Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
adsbybawean
Home » » Bahagia Kok Bersyarat???

Bahagia Kok Bersyarat???

Posted by Media Bawean on Selasa, 16 Juli 2013

Media Bawean, 16 Juli 2013

Oleh: Eklis Dinika, 
Dosen STAIHA BAWEAN

“BAHAGIA” adalah dambaan setiap insan, namun sebagian besar”MENIKMATI BAHAGIA DENGAN SYARAT” karena hakekat hidup bahagia adalah bermanfaat untuk orang lain, misalnya: Alangkah bahagianya kalau saya punya banyak uang bisa mengajak anak, istri, suami atau keluarga yang lain untuk bersenang-senang, kalau aku punya banyak waktu, aku lebih senang dan bahagia tuk bisa silaturrahim ke banyak teman, saudara handaitulan dan sebagainya…, Andai aku jadi pejabat dan lain sebagainya, aku akan lebih bahagia untuk bisa membantunya. Bahagia Kok Bersyarat… Apapun kondisi, posisi pada saat yang ada ini mari kita jalani dengan penuh bahagia, karena kebahagian itu dapat kita rasakan dengan cara kita menerimanya dengan rasa syukur atas nikmat yang di berikan oleh Allah SWT serta berlomba-lomba menganjurkan kebaikan dan mengerjakannya dengan tiada keragu-raguan.

Abu Hurairah r.a. berkata: Bersabda Rasulullah SAW.: Segeralah beramal kebaikan sebelum kedatangan tujuh perkara. Apakah yang kamu nantikan selain kemiskinan yang akan melupakanmu dari kewajiban, atau kekayaan yang akan menimbulkan rasa congkak yang melampui batas, atau penyakit yang merusak, atau tua yang menimbulkan pikun dan habis tenaga. Atau mati yang menghabisi, atau dajjal. Maka ia sejahat-jahat yang dinantikan. Atau hari kiamat, dan hari kiamat itu lebih berat dan lebih sukar.

Suasana hidup manusia di dunia fana ini tidak terhindar dari tujuh perkara di atas. Oleh karena itu kita harus dapat menggunakan kesempatan-kesempatan yang baik yang ringan/mudah sebelum datang sesuatu yang tidak kita harapkan. Sebab yang akan datang itu , tidak akan lebih baik atau lebih mudah dari sebelumnya.

Sesuai dengan firman Allah surah Al-Ankabut ayat 69

و ا لذ ىن جا هد وا فىنا لنهد ىنهم سبلنا و ان ا لله لمع ا لمحسنىن 
Artinya: “ Mereka yang berjuang untuk keridlaan Kami, pasti Kami tunjukkan jalan Kami, dan Allah tetap bersama orang yang berbuat baik”.

Sebenarnya kebahagian dapat kita raih dari segi apapun selama kita mampu untuk mewujudkannya tanpa melalui syarat apapun, senyuman dan uacapan salam ketika berjumpa itu suatu wujud atau bentuk dari sebuah kebahagiaan tanpa syarat, kita tidak di tuntut untuk menjadi orang kaya, banyak uang, punya banyak waktu ataupun menjadi seorang pejabat, kita dapat melakukannya kapan saja dan di mana saja asalkan dengan ikhlas.

Di dalam ikhlas tak ada kata lelah menunggu, tidak letih menanti, tak jua bosan antri…..Di dalam ikhlas tak ada luka bathin, pun sakit hati, tak pula ada benci…Di dalam ikhlas tak ada keluh kesah, tak jua fitnah…..Di dalam ikhlas tak ada amarah, tidak ada implusif maupun reaktif….Di dalam ikhlas tak ada rasa takut, tak ada rasa khawatir dan cemas, tidak juga was-was…. Di dalam ikhlas tak ada buru-buru, tidak pula tergesa-gesa, pun tiada membabi buta…..

Di dalam ikhlas tak ada pamrih, tiada agenda pribadi, maupun ambisi tak terkendali… Di dalam ikhlas tak ada kalkulasi, ikhlas menerima, ikhlas memberi demi Allah semata…, karena sesungguhnya di dalam hati yang ikhlas dan jiwa yang bebas merdeka, memancar sumber sukses dan bahagia, jangan lupa berbahagialah untuk orang lain karena orang zaman sekarang berbahagia hanya untuk dirinya sendiri. Selamat berdo’a di dalam setiap kesempatan karena do’a merupakan senjata umat islam yang paling ampuh dan tanpa modal sepeserpun.

SHARE :
 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean