bawean ad network
pemilu
bank jatim
TERKINIindex

Pulau Bawean Tempat Wisata
Berjuta Makna Menyejukkan Jiwa

Media Bawean, 6 Mei 2013 

Lomba Menulis Opini Dan Artikel 
Kategori Umum 

Penulis; Shalehuddin, S.Pd. M.Pd.I, 
Civitas Akademika STAIHA Bawean 

Alamat : Dsn. Buluar Selatan Ds. Bululanjang 
Sangkapura, Bawean, Kabupaten Gresik.

Sungguh karunia Allah SWT. Yang telah menciptakan Pulau yang bernama Bawean dengan berjuta keindahan yang ada didalamnya telah membuat decak kagum siapapun yang memandang dan menikmatinya. Serta mentakdirkan semua warganya adalah orang-orang pilihan dengan semuanya beriman kepadaNya. Sebuah keniscayaan bila kita sebagai warga pulau ini untuk pandai bersyukur dengan terus mampu menjaga dan merawatnya agar keindahan dan kesuciannya terus terjaga, dan terus membuktikan bahwa warganya mampu menjaga kerukunan, keramahan, kedamaian, ketenangan, dan kenyamanan bagi apapun, siapapun dan sampai kapanpun.

Keadaan alam, masyarakat, seni budayanya, dan peninggalan sejarah yang ada menjadikan potensi wisata yang bila dikelola dengan sungguh-sungguh tentu menjadi peluang besar yang menguntungkan bagi warga dan pemerintah. Pulau yang masuk katagori terpencil ini menjadikan tempat yang nyaman dan tenang karena jauh dari hiruk-pikuk, suara bising, jauh dari polusi sangat potensial sebagai tempat rekreasi dan peristirahatan. Adanya perencana besar (master plan) yang ditandai dengan penyediaan infra struktur yang memadai untuk memanjakan wisatawan yang akan berkunjung. seakan telah menjadi keniscayaan yang tidak bisa ditolak bahwa Pulau Putri ini akan menjadi obyek wisata bertaraf internasional.

Namun ada salah satu obyek wisata yang kurang menjadi pusat perhatian kita adalah obyek wisata relegi dan budaya yang sudah ada selama ini, hal ini bisa disebabkan masih banyak hal yang belum kita ketahui bahkan masih misteri, antara lain adalah tentang berbagai fenomena dan situs-situs sejarah para tokoh pendahulu yang menjadi leluhur masyarakat Pulau Bawean yang tentu perilaku warganya hingga sekarang sedikit banyak merupakan perilaku warisan pendahulunya secara turun temurun menjadi jati diri warganya, sehingga perilaku dan sikap warganya inilah juga telah menjadi modal utama wisatawan tertarik dan betah di Pulau ini. Maka situs-situs sejarah dimaksud perlu untuk kita ketahui dan dipahami, dengan harapan sebagai generasi penerus dapat mengenang dan bisa terispirasi dari pendahulunya.

Manfaat wisata religi atau Ziarah Kubur yang selama ini sudah membudaya tentu telah dirasakan, seperti adanya kepuasan dhahir dan batin karena kegiatan tersebut merupakan kegiatan wisata jasmani dan wisata rohani, selain sepanjang perjalanan menuju tempat yang dituju kita dapat mampir dan menikmati tempat wisata alam tertentu dan di tempat tujuan kita dapat melakukan kegiatan Ziarah Kubur dengan berbagai kegiatan didalamnya, inilah sebenarnya kegiatan wisata yang mengandung berjuta makna dan manfaat yang bisa kita rasakan untuk mendapatkan ketenangan batin yang menjadi tujuan wisatawan. Tempat – tempat yang dijadikan sebagai wisata relegi yang ada antara lain sebagai berikut;

1. JUJUK TAMPO
- Terletak di perbukitan Dusun Tampo Desa Pudakit Barat Kecamatan Sangkapura.
- Masyarakat s juga menyebutnya bahkan meyakini sebagai Makam Makdum Ibrahim yang tak lain adalah Sunan Bonang.
- Ada yang berpendapat pula bahwa beliau adalah Makam Laksamana Dampo Awang Chengho alias Muhammad Chengho bersama Istri, dengan alasan nama TAMPO berasal dari kata DAMPO.

2. JUJUK CAMPA
- Terletak di Desa Kumalasa Kecamatan Sangkapura.
- Beliau adalah Putri Raja dari kerajaan Campa (sekarang Kamboja-Vietnam) yang kemudian mejadi istri dari Sunan Ampel, yang kemudian bernama Putri Condro Wulan, sebagai Ibunya para wali.

3. WALIYAH ZAINAB
- Terletak di Kompleks Masjid Jamik Desa Diponggo Kecamatan Tambak.
- Penyiar Agama Islam perempuan yang pertama di Pulau Bawean, Beliau juga yang membawa bahasa Jawa di masyarakat setempat yang tetap eksis menjadi bahasa sehari-hari sampai sekarang.

