalahan dikembalikan kepada AD/ART Organisasi.

"Organisasi Nahdliyin mempunyai cara-cara yang santun dan berakhlaqul karimah dalam menyelesaikan persoalan, bila perlu di bahtsul masailkan setiap permasalahan yang ada,"terangnya.

KH. Achmad Shidiq Abdurrahman sebagai Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur dalam ceramahnya menjelaskan tujuan didirikannya organisasi nahdliyin. 

Ulama asal Madura menyampaikan keputusan PWNU Jawa Timur agar warganya mengikuti pendataan untuk membuat Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu), serta melaporkan seluruh aset-aset milik NU baik secara kelembagaan maupun pribadi bertujuan menyelematkan masa depannya agar tidak terjadi permasalahan termasuk sengketa.

Selanjutnya, KH. Achmad Shidiq Abdurrahman membuka pelaksanaan Konperensi XXIV NU Bawean, bertempat di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Kreteng, Bululanjang, selama 2 hari (mulai tanggal 30 Oktober 2012 sampai 31 Oktober 2012).

Alot Pembahasan Tata Tertib Konpercab  
Pembahasan tata tertib dilaksanakan setelah acara pembukaan, diantaranya alot dalam menentukan persyaratan calon. Akhirnya pimpinan sidang dengan mendapatkan persetujuan dari seluruh peserta sepakat dan pembahasan terselesaikan.

Kandidat Calon Ketua PCNU Bawean
Suara peserta konperensi, kandidat calon ketua yang muncul kepermukaan, diantaranya Fauzi Rauf (mantan PCNU Bawean), Ali Asyhar (Ketua PC. Lakpesdam NU), Kyai Zubaidi, Kafil kamsidi (Kades Paromaan) dan Baharuddin Hamim. (bst)

Tahun 2013, 13 Desa di Sangkapura
Serentak Menggelar PILKADES

Media Bawean, 31 Oktober 2012 


Sosialisasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) oleh Muspika kecamatan Sangkapura diselenggerakan (senin, 29/10/2012), dimulai desa Lebak, dan desa Sidogedungbatu, kemarin (selasa, 30/10/2012) bertempat di desa Dekatagung dan desa Bululanjang.

Syamsul Arifin sebagai Kasi Pemerintahan kecamatan Sangkapura mengatakan pemilihan kepala desa diawali pengiriman surat dari BPD kepada kepala desa aktif saat masa jabatannya kurang 3 bulan.

"Bila kades aktif masih menginginkan mencalonkan kembali, tanpa mengundurkan diri sebagai kepala desa bisa melanjutkan masa jabatannya sebelum habis,"katanya.

Alasannya menurut Syamsul, dalam Perda No. 12 Tahun 2006 dan Perbub No. 23 Tahun 2007 tidak disebutkan bahwa kepala desa aktif yang mencalonkan kembali diharuskan mengundurkan diri. "Yang ada, calon kepala desa tidak sedang menjabat sebagai status penjabat,"ujarnya.

"Kepala Desa aktif tidak harus mengundurkan diri bila mencalonkan kembali, hanya mengambil cuti saat akan melaksanakan kampanye sampai selesai pelaksanaan Pilkades,"paparnya.

"Sedangkan BPD dan perangkat desa yang mencalonkan sebagai kepala desa, diharuskan mengundurkan diri sebelum 1 bulan masa pendaftaran, dibuktikan dengan surat pengunduran diri,"pungkasnya.

Lebih lanjut, Syamsul Arifin menjelaskan bahwa Pelaksanaan pemilihan kepala desa, serta syarat calon berpedoman kepada Pasal 16 Perda No. 12 Tahun 2006. Adapun panitia pelaksana berpedoman Perbub No. 3 tahun 2007.

Ditemui Media Bawean disela-sela pelaksanaan sosialisasi (selasa, 30/10/2012), Syamsul Arifin menyatakan kepala desa yang habis masa jabatannya tidak bisa menjabat sebagai PJs, adapun yang bisa melanjutkan ketika masa jabatannya masih aktif,"terangnya.

"Di Kecamatan Sangkapura ada 13 desa dari 17 desa akan menggelar Pilkades serentak tahun 2013,"imbuhnya. (bst)

Bupati Diundang Wapres ke Jakarta
Tidak Hadir di Konpercab NU Bawean

Media Bawean, 30 Oktober 2012 

Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto dihubungi Media Bawean (selasa, 30/10/2012) menyatakan mohon maaf kepada seluruh warga nahdliyin di Pulau Bawean, sehubungan tidak bisa menghadiri acara pembukaan Konperensi Cabang (Konpercab) Nahdlatul Ulama XXIV yang pelaksanaannya nanti malam (30/10/2012) bertempat di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Kreteng, Bululanjang, Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik.

"Sebenarnya ingin menghadiri acara Konperensi Cabang NU Bawean, sehubungan adanya undangan dari Wakil Presiden RI terkait Indonesia Mengajar, sehingga terbang ke Jakarta untuk menghadiri undangan yang tidak bisa diwakilinya,"katanya.

Menurut Sambari Halim, di Kabupaten Gresik hanya di Pulau Bawean yang memperoleh jatah Guru Indonesia Mengajar, harapannya kedepan bagaimana anak didik asal Bawean bisa mengikuti olimpiade. 

Selanjutnya, Bupati Gresik menyatakan besok pagi ada pertemuan bersama pengusaha Kapal Express Bahari bersama PT. Dharma Lautan Utama untuk membahas transportasi Gresik - Bawean.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh warga Nahdliyin atas ketidakhadirannya dalam undangan Konperensi Cabang Nahdlatul Ulama Bawean, sehubungan menghadiri undangan Wakil Presiden RI yang tidak bisa diwakili,"terangnya.

