bawean ad network
iklan
bank jatim
TERKINIindex

Serunya Class Meeting Di SDIT Al Huda

Media Bawean, 30 Maret 2013


Selama siswa kelas 6 Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Huda mengikuti ujian akhir tanggal 25 – 27 Maret 2013, siswa kelas 1 – 6 tetap masuk seperti biasa. Setelah shalat Dluha, para ssiswa menuju ruang masing-masing mengikuti pelajaran membaca al Quran dengan metode qiraati. Setelah itu, dimulailah class meeting. Hari pertama diisi praktek memandikan jenazah, mengafani dan mensalati. Jenazah dibuat dari pohon pisang. Ritual ini dibimbing langsung oleh KH. Zakariya, Pembina Yayasan Darul Fikri. Hari kedua disi dengan lomba menanam toga (tanaman obat keluarga) antar kelas di kebun sekolah. Setiap kelas telah disediakan sepetak lahan. Para siswa begitu antusias berlagak sebagaimana layaknya pak Tani.

Macam-macam toga yang mereka tanam, seperti : jahe, cekkor, laos, seledri, serei, kunir, dan sebagainya. Penilaian lomba ini tidak sekarang, melainkan sebulan lagi, sebab perawatan merupakan bagian dari penilaian. Walau demikian tanaman mereka sangat bagus.

Hari ketiga diisi dengan lomba olah raga. Macam-macam cabang olah raga tradisional yang dilomabakan, seperti : lari dalam karung, tarik tambang, juga volyball, dan sepakbola . Agar tidak mengganggu kakak-kakaknya kelas 6 yang sedang ujian, lomba diadakan di lapangan Pesanggrahan,sekitar 1 km dari sekolah. Mereka sangat bersemangat, ditimpali celoteh siswa dan tingkah yang lucu-lucu, situasi lomba semakin seru.

Hari keempat – yang ini tambah seru lagi – lomba memasak. Diadakan di kantin sekolah. Terdapat lima kelompok. Setiap kelompok menyajikan menu berbeda. Penentuan menu ditentukan sendiri oleh anggota kelompok,sejak tiga hari sebelumnya, agar peserta lomba dapat mempersiapkan bahan-bahannya. Maka tersusunlah menu sebagai berikut : Nasi goreng, mie goreng, es jus, puding, es kopyor, kelepon dan donat. Dengan bangku berjajar, yang diatasnya diletakkan peralatan masak memasak seperti kompor gas, blender, kuali, periuk dan berbagai macam bahan, maka dihari itu, kantin SDIT yang luas itu tak ubahnya seperti pasar jajan, atau restoran cepat saji. Anak-anak meracik dan memasak sangat cekatan.

Pukul 10.00 bel berbunyi, pertanda lomba harus diakhiri. Hasil kerja mereka sudah siap tersaji. Diatas meja yang tersusun rapi. Apik sekali. Aromanya memenuhi antero kantin SDIT.

Tibalah saatnya tim juri mulai mempelototi dan mencicipi. Yang dinilai adalah : rasa, kerapian, penyajian, kelengkapan dan ketepatran. Tim Juri terdiri dari Baharuddin sebagai ketua Yayasan Darul Fikri, Nurul sebagai kepala Tata Usaha SMP Negeri, dan Edi Iswanto sebagai Kepala Sekolah SDIT. Mereka cermat sekali. Setelah tim juri mengadakan sidang, maka juaranya adalah : kelompok mie goreng, kelompok puding dan kelompok juice, masing-masing sebagai juara 1, juara 2 dan juara 3.

Anak-anak dan para ustadz dan ustadzah bertepuk riang. Yang penting bukan juaranya, melainkan kebersamaannya, mengisi waktu luang dalam rangka mengembangkan bakat dan minat siswa.

Acara loma ditutup dengan makan bersama, siswa, guru, dan pengurus yayasan berbaur jadi satu. (Elia Puspa)
Share this Article on :

Terbaru

 

© Copyright Media Bawean 2005 -2013 | Design by Jasa Pembuatan Blog | Support by Kang Salman | Powered by Bawean.Net.