4. SYEH YUSUF
- Terletak di kawasan perbukitan Dusun Bato Lintang Desa Teluk Jati Kecamatan Tambak.
- Diantara warga setempat menyakini bahwa beliau adalah satu murid kepercayaan dari Sunan Bonang.

5. MAULANA UMAR MAS’UD
- Terletak di kompleks Masjid Jamik Alun-alun Sangkapura.
- Tokoh penyiar Agama Islam di Pulau Bawean yang merupakan utusan dari kesultanan Sumenep Madura.

6. PANGERAN PURBO NEGORO
- Terletak di lereng Bukit Malokok Desa Gunung teguh Kecamatan Sangkapura.
- Beliau penguasa di Pulau Bawean yang merupakan utusan dari kesultanan Surakarta Jawa tengah.

7. COKRO KUSUMO
- Terletak di kompleks pemakaman Cokro Kusumo, jalan Naga Sari atau Gurdam Desa Sungai Teluk Kecamatan Sangkapura.
- Penguasa Pulau Bawean Semasa penjajahan Belanda, semasa Pulau Bawean masih termasuk Wilayah administratif Kadipaten Tuban.

8. NYAI AGENG MALOKO
- Terletak di puncak Bukit Maloko, Desa Gunung Teguh Kecamatan Sangkapura.
- Beliau Saudara seibu dengan Sunan Bonang.

9. MAKAM KERAMAT TAMBAK
- Terletak di tepi pantai pemakaman Keramat Tambak Timur Kecamatan Tambak.
- Diduga sebagai makam salah satu dari makam Wali Songo

10. KH. ABDUL HAMID
- Terletak di kompleks pemakaman keluarga di Pondok Pesantren “Nurul Huda” dusun Pancor Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura.
- Salah satu Ulama Kharismatik di Pulau Bawean yang cukup berperan semasa penjajahan Belanda, Jepang dan masa –masa kemerdekaan, sampai masa Pemberontakan PKI. Beliau juga pernah menjadi salah satu Imam besar di Masjidil Haram Mekah

11. KH. AHMAD ASNAWI
- Terletak di kompleks Pondok Pesantren Putri “Nurul Ikhlas” Dusun Gelam Desa Gelam kecamatan Tambak.
- Semasa perang kemerdekaan beliau adalah panglima Laskar Hizbullah dalam mempertahankan kemerdekaan, Beliau juga sebagai Ketua Pengurus Cabang NU di Pulau Bawean yang pertama.

12. JHERAT LANJHENG
- Terletak di Dusun Tajung Anyar, Tenggen Desa Lebak Kecamatan Sangkapura.
- Sekarang menjadi tempat wisata Jherat Lanjheng (Makam Panjang), erat kaitannya dengan legenda Aji Saka dengan dua orang pengikutnya yang setia yaitu Doro dan Sembodo yang kuburan keduanya berada di daerah tersebut.

Ada hal yang cukup menarik perhatian kita, apakah memang betul salah satu diantara Wali Songo yakni Sunan Bonang, jasad beliau dikebumikan di Bawean? Bila memang betul maka kegiatan wisata religi atau ziarah makam wali songo yang dilakukan selama ini masih belum lengkap bila tidak berkunjung juga di Pulau Bawean. Sampai saat ini masih belum banyak tulisan atau buku-buku yang dilengkapi dengan bukti-bukti primer pelaku sejarah yang secara keilmuan mampu memaparkan secara lebih lengkap dan meyakinkan untuk menyempurnakan berbagai buku-buku sejarah yang telah ada , dan bahkan pertanyaan yang sering muncul, siapakah sebenarnya para tokoh leluhur yang kuburan beliau selalu ramai dikunjungi para peziarah? maka untuk menjawabnya diperlukan SDM yang mampu melakukan penelitian dan pembehasan mendalam untuk terus berusaha mengungkap rahasia dan untuk memperkaya khazanah tentang tokoh figur pelaku-pelaku sejarah yang telah berjasa terhadap Pulau Putri ini, agar sebagai generasi penerus tidak kehilangan estafet ruh perjuangan para pendahulunya dan tidak sampai kehilangan jati dirinya sebagai warga yang juga mendapat julukan Pulau Datuk ini .

Itulah beberapa obyek vital wisata religi yang sangat potensial untuk dieksplorasi dan dikembangkan, disinilah peran warga khususnya masyarakat sekitar tempat-tempat tersebut dan umumnya semua warga pulau ini, yang pertama kali perlu punya kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian dan kebersihannya, memelihara, dan mengembangkannya, kemudian tentunya perhatian dari pemerintah mulai dari pemerintah pusat sampai pemerintahan desa dengan tetap terus menjaga keaslianya sebagai ciri khas obyek Pulau Wisata Bawean.
Share this Article on :

Terbaru

 

© Copyright Media Bawean 2005 -2013 | Design by Jasa Pembuatan Blog | Support by Kang Salman | Powered by Bawean.Net.