Archive Pages Design$type=blogging

iklan pos

Anak Pendeta Jadi Penceramah
di Ponpes Hasan Jufri, Lebak

Media Bawean, 10 Juni 2013  Syamsul Arifin Nababan dilahirkan di Sumatra Utara. Dia anak p...

Media Bawean, 10 Juni 2013 


Syamsul Arifin Nababan dilahirkan di Sumatra Utara. Dia anak pertama dari tujuh bersaudara. Ayahnya merupakan pimpinan gereja di kampung halamannya. Ibunya adalah ketua kelompok lagu kerohanian di gereja yang sama dengan suaminya.

Sebagai anak pemuka agama, Syamsul diajarkan ajaran agama sesuai keyakinan orangtuanya. Namun, di tengah ketatnya pengawasan orangtua, ia masih diberikan kebebasan untuk memilih dan melakukan sesuatu. "Keluarga saya sangat demokratis," ujar Syamsul.

Hobinya yang membaca buku, membawa dirinya bergelut pada pembahasan perbandingan agama. Semua buku yang membahas tentang agama habis ia lalap.

Dari semua buku tentang agama, ia menganggap Islam sebagai agama yang berbeda. "Ketentraman batin saya temukan dalam Islam," ungkap Syamsul.

Setelah hampir tiga tahun mempelajari ilmu perbandingan agama, kemudian pada 1991, ia memutuskan memeluk Islam di sebuah pondok pesantren bernama Raudhatul Ullum di Jember, Jawa Timur. Kyai Khotib Umar pemimpin pondok itulah yang membimbingnya mengucapkan dua kalimat syahadat.

Dengan sedikit terbata-bata, syhadat ia lafazkan. Saat itu pula ia resmi mengganti nama lahirnya. "Saat kecil, saya bernama Bernard Nababan. Perintah Kyai yang mengislamkan saya, akhirnya saya berganti nama menjadi Syamsul Arifin Nababan," cerita Syamsul, mengenang.

"Ini dimaksudkan agar saya menutup lembaran kisah masa lalu saya. Namun nama Nababan tetap saya pakai karena marga," katanya menambahkan.

Di pesantren itu, kata dia, menjadi tempat pertamanya mempelajari Islam. Mulai dari mengaji hingga pelajaran mengenai tuntunan shalat. "Alhamdulillah dalam satu minggu saya sudah mampu shalat sendiri dan bisa membaca Alquran," tuturnya.

Merasa memiliki bekal agama yang cukup, tiga tahun kemudian ia memutuskan untuk hijrah ke Jakarta dengan maksud mematangkan ilmu Islamnya. Di Jakarta, ia berhasil mendapatkan beasiswa pendidikan disebuah kampus bahasa di bilangan Jakarta Selatan.

Keberuntunggan tak habis sampai di situ. Pada 1997 ia diundang oleh kerajaan Arab Saudi untuk melakukan ibadah haji. Ketika kembali pulang ke kampung halaman, usai menunaikan rukun islam yang kelima, ia memutuskan untuk menyiarkan agama yang ia yakini kebenarannya itu. "Dua adik saya berhasil saya Islamkan," ungkap Syamsul.

Berbekal ilmu yang ia pelajari, dan pengalaman mengislamkan adiknya, la memutuskan untuk terus melakukan dakwah. "Di Jakarta saya mulai berceramah dari masjid ke masjid hinga kantor ke kantor," tuturnya.

Niat tulus tanpa tendensi, kata dia, maka Allah akan memberikan kemudahan dan jalan pada orang yang melakukannya. "Jika kamu menolong agamamu, maka Allah akan menolong kamu," jelas Syamsul, meminjam sebuah ayat dalam Alquran.

Pada peruntungan lain, ia berkesempatan untuk melakukan syiar tak hanya di bumi pertiwi. Negeri Paman Sam hingga Negeri Kanguru, pernah ia sambangi. Kesempatan ini, kata dia, adalah hasil kesungguh-sungguhan dalam menolong agama. "Seperti janji Allah," kata dia.

Syamsul Arifin Nababan merupakan pendiri Pondok Pesantren Annaba' Center yang terletak di Kawan Binato, Tangerang Selatan. Ponpes tersebut merupakan pondok yang dikhususkan bagi para Mualaf. Ponpes tersebut kini dihuni sekitar 60 mualaf yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. (sumber : Republika).

Syamsul Arifin Nababan hadir di Pondok Pesantren Hasan Jufri, Lebak, Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik sebagai penceramah tunggal dalam acara haflah akhirissanah, minggu (9/6/2013).