"Termasuk menyelesaikan permasalahan transportasi laut Gresik - Bawean. Prinsipnya untuk kepentingan bersama masayarakat Pulau Bawean agar sesuai harapannya,"ujarnya. (bst)

Kopercab NU Bawean Kurang Greget
Pasca Hilangnya Kekuasaan NU

Media Bawean, 30 Oktober 2012 


Nanti malam (selasa malam rabu, 30 Oktober 2012) adalah pembukaan Konperensi Cabang (Kopercab) Nahdlatul Ulama Bawean ke-XXIV bertempat di Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Ulum, Kreteng, Bululanjang, Sangkapura, Pulau Bawean. 

Pelaksanaan Konfercab NU dilaksanakan mulai tanggal 30 Oktober 2012 sampai tanggal 31 Oktober 2012, diikuti sebanyak 300 peserta, meliputi PCNU Bawean, 4 Pengurus MWCNU se- Pulau Bawean dan 52 Pengurus Ranting NU.

Seluruh peserta sekitar jam 14.00 WIB. sudah tiba diarena Konfercab NU Bawean, sedangkan acara pembukaan akan digelar nanti malam bertempat di Ponpes Miftahul Ulum, Kreteng, Bululanjang.

Ainur Rofiq, SE. sebagai Ketua Panitia Pelaksana Konfercab NU ke-XXIV mengatakan persiapan sudah final mencapai 100% untuk pelaksanaan acara pembukaan.

"Dalam acara pembukaan yang rencananya dihadiri Bupati Gresik, sudah dipastikan tidak bisa hadir. Sedangkan Pengurus Wilayah NU Jawa Timur sudah dalam perjalanan Gresik - Bawean,"katanya.

Membandingkan pelaksanaan konperensi NU Bawean XXIV yang pembukaannya akan diselenggarakan nanti malam dengan pelaksanaan konperensi sebelumnya, sepertinya kurang greget. Bagaimana Respon Pengurus NU Cabang Bawean?

Ir. H. Syariful Mizan mengatakan pelaksanaan konperensi tetap semarak, serta mendapat respon tinggi dari seluruh peserta. 

"Tidak ada hubungannya dengan kekuasaan Pemerintahan di Kabupaten Gresik. Buktinya Bupati ketika ditemui Pengurus Cabang NU Bawean menyatakan bersedia untuk hadir, hanya dikerenakan sesuatu hal, beliau tidak bisa hadir dalam acara pembukaan,"ujarnya.

Abdul Aziz sebagai Sekretaris PCNU Bawean menyatakan pelaksanaan konperensi tetap berjalan sesuai harapan bersama, serta diramaikan pesta budaya dan bazar makanan khas Pulau Bawean.

"Soal hubungan dengan kekuasaan seperti tidak ada, sementara ini pemerintahan tetap seirama dalam membangun Pulau Bawean lebih baik,"pungkasnya.

Sedangkan Halim Alhasy sebagai Ketua LP. Ma'arif Bawean merespon bahwa konperensi NU Cabang NU XXIV menggunakan sistem kerjasama bukan meminta atau memohon dana kepada siapapun, termasuk dengan partai politik.

Soal kurang greget, Halim Alhasyi tidak bersedia berkomentar sehubungan pelaksanaan konperensi sudah sesuai harapan bersama. (bst)

AMPS 01 Minta Evaluasi
Pengangkutan BBM Via Kapal Tanker

Media Bawean, 30 Oktober 2012 


Pengiriman BBM menggunakan kapal tanker termasuk layanan terbaik untuk transportasi pengangkutan ke Pulau Bawean.

Sementara pihak APMS 01 melalui Agus Maulana dihubungi Media Bawean via selulernya menyatakan pengangkutan BBM Bersubsudi ke Pulau Bawean sepertinya dipaksakan sehubungan ada 10 point perjanjian yang belum dipenuhi oleh pihak eksportir.

Menurutnya, pihaknya tidak menolak adanya pengiriman melalui kapal tanker, tapi penuhi dahulu 10 point sesuai kesepakatan bersama demi menjaga keamanan dalam pengangkutan BBM ke Pulau Bawean.

"Penyaluran BBM semestinya ke SPBU, bukan ke pangkalan seperti dekat pemukiman warga sehingga membayakan bila terjadi sesuatu hal yang kemungkinan bisa saja terjadi,"katanya.

"Termasuk mobil pengangkut seharusnya ada 2, untuk jenis premium dan solar agar tidak tercampur disebabkan jenisnya berbeda,"ujarnya.

"Serta adanya survey bersama ke lokasi dermaga tujuan untuk persiapan peralatan safety dan peralatan bongkar muat,"paparnya.

Mukhtar sebagai pihak eksportir merespon pernyataan APMS 01, mengatakan segala sesuatunya butuh perbaikan serta evaluasi dalam rangka memberikan pelayanan terbaik sebagai jasa eksportir pengangkutan BBM Bersubsidi ke Pulau Bawean.

"Adapun pengangkutan menggunakan kapal tanker termasuk program pemerintah, sedangkan pihak sebagai pelaksananya saja,"pungkasnya.

"Bila terjadi kekurangan dalam pengirima kemarin, pihak eksportir selalu mengkaji untuk memperbaiki kekurangan sehingga sesuai harapan bersama,"jelasnya.

Soal pengangkutan BBM tidak ke SPBU, Mukhtar menjelaskan bahwa pihaknya mengikuti sesuai harapan APMS. "Bila mengikuti aturan tentunya sulit dilaksanakannya, apalagi dalam tahap permulaan,"tuturnya.

"Untuk pengiriman lanjutan, pihak eksportir sudah loding untuk jatah Pulau Bawean sebanyak 150 ton,"tambahnya. (bst)

Kalong Sebabkan Listrik Bawean
Sering Mengalami Padam

Media Bawean, 30 Oktober 2012 

Pemadaman listrik PT. PLN Bawean kerap terjadi, hampir setiap malam mengalami padam tanpa adanya pemberitahuan kepada pelanggannya.

H. Achmad Antono sebagai Kepala UPJ PLN Bawean dihubungi Media Bawean (senin, 29/10/2012) mengatakan listrik padam akibat jaringan mengalami gangguan oleh adanya kalong mati yang tersangkut di kabel.

"Sehubungan datangnya musim buah mangga, dampaknya banyak kalong mati yang tersangkut dijaringan. Berdampak konsleting seketika,"katanya.

Solusinya menurut Kepala UPJ Bawean, sudah mengajukan pengaman jaringan untuk menghindari adanya gangguan yang berkelanjutan. "Selama pengaman belum terpasang, listrik di Pulau Bawean sangat rawan terjadinya pemadaman akibat banyaknya kalong yang tersangkut di jaringan kabel,"paparnya.

"Sekitar seminggu yang lalu, bagian jaringan menemukan sekitar 7 kalong mati yang tersangkut kabel di kawasan Murtalaya kawasan barat Pulau Bawean,"ujarnya.

Perlu diketahui, H. Achmad Antono ketika dihubungi Media Bawean menyatakan baru datang dari Jakarta, yaitu menerima penghargaan atas terpasangnya listrik sebanyak 4.000 pelanggan baru. "Penerimaan pelanggan baru di Pulau Bawean termasuk terbanyak bila dibandingkan daerah lainnya di Indonesia,"pungkasnya.

Adapun untuk penerimaan pemasangan listrik baru lanjutan, menurutnya masih menunggu kesiapan pihak penyedia daya untuk menambah mesin baru sehingga mampu melayani penambahan pasang baru di Pulau Bawean. (bst)

Berkhidmat Melalui NU

Media Bawean, 29 Oktober 2012

(Refleksi diri 5 tahun mengabdi melalui NU Cabang Bawean) 

Oleh : Ali Asyhar
(Ketua PC. Lakpesdam NU Cabang Bawean)

Rasanya baru kemarin saya diamanati menjadi ketua Lakpesdam NU Bawean. Ternyata sudah 5 tahun yang lalu, akhir 2007. Saat itu di Bawean masih marak tentang organisasi yang bernama Hizbut Tahrir. Sebuah organisasi yang memimpikan kesatuan kepemimpinan islam di seluruh dunia melalui Khilafah Islamiyah. Hizbut Tahrir jelas berbeda dengan NU yang sudah menyatakan bahwa empat pilar bangsa Indonesia yaitu NKRI, Pancasila, UUD ’45 dan Bhineka Tunggal Ika sebagai hal yang final. Untuk meredam gerakan transnasional ini maka Lakpesdam NU Bawean menggelar dialog dengan tema “ Nation State vs Khilafah “ di Pondok Pesantren Hasan Jufri. Dialog ini bertujuan untuk mencari titik temu dan titik beda antara dua organisasi. Titik bedanya sudah jelas, sedangkan titik temunya adalah bahwa sesama muslim harus rukun meski berbeda pandangan. Terbukti sampai saat ini saya tetap bersahabat dengan teman-teman HT.

TAHUN 2008
Di tahun-tahun awal ini kami menggelar dialog Ramadlan sebulan penuh di kantor NU. Tema yang diusung adalah tema-tema kekinian, seperti Hermeneutika, Hak Asasi Manusia, Kesetaraan Gender, Nikah lintas iman dan Pluralisme. Peminatnya cukup banyak dan antusias namun di luar forum berkembang kabar bahwa Lakpesdam NU sedang mengibarkan bendera JIL ( Jaringan Islam liberal). Kabar tidak sedap ini akhirnya menghilang dengan sendirinya. Di berbagai forum ranting NU kami sering mendapat pertanyaan tentang HAM, Pluralisme dan kerukunan antar umat beragama. Kesimpulannya sudah saatnya warga nahdliyin di tingkat ranting memahami isu-isu yang up to date. Menutup diri dengan banjirnya globalisasi adalah tindakan bunuh diri.

Kami juga menemukan fakta bahwa mayotitas warga nahdliyin sebenarnya belum paham ber-organisasi. Mereka menjadi NU karena alam. Memang , Organisasi NU lahir lebih akhir dari jamaahnya. Alih-alih tentang Anggaran Dasar dan Anggaran rumah tangga NU, untuk menyebut struktur pengurusnya saja mereka sering salah. Untuk menyebut “ Pengurus Cabang” saja mereka menyebut “ Pengurus Besar” NU Bawean. Kesalahan fatal ini harus diperbaiki. Pertama, kami menciptakan syair sederhana yang dilantunkan diberbagai forum. Bunyinya adalah :

La ilaha Illallah
La ilaha Illallah
La ilaha Illallah
Muhamadurasulullah

Syuriah Pimpinan NU
Tanfidziyah Pelaksana NU
Musytasar penasehat NU
Lembaga – Lajnah Perangkatnya NU


Muslimat Ibu-Ibu NU
Fatayat Pemudinya NU
GP Ansor Pemudanya NU
IPNU-IPPNU Pelajarnya NU


LP Maarif pendidikan NU
Lakpesdam Kajiannya NU
LPK Kesehatan NU
Pagar Nusa pencak Silat NU. Dst.

Kedua, di acara-acara pengkaderan IPNU dan IPPNU benar-benar kita jadikan wahana doktrinasi agar wawasan pengurus dan warga NU generasi berikutnya lebih baik. Pelajar-pelajar kita jangan sampai “ masuk angin ”. 2009, 2010 dan 2011

Acara-acara pengkaderan IPNU-IPPNU berjalan seperti biasa. Kegiatan-kegiatan khas NU juga berjalan sampai ke tiap-tiap ranting. Di bulan Ramadlan selalu diisi Safari Ramadlan. Dalam safari inilah digelar dialog tentang keagamaan dan social kemasyarakatan. Dalam setiap acara biasanya dibarengi dengan santunan anak yatim dan fakir miskin.

Semua MWC bergerak. Namun pergerakannya ada yang cepat ada pula yang menyiput. Dari 4 MWC NU se-Bawean yang sangat dinamis adalah MWC NU Daun. Dengan SDM pengurus yang bagus mereka istiqamah melaksanakan program - programnya. Disusul MWC NU Tambak kemudian MWC NU Kepuh Teluk. Sedangkan MWC NU Sangkapura kualitas “ Ya begitulah”. Ibaratnya, MWC NU Sangkapura ini sudah menjadi mayat tapi tidak pernah dikubur. Sudah banyak inisiatif yang dilakukan untuk menghidupkan kembali tapi belum berhasil. Namun ada kabar yang menggembirakan, di tengah matinya MWC NU Sangkapura ada 2 ranting yang aktif dan dinamis. Yaitu ranting NU Lebak dan ranting NU Sawahmulya. Ternyata untuk menghidupkan ranting NU modal utamanya adalah kemauan untuk mengabdi, bukan gelar yang berderet- deret atau jabatan yang mentereng. Siapapun yang bermental juragan tidak akan sukses memimpin NU meski level terbawah.

Tahun 2009 - 2010 NU juga mengalami goncangan musiman. Yakni Pilkada. Seperti biasa pengurus dan warga NU menyuarakan aspirasi politiknya. Perbedaan pilihan menyebabkan kasak-kusuk di setiap lorong dan forum. Pro- kontra tentang perlunya tidaknya PCNU Bawen merekomendasi salah satu calon anggota legislative atau pro – kontra tentang perlu tidak PCNU Bawean mendukung salah satu calon Bupati- Wabup adalah hal biasa dalam proses pendewasaan politik. Jika kemudian PCNU Bawean menerbitkan rekomendasi kepada salah satu calon anggota legislative atau PCNU Bawean secara terang benderang mendukung salah satu pasangan calon Bupati – Wabup maka keputusan itu adalah hasil ijtihad politik. Hasil ijtihad politik bisa diperdebatkan. Yang perlu dipahami adalah bahwa sampai kiamat pun tidak akan ada satu suara dalam menentukan pilihan. Juga, belum ada sejarahnya NU satu suara dalam menafsiri makna Khittah ‘ 26. Hasil dari kedewasaan berpolitik adalah memahami bahwa perbedaan pilihan bukan alasan untuk tidak rukun. Titik. Dalam menghadapi gonjang-ganjing pro-kontra di atas kami lebih banyak menemani berdialog dengan keduanya.

TAHUN 2012 
Tahun 2012 adalah klimaks dari perjalan pengurus PCNU Bawean. Semua program mulai dievaluasi. Mana yang sudah dilaksanakan dan mana yang belum. Ada sebagian yang menyatakan bahwa pengurus saat ini cukup berhasil ada yang berpendapat gagal dengan indicator-indikator yang dibuat masing-masing. Yang memandang gagal menuntut supaya Rois Syuriah dan Ketua PCNU Bawean tidak lagi dipilih. Ini adalah hal yang wajar-wajar saja. Dengan bercermin dari pengurus sebelumnya, maka pengurus yang akan datang bisa melaksanakan rekomendasi Konperensi dengan baik. Program yang dibuat haruslah merupakan turunan dari rekomendasi.

Lalu siapa sebaiknya yang dipilih menjadi pengurus cabang NU? Hemat saya adalah siapa saja yang mampu dan mau. Mampu dalam arti memiliki kompetensi dan sesuai dengan AD/ART dan mau artinya bersedia mengabdi untuk masyarakat melalui NU. Pengurus yang sedikit tetapi dinamis akan lebih cantik dibanding pengurus yang banyak tetapi sepi. Pengurus yang akan datang harus berani menolak lamaran orang-orang yang hanya numpang.

Lalu bila saya ditanya, apakah anda berhasil memimpin Lakpesdam NU Bawean? Jawabannya tidak. Saya gagal meskipun tidak total. Kalau diprosentase mungkin 40 % program yang berjalan. Apa penyebabnya? Rendahnya SDM. Saya harus belajar banyak. Mengabdi sambil belajar. Indah sekali.

Selamat ber-Konperensi.

KH. Bajuri Yusuf, LC.
Warga Bawean Butuh Kapal Cepat

Media Bawean, 29 Oktober 2012

Kapal Express Bahari milik PT. Pelayaran Sakti Inti Makmur (SIM) sampai saat ini belum beroperasi melayani pelayaran jurusan Gresik - Bawean. Sementara calon penumpangnya masih banyak menunggu sampai kapal cepat dengan waktu tempuh 3 jam kembali beroperasi melayani Gresik - Bawean. Diantaranya KH. Bajuri Yusuf, LC. sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Hasan Jufri Lebak, Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur.

Ditemui Media Bawean (sabtu, 27/10/2012), KH. Bajuri Yusuf mengharap kepada Pemerintah Kabupaten Gresik untuk memberikan izin beroperasinya kapal cepat Express Bahari melayani pelayaran Gresik - Bawean.

"Saya sangat setuju bila Pemerintah Daerah membeli kapal yang layak, setidaknya kapal cepat seperti kapal Express Bahari,"katanya

"Tapi sebelum memiliki kapal sendiri, semestinya pemerintah tetap memberikan izin kepada pihak perusahaan kapal cepat untuk melayani pelayaran Gresik - Bawean. Demi pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta kebutuhan warganya masih tinggi untuk menggunakan kapal cepat,"ujarnya.

 "Bila pemerintah sudah memiliki kapal sendiri yang layak untuk beroperasi Gresik - Bawean, silahkan dievaluasi pelayaran milik non pemerintah agar pelayanan yang dimiliki sendiri lebih maksimal,"paparnya
.
"Semestinya tatanan yang sudah baik seperti dahulu, tidak dirusak dengan memasukkan kapal baru sehingga berdampak seperti sekarang ini,"pungkasnya.

Menurut KH. Bajuri Yusuf, beroperasinya kapal cepat milik PT. Pelayaran SIM bersama kapal dharma kartika milik PT. Dharma Luatan Utama seperti dahulu sudah cukup stabil dan baik untuk melayani Gresik - Bawean.

"Berapa banyak dampak akibat beroperasi kapal cepat dihentikan, diantaranya banyak warga untuk segera dirujuk ke daratan mengalami kendala sampai meninggal dunia,"tuturnya.

"Termasuk peristiwa calon penumpang bermalam di Pelabuhan Gresik, akibat ketidakjelasan jadwal kapal Gresik - Bawean. Seperti KH. Hazin sebagai tokoh di Pulau Bawean menyatakan masyakkat termasuk penyiksaan terhadap warga Pulau Bawean,"ungkapnya.

"Terusterang, saya sendiri masih ada keperluan untuk segera berlayar bertujuan memeriksakan kesehatan, tapi kondisi pelayaran tidak tetap membuat malas untuk berlayar,"terangnya. 

KH. Bajuri Yusuf meminta kepada pemerintah untuk mengevaluasi harga tiket kapal PT. Dharma Lautan Utama. Yaitu jurusan Gresik - Bawean seharga Rp.130ribu tanpa jatah makan, sedangkan jurusan Surabaya - Kumai seharga Rp.160ribu dengan memperoleh jatah makan. (bst)

Orang Tua Korban Minta Dilanjut
Kasus Tawuran Menggunakan Clurit

Media Bawean, 28 Oktober 2012 


Tawuran antar pemuda di Kawasan Mumbul, dusun Pancur, desa Sidogedungbatu, Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik terjadi hari jum'at malam sabtu (25/10/2012).

Sirajuddin alias Ending asal Pancur, Sidogedungbatu dengan menggunakan clurit telah melukai Ikhlas asal Kebuntelukdalam dibagian 2 kaki dan bagian ibu jari.

Makruf sebagai orang tua korban, langsung menghantarkan anak kesayangannya melapor ke Kantor Polsek Sangkapura untuk diproses lebih lanjut oleh pihak berwajib. Setelah melapor, dihantar 2 anggota polisi langsung melakukan visum di Puskesmas Sangkapura.

Hendro sebagai anggota Polsek Sangkapura menyatakan perbuatan tersangka menggunakan clurit termasuk tindak pidana kelas berat dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun.

Besok paginya (sabtu, 27/10/2012), anggota Polsek Sangkapura langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Mumbul, Pancur, Sidogedungbatu, Sangkapura.

Setelah oleh TKP, anggota Polsek Sangkapura langsung bertindak menuju rumah pelaku dengan mengamankan clurit yang digunakan, adapun pelaku tidak ditahan  sehubungan mendapat jaminan dari aparat desa Sidogedungbatu.

Makruf (28/10/2012) mengatakan tidak ada damai bagi pelaku kekerasan menggunakan benda tajam. "Kesimpulannya pelaku sudah berniat membunuh anakku,"katanya,.

"Sebagai bentuk pelajaran bagi pelaku, proses hukum wajib dilanjutkan sampai pengadilan,"paparnya.

"Percuma diselesaikan melalui jalan damai di Pulau Bawean, bila efek jera bagi pelaku tidak ada,"ujarnya.

"Kepada pihak berwajib untuk serius memproses kasus yang dilaporkan, termasuk mengungkap pelaku yang turut serta membantu dalam peristiwa sangat mengerikan,"pungkas Makruf yang berprofesi sebagai pengajar di SMPN I Sangkapura. (bst)

YDSF Salurkan Sapi Qurban Di Bawean

Media Bawean, 28 Oktober 2012 


Yayasan Dan Sosial al-Falah (YDSF) yang berpusat di Surabaya, melakukan penyembelihan dua ekor sapi Qurban di kecamatan Sangkapura Bawean seusai Salat Iedul Adha tanggal 26 Oktober 2012 bertempat di kompleks SDIT Al Huda.

Menurut Baharuddin, Perwakilan YDSF di Bawean, peserta ibadah Qurban tersebut berasal dari Gresik bernama : Malik, Husni, Sri Purwanti, Totok WB, Heppy Vivita, M, Dzakiyah Salma H dan M. Rahman Al- Rasid sedangkan satu ekor sapi lainnya adalah atas nama Hj. Morni Bin Sulaiman, mantan Setia Usaha Persatuan Bawean Singapore dan puteranya bernama Abdul Rahman Bin Morni yang juga bermukim di negeri Singa tersebut. Nama lainnya adalah Baharuddin sendiri beserta istri dan ketiga anaknya. Daging Qurban tersebut dibagi-bagikan kepada warga desa Sungairujing, Kebuntelukdalam, Sawahmulya, dan Kotakusuma.

Pemotongan Sapi dilakukan oleh KH. Zakaria, Pembina dan Pendiri Yayasan Pendidikan dan Sosial Darul Fikri Bawean. Seusai penyembelihan dan pentasyarrufan kepada yang berhak menerimanya, YDSF Perwakilan Bawean memberikan laporan kepada Pequrban. Laporan sebagai pertanggungjawaban tersebut dimasukkan dalam map yang disediakan untuk itu berisi ucapan terima kasih kepada Pequrban dengan disertai 3 buah foto masing-masing Foto sapi hidup yang dikalungi keplek nama Pequrban, Foto pada saat sapi disembelih, inipun juga disertai keplek yang sama dan Foto pembagian daging qurban. Laporan tersebut ditandatangani oleh Petugas Penyembelihan, KH. Zakariya dan Ustadz Syaifullah Tokoh masyarakat Setempat. Laporan juga dikirim ke Kantor Pusat YDSF.

Baharuddin menghimbau kepada warga Bawean terutama yang ada diperantauan agar tahun-tahun yang akan datang menyalurkan Qurban melalui program yang dikemas “Salur Tebar Hewan Qurban YDSF. “Saudara kita yang ada di Bawean dapat merasakan nikmat dan sedapnya daging qurban. Kebahagiaan yang luar biasa tercermin dalam rekahan senyum dari wajah-wajah mereka saat menerima daging qurban”. Begitu lanjut Perwakilan YDSF di Bawean itu.

Menurut pengamatan Media Bawean, sudah banyak kegiatan sosial yang dilakukan YDSF di Bawean, antara lain : Pengobatan Massal gratis bagi warga tidak mampu, pembagian susu bagi bayi, pemberian biaya hidup setiap bulan Rp. 300.000,- kepada sejumlah orang usia lanjut yang tidak memiliki keluarga, pemberian dana bantuan kepada sejumlah ustadz/ustadazhan Madrasah Diniyah, pembagian Qur’an dan Terjemahannya, pembagian majalah YDSF dan lain-lain.

”Kedepan, insya Allah YDSF akan semakin meningkatkan kepedulian sosialnya untuk warga Bawean”, pungkas Baharuddin yang juga sebagai Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Darul Fikri, (saifwasi@yahoo.com).

Masjid Jami' Sa'adatud Daroin
Menerima 8 Ekor Hewan Kurban

Media Bawean, 28 Oktober 2012 


Pelaksanaan pemotongan hewan kurban di Masjid Jami' Sa'adatud Daroin Sangkapura, dilaksanakan hari sabtu (28/10/2012).

Sumber panitia pelaksana mengatakan ada sebanyak 8 ekor sapi dan 3 ekor kambing yang dipotong sebagai wujud jamaah dalam menunaikan ibadah kurban.

Achsanul Haq sebagai panitia pelaksana menyatakan pelaksanaan ibadah kurban tahun ini kian meningkat dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah sebanyak 6 ekor sapi saja.

"Meningkatnya jumlah kurban jamaah, seiringin perekonomian masyarakat Pulau Bawean semakin berkembang baik dan bagus,"katanya.

Pantauan Media Bawean (sabtu, 27/10/2012) terlihatt kesibukan panitia pelaksana dalam kegiatan pemotongan yang bertempat di area dekat masjid jami Sangkapura. (bst)

Pemotongan Hewan Kurban
Masjid Sholihin Menerima 9 Ekor Sapi

Media Bawean, 28 Oktober 2012 


Pemotongan hewan kurban di masjid Sholihin Sangkapura dilaksanakan hari jum'at (26/10/2012) sebanyak 3 ekor sapi, dilanjutkan hari sabtu (27/10/2012) sebanyak 6 ekor sapi, dengan total 9 ekor sapi ditambah 2 ekor kambing.

Ghulam sebagai tokoh jamaah masjid Sholihin mengatakan pemotongan hewan kurban tahun ini kian meningkat dibanding tahun sebelumnya dengan jumlah 7 ekor sapi.

"Pengikut ibadah kurban, adalah jamaah di masjid Sholihin Sangkapura,"katanya.

Melihat banyak hewan kurban, terang Ghulam menyatakan perekonomian warga Pulau Bawean semakin bagus dan meningkat seiring banyak warga yang berkorban di masjid ataupun di kampungnya.

Pantauan Media Bawean (sabtu, 27/10/2012), terlihat jamaah sibuk mengerjakan tugasnya, diantara penyembelihan hewan kurban, serta membersihkan kulit sapi, dilanjutkan pembungkusan untuk didistribusikan kepada yang berhak menerimanya. (bst)

Warga Malaysia Berkuban di Suwari

Media Bawean, 28 Oktober 2012 


Hari Raya Qurban tahun 1433 H. dimanfaatkan oleh warga Malaysia untuk menunaikan ibadah kurban di Suwari, Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik.

Penyembelihan hewan kurban jenis sapi dilaksanakan hari sabtu (27/10/2012) bertempat di Suwari. Hadir seluruh keluarga bersama tetangga dekat dalam acara pemotongan. Termasuk kaum ibu berkumpul untuk menyiapkan segala kebutuhan untuk acara tasyakkuran.

Hasyim sebagai panitia pelaksana mengatakan hewan kurban yang disembelih merupakan kiriman dari warga Malaysia. "Adapun prosesi penyembelihan dilaksanakan di Pulau Bawean, sedangkan daging kurban untuk acara tasyakkuran bersama warga setempat, serta dibagi-bagi kepada yang berhak menerimanya,"katanya.

Warga Gombak, Malaysia yang berkurban, yaitu Syafi'i, Hasunat, Burhan, Jaliyah, Alwan, Nurhiyatul Istianah, dan Najahul Umam. (bst)

Pasca Lebaran Idul Adha 1433 H.
Penumpang Tujuan Gresik 305 Orang

Media Bawean, 28 Oktober 2012 


KM. Satya Kencana III Jurusan Bawean - Gresik (sabtu, 27/10/2012) mengangkut penumpang sebanyak 305 orang.

Pantauan Media Bawean, di dermaga Pulau Bawean terlihat sebagian penumpang adalah warga yang memiliki keperluan mendesak untuk segera berlayar. Sebagian besar masih bertahan untuk menikmati suasana pasca lebaran idul adha di Pulau Bawean.

Wahyudi sebagai penumpang asal Pamona mengatakan berlayar sehubungan adanya panggilan sertifkasi ke daratan Pulau Jawa. (bst)

Kadishub Gresik
Soal Transportasi Gresik - Bawean

Media Bawean, 25 Oktober 2012 

Persoalan transportasi Gresik - Bawean segera terselesaikan melalui komitmen pengusaha bersama pemerintah daerah Kabupaten Gresik.

Bupati Gresik (Sambari Halim Radianto) dihubungi Media Bawean terkait persoalan transportasi Gresik - Bawean (kamis, 25/10/2012), mengatakan silahkan menghubungi Kepala Dinas Perhubungan Gresik, Ahmad Nurudin untuk penjelasan secara lengkap dan mendetail.

Kepala Dinas Pehubungan Gresik, Ahmad Nurudin, mengatakan transportasi Gresik - Bawean sementara ini masih dilayani kapal milik PT. Dharma Lautan Utama.

Untuk selanjutnya, Ahmad Nurudin menyatakan masih melakukan persiapan pembahasan berkas yang digodok oleh Bagian Hukum Pemkab Gresik, berupa perjanjian antara pengusaha dengan pemerintah.

"Diantaranya pengusaha kapal wajib bertanggungjawab bila armada kapal tidak beroperasi,"katanya.

"Artinya pengusaha memiliki tanggungjawab dengan mendatangkan kapal pengganti untuk melayani transportasi Gresik - Bawean,"ujarnya.

"Kelancaran transportasi Gresik - Bawean merupakan kebutuhan bagi masyarakat, agar tidak terulang kembali terkendala kapal akibat ketinggian gelombang diatas 2 meter,"pungkasnya.

Menurutnya, 2 pengusaha kapal yaitu PT. Pelayaran Sakti Inti Makmur (SIM) dan PT. Dharma Lautan Utama (DLU) akan dipanggil untuk diminta kesanggupannya dalam melayani pelayaran Gresik - Bawean dengan mensetujui seluruh bentuk perjanjian bersama Pemerintah Kabupaten Gresik.

"Selain diminta mendatangkan kapal pengganti bila tidak beroperasi, pihak pengusaha diminta memberikan uang jaminan agar nantinya bila tidak bisa mendatangkan kapal pengganti akan dipergunakan untuk membiayai mendatangkan kapal bantuan yang bersedia menggantikannya bila tidak beroperasi,"terangnya.

Lebih lanjut Ahmad Nurudin menyatakan PT. Dharma Lautan Utama sudah mempersiapkan armadanya yang siap melayani khusus pelayaran Gresik - Bawean. (bst)

Ramai Berkurban di Pulau Bawean
Waktu Pemotongan Banyak Hari Sabtu

Media Bawean, 25 Oktober 2012 


Pulau Bawean kebanjiran hewan kurban yang sebagian pelaksanaan pemotongan dilakukan besok hari (jum'at, 26/10/2012) setelah selesai shalat hari raya idul adha. Mayaoritas pemoongan diselenggarakan hari sabtu (27/10/2012), sehubungan besok bersamaan shalat jum'at.

Abdul Adim sebagai Sekcam Tambak mengatakan hampir seluruh daerah di kecamatan Tambak, khususnya di desa Tambak sangat banyak menerima pemotongan hewan kurban yang dilaksanakan besok (hari jum'at) dan lusa.

"Termasuk lembaga pendidikan juga banyak menggelar pemotongan hewan kurban,"katanya.

Hasyim sebagai warga Suwari mengaku banyak menerima hewan kurban dari Luar Negeri. "Ada 2 hewan kurban berupa sapi untuk pemotongan hari sabtu,"ujarnya.

Sedangkan di Beringinan dekat dermaga Pulau Bawean, warganya mengatakan pemotongan akan diselenggarakan hari sabtu sebanyak 3 ekor sapi.

Di masjid Sholihin Sangkapura, menurut Abd. Malik dihubungi Media Bawean, menyatakan ada sebanyak 10 ekor sapi untuk hewan kurban, serta ditambah banyak hewan kambing. "Untuk besok dipotong sebanyak 3 ekor dan hari sabtu sebanyak 7 ekor sapi,"paparnya.

Lembaga pendidikan, seperti SDIT Sangkapura bekerjasama dengan YDSF Gresik menggelar pemotongan besok (jum'at, 25/10/2012), adapun tasyakkurannya akan diselenggarakan setelah shalat jum'at. (bst)

Jelang Hari Raya Idul Adha
Pasar Sangkapura Ramai Pengunjung

Media Bawean, 25 Oktober 2012 


Besok (jum'at, 26 Oktober 2012) warga Pulau Bawean merayakan hari raya idul adha 1433 H. Persiapan merayakan hari raya, banyak warga berbelanja di Pasar Sangkapura dan Pasar Tambak untuk berbelanja seluruh kebutuhan menyambut hari kemenangan.

Pantauan Media Bawean (kamis, 25/10/2012), banyak pengunjung pasar membeli daging sapi dan ayam, serta berbelanja kue untuk selamatan serta menyambut sanak saudara yang bersilaturrahim.

Petugas di Pasar Sangkapura mengatakan kondisi pasar sangat ramai, banyak sepeda motor yang diparkir diluar area disebabkan tempat sudah penuh atau full.

Rahem asal Sungaiteluk sebagai penjual daging di Pasar Sangkapura menyatakan daging yang dijualnya habis tanpa tersisa, sedangkan harganya masih normal tidak ada kenaikan. 

Hal senada disampikan penjual ayam, bahwa harga jualnya tetap normal seperti hari biasanya, sedangkan dagangannya laris manis menjelang hari raya idul adha.

Selain berbelanja daging sapi dan ayam, pengunjung pasar banyak berbelanja kue untuk persiapan selamatan di kampung dan menyambut tamu yang bersilaturrahim ke rumahnya. (bst)

Turun dari Kapal, Bayi Pingsan
Ditolong Patroli Polsek Sangkapura

Media Bawean, 24 Oktober 2012 


Teriakan histeris seorang ibu memeluk anaknya terjadi dermaga Pulau Bawean, ditengah kerumunan penumpang kapal yang turun, hari rabu (24/2012).

Spontanitas 2 anggota Polsek Sangkapura, yaitu Aiptu Bambang, SH. dan Brigadir Suryadi langsung memberikan pertolongan dengan membawanya ke mobil Patroli Polsek Sangkapura yang stand bay di Pelabuhan Bawean.

Ditanya Media Bawean ketika diatas mobil patroli, ibu berkata, "anakku oh anakku, tolonglah,"katanya singkat.

Setelah naik keatas mobil patroli, langsung meluncur dan membawanya ke Puskesmas Sangkapura.

Sampai di Puskemas Sangkapura, perawat langsung memberikan pertolongan kepada bayi.

Informasi yang dihimpun Media Bawean, bayi yang pingsan bernama Rifkoh Khairun Nisak usia 1,5 tahun, sedangkan ibunya bernama Heny Misnawi dengan ayahnya bernama Tribagas Prestyo asal Yogyakarta.

"Tujuan ke Pulau Bawean berkunjung ke saudaranya beralamatkan Dusun Balikbakgunung, desa Gunungteguh, Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik.

Ahmad Ubaidillah sebagai keluarga yang mendapingi selama perjalan Gresik - Bawean mengatakan bayi sudah sakit diatas kapal sehubungan terlalu lama menunggu kapal di Gresik. "Diatas kapal hanya meminta obat kepada pihak petugas di kapal, diberi parasitamol,"terangnya.

"Setelah turun dari atas kapal dengan berdesakan, sehingga mengalami kondisi parah. Adapun sebelumnya tidak pernah sakit seperti sekarang ini,"ujarnya.

dr. Tony S. Hartanto dari Puskesmas Sangkapura ditemui Media Bawean, menyatakan kondisi bayi sudah membaik, tapi pihak Puskesmas menyarankan agar menjalani perawatan medis. "Kondisinya selalu dalam pemantauan untuk memulihkan kembali kesehatannya yang sebelumnya menurun drastis,"pungkasnya. (bst)

Semalam di Pelabuhan Gresik
Penumpang Bawean Kesal dan Tersiksa

Musakat (Tersiksa) Penumpang Kapal Tujuan Pulau Bawean


KH. Hazin sebagai tokoh ulama berkharismatik tinggi di Pulau Bawean ditemui Media Bawean ketika turun dari atas kapal (rabu, 24/10/2012) menyatakan musakat atau sangat tersiksa penumpang tujuan Pulau Bawean.

Kyai asal Sangkapura mengatakan jam 22.00 WIB. (selasa, 23/10/2012) sudah berada di Pelabuhan Gresik bersama calon penumpang lainnya tujuan Pulau Bawean. "Setelah ditunggu-tunggu ternyata tidak kunjung datang membuat musakat,"katanya.

Menurutnya, baru sekarang mengalami penyiksaan luar biasa, bila dibandingkan waktu lainnya ketika akan ikut pelayaran Gresik - Bawean.

"Kejadian seperti tadi malam jangan sampai terulang kembali, kasihan dengan calon penumpang tujuan Pulau Bawean. Selanjutnya terserah kepada pihak terkait, khususnya pemerintah untuk mencarikan solusi agar transportasi Gresik - Bawean segera diperbaiki,"harapannya.

Perlu Solusi Segera Transportasi Gresik - Bawean


Akhwan, SH. sebagai anggota DPRD Gresik asal Pulau Bawean yang turut serta dalam pelayaran menyatakan keputusan pemerintah soal transportasi tidak menyelesaikan persoalan, justru membuat keruh permasalahan.

"Semestinya ada kejelasan kapan waktu keberangkatan kapal, sehingga calon penumpang tidak harus menunggu lama di Pelabuhan Gresik, sampai menginap semalam suntuk,"paparnya.

"Kejadian seperti tadi malam tidak harus terulang kembali, dengan memperbaiki sistem yang ada. Pihak Syahbandar Gresik, termasuk Dinas Perhubungan Gresik harusnya melakukan pengontrolan atas jadwal keberangkatan kapal,"pungkasnya.

Sebagai anggota DPRD asal Fraksi Partai Demokrat menyatakan secara tegas bahwa warga Pulau Bawean membutuhkan kapal cepat dan tepat waktu. "Persoalan Kapal Express Bahari akan diberangkatkan ataupun kapal dari Afrika mau didatangkan, yang terpenting cepat sesuai kebutuhan masyarakat Pulau Bawean,"tuturnya dengan nada tegas.

Pemkab Gresik Wajib Bertanggungjawab


Sebagai aktivis di Pulau Bawean, Hazin Suyuthi menyatakan Pemerintah Kabupaten Gresik seharusnya bertanggungjawab atas keputusannya dalam persoalan transportasi Gresik - Bawean. "Sebagai pengguna jasa transportasi merasa sangat dirugikan, apalagi kejadian semalam sepertinya sudah tidak memanusiakan manusia,"jelasnya dengan nada keras.

"Banyak hal dalam transportasi Gresik - Bawean yang harus diperbaiki, selain pelayanan, termasuk tarifnya tiket terlalu tinggi, apalagi tidak mendapatkan jatah makan yang semalaman menunggu kapal sampai pagi di Pelabuhan Gresik,"imbuhnya.

Waktu Pemberangkatan Kapal Semberawut


Dampak kesemberawutan terlihat dari tiket yang dibeli oleh Imron sebagai PNS lingkungan UPT Pendidikan Sangkapura yang mengaku tidak tertulis kapan waktu keberangkatan kapal.

"Sehubungan tidak adanya tulisan waktu di tiket, terusterang merasa bingung kapan keberangkatan kapal tujuan Pulau Bawean,"ujarnya.

 "Merasakan kondisi semalam menginap di Pelabuhan Gresik menunggu kapal, terasa sangat tersiksa sebagai calon penumpang tujuang Pulau Bawean. Sangat tersiksa dan menyengsarkan kepada warga Pulau Bawean,"ungkapnya.

Calon Penumpang Dibuat Bola Pimpong


Pengalaman semalam menunggu kapal di Pelabuhan Gresik, Jam'an mengaku seperti bola pimpong. "Terasa kesal dan menyiksa sekali sebagai calon penumpang kapal tujuan Pulau Bawean. Tolonglah, kepada pemerintah jangan siksa warganya sendiri,"keluhannya yang disampaikan melalui Media Bawean di dermaga Pulau Bawean (rabu, 24/10/2012).
 

© Copyright Media Bawean 2005 -2013 | Design by Jasa Pembuatan Blog | Support by Kang Salman | Powered by Bawean.Net.