Acara rutinitas tahunan di Ponpes Hasan Jufri, dihadiri tokoh dan ulama se- Pulau Bawean, Muspika kecamatan Sangkapura, alumni Ponpes Hasan Jufri, dan wali santri, serta kaum muslimin dan muslimat dari berbagai daerah di Pulau Bawean.

Dalam ceramahnya, Syamsul Arifin Nababan memperbandingkan agama yang dipeluknya ketika pertama dilahirkan ke bumi, dengan agama Islam.

Menurutnya agama Islam adalah agama paling benar, serta kitab suci Al- Qur'an memiliki keistimewaan besar, serta isi didalamnya tidak ada kontradiksi.

"Banyak kalangan barat yang masuk agama Islam, sehubungan adanya penelitian yang dilakukannya setelah terjadinya ledakan di WTC. Mereka meneliti, apa benar Islam mengajarkan teroris, tetapi setelah mempelajarinya ternyata mereka sadar bahwa didalam agama Islam tidak ada ajaran teroris,"katanya.

"Melalui penelitian yang dilakukan akhirnya sadar bahwa agama Islam yang paling benar,"paparnya.

"Tapi anehnya, sebagai ummat Islam sendiri kenapa tidak pernah melakukan penelitian atau kajian atas isi didalamnya. Sebenaranya didalam Al Qur'an sudah lengkap, seluruhnya sudah terkadung didalamnya, seperti urusan hukum, politik, ekonomi, dan lain-lain,"ujarnya.

Beliau secara blak-blakan memperbandingkan keistimewaan agama Islam, serta kelemahan agama lain. Diantara didalam kitab agama lain, masih banyak kekurangan, termasuk pengertian yang berbeda tentang ketuhanan.

Sebagai pesan kepada santri, Syamsul Arifin Nababan mengajak seluruh generasi muda untuk lebih giat belajar demi mencapai cita-cita di masa depan yang tentunya berguna kepada bangsa dan agama. (bst)
Nama

ADV. MEDIA BAWEAN BAWEAN AKTIVITAS BAWEAN AMIL ZAKAT BAWEAN ANAK BAWEAN ARTIS BAWEAN BAHASA BAWEAN BERITA BAWEAN BUKU BAWEAN CERITA BAWEAN CUACA BAWEAN DALAM TULISAN BAWEAN DERMAGA BAWEAN DESA BALIKTERUS BAWEAN DESA BULULANJUANG BAWEAN DESA DAUN BAWEAN DESA DEKATAGUNG BAWEAN DESA DIPONGGO BAWEAN DESA GELAM BAWEAN DESA GREJEK BAWEAN DESA GUNUNGTEGUH BAWEAN DESA KALOMPANGGUBUK BAWEAN DESA KEBUNTELUKDALAM BAWEAN DESA KEPUHLEGUNDI BAWEAN DESA KEPUHTELUK BAWEAN DESA KOMALASA BAWEAN DESA KOTAKUSUMA BAWEAN DESA LEBAK BAWEAN DESA PAROMAAN BAWEAN DESA PATARSELAMAT BAWEAN DESA PEKALONGAN BAWEAN DESA PUDAKIT BARAT BAWEAN DESA PUDAKIT TIMUR BAWEAN DESA SAWAHMULYA BAWEAN DESA SIDOGEDUNGBATU BAWEAN DESA SOKAONENG BAWEAN DESA SUKALELA BAWEAN DESA SUNGAIRUJING BAWEAN DESA SUNGAITELUK BAWEAN DESA SUWARI BAWEAN DESA TAMBAK BAWEAN DESA TANJUNGORI BAWEAN DESA TELUKJATIDAWANG BAWEAN DUKA CITA BAWEAN EKONOMI BAWEAN GALERI BAWEAN GRESIK BAWEAN HARAPAN BAWEAN HUTAN BAWEAN INFRASTRUKTUR BAWEAN INTERNATIONAL BAWEAN ISLAM BAWEAN KADO BAWEAN KAUM DHUAFA BAWEAN KECAMATAN SANGKAPURA BAWEAN KECAMATAN TAMBAK BAWEAN KESEHATAN BAWEAN KOMUNITAS BAWEAN KORAMIL BAWEAN KRIMINAL DAN HUKUM BAWEAN LAUT BAWEAN LINGKUNGAN BAWEAN LISTRIK BAWEAN MAHASISWA BAWEAN MAKANAN BAWEAN MENURUT MEREKA BAWEAN MUHAMMADIYAH BAWEAN NAHDLIYIN BAWEAN NELAYAN BAWEAN OLAHRAGA BAWEAN OPINI BAWEAN ORANG HILANG BAWEAN PAHLAWAN BAWEAN PEDULI BAWEAN PELAYANAN JASA BAWEAN PELAYANAN PUBLIK BAWEAN PEMERINTAHAN BAWEAN PENDIDIKAN BAWEAN PENGADILAN AGAMA BAWEAN PENGANTIN BAWEAN PEREMPUAN BAWEAN PERIKANAN BAWEAN PERISTIWA BAWEAN PERTANIAN BAWEAN PERTERNAKAN BAWEAN PHBN BAWEAN POLITIK BAWEAN POLSEK SANGKAPURA BAWEAN POLSEK TAMBAK BAWEAN PONPES BAWEAN PORSEMA BAWEAN PRAMUKA BAWEAN PRODUK UNGGULAN BAWEAN PROFESI BAWEAN PROGRAM PEMERINTAH BAWEAN RUMAH BAWEAN SEJARAH BAWEAN SERBA-SERBI BAWEAN SINGAPURA BAWEAN SOROTAN BAWEAN SOSIAL BAWEAN STATISTIK BAWEAN TELEKOMUNIKASI BAWEAN TOKOH BAWEAN TRANSPORTASI BAWEAN UNIK BAWEAN WISATA BERITA BERITA BOYAN BERITA GRESIK EKONOMI FOTO HIBURAN HUKUM INFRASTRUKTUR KELAUTAN KESEHATAN KISAH KOMUNITAS KORAN BATAM POS KORAN DUTA MASYARAKAT KORAN HARIAN BANGSA KORAN JAWA POS KORAN JAWA POS 2008 KORAN KOMPAS KORAN RADAR SURABAYA KORAN REPUBLIKA KORAN SINDO KORAN SUARA MERDEKA KORAN SURABAYA PAGI KORAN SURABAYA POST KORAN SURYA KORAN TEMPO Interaktif KULINER LAPORAN KONTRIBUTOR LIBURAN LINGKUNGAN LIPUTAN LEBARAN list LISTRIK LOMBA LOMBA FOTO LOMBA MENULIS KATEGORI PELAJAR LOMBA MENULIS KATEGORI UMUM LOMBA MENULIS MEDIA BAWEAN MAHASISWA MAMBAUL FALAH MUSIK n NAHDLIYIN OLAHRAGA PARIWISATA PEMERINTAHAN PENDIDIKAN PENDUDUK PERISTIWA PERTANIAN POLITIK PONPES HASAN JUFRI PORTAL BERITA ANTARA PORTAL BERITA ANTARA JATIM PORTAL BERITA JATIM PORTAL BERITA JATIM 2009 PORTAL CYBERITA ONLINE PORTAL DETIK SURABAYA PORTAL OKEZONE PROFESI PROFIL ORENG BAWEAN PROGRAM GERBANG BAWEAN PROGRAM KB RADAR GRESIK REDAKSI MEDIA BAWEAN RELIGI RUMPUN SENI DAN BUDAYA SERBA-SERBI SIAPA DIA ? SOROTAN SOSIAL SOSOK SUARA CALON WAKIL RAKYAT SUARA GERBANG BAWEAN SUARA WARGA BAWEAN SURAT PEMBACA TELEKOMUNIKASI TRANSPORTASI TULISAN ABD. RAHMAN MAWAZI TULISAN ENDING SYARIFUDDIN TULISAN HASSAN LUTHFI TULISAN A. FUAD USFA (AUSTRALIA) TULISAN ALI ASYHAR TULISAN ASEPTA YP TULISAN BAHARUDDIN TULISAN EKLIS DINIKA TULISAN ENDAHVISION (SINGAPURA) TULISAN H. ABDUL KHALIQ TULISAN H. SAMRI BARIK (SINGAPURA) TULISAN HASAN JALI TULISAN MUSYAYANA (SURABAYA) TULISAN PAMAN (MALAYSIA) TULISAN RIZA FAHLEVI TULISAN SUGRIYANTO TULISAN SUMIYATI TULISAN WARDI AZZAURY TULISAN ZULFA
false
ltr
item
Media Bawean: Anak Pendeta Jadi Penceramah di Ponpes Hasan Jufri, Lebak
Anak Pendeta Jadi Penceramah
di Ponpes Hasan Jufri, Lebak
http://1.bp.blogspot.com/-rVRjnzt_268/UbUWIFifhUI/AAAAAAAAYDQ/gHmJ6pb073Y/s400/CIMG5978.JPG
http://1.bp.blogspot.com/-rVRjnzt_268/UbUWIFifhUI/AAAAAAAAYDQ/gHmJ6pb073Y/s72-c/CIMG5978.JPG
Media Bawean
http://www.bawean.net/2013/06/anak-pendeta-jadi-penceramah-di-ponpes.html
http://www.bawean.net/
http://www.bawean.net/
http://www.bawean.net/2013/06/anak-pendeta-jadi-penceramah-di-ponpes.html
false
8752543020208547512
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago